• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spektroskopi Infra Merah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Spektroskopi Infra Merah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

0 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK (KI-3121)

MODUL PERCOBAAN 7

SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH

Nama : Elfina Marchantia Karima

NIM : 10512039

Shift : Jumat Siang

Tanggal Praktikum : 17/10/2014 Tanggal Pengumpulan : 24/10/2014 Asisten Praktikum :

LABORATORIUM PENDIDIKAN KIMIA ANALITIK PROGRAM STUDI SARJANA KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(2)

1

Percobaan 7

Spektrofotometri Inframerah

I. Tujuan Percobaan

Menentukan konsentrasi Na dan K dengan metode spektrofotometri emisi atom.

II. Teori Dasar

Spektrofotometri adalah ilmu yang mempelajari tentang penggunaan spektrofotometer. Spektrofotometer adalah alat yang terdiri dari spektrofotometer dan

fotometer.Spektofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan, atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu, dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi.

Metode spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang meliputi teknik serapan (absorption), teknik emisi (emission), teknik [[fluoresensi] (fluorescence). Komponen medan listrik yang banyak berperan dalam spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam fenomena transmisi, pemantulan, pembiasan, dan penyerapan. Penemuan infra merah ditemukan pertama kali oleh William Herschel pada tahun 1800. Penelitian

selanjutnya diteruskan oleh Young, Beer, Lambert dan Juliusmelakukan berbagai penelitian dengan menggunakan spektroskopi inframerah. Pada tahun 1892 Julius menemukan dan membuktikan adanya hubungan antara struktur molekul dengan inframerah dengan

ditemukannya gugus metil dalam suatu molekul akan memberikan serapan karakteristik yang tidak dipengaruhi oleh susunan molekulnya. Penyerapan gelombang elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya eksitasi tingkat-tingkat energi dalam molekul. Dapat berupa eksitasi elektronik, vibrasi, atau rotasi. Rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya energi yang diserap oleh ikatan pada gugus fungsi adalah:

 E = h.ν = h.C /λ = h.C / v

 E = energi yang diserap

 h = tetapan Planck = 6,626 x 10-34 Joule.det

 v = frekuensi

 C = kecepatan cahaya = 2,998 x 108 m/det

 λ = panjang gelombang

(3)

2

III. Data Pengamatan

A. Pengukuran dengan alat analog

Diketahui aqua bidest : Intensitas Na dan Intensitas K Data Pengukuran standar Natrium

Na (ppm) Intensitas 1 36 2,5 40 5 48 10 64 Sampel 1 35 Sampel 2 51

Data pengukuran Standar Kalium K (ppm) Irata-rata 2 8,9 5 15 10 27 20 43 Sampel 1 23 Sampel 2 5.6

IV. Pengolahan Data

Grafik Hubungan Antara Intensitas dan [Na]

Dari kurva di atas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut :

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 In te n si tas Konsentrasi Na [ppm]

(4)

3 y = 3,1379x + 32,487

Dengan memasukan nilai Intensitas sampel sebagai y, maka di dapat [Na]sampel adalah

x = [Na]sampel 1 = 0,8 ppm

x = [Na]sampel 2 = 5,89 ppm

Dari kurva di atas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut : y = 1,8968x + 5,9297

Dengan memasukan nilai Intensitas sampel sebagai y, maka di dapat [K]sampel adalah

x = [K]sampel 1 = 8,99 ppm

x = [K]sampel 2 = - 0,17 ppm

B. Pengukuran dengan Alat AES

Data Pengukuran standar Natrium Na (ppm) Intensitas 1 0,2692 2,5 0,3698 5 0,6348 10 0,9263 Sampel 1 0,0771 Sampel 2 0,6457 -0.7 -0.6 -0.5 -0.4 -0.3 -0.2 -0.1 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 In te n si tas Konsentrasi K [ppm]

(5)

4 Dari kurva di atas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut :

y = 0,074x + 0,2077

Dengan memasukan nilai Intensitas sampel sebagai y, maka di dapat [Na]sampel adalah

x = [Na]sampel 1 = -1,76 ppm

x = [Na]sampel 2 = 5,91 ppm

Data pengukuran Standar Kalium K (ppm) Irata-rata 2 0,1062 5 0,3205 10 0,5936 20 1,0041 Sampel 1 0,5316 Sampel 2 0,035 y = 0.1955x + 0.619 R² = 1 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 0 1 2 3 4 5 6 7 In te n si tas Konsentrasi Na [ppm]

(6)

5 Dari kurva di atas, diperoleh persamaan garis sebagai berikut :

y = 0,0488x + 0,055

Dengan memasukan nilai Intensitas sampel sebagai y, maka di dapat [K]sampel adalah

x = [K]sampel 1 = 9,76 ppm x = [K]sampel 2 = -1,05 ppm 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0 0.5 1 1.5 2 2.5 In te n si tas Konsentrasi K [ppm]

(7)

6 V. Pembahasan

Pada percobaan kali ini, dilakukan analisis kandungan natrium dan kalium dalam sampel air dengan menggunakan metoda spektrofotometri emisi atom (AES). Spektrofotometri Emisi Atom adalah suatu alat yang digunakan untuk analisa logam secara kualitatif maupun kuantitatif yang didasarkan pada emisi sinar dengan panjang gelombang yang karakteristik untuk unsur yang dianalisis. Perbedaan mendasar AAS dan AES adalah terletak pada sumber energinya, analisa berdasarkan emisi atom pada AES tidak menggunakan sinar yang ditembakkan dari lampu cathode, seperti yang ada di AAS, melainkan energinya berasal dari logam yang akan dianalisis itu sendiri.

Prinsip dasar dari AES adalah ketika larutan logam yang akan dianalisis dibakar dan telah menjadi ion-ion logam. Suhu yang tinggi tersebut dapat membuat atom-atom umenghasilkan energi sehingga elektron di orbital paling luar atom tersebut yang tadinya dalam keadaan dasar ‘ground state’akan tereksitasi ke tingkat-tingkat energi elektron yang lebih tinggi. Karena keadaan tereksitasi itu adalah keadaan yang sangat tidak stabil maka elektron yang tereksitasi tersebut akan secepatnya kembali ke tingkat energi semula yaitu ke keadaan dasarnya (ground state). kelebihan energi yang dimilikinya saat keadaan tereksitasi akan ‘dibuang’ keluar berupa ‘emisi sinar’ dengan panjang gelombang yang karakteristik bagi unsur yang bersangkutan. Dalam hal ini, hasil emisi sinar tersebutlah yang ditangkap oleh monokromator dan dilanjutkan ke detektor. Konsentrasi unsur akan sebanding dengan intensitas radiasi seperti yang disebutkan dalam persamaan berikut : I = K C

Pada percobaan kali ini, sebelum dilakukan uji terhdap larutan standar dan sampel, maka di cari dulu intensitas dari larutan blanko. Blanko adalah larutan yang mempunyai perlakuan yang sama dengan analit tetapi tidak mengandung komponen analit. Tujuan pembuatan larutan blanko ini adalah untuk mengetahui besarnya serapan oleh zat yang bukan analit. Dalam hal ini, kita menggunaan aqua bidest sebagai blanko karena pelarut yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah aqua bidest. Aqua bidest adalah air hasil penyulingan bertingkat sehingga kandungan mineral yang terdapat dalam air tersebut sudah sangat sedikit jika dibandingkan dengan aqua dest atau air biasa. Oleh karena masih terdapatnya kandungan mineral dalam aqua bidest, maka Intensitas yang ditunjukan oleh blanko tidak sama dengan nol.

Pada percobaan kali ini, di lakukan uji Natrium dan kalium dengan menggunakan metode kurva kalibrasi, dimana sebelum pengukuran sample, dilakukan terlebih dahulu

(8)

7 pengukuran terhadap larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Dari beberapa laturan standar tersebut, dapat dibuat kurva kalibrasi antara konsentrasi larutan dan intensitas sinar yang diemisikan. Selanjutnya di dapatkan persamaan regresi dari kurva tersebut dan dengan memasukan nilai y sampel sebagai Intensitas, maka konsentrasi sampel (x) dapat ditentukan. Dapat dilihat pada grafik yang ditunjukan oleh Natrium, kurva regresinya tidak begitu bagus dikarenakan nilai r2 tidak terlalu mendekati 1 (hanya 0,984) sehingga nilai konsentrasi sampel yang di dapat dari hasil perhitungan dengan menggunaan persamaan regresi kurva ini kurang begitu baik. Kurva regresi yang kurang baik tersebut disebaban karena beberapa faktor kesalahan seperti :

1. Terdapat kesalahan pada saat pengenceran, dan pembuatan larutan standar seperti (kelebihan sampel Na yang dimasukan sebesar 1 tetes biuret 10ml)

2. Terdapat pengotor di dalam labu ukur yang digunakan, yang mungkin beraibat pada terganggunya intensitas yang dibaca.

Namun, pada kurva standar larutan Kalium dapat dilihat bahwa kurva nya mendekati 1 (0,999..) sehingga data konsentrasi sampel yang didapat dari hasil perhitungan dengan menggunakan persamaan garis kurva ini cukup baik.

VI. Kesimpulan Hasil Analog x = [Na]sampel 1 = 0,8 ppm x = [Na]sampel 2 = 5,89 ppm x = [K]sampel 1 = 8,99 ppm x = [K]sampel 2 = - 0,17 ppm Hasil Alat AES

x = [K]sampel 1 = 8,99 ppm

x = [K]sampel 2 = - 0,17 ppm

x = [K]sampel 1 = 9,76 ppm

(9)

8

VII. Daftar Pustaka

 Pecsok, Robert L.; Shields, L. Donald; Cairns, Thomas; McWilliam, Ian G.; “Modeern Methods of Chemical Analysis”; 2nd edition; John Wiley & Sons; New York; 1976.  Skoog, Douglas A.; Hooler, F. James; Nieman, Timothy A.; “Principles of Instrumental

Analysis”; 5th edition; Saunders College Publishing; Philadelphia; 1998.  Hrvey David, Modern Analytical Chemistry. 6 edition. Willey . P170.

Gambar

Grafik Hubungan Antara Intensitas dan [Na]
Grafik Hubungan Antara Intensitas dan [K]
Grafik Hubungan Antara Intensitas dan [Na]

Referensi

Dokumen terkait

6.17 Menyelenggarakan langsung atau tidak langsung pembelian untuk perusahaan dan usaha-usaha lain di segala lapangan yang bersangkutan dengan usaha perusahaan dan oleh karenanya

  Pada shi&t 1 dengan perlakuan tangan dicuci dengan sabun dan dicuci dengan alkohol terdapat sangat banyak pertumbuhan koloni mikroba dibandingkan dengan

(Widayati, 2014)... Karies ditandai dengan adanya demineralisasi jaringan keras gigi oleh bakteri organik yang bersifat asam, yaitu lactobacillus acidophilus

Matakuliah ini memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa agar mampu berfikir kreatif, serta berkomunikasi dengan media seni rupa secara efektif dan

3. Karya tulis ilmiah akan dipresentasikan pada Pemilihan Guru Sekolah Angkasa Berprestasi 2017. Karya tulis ilmiah tersebut merupakan karya sendiri yang dibuktikan

Judul Tesis : HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN INTAKE ZAT GIZI DENGAN TINGGI BADAN ANAK BARU MASUK SEKOLAH (TBABS) PADA DAERAH ENDEMIS GAKY DI KECAMATAN PARBULUAN

Untuk mewujudkan lembaga KPH yang mandiri tergantung pada Pengelola KPH sebagai motor penggerak, partisipasi para pihak khusus- nya komitmen pemerintah daerah dan

• Tu gas individu • Te s tertulis 2 • Buku PAI kelas XII • Internet • Buku- buku yang relevan. Ingin tahu Trampil, tanggung jawab 37.2 Memberi contoh perkembangan Islam