BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang
Teks penuh
Dokumen terkait
Larangan kuasa substitusi dalam pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) tidak berpengaruh bagi pemegang Hak Tanggungan (kreditor) perbankan, seharusnya pihak
Pasal 29 ayat 1 UU Fidusia yang pada pokoknya menerangkan Apabila debitor cidera janji, Penerima Fidusia mempunyai hak menjual Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia atas
Dengan sifat ini, jika debitur cidera janji maka kreditur sebagai pemegang Hak Tanggungan dapat melakukan penjualan benda jaminan secara langsung dengan bantuan
Demikian pula halnya dengan ketentuan Pasal 20 ayat (1) UUHT yang menyatakan bahwa apabila debitur cidera janji maka kreditur pemegang Hak Tanggungan berhak untuk menjual
Apabila debitur cidera janji, kreditur pemegang Hak Tanggungan berhak menjual melalui pelelangan umum tanah yang dijadikan jaminan menurut ketentuan
Dalam jual beli tersebut pemindahan hak atas tanah yang bersangkutan sengaja dialihkan kepada pihak lain dan pemindahan hak tersebut dilakukan pada waktu pemegang
Cara yang ditempuh apabila debitor wanprestasi yang diatur dalam Pasal 20 ayat 1 huruf a UUHT dapat ditafsirkan bahwa hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri objek Hak Tanggungan jika
3.2 Peranan Hukum bagi Kreditor sebagai Pemegang Utama Hak Tanggungan Dalam Suatu Perjanjian Kredit yang Cidera Janji atau Wanprestasi oleh debitur menurut Undang-Undang 3.2.1