3.1.Konsep Dasar Desain
3.1.1 Pendekatan Desain
Yang menjadi pendekatan dalam memunculkan sebuah desain adalah pendekatan perilaku. Dimana dari mengamati perilaku ibu hamil yang sensitif, tidak stabil dan mudah jatuh muncul konsep keseimbangan asimetris. Keseimbangan itu muncul karena untuk menghadapi ketidaksensitifan dan ketidakstabilan perlu adanya keseimbangan antara jiwa dan raga, fisik dan emosional. Sedangkan asimetris muncul karena beban yang diterima oleh seorang ibu hamil itu asimetris. Sehingga Ibu perlu menjaga keseimbangan asimetrisnya.
3.1.2 Ekspresi Bangunan
Pengunaan material bahan – bahan alam terutama bambu,kayu dan batu alam dalam interior maupun eksterior ditujukan untuk memunculkan ekspresi bangunan tradional jawa barat. Arsitektur kampung naga di gunakan pada tampilan bangunan nya sehingga kawasan ini dapat menarik perhatian pengunjung sehingga kesan budaya daerah dapat terpelihara dengan baik. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan melestarikan budaya bangsa sehingga kawasan dago ini yang merupakan salah satu kawasan wisata ini minim akan nilai budaya.
3.1.3 Aplikasi Konsep Desain
Gambar 3.1. Siteplan
• Sirkulasi kendaraan di sepanjang jalan Ir.H. Juanda padat pada saat sabtu minggu dan hari – hari libur dikarenakan kawasan ini merupakan kawasan wisata, sehingga arus in – out dibuat sedikit memutar sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Dan adanya pedestrian ways sangat membantu sirkulasi pejalan kaki memasuki kawasan ini.
• Banyak terdapat taman – taman dan kolam – kolam utuk meghadirkan view yang baik yang mendukung kegiatan di dalam site.
• Tampilan bangunan lebih mengarah kepada bentukan bangunan arsitektur kampung naga sehingga di daerah ini yang merupakan kawasan wisata, dapat mencerminkan khas jawa barat. Dimana mengguakan atap ijuk hitam, dinding bata dan anyaman bambu, bangunan panggung setinggi 30 cm namun disesuaikan juga dengan perilaku ibu hamil sehingga tidak terlalu tinggi.
Gambar 3.3. Tampak Bangunan
• Tatanan massa dibuat berdekatan sehingga sang ibu mudah mencapai nya namun di beberapa area di buat agak berjauhan sehingga melatih ibu untuk lebih banyak berjalan sehingga dapat menguatkan janin.
• Terdapat emengency area sehingga jika terjadi sesuatu hal yang diluar perencanaan misalnya sang ibu tiba – tiba mau melahirakn sudah disediakan ambulance sehingga dapat ditangani ke RS. Boromeus yang berada di dekat site.
3.2.Zoning Bangunan
Zoning berurutan secara horisontal berurutan dari area publik, semi publik dan privat. Yang termasuk dari area publik adalah restoran dan retail shop. Dimana area ini dapat dengan mudah dicapai dari luar. Untuk area semi private seperti ruang praktek dokter, apotik di letakkan dekat dengan jalan luar sehingga mempermudah penangan jika terjadi hal – hal yang sifatnya emergency. Area privat diletakkan terpisah dan lebih ke dalam site sehingga terwujud suasana yang tenang dan nyaman yang mendukung kegiatan di dalamnya.Sedangkan untuk area servis diletakkan dipinggir depan site sehingga terkesan tersembunyi sehingga akses loading dock dapat lebih mudah tanpa mengganggu kegiatan di dalamnya.
Gambar 3.5. Zoning
keterangan gambar:
semi private area servis area
3.3.1 Fasilitas Kesehatan • Poliklinik
Ruangan untuk menangani jika terjadi cedera pada saat berolaharaga. • Ruang Dokter Kandungan
Tempat dimana dokter berpraktek sehingga keluhan – keluhan ibu hamil dapat langsung ditangani.
• Apotik
Tempat untuk membeli kebutuhan medis seperti obat – obatan,salep dll. • Ruang ahli gizi
Tempat ahli gizi dimana ibu hamil dapat berkonsultasi tentang asupan gizi sang ibu.
• Ruang dokter syaraf • Ruang konsultasi
3.3.2 Fasilitas Kebugaran • Area senam
Tempat ibu hamil untuk melakukan senam hamil demi menjaga kandungan dengan ditemani sang suami sehingga suami dapat selalu mendampingi sang istri. • Area pilates • Ruang Yoga • Kolam Berenang • Ruang Fitness • Locker
Deretan lemari penyimpanan yang digunakan oleh pengunjung untuk menyimpan barang – barang berharga miliknya selagi melakukan aktivitas. • KM/WC
• Ruang ganti
Ruang ganti untuk para ibu dimana saat berolah raga mereka membutuhkan tempat untuk mengganti pakaian.
3.3.3 Fasilitas Relaksasi • Ruang spa.
• Ruang jacuzi. • Ruang pijat.
• Ruang music dan entertainment. • Salon. • Locker. • KM/WC. • Ruang ganti. • Ruang konsultasi. 3.3.4 Fasilitas Penunjang • Retail shop • Lobby • Mini Café • Restoran • Ruang administrasi • Perpustakaan • Ruang seminar • Front desk
• Ruang penitipan anak – anak
3.3.5 Fasilitas Servis
• Ruang Pompa dan Filter
• Ruang PLN, Ruang trafo, MDP, dan Ruang genset • Ruang pompa & tandon
• Ruang STP • Loading dock • Tempat sampah • Gudang
• Kantin karyawan • Loker karyawan • Ruang sekuriti • Musholla 3.3.6. Kantor Pengelola • Ruang direktur • Ruang manager • Ruang wakil manager • Ruang sekretaris • Bagian administrasi
• Bagian marketing dan promosi • Bagian operasional
• Bagian registrasi pendaftaran • Ruang rapat
• Ruang arsip • Ruang trainer • Ruang karyawan
3.4. Pendalaman Desain
Nilai – Nilai budaya tradisional Jawa Barat dimunculkan karakter ruang di ruang massage namun tetap menunjukkan kesan ibu hamil sehingga karakter dari ibu hamil ini tetap terasa. Dimana bentukan lengkung yang dinamis
melambangkan lekukan ibu hamil.
Adanya alunan musik tradisional dan penggunaan aroma terapi yang mendukung si Ibu untuk lebih relaks sehingga dapat menyegarkan jiwanya yang lelah dan capai.
memancarkan kesan alam. Serta penggunaan warna – warna coklat yaitu warna tanah pada dinding bangunan memberi kesan psikologis yang hangat dimana cuaca bandung yang dingin sehingga pengunjung dapat merasa nyaman.
Gambar 3.6.interior spa
3.5. Sistem Struktur dan Utilitas
3.5.1 Sistem Struktur
Sistem struktur bangunannya adalah kolom balok yang menggunakan konstruksi bangunan beton bertulang untuk kolom bangunan dan konstruksi atap nya meggunakan konstruksi kayu dengan bahan penutup atap ijuk itam yang merupakan ciri khas bangunan kampung naga.
Bangunan dibuat panggung setinggi ± 30 cm sesuai dengan ciri bangunan kampung naga.
Gambar 3.7. aksonometri struktur
3.5 .2 Sistem Utilitas Bangunan
3.5.2.1 Utilitas Kebakaran
Sistem pemadam kebakaran yang digunakan untuk ruang luar disediakan hydrant halaman. Siamese dan hidran luar tetap diletakkan pada sekeliling bangunan, karena jarak semprotan siamese dapat mencapai 30 m, maka jarak penempatan antar siamese dan antar hidran luar dapat mencapai 60 m.
3.5.2.2. Utilitas Air Bersih
Diagram 1 distribusi air bersih
3.5.2.3. Utilitas Air Kotor dan Kotoran
• Air kotor dan otoran dari amar mandi langsung menuju sumur resap dan menuju ke septitank
Air Kotor :
Air kotor – sumur resapan Kotoran :
Kotoran – septictank – sumur resapan
3.5.2.4 Utilitas Air Hujan
• Air hujan dibuang dari talang ( talang diletakkan di kolom, dibungkus ( gypsum water resistant ) dari talang ditampung pada bak kontrol kemudian dibuang ke saluran kota.
• Sampah dibuang ke tong sampah kemudian diangkut secara menual ke tempat pembuangan sementara yang berada di tepi jalan, dekat bangunan servis. Setiap hari dimbil oleh truk pengangkut sampah (pada jalur khusus yang disediakan ). Oleh truk dibuang ke tempat pembuangan sampah .