• Tidak ada hasil yang ditemukan

Absorbsi Radiasi SinarGamma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Absorbsi Radiasi SinarGamma"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ABSORBSI RADIASI SINAR GAMMA ABSORBSI RADIASI SINAR GAMMA

M ARLAN SUKMA G (1127030049) M ARLAN SUKMA G (1127030049)

FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI

TAHUN 2015 TAHUN 2015 email :

email : [email protected]@student.uinsgd.ac.id

A.

A. Tujuan PercobaanTujuan Percobaan 1.

1. Mengkalibrasi energi sinar gamma dengan Co-60Mengkalibrasi energi sinar gamma dengan Co-60 2.

2. Menentukan koefisiensi absorbsi radiasiMenentukan koefisiensi absorbsi radiasi 3.

3. Memahami hubungan tebal absorber terhadap intensitas radiasiMemahami hubungan tebal absorber terhadap intensitas radiasi

B.

B. Dasar teoriDasar teori

Radiasi adalah pancaran energi dari suatu sumber energi ke lingkungannya. Radiasi adalah pancaran energi dari suatu sumber energi ke lingkungannya. Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. Ada diperlukan suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. Ada  beberapa

 beberapa jenis jenis detektor detektor yang yang secara secara spesifik spesifik mempunyai mempunyai kemampuan kemampuan untuk untuk melacakmelacak keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu detektor alpha, detektor gamma, detektor neutron, keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu detektor alpha, detektor gamma, detektor neutron, dll. Radiasi dapat berinteraksi dengan materi yang dilaluinya melalui proses ionisasi, dll. Radiasi dapat berinteraksi dengan materi yang dilaluinya melalui proses ionisasi, eksitasi dan lain-lain. Dengan menggunakan sifat-sifat tersebut kemudian digunakan eksitasi dan lain-lain. Dengan menggunakan sifat-sifat tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat detektor radiasi.

sebagai dasar untuk membuat detektor radiasi.

Gambar 1.

Gambar 1. Radiasi α, β dan ɣRadiasi α, β dan ɣ

Sinar gamma adalah radiasi gelombang elektromagnetik dengan panjang Sinar gamma adalah radiasi gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang sangat pendek (dalam orde Angstrom) yang dipancarkan oleh inti atom gelombang yang sangat pendek (dalam orde Angstrom) yang dipancarkan oleh inti atom yang tidak stabil yang bersifat radioaktif. Setelah inti atom memancarkan partikel yang tidak stabil yang bersifat radioaktif. Setelah inti atom memancarkan partikel



,,

(2)

dalam keadaan tereksitasi tersebut akan turun ke keadaan dasarnya dengan memancarkan radiasi gamma.

Detektor yang umum digunakan dalam spektroskopi gamma adalah detektor sintilasi NaI (Tl). Detektor ini terbuat dari bahan yang dapat memancarkan kilatan cahaya apabila berinteraksi dengan sinar gamma. Efisiensi detektor bertambah dengan meningkatnya volume kristal sedangkan resolusi energi tergantung pada kondisi  pembuatan pada waktu pengembangan kristal. Sinar gamma yang masuk ke dalam detektor berinteraksi dengan atom-atom bahan sintilator menurut efek fotolistrik, hamburan Compton dan pasangan produksi, yang akan menghasilkan kilatan cahaya dalam sintilator. Keluaran cahaya yang dihasilkan oleh kristal sintilasi sebanding dengan energi sinar gamma.

Cara kerja dari detektor ini adalah sebagai berikut : Apabila sinar gamma mengenai detektor NaI(Tl) maka akan terjadi tiga efek, yaitu efek fotolistrik, efek compton dan bentukan pasangan. Efek fotolistrik terjadi apabila ada sinar gamma yang mengenai elektron di kulit K dari sebuah atom maka elektron tersebut akan kosong sehingga akan diisi oleh elektron dari kulit yang lain, transisi ini yang menyebabkan terjadinya efek fotolistrik. Efek compton adalah efek yang terjadi apabila sinar gamma (dalam hal ini) mengenai elektron bebas atau elektron terluar dari suatu atom yang dianggap daya ikatnya sangatlah kecil sehingga sama dengan elektron bebas. Apabila sinar gamma memancar ke elektron bebas ini maka akan terjadi hamburan, yang disebut hamburan compton. Sedangkan Efek bentukan pasangan terjadi ketika sinar gamma melaju di dekat inti atom sehingga akan terbentuk pasangan positron dan elektron, syaratnya tenaga sinar haruslah cukup.

Dari ketiga efek tersebut, efek comptonlah yang paling kuat hal ini diakibatkan karena tenaga yang digunakan untuk melepas elektron juga yang lebih besar. Dan dari ketiga efek tersebut menghasilkan sintilasi atau pancaran cahaya, pancaran cahaya ini akan diteruskan ke fotokatoda yang dapat menguraikan cahaya ini menjadi elektron -elektron. Elektron ini masih lemah maka harus dikuatkan lagi dayanya oleh  pre amplifier , dan dikuatkan tinggi pulsa dengan amplifier. Lalu elektron tadi dimasukkan ke PMT yang terdiri dari tegangan bertingkat dan banyak katoda, keluaran dari PMT menjadi berganda.

(3)

Peristiwa absorbsi adalah salah satu bentuk kehilangan energi zarah radiasi beta  bila mengenai medium. Berbeda dengan radiasi partikel bermuatan (a atau b), daya tembus radiasi gamma dan sinar-X sangat tinggi bahkan tidak dapat diserap secara keseluruhan.

Gambar 2. Penyerapan Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Hubungan antara intensitas radiasi yang datang (I0) dan intensitas yang diteruskan (Ix)

setelah melalui bahan penyerap setebal x adalah sebagai berikut.

= 

0

−

  (1)

μ  adalah koefisien serap linier bahan terhadap radiasi gamma dan sinar-X. μ  sangat dipengaruhi oleh jenis bahan penyerap, nomor atom (Z) dan densitas (r) serta energi radiasi yang mengenainya. Nilai tebal bahan penyerap dapat dalam satuan panjang (mm ; cm) ataupun dalam satuan massa persatuan luas (gr/cm2). Terlihat bahwa persamaan (1) di atas merupakan persamaan eksponensial seperti persamaan peluruhan radioaktif sehingga dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 3. Kurva intensitas radiasi yang diteruskanoleh bahan penyerap

Bila di peluruhan radioaktif dikenal istilah waktu paro, disini terdapat istilah tebal paro (HVL = half value layer) yaitu tebal bahan yang dapat menyerap separo dari intensitas

(4)

mula-mula atau intensitas yang diteruskan tinggal separonya. Istilah lain adalah TVL (tenth value layer) yaitu tebal bahan yang dapat menyerap 90% intensitas mula-mula atau intensitas yang diteruskan tinggal sepersepuluh (10%) nya. Nilai HVL dan TVL suatu  bahan ditentukan dari koefisien serap linier (μ) nya dengan persamaan berikut.

HVL =

 0,693

  ;TVL =

 2,303

  (2)

Perhitungan intensitas radiasi yang masih diteruskan setelah melalui suatu bahan  penyerap (penahan radiasi) lebih mudah bila menggunakan konsep HVL dan TVL ini

dibandingkan harus menggunakan persamaan dasarnya

 = (

1

2

)

0

; 

 = (

10

1

)

0

  (3) Dimana n adalah jumlah HVL (x/HVL) sedangkan m adalah jumlah TVL (x/TVL).

C. METODE PERCOBAAN 1. Alat dan bahan

 Komputer  Cassy lab

 Sumber Co-60, Am-241, Ra-226  Detektor sintilasi

 Bahan Alumunium 3 lapis 2. Prosedur percobaan

Percobaan 1 : Kalibrasi Energi

Dalam sistem spektroskopi terdapat beberapa langkah konversi pada  pengolahan setiap radiasi menjadi pulsa listrik dan akhirnya menjadi suatu spektrum distribusi energi radiasi yaitu dengan mengkonversi energi radiasi menjadi tinggi  pulsa listrik oleh detector dan amplifier. Kemudian tinggi pulsa listrik dikonversikan

menjadi posisi channel dalam spektrum radiasi oleh ADC dan MCA.  Menyiapkan program Cassy lab dan memasang sensor pendeteksi.  Mengatur counter (waktu) pada Cassy Lab dengan kondisi konstan

 Mengukur nilai radiasi cacah latar dengan pengambilan data pada puncak spektrum

 Menghitung cacah radiasi sebagai I0

Percobaan 2 : Menentukan Koefisiensi Absorbsi radiasi

(5)

 Mengatur counter (waktu) pada Cassy Lab dengan kondisi konstan  Memasang 1 lapis penghalang (shield) antara sumber dan detektor

 Menghitung cacah latar dengan pengambilan data pada puncak spektrum dengan memasukkan nilai chanel dan mengubah nA menjadi EA

 Menghitung cacah radiasi sebagai I0

 Menghitung cacah radiasi dengan penghalang Aluminium dari ketebalan yang  paling tipis (1 lapis) sampai paling besar (3 lapis)

 Mengulangi percobaan dengan menggunakan seng sebagai penghalang  Menentukan koefisien absorbansi

 Membandingkan pengaruh bahan dan ketebalan penghalang terhadap intensitas radisi

D. DATA DAN ANALISIS DATA 1. Data Percobaan

 Sumber Radiasi Co-60

 No Io It x (mm) It/Io ln (It/Io) µ HVL tvl

1 114 103 0,28 0,90351 -0,1015 0,362391

1,8745 6,2295 2 114 99 0,4 0,86842 -0,1411 0,352696

3 114 90 0,6 0,78947 -0,2364 0,393981

rata2 0,36969

Tabel 1. Data percobaan dengan sumber radiasi Co-60

Gambar 4. Grafik intensitas terhadap ketebalan plat dengan sumber radiasi Co-60

 Sumber Radiasi Ra-226

 No Io It x (mm) It/Io ln (It/Io) µ HVL tvl

1 161 155 0,28 0,92547 -0,0775 0,276636 3,5097 11,664 2 161 149 0,4 0,91925 -0,0842 0,21048 3 161 148 0,8 0,91925 -0,0842 0,10524 0 20 40 60 80 100 120 140 0 2 4 6 8    I    o     (   W     /   m    m    2     ) ketebalan (mm)

Co-60

(6)

rata2 0,197452 Tabel 2. Data percobaan dengan sumber radiasi Ra-226

Gambar 5. Grafik intensitas terhadap ketebalan plat dengan sumber radiasi Ra-226

 Sumber Radiasi Am-241

 No Io It x (mm) It/Io ln (It/Io) µ HVL tvl

1 87 86 0,28 0,94253 -0,0592 0,211389

2,8944 9,6186 2 87 82 0,4 0,87356 -0,1352 0,337937

3 87 76 0,8 0,87356 -0,1352 0,168968

rata2 0,239431

Tabel 3. Data percobaan dengan sumber radiasi Am-241

Gambar 6. Grafik intensitas terhadap ketebalan plat dengan sumber radiasi Am-241 2. Analisis data

Koefisien serapan sinar gamma merupakan suatu konstanta pembanding yang menghubungkan antara besarnya intensitas sumber radioaktif yang terserap dengan ketebalan suatu bahan penyerap. Besarnya koefisien serapan sinar gamma dapat

0 50 100 150 200 0 2 4 6 8 10 12 14    I    o     (   W     /   m    m    2     ) ketebalan (mm)

Ra-26

0 20 40 60 80 100 0 5 10 15    I    o     (   W     /   m    m    2     ) ketebalan (mm)

Am-241

(7)

ditentukan dengan mencacah intensitas sumber radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Untuk mendapat cacahan yang murni dari sinar gamma, maka dalam  percobaan perlu dicari cacah latar terlebih dahulu. Setelah cacahan latar ini diperoleh

maka cacahan latar ini nantinya digunakan untuk mengurangi dari jumlah cacahan atau intensitas yang diperoleh, maksudnya bahwa intensitas sebenarnya yang dapat dipakai dalam perhitungan adalah intensitas yang dihasilkan oleh isotop tanpa bahan  penyerap ataupun isotop dengan bahan penyerap dikurangi dengan intensitas dari cacah latar. Hal ini dikarenakan bahwa di alam sekitar terdapat unsur-unsur radioaktif yang dapat terdeteksi oleh detektor. Jika bahan penyerap yang berupa lempengan alumunium diletakkan diantara sumber sinar gamma dan detektor, maka intensitas yang terbaca pada alat akan berkurang karena sebagian intensitas terserap oleh lempeng alumunium. Dapat dikatakan bahwa harga intensitas radiasi menurun secara ekponensial terhadap ketebalan bahan penyerap sinar gamma yang mempunyai tenaga tinggi akan menghasilkan pulsa yang tinggi sedangkan sinar gamma bertenaga rendah akan menghasilkan pulsa yang rendah pula. Di lain pihak intensitas sinar gamma yang terdeteksi mempengaruhi cacah elektron yang dibebaskan.

Semakin tinggi intensitas sinar gamma makin banyak electron yang dibebaskan dan makin banyak pula pulsa yang dihasilkan oleh detektor. Ketebalan lempeng yang digunakan sebagai bahan penyerap masing-masing adalah 0,28 mm, 0,4 mm dan 0,8 mm. Ketika sinar gamma melewati material, maka sebagian sinar gamma tersebut diserap oleh material.

Data tabel yang diperoleh diatas baik pada sumber radiasi Co-60, Ra-226 maupun Am-241 menunjukan hasil yang sesuai dengan referensi dimana intensitas sinar gamma mula-mula berkurang setelah melewati suatu lempengan alumunium. semakin tebal lempengan alumunium yang dilewati maka akan semakin banyak pula intensitas sinar yang diserap dan semakin kecil intensitas akhir sinar gamma.

Perolehan data intensitas diatas diplot kedalam grafik eksponensial terhadap ketebalan plat. Hasil yang paling baik ditunjukan oleh grafik dengan sumber radiasi Co-60, hal ini karena Co-60 merupakan pemancar radiasi sinar gamma paling baik dibandingkan dengan Ra-226 dan Am-241.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai  berikut:

(8)

2. Hasil yang paling baik ditunjukan oleh grafik dengan sumber radiasi Co-60, hal ini karena Co-60 merupakan pemancar radiasi sinar gamma paling baik dibandingkan dengan Ra-226 dan Am-241.

F. DAFTAR PUSTAKA

 http://smukmin.blogspot.com/2011/10/interaksi-radiasi-dengan-materi.html  http://www.slideshare.net/DeetheyInnkklee/interaksi-radiasi-dengan-materi 

Gambar

Gambar 3. Kurva intensitas radiasi yang diteruskanoleh bahan penyerap
Tabel 1. Data percobaan dengan sumber radiasi Co-60
Gambar 5. Grafik intensitas terhadap ketebalan plat dengan sumber radiasi Ra-226

Referensi

Dokumen terkait

(emanfaatan tanaman kumis kucing sebagai obat bisa menggunakan cara-cara tradisional atau modern. aksudnya dengan cara tradisional, meramu tanamankumis kucing dan

Untuk data selang waktu antar kerusakan pada komponen karet mounting didapatkan berdistribusi lognormal, maka akan digunakan uji kolmogorov-smirnov, dimana akan didapatkan

Judul Tesis : Perubahan Densitas Tulang Mandibula Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe-2 Berdasarkan Pemeriksaan Radiografi.. Nama Mahasiswa : Yollanda Susanti

Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai signifikansi dan nilai yang dihasilkan kepemilikan institusional dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan

Model primer dikembangkan pada awal tahun 1970-an, menggunakan beberapa konsep dan perawatan total pasien. Keperawatan primer merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan di

fragmentasi data merupakan proses dimana basis data akan dipecah-pecah kedalam unit-unit logic yang disebut fragment yang kemudian akan disimpan dalam site yang berbeda.

Sedangkan jamur uji yang digunakan yaitu Candida albicans yang berasal dari biakan murni diambil menggunakan cotton swab dan diinokulasi dengan metode gores pada

Rast perdesi üzerinde buselik beşlisine neva perdesinde kürdi veya hicaz dörtlüsünün eklenmesiyle meydana gelir. Seyri: