• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PERANCANGAN BANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. PERANCANGAN BANGUNAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

25

Universitas Kristen Petra 3.1 Konsep Desain

Proyek yang akan dibangun adalah suatu bangunan publik yang mampu menampung segala aktivitas tentang jajanan pasar, baik yang bersifat wisata ataupun pemberdayaan. Dimana harus disertai dengan pengertian dan apresiasi akan pengembangan dan peningkatan minat masyarakat luas terhadap jajanan pasar melalui kegiatan demo memasak, makan bersama, workshop, dan kursus yang diadakan secara berkala serhingga di harapkan dapat menimbulkan inovasi – inovasi baru terhadap jajanan pasar nantinya.

Konsep desain diambil dari mempelajari jajanan pasar itu sendiri. Ciri khas dari jajanan pasar yang paling dominan adalah sifat alaminya, karena bahan – bahan pembuatnya berasal dari bahan – bahan alami. Selain itu tiap jajanan pasar memiliki keunikan dan citra rasa yang sangat berbeda – beda, karena bahan pembuat jajanan pasar satu sama lain tidak lah sama persis dan dalam pembuatannya memiliki ketelitian sendiri – sendiri.

Jadi konsep perancangan yang digunakan adalah Harmony of Natural Ingredients

(Harmoni yang Berasal dari Bahan- Bahan Alami )

Penerapan konsep secara garis besar pada fasilitas ini menampilkan kesan alami secara keseluruhan, dengan menerapkan beberapa unsur alam seperti:

tanah (taman), air (kolam), dan udara (menggunakan penghawaan alami) dan material- material alami seperti kayu, batu bata, batu – batuan alami, dll).

Pada desain setiap zona penerapan konsep tetap memperhatikan fungsi dari tiap zona dimana disesuaikan fungsinya masing – masing, sehingga ada perbedaan desain, akan tetapi di dalam perbedaan desain tersebut masih terdapat persamaannya yaitu dengan menerapkan alami. Penerapan alami dengan menggunakan bahan – bahan alami dan banyaknya pembukaan – pembukaan, karena pada fasilitas ini digunakan penghawaan alami.

(2)

Universitas Kristen Petra 3.2 Pendekatan

Dalam proyek “Fasilitas Wisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” yang dapat mewujudkan konsep awal menggunakan pendekatan arsitektur Metafora Tengibel dan Intengibel. Pada penerapan pendekatan metafora tengibel menggunakan media yang dapat mudah dilihat, di kenali dan nyata (dalam fasilitas ini menggunakan media bentukkan daun). Sedangkan penerapan metafora Intengibel nya menggunakan bagaimana pencapaian harmoni nya, karena metafora intengibel adalah jenis pendekatan yang dapat dirasakan atau bukan dilihat secara langsung.

3.3 Aplikasi Konsep ke Desain Melalui Pendekatan 3.3.1 Pendekatan Metafora Tengibel

Harmony of Natural Ingredients (Harmoni dari Bahan – Bahan Alami)

Jajanan Pasar

(Makanan ringan yang dekat dengan masyarakat).

Tumbuhan

(Bahan dasar pembuatan jajanan pasar, selain itu tumbuhan juga merupakan asal mula dari rantai makanan di alam semesta).

Daun

(Bagian dari rumbuhan yang paling banyak di gunakan dalam pembuatan jajanan pasar. Selain itu daun merupakan salah satu elemen penting pada tanaman, karena merupan tempat terjadinya proses fotosintesis).

Daun Pandan

(Salah satu jenis daun yang populer di kalangan masyarakat dan merupakan daun yang banyak digunakan dalam pembuatan jajanan pasar, daun pandan

(3)

Universitas Kristen Petra banyak digunakan untuk pewarna dan pewangi alami. Selain itu daun pandan

juga memiliki banyak kasiat yang sangat berguna bagi kesehatan).

Aplikasi konsep ke desain melalui pendekatan metafora tengibel adalah:

• Pola penataan keseluruhan massanya menggunakan bentuk daun yaitu dua arah lengkung (atas - bawah) .

• Bentuk tiap massa menggunakan bentukkan lengkung.

• Masa yang dibuat memiliki ukuran pipih (ukuran panjangnya lebih besar daripada lebarnya), karena daun pandan cenderung memiliki bentuk yang memanjang selain itu karena pada fasilitas ini menggunakan penghawaan alami sehingga angin dapat lebih mudah mengalir.

• Memiliki aksis yang jelas.

(4)

Universitas Kristen Petra Gambar 3.1 Aplikasi Konsep Melalui Metafora Tengibel

Sumber: Dokumentasi Pribadi

3.3.2 Pendekatan Metafora Intengibel

Konsep: Harmony of Natural Ingredients (Harmoni dari Bahan – Bahan Alami). Di dalam pendekatan metafora intengibel digunakan kata kunci harmoni, desain merupakan aplikasi dari kata harmoni melalui metafora intengibel.

Pengertian kata kunci:

• Harmoni:

o Selaras, Keselarasan

o Seimbang, Proporsi, Jelas, Simetri, Sama, Sesuai, Cocok, Teratur

o Akur, Lengket, Mesra, Rukun o Dilakukan oleh minimal 2 subyek o Hubungan erat

o Komunikasi intensif dan intim o Memiliki kesamaan

o Penataan jelas, dapat dilihat dan dirasakan

(5)

Universitas Kristen Petra Aplikasi konsep ke desain melalui pendekatan metafora intengibel adalah:

• Menggunakan perbedaan ketinggian pada tiap masanya. Masa ditata semakin meninggi dari depan ke belakang (bagian depan yaitu yang dekat dengan jalan Kertajaya Indah Timur), dengan penataan semakin meninggi ke belakang maka membuat kesan bentukkan daun pandan dapat terlihat setinggi mata manusia.

Gambar 3.2 Perbedaan Ketinggian Tiap Masa Bangunan Sumber: Dokumentasi Pribadi

• Kemiringan atap antara satu masa dengan lainnya memiliki arah yang teratur, sehingga terlihat keharmonisannya.

Gambar 3.3 Keteraturan Kemiringan Atap Sumber: Dokumentasi Pribadi

(6)

Universitas Kristen Petra

• Walaupun tampak pada tiap masa menggambarkan fungsi dan kesan yang ingin dicapai dalam tiap ruang di dalamnya, akan tetapi tetap terlihat keharmonisan pada tampaknya.

• Memiliki jarak yang cukup luas antara masa satu dengan lainnya sehingga tidak menimbulkan kesan monumental dan masyarakat pengguna fasilitas ini dapat merasa nyaman dan tidak terkungkung.

3.3.3 Pola Penataan Masa

Pola perletakkan masa yang ada di dalam bangunan“FasilitasWisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” ini secara garis besar ditata menyerupai bentuk daun (penerapan pendalaman). Dimana masa – masa yang berbentuk daun ditata satu sama lain menyerupai lengkungan bentukkan daun, jarak antar masa dibuat tidak terlalu jauh sehingga masih terlihat bentukkan daunnya, akan tetapi tidak di letakkan terlalu dekat sehingga pengunjung tidak merasa terkungkung, dan pengunjung masih dapat menikmati tampak dari tiap masa bangunan. Dalam penentuan letak detail masa bangunan sesuai dengan fungsi – fungsi tiap masa bangunan didasarkan dari analisis dan zoning.

Gambar 3.4 Pola Perletakkan Masa yang Berbentuk Daun Sumber: Dokumentasi Pribadi

(7)

Universitas Kristen Petra 3.3.4 Penataan Ruang Luar

Penataan ruang luar yang ada di seluruh area “Fasilitas Wisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” merupakan hal yang sangat penting, karena untuk menerapkan konsep harmoni dari bahan – bahan alami dapat juga dicapai dengan penataan ruang luarnya. Ruang luar juga dapat di gunakan sebagai penghubung antar satu masa bangunan dengan bangunan lain, sehingga secara keseluruhan terlihat harmoninya.

Penataan ruang luar akan berpengaruh dengan suasana bangunan, baik suasana di luar ataupun di dalamnya. Ruang luar yang ada di dalam tapak di tata untuk memperkuat kesan alaminya, yaitu dengan menggunakan beberapa unsur alam seperti: tanah (taman), air (kolam), dan udara dan material- material alami seperti batu – batuan yang bersifat alami (batu bata, batu andesit, batu palimanan, dll).

3.4 Pendalaman

Dalam proyek “FasilitasWisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” ini sangat berkaitan dengan unsur alaminya, dimana unsur alami itu merupakan salah satu ciri khas yang sangat melekat dari jajanan pasar, dengan menampilkan kesan alami di harapkan dapat mengugah minat masyarakat untuk tetap menjaga citra rasa dari jajanan pasar, dan terus menimbulkan kreativitas – kreativitas imajinasi masyarakat untuk berinovasi mengembangkan jajanan pasar, sehingga nantinya jajajanan pasar dapat juga bersaing di dalam bisnis kuliner.

Untuk mewujudkan kesan alami itu maka dipilih pendalaman Material. Pada bangunan “FasilitasWisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya”

secar garis besar menggunakan material alami, seperti kayu (kayu yang di pilih adalah kayu kelapa – kayu kelapa merupakan salah satu alternatif baru dalam penggunaan kayu), batu bata, batu alam, dll. Penggunaan material yang bersifat alami ini membuat suasana pada bangunanan terasa alaminya, baik di dalam maupun di luar ruangan.

(8)

Universitas Kristen Petra 3.4.1 Material Bangunan

Secara garis besar material yang digunakan di pada bangunan “Fasilitas Wisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” adalah material – material alami. Material – material yang digunakan secara garis besar di bagi menjadi 2 bagian, yaitu material untuk eksterior atau material yang berperan untuk struktur utama dan material untuk interiornya.

Material yang digunakan untuk eksterior ataupun struktur utama adalah:

kayu kelapa digunakan untuk kolom, lantai, dan dinding (untuk area demo wisata), dan konstruksi atap, selain kayu kelapa juga digunakan batu bata yang di cat kuning soft untuk dinding, tempat tanaman di tepi – tepi masa beberapa bangunan, tegola untuk penutup atap keseluruhan masa bangunan, dan penggunaan beton yang di finishing cata coklat sebagai penyangga struktur utama untuk masa – masa bangunan yang berada di atas kolam.

Material yang digunakan untuk interior juga masih menggunakan kayu kelapa (kolom, lantai, dan dinding), yang dipadukan dengan beberapa bahan alami juga seperti rotan.

3.4.2 Aplikasian Pendalaman ke Desain

• Area Demo Wisata

Umpak : Beton dengan finishing Cat Coklat.

Kolom : Kayu Kelapa

Lantai: Papan dari Kayu Kelapa

Gambar 3.5 Interior Area Demo Wisata

Sumber: Dokumentasi Pribadi

(9)

Universitas Kristen Petra Dinding : Kayu Kelapa

Plafond : Kayu Kelapa

Lantai Area Memasak : Keramik 30 X 30 cm warna coklat

Tempat Tanaman: Batu Bata

• Area Galery

Umpak : Beton dengan finishing tempelan batu alam (batu Andesit) Kolom: Kayu Kelapa

Lantai: Keramik 60 X 60 cm warna putih

Dinding: Batu Bata finishing cat warna kuning soft Dinding Hiasan: Rotan

Dinding Hiasan : Kayu Kelapa

Gambar 3.6 Interior Galery Sumber: Dokumentasi Pribadi

(10)

Universitas Kristen Petra

• Area Entrance

Dinding : Beton dengan finishing cat batu alam (batu Andesit)

Lantai: Batu Palimanan Putih

3.5 Fasilitas Kebutuhan Ruang

Sesuai dengan fungsi bangunan sebagai “FasilitasWisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya”, maka fasilitas utamanya adalah sebagai sarana wisata (rekreasi) dan pemberdayaan (edukasi). Fasilitas yang di berikan adalah beberapa fasilitas demo wisata, fasilitas makan bersama, fasilitas kursus, dan fasilitas – fasilitas penunjang lainnya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing – masing fasilitas.

3.5.1 Fasilitas Wisata (Rekreasi)

Sebagai sarana wisata dan komersil di mana dibagi menjadi beberapa fasilitas, yaitu:

• Area demo wisata

Fasilitas demo wisata merupakan fasilitas utama dari bangunan ini, fasilitas demo wisat ini di bagi menjadi 7 bagian dengan dasar pembagian adalah 2 bagian untuk jajanan yang di masak secara di goreng, 2 bagian untuk jajanan yang di masak secara di kukus, 1 bagian untuk jajanan yang di masak secara di panggang, 1 bagian untuk jajanan yang berupa kue – kue, dan 1 bagian untuk jajanan yang bersifat minuman. Pada fasilitas demo wisata ini para

Gambar 3.7 Main Entrance Sumber: Dokumentasi Pribadi

(11)

Universitas Kristen Petra pengunjung dapat melihat cara memasak dari tiap – tiap jajajanan pasar kemudian, dapat langsung membelinya. Sehingga jajanan pasar yang di komsumsi bersifat fresh.

• Dapur utama

Fasilitas dapur utama ini adalah fasilitas yang menjadi pendukung utama untuk fasilitas demo wisata, dapur utama ini di gunakan untuk melakukan dasar pembuatan jajanan pasar yang tidak dapat diperlihatkan di depan umum, misalnya membuat campuran adonan. Alasan tidak dapat diperlihatkannya karena keterbatasan luasan area demo, selain itu juga untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keamanan.

• Area makan bersama

Fasilitas makan bersama terdiri dari dua bagian, pada fasilitas ini para pengunjung dapat langsung makan jajanan pasar yang baru di masak dari area demo wisata, pada fasilitas makan bersama selain bisa menikmati jajanan pasar, para pengunjung dapat juga menikmati keindahan ruang luar karena area makan bersama ini berada di outdoor akan tetapi masih ada atapnya.

• Toko – toko

Fasilitas toko – toko ini terdiri dari dua jenis, yaitu toko yang berjualan bahan – bahan pembuatan jajanan pasar, dan toko yang berjualan alat – alat pembuatan makanan. Toko ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dan para murid kursus agar mudah mendapatkan kebutuhan yang berhubungan dengan jajanan pasar.

3.5.2 Fasilitas Pemberdayaan (Edukasi)

Fasilitas pemberdayaan ini digunakan untuk para masyarakat yang ingin mempelajari dan mengerti lebih dalam lagi tentang jajanan pasar, dengan mengikuti kursus – kursus yang diadakan. Fasilitas yang ada di sediakan adalah:

(12)

Universitas Kristen Petra

• Kelas – kelas belajar teori

Pada fasilitas kelas – kelas ini, para murid kursus di berikan pengarahan tentang jajanan pasar secara teori, dimana teori – teori tersebut di gunakan sebagai bekal untuk praktek.

• Dapur – dapur belajar praktek

Pada fasilitas dapur ini para murid kursus belajar memasak jajanan pasar secara benar, di dampingi dengan pegajar yang berpengalaman, sehingga para murid dapat menghasilkan jajanan pasar yang berkualitas dan dapat menumbuhkan inovasi – inovasi baru di dalam dunia jajanan pasar.

• Perpustakaan

Fasilitas ini merupakan fasilitas penunjang bagi para murid yang ingin mencari info tentang jajanan pasar secara lebih mendalam. Info yang disajikan dalam bentuk manual dan digital.

• Ruang seminar

Fasilitas ini sebagai fasilitas penunjang bagi para murid kursus untuk mendapatkan ilmu baru dari orang – orang yang telah lebih berpengalaman di dalam jajanan pasar, tetapi orang – orang tersebut bukan staff pengajar, sehingga nantinya dapat merangsang minat di keseluruhan orang – orang yang terkait untuk menimbulkan inovasi – inovasi baru tentang jajanan pasar.

• Ruang pengajar

Fasilitas ini sebagai fasilitas penghubung antara para murid kursus dengan staff pengajar, dimana mereka dapat bertukar ide dan berdiskusi bersama – sama.

• Galery

Fasilitas ini sebagai fasilitas untuk memperkenalkan jajanan pasar secara teori kepada seluruh pengunjung, di dalam fasilitas ini para pengunjung dapat mengetahui cerita – cerita yang berhubungan dengan tiap jajanan pasar.

(13)

Universitas Kristen Petra

• Galery bibit

Fasilitas ini sebagai fasilitas belajar mengenal bibit – bibit dari bahan – bahan pembuatan jajanan pasar, pada fasilitas ini para pengunjung dapat juga membeli bibit tanaman pembuat jajanan pasar sesuai kebutuhan.

• Taman belajar tanaman

Fasilitas ini sebagai fasilitas belajar dan mengenal tanaman – tanaman pembuat jajanan pasar, sehingga para pengunjung dapat menambah pengetahuan dalam hal tanaman dan berkebun juga.

3.5.3 Fasilitas Ruang Terbuka

Fasilitas ruang terbuka di sediakan agar terdapat transisi antar satu bangunan ke bangunan lain, selain itu juga sebagai tempat berkumpul bagi para penggunjung untuk dapat berinteraksi dengan ruang luar, selain itu menikmati perpaduan antara ruang luar dengan masa – masa bangunan. Fasilitas ini terdiri dari taman dan kolam yang difungsikan untuk publik berdekatan denga fasilitas demo wisata dan fasilitas makan bersama. Sehingga tercipta suasana yang harmoni.

3.5.4 Fasilitas Pengelola dan Karyawan

Fasilitas ini merupakan fasilitas yang disediakan untuk para staff pengelola dan karyawan dalam melakukan aktivitas sehari – hari, dimana aktivitas ini berkaitan dengan kegiatan pengelolann bangunan secara keseluruhan. Fasilitas untuk para staff pengelola dan karyawan dibedakan letaknya, sehingga zona nya jelas.

3.5.5 Fasilitas Servis dan Parkir

• Ruang – ruang mekanikal

Fasilitas ini untuk menunjang kealnacaran utilitas seluruh kebutuhan bangunan dalam proyek.

• Loading dock

(14)

Universitas Kristen Petra

• Area parkir mobil dan sepeda montor untuk pengunjung, murid kursus, staff pengelola, dan karyawan

• Parkir bus

3.6 Pola Struktur dan Pemilihan Bahan Bangunan

Pemilihan sistem struktur yang digunakan pada bangunan di pertimbangkan atas kriteria sebagai berikut:

• Sesuai dengan keadaan lokasi tapak yang terletak di Surabaya Timur.

• Memiliki kesan alami dan nilai estetika.

• Struktur harus kuat, kaku, dan stabil.

• Tahan terhadap penagruh alam seperti angin, air laut, korosi basah, dan lembab.

3.6.1 Struktur Bangunan

Struktur yang ada pada bangunan “Fasilitas Wisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” secara garis besar menggunakan kolom kayu kelapa yang berdiameter 30 cm, kayu kelapa yang digunakan adalah kayu kelapa Sulawesi (jenis kayu kelapa yang terkenal kekuatannya). Modul dari kayu kelapa ini dapat mencapai 6 m, akan tetapi pada bangunan ini jarak modul maksimal yang digunakan adalah 4.20 m hal ini di karenakan mempertimbangkan keamanan, dan kenyamanan situasi di dalam ruangan, sehingga suasan intim masih terasa di dalam ruangan.

(15)

Universitas Kristen Petra 3.6.2 Struktur Bangunan Penutup

Struktur penutup (dinding) yang ada di dalam bangunan “Fasilitas Wisata dan Pemberdayaan Jajanan Pasar di Surabaya” ini tidak berfungsi secara struktural atau hanya sebagai dinding pemikul, sehingga dinding hanya sebagai unsur pembentuk ruangan. Material dinding yang digunakan ada dua jenis, yaitu dinding dari kayu kelapa untuk masa bangunan yang bersifat terbuka, dan dinding bata dengan finishing cat kuning soft untuk masa bangunan yang bersifat lebih tertutup. Material yang digunakan untuk lantai juga ada dua jenis, yaitu papan kayu untuk area demo wisata dan keramik untuk masa bangunan lainnya. Sedangkan untuk pembukaan - pembukaannya digunakan kaca solarvue dengan bingkai kayu, shadding di dekat pembukaan menggunakan kayu dan beton. Kaca solarvue di pilih karena mampu menahan radiasi untuk penerangan alami dan memaksimalkan view pada ruang luar untuk memperkuat kedekatan dengan alam.

3.6.3 Struktur Pondasi

Pondasi yang digunakan adalah pondasi lajur yang dibuat dari beton.

Pondasi ini menghubungkan pangkal kolom satu dengan lainnya.

3.6.4 Struktur Atap

Struktur atap menggikuti panduan sistem struktur bahan penutupnya, yaitu genteng aspal (tegola), secara garis besar struktur atapnya menggunakan kayu

(16)

Universitas Kristen Petra yang ukurannya di sesuaikan dengan kebutuhan dan kestabilan. Bahan penutup atapnya menggunakan genteng aspal (tegola), dengan pertimbangan:

• Genteng aspal (tegola) adalah salah satu bahan penutup atap yang masih bersifat alami.

• Mudah dalam cara pemasangan dan perawatannya.

• Modul dari genteng aspal (tegola) yang kecil – kecil, sehingga dapat digunakan untuk atap yang berbentuk melengkung.

3.7 Perlengkapan Pelayanan dan Utilitas Bangunan 3.7.1 Sistem Air Bersih

Air bersih yang ada pada lingkungan sekitar tapak menggunakan pipa dengan diameter 200 mm ke atas. Jaringan pipa tersebut melewati jalan Menur Pumpungan - jalan Arif Rachman Hakim – jalan Raya Manyar Kertoarjo – jalan Menur.

Sistem air bersih yang ada di dalam tapak bersal dari air PAM, kemudian akan disalurkan langsung ke meteran dan menuju tandon bawah dan langsung di pompa menuju ke tandon atas. Dari tandon atas inilah yang langsung didistribusikan ke masa – masa bangunan yang membutuhkan.

3.7.2 Sistem Air Kotor dan Kotoran

Untuk air kotor dari toilet, westafel, dapur, halaman, dan taman akan di alirkan ke sumur resapan, sedangkan untuk kotoran dari kamar mandi dialirkan ke septictank kemudian langsung ke sumur resapan. Untuk area di lantai dua dialirkan melalui pipa – pipa pembuangan yang ada di shaft.

3.7.3 Sistem Air Hujan

Air hujan pada atap dibiarkan jatuh melalui talang – talang horisontal di sekeliling bangunan kemudian turun melalui talang – talang vertikal yang

(17)

Universitas Kristen Petra dikumpulkan menjadi beberapa bak kontrol yang saling berhubungan, kemudian di buang ke saluran kota.

3.7.4 Sistem Jaringan Listrik

Saluran listrik yang ada di lingkungan sekitar tapak melewati saluran tegangan tinggi yang menuju gardu induk menur. Untuk sistem listrik yang ada di dalam tapak memiliki tenaga cadangan selain tenaga utama dari PLN.

Tenaga cadangan tersebut berupa genset / generator yang dikoordinasi melalui panel utama.

Gambar 3.9 Sistem Utilitas Sumber: Dokumentasi Pribadi

3.7.5 Sistem Pembuangan Sampah

Sistem pembuangan sampah yang ada di dalam tapak adalah: sampah dikumpulkan pada setiap lantai dan masa bangunan yang akan dibawa menuju ke ruang sampah yang ada di ruang servis dengan menggunakan tong sampah yang didorong, setelah di area servis sampah – sampah tersebut akan diangkut oleh truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

(18)

Universitas Kristen Petra 3.7.6 Sistem Pencahayaan

Sistem pencahyaan yang ada di dalam tapak digunakan 2 macam sistem pencahayaan, yaitu alami dan buatan.

• Pencahayaan alami

Pencahayaan alami digunakan pada ruang – ruang yang membutuhkan pencahayaan alami pada siang hari, seperti area demo wisata, area makan bersama, area pemberdayaan (edukasi),dll.

• Pencahayaan buatan

Pencahayaan buatan digunakan untuk malam hari. Penempatan titik lampu di setiap ruangan ditata sedemikian rupa sehingga suasana ruang yang harmoni dapat tercapai. Penempatan lampu sorot pada bagian luar bangunan, terutama pada area outdoor, area sirkulasi, dan area taman.

3.7.7 Sistem Penghawaan

Sistem penghawaan yang ada di dalam tapak menggunakan penghawaan alami, maka banyak dibuat pembukaan – pembukaan disetiap masa – masa bangunan yang ada, pembukaan – pembukaan yang ada dibuat bervariasi ada yang kecil – kecil dan besar – besar, pembukaan yang kecil – kecil diberikan di bagian atas masa bangunan di setiap sisi, sehingga tetap terjadi cross ventilasi, sedangkan pembukaan yang besar – besar terdapat di bagian tengah bangunan di tiap sisi, pembukaan yang besar – besar ini selain untuk membuat cross ventilasi juga berguna untuk menangkap cahaya alami saat siang hari dan untuk menangkap view dari luar. Pada masa – masa bangunan yang terbuka (yang berbentuk gasebo), seperti area demo wisata, area makan bersama, area receptionis dan lobby penghawaannya mengikuti arah angin. Untuk mengatasi masalah panas maka di setiap sisi masa bangunan yang menghadap barat dan utara di berikan shadding (pembayangan) baik yang berbentuk vertikal dan horisontal, selain itu pembukaan yang besar – besar sangat di minimalkan jumlahnya.

(19)

Universitas Kristen Petra Gambar 3.10 Banyaknya Pembukaan di Tiap Sisi Bangunan

Sumber: Dokumentasi Pribadi

3.7.8 Sistem Transportasi Vertikal

Sistem transpotasi vertikal yang digunakan adalah tangga dan lift, karena bangunan ini dirancang untuk dua lantai. Secara garis besar untuk mencapai lantai dua para pengguna bangunan dapat mencapainya dengan tangga, sedangkan lift hanya digunakan untuk menganggkut barang besar ke lantai dua.

3.7.9 Sistem Pemadam Kebakaran

Untuk menjaga keamanan dari bahaya kebakaran secara keseluruhan di dalam tapak, maka di buat jalur mobil yang dapat dilalui oleh mobil pemadam kebakaran, dimana jalur sirkulasi tersebut menggunakan jalur sirkulasi mobil sevis, jalur sirkulasi tersebut dapat mencapai seluruh sisi tapak, karena sirkulasi tersebut hampir mengelilingi keseluruhan tapak.

(20)

Universitas Kristen Petra Gambar 3.11 Sirkulasi Mobil Pemadam Kebakaran

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sedangkan keamanan dari kebakaran di setiap masa bangunan digunakan alat – alat pemadam kebakaran, alat pemadam kebakaran terdiri dari bahan air sebagai alat pemadam pokok dan juga bahan kimia sebagai alat pemadam pelengkap. Dengan demikian dipakailah pipa hidran dan tabung – tabung gas (alat pemadam portable). Persyratan penempatan masing – masing alat pemadam tersebut adalah sebagai berikut:

• Penempatan alat pemadam portable dengan jarak maksimum 20 m dari setiap tempat.

• Setiap luasan 200 m² harus terdapat sebuah alat pemadam portable.

• Setiap luasan 800 m² harus terdapat sebuah pipa hidran.

• Penempatan tangga darurat untuk jarak 30 m.

Gambar

Gambar 3.3  Keteraturan Kemiringan Atap  Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 3.4  Pola Perletakkan Masa yang Berbentuk Daun  Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 3.5  Interior Area Demo  Wisata
Gambar 3.7  Main Entrance  Sumber: Dokumentasi Pribadi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil klasifikasi akhir pada observasi awal tentang kemampuan gerak dasar lompat jauh dengan berdasar pada empat indikator pengamatan dari 20 siswa

Dari urian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh peristiwa yang terjadi pada seseorang (locus of control), pengetahuan

Sarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepada wisatawan antara lain seperti fasilitas umum (toilet), restaurant, ruang informasi, sarana transportasi di dalam

Selanjutnya Queensland Department of Industries (1989) menyatakan kepiting bakau juvenil banyak dijumpai di sekitar perairan estuari dan kawasan ekosistem mangrove, sedangkan

Optimasi jumlah pengadaan barang yang optimal merupakan bagian dari penentuan jumlah pengadaan barang, dan salah satu cara pengambilan keputusan dalam optimasi jumlah

Berdasarkan uraian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang lebih baik dalam proses belajar mengajar pada sekolah yang

Peserta didik/siswa adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Pemahaman terhadap peserta

(6) Tarif retribusi pelayanan medik dokter spesialis tamu, komponen jasa sarana sesuai dengan jenis dan klasifikasi pelayanan yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang