• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS LAHAN KRITIS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIPUNAGARA LUHUR DWI ANDIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS LAHAN KRITIS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIPUNAGARA LUHUR DWI ANDIKA"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Lokasi penelitian Bahan dan Alat
Gambar 2 Bagan alir pemetaan lahan kritis dengan parameter P.4/V – Set/2013
Gambar 3 Bagan alir petaan lahan kritis dengan parameter modifikasi Peta penutupan Peta produktivitas Peta kemiringan lereng Peta EDP  Peta erodibilitas tanah  Peta erosivitas hujan Peta manajemen SkoringOverlay
Tabel 2 Klasifikasi dan skoring penutupan lahan untuk penentuan lahan kritis  Kelas  Persentase Penutupan Tajuk (%)  Skor
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan luas tutupan lahan dengan perubahan penggunaan lahan semak menjadi hutan sekunder dapat memperbaiki debit dan tingkat erosi di DAS Ayung.. METODE

3.2 Diagram Alir Penentuan Tingkat Kekritisan Lahan pada Kawasan Hutan Lindung

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat tiga pola rehabilitasi lahan yakni: (a) pola rehabilitasi lahan hutan lindung, (b) pola rehabilitasi lahan hutan

Untuk karakteristik DAS yang terdiri dari kemiringan lereng, jenis tanah dan curah hujan harian rata-rata pada setiap satuan lahan perlu diklisifikasikan dan diberi

Mayoritas lahan dengan potensi erosi terjadi di sub DAS Cisangkuy bagian hulu (daerah Pangalengan dan Cimaung) hingga tengah dimana kemiringan lereng curam hingga

Peta tingkat bahaya erosi diperoleh dari hasil overlay peta indeks erosivitas hujan, peta indeks panjang dan kemiringan lereng, peta indeks erodibilitas tanah,

Erosi aktual A ditentukan dengan jalan memasukkan semua hasil analisis parameter yang terdiri dari Erosivitas Hujan R, Erodibilitas Tanah K, Panjang Lereng dan Kemiringan Lereng LS,

pengelolaan hutan vegetasi, sasaran pengelolaan hutan, anatara lain: 1 meningkatkan keanekaragaman jenis; 2 reboisasi dan penghijauan pada lahan-lahan kritis; 3 pemilihan jenis