ANALISIS LAHAN KRITIS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIPUNAGARA LUHUR DWI ANDIKA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Peningkatan luas tutupan lahan dengan perubahan penggunaan lahan semak menjadi hutan sekunder dapat memperbaiki debit dan tingkat erosi di DAS Ayung.. METODE
3.2 Diagram Alir Penentuan Tingkat Kekritisan Lahan pada Kawasan Hutan Lindung
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat tiga pola rehabilitasi lahan yakni: (a) pola rehabilitasi lahan hutan lindung, (b) pola rehabilitasi lahan hutan
Untuk karakteristik DAS yang terdiri dari kemiringan lereng, jenis tanah dan curah hujan harian rata-rata pada setiap satuan lahan perlu diklisifikasikan dan diberi
Mayoritas lahan dengan potensi erosi terjadi di sub DAS Cisangkuy bagian hulu (daerah Pangalengan dan Cimaung) hingga tengah dimana kemiringan lereng curam hingga
Peta tingkat bahaya erosi diperoleh dari hasil overlay peta indeks erosivitas hujan, peta indeks panjang dan kemiringan lereng, peta indeks erodibilitas tanah,
Erosi aktual A ditentukan dengan jalan memasukkan semua hasil analisis parameter yang terdiri dari Erosivitas Hujan R, Erodibilitas Tanah K, Panjang Lereng dan Kemiringan Lereng LS,
pengelolaan hutan vegetasi, sasaran pengelolaan hutan, anatara lain: 1 meningkatkan keanekaragaman jenis; 2 reboisasi dan penghijauan pada lahan-lahan kritis; 3 pemilihan jenis