• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN NILAI KUAT TEKAN TANAH GAMBUT AKIBAT PRELOADING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENINGKATAN NILAI KUAT TEKAN TANAH GAMBUT AKIBAT PRELOADING"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

12

PENINGKATAN NILAI KUAT TEKAN TANAH

GAMBUT AKIBAT PRELOADING

Aazokhi Waruwu

1)

Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Medan,

Jalan Gedung Arca No. 52, Telp (061) 7363771, Fax (061) 7347954, Medan, 20217, Indonesia,

1)

Korespondensi, HP : 081362098080, e-mail : [email protected]

ABSTRAK

Tujuan dari metode pra-pembebanan (preloading) adalah mempercepat proses penurunan yang diharapkan serta meningkatkan daya dukung tanah. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian kuat tekan bebas pada sampel undisturbed dan disturbed, kemudian tanah gambut diberi beban awal (preloading) sebesar 10 kPa dan 20 kPa pada jangka waktu pemeraman selama 1 sampai 2 hari, setelah itu dilakukan pengujian kuat tekan bebas dengan menggunakan alat unconfined commpression test.

Setelah dilakukan penelitian tanah gambut Bagan Siapiapi Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau dapat diklasifikasikan sebagai tanah gambut dengan kadar abu rendah ( low ash – peat ) berkisar 6,28 %. diperoleh kadar serat diantara 33% - 67% (ASTM D 4427-84 1989) diklasifikasikan sebagai tanah gambut (Hemic Pead) berkadar organik tinggi, nilai kadar air optimum sebesar 623,33 % dan berat isi kering 0,160 gr/cm3.

Nilai kuat tekan bebas didapatkan untuk sampel Distrubed sebesar 0.0837 (kg/cm2), Undistrubed sebesar 0.0872, Preloading 10 kPa 1 hari menghasilkan nilai sebesar 0.1055 (kg/cm2), Preloading 20 kPa 1 hari menghasilkan nilai sebesar 0.1343 (kg/cm2), Preloading 10 kPa 2 hari menghasilkan nilai sebesar 0.1191 (kg/cm2), Preloading 20 kPa dengan masa tekanan 2 hari yaitu sebesar 0.1381 (kg/cm2). Beban awal berpotensi meningkatkan nilai daya dukung tanah gambut dengan waktu yang relatif lebih lama.

Kata Kunci : preloading, gambut, kuat tekan bebas.

A.

PENDAHULUAN

Lahan gambut di Indonesia tergolong cukup luas tersebar di beberapa daerah di antaranya

wilayah Sumatra yang sebagian besar berada di pantai sebelah timur, Kalimantan Barat, Kalimantan

Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Irian Jaya. Khusus di wilayah Sumatra sebagian berada di

daerah Sumatera Utara. Lokasi tanah gambut di Sumatera Utara juga masih tergolong cukup luas

tersebar seperti di Dolok Sanggul, Sibolga, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, Tanjung Balai dan

beberapa lokasi lainnya.

Beberapa penelitian tanah gambut pada beberapa tahun terakhir di antarnya Nugroho (2011)

meneliti tentang studi daya dukung pondasi pada tanah gambut, Hermaan et. al. (2009) mengkaji sifat

geoteknik lapisan gambut untuk pondasi, Adha (2009) mencari pengaruh abu barubara pada tanah

gambut terhadap daya dukung, Ilyas et. al. (2008), studi kekuatan gambut yang distabilisasi dengan

semen.

Hermawan et. al. (2009), menyatakan bahwa metoda perbaikan tanah gambut yang selalu

dilakukan adalah dengan metoda preloading dan memasukan material tanah yang bagus seperti pasir

ke dalam lapisan endapan gambut sehingga membentuk kolom-kolom pasir. Beban preloading

diletakan secara bertahap mengingat daya dukung lapisan gambut yang sangat rendah.

(2)

13

Hasil penelitian Kalantari Behzad dan Huat Bujang B. K. (2010), menunjukkan bahwa

nilai-nilai kuat tekan bebas, akibat penambahan semen dan fiber mengalami peningkatan setelah diperam

beberapa

hari.

Penelitian

Sing,

et.al.

(2008),

Hubungan

antara

kuat

tekan

bebas

dan regangan vertikal tanah gambut dengan menambahkan natrium klorida 4%. Pradip D. Jadhao and

P. B. Nagarnaik (2008), melakukan penelitian penambahan abu batu bara pada tanah. Hasil

menunjukan kegagalan pada tegangan arah aksial tercapai pada rengangan aksial 2.3 %, 2.80 % dan

3.4 %, masing-masing abu batu bara dengan tanah.

Pada kondisi tanah lunak yang mudah mampat dan tebal seperti tanah gambut, diperlukan

pembebanan sebelum pembangunan permanennya dilaksanakan. Cara ini disebut pemberian beban

awal (preloading), maksud dari preloading adalah untuk meniadakan atau mereduksi penurunan

konsolidasi primer, yaitu dengan membebani tanah lebih dulu sebelum pelaksanaan bangunannya.

Keuntungan dari preloading, kecuali mengurangi penurunan, juga meningkatkan daya dukung

tanahnya. Parameter daya dukung dapat diketahui dari kuat tekan melalui pengujian kuat tekan bebas.

Berdasarkan uraian ini, maka dilakukan penelitian tentang pemberian beban awal pada tanah gambut

untuk mengetahui seberapa besar peningkatan daya dukung tanah yang terjadi akibat pembebanan

awal yang diberikan.

B.

METODE PENELITIAN

Tanah gambut pada penelitian ini diambil dari daerah Bagansiapiapi Kelurahan Bagan Jawa

Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Sampel yang diambil adalh sampel tidak terganggu dengan

pengujian bor tangan. Cara melakukan pembebanan awal (preloading) pada penelitian ini yaitu tabung

dan pipa paralon ditegakkan secara vertikal lalu sediakan alat penegak agar tabung dan pipa paralon

tidak bergerak selama pembebanan awal berlangsung, kemudian masukkan beban (Terbuat dari besi

berukuran 3 inchi dengan masing-masing pembebanan sebesar 10 kPa dan 20 kPa) kedalam tabung

dan pipa paralon tunggu pembebanan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tujuan percobaan

ini adalah untuk meniadakan atau mereduksi penurunan konsolidasi primer, yaitu dengan membebani

tanah lebih dulu sebelum pelaksanaan bangunannya. Pada penelitian ini tanah gambut diberi

pembebanan awal sebesar 10 kPa dan 20 kPa dalam jangka waktu pemeraman selama 1 sampai 2 hari.

Pengujian untuk kuat tekan bebas (unconfined compression test) terhadap sampel diberi

pembebanan awal pada tanah gambut yaitu hanya menggunakan sampel tanah undisturbed. Pada

pengujian pembebanan awal pertama, siapkan tanah gambut di dalam tabung dan pipa paralon lalu

tegakkan dengan posisi horizontal masukkan beban sebesar 10 kPa kedalam tabung kemudian bebani

sampel tanah dengan jangka waktu pertama 1 hari kemudian lakukan percobaan yang sama dengan

jangka waktu kedua selama 2 hari.

Pada pembebana kedua, yaitu pada pembebanan dengan memakai beban 20 kPa cara

pengujiannya sama dengan pembebanan yang pertama namun besar pembebananya yang berbeda.

(3)

14

Lalu sampel dilakukan pengujian terhadap kuat tekan bebas, dimana prosedur pelaksanaanya sama

seperti prosedur pelaksanaan yang dilakukan terhadap sampel undisturbed dan disturbed.

Prosedur percobaan kuat tekan bebas (unconfined compression test) pada tanah gambut

dilakukan dengan 2 sampel pada setiap pengujian. Ada 3 pengujian terhadap kuat tekan bebas

(unconfined compression test) yaitu :

1.

Pengujian kuat tekan bebas terhadap sampel tidak terganggu (undisturbed)

2.

Pengujian kuat tekan bebas terhadap sampel terganggu (disturbed)

3.

Pengujian kuat tekan bebas terhadap sampel setelah diberi pembebanan awal.

C.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.

Kadar Air Akibat Pembebanan Awal (Preloading)

Gambar 1. Memperlihatkan perilaku tanah gambut yang diberi pembebanan awal

sebesar 10 kPa dan 20 kPa memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan kadar

air, semakin besar beban awal dan semakin lama waktu yang diberikan maka semakin

mengurangi kadar air tanah gambut.

Gambar 1. Kurva pengaruh besar dan lama beban awal terhadap kadar air

(4)

15

Sejalan dengan peningkatan beban awal yang diberikan, kepadatan tanah gambut semakin

mmeingkat, hal ini dapat dilihat dari berat volume kering yang semakin meningkat pada beban awal

selama 2 (dua) hari. Hal yang sama untuk besarnya beban awal yang diberikan untuk beban awal 20

kPa jauh lebih baik dibandingkan dengan beban awal 10 kPa (Gambar 2).

Gambar 2. Kurva pengaruh besar dan lama beban awal terhadap berat volume kering.

3.

Hasil Pengujian Kuat Tekan Bebas

(Unconfined compression test)

Hasil pengujian kuat tekan bebas didapat hasil pengujian kuat tekan bebas pada tanah gambut

Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau dan hubungan yang terjadi yaitu hubungan

antara tegangan dan regangan, hubungan kuat tekan bebas dan beban awal.

Hasil penggabungan grafik antara tegangan (kg/cm

2

) dan regangan (%) dari sempel tanah

gambut Undistrubed, distrubed, Preloading jangaka waktu 1 hari, Prelading jangka waktu 2 hari

dengan beban awal yang diterima 10 dan 20 kPa, dapat dilihat pada Gambar 3, nilai tegangan tertinggi

ada dapat dari pengujian Preloading 20 kPa dengan masa tekanan 2 hari yaitu sebesar 0.1381

(kg/cm

2

), hal ini disebabkan, pada kebanyakan bahan teknik terdapat hubungan antara tegangan dan

regangan untuk setiap peningkatan tegangan terjadi peningkatan regangan yang sebanding sebelum

batas tegangan dicapai. Jika tegangan mencapai nilai batas, hubungan regangan tidak lagi proporsional

dengan tegangan.

Tegangan-regangan bergantung pada sifat tanah bila diberi beban, artinya dalam hitungan

tegangan didalam tanah, tanah dianggap bersifat homogen, elastis, isotropis dan terdapat hubungan

linier antara tegangan dan regangan.

Pada masing-masing sampel memiliki nilai regangan yaitu distrubed sebesar 0.0837 (kg/cm

2

),

Undistrubed sebesar 0.0872, Preloading 10 kPa 1 hari menghasilkan nilai sebesar 0.1055 (kg/cm

2

),

Preloading 20 kPa 1 hari menghasilkan nilai sebesar 0.1343 (kg/cm

2

), Preloading 10 kPa 2 hari

menghasilkan nilai sebesar 0.1191 (kg/cm

2

).

(5)

16

Gambar 3. Kurva pengaruh tegangan dan regangan.

Hasil pengujian di laboratorium didapat data-data hasil dari pengujian kuat tekan bebas,

seperti terlihat pada Gambar 4 hasil Pengujian Kuat Tekan Pada Sampel Undisturbed, Disturbed,

Preloading 10 kPa pada jangka waktu 1 hari dan 2 hari, Preloading 20 kPa pada jangka waktu 1 hari

dan 2 hari.

(6)

17

Hasil pengujian terhadap kuat tekan bebas tanah gambut Bagan Siapiapi Kecamatan Rokan

Hilir Provinsi Riau, menunjukkan nilai untuk undisturbed sebesar 0.0889 kg/cm

2

dan regangan saat

keruntuhan 10.0 % dan 9 %, disturbed sebesar 0.0875 kg/cm

2

, regangan saat keruntuhan 9.0 % dan

11.0 %, preloading 10 kPa dalam jangka waktu 1 hari sebesar 0.0931, regangan saat keruntuhan 10.0

% dan 9.0 %, preloading 10 kPa dalam jangka waktu 2 hari sebesar 0.1237, regangan saat keruntuhan

9.0 % dan 10.5 %, preloading 20 Kpa dalam jangka waktu 1 hari sebesar 0.1106, regangan saat

keruntuhan 8.0 % dan 10.5 %, preloading 20 kPa dalam jangka waktu 2 hari sebesar 0.1372, regangan

saat keruntuhan 8.0 % dan 10.0 %.

4.

Pengaruh Beban Awal (Preloading) Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas

Gambar 5 memperlihatkan, preloading dengan lama pembebanan 1 hari memberikan nilai

yang konstan disetiap pembebanan yang diberikan, namun pada lama pembebanan 2 hari

menunjukkan grafik nilai optimum terhadap pembebanan 10 kPa dan pembebanan 20 kPa mengalami

penurunan nilai,

hal ini terjadi akibat tegangan yang terjadi dalam massa tanah yang disebabkan oleh

beban awal yang bekerja di permukaan dan apabila tegangan yang berasal dari permukaan tanah

berkurang bila kedalaman tanah bertambah. Sebaliknya, tegangan yang berasal dari beban yang

diberikan akan bertambah bila kedalamanya bertambah.

Gambar 5. Kurva pengaruh kuat tekan bebas dan beban awal.

D.

KESIMPULAN

Dari studi penelitian serta analisa yang telah dilakukan, ada beberapa kesimpulan antara lain :

1.

Dari hasil pengujian didapat bahwa terdapat perubahan kompresibilitas tanah akibat pemberian

(7)

18

tekanan air pori, regangan vertikal, perubahan volume dan nilai kuat tekan. Hal ini

menunjukkan bahwa metode pemberian pembebanan awal (preloading) memberikan

keuntungan dalam mengantisipasi penurunan yang terjadi pada tanah.

2.

Tanah gambut Bagan Siapiapi Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau dengan nilai kuat tekan

bebas q

u

sampel Undistrubed sebesar 0.0872 (kg/cm

2

), mengalami peningkatan sebesar 0.1055

(kg/cm

2

) dengan Preloading 10 kPa 1 hari dan 0.1191 (kg/cm

2

) untuk Preloading 10 kPa 2 hari.

Sedangkan Preloading 20 kPa 1 hari menghasilkan nilai q

u

sebesar 0.1343 (kg/cm

2

) dan

Preloading 20 kPa 2 hari sebesar 0.1381 (kg/cm

2

). Beban awal berpotensi meningkatkan nilai

daya dukung tanah gambut dengan waktu yang relatif lebih lama.

DAFTAR PUSTAKA

Agus F. Dan Subikas IGM, 2008, Lahan Gambut : Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan, Balai Penelitian Tanah dan ICRAF, Bogor.

Handayani S., (2007), Pengujian Sifat Mekanik Bambu (Metode Pengawetan dengan Boraks), Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, No. 1 Vol. 9 : 43-53.

Hermawan, et. al. (2009), Kajian Geoteknik Lapisan Gambut untuk Fondasi Konstruksi Bangunan, Buletin Geologi Tata Lingkungan, Vol. 19 No. 2 : 97-106.

Huat Bujang B. K., et al. (2011), A study of the compressibility behavior of peat stabilized by DMM: Lab Model and FE analysis, Academic Journals, Vol. 6 (1), pp. 196-204

Ilyas, et.al, (2008), Studi Perilaku Kekuatan Tanah Gambut Kalimantan yang Di-Stabilisasi dengan Semen Portland, Jurnal Teknologi, Edisi No. 1 tahun XXI.

Kazemian Sina dkk, (2011), A state of art review of peat: Geotechnical engineering perspective, International Journal of the Physical Sciences Vol. 6(8), pp. 1974-1981, 18 April, 2011.

Nugroho S.A, 2011, Studi Daya Dukung Pondasi Dangkal pada Tanah Gambut dengan Kombinasi Geotekstil dan Grid Bambu, Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 : 13 – 40.

Patmadjaja H., (2002), pemodelan pondasi dangkal dengan menggunakan tiga lapis geotekstil di atas tanah liat lunak, dimensi teknik sipil vol. 4, NO. 1 : 15 – 18.

Simpen dkk (2012), Penerapan Teknik Gravitasi dalam Pengawetan Bambu untuk Meningkatkan Kualitas Bambu Pasca Penebangan, Udayana Mengabdi Volume 11 Nomor 1.

Siswanto M.F, dkk, (2011), Pengaruh Pengawetan Bambu Wulung dengan Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Mortalitas Rayap Kayu Kering, Dinamika Teknik Sipil, Vol. 11. No.2 : 151 – 154.

Susanti R, D., (2012), Pengaruh Kadar Air Bambu Wulung pada Proses Pengawetan dengan Tekanan Udara, A.S.P Jurnal Vol. 1, No. 1 : 38-53.

Waruwu A., 2011, Peningkatan Parameter Kuat Geser Tanah Gambut Akibat Pembebanan, Jurnal Juridikti, Vol 4, No. 1, : 40-51.

Waruwu A., (2012a), The Compaction Potential in Increasing Compressive and Shear Strength at Peat Soil, Seminar Internasional Red Star : 251-259.

Waruwu A., dkk (2012b), Tinjauan Karakteristik Konsolidasi Tanah Gambut Bagansiapi-api, Jurnal Rancang Sipil, Vol. 1, No. 1, Desember 2012 : 69 – 78.

Gambar

Gambar  1.  Memperlihatkan  perilaku  tanah  gambut  yang  diberi  pembebanan  awal  sebesar 10 kPa dan 20 kPa memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan kadar  air,  semakin  besar  beban  awal  dan  semakin  lama  waktu  yang  diberikan  maka
Gambar 2. Kurva pengaruh besar dan lama beban awal terhadap berat volume kering.
Gambar 3. Kurva pengaruh tegangan dan regangan.
Gambar  5  memperlihatkan,  preloading  dengan  lama  pembebanan  1  hari  memberikan  nilai  yang  konstan  disetiap  pembebanan  yang  diberikan,  namun  pada  lama  pembebanan  2  hari  menunjukkan grafik nilai optimum terhadap pembebanan 10 kPa dan pem

Referensi

Dokumen terkait

Allah Bapa, Sumber Kasih Karunia yang telah memanggil kamu dalam Tuhan Yesus Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan

Sementara jika dilihat jumlah mahasiswa secara rerata lembaga, setiap STAI memiliki mahasiswa sebanyak 729 mahasiswa per STAI, sementara institut memiliki jumlah rerata

Event adalah tipe promosi yang sering digunakan perusahaan atau menguhubungkan sebuah merek pada suatu acara atau sebuah pesta yang tematik yang mana dikembangkan

Apabila gugatan tersebut tidak memenuhi syarat-syarat formil sebuah gugatan, maka akibat hukumnya adalah gugatan tersebut akan dinyatakan tidak dapat diterima ( Niet

Dapatan kajian juga mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan antara jenis tingkah laku buli di kalangan pelajar sekolah menengah dan sekolah rendah.. Walaupun

Pada akhir pembahasan penulis menyimpulkan terdapat tiga kriteria pencahayaan yaitu meningkatkan pencahayaan dengan pengaturan konfigurasi ruang dan pencahayaan buatan secara

Beberapa penelitian tentang pembelajaran bilangan bulat yang menggunakan permainan kartu warna yang terbuat dari karton dan juga tutup botol yaitu memperoleh hasil

Penelitian ini bertujuan menentukan adanya Toxoplasma gondii pada ayam kampung secara molekuler dengan metode Polymerase chain reaction (PCR) berdasarkan gen stage spesifik takizoit