• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Audit Klinis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Instrumen Audit Klinis"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

INSTRUMEN AUDIT KLINIS

INSTRUMEN AUDIT KLINIS

1.

1. Evaluasi kesesuaian penangan pasien dengan Prosedur yang ditetapkan

Evaluasi kesesuaian penangan pasien dengan Prosedur yang ditetapkan

Contoh penilaian Rekam medis/kasus terhadap SOP:

Contoh penilaian Rekam medis/kasus terhadap SOP:

Kriteria & Standar

Kriteria & Standar

(daftar tilik sop)

(daftar tilik sop)

Nomor Kasus (RM)

Nomor Kasus (RM)

1

1

2

2

3

3

4

4

5

5

6

6

…..…..

50

50

Kriteria Penegakan

Kriteria Penegakan

Diagnosis

Diagnosis

Pemeriksaan

Pemeriksaan

temperatur

temperatur

Pemeriksaan

Pemeriksaan rumple

rumple

leede 

leede 

Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah

rutin

rutin

Kriteria Proses Terapi

Kriteria Proses Terapi

Pemberian antipiretika

Pemberian antipiretika

adekuat

adekuat

Pemberian cairan

Pemberian cairan

rumatan

rumatan

Kriteria Luaran

Kriteria Luaran

Bebas panas 24 jam

Bebas panas 24 jam

pada hari ketujuh

pada hari ketujuh

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

DINAS KESEHATAN

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS CIKEMBAR

PUSKESMAS CIKEMBAR

Jalan Pelabuhan Ratu II km 18

Jalan Pelabuhan Ratu II km 18 telepon: (0266) 321139

telepon: (0266) 321139

e-mail :

e-mail : [email protected]

[email protected]

facebook: Puskesmas Cikembar

facebook: Puskesmas Cikembar

Kecamatan Cikembar-kode pos 43157

(2)

2.

2. Penilaian keterampilan klinik

Penilaian keterampilan klinik

I.

I.

Penilaian Keterampilan Klinik Maternal

Penilaian Keterampilan Klinik Maternal

a.

a.

Daftar Tilik Keterampilan Manajemen Aktif Kala

Daftar Tilik Keterampilan Manajemen Aktif Kala III

III

Daftar Tilik Keterampilan: Manajemen Aktif Kala III

Daftar Tilik Keterampilan: Manajemen Aktif Kala III

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________

Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________ Petunjuk pengisian:

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolomBeri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukantersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya

tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).(gunakan halaman belakang jika diperlukan). * Petugas

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐lanmengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar gkah dengan benar 

NO

NO STANDAR KINERJASTANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASIKRITERIA VERIFIKASI YAYA TIDAK TIDAK  NILAINILAI CATATANCATATAN 1.

1. Tenaga Tenaga kesehatankesehatan menolong persalinan menolong persalinan bayi dengan benar bayi dengan benar

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Seorang ibu berada dalam partus

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Seorang ibu berada dalam partus kala dua. Saat dilakukan pemeriksaan,kala dua. Saat dilakukan pemeriksaan, terlihat kepala bayi. Anda harus:”

terlihat kepala bayi. Anda harus:” •

•Cuci tangan menggunakan sabun, air Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkanmengalir dan keringkan •

•Pakai sarung tangan Pakai sarung tangan steril, celemek, masker, kacamata, sepatusteril, celemek, masker, kacamata, sepatu boot

boot •

•Siapkan suntikan steril berisSiapkan suntikan steril berisi oksitosin 10 IU di i oksitosin 10 IU di dalam set partusdalam set partus •

•Menempatkan satu tangan diatas kepala, satu Menempatkan satu tangan diatas kepala, satu tangan dibawah,tangan dibawah, untuk menopang lahirnya bahu anterior lebih dahulu, untuk menopang lahirnya bahu anterior lebih dahulu, kemudiankemudian bagian posterior

bagian posterior •

•Menyangga badan bayi ketika lahirMenyangga badan bayi ketika lahir •

•Menempatkan bayi di atas handuk bersih di atas perut ibu Menempatkan bayi di atas handuk bersih di atas perut ibu dandan mengeringk

mengeringkan dengan an dengan cepat untuk cepat untuk menstimulasi bayi menangismenstimulasi bayi menangis •

•Memastikan bayi hangat, terjadi kontak kulit ibu Memastikan bayi hangat, terjadi kontak kulit ibu dengan kulit bayidengan kulit bayi dan kepala/bagian belakang badan bayi hingga bagian dan kepala/bagian belakang badan bayi hingga bagian kepalakepala tertutup kain kering dan kain basah diganti dengan yang kering tertutup kain kering dan kain basah diganti dengan yang kering 2

2 Tenaga Tenaga kesehatankesehatan melaksanakan melaksanakan Manajemen Aktif Kala Manajemen Aktif Kala tiga persalinan (MAK tiga persalinan (MAK III)

III)

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikutberikut::

•Secara lembut melakukan palpasi abdomen dengan dialasi kainSecara lembut melakukan palpasi abdomen dengan dialasi kain bersih untuk menentukan apakah ada janin

bersih untuk menentukan apakah ada janin lain (jika kembarlain (jika kembar  jangan melak

 jangan melakukan MAK III ukan MAK III sampai bayi sampai bayi kedua lahir)kedua lahir) •

•Memberikan oksitosin 10 IU IM segeraMemberikan oksitosin 10 IU IM segera

• Menempatkan jarum pada baki instrumen dekat tempat tidur hingga ada waktu untuk memasukkan jarum dan spuit ke dalam wadah anti bocor

• Memasang klem dan memotong tali pusat

• Menggeser klem pada tali pusat lebih dekat dengan perineum • Menempatkan satu tangan pada kasa atau handuk bersih di atas tulang pubis ibu dan menahan uterus dengan melakukan tekanan berlawanan arah selama penegangan tali pusat terkendali • Mempertahankan penegangan tali pusat terkendali dan menunggu kembalinya kontraksi uterus yang kuat (2‐3 menit) • Saat tali pusat memanjang, secara lembut menariknya kearah bawah keluar sambil tetap memberikan tekanan berlawanan arah pada uterus

• Jika plasenta tidak turun selama 30‐40 detik setelah memulai penegangan tali pusat terkendali, jangan lanjutkan tapi tunggu dulu

• Saat kontraksi berikutnya, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan lahirkan plasenta

• Memegang plasenta dalam kedua belah tangan dan putar secara perlahan untuk mengeluarkan selaput ketuban

• Menempatkan plasenta di dalam mangkuk di samping tempat tidur untuk pemeriksaan lebih lanjut

• Segera memberitahu ibu bahwa tenaga kesehatan akan melakukan masase uterus (dengan tangan di atas kain bersih pada

perut) untuk membantu uterus berkontraksi

• Memeriksa keutuhan plasenta dengan teliti

• Memastikan uterus berkontraksi penuh sebelum menghentikan masase

• Menjelaskan pada ibu bahwa perineumnya akan diperiksa dan kemudian secara lembut memeriksa perineum dan vagina secara

seksama untuk melihat adanya robekan

• Menjelaskan temuannya kepada ibu

• Menjelaskan perlunya menjahit robekan, jika perlu

• Mengganti sarung tangan dengan yang baru dan melanjutkan menjahit robekan (jika ada) dengan prosedur steril

3. Tenaga kesehatan memperlihatkan praktek pencegahan infeksi yang tepat setelah persalinan

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini:

• Mengambil semua linen yang kotor dan menaruhnya di wadah yang tepat untuk linen yang terkontaminasi darah

(3)

• Menempatkan jarum pada baki instrumen dekat tempat tidur hingga ada waktu untuk memasukkan jarum dan spuit ke dalam wadah anti bocor

• Memasang klem dan memotong tali pusat

• Menggeser klem pada tali pusat lebih dekat dengan perineum • Menempatkan satu tangan pada kasa atau handuk bersih di atas tulang pubis ibu dan menahan uterus dengan melakukan tekanan berlawanan arah selama penegangan tali pusat terkendali • Mempertahankan penegangan tali pusat terkendali dan menunggu kembalinya kontraksi uterus yang kuat (2‐3 menit) • Saat tali pusat memanjang, secara lembut menariknya kearah bawah keluar sambil tetap memberikan tekanan berlawanan arah pada uterus

• Jika plasenta tidak turun selama 30‐40 detik setelah memulai penegangan tali pusat terkendali, jangan lanjutkan tapi tunggu dulu

• Saat kontraksi berikutnya, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan lahirkan plasenta

• Memegang plasenta dalam kedua belah tangan dan putar secara perlahan untuk mengeluarkan selaput ketuban

• Menempatkan plasenta di dalam mangkuk di samping tempat tidur untuk pemeriksaan lebih lanjut

• Segera memberitahu ibu bahwa tenaga kesehatan akan melakukan masase uterus (dengan tangan di atas kain bersih pada

perut) untuk membantu uterus berkontraksi

• Memeriksa keutuhan plasenta dengan teliti

• Memastikan uterus berkontraksi penuh sebelum menghentikan masase

• Menjelaskan pada ibu bahwa perineumnya akan diperiksa dan kemudian secara lembut memeriksa perineum dan vagina secara

seksama untuk melihat adanya robekan

• Menjelaskan temuannya kepada ibu

• Menjelaskan perlunya menjahit robekan, jika perlu

• Mengganti sarung tangan dengan yang baru dan melanjutkan menjahit robekan (jika ada) dengan prosedur steril

3. Tenaga kesehatan memperlihatkan praktek pencegahan infeksi yang tepat setelah persalinan

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini:

• Mengambil semua linen yang kotor dan menaruhnya di wadah yang tepat untuk linen yang terkontaminasi darah

• Menempatkan semua benda tajam sekali pakai dalam wadah anti bocor

• Merendam semua instrumen dalam ember berisi larutan klorin 0,5% selama 10 menit dan kemudian membilasnya untuk proses sterilisasi nanti

• Mencuci pelindung mata dan celemek dengan larutan klorin 0,5% • Membuka sarung tangan dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit

1Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak PONED (MCHIP: 2011)

Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

b.

Daftar Tilik Keterampilan Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/ Eklampsia

Daftar Tilik Keterampilan: Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/Eklampsiaiii

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian:Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan dapat menyebutkan tanda‐tanda dan gejala pre‐eklampsia berat dan/atau eklampsia

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Apakah tanda dan gejala pre‐eklampsia berat/eklampsia?”

Pre‐eklampsia berat:

• Tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 110 mm Hg • Usia kehamilan > 20 minggu

• Proteinuria 2+ atau lebih Eklampsia:

(4)

• Mengambil semua linen yang kotor dan menaruhnya di wadah yang tepat untuk linen yang terkontaminasi darah

• Menempatkan semua benda tajam sekali pakai dalam wadah anti bocor

• Merendam semua instrumen dalam ember berisi larutan klorin 0,5% selama 10 menit dan kemudian membilasnya untuk proses sterilisasi nanti

• Mencuci pelindung mata dan celemek dengan larutan klorin 0,5% • Membuka sarung tangan dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit

1Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak PONED (MCHIP: 2011)

Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

b.

Daftar Tilik Keterampilan Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/ Eklampsia

Daftar Tilik Keterampilan: Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/Eklampsiaiii

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian:Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan dapat menyebutkan tanda‐tanda dan gejala pre‐eklampsia berat dan/atau eklampsia

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Apakah tanda dan gejala pre‐eklampsia berat/eklampsia?”

Pre‐eklampsia berat:

• Tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 110 mm Hg • Usia kehamilan > 20 minggu

• Proteinuria 2+ atau lebih Eklampsia:

• Kejang

• Tekanan darah diastolik 90 mm Hg atau lebih • Usia kehamilan > 20 minggu

• Proteinuria 2+ atau lebih 2.

Tenaga kesehatan bisa melakukan penanganan segera pada ibu hamil yang mengalami kejang.

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Ibu Sari, hamil 39 minggu dan sedang berada dalam persalinan di ruang bersalin. Tiba-tiba dia kejang. Apa yang akan anda lakukan?

• Teriak minta tolong dan jangan meninggalkan ibu sendirian • Baringkan ibu pada sisi kirinya untuk mencegah aspirasi • Pastikan jalan nafas ibu terbuka/bebas

• Mulai lakukan tindakan resusitasi, bila ibu tidak bernafas • Lindungi ibu dari cedera tetapi jangan menahan terlalu kuat • Berikan Oksigen 4‐6 liter/menit melalui sungkup atau kanula • Pasang infus intravena dengan menggunakan larutan Ringer Laktat atau normal saline

3.

Tenaga kesehatan bisa memberikan anti‐ kejang yang sesuai pada ibu hamil dengan Pre‐ eklampsia

berat/eklampsia

Sebelum memberikan dosis awal/pemeliharaan:

• Memeriksa reflex patella (+)

• Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir • Frekuensi pernafasan >16 kali/menit

• Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan • Beritahu ibu bahwa ibu akan merasakan panas pada saat Magnesium Sulfat diberikan

ALTERNATIF I: dosis awal/pemeliharaan

• Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit • Segera di lanjutkan dengan 6 g MgSO4 (40%) IV (15 ml) dalam larutan ringer asetat/ringer laktat selama 6 jam

• Untuk pemeliharaan, MgSO4 1g/jam IV yang diberikan sampai 24  jam postpartum

• Buang jarum dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan

(5)

• Kejang

• Tekanan darah diastolik 90 mm Hg atau lebih • Usia kehamilan > 20 minggu

• Proteinuria 2+ atau lebih 2.

Tenaga kesehatan bisa melakukan penanganan segera pada ibu hamil yang mengalami kejang.

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Ibu Sari, hamil 39 minggu dan sedang berada dalam persalinan di ruang bersalin. Tiba-tiba dia kejang. Apa yang akan anda lakukan?

• Teriak minta tolong dan jangan meninggalkan ibu sendirian • Baringkan ibu pada sisi kirinya untuk mencegah aspirasi • Pastikan jalan nafas ibu terbuka/bebas

• Mulai lakukan tindakan resusitasi, bila ibu tidak bernafas • Lindungi ibu dari cedera tetapi jangan menahan terlalu kuat • Berikan Oksigen 4‐6 liter/menit melalui sungkup atau kanula • Pasang infus intravena dengan menggunakan larutan Ringer Laktat atau normal saline

3.

Tenaga kesehatan bisa memberikan anti‐ kejang yang sesuai pada ibu hamil dengan Pre‐ eklampsia

berat/eklampsia

Sebelum memberikan dosis awal/pemeliharaan:

• Memeriksa reflex patella (+)

• Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir • Frekuensi pernafasan >16 kali/menit

• Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan • Beritahu ibu bahwa ibu akan merasakan panas pada saat Magnesium Sulfat diberikan

ALTERNATIF I: dosis awal/pemeliharaan

• Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit • Segera di lanjutkan dengan 6 g MgSO4 (40%) IV (15 ml) dalam larutan ringer asetat/ringer laktat selama 6 jam

• Untuk pemeliharaan, MgSO4 1g/jam IV yang diberikan sampai 24  jam postpartum

• Buang jarum dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan

ATAU ALTERNATIF II: dosis awal/pemeliharaan • Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit. • Segera dilanjutkan dengan pemberian 10 gram larutan MgSO4 40%, masing‐masing 5 gram di bokong kanan dan kiri secara I.M. dalam, ditambah 1 ml lignokain 2% pada semprit yang sama. • Untuk pemeliharaan, 5 gram MgSO4 40% IM tiap 4 jam di bokong berselang‐seling. Lanjutkan pemberian MgSO4 sampai 24 jam paska persalinan.

• Buang jarung dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor. • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan. Apabila kejang berulang setelah 15 menit:

• Berikan 2 gram MgSO4 40% I.V. selama 5 menit Hentikan pemberian MgSO4 jika:

• Frekuensi pernapasan <16/menit • Reflex patella (‐)

• Urin < 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir

• Beri kalsium glukonat 1 gram (10 ml) dalam larutan 10%) IV

iPaket Pelatihan : Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 5‐9, 5‐10

iiPaket Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal (Jakarta, 2002)

Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

(6)

ATAU ALTERNATIF II: dosis awal/pemeliharaan • Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit. • Segera dilanjutkan dengan pemberian 10 gram larutan MgSO4 40%, masing‐masing 5 gram di bokong kanan dan kiri secara I.M. dalam, ditambah 1 ml lignokain 2% pada semprit yang sama. • Untuk pemeliharaan, 5 gram MgSO4 40% IM tiap 4 jam di bokong berselang‐seling. Lanjutkan pemberian MgSO4 sampai 24 jam paska persalinan.

• Buang jarung dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor. • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan. Apabila kejang berulang setelah 15 menit:

• Berikan 2 gram MgSO4 40% I.V. selama 5 menit Hentikan pemberian MgSO4 jika:

• Frekuensi pernapasan <16/menit • Reflex patella (‐)

• Urin < 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir

• Beri kalsium glukonat 1 gram (10 ml) dalam larutan 10%) IV

iPaket Pelatihan : Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 5‐9, 5‐10 iiPaket Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal (Jakarta, 2002) Total Standar Kinerja 3

Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian

c.

Daftar Tilik Keterampilan Penatalakasanaan Perdarahan Postpartum/Syok

Daftar Tilik Keterampilan: Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum/Syok 

i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai de ngan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah d engan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan tepat.

Dengan mengunakan model/ roleplay  /simulasi, minta tenaga kesehatan untuk mendemonstrasikan manajemen Perdarahan Post Partum. Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan

• Teriak minta tolong • Melakukan masase uterus

• Mencari penyebab Perdarahan Post Partum (atonia uteri, robeknya vagina)

Pada kasus atonia uteri (uterus lembek, tidak berkontraksi): • Jika perdarahan berlanjut, melakukan kompresi bimanual uterus hingga uterus berkontraksi

• Memberikan oksitosin 20 IU dalam 500 cc RL, 60 tetes/menit IV atau metil ergometrin 0,2 mg IM atau IV (jika ibu tidak mempunyai hipertensi)

• Melanjutkan pemberian oksitosin 20 IU dalam RL 500 cc, 40 tetes/menit, hingga maksimal 1500 cc

• Jika perdarahan berlanjut, rujuk segera atau kolaborasi dengan SpOG sambil melanjutkan kompresi bimanual uterus atau kompresi aorta abdominal 2. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan sisa

Jika sisa plasenta tertinggal di dalam rahim (plasenta atau selaput ketuban tidak lengkap):

plasenta tertinggal di dalam rahim dengan

(7)

c.

Daftar Tilik Keterampilan Penatalakasanaan Perdarahan Postpartum/Syok

Daftar Tilik Keterampilan: Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum/Syok 

i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai de ngan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah d engan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan tepat.

Dengan mengunakan model/ roleplay  /simulasi, minta tenaga kesehatan untuk mendemonstrasikan manajemen Perdarahan Post Partum. Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan

• Teriak minta tolong • Melakukan masase uterus

• Mencari penyebab Perdarahan Post Partum (atonia uteri, robeknya vagina)

Pada kasus atonia uteri (uterus lembek, tidak berkontraksi): • Jika perdarahan berlanjut, melakukan kompresi bimanual uterus hingga uterus berkontraksi

• Memberikan oksitosin 20 IU dalam 500 cc RL, 60 tetes/menit IV atau metil ergometrin 0,2 mg IM atau IV (jika ibu tidak mempunyai hipertensi)

• Melanjutkan pemberian oksitosin 20 IU dalam RL 500 cc, 40 tetes/menit, hingga maksimal 1500 cc

• Jika perdarahan berlanjut, rujuk segera atau kolaborasi dengan SpOG sambil melanjutkan kompresi bimanual uterus atau kompresi aorta abdominal 2. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan sisa

Jika sisa plasenta tertinggal di dalam rahim (plasenta atau selaput ketuban tidak lengkap):

plasenta tertinggal di dalam rahim dengan tepat

• Mengeluarkan secara digital sisa plasenta yang tertinggal di dalam Rahim

• Jika sisa plasenta tidak bisa dikeluarkan, rujuk atau kolaborasi dengan SpOG 3. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan syok dengan tepat

Jika terjadi syok atau dugaan syok (nadi lemah cepat (110 atau lebih per menit), TD sistolik kurang dari 90 mm Hg, pucat, kulit dingin dan berkeringat, napas cepat). Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan:

• Ibu diselimuti dan kakinya diangkat lebih tinggi dari posisi  jantungnya

• Memulai oksigen pada 6‐8 L/menit

• Memasang dua jalur infus dengan jarum ukuran 16‐18 • Mengambil sampel darah untuk tes hemoglobin, pencocokan silang dan pembekuan

• Memulai infus ringer laktat

• Memasukkan infus 1 L pada setiap jalur infus dalam waktu 15‐20 menit (guyur)

• Memberikan tambahan sedikitnya 2 liter larutan selama satu jam pertama

• Melanjutkan penggantian volume melalui infus sesuai dengan  jumlah

• Menilai kebutuhan transfusi • Melakukan kateterisasi kandung kemih

iPaket Pelayanan: Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 4‐6, 4‐7 Total Standar Kinerja 3

Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian

(8)

plasenta tertinggal di dalam rahim dengan tepat

• Mengeluarkan secara digital sisa plasenta yang tertinggal di dalam Rahim

• Jika sisa plasenta tidak bisa dikeluarkan, rujuk atau kolaborasi dengan SpOG 3. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan syok dengan tepat

Jika terjadi syok atau dugaan syok (nadi lemah cepat (110 atau lebih per menit), TD sistolik kurang dari 90 mm Hg, pucat, kulit dingin dan berkeringat, napas cepat). Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan:

• Ibu diselimuti dan kakinya diangkat lebih tinggi dari posisi  jantungnya

• Memulai oksigen pada 6‐8 L/menit

• Memasang dua jalur infus dengan jarum ukuran 16‐18 • Mengambil sampel darah untuk tes hemoglobin, pencocokan silang dan pembekuan

• Memulai infus ringer laktat

• Memasukkan infus 1 L pada setiap jalur infus dalam waktu 15‐20 menit (guyur)

• Memberikan tambahan sedikitnya 2 liter larutan selama satu jam pertama

• Melanjutkan penggantian volume melalui infus sesuai dengan  jumlah

• Menilai kebutuhan transfusi • Melakukan kateterisasi kandung kemih

iPaket Pelayanan: Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 4‐6, 4‐7

Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

II.

Penilaian Keterampilan Klinik Neonatal

a.

Daftar Tilik Keterampilan Inisiasi Menyusu Dini

Daftar Tilik Keterampilan

1

: Inisiasi Menyusu Dini

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan benar

Menggunakan model/simulasi dan bertanya tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD): • Secara paska melahirkan, meletakkan bayi di perut bawah ibu

lakukan penilaian apakah bayi perlu resusitasi atau tidak • Jika bayi normal, keringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan halus

• Selimuti bayi dengan kain kering untuk menunggu 2 menit sebelum tali pusat di klem

• Periksa uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus kemudian suntikkan oksitosin 10 UI intramuscular pada ibu • Setelah tali pusat dipotong dan diikat, letakkan bayi tengkurap di dada ibu dengan kulit bayi kontak ke kulit ibu.

• Letakkan kepala bayi di antara payudara ibu tapi lebih rendah dari puting.

• Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi

1Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan (JNPK: 2008)

Total Standar Kinerja 1 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencap

(9)

II.

Penilaian Keterampilan Klinik Neonatal

a.

Daftar Tilik Keterampilan Inisiasi Menyusu Dini

Daftar Tilik Keterampilan

1

: Inisiasi Menyusu Dini

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan benar

Menggunakan model/simulasi dan bertanya tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD): • Secara paska melahirkan, meletakkan bayi di perut bawah ibu

lakukan penilaian apakah bayi perlu resusitasi atau tidak • Jika bayi normal, keringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan halus

• Selimuti bayi dengan kain kering untuk menunggu 2 menit sebelum tali pusat di klem

• Periksa uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus kemudian suntikkan oksitosin 10 UI intramuscular pada ibu • Setelah tali pusat dipotong dan diikat, letakkan bayi tengkurap di dada ibu dengan kulit bayi kontak ke kulit ibu.

• Letakkan kepala bayi di antara payudara ibu tapi lebih rendah dari puting.

• Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi

1Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan (JNPK: 2008) Total Standar Kinerja 1

Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencap

b.

Daftar Tilik Keterampilan Perawatan Metode Kanguru

Daftar Tilik Keterampilan: Perawatan Metode Kanguru (PMK)

i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom  tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metoda Kanguru dengan benar

Menggunakan model/simulasi dan meminta tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK):

• Menjelaskan bagaiman cara melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) termasuk partisipasi ayah dan keluarga lainnya, jika perlu

• Letakkan bayi di antara payudara dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke dada ibu

• Posisi bayi diamankan agar tidak ngeloyor dengan kain panjang atau pengikat lainnya.

• Posisi kepala bayi ke sisi kanan atau kiri, dan dengan posisi sedikit tengadah (ekstensi)

• Letakkan ujung pengikat berada tepat di bawah kuping bayi • Posisi pangkal paha bayi dalam posisi fleksi dan melebar seperti dalam posisi “kodok”

• Posisi tangan dalam posisi fleksi

• Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak tergelincir

• Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di sekitar epigastrium ibu.

• Tunjukkan pada ibu bagaimana memasukkan dan mengeluarkan bayi dari gendongan:

 Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan di belakang leher sampai punggung bayi

 Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan jari‐  jari lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan tak menutupi

saluran nafas ketika bayi berada pada posisi tegak

 Tempatkan tangan lainnya di bawah pantat bayi

(10)

b.

Daftar Tilik Keterampilan Perawatan Metode Kanguru

Daftar Tilik Keterampilan: Perawatan Metode Kanguru (PMK)

i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom  tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metoda Kanguru dengan benar

Menggunakan model/simulasi dan meminta tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK):

• Menjelaskan bagaiman cara melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) termasuk partisipasi ayah dan keluarga lainnya, jika perlu

• Letakkan bayi di antara payudara dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke dada ibu

• Posisi bayi diamankan agar tidak ngeloyor dengan kain panjang atau pengikat lainnya.

• Posisi kepala bayi ke sisi kanan atau kiri, dan dengan posisi sedikit tengadah (ekstensi)

• Letakkan ujung pengikat berada tepat di bawah kuping bayi • Posisi pangkal paha bayi dalam posisi fleksi dan melebar seperti dalam posisi “kodok”

• Posisi tangan dalam posisi fleksi

• Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak tergelincir

• Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di sekitar epigastrium ibu.

• Tunjukkan pada ibu bagaimana memasukkan dan mengeluarkan bayi dari gendongan:

 Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan di belakang leher sampai punggung bayi

 Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan jari‐  jari lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan tak menutupi

saluran nafas ketika bayi berada pada posisi tegak

 Tempatkan tangan lainnya di bawah pantat bayi

i

Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Metode Kanguru : (Perinasia) pp 34‐37

iiKangaroo Mother Care: a practical guide. (WHO: 2003)

Total Standar Kinerja 1 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

c.

Daftar Tilik Keterampilan Resusitasi Neonatus Dasar

Daftar Tilik Keterampilan: Resusitasi Neonatus Dasar

i

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan mempunyai peralatan dasar untuk melakukan resusitasi bayi baru lahir dan sudah tersedia

Tentukan apakah tenaga kesehatan telah menyiapkan:

• Masker (#1 dan #0)

• Ambu bag ukuran bayi baru lahir • Bola karet penghisap lendir atau kateter • Tabung oksigen (berfungsi)

• Infus set, tetes mata, spuit 1 cc, vit K inj, 2 kain dan topi, identitas

bayi dan ibu, blanko kelahiran 2.

Tenaga kesehatan bisa melakukan resusitasi bayi baru lahir dengan tepat

Tentukan apakah tenaga kesehatan:

• Menempatkan bayi baru lahir terlentang pada permukaan yang

bersih, kering dan keras (meja resusitasi)

• Dengan cepat membungkus atau menyelimuti bayi, kecuali bagian

(11)

i

Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Metode Kanguru : (Perinasia) pp 34‐37

iiKangaroo Mother Care: a practical guide. (WHO: 2003) Total Standar Kinerja 1 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

c.

Daftar Tilik Keterampilan Resusitasi Neonatus Dasar

Daftar Tilik Keterampilan: Resusitasi Neonatus Dasar

i

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN

1.

Tenaga kesehatan mempunyai peralatan dasar untuk melakukan resusitasi bayi baru lahir dan sudah tersedia

Tentukan apakah tenaga kesehatan telah menyiapkan:

• Masker (#1 dan #0)

• Ambu bag ukuran bayi baru lahir • Bola karet penghisap lendir atau kateter • Tabung oksigen (berfungsi)

• Infus set, tetes mata, spuit 1 cc, vit K inj, 2 kain dan topi, identitas

bayi dan ibu, blanko kelahiran 2.

Tenaga kesehatan bisa melakukan resusitasi bayi baru lahir dengan tepat

Tentukan apakah tenaga kesehatan:

• Menempatkan bayi baru lahir terlentang pada permukaan yang

bersih, kering dan keras (meja resusitasi)

• Dengan cepat membungkus atau menyelimuti bayi, kecuali bagian

muka dan bagian atas dada

• Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi • Memposisikan kepala bayi sehingga leher sedikit extensi • Menghisap lendir di mulut dan kemudian hidung • Jika hal ini tidak membantu (bayi belum menangis/bernapas),

mulai ventilasi aktif.

Melakukan resusitasi dengan ambu bag dan masker atau selang dan masker:

• Letakkan masker menutupi dagu, mulut dan hidung bayi sesuai

ukuran

• Memastikan bahwa masker melekat dengan benar menutupi

hidung, mulut dan dagu

• Melakukan ventilasi dua kali dan melihat apakah dada naik (percobaan)

• Ventilasi 40 kali per menit selama 1 menit • Nilai dan menentukan apakah bayi bernapas spontan Jika bayi bernapas dan tidak ada tanda sulit bernapas (retraksi intercostal atau megap‐megap):

• Menempatkan bayi dalam keadaan kontak kulit ke kulit dengan ibu

dan menyelimutinya

• Memastikan bahwa bayi terus bernapas tanpa kesulitan dan tetap

hangat dengan ditutupi selimut

Jika bayi tidak mulai bernapas atau jika bernapas kurang dari 30 per menit, dan ada retraksi dada atau megap‐ megap:

• Melanjutkan ventilasi aktif 

• Memberikan oksigen 6 s/d 8 L per‐menit • Mengkaji apakah asuhan khusus diperlukan • Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi Jika tidak bernapas setelah ventilasi 20 menit: • Menghentikan ventilasi

(12)

• Dengan cepat membungkus atau menyelimuti bayi, kecuali bagian

muka dan bagian atas dada

• Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi • Memposisikan kepala bayi sehingga leher sedikit extensi • Menghisap lendir di mulut dan kemudian hidung • Jika hal ini tidak membantu (bayi belum menangis/bernapas),

mulai ventilasi aktif.

Melakukan resusitasi dengan ambu bag dan masker atau selang dan masker:

• Letakkan masker menutupi dagu, mulut dan hidung bayi sesuai

ukuran

• Memastikan bahwa masker melekat dengan benar menutupi

hidung, mulut dan dagu

• Melakukan ventilasi dua kali dan melihat apakah dada naik (percobaan)

• Ventilasi 40 kali per menit selama 1 menit • Nilai dan menentukan apakah bayi bernapas spontan Jika bayi bernapas dan tidak ada tanda sulit bernapas (retraksi intercostal atau megap‐megap):

• Menempatkan bayi dalam keadaan kontak kulit ke kulit dengan ibu

dan menyelimutinya

• Memastikan bahwa bayi terus bernapas tanpa kesulitan dan tetap

hangat dengan ditutupi selimut

Jika bayi tidak mulai bernapas atau jika bernapas kurang dari 30 per menit, dan ada retraksi dada atau megap‐ megap:

• Melanjutkan ventilasi aktif 

• Memberikan oksigen 6 s/d 8 L per‐menit • Mengkaji apakah asuhan khusus diperlukan • Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi Jika tidak bernapas setelah ventilasi 20 menit: • Menghentikan ventilasi

• Mencatat waktu kematian

• Memberikan dukungan moril kepada ibu dan anggota keluarga

• Mencatat semua tindakan yang dilakukan di catatan medis ibu

• Menanyakan apakah ibu mempunyai pertanyaan, dan menjawab

dengan bahasa yang mudah dimengerti

3.

Tenaga kesehatan menempatkan instrumen yang telah di gunakan dan sampah medis dengan benar setelah resusitasi bayi baru lahir.

Menentukan apakah tenaga kesehatan:

• Merendam kateter atau bola penghisap lendir atau masker dari

Ambu bag di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit Mencuci tangan setelah membereskan peralatan: • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 10‐ 15 detik

dan mengeringkannya dengan handuk bersih Pribadi, handuk

kertas atau mengangin‐anginkannya, atau mencuci tengan dengan

menggunakan larutan alkohol gliserin 1. Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED)

2. Buku Pegangan Pelatih 2008 halaman 185‐200

3. Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit, MCHIP 2011. Total Standar Kinerja 3

Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian

(13)

• Mencatat waktu kematian

• Memberikan dukungan moril kepada ibu dan anggota keluarga

• Mencatat semua tindakan yang dilakukan di catatan medis ibu

• Menanyakan apakah ibu mempunyai pertanyaan, dan menjawab

dengan bahasa yang mudah dimengerti

3.

Tenaga kesehatan menempatkan instrumen yang telah di gunakan dan sampah medis dengan benar setelah resusitasi bayi baru lahir.

Menentukan apakah tenaga kesehatan:

• Merendam kateter atau bola penghisap lendir atau masker dari

Ambu bag di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit Mencuci tangan setelah membereskan peralatan: • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 10‐ 15 detik

dan mengeringkannya dengan handuk bersih Pribadi, handuk

kertas atau mengangin‐anginkannya, atau mencuci tengan dengan

menggunakan larutan alkohol gliserin 1. Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED)

2. Buku Pegangan Pelatih 2008 halaman 185‐200

3. Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit, MCHIP 2011. Total Standar Kinerja 3

Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian

III.

Penilaian ketrampilan klinik emergensi untuk pasien tidak sadar

a. Daftar Tilik Bantuan Hidup dasar

Daftar Tilik Keterampilan: Bantuan Hidup Dasar

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN 1 Tenaga kesehatan

mengenali henti  jantung atau henti

nafas

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Anda tiba-tiba menemukan seseorang tidak sadarkan diri. Yang Anda lakukan:”

• memastikan keamanan : aman diri, aman pasien, aman lingkungan • memastikan korban tidak sadarkan diri dan tidak berespon • mengguncang bahu korban dengan lembut

• bertanya kepada korban/memanggil korban “Pak...pak.../bu...bu... apakah anda baik-baik saja? / apakah anda mendengar saya? Jika korban ada respon

• Tidak mengubah posisi korban

• memeriksa permasalahan/kelainan yang dihadapi korban • mengulangi pemeriksaan berkala

Jika Korban Tidak Berespon

• berteriak meminta bantuan sekitar “TOLONG..TOLONG.... HUBUNGI AMBULAN’ atau “ TOLONG.... CARI BANTUAN”

2

Tenaga kesehatan membuka jalan nafas dan menilai pernafasan

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memastikan tidak ada cedera leher dan tiak ada cedera kepala • mengangkat dagu dan tengadahkan kepala /(chin lift, Chin Lift) • melihat, mendengarkan dan merasakan pernafasan dalam waktu < 10 detik

(14)

III.

Penilaian ketrampilan klinik emergensi untuk pasien tidak sadar

a. Daftar Tilik Bantuan Hidup dasar

Daftar Tilik Keterampilan: Bantuan Hidup Dasar

Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________

Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).

* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar 

NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK  NILAI CATATAN 1 Tenaga kesehatan

mengenali henti  jantung atau henti

nafas

Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Anda tiba-tiba menemukan seseorang tidak sadarkan diri. Yang Anda lakukan:”

• memastikan keamanan : aman diri, aman pasien, aman lingkungan • memastikan korban tidak sadarkan diri dan tidak berespon • mengguncang bahu korban dengan lembut

• bertanya kepada korban/memanggil korban “Pak...pak.../bu...bu... apakah anda baik-baik saja? / apakah anda mendengar saya? Jika korban ada respon

• Tidak mengubah posisi korban

• memeriksa permasalahan/kelainan yang dihadapi korban • mengulangi pemeriksaan berkala

Jika Korban Tidak Berespon

• berteriak meminta bantuan sekitar “TOLONG..TOLONG.... HUBUNGI AMBULAN’ atau “ TOLONG.... CARI BANTUAN”

2

Tenaga kesehatan membuka jalan nafas dan menilai pernafasan

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memastikan tidak ada cedera leher dan tiak ada cedera kepala • mengangkat dagu dan tengadahkan kepala /(chin lift, Chin Lift) • melihat, mendengarkan dan merasakan pernafasan dalam waktu < 10 detik

• Memastikan korban bernafas Normal atau Tidak normal

• memastikan bahwa nafas yang didengar bukan nafas agonal/gasping (megap-megap) yang merupakan tanda henti jantung

3

Tenaga kesehatan memberikan nafas  buatan pertama 2x

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memencet hidung korban

• menarik nafas normal

• bibir penolong menutupi mulut korban dengan erat

• meniupkan udara nafas sampai dada korban bergerak terangkat • 1 tiupan = 1 detik

• membiarkan dada korban mengempis spontan • mengulagi tindakan diatas

4

Tenaga kesehatan memperlihatkan Kompresi jantung dan nafas buatan (30 : 2)

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • membebaskan dada dari pakaian

• meletakan pangkal telapak tangan di pertengahan bawah tulang dada • meletakan tangan yang lain diatas punggung tangan yang satunya • jari-jari boleh dikepal atau dibuka

• kompresi dada

• laju kompresi 100x per menit • kedalaman kompresi 4-5 cm • kompresi konstan diselingi relaksasi

• Lanjutkan BHD dengan 30 kompresi 2 kali nafas buatan

5

Tenaga kesehatan Mengevaluasi setiap 2 menit

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memeriksa apakah ada tanda-tanda sirkulasi : bergerak, bernafas, batuk, dll

6

Tenaga kesehatan tidak menghentikan 30 : 2 sampai ada indikasi stop BHD

Tanyakan kepada tenaga kesehatan “kapan menghentikan bantuan hidup dasar (BHD)?”

(15)

• Memastikan korban bernafas Normal atau Tidak normal

• memastikan bahwa nafas yang didengar bukan nafas agonal/gasping (megap-megap) yang merupakan tanda henti jantung

3

Tenaga kesehatan memberikan nafas  buatan pertama 2x

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memencet hidung korban

• menarik nafas normal

• bibir penolong menutupi mulut korban dengan erat

• meniupkan udara nafas sampai dada korban bergerak terangkat • 1 tiupan = 1 detik

• membiarkan dada korban mengempis spontan • mengulagi tindakan diatas

4

Tenaga kesehatan memperlihatkan Kompresi jantung dan nafas buatan (30 : 2)

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • membebaskan dada dari pakaian

• meletakan pangkal telapak tangan di pertengahan bawah tulang dada • meletakan tangan yang lain diatas punggung tangan yang satunya • jari-jari boleh dikepal atau dibuka

• kompresi dada

• laju kompresi 100x per menit • kedalaman kompresi 4-5 cm • kompresi konstan diselingi relaksasi

• Lanjutkan BHD dengan 30 kompresi 2 kali nafas buatan

5

Tenaga kesehatan Mengevaluasi setiap 2 menit

Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memeriksa apakah ada tanda-tanda sirkulasi : bergerak, bernafas, batuk, dll

6

Tenaga kesehatan tidak menghentikan 30 : 2 sampai ada indikasi stop BHD

Tanyakan kepada tenaga kesehatan “kapan menghentikan bantuan hidup dasar (BHD)?”

• kembalinya sirkulasi dan ventilasi spontan

• korban dialihkanrawatkan kepada yang lebih berwenang

• baru diketahui telah ada t anda-tanda kematian yang ireversibel (kaku mayat, lebam mayat, dekapitasi, pembusukan)

• penolong lelah atau keselamatannya terancam

7

Tenaga kesehatan memposisikan korban dalam posisi recoveri

Tanyakan kepada tenaga kesehatan “jika korman bernafas normal lagi, apa yang dilakukan?” • meletakan salah satu lengan korban yang dekat dengan penolong lurus

memanjang

• meletakan lengan lainnya yang jauh dari penolong dengan punggung tangan menempel pada pipi sisi yang berlawanan

• menekuk lutut korban yang jauh dari penolong (sisi yang sama dengan lengan yang menempel pada pipi)

• membalikan korban kearah penolong dengan menarik lutut jauh yang telah tertekuk kearah penolong dan menempel pada tanah. Satu kaki lainnya dalam keadaan lurus

• menyesuiakan posisi lengan dan kaki agar korban dalam posisi stabil • melakukan penanganan lanjutan korban

1Modul pelatihan bantuan hidup dasar 2015 (AHA 2015)

Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

(16)

• kembalinya sirkulasi dan ventilasi spontan

• korban dialihkanrawatkan kepada yang lebih berwenang

• baru diketahui telah ada t anda-tanda kematian yang ireversibel (kaku mayat, lebam mayat, dekapitasi, pembusukan)

• penolong lelah atau keselamatannya terancam

7

Tenaga kesehatan memposisikan korban dalam posisi recoveri

Tanyakan kepada tenaga kesehatan “jika korman bernafas normal lagi, apa yang dilakukan?” • meletakan salah satu lengan korban yang dekat dengan penolong lurus

memanjang

• meletakan lengan lainnya yang jauh dari penolong dengan punggung tangan menempel pada pipi sisi yang berlawanan

• menekuk lutut korban yang jauh dari penolong (sisi yang sama dengan lengan yang menempel pada pipi)

• membalikan korban kearah penolong dengan menarik lutut jauh yang telah tertekuk kearah penolong dan menempel pada tanah. Satu kaki lainnya dalam keadaan lurus

• menyesuiakan posisi lengan dan kaki agar korban dalam posisi stabil • melakukan penanganan lanjutan korban

1Modul pelatihan bantuan hidup dasar 2015 (AHA 2015) Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi

Total Pencapaian Standar % Pencapaian

REKAPITULASI PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK

BULAN

TAHUN

NO

NAMA TENAGA KLINIS

UNIT

KERJA

WAKTU DAN NILAI KETRAMPILAN KLINIK

PEB

MAK

HPP

RESUSITASI

BAYI

PMK

IMD

BHD

Tgl Nilai Tgl Nilai Tgl Nilai Tgl

Nilai

Tgl Nilai Tgl Nilai

Tgl

Nilai

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

(17)

REKAPITULASI PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK

BULAN

TAHUN

NO

NAMA TENAGA KLINIS

UNIT

KERJA

WAKTU DAN NILAI KETRAMPILAN KLINIK

PEB

MAK

HPP

RESUSITASI

BAYI

PMK

IMD

BHD

Tgl Nilai Tgl Nilai Tgl Nilai Tgl

Nilai

Tgl Nilai Tgl Nilai

Tgl

Nilai

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

41.

42.

43.

44.

45.

46.

47.

48.

(18)

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

41.

42.

43.

44.

45.

46.

47.

48.

49.

50.

Sukabumi,

2017

MENGETAHUI

KOORDINATOR AUDIT INTERNAL

KEPALA UPTD. PESKESMAS CIKEMBAR

WAKIL MANAJEMEN MUTU

Drg. Umar

dr. Ane Mariani

(19)

48.

49.

50.

Sukabumi,

2017

MENGETAHUI

KOORDINATOR AUDIT INTERNAL

KEPALA UPTD. PESKESMAS CIKEMBAR

WAKIL MANAJEMEN MUTU

Drg. Umar

dr. Ane Mariani

NIP 196302131990101001

Nip. 198110052011012003

3. Pembahasan kasus

Dokumentasi Pengkajian Kasus

Nama : Ny. ___________ (___th) /Tn____________(__th)

no. RM:

Tgl masuk Puskesmas :

Diagnosis Awal

Alasan Merujuk

Kondisi ibu ketika tiba

di Puskesmas

1. G__ P__ A__

2. Usia kehamilan ____minggu

3. Janin

Tunggal

 ganda

 presentasi kepala

 Bukan kepala

hidup

mati

4. Status persalinan:

(pilih yang sesuai)

Ante natal

 hamil belum inpartu

 hamil inpartu, kala 1

 

2

 

3

 

4

nifas hari ke______

5. Tanda Vital

Keadaan Umum

 baik

 sedang

  lemah

  buruk 

Kesadaran

compos mentis

 penurunan kesadaran

(20)

3. Pembahasan kasus

Dokumentasi Pengkajian Kasus

Nama : Ny. ___________ (___th) /Tn____________(__th)

no. RM:

Tgl masuk Puskesmas :

Diagnosis Awal

Alasan Merujuk

Kondisi ibu ketika tiba

di Puskesmas

1. G__ P__ A__

2. Usia kehamilan ____minggu

3. Janin

Tunggal

 ganda

 presentasi kepala

 Bukan kepala

hidup

mati

4. Status persalinan:

(pilih yang sesuai)

Ante natal

 hamil belum inpartu

 hamil inpartu, kala 1

 

2

 

3

 

4

nifas hari ke______

5. Tanda Vital

Keadaan Umum

 baik

 sedang

  lemah

  buruk 

Kesadaran

compos mentis

 penurunan kesadaran

Tekanan Darah ______/______mmHg

 Nadi ______kali/menit isi & tegangan

cukup

 kurang

halus

Pernafasan _____kali/menit

Suhu ______ derajat Celcius

Asal Rujukan

1. Dukun

2. Bidan Praktek Mandiri

3. Bidan desa

4. Kader/MKIA

5. Keluarga

6. Puskesmas lain

7. RB

Lainnya, sebutkan __________

Respon time

penanganan di

Puskesmas

(evaluasi respon time

 sejak pasien mengalami

kedaruratan

 – 

 UGD

 Puskesmas/PONED

 – 

keputusan klinik

 – 

tindakan/ penanganan

kedaruratan (jk ada)

 – 

 telepon/SMS dari perujuk pukul _ 

 datang di IGD pukul _

 kejadian gawat darurat pukul _

 keputusan klinik pukul _

 tindakan pukul _

 keputusan merujuk pukul _

 rujukan pukul_ 

Catatan kronologis :

(21)

 stabilisasi sebelum

merujuk

 – 

 selama rujukan

(dapat terjadi lebih dari

 satu emergensi pada

 pasien, dan beri tanda

emergensi no.1 dst)

komunikasi pra Puskesmas.

 saat datang, kondisi dan tanda vital, penanganan awal emergensi.

hal-hal yang terjadi diseputar kejadian emergensi, terkait input

 – 

 proses

 – 

output, termasuk monitoring selama perawatan di Puskesmas.

tindakan untuk stabilisasi rujukan: langkah dan kronologis, penggunaan DST,

tantangan dalam melakukan tindakan stabilisasi, perencanaan transport dan

 pembiayaan, dll.

Kondisi Ibu sebelum

dirujuk

1. Status persalinan:

(pilih yang sesuai)

Ante natal

 hamil belum inpartu

 hamil inpartu, kala 1

 

2

 

3

 

4

 nifas hari ke______

2. Tanda Vital

Keadaan Umum

 baik

 sedang

  lemah

  buruk 

Kesadaran

compos mentis

 penurunan kesadaran

Kejang

ya

  tidak 

Tekanan Darah ______/______mmHg

 Nadi ______kali/menit isi & tegangan

cukup

 kurang

halus

Pernafasan _____kali/menit

Suhu ______ derajat Celcius

3. Stabilisasi yang diberikan

(pilih yang sesuai)

Oksigen nasal kanul

oksigen sungkup

 infus 1 jalur

 infus 2

 jalur

 Oksitosin drip

 misoprostol

  KBE/KBI

  kondom

kateter

 MgSO4 dosis awal

MgSO4 dosis rumatan

 anti

hipertensi

 kortikosteroid antenatal

 Antibiotika injeksi

lain-lain (sebutkan) ______________________________

Pelaksanaan

Penggunaan

belum adaDST rujukan-lembar stabilisasi/protap/SPM.

(22)

DST/lembar stabilisasi

dan protap/SPM

(evaluasi penggunaan

 DST rujukan dan

 protap/SPM, jika tidak

 sesuai analisis

 penyebabnya dari

komponen input dan

 proses, sebutkan hal lain

 yang ditemukan menjadi

 penyebab tidak sesuainya

 stabilisasi di luar

komponen input dan

 proses pada kolom lain2)

 ___________________________________________________

 ___________________________________________________

 ___________________________________________________

Ada DST rujukan/Protap/SPM, dan pelaksanaan sudah sesuai

Ada DST rujukan/Protap/SPM, dan pelaksanaan belum sesuai

Alasan ketidak sesuaian pelaksanaan DST

rujukan/Protap/SPM:

 Input : petugas –  peralatan –  kebijakan

 Proses : alur –  komunikasi – dokumentasi

 lain-lain/ uraikan :

Faktor yang mendukung

keberhasilan

penatalaksanaan

tindakan kedaruratan

 Menjelaskan faktor apa

 saja yang sudah ada di

 faskes yang mendukung

bagi keberhasilan

 penanganan pasien

dengan kasus ini termasuk

aspek medis

 – 

 non medis

-etik

 Medis

 Non Medis

 Etik

Faktor lain yang

menghambat

keberhasilan

penatalaksanaan

tindakankedaruratan

 Menjelaskan faktor apa

 saja yang ada di faskes

 yang menghambat

keberhasilan penanganan

 pasien dengan kasus

initermasuk aspek medis

 – 

non medis - etik

 Medis

 Non Medis

(23)

Faktor risiko yang telah

ada sebelumnya

 Adalah kondisi/kelainan

 yang berpotensi untuk

terjadinya komplikasi

 yang terjadi saat ini, yang

telah ada sebelumnya,

baik dikenali maupun

tidak dikenali

 Medis

 Non Medis

 Etik

Penyebab Obstetrik Primer (mendasari) :

(Sebutkan)

Penyebab Akhir : (sebutkan)

Faktor Penyumbang (atau yang ikut berperan): (Sebutkan)

Ringkasan riwayat Pra Puskesmas dan Ante natal

1. Pencarian penyakit – Penyakit

yang dapat diidentifikasi

2. Promosi kesehatan

3. Persiapan persalinan

 termasuk

rencana persalinan

4. Persiapan kedaruratan

5. TIDAK SESUAI (bila tidak

mendapat ANC)

Kondisi risiko yang ditemukan

 pada saat pemeriksaan antenatal

Ya Tidak Tidak

diperiksa

Usia

kehamilan

 pada saat

ditemukan

kondisi risiko

Tindakan/rujukan,

obat, tindakan lain

oleh siapa?

(24)

1. Perdarahan jalan lahir

2. Hemoglobin < 8 g %

3. Letak lintang pada usia

kehamilan > 32 minggu

4. Letak sungsang pada

 primigravida

5. Kehamilan ganda

6. Perkiraan janin besar

7. Edema muka/tangan

8. Tekanan darah Sistolik

>140 mmHg, Diastolik

>90 mmHg

9. Sakit kepala yang tidak

hilang

10. Penyakit kronis, sebutkan:

11. Lain-lain, sebutkan:

Faktor yang dapat dihindarkan, kehilangan peluang dan asuhan yang tidak memenuhi

standar

Hal terkait PASIEN

Masalah Pribadi

Masalah Keluarga

Masalah Masyarakat

Kegagalan sistem administrasi/kesehatan

Masalah transportasi

Hambatan untuk rawat-inap

di rumah sakit atau klinik

Kurangnya akses atau

keterjangkauan

Kurangnya fasilitas asuhan

kesehatan (termasuk

berfungsinya fasilitas)

Kurangnya petugas atau staf

Kurangnya petugas/staf yang

mendapat pelatihan yang

diperlukan (termasuk

berfungsinya petugas)

Masalah komunikasi

(25)

Masalah untuk mendapat

asuhan antenatal secara rutin

Masalah untuk asuhan

intrapartum

Masalah untuk asuhan

postpartum

Masalah terhadap kejadian

gawatdarurat

Masalah resusitasi

Masalah anestesi

Tindakan kurang professional

atau mengabaikan

keselamatan pasien

Catatan Tambahan:(bila diperlukan tuliskan di lembar kosong di balik)

Tim Audit isi nama peserta kegiatan kajian kasus serta jabatannya

NO

Nama

Jabatan

Tanda tangan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Sukabumi,

2017

 Notulis

Moderator

( …...)

(…...)

Tembusan:

1. Arsip Puskesmas

2. Tim PMKP

Rekomendasi dan Rencana Tindak Lanjut

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan temuan hasil penilaian kinerja kepala sekolah (PKKS) tahun 2019 di SDN 005 Cinta Damai menunjukkan bahwa kemampuan manajerial kepala sekolah masih perlu untuk

Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok

Jari tangan dan jari kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai

Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok

d Mengeringkan dan lakukan rangsangan taktil e Mengatur kembali posisi kepala bayi dan bungkus bayi f Melakukan penilaian apakah bayi menangis atau bernafas spontan dan teratur g

Tabel 2.1 Refleks pada Bayi Baru Lahir Refleks Respon Normal Respon Abnormal Rooting dan menghisap Bayi baru lahir menolehkan kepala ke arah stimulus, membuka mulut, dan mulai

Asmak Sunge Rajeh WA + 62 819 3171 8989 Asmak Tingkat tinggi yang dicari para pendekar di seluruh dunia. Karena kehebatan dari Asmak Sunge Rajeh sangat dahsyat. Siap ditajrib, dicoba, ditest Asmak yang Mampu, bisa, boleh ditransfer jarak jauh dimanapun berada, kapanpun waktunya, dan mampu dimiliki oleh siapapun yang berkeinginan untuk memilikinya. Asmak Sunge Rajeh biasa disebut juga dengan Asmak Sunge Rajeh , Asmak' Sunge Raja, Asmak Sunge Rajeh, Asmak Sunge Rajeh, Asmak Raja. Yang kesemuanya itu bermuara pada satu keilmuan atau satu Asmak dengan banyak sebutan. Asmak Sunge Rajeh merupakan Asmak yang sangat ampuh Jalan Pintas menjadi spiritualis sejati Asmak yang sangat diburu oleh spiritualis di muka bumi ini Keampuhannya telah dibuktikan dan dirasakan oleh pemakainya diberbagai negara dimuka bumi ini Asmak Sunge Rajeh adalah merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yangg multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yg berpendapat, bahwa memiliki ilmu satu ini bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, Asmak Sunge Rajeh bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen, bisa untuk seumur hidup. bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim. Didalam Asmak ini, terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan),kebal,sakti,ampuh, dll. Asmak luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. ilmu ini telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Anda dapat memiliki semua Asmak Sunge Rajeh. Asmak Sunge Rajeh CIREBON Asmak Sunge Rajeh BLORA Asmak Sunge Rajeh MADURA SELATAN Asmak Sunge Rajeh MADURA UTARA Asmak Sunge Rajeh SOLO Asmak Sunge Rajeh ACEH Asmak Sunge Rajeh SUNAN KALIJOGO Asmak SINGA RAJA Asmak KAYU RAJA Asmak GAJAH RAJA Asmak GENI RAJA Asmak TANAH RAJA Asmak LAUT RAJA Asmak BLEDUG AWU RAJA Asmak NUR RAJA Asmak LANGIT RAJA Asmak RAJA PETIR Asmak RAJA KUBRO Asmak SHAHADAT RAJA Asmak SINGKIR RAJA Asmak RAJA IBLIS Asmak TASIK MIRING Asmak Rajeh PAMUNGKAS PERMOHONAN PENGIJAZAHAN HUBUNGI : Ust. Habib Kontak Resmi WA : +62 819 3171 8989 Alamat : Yogyakarta, 55000

6 Setelah bayi membuka mulut dengan cepat kepala bayi diletakkan ke payudara ibu dan puting, Setelah bayi mulai menghisap payudara tidak perlu dipegang atau disanggah lagi 6 Memberika