LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
(LKj)
SULAWESI SELATAN
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI
(LKIP) TAHUN 2018
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Ridho, Rahmat serta Hidayat-Nya, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 ini disusun dalam rangka memenuhi amanah dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan wujud tanggung jawab atas pelaksanaan tugas sesuai perjanjian kinerja yang dibebankan kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Tahun 2018.
Selain itu, laporan ini disusun sebagai sarana pengendalian dan penilaian kinerja dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih (good governance and clean goverment) serta sebagai umpan balik dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2018 disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan dan Tata Cara Review atas laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan juga sebagai tindaklanjut Surat dari Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : 050/0344//B.Ortala, tanggal 17 Januari 2019 perihal Permintaan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2018, Perjanjian Kinerja 2019 dan Rencana Aksi 2019.
Laporan ini memuat pencapaian kinerja sasaran strategis yang didukung oleh pelaksanaan program/kegiatan sesuai dengan tugas
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL ii dan fungsi OPD Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan serta Rencana Strategis Tahun 2013 – 2018. Pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan ini menjelaskan upaya mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaan program/kegiatan pada Tahun 2018.
Tingkat capaian sasaran dan tujuan serta hasil yang diperoleh pada Tahun 2018 berorientasi pada pencapaian visi dan misi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilan pada tahun 2018 akan menjadi tolak ukur untuk peningkatan kinerja OPD Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan di Tahun 2019.
Seiring dengan terlaksananya seluruh amanah kinerja yang diemban selama Tahun 2018, hendaknya kita tak henti-hentinya menghaturkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Ridho, Rahmat serta Hidayat yang diberikan, sekaligus memohon restu agar tetap teguh dan kuat dalam mengemban amanah demi memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara tercinta ini.
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan ini telah diupayakan sebaik mungkin, walaupun demikian Laporan ini tidak luput dari berbagai kekurangan-kekurangan sehubungan dengan kendala-kendala yang dihadapi, untuk itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaannya.
Akhirnya kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini dan semoga Allah SWT, senantiasa memberikan petunjuk serta kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur Jalan dan Jembatan.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL iii Makassar, 25 Februari 2019
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL iv DAFTAR ISI SAMPUL DEPAN KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1
B. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi ... 3
C. Aspek Strategis ... 5
D. Struktur Organisasi ... 6
E. Sistematika Penyajian ... 8
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 10
A. RPJMD 2013 – 2018 ... 10
B. Rencana Strategis Tahun 2013-2018... 13
1. Visi ... 14
2. Misi ... 14
3. Tujuan... 14
4. Sasaran... 15
C. Rencana Kinerja Tahun 2018 ... 20
1. Indikator Kinerja Utama (IKU) ... 20
2. Rencana Kerja Tahun 2018 ... 22
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 23
A. Kerangka Pengukuran Kinerja... 23
B. Capaian Kinerja Sasaran Strategis... 24
C. Evaluasi dan Analisis Kinerja... 26
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL v A. Kesimpulan ... 50 B. Saran ... 51
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 1
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Pemerintahan yang akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan visi misi pembangunan nasional sekaligus aspirasi serta cita-cita masyarakat dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Berkaitan dengan hal itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung efektif dan efisien untuk mencerminkan kinerja instansi secara optimal. Salah satu tuntutan publik saat ini adalah adanya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekaligus kinerja pemerintah. Muara tuntutan ini pada intinya adalah terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan secara bersih, bertanggungjawab dan memberikan dampak (impact) serta manfaat (benefit) dari hasil (outcome) yang diperoleh.
Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan nasional. Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi. Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi pondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.
Prasarana jalan dan jembatan merupakan penggerak dan titik sentral pembangunan, karenanya secara Nasional Pemerintah
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 2
mengembangkan program penanganan jalan secara menyeluruh. Berdasarkan Undang-undang RI No. 38 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 Tentang Jalan, bahwa penyelenggaraan Jalan Nasional merupakan wewenang Pemerintah Pusat dan Jalan Provinsi merupakan wewenang Pemerintah Daerah dimana Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan adalah pelaksana kegiatan mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan penanganan infrastruktur Jalan Provinsi di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai tugas untuk membantu Gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang infrastruktur dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 dimana Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi berperan dalam misi ketiga yaitu Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastuktur. Sehubungan dengan hal itu maka untuk mengakselerasi pencapaian target pembangunan sesuai RPJMD 2013-2018 Provinsi Sulawesi Selatan, dengan memperhatikan faktor-faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan serta pemerintah daerah, maka visi pembangunan infrastruktur jalan provinsi Sulawesi Selatan diarahkan sebagai berikut : Terwujudnya infrastruktur jalan yang berkualitas sebagai pilar akselerasi pembangunan daerah. Untuk itu diperlukan Rencana Kerja Tahunan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018, yang berisi visi, misi serta tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka mencapai target (indikator) kinerja yang telah ditetapkan.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 3
Sebagai pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun anggaran 2018, disusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tanggal 31 Januari 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Hal ini semata-mata kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk melaksanakan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil, baik berupa input, output maupun outcome, disisi lain Penyusunan LKIP Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 juga dimaksudkan sebagai pengejawantahan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan pilar penting pelaksanaan good governance dan menjadi cermin untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun agar dapat melaksanakan kinerja ke depan secara lebih produktif, efektif dan efisien, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya.
B. KEDUDUKAAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, maka kedudukan, tugas dan fungsi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut :
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 4
1. Kedudukan
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.
2. Tugas Pokok
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Pemerintah daerah.
3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
b. Pelaksanaan kebijakan Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
d. Pelaksanaan administrasi Dinas; dan
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur terkait tugas dan fungsinya.
C. ASPEK STRATEGIS
Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 09 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 5
2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 – 2018 telah menetapkan 7 (tujuh) agenda pembangunan yang saling terkait dan saling memperkuat satu dengan lainnya dan ditopang oleh beberapa kebijakan yang berfungsi sebagai acuan SKPD dalam merumuskan program kerja, sehingga secara bersama-sama diharapkan akan semakin mendekatkan Sulawesi Selatan kepada visi pembangunan yang dirumuskan pada RPJPD Sulawesi Selatan 2008 – 2028, yaitu
Menjadi Wilayah Terkemuka Di Indonesia yang lebih dipertegas
pada RPJMD Sulawesi Selatan 2013 – 2018, yaitu :
“Sulawesi Selatan sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan pada Tahun 2018”.
Dalam RPJMD Sulawesi Selatan 2013 – 2018, pada misi ketiga yaitu Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan infrastuktur yang merupakan aspek strategis yang menjadi acuan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dalam merumuskan kebijakan program kerja. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas fisik antar daerah dan antar kawasan serta penyediaan sarana dan prasarana lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan aktivitas perekonomian, yang dilakukan secara terpadu dalam suatu kerangka rencana penataan ruang yang terpadu dan berwawasan lingkungan. Kebijakan ini diwujudkan dalam program kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan yang diarahkan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan sosial ekonomi (pemerataan pelayanan sosial ekonomi).
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 6
Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, struktur organisasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin oleh seoarang Kepala Dinas, yang membawahi :
1. Sekretariat, yang terdiri atas :
a. Subag Umum, Kepegawaian dan Hukum b. Subag Penyusunan Program
c. Subag Keuangan
2. Bidang Bina Teknik, yang terdiri atas : a. Seksi Perencanaan
b. Seksi Pengembangan Jaringan dan Leger Jalan c. Seksi Pengawasan Pemanfaatan Jalan
3. Bidang Pembangunan, yang terdiri atas : a. Seksi Pembangunan Jalan
b. Seksi Pembangunan Jembatan
c. Seksi Lingkungan dan Pengaman Jalan 4. Bidang Pemeliharaan, yang terdiri atas :
a. Seksi Pemeliharaan Rutin Jalan
b. Seksi Pemeliharaan Berkala dan Penanganan Pasca Bencana
c. Seksi Pemeliharaan Jembatan
5. Bidang Bina Jasa Konstruksi, yang terdiri atas :
a. Seksi Bina Usaha dan Masyarakatr Jasa Konstruksi b. Seksi Bina Sumber Daya dan Tenaga Kerja Konstruksi c. Seksi Tata Teknis dan Pengendalian
6. Unit Pelaksana Teknis Perbengkelan dan Peralatan, yang terdiri atas :
a. Subag Tata Usaha
b. Seksi Peralatan dan Perbengkelan
c. Seksi Bahan dan Penganggulangan Tanggap Darurat 7. Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Pengujian Bahan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 7
a. Subag Tata Usaha
b. Seksi Pengujian dan Kendali Mutu
c. Seksi Penyelidikan dan Pengkajian Material
8. Unit Pelaksana Teknis Wilayah I Luwu Utara, terdiri atas : a. Subbag. Tata Usaha
b. Seksi Pemeliharaan c. Seksi Pembangunan
9. Unit Pelaksana Teknis Wilayah II Tator, terdiri atas : a. Subbag. Tata Usaha
b. Seksi Pemeliharaan c. Seksi Pembangunan
10. Unit Pelaksana Teknis Wilayah III Parepare, terdiri atas : a. Subbag. Tata Usaha
b. Seksi Pemeliharaan c. Seksi Pembangunan
11. Unit Pelaksana Teknis Wilayah IV Makassar, terdiri atas : a. Subbag. Tata Usaha
b. Seksi Pemeliharaan c. Seksi Pembangunan
12. Unit Pelaksana Teknis Wilayah V Bone, terdiri atas : a. Subbag. Tata Usaha
b. Seksi Pemeliharaan c. Seksi Pembangunan
13. Unit Pelaksana Teknis Wil. VI Bulukumba, terdiri atas : a. Subbag. Tata Usaha
b. Seksi Pemeliharaan c. Seksi Pembangunan
14. Kelompok Jabatan Fungsional
Struktur organisasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, tertuang dalam bagan struktur organisasi sebagai berikut :
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 8
E. SISTEMATIKA PENYAJIAN
Memperhatikan Peratuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi No. 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang,
kedudukan, tugas pokok dan fungsi, aspek strategis, dan struktur organisasi dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan serta sistematika penyajian;
Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, menjelaskan secara
ringkas dokumen perencanaan yang menjadi dasar pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018, Rencana Strategis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode Tahun 2013 - 2018 beserta Revisinya, dan Penetapan Kinerja Tahun 2018.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 9
Bab III – Akuntabilitas Kinerja Tahun 2018, menjelaskan tentang
pengukuran capaian kinerja Tahun 2018, analisis pencapaian kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk Tahun 2018.
Bab IV – Penutup, menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari Laporan
Akuntabilitas Kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 ini dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja dimasa yang akan datang.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 10
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Perencanaan Kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Turunan dari rencana strategis dan rencana kerja adalah penetapan kinerja yang merefleksikan kinerja yang sesuai dengan perencanaan anggaran.
Perencanaan stratejik adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Perencanaan stratejik mengandung visi, misi, tujuan/sasaran, dan program yang realistis serta mengantisipasi masa depan yang diinginkan dan dapat dicapai. Dengan pendekatan perencanaan strategik yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya.
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien, dan akuntabel, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan berpedoman pada dokumen perencanaan yang terdapat pada :
1. RPJMD 2013-2018;
2. Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018;
3. Rencana Kerja (Renja) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018;
4. Penetapan Kinerja Tahun 2018.
A. RPJMD 2013 – 2018
RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013 – 2018 bertujuan untuk merumuskan kebijakan dan program pembangunan dengan mengakomodir berbagai kepentingan dan aspirasi segenap lapisan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 11
masyarakat, sehingga lebih memantapkan pencapaian Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni menjadikan “Sulawesi
Selatan sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan pada Tahun 2018”.
Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kemudian dijabarkan di dalam bentuk Misi pembangunan Sulawesi Selatan 2013-2018 antara lain :
1) Mendorong Semakin Berkembangnya Masyarakat yang Religius Dan Kerukunan intra dan antar Ummat Beragama;
Mendukung terpenuhinya situasi kondusif untuk ummat dalam pelaksanaan ibadah, keterpenuhan tempat beribadah, kapasitas penceramah agama, serta kerukunan intra dan antar umat beragama,
2) Meningkatkan Kualitas Kemakmuran Ekonomi, Kesejahteraan Sosial dan Kelestariaan Lingkungan;
Meningkatkan produktivitas dan produksi perekonomian; peningkatan dan pemerataan pendapatan; penurunan angka kemiskinan dan pengangguran; akselerasi pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan; pengembangan industri, pengembangan wirausaha lokal; pembangunan pariwiisata, penanganan masalah kesejahteraan sosial; pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.
3) Meningkatkan Akses dan kualitas pelayanan Pendidikan, Kesehatan dan infrastruktur,
Meningkatkan pemberantasan buta huruf, akselerasi akses pendidikan tinggi dan pemantapan wajib belajar 12 tahun; mengembangkan layanan rumah sakit berskala internasional dan memantapkan layanan kesehat-an lapisan bawah dan rumah tangga miskin; memajukan intrastruktur perhubungan darat, laut dan udara serta sarana/prasarana transportasi;
4) Meningkatakan daya Saing daerah dan Sinergitas regional,
nasional dan global, Pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dalam mendorong berkembangnya nilai tambah produksi
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 12
dan kawasan andalan, inkubator dan cluster industri strategis, meingkatkan kerjasama antar Kabupaten/Kota Regional Sulawesi dan Indonesia Timur serta mendinamiskan sinergitas global.
5) Meningkatkan Kualitas Demokrasi dan Kepastian Hukum,
Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum; pendidikan demokrasi; perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak; dukungan informasi dan komunikasi.
6) Meningkatkan Kualitas Ketertiban, Keamanan Dan Kesatuan Bangsa,
Meningkatkan pemeliharaan ketertiban dan ketenteraman, pencegahan dan penanganan konflik sosial, pemeliharaan harmoni sosial, penegakan pilar berbangsa dan bernegara, penegakan implementasi regulasi daerah.
7) Meningkatkan Perwujudan Kepemerintahan yang baik dan bersih.
Meningkatkan kualitas reformasi birokrasi; perbaikan sistem pelayanan; perencanaan pembangunan; pengawasan dan pengendalian pembangunan; peningkatan akuntabilitas dan transparansi, pengelolaan keuangan daerah (pembiayaan, pendapatan dan belanja) dan asset daerah;
Dalam RPJMD Sulawesi Selatan 2013 – 2018, pada misi ketiga yaitu “Meningkatkan Akses dan kualitas pelayanan Pendidikan,
Kesehatan dan infrastruktur Wilayah” merupakan acuan Dinas
Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dalam merumuskan kebijakan program kerja. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas fisik antar daerah dan antar kawasan serta penyediaan sarana dan prasarana wilayah lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan aktivitas perekonomian, yang dilakukan secara terpadu dalam suatu kerangka rencana penataan ruang yang terpadu dan berwawasan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 13
lingkungan hidup. Kebijakan ini diwujudkan dalam program kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan yang diarahkan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan sosial ekonomi (pemerataan pelayanan sosial ekonomi).
B. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2013 - 2018
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 – 2018 merupakan perencanaan jangka menengah yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai dengan tugas, fungsi dan peran yang diamanahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 merupakan Komitmen Perencanaan dan berfungsi sebagai tolak ukur dalam menjalankan Misi untuk mencapai Visi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan yang penjabarannya merupakan satu bagian yang utuh dan tidak terpisahkan dari RPJMD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 – 2018. Secara ringkas substansi Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dapat diilustrasikan sebagai berikut :
1. V I S I
Visi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan adalah “Terwujudnya Infrastruktur Jalan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 14
yang Berkualitas Sebagai Pilar Akselerasi Pembangunan Daerah”.
2. M I S I
Untuk mewujudkan Visi yang sudah ditetapkan tersebut, maka diperlukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat tercapai yang merupakan Misi organisasi. Misi dalam hal ini dinyatakan sebagai tugas Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan tanggung jawabnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Adapun Misi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dirumuskan sebagai berikut :
1. Mewujudkan Penyelenggaraan Pembangunan Infrastruktur Jalan yang bermutu Berkeselamatan;
2. Meningkatnya Pelayanan Infrastruktur jalan yang mampu mendukung interkoneksi kawasan strategis, aksessibilitas kawasan tertinggal dan menguatkan simpul-simpul jejaring pertumbuhan ekonomi pada wilayah pusat-pusat pertumbuhan.
3. TUJUAN
Tujuan adalah penjabaran Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan sebagaimana yang diuraikan sebelumnya sebagai upaya dalam penyelenggaraan infrastruktur jalan di Sulawes Selatan. Adapun Tujuan Strategis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan adalah :
1. Memantapkan Penyelenggaraan Infrastruktur Jalan;
2. Meningkatkan Integritas Penyelenggara Pembangunan Jalan dan Tatalaksana Pemerintahan Daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 15
Sebagai penjabaran dari Tujuan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan maka ditetapkan sasaran yang akan dicapai yaitu :
1) Terwujudnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu berkeselamatan;
2) Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Aparatur Penyelenggara Pembangunan Jalan dan Penguatan Kelembagaan
Sasaran strategis yang ingin dicapai beserta program dan kegiatan yang mendukungnya dapat diuraikan sebagai berikut :
SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN
(1) (2)
Terwujudnya pembangunan
infrastruktur jalan yang bermutu berkeselamatan;
Program : Penyelenggaraan Jalan
Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Selatan
1 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Luwu Utara
2 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Luwu Timur
3 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Luwu dan Toraja Utara
4 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Tana Toraja
5 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Enrekang dan Sidrap
6 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Kabupaten Barru
7 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Kawasan Mamminasata
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 16
8 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan Ruas Gowa - Malino di Kabupaten Gowa
9 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan Ruas Gowa-Sapaya di Kabupaten Gowa
10 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kab. Bone Barat di Kabupaten Bone
11 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kab. Bone Timur di Kabupaten Bone
12 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jemb. di Kab.Soppeng
13 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kab.Wajo
14 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kab. Sinjai
15 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin
Jalan dan Jembatan di Kab. Bulukumba dan Selayar
16 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng
17 Kegiatan : Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Kabupaten Pinrang
18 Kegiatan : Rehabilitasi Jembatan Provinsi
Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Selatan
19 Kegiatan : Pembangunan/Peningkatan kapasitas jalan dan Jembatan di Kab. Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Palopo
20 Kegiatan :
Pembangunan/Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan di Kab. Tator dan Toraja Utara 21 Kegiatan :
Pembangunan/Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan di Kab. Enrekang, Pinrang, Sidrap, Barru dan Parepare
22 Kegiatan :
Pembangunan/Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan di Kawasan Mamminasata di
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 17
Kab.Pangkep
23 Kegiatan :
Pembangunan/Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan di Kabupaten Bone
24 Kegiatan :
Pembangunan/Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan di Kab. Soppeng dan Wajo
25 Kegiatan :
Pembangunan/Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan di Kab. Sinjai, Bulukumba, Selayar, Bantaeng dan Jeneponto
Manajemen Penyelenggaraan Jalan
26 Kegiatan : Layanan Teknis
Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan
27 Kegiatan : Pelaksanaan
Pengawasan Pemanfaatan Jalan
28 Kegiatan : Penyusunan Data dan Pemetaan Ruas Jalan Provinsi
29 Kegiatan : Pembinaan, Pengaturan Teknis dan Pelaksanaan Pembangunan Jembatan
30 Kegiatan : Pembinaan, Pengaturan Teknis, Pengendalian Lingkungan dan Pengaman Jalan
31 Kegiatan : Pembinaan, Pengaturan Teknis dan Pelaksanaan Pembangunan Jalan
32 Kegiatan : Pembinaan, Pengaturan Teknis dan Pelaksanaan Pemeliharaan Jalan
33 Kegiatan : Pengadaan Tanah untuk Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan
34 Kegiatan : Pembinaan, Pengaturan Teknis, Pemeliharaan Berkala dan Penanganan Pasca Bencana
35 Kegiatan : Identifikasi Ruas Jalan Provinsi Rawan Bencana
36 Kegiatan : Pengadaan, Pemeliharaan, Pengendalian Penggunaan Peralatan Jalan dan Jembatan
37 Kegiatan : Pembinaan dan Evaluasi Mutu Penyelenggaraan Jalan & Jembatan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 18
38 Kegiatan : Inventarisasi Quarry dan Penyelidikan Struktur Lapisan Tanah
39 Kegiatan : Penyediaan Jasa dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran UPTD Wilayah I Luwu Utara
40 Kegiatan : Pengendalian dan Evaluasi Penyelenggaraan Jalan Jembatan UPTD Wilayah I Luwu Utara
41 Kegiatan : Penyediaan Jasa dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran UPTD Wilayah II Tator
42 Kegiatan : Pengendalian dan Evaluasi Penyelenggaraan Jalan Jembatan UPTD Wilayah II Tator
43 Kegiatan : Penyediaan Jasa dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran UPTD Wilayah III Parepare
44 Kegiatan : Pengendalian dan Evaluasi Penyelenggaraan Jalan Jembatan UPTD Wilayah III Parepare
45 Kegiatan : Penyediaan Jasa dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran UPTD Wilayah IV
Makassar
46 Kegiatan : Pengendalian dan Evaluasi Penyelenggaraan Jalan Jembatan UPTD Wilayah IV IV Makassar 47 Kegiatan : Penyediaan Jasa dan
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran UPTD Wilayah V Bone 48 Pengendalian dan Evaluasi
Penyelenggaraan Jalan Jembatan UPTD Wilayah V Bone
49 Penyediaan Jasa dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran UPTD Wilayah VI Bulukumba 50 Pengendalian dan Evaluasi
Penyelenggaraan Jalan Jembatan UPTD Wilayah VI Bulukumba Meningkatnya Kapasitas
Sumber Daya Aparatur Penyelenggara
Pembangunan Jalan dan Penguatan Kelembagaan
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
51 Kegiatan : Penyediaan Jasa dan Bahan Pakai Habis
52 Kegiatan : Rapat dan Konsultasi Penyelenggaraan Jalan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 19
Prasarana Perkantoran
54 Kegiatan : Rapat Forum SKPD
Program : Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD
55 Kegiatan : Penyediaan dan Pengelolaan Asset SKPD
56 Kegiatan : Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian
57 Kegiatan : Penyusunan Pengelolaan Administrasi Keuangan SKPD
58 Kegiatan : Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Aparatur
59 Kegiatan : Pembinaan, Peningkatan Kompetensi Lembaga asosiasi Jasa Konstruksi Tingkat Provinsi
60 Kegiatan : Pembinaan, Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Jasa Konstruksi
61 Kegiatan : Manajemen dan Pengend. Pengadaan Barang / Jasa
Program : Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan Sistem Evaluasi Kinerja SKPD
62 Kegiatan : Penyus. Dokumen SKPD
63 Kegiatan : Penyusunan Laporan
Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi dan Evaluasi Kinerja SKPD
64 Kegiatan : Penyediaan Data Informasi SKPD
65 Kegiatan : Publikasi Kinerja SKPD
C. RENCANA KINERJA TAHUN 2018
Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan Korupsi dan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 31 Tahun 2004 yang diubah terakhir kali dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang penyusunan Penetapan Kinerja dan Lakip. Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 20
yang dikelolanya. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk : meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur; sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah; sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.
1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan juga telah menetapkan indikator Kinerja Utama (IKU) secara berjenjang, sebagai ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis. Penetapan IKU telah mengacu pada Renstra 2013 – 2018.
Indikator Kinerja Utama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan yang digunakan akan digunakan untuk periode waktu tahun 2013 – 2018 sesuai periode Renstra adalah sebagai berikut :
Capaian kinerja pada sasaran Meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu berkeselamatan, dilakukan pada program Penyelenggaraan Jalan. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat capaian kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan melalui pelaksanaan program
SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN FORMULASI PENGUKURAN SUMBER DATA Meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu persentase tingkat kondisi jalan provinsi baik dan sedang % Panjang jalan dalam kondisi baik dan sedang /panjang jalan provinsi x 100% Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov. Sulsel
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 21
penyelenggaraan jalan hingga akhir Tahun 2018 mengalami peningkatan capaian kondisi kemantapan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Tahun 2017.
Capaian kondisi mantap (kondisi baik dan sedang) pada keseluruhan ruas Jalan Provinsi di tahun 2017 dengan panjang penanganan dengan pembangunan 16,60 Km adalah
57,51 % dari total panjang jalan Provinsi 2.009,35 Km,
sedangkan di Tahun 2018 dengan panjang penanganan dengan pembangunan 28,99 Km adalah 58,94 % dari total panjang jalan Provinsi 2.009,35 Km.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET TAHUN 2018 REALISASI TAHUN 2018 PERSEN TASE (%) (1) (2) (4) (5) (6) Meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu Persentase tingkat kondisi jalan provinsi baik dan sedang
58,94 % 58,94 % 100 %
2) RENCANA KERJA TAHUN 2018
Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis Tahun 2013-2018 disusun Rencana kerja setiap tahunnya. Rencana Kerja ini merupakan penjabaran target kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan. Target kinerja ini menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan.
Rencana Kerja Tahunan merupakan proses mulai dari persiapan perencanaan kinerja, pelaksanaan koordinasi antara bidang-bidang di lingkungan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, telaah dan evaluasi, sampai dengan penetapan anggaran yang
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 22
diwujudkan di dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan penetapan kinerja yang diwujudkan dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA).
Indikator dan target kinerja yang dipergunakan dalam pengukuran kinerja (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 adalah indikator dan target kinerja yang telah disesuaikan dengan IKU dan IKK berdasarkan Revisi Renstra Tahun 2013 – 2018 (revisi II) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan dan menjadi dasar dalam penyusunan laporan akhir realisasi program dan kegiatan Tahun Anggaran 2018.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. KERANGKA PENGUKURAN KINERJA
1. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviuw Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dimana pada bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 23
strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :
a. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
b. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;
c. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;
d. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);
e. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatifsolusi yang telah dilakukan;
f. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;
g.
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja).2. Untuk skala pengukuran kinerja dan predikatnya adalah sebagai berikut :
a. Capaian kinerja >85% sampai dengan 100% = Sangat Berhasil;
b. Capaian kinerja >70% sampai dengan 85% = Berhasil; c. Capaian kinerja >55% sampai dengan 70% = Cukup
Berhasil;
d. Capaian kinerja <55 = Kurang Berhasil.
B. CAPAIAN KINERJA SASARAN STRATEGIS
Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan indikator kinerja sasaran yang telah disesuaikan dengan Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov. Sulsel 2013-2018. Adapun capaian masing-masing indikator kinerja sasaran tahun 2018 dapat diuraikan sebagai berikut :
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 24
NO SASARAN INDIKATOR TARGE
T HASIL CAPAIA N TARGE T PERS ENTA SE (%) KET. 1 2 3 4 5 6 7 1 Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Aparatur Penyelenggara Pembangunan Jalan dan Penguatan Kelembagaan 1. Persentase indeks kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran 100 % 100 % 100 % 2. Cakupan aparatur SKPD yang mendapatkan pelatihan di bidangnya baik laki-laki maupun perempuan 100 100 100% 3. Persentase hasil Evaluasi Kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov. Sulsel B B 100 % 2 Terwujudnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu berkeselamata n 1. Persentase tingkat kondisi jalan provinsi dalam kondisi mantap (baik dan sedang) 58,94 % 58,94 % 100 % 2. Persentase terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektifitas) di wilayah provinsi 85,07 % 85,07 % 100 %
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2018 ini menggunakan Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 (Revisi II). Namun telah dilakukan penyesuaian target pada akhir Tahun 2018 yang menyesuaikan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 25
dengan 2.009,35 panjang jalan Provinsi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 1159/IV/TAHUN 2018, tanggal 02 April 2018 (telah dilaporkan).
C. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA
SASARAN 1 :
“Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Aparatur Penyelenggara Pembangunan Jalan dan Penguatan
Kelembagaan”
Sasaran ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kinerja atas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan daerah. Untuk mengetahui peningkatan atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah maka ditetapkan indikator yaitu Persentase tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran. Adapun capaian kinerja sasaran berdasarkan indikator diuraikan sebagai berikut :
INDIKATOR :
Persentase tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran dengan target nilai sebesar 100%
Untuk mengetahui tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran dilakukan dengan menggunakan teknik kuisioner dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan penerima layanan dengan hasil data dalam bentuk angka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner sederhana dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 26
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. kuesioner digunakan untuk mengambil data tentang tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan.
Adapun bentuk kuisioner yang digunakan adalah sebagai berikut : 4 : Sangat Puas 3 : Puas 2 : Kurang Puas 1 : Tidak Puas No. Pertanyaan Tingkat Kepuasan SP P KP TP
1. Pelayanan pegawai sekretariat terhadap kebutuhan pegawai
2. Pemenuhan kebutuhan ATK dan bahan pakai habis lainnya
3. Tingkat keamanan lingkungan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov. Sulsel
4. Sosialiasi peraturan-peraturan
kepegawaian 5.
Lingkungan dan Prasarana perkantoran
yang nyaman dalam mendukung
peningkatan kinerja
6. Ketersediaan sarana perkantoran dalam menunjang peningkatan kinerja
7.
Ketepatan waktu pegawai sekretariat dalam memberikan pelayanan kepada pegawai lainnya
Instrumen penelitian ini menggunakan alat ukur skala bertingkat dengan 4 skala pengukuran atau dengan 4 alternatif jawaban, yaitu SP = Sangat Puas, P = Puas, KP = Kurang Puas, TP = Tidak Puas. Berikut ini tabel yang menunjukkan skala penilaian yang digunakan :
No. Kriteria Penilaian Nilai
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 27
2. Puas 183 - 273
3. Kurang Puas 91 – 182
4. Tidak Puas < 90
Berdasarkan hasil kuisioner yang dibagikan kepada responden maka didapatkan nilai sebesar 312 yang berarti bahwa sekitar 88,64 % responden mengatakan “Sangat Puas” dengan bobot penilaian sebesar 4 (empat) terhadap pelayanan administrasi perkantoran di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai berikut :
No. Target Realisasi Capaian
1. Sangat Puas (bobot 4)
Nilai 274 – 364 Sangat Puas (312
atau 4) 100 %
Berdasarkan hasil pencapaian diatas dapat dijelaskan bahwa sumber data atau teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh berdasarkan hasil dari pengisian kuisioner, dengan metode sample acak yang dianggap bisa mewakili penerima layanan administrtasi perkantoran. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif
sederhana, yaitu menggambarkan fenomena dan
menganalisisnya dalam upaya menentukan tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran.
Dari hasil kuisioner yang dibagikan kepada responden, diperoleh data bahwa terdapat perolehan nilai sebesar 312. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa penerima layanan menyatakan “Sangat Puas” terhadap layanan administrasi perkantoran pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov. Sulsel Tahun 2018, setelah dipresentasikan dengan nilai maksimal yaitu 364 maka terdapat 88,64 % responden yang
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 28
mengatakan Sangat Puas dengan layanan administrasi perkantoran pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018.
Tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan yang telah disesuaikan dengan penetapan kinerja yang terdapat pada Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 – 2018 (revisi II) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
No. Indikator Kinerja Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1. Persentase tingkat kepuasan penerima layanan administrasi perkantoran
100 100 100 100 100
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut :
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa Persentase indeks kepuasan pelayanan administrasi perkantoran Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan pada Tahun 2014 sampai Tahun 2018 menunjukkan kinerja yang
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 29
sangat baik dengan indeks kepuasan pelayanan administrasi perkantoran sebesar 100 %.
Sedangkan alokasi anggaran yang digunakan dalam pencapaian tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel Alokasi dan realisasi anggaran serta efisiensi Sumber Daya Tahun 2018
Anggaran Capaian Kinerja Efisiensi (4-3) Alokasi Realisasi % (1) (2) (3) (4) (5) 7.785.152.300,00 7.315.025.204,00 93,96 100 6,04
Untuk Tahun 2018 mengalokasikan anggaran sebesar Rp.
7.785.152.300,00 dengan realisasi sebesar Rp. 7.315.025.204,00 (93,96%) melalui Program Pelayanan Administrasi Perkantoran yang didukung oleh beberapa kegiatan, diantaranya kegiatan Penyediaan Jasa dan Bahan Pakai Habis, Rapat dan Konsultasi Penyelenggaraan Jalan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 100 %.
Hal tersebut menunjukkan terjadinya efisiensi antara penggunaan anggaran dengan tingkat capaian kinerja yang dicapai.
INDIKATOR :
Cakupan Aparatur SKPD yang mendapatkan pelatihandi
bidangnya baik laki-laki maupun perempuan
Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi maka dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek), Sosialisasi, dan pelatihan dengan tema yang terkait dengan pelaksanaan tugas penyelenggara jalan.
Tabel Persentase Realisasi Penyelenggaraan Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparat Penyelenggara Jalan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 30
Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparat Penyelenggara Jalan
Rencana (peserta / org) Realisasi (peserta / org) Persen Bimtek Penyusunan Laporan
Keuangan
106 106 100%
Bimtek Manajemen perkantoran 100 100 100%
Bimtek Peningkatan SDM
Pelaksana Teknis Lapangan PPTK dan Pengawas
100 100 100%
Pelaksanaan Pembinaan
Kepegawaian dalam rangka
Peningkatan Etos kerja pegawai Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov. Sulsel
100 100 100%
Sosialisasi Pemberdayaan dan Persyaratan Izin Usaha Jasa Konstruksi – UUJK Tahun 2018
75 75 100 %
Sosialisasi Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Tahun 2018
75 75 100 %
Bimbingan teknis peran Tim Pembina Jasa Konstruksi Provinsi
Sulawesi Selatan dalam
Pembinaan, pengawasan dan penyelenggaraan Jasa Konstruksi tingkat Provinsi Tahun 2018
80 80 100 %
Bimbingan Teknis Pembiayaan Infrastruktur melalui Skema kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Tahun 2018
80 80 100 %
Sosialisasi Pembentukan Forum Komunikasi Jasa Konstruksi Tahun 2018
80 80 100 %
Bimtek Pendampingan Percepatan Penertiban Sertifikasi Badan Usaha (SBU) bagi Badan Usaha dan Permasalahannya di Prov. Sulsel Tahun 2018
50 50 100 %
Sosialisasi Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/jasa Pemerintah Tahun 2018
80 80 100 %
Bimbingan Teknik Penerapan Sistem SMK3 pada Lingkup
Pemeritah dan Badan
Usaha/Asosiasi Prov. Sulsel Tahun 2018
50 50 100 %
Sosialisasi Pemanfaatan Mobile
Training Unit (MTU) dan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 31
Pengembangan Teknologi Jalan dan Jembatan
Bimbingan Teknis Tenaga Ahli Muda Pengukuran Jalan Lingkup Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018
45 45 100 %
Bimbingan Teknis Ahli Teknis Supervisi Pekerjaan Jalan Lingkup Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018
45 45 100 %
Bimbingan Teknik Ahli Penawasan Pekerjaan Jembatan lingkup Prov. Sulsel Tahun 2018
60 60 100 %
Bimbingan Teknis Ahli
Perencanaan Umum Jalan
Lingkup Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018
60 60 100 %
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa terdapat 17 kegiatan Bimtek maupun sosialisasi dalam rangka peningkatan kapasitas penyelenggara jalan. Pelaksanaan Bimtek maupun soalisasi tersebut dengan jumlah peserta bervariasi yang terdiri dari aparat penyelenggara jalan maupun Badan Usaha Jasa Konstruksi. Berdasarkan tabel tersebut menggambarkan bahwa capaian kinerja Tahun 2018 mampu mencapai 100 persen. Dan dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan mampu menambah wawasan bagi aparat penyelenggara jalan serta berimplikasi terhadap pelaksanaan tugas – tugas dan fungsi penyelenggara jalan.
Sedangkan alokasi maupun realisasi anggaran yang digunakan dalam pencapaian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Alokasi dan realisasi anggaran dan efisiensi Sumber Daya Tahun 2018
Anggaran Capaian Kinerja Efisiensi (4-3) Alokasi Realisasi % (1) (2) (3) (4) (5) 12.975.660.600,00 12.097.537.722,00 93,23 98,57 5,34
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 32
Untuk Tahun 2018 alokasi anggaran sebesar Rp.
12.975.660.600,00 dengan realisasi sebesar Rp. 12.097.537.722,00 (93,23 %) melalui program Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD dan didukung oleh beberapa kegiatan, diantaranya kegiatan Penyediaan dan Pengelolaan Asset SKPD, Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian, Penyusunan Pengelolaan Administrasi Keuangan SKPD, Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Aparatur, Pembinaan Peningkatan Kompetensi Lembaga Asosiasi Jasa Konstruksi Tingkat Provinsi, Pembinaan Peningkatan Komptetansi Tenaga Kerja Jasa Konstruksi, Manajemen dan Pengendalian Pengadaan Barang / Jasa, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 98,57 %. Hal tersebut menunjukkan terjadinya efisiensi antara penggunaan anggaran dengan tingkat capaian kinerja yang dicapai.
INDIKATOR :
Persentase Hasil Evaluasi Kinerja
Evaluasi atas Implementasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2013 Tentang Perubahan Lampiran Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang ditindaklanjuti melalui Peraturan Gubernur No. 14 Tahun 2013 Tentang Pedoman Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk pengukuran Indikator Capaian kinerja berdasarkan Hasil Evaluasi implementasi Laporan Kinerja Instansi
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 33
Pemerintah (LKIP) untuk Tahun Anggaran 2018 belum dilaksanakan sehingga Informasi capaian Kinerja belum dapat di sampaikan dalam LKIP Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Tahun 2018, hal tersebut disebabkan karena pelaksanaan evaluasi oleh Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan setelah batas akhir penyusunan LKIP sampai dengan 31 Maret sehingga pelaksanaan evaluasi menyesuaikan dengan batas akhir penyampaian LKIP tersebut.
Dan sebagai informasi awal berdasarkan indikator Kinerja sasaran tahun sebelumnya maka nilai evaluasi SAKIP Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan selama 4 (Empat) Tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut yaitu :
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil evaluasi SAKIP pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi untuk Tahun Anggaran 2016 dengan nilai sebesar 65,78 atau kategori “B” (Baik), sementara untuk tahun 2017 Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi mendapatkan Nilai hasil evaluasi sebesar 67,88 dengan kategori “B” (Baik), Nilai tersebut meningkat dibanding dengan nilai evaluasi Laporan
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 34
Kinerja sebelumnya dan hal ini merupakan suatu hasil atau merupakan kinerja maksimal yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi sepanjang Tahun 2017.
Hasil Evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) pada Tahun 2017 tersebut tetap bertahan di level “B” disebabkan karena upaya-upaya konsistensi dan relevansi terhadap komponen penilaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang dimulai dari Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan capaian kinerja.
Untuk Evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2018, Tim Evaluasi / Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan melakukan evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) dengan tetap berpedoman kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Untuk lebih jelasnya nilai hasil evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2012 s/d 2017 dapat dilihat pada diagram berikut ini :
Perbandingan nilai hasil evaluasi SAKIP Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel dan Nilai Hasil Evaluasi
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 35
Berdasarkan Grafik diatas, Hasil evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Marga dan Bina Konstruksi pada Tahun 2012 berada diatas nilai Provinsi (78,52) sedangkan selama 2 (dua) tahun berikutnya yaitu pada Tahun 2013 dan 2014 menunjukkan bahwa hasil evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi berada dibawah nilai LKIP Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2015 Nilai Hasil Evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi berada diatas nilai Provinsi dan mengalami peningkatan dari Kriteria CC menjadi B (Baik).
Sedangkan nilai hasil evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2017 Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi sebesar 67,88 dan berada pada level ‘B’. Sedangkan nilai hasil Evaluasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) untuk Provinsi Sulawesi Selatan 64,28, nilai ini lebih baik dari nilai Tahun sebelumnya pada Tahun 2016 yaitu sebesar 62,04.
Namun demikian, dengan posisi pada level ‘B” itu menunjukkan masih perlunya perbaikan mendasar terhadap
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 36
melakukan evaluasi.
Sedangkan alokasi anggaran maupun realisasi anggaran yang digunakan dalam pencapaian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Alokasi dan realisasi anggaran dan efisiensi Sumber Daya Tahun 2018
Anggaran Capaian Kinerja Efisiensi (4-3) Alokasi Realisasi % (1) (2) (3) (4) (5) 1.863.592.735,00 1.512.562.262,00 81,16 97,50 16,34
Untuk Tahun 2018 mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1.863.592.735,00 dengan realisasi sebesar Rp. 1.512.562.262,00 melalui program Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan Sistem Evaluasi Kinerja SKPD dan didukung oleh beberapa kegiatan, diantaranya adalah kegiatan Penyusunan Dokumen SKPD, Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi dan Evaluasi Kinerja SKPD, Penyediaan Data Informasi SKPD dan Publikasi Kinerja SKPD, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 97,50 %. Hal tersebut menunjukkan terjadinya efisiensi antara penggunaan anggaran dengan tingkat capaian kinerja yang dicapai.
SASARAN 2 :
“Meningkatnya Pembangunan Infrastruktur Jalan
yang Bermutu berkeselamatan”
Infrastruktur jalan merupakan instrumen penting untuk mengakselerasikan perwujudan posisi Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pilar utama pembangunan nasional. Infrastruktur jalan yang berkualitas akan berdampak langsung terhadap efisiensi sektor-sektor lainnya sebagai akibat dari terinduksinya biaya transportasi dan meningkatnya waktu tempuh, yang pada
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 37
akhirnya akan mendorong akselerasi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi pondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.
Sasaran “meningkatnya Pembangunan Infrastruktur Jalan yang bermutu berkeselamatan” menjadi sasaran strategis atau kondisi yang ingin diwujudkan dalam dokumen Rencana Strategis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018. Sedangkan Indikator Kinerja sasaran ini terdiri atas 2 (dua) indikator diantaranya adalah Persentase tingkat kondisi jalan provinsi dalam kondisi mantap (baik dan sedang) dengan target kinerja pada Tahun 2018 adalah sebesar 58,94 %. Indikator kinerja sasaran yang kedua adalah persentase terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektifitas) di wilayah provinsi dengan target kinerja pada Tahun 2018 sebesar 85,07 %. Target ini telah disesuaikan dengan panjang jalan provinsi berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Selatan yang baru yaitu sepanjang 2.009,35 Km.
Sedangkan capaian kinerja pada tahun 2018 untuk indikator Persentase tingkat kondisi jalan provinsi dalam kondisi mantap (baik dan sedang) capaian kinerjanya sebesar 58,94%. Capaian ini sesuai dengan target yang ditetapkan dalam dokumen perecanaan pembangunan daerah dalam hal ini RPJMD Provinsi sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 maupun Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 - 2018 (telah dilakukan penyesuaian target berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 1159/IV/TAHUN 2018, tanggal 02 April 2018 dengan panjang jalan sebesar 2.009,35 Km dan telah dilaporkan).
Sedangkan indikator yang kedua yaitu persentase terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektifitas) di wilayah provinsi realisasi kinerjanya sebesar 85,07 %. Capaian kinerja ini dianggap memenuhi target yang
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 38
telah ditetapkan pada dokumen perencanaan maupun pada Perjanjian Kinerja (100% dari target kinerja). Target dan realisasi indikator keberhasilan tercapainya sasaran ini didukung oleh Program Penyelenggaraan Jalan, (telah dilakukan penyesuaian target berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 1159/IV/TAHUN 2018, tanggal 02 April 2018 dengan panjang jalan sebesar 2.009,35 Km dan telah dilaporkan).
Adapun uraian Program yang mendukung sasaran tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Program Penyelenggaraan Jalan
No. Sasaran Indikator Kinerja Tahun 2018 Target Hasil Capaian Persen 1. Terwujudnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu berkeselamatan Persentase tingkat kondisi jalan provinsi dalam kondisi mantap (baik dan sedang) 58,94 % 58,94 % 100 % Persentase terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektifitas) di wilayah provinsi 85,07 % 85,07 % 100 %
Program Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Provinsi Sulawesi Selatan telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan total panjang jalan provinsi sepanjang 2.009,35 km. Adapun capaian kinerja sasaran berdasarkan indikator diuraikan sebagai berikut :
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 39
Persentase tingkat kondisi jalan provinsi dalam kondisi
mantap (baik dan sedang)
Sasaran terwujudnya pembangunan infrastruktur jalan yang bermutu berkeselamatan yang dilakukan pada program Penyelenggaraan Jalan dapat dijelaskan bahwa tingkat capaian kondisi mantap (baik dan sedang) di tahun 2018 sebesar 58,94 % dengan penanganan pembangunan sepanjang 28,99 Km, penanganan dan penanganan dengan pemeliharaan rutin sepanjang 1.471,16 Km dari total panjang jalan Provinsi 2.009,35 Km. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel berikut :
Tabel Penanganan Jalan dan Jembatan Tahun 2012 s/d 2017
Tahun Penanganan pembangun an (km) Pemeliharaan Berkala (km) Pemeliharaan Rutin (km) Penanganan Jembatan (meter) 2012 62,52 52,35 1.025,64 183,00 2013 86,51 31,57 937,15 527,52 2014 240,75 21,63 885,13 239,00 2015 55,33 11,29 1.080,90 284,00 2016 62,14 8,15 1.077,23 110,50 2017 16,60 4,50 1.479,05 169,20 2018 28,99 - 1.471,16 4.992,50
Sedangkan kondisi Ruas Jalan Provinsi, hingga tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat 720,29 Km (35,85 %) kondisi jalan dalam keadaan baik, terdapat 464,15 Km (23,10 %) persen dalam kondisi sedang, rusak ringan sepanjang 279,12 Km (13,89 %), dan terdapat 545,79 Km (27,16 %) dalam kondisi rusak berat, dari 2.009,35 Km panjang jalan provinsi. Dengan capaian tersebut dapat dikategorikan bahwa terdapat 1.184,44 Km
(58,94 %) dalam kondisi mantap dan terdapat 824,91 Km (41,06 %) dalam kondisi Tidak Mantap.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 40
Kondisi ini mengalami peningkatan kondisi mantap dibanding dengan capaian kondisi mantap pada Tahun 2017 yang lalu. Dimana pada Tahun 2017 yang lalu Kondisi Mantap jalan sepanjang 1.155,58 Km (57,51 %) dan Kondisi Tidak Mantap sepanjang 853,77 Km (42,49 %) dengan penanganan pembangunan sepanjang 16,60 Km, penanganan dengan pemeliharaan berkala sepanjang 4,50 Km, dan penanganan dengan pemeliharaan rutin sepanjang 1.479,05 Km dari total panjang jalan Provinsi 2.009,35 Km.
Untuk lebih jelasnya capaian kondisi jalan provinsi sepanjang Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tahun
Baik Sedang Rusak ringan Rusak Berat Panjang (Km) (%) Panjang (Km) (%) Panjang (Km) (%) Panjang (Km) (%) 2012 461,06 40,18 509,4 44,39 91,21 7,95 85,84 7,48 2013 467,46 40,74 508,4 44,30 87,31 7,61 84,34 7,35 2014 469,13 40,88 510,51 44,49 85,81 7,48 82,06 7,15 2015 483,21 42,11 519,92 45,31 88,77 7,74 55,61 4,85 2016 633,36 42,22 294,70 19,64 188,34 12,55 383,75 25,58 2017 556,05 37,07 397,62 26,51 128,59 8,57 417,89 27,86 2018 720,29 35,85 464,15 23,10 279,12 13,89 545,79 27,16
Sedangkan untuk kondisi mantap jalan sebagaimana sasaran yang ingin dicapai dalam Renstra Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 (revisi II) adalah akumulasi dari kondisi baik dan sedang, begitu juga untuk kondisi tidak mantap merupakan akumulasi dari kondisi Rusak ringan dan kondisi rusak berat.
DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI PROV. SULSEL 41
Pada tahun 2018, capaian kondisi mantap jalan provinsi adalah sepanjang 1.184,44 Km (58,94 %) dalam kondisi mantap dan terdapat 824,91 Km (41,06 %) dalam kondisi Tidak Mantap, dari 2.009,35 Km panjang jalan provinsi.
Untuk lebih jelasnya capaian kondisi jalan provinsi dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel kondisi Jalan dan Jembatan Provinsi Tahun 2012 s/d 2018
Tahun
Kondisi Mantap Tidak mantap Panjang jalan (Km) Persentase (%) Panjang jalan (Km) Persentase (%) 2012 970,46 84,57 177,05 15,43 2013 975,86 85,04 171,65 14,96 2014 979,64 85,37 167,87 14,63 2015 1.003,13 87,42 144,38 12,58 2016 928,06 61,86 572,09 38,14 2017 953,67 63,57 546,48 36,43 2018 1.155,58 57,51 853,77 42,49
Untuk lebih jelasnya persentase kondisi mantap dan tidak mantap jalan provinsi tahun 2012 sampai dengan 2018 dapat dilihat pada grafik dibawah ini :
Diagram Persentase kondisi Jalan Provinsi Tahun 2012 s/d 2018