• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IX

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

Untuk mengukur keberhasilan pembangunan daerah periode 2014-2018

maka ditetapkan indikator kinerja sasaran, sebagai berikut :

A. Tujuan 1 : Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata bagi seluruh

masyarakat

1.

Indikator Kinerja Sasaran

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran, maka ditetapkan

sejumlah indikator kinerja berdasarkan sasaran, sebagai berikut:

a. Berkembangannya komoditas unggulan yang kompetitif utamanya

bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja sasaran berkembangannya

komoditas unggulan yang kompetitif utamanya bidang pertanian,

perkebunan, peternakan dan perikanan, dapat diukur dengan indikator

kinerja yang meliputi:

1) Produksi komoditas ungulan kopi meningkat menjadi 9.240 ton pada

tahun 2018;

2) Produksi komoditas unggulan kakao meningkat menjadi 19.102 ton

pada tahun 2018;

b. Meningkatnya produksi dan kualitas produksi di bidang pertanian,

perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja sasaran meningkatnya

produksi dan kualitas produksi di bidang pertanian, perkebunan,

peternakan, perikanan, dan kehutanan dapat diukur dengan indikator

kinerja yang meliputi:

1) Meningkatnya jumlah produksi pertanian menjadi 114.224,06 ton

pada tahun 2018;

2) Meningkatnya jumlah produksi perkebunan menjadi 35.495,07 ton

pada tahun 2018;

3) Meningkatnya jumlah hasil perikanan menjadi 671,66 ton pada tahun

2018;

(2)

5) Meningkatnya jumlah produksi hutan tanaman industry 6000

m3/bukan kayu 2000 ton pada tahun 2018;

c. Terwujudnya sistem ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan dunia usaha

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja sasaran terwujudnya sistem

ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan dunia usaha, dapat diukur

dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Persentase koperasi aktif meningkat menjadi 100 persen pada tahun

2018;

2) Jumlah industri pengolahan hasil-hasil peternakan, perikanan, dan

hasil hutan;

3) Jumlah industri rumah tangga mikro menjadi 575 unit pada tahun

2018, jumlah industri kecil menjadi 50 unit dan jumlah industri

menengah menjadi 3 unit serta jumlah UMKM menjadi 1500 unit

pada tahun 2018;

4) Jumlah wirausahawan meningkat menjadi 150 wirausahawan pada

tahun 2018;

d. Terciptanya kesempatan kerja baik sektor formal maupun informal

Keberhasilan

pencapaian

indikator

kinerja

sasaran

terciptanya

kesempatan kerja baik sektor formal maupun informal, dapat diukur

dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi 82,79 persen pada tahun

2018;

2) Tingkat pengangguran terbuka menjadi 28,43 pada tahun 2018

e. Meningkatnya kontribusi sektor industri dan perdagangan terhadap

perekonomian daerah.

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya kontribusi

sektor industri dan perdagangan terhadap perekonomian daerah, dapat

diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Persentase kontribusi sektor industri terhadap PDRB meningkat

menjadi 6,49 persen pada tahun 2018;

2) Persentase kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB

meningkat menjadi 8,3% pada tahun 2018;

(3)

f. Berkurangnya jumlah penduduk miskin dan kesenjangan sosial

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja diukur dengan penurunan

jumlah rumah tangga miskin. Jumlah rumah tangga miskin pada tahun

2011 berdasarkan Pendataan Program Layanan Sosial (PPLS) oleh

Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 23.980 rumah tangga miskin,

turun sebesar 30% dari data tersebut pada tahun 2018.

g. Terpeliharanya sumber daya alam

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja terpeliharanya sumber daya

alam, dapat diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Jumlah kawasan hutan yang direhabilitasi sebanyak 10.500 ha;

2) Lahan kritis yang ditangani meningkat menjadi 20.000 ha pada

tahun 2018;

3) Jumlah kasus illegal logging dan peredaran hasil yang illegal

sebanyak 15 kasus yang ditangani sampai tahun 2018;

4) Jumlah mitigasi wilayah titik rawan bencana yang diinspeksi 50 titik

B. Tujuan 2: Meningkatkan jumlah dan kualitas investasi

1.

Indikator Kinerja Sasaran

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran, maka ditetapkan

sejumlah indikator kinerja berdasarkan sasaran sebagai berikut:

a. Meningkatnya jumlah investor/usaha kecil menengah

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya jumlah

investor/usaha kecil menengah, dapat diukur dengan indikator kinerja

yaitu jumlah investor meningkat pada tahun 2018.

1) Jumlah investor menjadi 10 investor pada tahun 2018;

2) Jumlah usaha kecil menengah bertambah 25 UKM pada tahun

2018;

b. Menurunnya waktu pengurusan administrasi perijinan

Keberhasilan

pencapaian

indikator

kinerja

menurunnya

waktu

administrasi perijinan, dapat diukur dengan indikator kinerja yaitu waktu

proses perijinan menjadi 1-2 hari pada tahun 2018.

(4)

keakuratan database potensi investasi pada Kabupaten Mamasa.

d. Tersedianya regulasi di bidang investasi

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja tersedianya regulasi di bidang

investasi, dapat diukur dengan indikator kinerja yaitu jumlah regulasi di

bidang investasi yang diterbitkan sampai dengan tahun 2018.

C. Tujuan 3: Meningkatnya aksesibilitas layanan kesehatan dan kualitas pendidikan

1.

Indikator Kinerja Sasaran

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran, maka ditetapkan

sejumlah indikator kinerja berdasarkan sasaran, sebagai berikut:

a. Meningkatnya kualitas pendidikan

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya kualitas

pendidikan, dapat diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Angka Partisipasi PAUD meningkat menjadi 89,89 persen pada

tahun 2018;

2) Angka Partisipasi Murni SD/MI/Paket A meningkat menjadi 99,99

persen pada tahun 2018;

3) Angka Partisipasi Murni SMP/MTs/Paket B meningkat menjadi 88,87

persen pada tahun 2018;

4) Angka Partisipasi Murni SMA/MA/Paket C meningkat menjadi 74,96

persen pada tahun 2018;

5) Pada tahun 2018 angka putus sekolah SD meningkat menjadi 0,01

persen, angka putus sekolah SMP meningkat menjadi kurang dari

0,01 persen, dan angka putus sekolah SMA meningkat menjadi 0,19

persen;

6) Rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 20 tahun pada tahun

2018;

7) Angka melanjutkan sekolah dari SD ke SMP menjadi 100 persen

pada tahu 2018 dan angka melanjutkan sekolah dari SMP ke SMA

menjadi 80,73 persen pada tahun 2018;

8) Angka melek huruf meningkat menjadi 97,40 persen pada tahun

2018;

(5)

9) Angka kelulusan tingkat SD, SMP dan SMA meningkat menjadi 100

persen pada tahun 2018;

10) Persentase lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi

terakreditasi 10% dan persentase lulusan SMK yang terserap ke

lapangan kerja produktif 10% pada tahun 2018;

11) Kegiatan peningkatan minat, bakat, dan kreativitas siswa menjadi 25

kegiatan (lomba) pada tahun 2018;

b. Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja tersedianya sarana dan

prasarana pendidikan yang memadai, dapat diukur dengan indikator

kinerja yang meliputi:

1) Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki menjadi 1780

ruang pada tahun 2018;

2) Persentase sekolah yang memiliki perpustakaan meningkat menjadi

39,49 persen pada tahun 2018;

3) Jumlah Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah menjadi

4000 koleksi pada tahun 2018;

4) Jumlah ruang belajar lainnya yang dibangun dan diperbaiki menjadi

18,37 persen pada tahun 2018;

c. Terwujudnya organisasi pemuda dan olahraga

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja terwujudnya organisasi

pemuda dan olahraga, dapat diukur dengan indikator kinerja jumlah

organisasi pemuda dan olahraga menjadi 25 organisasi pada tahun

2018.

d. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya kualitas

pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata, dapat diukur dengan

indikator kinerja yang meliputi:

1) Persentase Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization

meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2018;

2) Persentase Cakupan pelayanan anak balita meningkat menjadi 100

persen pada tahun 2018;

3) Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan sebesar 100 persen

pada setiap tahunnya;

(6)

5) Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin meningkat

menjadi 100 persen pada tahun 2018;

6) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2018;

7) Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan

sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota meningkat menjadi 100 persen

pada tahun 2018;

8) Cakupan

Desa/Kelurahan

mengalami

KLB

yang

dilakukan

penyelidikan epidemiologi <24 jam meningkat menjadi 100 persen

pada tahun 2018;

9) Pada tahun 2018 angka kematian ibu turun <1 per 1.000 ibu yang

melahirkan, angka kematian bayi turun menjadi 1 per 1.000 bayi,

dan persentase cakupan neonatal komplikasi yang ditangani

meningkat menjadi 54,32 persen pada tahun 2018;

10) Angka harapan hidup menjadi 72,44 pada tahun 2018

e. Tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja tersedianya sarana dan

prasarana kesehatan yang memadai, dapat diukur dengan indikator

kinerja yaitu jumlah fasilitas kesehatan pada tahun 2018 mencapai 141

unit.

D. Tujuan 4: Terwujudnya infrastruktur yang memadai dan mendukung kegiatan

perekonomian

1.

Indikator Kinerja Sasaran

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran, maka ditetapkan

sejumlah indikator kinerja berdasarkan sasaran, sebagai berikut:

a. Meningkatnya infrastruktur jalan dan jembatan dengan kondisi yang baik

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya infrastruktur

jalan dan jembatan dengan kondisi yang baik, dapat diukur dengan

indikator kinerja yang meliputi:

1) Panjang jalan dalam kondisi baik meningkat menjadi 280 km pada

tahun 2018;

(7)

2) Presentase jembatan dalam kondisi baik meningkat menjadi 100

persen pada tahun 2018;

b. Meningkatnya infrastruktur jaringan irigasi

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya infrastruktur

jaringan irigasi, dapat diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Luas areal pertanian yang diairi meningkat menjadi 20.907 ha pada

tahun 2018;

2) Panjang jaringan irigasi yang direhabilitasi meningkat menjadi 25

km pada tahun 2018;

c. Meningkatnya/tersedianya Sumber Daya Energi Kelistrikan

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya /tersedianya

Sumber Daya Energi Kelistrikan, dapat diukur dengan indikator kinerja

yang meliputi:

1) Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik meningkat

menjadi 100 persen pada tahun 2018;

2) Jumlah PLTMH yang dibangun sebanyak 33 unit dan PLTMH yang

direhabilitasi sebanyak 65 unit pada tahun 2018;

d. Meningkatnya pengelolaan tata ruang

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya pengelolaan

tata ruang, dapat diukur dengan indikator kinerja yaitu, terdapat 3

regulasi penataan ruang dan bangunan

e. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup, permukiman dan perumahan

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya kualitas

lingkungan hidup, permukiman dan perumahan, dapat diukur dengan

indikator kinerja yang meliputi:

1) Persentase rumah tangga pengguna air bersih meningkat menjadi

100 persen pada tahun 2018;

2) Panjang drainase yang dibangun meningkat menjadi 135 km pada

tahun 2018;

3) Persentase rumah tangga yang memiliki septictank meningkat

menjadi 68,52 persen pada tahun 2018;

4) Volume sampah yang dapat ditangani/terangkut meningkat menjadi

95 persen pada tahun 2018;

(8)

6) Persentase rumah layak huni meningkat menjadi 60 persen pada

tahun 2018;

f. Meningkatnya kualitas jasa transportasi

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya kualitas jasa

transportasi, dapat diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Dioperasikannya terminal Tipe C pada tahun 2017;

2) Persentase jalan yang memiliki rambu-rambu meningkat menjadi 70

persen dan marka jalan meningkat menjadi 30 persen padatahun

2018;

E. Tujuan 5: Terwujudnya Mamasa sebagai daerah tujuan wisata

1.

Indikator Kinerja Sasaran

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran, maka ditetapkan

sejumlah indikator kinerja berdasarkan sasaran, sebagai berikut:

a. Terbangunnya obyek wisata unggulan dan tertatanya obyek wisata

tradisional/ potensial

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya jumlah dan

lama hari kunjungan wisatawan, dapat diukur dengan indikator kinerja

yang meliputi:

1) Jumlah obyek wisata unggulan yang dikembangkan meningkat

menjadi 4 (empat) obyek wisata pada tahun 2018;

2) Jumlah obyek wisata tradisional/potensial yang ditata meningkat

menjadi 8 (delapan) obyek wisata pada tahun 2018;

b. Terpeliharanya kelestarian budaya dan situs-situs purbakala

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja terpeliharanya kelestarian

budaya dan situs-situs purbakala, dapat diukur dengan indikator kinerja

yaitu persentase jumlah benda seni budaya, situs purbakala dan

kawasan cagar budaya yang dilestarikan meningkat menjadi 90 persen

pada tahun 2018.

(9)

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya jumlah dan

lama hari kunjungan wisatawan, dapat diukur dengan indikator kinerja

yang meliputi:

1) Jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat menjadi

14.420 orang pada tahun 2018;

2) Lama rata-rata tinggal wisatawan meningkat menjadi 5 hari pada

tahun 2018;

d. Meningkatnya usaha ekonomi kreatif

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya usaha ekonomi

kreatif, dapat diukur dengan indikator kinerja yaitu jumlah usaha

ekonomi kreatif meningkat menjadi 17 unit usaha pada tahun 2018.

e. Terselenggaranya festival budaya di Mamasa

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja terselenggaranya festival

budaya di Mamasa, dapat diukur dengan indikator kinerja yaitu frekuensi

festival budaya yang diselenggarakan setiap tahun.

F. Tujuan 6: Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik

yang prima

1.

Indikator Kinerja Sasaran

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran, maka ditetapkan

sejumlah indikator kinerja berdasarkan sasaran, dapat diukur dengan

indikator kinerja sebagai berikut:

a. Meningkatnya pelayanan publik

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya pelayanan

publik, dapat diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Indeks kepuasan masyarakat meningkat menjadi >8 (sangat baik)

pada tahun 2018;

2) Pada tahun 2018 Persentase penduduk wajib KTP yang ber-KTP

meningkat menjadi 100%, persentase penduduk ber-Akta kelahiran

meningkat menjadi 80%, dan persentase penduduk ber-Akta Nikah

meningkat menjadi 100% pada tahun 2018;

b. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan secara

transparan, dapat diukur dengan indikator kinerja akuntabel dan

partisipatif

(10)

partisipatif, dapat diukur dengan indikator kinerja yang meliputi:

1) Meningkatnya Opini BPK menjadi WTP;

2) Ketepatan waktu penyusunan APBD dan laporan keuangan;

3) Jumlah Laporan Hasil Pemeriksaan yang diterbitkan oleh Inspektorat

Kabupaten setiap tahunnya.

c. Meningkatnya profesionalisme pegawai

Keberhasilan

pencapaian

indikator

kinerja

meningkatnya

profesionalisme pegawai, dapat diukur dengan indikator kinerja yang

meliputi:

1) Tingkat kehadiran pegawai lingkup Kabupaten Mamasa menjadi

100% pada tahun 2018;

2) Persentase pegawai yang memiliki minimal ijasah S1/D4 menjadi

50% pada tahun 2018;

3) Persentase jumlah pegawai yang mengikuti diklat menjadi 100%

pada tahun 2018;

4) Jumlah pegawai yang mendapatkan beasiswa sebanyak 25 orang

sampai tahun 2018;

d. Meningkatnya kapasitas kelembagaan

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja meningkatnya kapasitas

kelembagaan, dapat diukur dengan indikator kinerja, yaitu terbentuknya

kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada tahun 2016

e. Terciptanya keamanan dan ketertiban bagi masyarakat

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja terciptanya keamanan dan

ketertiban bagi masyarakat, dapat diukur dengan indikator kinerja yang

meliputi:

1) Penanganan kasus kriminalitas sebanyak 100% tiap tahun;

2) Penanganan konflik sebanyak 100% tiap tahun.

f. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah

Keberhasilan pencapaian indicator kinerja meningkatnya pendapatan

asli daerah, dapat diukur dengan indikator kinerja yaitu, jumlah

pendapatan asli daerah mencapai Rp19.765.350.000,- pada tahun 2018

Target indikator capaian dapat dilihat pada matriks sebagai berikut :

(11)

Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan

Kabupaten Mamasa Tahun 2014-2018

Misi 1 : Mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

1 Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata bagi seluruh masyarakat Kesesuaian Lahan dengan Tanaman Dokumen Identifikasi Kesesuaian Lahan dengan Tanaman Mengidentifi kasi Kesesuaian Lahan dengan Tanaman Penyusunan Dokumen perencanaan kesesuaian lahan dengan tanaman Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi BAPPEDA Perencanaan Pembangunan 1 Dokumen Berkembang annya komoditas unggulan yang kompetitif utamanya bidang pertanian dan perikanan Produksi komoditas unggulan: - Kopi Robusta (ton) - Kopi Arabika (ton) - Kakao (ton) Intensifikasi/ Ekstensifikasi Budidaya Pertanian & Perikanan Memaksimal kan Penyuluhan Pertanian/ perikanan serta Pengemban gan Bibit Unggul komoditi Pertanian /perikanan Program peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Pertanian Produksi Kopi Arabika 4.742,25 (ton) Produksi Kopi Arabika 5.128,50 (ton) Produksi Kopi Arabika 5.514,75 (ton) Produksi Kopi Arabika 5.901,00 (ton) Produksi Kopi Arabika 6.287,25 (ton) Program Pemberdayaan Penyuluh pertanian/Perk ebunan lapangan BP4K Produksi Kopi Robusta 1.977,05 (ton) Produksi Kopi Robusta 2.177,68 (ton) Produksi Kopi Robusta 2.378,31 (ton) Produksi Kopi Robusta 2.578,94 (ton) Produksi Kopi Robusta 2.779,57 (ton) Kakao 13.074 (ton) Produksi Kakao 13.727 (ton) Produksi Kakao 15.100 (ton) Produksi Kakao 16.610 (ton) Produksi Kakao 19.102 (ton) Produksi Perikanan unggulan: - Ikan Mas Program Pengembangan Budidaya Perikanan Dinas Perikanan & Peternakan; BP4K Kelautan dan Perikanan Produksi Ikan Mas 377,64 ton Produksi Ikan Mas 421,51 ton Produksi Ikan Mas 465,37 ton Produksi Ikan Mas 509,24 ton Produksi Ikan Mas 553,11 ton

(12)

(ton) - Ikan Nila (ton) Produksi Ikan Nila 70,39 ton Produksi Ikan Nila 79,97 ton Produksi Ikan Nila 89,54 ton Produksi Ikan Nila 99,12 ton Produksi Ikan Nila 108,70 ton Meningkatnya produksi dan kualitas produksi di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan -Jumlah produksi pertanian (ton) - Jumlah hasil perkebunan (ton) - Jumlah Populasi ternak Sapi (ekor) - Jumlah Populasi ternak Kerbau (ekor) - Jumlah hasil perikanan (ton) - Jumlah Produksi Hasil Hutan Tanaman Pewilayahan Komoditas Menumbuh kembangkan kawasan komoditas unggulan berbasis perdesaan Peningkatan produksi Pertanian/ Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Pertanian Produksi Pertanian 103.473,81 ton (Padi) Produksi Pertanian 106.161,3 7 ton (padi) Produksi Pertanian 108.848,9 4 ton (padi) Produksi Pertanian 111.536,5 0 ton (padi) Produksi Pertanian 114.224,06 ton (padi) Produksi Perkebunan 24.760,64 ton Produksi Perkebu nan 27.444,2 4 ton Produksi Perkebu nan 30.127,8 5 ton Produksi Perkebuna n 32.811,46 ton Produksi Perkebuna n 35.495,07 ton Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Dinas Perikanan & Peternakan Populasi Ternak Sapi 6.126 ekor Populasi Ternak Sapi 6.978 ekor Populasi Ternak Sapi 7.830 ekor Populasi Ternak Sapi 8.682 ekor Populasi Ternak Sapi 9.534 ekor Populasi Ternak Kerbau 7.728 ekor Populasi Ternak Kerbau 8.221 ekor Populasi Ternak Kerbau 8.714 ekor Populasi Ternak Kerbau 9.207 ekor Populasi Ternak Kerbau 9.700 ekor Program Pengembangan Budidaya Perikanan Dinas Perikanan & Peternakan; BP4K Kelautan dan Perikanan Produksi Perikanan 619,98 ton Produksi Perikana n 683,59 ton Produksi Perikana n 747,20 ton Produksi Perikanan 810,81 ton Produksi Perikanan 874,42 ton

(13)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Industri dan Bukan Kayu Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan Dinas Kehutanan Kehutanan Produksi Hutan tanaman Industri 6.000 M3 / bukan kayu 2000 ton Produksi Hutan tanaman Industri 6.000 M3 / bukan kayu 2000 ton Produksi Hutan tanaman Industri 6.000 M3 / bukan kayu 2000 ton Produksi Hutan tanaman Industri 6.000 M3 / bukan kayu 2000 ton Produksi Hutan tanaman Industri 6.000 M3 / bukan kayu 2000 ton Meningkatnya Pemasaran Hasil Produksi sektor pertanian Pertumbuhan Sektor Pertanian Peningkatan Kualitas produksi sektor pertanian Pemeliharaan/ Pembangunan sarana dan prasarana pertanian, perikanan dan kehutanan serta pengolahan dari hulu sampai hilir dalam satu kawasan Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/ perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan & Holtikultura Pertanian 5,30 % 5,35 % 5,40 % 5,45 % 5,50 % Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan Dinas Perikanan & Peternakan Kelautan & Perikanan Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan Dinas Kehutanan Kehutanan Meningkatnya Ketahanan Pangan Capaian Penanganan Daerah Rawan Pangan Peningkatan Ketahanan Pangan Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan Peningkatan Ketahanan Pangan Program Pengembangan Badan Ketahanan Pangan Pertanian 40 % 60 % 75 % 85 % 100 %

(14)

Sistem Distribusi dan Cadangan Pangan Program Fasilitasi Peningkatan Mutu Pangan dan Gisi Terwujudnya sistem ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan dunia usaha Persentase koperasi aktif Peningkatan Kualitas Kelembagaa n Koperasi dan UKM Pelaksanaan kebijakan dan program pembangun an Koperasi dan UKM Program Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah - Persentase Koperasi Aktif 92,48% - Persenta se Koperasi Aktif 95,46% - Persenta se Koperasi Aktif 98,44% - Persentas e Koperasi Aktif 100% - Persentase Koperasi Aktif 100% Jumlah jenis industri pengolahan hasil-hasil pertanian, perikanan, dan hasil hutan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan; BP4K Pertanian Jumlah jenis industri pengolaha n 1 Unit Jumlah jenis industri pengolah an 1 Unit Jumlah jenis industri pengolah an 2 Unit Jumlah jenis industri pengolaha n 2 Unit Jumlah jenis industri pengolaha n 3 Unit Jumlah industri rumah tangga, Industri kecil dan Industri menengah Program Pengembanga n Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Kecil Menengah Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah - Industri rumah tangga, kecil & menengah 606 unit - Industri rumah tangga, kecil & menenga h 610 unit - Industri rumah tangga, kecil & menenga h 615 unit - Industri rumah tangga, kecil & menengah 620 unit - Industri rumah tangga, kecil & menengah 625 unit

(15)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jumlah wirausahaw an yang terlatih Program Pengembanga n Kewirausahaa n dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jumlah wirausaha wan yang terlatih 70 Orang Jumlah wirausah awan yang terlatih 70 Orang Jumlah wirausah awan yang terlatih 70 Orang Jumlah wirausaha wan yang terlatih 100 Orang Jumlah wirausaha wan yang terlatih 100 Orang Terciptanya kesempatan kerja baik sektor formal maupun informal Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Tingkat Penganggur an Terbuka Perluasan lapangan kerja Peningkatan penempatan tenaga kerja Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah - Tingkat partisipasi angkatan kerja 77,71% - Tingkat partisipa si angkatan kerja 79,03% - Tingkat partisipa si angkatan kerja 80,34% - Tingkat partisipasi angkatan kerja 81,66% - Tingkat partisipasi angkatan kerja 82,79%

(16)

Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat miskin Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah - Tingkat penganggu ran terbuka 3,17 % - Tingkat pengang guran terbuka 2,9 % - Tingkat pengang guran terbuka 2,7 % - Tingkat pengangg uran terbuka 2,5 % - Tingkat penganggu ran terbuka 2,3 % Meningkatn ya kontribusi sektor industri dan perdaganga n terhadap perekonomi an daerah Jumlah sentra-sentra industri Pengemban gan dan penguatan industri serta perdaganga n utamanya industri dan perdaganga n kecil Peningkatan kontribusi industri dan perdaganga n terhadap perekonomi an daerah Program Pengembanga n Industri Kecil dan Menengah Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Industri Sentra industri 5 unit Sentra industri 5 unit Sentra industri 5 unit Sentra industri 5 unit Sentra industri 5 unit Persentase kontribusi sektor industri terhadap PDRB Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Industri Kontribusi sektor industri terhadap PDRB 5,34% Kontribu si sektor industri terhadap PDRB 5,63% Kontribu si sektor industri terhadap PDRB 5,91% Kontribusi sektor industri terhadap PDRB 6,20% Kontribusi sektor industri terhadap PDRB 6,49% Persentase kontribusi sektor perdaganga n, Restoran & Hotel terhadap PDRB Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi, UKM, Perindustr ian dan Perdagan gan Perdagangan Kontribusi sektor perdagang an, Restoran & Hotel terhadap PDRB 11,19 % Kontribu si sektor perdagan gan, Restoran & Hotel terhadap PDRB 11,51 % Kontribu si sektor perdagan gan, Restoran & Hotel terhadap PDRB 11,83 % Kontribusi sektor perdagang an, Restoran & Hotel terhadap PDRB 12,15 % Kontribusi sektor perdagang an, Restoran & Hotel terhadap PDRB 12,47 %

(17)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Berkurangny a jumlah penduduk miskin Persentase jumlah rumah tangga miskin Percepatan penanggulan gan kemiskinan secara terintegrasi dilakukan dengan melibatkan beberapa SKPD Penyediaan Bantuan Kepada keluarga miskin dan Melakukan kegiatan pembangun an dengan sasaran penerima keluarga miskin untuk meningkatk an pemerataan pertumbuha n ekonomi Program Pemberdayaa n Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigr asi Sosial Jumlah rumah tangga miskin 14 % Jumlah rumah tangga miskin 13 % Jumlah rumah tangga miskin 12 % Jumlah rumah tangga miskin 11 % Jumlah rumah tangga miskin 10 % Terpeliharan ya sumber daya alam Luas kawasan hutan yang direhabilitasi , Luas lahan kritis yang ditangani Pengendalia n & Pengawasan Hutan Pemanfaata n Sumberdaya Hutan secara profesional Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutana n Kehutanan Kawasan hutan yang direhabilit asi 2500 ha Kawasan hutan yang direhabili tasi 2500 ha Kawasan hutan yang direhabili tasi 2000 ha Kawasan hutan yang direhabilit asi 2000 ha Kawasan hutan yang direhabilit asi 1867 ha Dinas Kehutana n

Kehutanan Luas Lahan kritis yang ditangani 4000 ha Luas Lahan kritis yang ditangani 4000 ha Luas Lahan kritis yang ditangani 4000 ha Luas Lahan kritis yang ditangani 4000 ha Luas Lahan kritis yang ditangani 4000 ha

(18)

Jumlah kasus ilegal logging dan peredaran hasil yang ilegal Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan Dinas Kehutana n Kehutanan Kasus illegal logging 5 kasus Kasus illegal logging 4 kasus Kasus illegal logging 3 kasus Kasus illegal logging 2 kasus Kasus illegal logging 1 kasus Mitigasi wilayah titik rawan bencana (longsor, banjir, kebakaran hutan dll) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Badan Lingkunga n Hidup Daerah Lingkungan Hidup Jumlah inspeksi titik rawan 10 kali Jumlah inspeksi titik rawan 10 kali Jumlah inspeksi titik rawan 10 kali Jumlah inspeksi titik rawan 10 kali Jumlah inspeksi titik rawan 10 kali

Misi 2 : Menumbuhkembangkan iklim investasi yang kondusif

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

2 Meningkatkan jumlah dan kualitas investasi Meningkatn ya jumlah investor Jumlah investor Meningkat kan investasi Penciptaan iklim usaha yang kondusif dan peningkatan promosi dan kerjasama Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Penanama n Modal Daerah/ Bappeda/ Bagian Pemerinta han Umum Penanama n Modal Daerah Jumlah investor Penanam Modal 2 Jumlah investor Penanam Modal 2 Jumlah investor Penanam Modal 2 Jumlah investor Penanam Modal 2 Jumlah investor Penanam Modal 2

(19)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Menurunya waktu pengurusan administrasi perijinan waktu pengurusan proses perijinan investasi Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Penanama n Modal Daerah Penanama n Modal Daerah waktu pengurusa n proses perijinan (1-2 hari) sesuai SOP

waktu

pengurus

an proses

perijinan

(1-2 hari)

sesuai

SOP

waktu

pengurus

an proses

perijinan

(1-2 hari)

sesuai

SOP

waktu

pengurus

an proses

perijinan

(1-2 hari)

sesuai

SOP

waktu

pengurus

an proses

perijinan

(1-2 hari)

sesuai

SOP

mempercep at peningkatan Penanaman modal di sektor/bidan g usaha unggulan daerah Tersedianya informasi peluang usaha sektor/bidan g usaha unggulan Program Peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi Penanama n Modal Daerah Penanama n Modal Daerah -

Penataan

Sistem

Informasi

peluang

usaha

sektor/bi

dang

usaha

unggulan

1 sektor /

bidang

usaha

unggulan

2 sektor /

bidang

usaha

unggulan

3 sektor /

bidang

usaha

unggulan

Tersedianya regulasi di bidang investasi Jumlah regulasi di bidang investasi yang diterbitkan Program Peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi Penanama n Modal Daerah

(20)

Misi 3 : Menyelenggarakan/menyediakan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang terjangkau, merata dan berkualitas

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

3 Meningkatnya aksesibilitas layanan kesehatan dan kualitas pendidikan Meningkatn ya kualitas pendidikan Angka Partisipasi PAUD Menyeleng garakan pendidikan dengan biaya terjangkau Pelaksanaan pendidikan gratis hingga tingkat SMP dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa dari keluarga tidak mampu serta penyediaan alat transportasi Program Pendidikan Anak Usia Dini

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka Partisipasi PAUD 69,67 Angka Partisipasi PAUD 75,67 Angka Partisipasi PAUD 80,97 Angka Partisipasi PAUD 85,67 Angka Partisipasi PAUD 89,89 APM SD/MI/Paket A Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan APM SD/MI/Pak et A 94,07 APM SD/MI/Pak et A 95,22 APM SD/MI/Pak et A 96,38 APM SD/MI/Pak et A 97,54 APM SD/MI/Pak et A 99,99 APM SMP/Mts/Pa ket B Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan APM SMP/Mts/ Paket B 69,53 APM SMP/Mts/ Paket B 74,18 APM SMP/Mts/ Paket B 78,94 APM SMP/Mts/ Paket B 83,84 APM SMP/Mts/ Paket B 88,87 APM SMA/SMK/ MA/Paket C Program Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan APM SMA/SMK/ MA/ Paket C 60,38 APM SMA/SMK/ MA/ Paket C 63,73 APM SMA/SMK/ MA/ Paket C 67,26 APM SMA/SMK/ MA/ Paket C 71,00 APM SMA/SMK/ MA/ Paket C 74,96

(21)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Angka Putus Sekolah - SD - SMP - SMA Rata-rata Lama Sekolah Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka putus sekolah SD 0,10% Angka putus sekolah SD 0,7% Angka putus sekolah SD 0,4% Angka putus sekolah SD 0,3% Angka putus sekolah SD 0,1% Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka putus sekolah SMP 0,04% Angka putus sekolah SMP 0,03% Angka putus sekolah SMP 0,02% Angka putus sekolah SMP 0,01% Angka putus sekolah SMP >0,01% Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Rata-rata Lama Sekolah 8 tahun Rata-rata Lama Sekolah 9 tahun Rata-rata Lama Sekolah 10 tahun Rata-rata Lama Sekolah 11 tahun Rata-rata Lama Sekolah 12 tahun Angka Putus Sekolah - SMA Program Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka putus sekolah SMA 0,27% Angka putus sekolah SMA 0,25% Angka putus sekolah SMA 0,23% Angka putus sekolah SMA 0,21% Angka putus sekolah SMA 0,19% Angka Melanjutkan - SMP - SMA Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka melanjutka n ke SMP 99,78% Angka melanjutka n ke SMP 99,89% Angka melanjutka n ke SMP 99,99% Angka melanjutka n ke SMP 100% Angka melanjutka n ke SMP 100% Program Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka melanjutka n ke SMA 75,61% Angka melanjutka n ke SMA 77,14% Angka melanjutka n ke SMA 78,50% Angka melanjutka n ke SMA 79,70% Angka melanjutka n ke SMA 80,73%

(22)

Angka Melek Huruf Program Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka Melek Huruf 92,40% Angka Melek Huruf 93,65% Angka Melek Huruf 94,90% Angka Melek Huruf 96,15% Angka Melek Huruf 97,40% Angka Kelulusan SD,SMP,SM A Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka kelulusan SD 99,99% Angka kelulusan SD 100% Angka kelulusan SD 100% Angka kelulusan SD 100% Angka kelulusan SD 100% Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka kelulusan SMP 99,40% Angka kelulusan SMP 100% Angka kelulusan SMP 100% Angka kelulusan SMP 100% Angka kelulusan SMP 100% Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Angka kelulusan SMA 98,43% Angka kelulusan SMA 98,98% Angka kelulusan SMA 99,52% Angka kelulusan SMA 100% Angka kelulusan SMA 100% Persentase lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Persentase lulusan SMA yang melanjutka n ke perguruan tinggi terakredita si 5% Persentase lulusan SMA yang melanjutka n ke perguruan tinggi terakredita si 7% Persentase lulusan SMA yang melanjutka n ke perguruan tinggi terakredita si 7% Persentase lulusan SMA yang melanjutka n ke perguruan tinggi terakredita si 10% Persentase lulusan SMA yang melanjutka n ke perguruan tinggi terakredita si 10%

(23)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Persentase lulusan SMK yang langsung terserap ke lapangan kerja produktif Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Persentase lulusan SMK yang terserap ke lapangan kerja produktif 5% Persentase lulusan SMK yang terserap ke lapangan kerja produktif 5% Persentase lulusan SMK yang terserap ke lapangan kerja produktif 7% Persentase lulusan SMK yang terserap ke lapangan kerja produktif 8% Persentase lulusan SMK yang terserap ke lapangan kerja produktif 10% Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki Peningkata n Sarana dan Prasarana Pendidikan Pembangun an dan Pengadaan Sarana & Prasarana Pendidikan Program Pendidikan Anak Usia Dini

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki 200 ruang kelas Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki 425 ruang kelas Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki 452 ruangh kelas Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki 452 ruang kelas Jumlah ruang kelas yang dibangun dan diperbaiki 251 ruang kelas % Sekolah yang memiliki Perpustakaa n Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pendidikan Sekolah yang memiliki perpustaka an 28,13% Sekolah yang memiliki perpustaka an 30,97% Sekolah yang memiliki perpustaka an 33,81% Sekolah yang memiliki perpustaka an 36,65% Sekolah yang memiliki perpustaka an 39,49% Jumlah Koleksi buku yang tersedia di perpustakaa n daerah Program Pengembanga n Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Kantor Perpustaka an dan Arsip Daerah Pendidikan Jumlah Koleksi buku di perpustaka an daerah 2000 koleksi Jumlah Koleksi buku di perpustaka an daerah 2500 koleksi Jumlah Koleksi buku di perpustaka an daerah 3000 koleksi Jumlah Koleksi buku di perpustaka an daerah 3500 koleksi Jumlah Koleksi buku di perpustaka an daerah 4000 koleksi

(24)

Meningkatn ya peran serta pemuda dalam pembangun an Jumlah Organisasi Pemuda dan Organisasi Olahraga Peningkata n Peran serta Pemuda dalam Pembangu nan Pembinaan Pemuda & Organisasi Pemuda Program peningkatan peran serta kepemudaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemuda dan Olahraga 3 Organisasi 6 Organisasi 9 Organisasi 12 Organisasi 15 Organisasi Jumlah Kegiatan Lomba minat bakat / kreatifitas siswa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemuda dan Olahraga

5 kegiatan 5 kegiatan 5 kegiatan 5 kegiatan 5 kegiatan

Meningkatn ya kualitas pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata % Cakupan Desa/kelura han Universal Child Immunizatio n Peningkata n pelayanan kesehatan Pencegahan dan Penanggulan gan Penyakit Program Pencegahan dan Penanggulang an Penyakit Menular Kesehatan 100% Cakupan Desa/kelur ahan Universal Child Immunizati on 100% Cakupan Desa/kelur ahan Universal Child Immunizati on 100% Cakupan Desa/kelur ahan Universal Child Immunizati on 100% Cakupan Desa/kelur ahan Universal Child Immunizati on 100% Cakupan Desa/kelur ahan Universal Child Immunizati on % Cakupan pelayanan anak balita Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita Kesehatan Cakupan pelayanan anak balita 89,71% Cakupan pelayanan anak balita 94,20% Cakupan pelayanan anak balita 99,91% Cakupan pelayanan anak balita 100% Cakupan pelayanan anak balita 100% % Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat Kesehatan Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan 100% Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan 100% Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan 100% Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan 100% Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan 100%

(25)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

% Cakupan peserta KB Aktif Program Keluarga Berencana Badan Pemberda yaan Perempua n dan Keluarga Berencana Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) Cakupan peserta KB Aktif 70% Cakupan peserta KB Aktif 75% Cakupan peserta KB Aktif 80% Cakupan peserta KB Aktif 85% Cakupan peserta KB Aktif 90% % Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Program Upaya Kesehatan Masyarakat RSUD Kesehatan 99% 100% 100% 100% 100% % Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata

RSUD Kesehatan Persentase cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyaraka t miskin 99% Persentase cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyaraka t miskin 100% Persentase cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyaraka t miskin 100% Persentase cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyaraka t miskin 100% Persentase cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyaraka t miskin 100%

(26)

Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata

RSUD Kesehatan Persentase cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten 99% Persentase cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten 100% Persentase cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten 100% Persentase cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten 100% Persentase cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten 100% Cakupan Desa/Kelura han mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam Program Pencegahan dan Penanggulang an Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kesehatan Persentase cakupan Desa/Kelur ahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidik an epidemiolo gi <24 jam 99% Persentase cakupan Desa/Kelur ahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidik an epidemiolo gi <24 jam 100% Persentase cakupan Desa/Kelur ahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidik an epidemiolo gi <24 jam 100% Persentase cakupan Desa/Kelur ahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidik an epidemiolo gi <24 jam 100% Persentase cakupan Desa/Kelur ahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidik an epidemiolo gi <24 jam 100%

(27)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Cakupan Pertolongan Persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan lainnya, Angka Kematian Bayi, % Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak Dinas Kesehatan Kesehatan 70% 75% 80% 85% 90% Dinas Kesehatan Kesehatan Angka kematian bayi 11 Angka kematian bayi 8 Angka kematian bayi 7 Angka kematian bayi 4 Angka kematian bayi 1 Dinas Kesehatan Kesehatan Cakupan neonatal dengan komplikasi 80% Cakupan neonatal dengan komplikasi 85% Cakupan neonatal dengan komplikasi 90% Cakupan neonatal dengan komplikasi 95% Cakupan neonatal dengan komplikasi 100% Angka Harapan Hidup Program Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kesehatan Angka harapan hidup 71,79 Angka harapan hidup 71,95 Angka harapan hidup 72,11 Angka harapan hidup 72,27 Angka harapan hidup 72,44 Tersedianya sarana dan prasarana Jumlah Puskesmas, Puskesmas Peningkata n Sarana dan Pembangun an dan Pengadaan Program Pengadaan, Peningkatan Dinas Kesehatan Kesehatan 16 Puskesmas 17 Puskesmas 17 Puskesmas 17 Puskesmas 17 Puskesmas

(28)

kesehatan yang memadai Keliling, Poskesdes, Gudang Farmasi & Jumlah fasilitas kesehatan Prasarana Kesehatan Sarana & Prasarana Kesehatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas / Puskesmas Pembantu dan Jaringannya Dinas Kesehatan Kesehatan Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata Dinas Kesehatan Kesehatan 1 Gudang Farmasi 1 Gudang Farmasi 2 Gudang Farmasi 2 Gudang Farmasi 2 Gudang Farmasi

RSUD Kesehatan Jumlah

fasilitas kesehatan 130 unit Jumlah fasilitas kesehatan 132 unit Jumlah fasilitas kesehatan 135 unit Jumlah fasilitas kesehatan 138 unit Jumlah fasilitas kesehatan 141 unit

Misi 4 : Membangun infrastruktur yang memadai dan mendukung kegiatan perekonomian

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

4 Terwujudnya infrastruktur Meningkatnya infrastruktur Panjang jalan Meningkat kan kondisi Pembangun an Program Pembangunan Dinas Pekerjaan Pekerjaan Umum Jalan dalam Jalan dalam Jalan dalam Jalan dalam Jalan dalam

(29)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

yang memadai dan mendukung kegiatan perekonomian jalan dan jembatan Kabupaten dalam kondisi baik, Persentase jembatan dalam kondisi baik & Persentase Desa yang berakses jalan desa. infrastrukt ur jalan/jemb atan guna mendukun g peningkata n dan pelayanan mobilitas orang dan barang /Peningkata n dan rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan untuk menunjang aktivitas perekonomi an masyarakat di pusat pertanian dan perekonomi an Jalan dan Jembatan Umum dan Perumaha n kondisi baik 145 km kondisi baik 175 km kondisi baik 200 km kondisi baik 250 km kondisi baik 280 km Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan & Jembatan Jembatan dalam kondisi baik 75% Jembatan dalam kondisi baik 80% Jembatan dalam kondisi baik 85% Jembatan dalam kondisi baik 90% Jembata n dalam kondisi baik 100% Program Pembangunan Inprastruktur Pedesaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaha n Pekerjaan Umum 60 persen desa berakses jalan desa 70 persen desa berakses jalan desa 80 persen desa berakses jalan desa 90 persen desa berakses jalan desa 100 persen desa berakses jalan desa Meningkatn ya infrastruktur jaringan irigasi Luas areal persawahan yang diairi dan Persentase jaringan Irigasi dengan kondisi baik. Meningkat kan kondisi infrastrukt ur jaringan irigasi Peningkatan dan Pembangun an infrastruktur Jaringan irigasi Program pengembanga n dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaha n Pekerjaan Umum Luas areal persawaha n yang diairi 13.489 ha Luas areal persawaha n yang diairi 15343 ha Luas areal persawaha n yang diairi 17.198 ha Luas areal persawaha n yang diairi 19.052 ha Luas areal persawa han yang diairi 20.907 ha Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaha n Pekerjaan Umum 60 persen Jaringan irigasi dengan kondisi baik 70 persen Jaringan irigasi dengan kondisi baik 80 persen Jaringan irigasi dengan kondisi baik 90 persen Jaringan irigasi dengan kondisi baik 100 persen Jaringan irigasi dengan kondisi baik

(30)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Meningkatn ya kualitas hidup masyarakat, pemukiman & perumahan serta kualitas lingkungan hidup Persentase rumah tangga yang berakses listrik, Persentase Desa yang berakses listrik, Persentase rumah tangga pengguna air bersih, Persentase rumah tangga yang Menggunaka n Septictank dan Persentase Rumah Layak Huni. Meningkat kan kondisi sarana dan prasarana dasar Perumaha n Peningkatan cakupan dan akses masyarakat terhadap ketenagalistr ikan, Air Bersih, Rumah tangga yang menggunaka n septictank & Rumah Layak Huni Program pembinaan dan pengembanga n bidang ketenagalistrik an Dinas Pertamban gan, Energi dan Sumber Daya Mineral Energi & Sumberda ya Mineral Rumah tangga yang mengguna kan listrik 75% Rumah tangga yang mengguna kan listrik 85% Rumah tangga yang mengguna kan listrik 90% Rumah tangga yang mengguna kan listrik 95% Rumah tangga yang menggun akan listrik 100% Desa yang berakses listrik 60 % Desa yang berakses listrik 70 % Desa yang berakses listrik 80 % Desa yang berakses listrik 90 % Desa yang berakses listrik 100 % Program Lingkungan Sehat Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaha n Perumaha n Rumah tangga pengguna air bersih 40% Rumah tangga pengguna air bersih 60% Rumah tangga pengguna air bersih 75% Rumah tangga pengguna air bersih 90% Rumah tangga penggun a air bersih 100% Rumah tangga yang mengguna kan septictank 44,20% Rumah tangga yang mengguna kan septictank 50,28% Rumah tangga yang mengguna kan septictank 56,36% Rumah tangga yang mengguna kan septictank 62,44% Rumah tangga yang menggun akan septictan k 68,52% Program Pengembanga n Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaha n Perumaha n Persentase rumah layak huni 35% Persentase rumah layak huni 40% Persentase rumah layak huni 45% Persentase rumah layak huni 55% Persenta se rumah layak huni 60%

(31)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Panjang drainase yang dibangun Meningkat kan kondisi kesehatan lingkungan Peningkatan / pengendalia n pencemaran lingkungan dan peningkatan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim Program Pembangunan saluran drainase/goro ng-gorong Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaha n Pekerjaan Umum Panjang drainase 20 km Panjang drainase 30 km Panjang drainase 30 km Panjang drainase 28 km Panjang drainase 27 km Persentase sampah yang dapat ditangani/te rangkut, Terbangunn ya pengolahan sampah di TPA Program Pengembanga n Kinerja Pengelolaan Persampahan Badan Lingkunga n Hidup Daerah Lingkunga n Hidup Persentase sampah yang ditangani/t erangkut 95% Persentase sampah yang ditangani/t erangkut 95% Persentase sampah yang ditangani/t erangkut 95% Persentase sampah yang ditangani/t erangkut 95% Persenta se sampah yang ditangani /terangk ut 95% Terbangun nya pengolaha n sampah di TPA 50% Terbangun nya pengolaha n sampah di TPA 75% Terbangun nya pengolaha n sampah di TPA 100% Terbangun nya pengolaha n sampah di TPA 100% Terbangu nnya pengolah an sampah di TPA 100% Meningkatn ya kualitas dan keamanan transportasi Terbangunn ya terminal Tipe C Meningkat kan Sarana & Prasarana serta fasilitas Perhubung an Pengemban gan sistem transportasi darat dan peningkatan sarana dan prasarana dasar serta fasilitas perhubunga n Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubung an, Komunikas i dan Informatik a Perhubung an Pembangu nan terminal tipe C 25% Pembangu nan terminal tipe C 50% Pembangu nan terminal tipe C 100% Pembangu nan terminal tipe C 100% Pembang unan terminal tipe C 100% Persentase fasilitas perlengkapa n jalan Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas Dinas Perhubung an, Komunikas i dan Perhubung an 60% 65% 70% 75% 80%

(32)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Informatik a Terpenuhiny a standar keselamatan bagi angkutan umum yang melayani trayek dalam kabupaten Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Dinas Perhubung an, Komunikas i dan Informatik a Perhubung an 100% 100% 100% 100% 100% Meningkatn ya ketersediaa n Sumber Daya Mineral Persentase desa yang sudah berakses listrik Meningkat kan penyediaa n infrastrukt ur energi ketenagalis trikan Peningkatan cakupan dan akses masyarakat terhadap ketenagalistr ikan dan penyediaan pembangkit tenaga listrik mandiri Meningkatn ya pengelolaan tata ruang Regulasi penataan ruang dan bangunan gedung Peningkata n kualitas & Fungsi Tata Ruang Penetapan Regulasi tentang Penataan Ruang Program Perencanaan Tata Ruang Bappeda Perencana an Pembangu nan 0 Regulasi penataan ruang dan bangunan 1 Regulasi penataan ruang dan bangunan 2 Regulasi penataan ruang dan bangunan 0 Regulasi penataan ruang dan bangunan 0 Regulasi penataan ruang dan

(33)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

banguna n Meningkatn ya jaringan komunikasi, dan informasi Cakupan pengemban gan dan pemberdaya an Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di tingkat Kecamatan Meningkat kan akses komunikas i & Informasi Peningkatan akses komunikasi dan informasi serta pengemban gan kelompok informasi Masyarakat Program Pengembanga n Komunikasi, Informasi dan Media Massa Dinas Perhubung an, Komunikas i dan Informatik a Komunikas i dan Informatik a 88,24% 90% 100% 100% 100% Cakupan jaringan Komunikasi dan Informasi Program Kerjasama Informasi dengan mas media 60% 70% 80% 90% 100% Jumlah Pelatihan SDM dalam bidang Komunikasi & Informasi Program Fasilitasi Peningkatan SDM bidang komunikasi & informasi

(34)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

5 Terwujudnya Mamasa sebagai daerah tujuan wisata Regulasi Pengemban gan Kepariwisata an Daerah Ranperda tentang Rencana Induk Pengemban gan Kawasan Wisata Kab. Mamasa Meningkat kan kualitas perencana an bidang kepariwisa taan Penyusunan /Penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pengemban gan Pariwisata Daerah Kabupaten Mamasa Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Bappeda Perencana an Pembangu nan 1 Ranperda Perda tentang Rencana Induk Pengemban gan Kawasan Wisata Kab. Mamasa Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Sekretariat DPRD Pemerinta han Umum 1 Perda Terbangunn ya obyek wisata unggulan dan tertatanya obyek Jumlah obyek wisata unggulan yang dibangun/dit ata Membang un & Menata Obyek Wisata Unggulan/ potensial Pengemban gan/ penataan Obyek Wisata Unggulan yang Program Pengembanga n Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaa n dan Pariwisata Pariwisata Inventarisa si Lokasi & obyek wisata Unggulan Kembangk an (100%) Penataan 2 Obyek Wisata Unggulan Pembangu nan 2 Obyek Wisata Unggulan Lanjutan Pembangu nan 2 Obyek Wisata Unggulan Pemanfa atan 2 Obyek Wisata Unggulan

(35)

No

Tujuan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Strategi

Arah

Kebijakan

Program

SKPD

Urusan

Target Indikator Sasaran

2014

2015

2016

2017

2018

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

wisata tradisional/ potensial Cakupan obyek wisata potensial yang ditata sekaligus menjadi icon wisata Daerah Kabupaten Mamasa serta Pengemban gan/ Penataan Obyek wisata potensial lainnya Inventarisa si Lokasi & obyek wisata potensial yang akan Kembangk an (100%) 10% 30% 50% 90% Terpeliharan ya kelestarian seni budaya dan situs-situs purbakala Cakupan pelestarian nilai seni budaya dan situs-situs purnakala Memelihar a kelestarian seni budaya & situs-situs purbakala Pengemban gan/ pelestarian Nilai seni budaya dan situs-situs purbakala Program Pengembanga n Nilai Budaya Dinas Kebudayaa n dan Pariwisata Kebudayaa n Inventarisa si obyek wisata seni, budaya, situs purbakala, kawasan cagar budaya & Wisata religius yang akan dilestarika n (100%) Persentase jumlah obyek wisata seni, budaya, situs purbakala, kawasan cagar budaya & Wisata religius yang dilestarika n sebayak 10% Persentase jumlah obyek wisata seni, budaya, situs purbakala, kawasan cagar budaya & Wisata religius yang dilestarika n sebayak 30% Persentase jumlah obyek wisata seni, budaya, situs purbakala, kawasan cagar budaya & Wisata religius yang dilestarika n sebanyak 50% Persenta se jumlah obyek wisata seni, budaya, situs purbakal a, kawasan cagar budaya & Wisata religius yang dilestarik an

(36)

sebanyak 90% Meningkatn ya Jumlah dan lama hari Kunjungan Wisatawan Jumlah wisatawan mancanegar a, lama rata-rata tinggal Pengemba ngan Pemasaran Pariwisata Pelaksanaan Promosi Wisata dan Festifal Budaya serta Peningkatan Usaha ekonomi kreatif Program pengembanga n pemasaran pariwisata Dinas Kebudayaa n dan Pariwisata Pariwisata Jumlah wisatawan mancaneg ara 250 orang Jumlah wisatawan mancaneg ara 350 orang Jumlah wisatawan mancaneg ara 500 orang Jumlah wisatawan mancaneg ara 750 orang Jumlah wisatawa n mancane gara 1000 orang Lama rata-rata tinggal 3 hari Lama rata-rata tinggal 3 hari Lama rata-rata tinggal 5 hari Lama rata-rata tinggal 5 hari Lama rata-rata tinggal 5 hari Program pengembanga n lembaga ekonomi pedesaan Dinas KUPERIND AG Penanama n Modal 3 usaha ekonomi kreatif 3 usaha ekonomi kreatif 3 usaha ekonomi kreatif 4 usaha ekonomi kreatif 4 usaha ekonomi kreatif

Gambar

Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan  Kabupaten Mamasa Tahun 2014-2018

Referensi

Dokumen terkait

Dari Tabel I daD Gambar I dapat terlihat bahwa kandungan rerata logam-logam Sm, Ce daD Co di dalam cuplikan air dari lokasi sampling Bandarharjo cukup tinggi.

Beberapa pentigrafis dalam Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia berencana untuk membuat pentigraf dan membukukannya lagi, ada juga yang berencana untuk

• Mengetahui jumlah dan profil setiap kelompok obyek tanah yang terbentuk berdasarkan variabel nilai tanah pada pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lintas utara di Kabupaten

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat madani adalah masyarakat berbudaya dan al-madaniyyah (tamaddun) yang maju, modern, berakhlak dan memiliki peradaban,

Guru cenderung lebih banyak menggunakan metode ceramah dan hanya menggunakan buku teks sebagai pegangan. Terdapat guru yang masih kurang peduli tentang rencana

Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerjasama dengan

Kariadi Semarang dengan melihat kadar D-dimer plasma, hal ini berbeda dengan penelitian- penelitian yang sudah ada dimana pada penelitian yang dilakukan oleh Clayton JK

Untuk aspek lingkungan, CV.Anugrah Pratama diproyeksikan layak karena secara keseluruhan kegiatan operasional CV.Anugrah Pratama tidak terlalu merusak lingkungan, limbah