• Tidak ada hasil yang ditemukan

Taksonomi Media Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Taksonomi Media Pembelajaran"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Taksonomi Media Pembelajaran

Makalah untuk dipresentasikan pada MK. Media Pembelajaran PAI, dengan dosen pembimbing Bapak Saiful Amien, M.Pd

DisusunOleh :

Rima ReonitaSanti (201210010311042) NadhifatulMukarromah (201210010311039) Mohammad FirmanMusthofaHadi (20121001311057)

AkhmadIzzuddin (201210010311035)

Prodi. Pendidikan Agama Islam FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2015

(2)

BAB I A. Pendahuluan

Perangkat yang digunakan oleh guru dalam mengajar tidak saja menggunakan buku paket dan gaya guru sebelum memulai pengajaran, akan tetapi banyak perangkat yang diperlukan untuk menunjang suksesnya sebuah pembelajaran. Hal yang penting dan perlu ditekankan adalah urgensi sebuah metode yang tepat disertai dengan bantuan media pembelajaran yang memadai dalam pembelajaran.

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media pembelajaran atau disebut juga sebagai media instruksional.

Fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar adalah untuk : (1) memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis, (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, (3) menghilangkan sikap pasif pada subjek belajar, (4) membengkitkan motivasi pada subjek belajar. Untuk mendapatkan gambaran yang agak rinci tentang macam-macam media pembelajaran, perlu diadakan pembahasan seperlunya tentang taksonomi media pembelajaran(Asyar, 2012).

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah taksonomi media berdasarkan rangsangan belajar? 2. Bagaimanakah taksonomi media berdasarkan fungsi pembelajaran?

3. Bagaimanakah taksonomi media menurut hirarki pemanfaatanya untuk pendidikan?

(3)

BAB II

Dalam perjalanannya, perkembangan media pembelajaran mengikuti arus perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan adalah sistem percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanistik. Kemudian teknologi audio visual menggabungkan penemuan mekanistik dan elektronik untuk tujuan pembelajaran (Cecep, Bambang: 2011). Seiring berjalannya waktu, maka banyak ditemukanlah media-media pembelajaran baru yang inovatif dan efisien. Adapun pada kesempatan kali ini akan dipaparkan taksonomi media pembelajaran dari beberapa pendekatan, yakni berdasarkan Rangsangan Belajar, Fungsi Pembelajaran, Hirarki Pemanfaatanya untuk Pendidikan, serta Indera yang Terlibat.

Sebelum membahas lebih jauh, kami akan mengemukakan pengertian dari taksonomi itu sendiri.Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi).

A. Taksonomi Media Berdasarkan Rangsangan Belajar

Seiring berkembangnya zaman,mulailah bermunculan berbagai macam ilmu pengetahuan yang diprakarsai oleh para ahli dalam dunia pendidikan, hal ini dapat dibuktikan dengan beragam penemuan sehingga didapati berbagai teori tentang pembelajaran.

Begitu juga dengan ditemukannya taksonomi pembelajaran berdasarkan rangsangan belajar seperti yang dikemukakan oleh Edling, dalam upayanya ini ia berpendapat bahwa seorang siswa, rangsangan belajar dan tanggapan merupakan sebuah variabel kegiatan belajar menggunakan media(Yudhi, 2013).

Media merupakan bagian dari enam unsur rangsangan belajar, yang pertama ialah kodifikasi subjektif visual, kedua adalah kodifikasi objektif audio, ketiga kodifikasi subjektif audio dan keempat kodifikasi objektif visual, kelima pengalaman langsung dengan orang dan terakhir adalah pengalaman langsung dengan benda. Hal ini diperjelas seperti pada variabel berikut ini :

(4)

B. Taksonomi Media Berdasarkan Fungsi Pembelajaran

Taksonomi media pembelajaran yang kedua dikemukakan oleh Gagne berdasarkan fungsi pembelajaran, Gagne membuat tujuh macam pengelompokan media yaitu; benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara dan mesin belajar.

Kemudian ketujuh kelompok media yang sudah disebutkan di atas dikaitkan dengan kemampuan fungsi belajar yang dikembangkannya. Seperti halnya perilaku belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara berpikir, memasukkan alih ilmu, menilai prestasi dan pemberian umpan balik. Untuk penjelasan tersebut dapat dimudahkan dengan table berikut ini :

MEDIA Fungsi Demonst rasi Penyam paian lisan Media Cetak Gamba r Diam Gamba r Gerak Film dengan suara Mesin Pembela jaran Stimulus Ya Terbatas Terbata s Ya Ya Ya Ya Pengarah an Perhatian / kegiatan

Tidak Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya Kodi fikasi Subje ktif (audi o) Kodi fikasi Obje ktif (visu al) Peng alam an Lang sung deng an Oran g Kodi fikasi Subje ktif (visu al) Kodi fikasi Obje ktif (audi o) Peng alam an Lang sung deng an Bend a Isy ara t M eni ng kat Isy ara t M eni ng kat

(5)

Kemamp ugan Terbatas yang diharapk an Terbatas Ya Ya Terbata s Terbata s Ya Ya Isyarat Eksternal Terbatas Ya Ya Terbata s Terbata s Ya Ya Tuntutan Cara Berpikir

Tidak Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya Alih Kemamp uan Terbatas Ya Terbata s Terbata s Terbata s Terbatas Terbatas Penilaian

Hasil Tidak Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya

Umpan

Balik Terbatas Ya Ya Tidak

Terbata

s Ya Ya

C. Taksonomi Media menurut Hirarki Pemanfaatanya untuk Pendidikan

Menurut Duncan, taksonomi media dilihat dari pemanfaatanya dalam pendidikan, ia menjelaskan bahwa semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin mahal biaya investasinya, semakin sulit pengadaannya, tetapi juga semakin umum penggunaannya dan semakin luas lingkup sasarannya.Dan sebaliknya, jika semakin sederhana perangkat media yang digunakan maka biayanya akan semakin murah, pengadaannya lebih mudah, sifat penggunaannya lebih khusus, dan lingkup sasarannya lebih terbatas. Dengan demikian, hirarki Duncan disusun menurut tingkat kerumitan perangkat media yang dipergunakan.

Untuk melihat hirarki pemanfaatannya dalam pendidikan, bisa kita lihat dalam bagan berikut :

(6)

“Personal” Kelompok Realita Reproduksi (Rekaman) Reproduksi (Rekaman) Kelompok Reproduksi (Rekaman) Kelompok Reproduksi (Rekaman)

Manuskrip, Diktat, Blibiografi, Referensi, Duplikat Gambar Pameran dinding (termasuk papan tulis), Spesimen, Model

Epidiaskop, Buku teks, Buku kerja, Lembaran teks terprogram

Pita audio, Cakram (piringan) Rekaman, Laboratorium bahasa (audio)

Film bingkai, film rangkai, OHP, tutorial audio visual, laboratorium bahasa yang diperkaya, stereogram dan sistem proyeksi dengan polarisasi

Film bisu, film gelang, film dengan suara magnetik, dan film dengan suara optik (build-in)

Teks terprogram dengan peralatan, radio vision, tv siaran terbatas (cctv), sistem respon (sasaran), program siaran TVST langsung (live), sistem pembelajaran dengan komputer, siaran audio dan siaran TV

D. Taksonomi Media berdasarkan Indera yang Terlibat

Berdasarkan indera yang dirangsang dalam proses pembelajaran, jenis media dapat dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu media visual, media audio, media audiovisual dan multimedia (Asyhar, 2012). Hal tersebut dipertegas oleh pandangan Rudi Bertz dalam Sadiman mengidentifikasikan ciri utama media menjaditiga unsur pokok, yaitu: suara, visual, dan gerak. Media visual sendiridibedakan menjadi tiga, yaitu: gambar, garis, dan simbol, yang merupakansuatu bentuk yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Di samping ciritersebut, Bretz juga membedakan antara media siar (telecomunication) danmedia rekam (recording), sehingga terdapat delapan klasifikasi media, yaitu:(1) media audio visual gerak, (2) media audio visual diam, (3) media visualgerak, (4) media visual diam, (5) media semi gerak, (6) media audio, dan (7)media cetak. Secara lengkap dapai dilihat pada skema berikut ini (Sadiman, 2008).

Biaya investasi tinggi Pengadaan sulit Bersifat umum Lingkup sasaran luas Biaya murah Bersifat lebih spesifik Pengadaan mudah Lingkup sasaran luas

(7)

MEDIA TRANSMISI SU-ARA GAM -BAR GARIS SIM-BOL GE-RAK MEDIA REKAMAN AUDIO VISUAL GERAK

     Film/Suara

Televisi (TV)      Pita Video, Film TV

     Holografi

Gambar/Suara     

AUDIO VISUAL DIAM Slow-Scan TV Time-Shared TV     TV Diam     Film Rangkai/Suara     Film Bingkai/Suara     Halaman/Suara

    Buku Audio Dengan

AUDIO SEMI GERAK

Tulisan Jauh     Rekaman Tulisan Jauh

    Audio Pointer VISUAL GERAK     Film Bisu VISUAL DIAM    Halaman Cetak    Film Rangkai    Seri Gambar    Microform    Arsip Video SEMI GERAK Teleautograph    AUDIO Telepon Radio  Cakram (piringan) Audio Pita Audio

(8)

CETAK

Teletip  Pia Berlubang

Jika dilihat dari intensitasnya, indera yang paling berperan dalam perolehan pengetahuan dan pengalaman adalah indera penglihatan dan pendengaran. Indera penglihatan dan pendengaran ini terkadang berjalan secara bersamaan dan juga berjalan secara terpisah. Media pembelajaran yang melibatkan indera pendengaran (telinga) dapat disebut dengan media audio; sedangkan media pembelajaran yang melibatkan indera penglihatan (mata) disebut dengan media visual; jika media pembelajaran melibatkan keduannya, maka dapat disebut sebagai media audiovisual. Dalam suatu pembelajaran tidak hanya menggunakan indera penglihatan dan pendengaran saja, akan tetapi dapat menggunakan banyak indera, hal ini dapat disebut sebagai multimedia.

Maka dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa media dapat dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu : media audio, media visual, media audiovisual dan multimedia. Hal ini seperti yang terlihat dalam gambar berikut:

Indera yang Terlibat Nama Media Sifat Pesan Program (Software) Penyalur (Hadware) Peralatan proyeksi Pen-dengaran Media Audio Audio verbal dan nonverbal Program Radio - Siaran langsung - Siaran tunda (rekam) Radio Program Audio Rekam: - Sajian bahan diskusi - Entertain (musik) - Narasi - Dongeng - Darama, Poetry - Pengemb. Kosakata - Belajar konsep - Model (meniru suara, Nada, dll.) - dan lain-lain. Alat-alat Rekam: - Phonograph (Gramaphone) - Audio Tape:

 Open reel tapes (rell-to-reel)  Cassete tapes - Compact Disc

(9)

Pengliha -tan Media Visual Visual-Verbal Visual Nonverbal grafis Tulisan Verbal Sketsa, lukisan, photo, grafik, diagram, bagan, peta Buku Majalah Koran Poster Modul Komik Atlas Papan Visual Opaque Projector Transparasi OHP Computer Digital Projector Visual Nonver-bal- Tiga Dimensi Model Maket (miniatur) Mock Up (alat tiruan) Specimen (barang contoh) Diorama Pen-dengaran dan Pengliha -tan Media Audio Visual Verbal dan Nonverbal, terdengar dan terlihat Program audio visual: - Film Dokumenter - Docudokumenter - Film Drama, dll. Film 8 mm, 16 mm, 35 mm Film Projector Video: Pita Magnetik Video Disc Chips Memory Digital Projector Televisi Multiin-dera Multimedi a Penga-laman langsung Komputer

Pengalaman Berbuat: Lingkungan nyata dan karyawisata

Pengalaman Terlibat: Permainan dan Simulasi, Bermain Peran dan Forum Teater

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa media audio adalah media yang menggunakan indera pendengaran dan hanya memanipulasi kemampuan suara. Media audio ini berfungsi untuk menerima pesan verbal dan non verbal. Pesan verbal audio dapat berupa bahasa lisan atau kata-kata, dan pesan nonverbal audio berupa bunyi-bunyian dan vokalisasi, seperti gerutuan, gumam, music, dan lain-lain. Jenis-jenis media audio ini adalah program radio baik siaran langsung maupun siaran tunda (rekam) yang disalurkan melalui radio. Selain itu, program audio rekam seperti: sajian bahan diskusi, entertain

(10)

(musik), narasi, dongeng, drama, poetry, pengembangan kosakata, belajar konsep, model (meniru suara, nada, dll.) yang disalurkan melalui alat-alat rekam: Phonograph (Gramaphone), Audio Tape dan Compact Disc.

Sedangkan media visual adalah media yang melibatkan indera penglihatan. Jenis media visual ini diantaranya media visual-verbal, yaitu media yang memuat pesan-pesan verbal (pesan linguistic berbentuk tulisan). Media visual-nonverbal-grafis yaitu media yang memuat pesan nonverbal berupa simbol-simbol visual (gambar, grafik, diagram). Media visual non verbal- tiga dimensi, yaitu media yang mempunyai 3 dimensi seperti model, miniature, mock up. Jenis media visual yang pertama dan kedua bisa dibuat dalam bentuk media cetak seperti buku, majalah, koran, modul, komik, poster dan atlas. Bisa juga dibuat di atas papan visual seperti papan tulis dan papan pamer (display board), dan bisa dibuat dalam bentuk tayangan, yakni melalui projectable aids atau alat-alat yang mampu memproyeksikan pesan-pesan visual, seperti apaque projector, OHP (overhead projector), digital projector (biasa disebut sebagai LCD atau Infocus).

Media audio visual adalah media yang menggunakan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses. Sifat pesan yang dapat disalurkan melalui media dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang terlihat layaknya media visual juga pesan verbal dan nonverbal yang terdengar layaknya media audio di atas. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program audio visual seperti film documenter, film docudokumenter, film drama, dan lain-lain. Semua program tersebut dapat disalurkan melalui peralatan seperti film, video, dan juga televise dan dapat disambungkan pada alat proyeksi (projectable aids).

Sedangkan multimedia yakni media yang melibatkan berbagai indera dalam proses pembelajaran. Termasuk dalam media ini adalah segala sesuatu yang memberikan pengalaman secara langsung bisa melalui computer dan internet, bisa juga melalui pengalaman berbuat dan pengalaman terlibat. Termasuk dalam pengalam berbuat adalah lingkungan nyata dan karyawisata, sedangkan termasuk dalam pengalaman terlibat adalah permainan dan simulasi, bermain peran dan forum teater (Yudhi, 2013).

(11)

BAB III A. Kesimpulan

Taksonomi Media merupakan pengelompokkan suatu media atau teknologi yang berhubungan dengan pendidikan. Setelah mengetahui berbagai macam taksonomi atau klasifikasi dari berbagai penjelasan di atas, maka kesimpulan yang dapat kita ambil adalah sebagai berikut,

Taksonomi media berdasarkan rangsangan belajar yakni menempatkan media sebagai bagian dari enam unsur rangsangan belajar, yang pertama ialah kodifikasi subjektif visual, kedua adalah kodifikasi objektif audio, ketiga kodifikasi subjektif audio dan keempat kodifikasi objektif visual, kelima pengalaman langsung dengan orang dan terakhir adalah pengalaman langsung dengan benda.

Untuk taksonomi media berdasarkan fungsi pembelajaran, kami mengambil pendapat dari Gagne yang membuat tujuh macam pengelompokan media yaitu; benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara dan mesin belajar.

Taksonomi media menurut hirarki pemanfaatanya untuk pendidikan menurut Duncan, ia menyusun menurut tingkat kerumitan perangkat media yang dipergunakan serta menjelaskan bahwa semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin mahal biaya investasinya, semakin sulit pengadaannya, tetapi juga semakin umum penggunaannya dan semakin luas lingkup sasarannya. Dan sebaliknya, jika semakin sederhana perangkat media yang digunakan maka biayanya akan semakin murah, pengadaannya lebih mudah, sifat penggunaannya lebih khusus, namun lingkup sasarannya lebih terbatas. Dengan demikian, hirarki Duncan disusun menurut tingkat kerumitan perangkat media yang dipergunakan.

Rudi Bertz berpendapat bahwa taksonomi media berdasarkan indera yang terlibat, yakni berupa indera penglihatan, pendengaran dan gerak. Indera yang dimaksud terdiri dari tiga unsur pokok yang digunakan sebagai dasar setiap media, meliputi suara, visual, dan gerak. Unsur suara merupakan unsur yang menggunakan indera pendengaran dan unsur visual menggunakan indera penglihatan.

Sekian dari kami, kurang lebihnya kami mohon ma’af. Wassallahu’alaa nabiyyina Muhammad.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Asyhar, Rayandra, Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran, Jakarta, Referensi, 2012.

Cecep Kustandi dan Bambang Sudjipto, Media Pembelajaran, Bogor, Ghalia Indonesia, 2011.

http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi.

Munadi, Yudhi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, Jakarta, Referensi, 2013. Sadiman, Arief dkk,Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta,

Referensi

Dokumen terkait

Secara teoritis penelitian ini bermanfaat sebagai salah satu alternatif untuk mengetahui tingkat prestasi belajar berdasarkan taksonomi bloom ditinjau dari hasil

1) Siswa adalah subyek yang menjalani proses belajar sehingga menjadi salah satu bagian inti dari belajar. 2) Rangsangan (stimulus) merupakan dorongan siswa ketika akan melakukan

Untuk mengetahui perbedaaan hasil belajar mahasiswa Jurusan Biologi semester 2 tahun pembelajaran 2013/2014 pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tingkat Rendah pada

Media pembelajaran sebagai faktor eksternal merupakan unsur yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Pemanfaatan media pembelajaran seharusnya merupakan bagian yang

Berikutnya adalah menurut Rudi Brez, dalam usahanya ini ia mencoba membagi media berdasarkan indera yang terlibat, sehingga ia memilih tiga unsur pokok sebagai dasr dari setiap

Pengembangan buku saku berdasarkan hasil eksplorasi tumbuhan mangrove di Teluk Sepang. Buku saku ini merupakan suplemen media ajar Taksonomi Tumbuhan II dengan materi

Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar,

15 mengungkapkan bahwa “pemakaian media pengajaran dalam proses pembelajaran membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi serta rangsangan kegiatan belajar dan