INSTRUMEN AUDIT KLINIS
INSTRUMEN AUDIT KLINIS
1.
1. Evaluasi kesesuaian penangan pasien dengan Prosedur yang ditetapkan
Evaluasi kesesuaian penangan pasien dengan Prosedur yang ditetapkan
Contoh penilaian Rekam medis/kasus terhadap SOP:
Contoh penilaian Rekam medis/kasus terhadap SOP:
Kriteria & Standar
Kriteria & Standar
(daftar tilik sop)
(daftar tilik sop)
Nomor Kasus (RM)
Nomor Kasus (RM)
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
…..…..50
50
Kriteria Penegakan
Kriteria Penegakan
Diagnosis
Diagnosis
Pemeriksaan
Pemeriksaan
temperatur
temperatur
Pemeriksaan
Pemeriksaan rumple
rumple
leede
leede
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah
rutin
rutin
Kriteria Proses Terapi
Kriteria Proses Terapi
Pemberian antipiretika
Pemberian antipiretika
adekuat
adekuat
Pemberian cairan
Pemberian cairan
rumatan
rumatan
Kriteria Luaran
Kriteria Luaran
Bebas panas 24 jam
Bebas panas 24 jam
pada hari ketujuh
pada hari ketujuh
PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI
PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI
DINAS KESEHATAN
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS CIKEMBAR
PUSKESMAS CIKEMBAR
Jalan Pelabuhan Ratu II km 18
Jalan Pelabuhan Ratu II km 18 telepon: (0266) 321139
telepon: (0266) 321139
e-mail :
e-mail : [email protected]
[email protected]
facebook: Puskesmas Cikembar
facebook: Puskesmas Cikembar
Kecamatan Cikembar-kode pos 43157
2.
2. Penilaian keterampilan klinik
Penilaian keterampilan klinik
I.
I.
Penilaian Keterampilan Klinik Maternal
Penilaian Keterampilan Klinik Maternal
a.
a.
Daftar Tilik Keterampilan Manajemen Aktif Kala
Daftar Tilik Keterampilan Manajemen Aktif Kala III
III
Daftar Tilik Keterampilan: Manajemen Aktif Kala III
Daftar Tilik Keterampilan: Manajemen Aktif Kala III
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________
Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________ Petunjuk pengisian:
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolomBeri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukantersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya
tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).(gunakan halaman belakang jika diperlukan). * Petugas
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐lanmengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar gkah dengan benar
NO
NO STANDAR KINERJASTANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASIKRITERIA VERIFIKASI YAYA TIDAK TIDAK NILAINILAI CATATANCATATAN 1.
1. Tenaga Tenaga kesehatankesehatan menolong persalinan menolong persalinan bayi dengan benar bayi dengan benar
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Seorang ibu berada dalam partus
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Seorang ibu berada dalam partus kala dua. Saat dilakukan pemeriksaan,kala dua. Saat dilakukan pemeriksaan, terlihat kepala bayi. Anda harus:”
terlihat kepala bayi. Anda harus:” •
•Cuci tangan menggunakan sabun, air Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkanmengalir dan keringkan •
•Pakai sarung tangan Pakai sarung tangan steril, celemek, masker, kacamata, sepatusteril, celemek, masker, kacamata, sepatu boot
boot •
•Siapkan suntikan steril berisSiapkan suntikan steril berisi oksitosin 10 IU di i oksitosin 10 IU di dalam set partusdalam set partus •
•Menempatkan satu tangan diatas kepala, satu Menempatkan satu tangan diatas kepala, satu tangan dibawah,tangan dibawah, untuk menopang lahirnya bahu anterior lebih dahulu, untuk menopang lahirnya bahu anterior lebih dahulu, kemudiankemudian bagian posterior
bagian posterior •
•Menyangga badan bayi ketika lahirMenyangga badan bayi ketika lahir •
•Menempatkan bayi di atas handuk bersih di atas perut ibu Menempatkan bayi di atas handuk bersih di atas perut ibu dandan mengeringk
mengeringkan dengan an dengan cepat untuk cepat untuk menstimulasi bayi menangismenstimulasi bayi menangis •
•Memastikan bayi hangat, terjadi kontak kulit ibu Memastikan bayi hangat, terjadi kontak kulit ibu dengan kulit bayidengan kulit bayi dan kepala/bagian belakang badan bayi hingga bagian dan kepala/bagian belakang badan bayi hingga bagian kepalakepala tertutup kain kering dan kain basah diganti dengan yang kering tertutup kain kering dan kain basah diganti dengan yang kering 2
2 Tenaga Tenaga kesehatankesehatan melaksanakan melaksanakan Manajemen Aktif Kala Manajemen Aktif Kala tiga persalinan (MAK tiga persalinan (MAK III)
III)
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikutberikut::
•
•Secara lembut melakukan palpasi abdomen dengan dialasi kainSecara lembut melakukan palpasi abdomen dengan dialasi kain bersih untuk menentukan apakah ada janin
bersih untuk menentukan apakah ada janin lain (jika kembarlain (jika kembar jangan melak
jangan melakukan MAK III ukan MAK III sampai bayi sampai bayi kedua lahir)kedua lahir) •
•Memberikan oksitosin 10 IU IM segeraMemberikan oksitosin 10 IU IM segera
• Menempatkan jarum pada baki instrumen dekat tempat tidur hingga ada waktu untuk memasukkan jarum dan spuit ke dalam wadah anti bocor
• Memasang klem dan memotong tali pusat
• Menggeser klem pada tali pusat lebih dekat dengan perineum • Menempatkan satu tangan pada kasa atau handuk bersih di atas tulang pubis ibu dan menahan uterus dengan melakukan tekanan berlawanan arah selama penegangan tali pusat terkendali • Mempertahankan penegangan tali pusat terkendali dan menunggu kembalinya kontraksi uterus yang kuat (2‐3 menit) • Saat tali pusat memanjang, secara lembut menariknya kearah bawah keluar sambil tetap memberikan tekanan berlawanan arah pada uterus
• Jika plasenta tidak turun selama 30‐40 detik setelah memulai penegangan tali pusat terkendali, jangan lanjutkan tapi tunggu dulu
• Saat kontraksi berikutnya, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan lahirkan plasenta
• Memegang plasenta dalam kedua belah tangan dan putar secara perlahan untuk mengeluarkan selaput ketuban
• Menempatkan plasenta di dalam mangkuk di samping tempat tidur untuk pemeriksaan lebih lanjut
• Segera memberitahu ibu bahwa tenaga kesehatan akan melakukan masase uterus (dengan tangan di atas kain bersih pada
perut) untuk membantu uterus berkontraksi
• Memeriksa keutuhan plasenta dengan teliti
• Memastikan uterus berkontraksi penuh sebelum menghentikan masase
• Menjelaskan pada ibu bahwa perineumnya akan diperiksa dan kemudian secara lembut memeriksa perineum dan vagina secara
seksama untuk melihat adanya robekan
• Menjelaskan temuannya kepada ibu
• Menjelaskan perlunya menjahit robekan, jika perlu
• Mengganti sarung tangan dengan yang baru dan melanjutkan menjahit robekan (jika ada) dengan prosedur steril
3. Tenaga kesehatan memperlihatkan praktek pencegahan infeksi yang tepat setelah persalinan
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini:
• Mengambil semua linen yang kotor dan menaruhnya di wadah yang tepat untuk linen yang terkontaminasi darah
• Menempatkan jarum pada baki instrumen dekat tempat tidur hingga ada waktu untuk memasukkan jarum dan spuit ke dalam wadah anti bocor
• Memasang klem dan memotong tali pusat
• Menggeser klem pada tali pusat lebih dekat dengan perineum • Menempatkan satu tangan pada kasa atau handuk bersih di atas tulang pubis ibu dan menahan uterus dengan melakukan tekanan berlawanan arah selama penegangan tali pusat terkendali • Mempertahankan penegangan tali pusat terkendali dan menunggu kembalinya kontraksi uterus yang kuat (2‐3 menit) • Saat tali pusat memanjang, secara lembut menariknya kearah bawah keluar sambil tetap memberikan tekanan berlawanan arah pada uterus
• Jika plasenta tidak turun selama 30‐40 detik setelah memulai penegangan tali pusat terkendali, jangan lanjutkan tapi tunggu dulu
• Saat kontraksi berikutnya, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan lahirkan plasenta
• Memegang plasenta dalam kedua belah tangan dan putar secara perlahan untuk mengeluarkan selaput ketuban
• Menempatkan plasenta di dalam mangkuk di samping tempat tidur untuk pemeriksaan lebih lanjut
• Segera memberitahu ibu bahwa tenaga kesehatan akan melakukan masase uterus (dengan tangan di atas kain bersih pada
perut) untuk membantu uterus berkontraksi
• Memeriksa keutuhan plasenta dengan teliti
• Memastikan uterus berkontraksi penuh sebelum menghentikan masase
• Menjelaskan pada ibu bahwa perineumnya akan diperiksa dan kemudian secara lembut memeriksa perineum dan vagina secara
seksama untuk melihat adanya robekan
• Menjelaskan temuannya kepada ibu
• Menjelaskan perlunya menjahit robekan, jika perlu
• Mengganti sarung tangan dengan yang baru dan melanjutkan menjahit robekan (jika ada) dengan prosedur steril
3. Tenaga kesehatan memperlihatkan praktek pencegahan infeksi yang tepat setelah persalinan
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini:
• Mengambil semua linen yang kotor dan menaruhnya di wadah yang tepat untuk linen yang terkontaminasi darah
• Menempatkan semua benda tajam sekali pakai dalam wadah anti bocor
• Merendam semua instrumen dalam ember berisi larutan klorin 0,5% selama 10 menit dan kemudian membilasnya untuk proses sterilisasi nanti
• Mencuci pelindung mata dan celemek dengan larutan klorin 0,5% • Membuka sarung tangan dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit
1Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak PONED (MCHIP: 2011)
Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
b.
Daftar Tilik Keterampilan Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/ Eklampsia
Daftar Tilik Keterampilan: Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/Eklampsiaiii
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________
Petunjuk pengisian:Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan dapat menyebutkan tanda‐tanda dan gejala pre‐eklampsia berat dan/atau eklampsia
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Apakah tanda dan gejala pre‐eklampsia berat/eklampsia?”
Pre‐eklampsia berat:
• Tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 110 mm Hg • Usia kehamilan > 20 minggu
• Proteinuria 2+ atau lebih Eklampsia:
• Mengambil semua linen yang kotor dan menaruhnya di wadah yang tepat untuk linen yang terkontaminasi darah
• Menempatkan semua benda tajam sekali pakai dalam wadah anti bocor
• Merendam semua instrumen dalam ember berisi larutan klorin 0,5% selama 10 menit dan kemudian membilasnya untuk proses sterilisasi nanti
• Mencuci pelindung mata dan celemek dengan larutan klorin 0,5% • Membuka sarung tangan dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit
1Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak PONED (MCHIP: 2011)
Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
b.
Daftar Tilik Keterampilan Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/ Eklampsia
Daftar Tilik Keterampilan: Pengelolaan Pre Eklampsia Berat/Eklampsiaiii
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________
Petunjuk pengisian:Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan dapat menyebutkan tanda‐tanda dan gejala pre‐eklampsia berat dan/atau eklampsia
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Apakah tanda dan gejala pre‐eklampsia berat/eklampsia?”
Pre‐eklampsia berat:
• Tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 110 mm Hg • Usia kehamilan > 20 minggu
• Proteinuria 2+ atau lebih Eklampsia:
• Kejang
• Tekanan darah diastolik 90 mm Hg atau lebih • Usia kehamilan > 20 minggu
• Proteinuria 2+ atau lebih 2.
Tenaga kesehatan bisa melakukan penanganan segera pada ibu hamil yang mengalami kejang.
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Ibu Sari, hamil 39 minggu dan sedang berada dalam persalinan di ruang bersalin. Tiba-tiba dia kejang. Apa yang akan anda lakukan?
• Teriak minta tolong dan jangan meninggalkan ibu sendirian • Baringkan ibu pada sisi kirinya untuk mencegah aspirasi • Pastikan jalan nafas ibu terbuka/bebas
• Mulai lakukan tindakan resusitasi, bila ibu tidak bernafas • Lindungi ibu dari cedera tetapi jangan menahan terlalu kuat • Berikan Oksigen 4‐6 liter/menit melalui sungkup atau kanula • Pasang infus intravena dengan menggunakan larutan Ringer Laktat atau normal saline
3.
Tenaga kesehatan bisa memberikan anti‐ kejang yang sesuai pada ibu hamil dengan Pre‐ eklampsia
berat/eklampsia
Sebelum memberikan dosis awal/pemeliharaan:
• Memeriksa reflex patella (+)
• Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir • Frekuensi pernafasan >16 kali/menit
• Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan • Beritahu ibu bahwa ibu akan merasakan panas pada saat Magnesium Sulfat diberikan
ALTERNATIF I: dosis awal/pemeliharaan
• Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit • Segera di lanjutkan dengan 6 g MgSO4 (40%) IV (15 ml) dalam larutan ringer asetat/ringer laktat selama 6 jam
• Untuk pemeliharaan, MgSO4 1g/jam IV yang diberikan sampai 24 jam postpartum
• Buang jarum dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan
• Kejang
• Tekanan darah diastolik 90 mm Hg atau lebih • Usia kehamilan > 20 minggu
• Proteinuria 2+ atau lebih 2.
Tenaga kesehatan bisa melakukan penanganan segera pada ibu hamil yang mengalami kejang.
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Ibu Sari, hamil 39 minggu dan sedang berada dalam persalinan di ruang bersalin. Tiba-tiba dia kejang. Apa yang akan anda lakukan?
• Teriak minta tolong dan jangan meninggalkan ibu sendirian • Baringkan ibu pada sisi kirinya untuk mencegah aspirasi • Pastikan jalan nafas ibu terbuka/bebas
• Mulai lakukan tindakan resusitasi, bila ibu tidak bernafas • Lindungi ibu dari cedera tetapi jangan menahan terlalu kuat • Berikan Oksigen 4‐6 liter/menit melalui sungkup atau kanula • Pasang infus intravena dengan menggunakan larutan Ringer Laktat atau normal saline
3.
Tenaga kesehatan bisa memberikan anti‐ kejang yang sesuai pada ibu hamil dengan Pre‐ eklampsia
berat/eklampsia
Sebelum memberikan dosis awal/pemeliharaan:
• Memeriksa reflex patella (+)
• Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir • Frekuensi pernafasan >16 kali/menit
• Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan • Beritahu ibu bahwa ibu akan merasakan panas pada saat Magnesium Sulfat diberikan
ALTERNATIF I: dosis awal/pemeliharaan
• Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit • Segera di lanjutkan dengan 6 g MgSO4 (40%) IV (15 ml) dalam larutan ringer asetat/ringer laktat selama 6 jam
• Untuk pemeliharaan, MgSO4 1g/jam IV yang diberikan sampai 24 jam postpartum
• Buang jarum dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan
ATAU ALTERNATIF II: dosis awal/pemeliharaan • Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit. • Segera dilanjutkan dengan pemberian 10 gram larutan MgSO4 40%, masing‐masing 5 gram di bokong kanan dan kiri secara I.M. dalam, ditambah 1 ml lignokain 2% pada semprit yang sama. • Untuk pemeliharaan, 5 gram MgSO4 40% IM tiap 4 jam di bokong berselang‐seling. Lanjutkan pemberian MgSO4 sampai 24 jam paska persalinan.
• Buang jarung dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor. • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan. Apabila kejang berulang setelah 15 menit:
• Berikan 2 gram MgSO4 40% I.V. selama 5 menit Hentikan pemberian MgSO4 jika:
• Frekuensi pernapasan <16/menit • Reflex patella (‐)
• Urin < 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir
• Beri kalsium glukonat 1 gram (10 ml) dalam larutan 10%) IV
iPaket Pelatihan : Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 5‐9, 5‐10
iiPaket Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal (Jakarta, 2002)
Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
ATAU ALTERNATIF II: dosis awal/pemeliharaan • Berikan 4 gram IV sebagai larutan 40% selama 5 menit. • Segera dilanjutkan dengan pemberian 10 gram larutan MgSO4 40%, masing‐masing 5 gram di bokong kanan dan kiri secara I.M. dalam, ditambah 1 ml lignokain 2% pada semprit yang sama. • Untuk pemeliharaan, 5 gram MgSO4 40% IM tiap 4 jam di bokong berselang‐seling. Lanjutkan pemberian MgSO4 sampai 24 jam paska persalinan.
• Buang jarung dan spuit di dalam tempat jarum tahan bocor. • Cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan keringkan. Apabila kejang berulang setelah 15 menit:
• Berikan 2 gram MgSO4 40% I.V. selama 5 menit Hentikan pemberian MgSO4 jika:
• Frekuensi pernapasan <16/menit • Reflex patella (‐)
• Urin < 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir
• Beri kalsium glukonat 1 gram (10 ml) dalam larutan 10%) IV
iPaket Pelatihan : Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 5‐9, 5‐10 iiPaket Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal (Jakarta, 2002) Total Standar Kinerja 3
Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian
c.
Daftar Tilik Keterampilan Penatalakasanaan Perdarahan Postpartum/Syok
Daftar Tilik Keterampilan: Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum/Syok
i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai de ngan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah d engan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan tepat.
Dengan mengunakan model/ roleplay /simulasi, minta tenaga kesehatan untuk mendemonstrasikan manajemen Perdarahan Post Partum. Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan
• Teriak minta tolong • Melakukan masase uterus
• Mencari penyebab Perdarahan Post Partum (atonia uteri, robeknya vagina)
Pada kasus atonia uteri (uterus lembek, tidak berkontraksi): • Jika perdarahan berlanjut, melakukan kompresi bimanual uterus hingga uterus berkontraksi
• Memberikan oksitosin 20 IU dalam 500 cc RL, 60 tetes/menit IV atau metil ergometrin 0,2 mg IM atau IV (jika ibu tidak mempunyai hipertensi)
• Melanjutkan pemberian oksitosin 20 IU dalam RL 500 cc, 40 tetes/menit, hingga maksimal 1500 cc
• Jika perdarahan berlanjut, rujuk segera atau kolaborasi dengan SpOG sambil melanjutkan kompresi bimanual uterus atau kompresi aorta abdominal 2. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan sisa
Jika sisa plasenta tertinggal di dalam rahim (plasenta atau selaput ketuban tidak lengkap):
plasenta tertinggal di dalam rahim dengan
c.
Daftar Tilik Keterampilan Penatalakasanaan Perdarahan Postpartum/Syok
Daftar Tilik Keterampilan: Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum/Syok
i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai de ngan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah d engan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan tepat.
Dengan mengunakan model/ roleplay /simulasi, minta tenaga kesehatan untuk mendemonstrasikan manajemen Perdarahan Post Partum. Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan
• Teriak minta tolong • Melakukan masase uterus
• Mencari penyebab Perdarahan Post Partum (atonia uteri, robeknya vagina)
Pada kasus atonia uteri (uterus lembek, tidak berkontraksi): • Jika perdarahan berlanjut, melakukan kompresi bimanual uterus hingga uterus berkontraksi
• Memberikan oksitosin 20 IU dalam 500 cc RL, 60 tetes/menit IV atau metil ergometrin 0,2 mg IM atau IV (jika ibu tidak mempunyai hipertensi)
• Melanjutkan pemberian oksitosin 20 IU dalam RL 500 cc, 40 tetes/menit, hingga maksimal 1500 cc
• Jika perdarahan berlanjut, rujuk segera atau kolaborasi dengan SpOG sambil melanjutkan kompresi bimanual uterus atau kompresi aorta abdominal 2. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan sisa
Jika sisa plasenta tertinggal di dalam rahim (plasenta atau selaput ketuban tidak lengkap):
plasenta tertinggal di dalam rahim dengan tepat
• Mengeluarkan secara digital sisa plasenta yang tertinggal di dalam Rahim
• Jika sisa plasenta tidak bisa dikeluarkan, rujuk atau kolaborasi dengan SpOG 3. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan syok dengan tepat
Jika terjadi syok atau dugaan syok (nadi lemah cepat (110 atau lebih per menit), TD sistolik kurang dari 90 mm Hg, pucat, kulit dingin dan berkeringat, napas cepat). Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan:
• Ibu diselimuti dan kakinya diangkat lebih tinggi dari posisi jantungnya
• Memulai oksigen pada 6‐8 L/menit
• Memasang dua jalur infus dengan jarum ukuran 16‐18 • Mengambil sampel darah untuk tes hemoglobin, pencocokan silang dan pembekuan
• Memulai infus ringer laktat
• Memasukkan infus 1 L pada setiap jalur infus dalam waktu 15‐20 menit (guyur)
• Memberikan tambahan sedikitnya 2 liter larutan selama satu jam pertama
• Melanjutkan penggantian volume melalui infus sesuai dengan jumlah
• Menilai kebutuhan transfusi • Melakukan kateterisasi kandung kemih
iPaket Pelayanan: Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 4‐6, 4‐7 Total Standar Kinerja 3
Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian
plasenta tertinggal di dalam rahim dengan tepat
• Mengeluarkan secara digital sisa plasenta yang tertinggal di dalam Rahim
• Jika sisa plasenta tidak bisa dikeluarkan, rujuk atau kolaborasi dengan SpOG 3. Tenaga kesehatan melaksanakan manajemen Perdarahan Post Partum dengan syok dengan tepat
Jika terjadi syok atau dugaan syok (nadi lemah cepat (110 atau lebih per menit), TD sistolik kurang dari 90 mm Hg, pucat, kulit dingin dan berkeringat, napas cepat). Beberapa langkah harus dilakukan secara simultan dalam tim jika memungkinkan:
• Ibu diselimuti dan kakinya diangkat lebih tinggi dari posisi jantungnya
• Memulai oksigen pada 6‐8 L/menit
• Memasang dua jalur infus dengan jarum ukuran 16‐18 • Mengambil sampel darah untuk tes hemoglobin, pencocokan silang dan pembekuan
• Memulai infus ringer laktat
• Memasukkan infus 1 L pada setiap jalur infus dalam waktu 15‐20 menit (guyur)
• Memberikan tambahan sedikitnya 2 liter larutan selama satu jam pertama
• Melanjutkan penggantian volume melalui infus sesuai dengan jumlah
• Menilai kebutuhan transfusi • Melakukan kateterisasi kandung kemih
iPaket Pelayanan: Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED), p. 4‐6, 4‐7
Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
II.
Penilaian Keterampilan Klinik Neonatal
a.
Daftar Tilik Keterampilan Inisiasi Menyusu Dini
Daftar Tilik Keterampilan
1: Inisiasi Menyusu Dini
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan benar
Menggunakan model/simulasi dan bertanya tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD): • Secara paska melahirkan, meletakkan bayi di perut bawah ibu
lakukan penilaian apakah bayi perlu resusitasi atau tidak • Jika bayi normal, keringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan halus
• Selimuti bayi dengan kain kering untuk menunggu 2 menit sebelum tali pusat di klem
• Periksa uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus kemudian suntikkan oksitosin 10 UI intramuscular pada ibu • Setelah tali pusat dipotong dan diikat, letakkan bayi tengkurap di dada ibu dengan kulit bayi kontak ke kulit ibu.
• Letakkan kepala bayi di antara payudara ibu tapi lebih rendah dari puting.
• Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi
1Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan (JNPK: 2008)
Total Standar Kinerja 1 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencap
II.
Penilaian Keterampilan Klinik Neonatal
a.
Daftar Tilik Keterampilan Inisiasi Menyusu Dini
Daftar Tilik Keterampilan
1: Inisiasi Menyusu Dini
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan benar
Menggunakan model/simulasi dan bertanya tenaga kesehatan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD): • Secara paska melahirkan, meletakkan bayi di perut bawah ibu
lakukan penilaian apakah bayi perlu resusitasi atau tidak • Jika bayi normal, keringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan halus
• Selimuti bayi dengan kain kering untuk menunggu 2 menit sebelum tali pusat di klem
• Periksa uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus kemudian suntikkan oksitosin 10 UI intramuscular pada ibu • Setelah tali pusat dipotong dan diikat, letakkan bayi tengkurap di dada ibu dengan kulit bayi kontak ke kulit ibu.
• Letakkan kepala bayi di antara payudara ibu tapi lebih rendah dari puting.
• Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi
1Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan (JNPK: 2008) Total Standar Kinerja 1
Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencap
b.
Daftar Tilik Keterampilan Perawatan Metode Kanguru
Daftar Tilik Keterampilan: Perawatan Metode Kanguru (PMK)
i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metoda Kanguru dengan benar
Menggunakan model/simulasi dan meminta tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK):
• Menjelaskan bagaiman cara melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) termasuk partisipasi ayah dan keluarga lainnya, jika perlu
• Letakkan bayi di antara payudara dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke dada ibu
• Posisi bayi diamankan agar tidak ngeloyor dengan kain panjang atau pengikat lainnya.
• Posisi kepala bayi ke sisi kanan atau kiri, dan dengan posisi sedikit tengadah (ekstensi)
• Letakkan ujung pengikat berada tepat di bawah kuping bayi • Posisi pangkal paha bayi dalam posisi fleksi dan melebar seperti dalam posisi “kodok”
• Posisi tangan dalam posisi fleksi
• Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak tergelincir
• Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di sekitar epigastrium ibu.
• Tunjukkan pada ibu bagaimana memasukkan dan mengeluarkan bayi dari gendongan:
Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan di belakang leher sampai punggung bayi
Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan jari‐ jari lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan tak menutupi
saluran nafas ketika bayi berada pada posisi tegak
Tempatkan tangan lainnya di bawah pantat bayi
b.
Daftar Tilik Keterampilan Perawatan Metode Kanguru
Daftar Tilik Keterampilan: Perawatan Metode Kanguru (PMK)
i Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metoda Kanguru dengan benar
Menggunakan model/simulasi dan meminta tenaga kesehatan melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK):
• Menjelaskan bagaiman cara melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) termasuk partisipasi ayah dan keluarga lainnya, jika perlu
• Letakkan bayi di antara payudara dengan posisi tegak, dada bayi menempel ke dada ibu
• Posisi bayi diamankan agar tidak ngeloyor dengan kain panjang atau pengikat lainnya.
• Posisi kepala bayi ke sisi kanan atau kiri, dan dengan posisi sedikit tengadah (ekstensi)
• Letakkan ujung pengikat berada tepat di bawah kuping bayi • Posisi pangkal paha bayi dalam posisi fleksi dan melebar seperti dalam posisi “kodok”
• Posisi tangan dalam posisi fleksi
• Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak tergelincir
• Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan sebaiknya berada di sekitar epigastrium ibu.
• Tunjukkan pada ibu bagaimana memasukkan dan mengeluarkan bayi dari gendongan:
Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan di belakang leher sampai punggung bayi
Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan jari‐ jari lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan tak menutupi
saluran nafas ketika bayi berada pada posisi tegak
Tempatkan tangan lainnya di bawah pantat bayi
i
Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Metode Kanguru : (Perinasia) pp 34‐37
iiKangaroo Mother Care: a practical guide. (WHO: 2003)
Total Standar Kinerja 1 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
c.
Daftar Tilik Keterampilan Resusitasi Neonatus Dasar
Daftar Tilik Keterampilan: Resusitasi Neonatus Dasar
iNama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan mempunyai peralatan dasar untuk melakukan resusitasi bayi baru lahir dan sudah tersedia
Tentukan apakah tenaga kesehatan telah menyiapkan:
• Masker (#1 dan #0)
• Ambu bag ukuran bayi baru lahir • Bola karet penghisap lendir atau kateter • Tabung oksigen (berfungsi)
• Infus set, tetes mata, spuit 1 cc, vit K inj, 2 kain dan topi, identitas
bayi dan ibu, blanko kelahiran 2.
Tenaga kesehatan bisa melakukan resusitasi bayi baru lahir dengan tepat
Tentukan apakah tenaga kesehatan:
• Menempatkan bayi baru lahir terlentang pada permukaan yang
bersih, kering dan keras (meja resusitasi)
• Dengan cepat membungkus atau menyelimuti bayi, kecuali bagian
i
Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Metode Kanguru : (Perinasia) pp 34‐37
iiKangaroo Mother Care: a practical guide. (WHO: 2003) Total Standar Kinerja 1 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
c.
Daftar Tilik Keterampilan Resusitasi Neonatus Dasar
Daftar Tilik Keterampilan: Resusitasi Neonatus Dasar
iNama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___ ________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: __________________________
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom ter sebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN
1.
Tenaga kesehatan mempunyai peralatan dasar untuk melakukan resusitasi bayi baru lahir dan sudah tersedia
Tentukan apakah tenaga kesehatan telah menyiapkan:
• Masker (#1 dan #0)
• Ambu bag ukuran bayi baru lahir • Bola karet penghisap lendir atau kateter • Tabung oksigen (berfungsi)
• Infus set, tetes mata, spuit 1 cc, vit K inj, 2 kain dan topi, identitas
bayi dan ibu, blanko kelahiran 2.
Tenaga kesehatan bisa melakukan resusitasi bayi baru lahir dengan tepat
Tentukan apakah tenaga kesehatan:
• Menempatkan bayi baru lahir terlentang pada permukaan yang
bersih, kering dan keras (meja resusitasi)
• Dengan cepat membungkus atau menyelimuti bayi, kecuali bagian
muka dan bagian atas dada
• Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi • Memposisikan kepala bayi sehingga leher sedikit extensi • Menghisap lendir di mulut dan kemudian hidung • Jika hal ini tidak membantu (bayi belum menangis/bernapas),
mulai ventilasi aktif.
Melakukan resusitasi dengan ambu bag dan masker atau selang dan masker:
• Letakkan masker menutupi dagu, mulut dan hidung bayi sesuai
ukuran
• Memastikan bahwa masker melekat dengan benar menutupi
hidung, mulut dan dagu
• Melakukan ventilasi dua kali dan melihat apakah dada naik (percobaan)
• Ventilasi 40 kali per menit selama 1 menit • Nilai dan menentukan apakah bayi bernapas spontan Jika bayi bernapas dan tidak ada tanda sulit bernapas (retraksi intercostal atau megap‐megap):
• Menempatkan bayi dalam keadaan kontak kulit ke kulit dengan ibu
dan menyelimutinya
• Memastikan bahwa bayi terus bernapas tanpa kesulitan dan tetap
hangat dengan ditutupi selimut
Jika bayi tidak mulai bernapas atau jika bernapas kurang dari 30 per menit, dan ada retraksi dada atau megap‐ megap:
• Melanjutkan ventilasi aktif
• Memberikan oksigen 6 s/d 8 L per‐menit • Mengkaji apakah asuhan khusus diperlukan • Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi Jika tidak bernapas setelah ventilasi 20 menit: • Menghentikan ventilasi
• Dengan cepat membungkus atau menyelimuti bayi, kecuali bagian
muka dan bagian atas dada
• Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi • Memposisikan kepala bayi sehingga leher sedikit extensi • Menghisap lendir di mulut dan kemudian hidung • Jika hal ini tidak membantu (bayi belum menangis/bernapas),
mulai ventilasi aktif.
Melakukan resusitasi dengan ambu bag dan masker atau selang dan masker:
• Letakkan masker menutupi dagu, mulut dan hidung bayi sesuai
ukuran
• Memastikan bahwa masker melekat dengan benar menutupi
hidung, mulut dan dagu
• Melakukan ventilasi dua kali dan melihat apakah dada naik (percobaan)
• Ventilasi 40 kali per menit selama 1 menit • Nilai dan menentukan apakah bayi bernapas spontan Jika bayi bernapas dan tidak ada tanda sulit bernapas (retraksi intercostal atau megap‐megap):
• Menempatkan bayi dalam keadaan kontak kulit ke kulit dengan ibu
dan menyelimutinya
• Memastikan bahwa bayi terus bernapas tanpa kesulitan dan tetap
hangat dengan ditutupi selimut
Jika bayi tidak mulai bernapas atau jika bernapas kurang dari 30 per menit, dan ada retraksi dada atau megap‐ megap:
• Melanjutkan ventilasi aktif
• Memberikan oksigen 6 s/d 8 L per‐menit • Mengkaji apakah asuhan khusus diperlukan • Menjelaskan kepada ibu apa yang sedang terjadi Jika tidak bernapas setelah ventilasi 20 menit: • Menghentikan ventilasi
• Mencatat waktu kematian
• Memberikan dukungan moril kepada ibu dan anggota keluarga
• Mencatat semua tindakan yang dilakukan di catatan medis ibu
• Menanyakan apakah ibu mempunyai pertanyaan, dan menjawab
dengan bahasa yang mudah dimengerti
3.
Tenaga kesehatan menempatkan instrumen yang telah di gunakan dan sampah medis dengan benar setelah resusitasi bayi baru lahir.
Menentukan apakah tenaga kesehatan:
• Merendam kateter atau bola penghisap lendir atau masker dari
Ambu bag di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit Mencuci tangan setelah membereskan peralatan: • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 10‐ 15 detik
dan mengeringkannya dengan handuk bersih Pribadi, handuk
kertas atau mengangin‐anginkannya, atau mencuci tengan dengan
menggunakan larutan alkohol gliserin 1. Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED)
2. Buku Pegangan Pelatih 2008 halaman 185‐200
3. Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit, MCHIP 2011. Total Standar Kinerja 3
Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian
• Mencatat waktu kematian
• Memberikan dukungan moril kepada ibu dan anggota keluarga
• Mencatat semua tindakan yang dilakukan di catatan medis ibu
• Menanyakan apakah ibu mempunyai pertanyaan, dan menjawab
dengan bahasa yang mudah dimengerti
3.
Tenaga kesehatan menempatkan instrumen yang telah di gunakan dan sampah medis dengan benar setelah resusitasi bayi baru lahir.
Menentukan apakah tenaga kesehatan:
• Merendam kateter atau bola penghisap lendir atau masker dari
Ambu bag di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit Mencuci tangan setelah membereskan peralatan: • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 10‐ 15 detik
dan mengeringkannya dengan handuk bersih Pribadi, handuk
kertas atau mengangin‐anginkannya, atau mencuci tengan dengan
menggunakan larutan alkohol gliserin 1. Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED)
2. Buku Pegangan Pelatih 2008 halaman 185‐200
3. Standar Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit, MCHIP 2011. Total Standar Kinerja 3
Total Standar Di observasi Total Pencapaian Standar % Pencapaian
III.
Penilaian ketrampilan klinik emergensi untuk pasien tidak sadar
a. Daftar Tilik Bantuan Hidup dasar
Daftar Tilik Keterampilan: Bantuan Hidup Dasar
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN 1 Tenaga kesehatan
mengenali henti jantung atau henti
nafas
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Anda tiba-tiba menemukan seseorang tidak sadarkan diri. Yang Anda lakukan:”
• memastikan keamanan : aman diri, aman pasien, aman lingkungan • memastikan korban tidak sadarkan diri dan tidak berespon • mengguncang bahu korban dengan lembut
• bertanya kepada korban/memanggil korban “Pak...pak.../bu...bu... apakah anda baik-baik saja? / apakah anda mendengar saya? Jika korban ada respon
• Tidak mengubah posisi korban
• memeriksa permasalahan/kelainan yang dihadapi korban • mengulangi pemeriksaan berkala
Jika Korban Tidak Berespon
• berteriak meminta bantuan sekitar “TOLONG..TOLONG.... HUBUNGI AMBULAN’ atau “ TOLONG.... CARI BANTUAN”
2
Tenaga kesehatan membuka jalan nafas dan menilai pernafasan
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memastikan tidak ada cedera leher dan tiak ada cedera kepala • mengangkat dagu dan tengadahkan kepala /(chin lift, Chin Lift) • melihat, mendengarkan dan merasakan pernafasan dalam waktu < 10 detik
III.
Penilaian ketrampilan klinik emergensi untuk pasien tidak sadar
a. Daftar Tilik Bantuan Hidup dasar
Daftar Tilik Keterampilan: Bantuan Hidup Dasar
Nama Tenaga Kesehatan:________________________________________________________Unit Kerja: ___________________________________________________ Penilai: _______________________________________________________________________________Tanggal: _________________________
Petunjuk pengisian: Beri Tanda √ pada kolom di setiap kriteria verifikasi sesuai dengan temuan saat pengamatan dilakukan. Tuliskan pada kolom tersebut apabila diperlukan tambahan informasi atau masalah lainnya (gunakan halaman belakang jika diperlukan).
* Petugas kesehatan dinyatakan kompeten bila dapat mengerjakan 100% langkah‐langkah dengan benar
NO STANDAR KINERJA KRITERIA VERIFIKASI YA TIDAK NILAI CATATAN 1 Tenaga kesehatan
mengenali henti jantung atau henti
nafas
Tanyakan kepada tenaga kesehatan: “Anda tiba-tiba menemukan seseorang tidak sadarkan diri. Yang Anda lakukan:”
• memastikan keamanan : aman diri, aman pasien, aman lingkungan • memastikan korban tidak sadarkan diri dan tidak berespon • mengguncang bahu korban dengan lembut
• bertanya kepada korban/memanggil korban “Pak...pak.../bu...bu... apakah anda baik-baik saja? / apakah anda mendengar saya? Jika korban ada respon
• Tidak mengubah posisi korban
• memeriksa permasalahan/kelainan yang dihadapi korban • mengulangi pemeriksaan berkala
Jika Korban Tidak Berespon
• berteriak meminta bantuan sekitar “TOLONG..TOLONG.... HUBUNGI AMBULAN’ atau “ TOLONG.... CARI BANTUAN”
2
Tenaga kesehatan membuka jalan nafas dan menilai pernafasan
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memastikan tidak ada cedera leher dan tiak ada cedera kepala • mengangkat dagu dan tengadahkan kepala /(chin lift, Chin Lift) • melihat, mendengarkan dan merasakan pernafasan dalam waktu < 10 detik
• Memastikan korban bernafas Normal atau Tidak normal
• memastikan bahwa nafas yang didengar bukan nafas agonal/gasping (megap-megap) yang merupakan tanda henti jantung
3
Tenaga kesehatan memberikan nafas buatan pertama 2x
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memencet hidung korban
• menarik nafas normal
• bibir penolong menutupi mulut korban dengan erat
• meniupkan udara nafas sampai dada korban bergerak terangkat • 1 tiupan = 1 detik
• membiarkan dada korban mengempis spontan • mengulagi tindakan diatas
4
Tenaga kesehatan memperlihatkan Kompresi jantung dan nafas buatan (30 : 2)
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • membebaskan dada dari pakaian
• meletakan pangkal telapak tangan di pertengahan bawah tulang dada • meletakan tangan yang lain diatas punggung tangan yang satunya • jari-jari boleh dikepal atau dibuka
• kompresi dada
• laju kompresi 100x per menit • kedalaman kompresi 4-5 cm • kompresi konstan diselingi relaksasi
• Lanjutkan BHD dengan 30 kompresi 2 kali nafas buatan
5
Tenaga kesehatan Mengevaluasi setiap 2 menit
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memeriksa apakah ada tanda-tanda sirkulasi : bergerak, bernafas, batuk, dll
6
Tenaga kesehatan tidak menghentikan 30 : 2 sampai ada indikasi stop BHDTanyakan kepada tenaga kesehatan “kapan menghentikan bantuan hidup dasar (BHD)?”
• Memastikan korban bernafas Normal atau Tidak normal
• memastikan bahwa nafas yang didengar bukan nafas agonal/gasping (megap-megap) yang merupakan tanda henti jantung
3
Tenaga kesehatan memberikan nafas buatan pertama 2x
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memencet hidung korban
• menarik nafas normal
• bibir penolong menutupi mulut korban dengan erat
• meniupkan udara nafas sampai dada korban bergerak terangkat • 1 tiupan = 1 detik
• membiarkan dada korban mengempis spontan • mengulagi tindakan diatas
4
Tenaga kesehatan memperlihatkan Kompresi jantung dan nafas buatan (30 : 2)
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • membebaskan dada dari pakaian
• meletakan pangkal telapak tangan di pertengahan bawah tulang dada • meletakan tangan yang lain diatas punggung tangan yang satunya • jari-jari boleh dikepal atau dibuka
• kompresi dada
• laju kompresi 100x per menit • kedalaman kompresi 4-5 cm • kompresi konstan diselingi relaksasi
• Lanjutkan BHD dengan 30 kompresi 2 kali nafas buatan
5
Tenaga kesehatan Mengevaluasi setiap 2 menit
Tentukan apakah tenaga kesehatan melakukan hal‐hal berikut ini: • memeriksa apakah ada tanda-tanda sirkulasi : bergerak, bernafas, batuk, dll
6
Tenaga kesehatan tidak menghentikan 30 : 2 sampai ada indikasi stop BHDTanyakan kepada tenaga kesehatan “kapan menghentikan bantuan hidup dasar (BHD)?”
• kembalinya sirkulasi dan ventilasi spontan
• korban dialihkanrawatkan kepada yang lebih berwenang
• baru diketahui telah ada t anda-tanda kematian yang ireversibel (kaku mayat, lebam mayat, dekapitasi, pembusukan)
• penolong lelah atau keselamatannya terancam
7
Tenaga kesehatan memposisikan korban dalam posisi recoveri
Tanyakan kepada tenaga kesehatan “jika korman bernafas normal lagi, apa yang dilakukan?” • meletakan salah satu lengan korban yang dekat dengan penolong lurus
memanjang
• meletakan lengan lainnya yang jauh dari penolong dengan punggung tangan menempel pada pipi sisi yang berlawanan
• menekuk lutut korban yang jauh dari penolong (sisi yang sama dengan lengan yang menempel pada pipi)
• membalikan korban kearah penolong dengan menarik lutut jauh yang telah tertekuk kearah penolong dan menempel pada tanah. Satu kaki lainnya dalam keadaan lurus
• menyesuiakan posisi lengan dan kaki agar korban dalam posisi stabil • melakukan penanganan lanjutan korban
1Modul pelatihan bantuan hidup dasar 2015 (AHA 2015)
Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian
• kembalinya sirkulasi dan ventilasi spontan
• korban dialihkanrawatkan kepada yang lebih berwenang
• baru diketahui telah ada t anda-tanda kematian yang ireversibel (kaku mayat, lebam mayat, dekapitasi, pembusukan)
• penolong lelah atau keselamatannya terancam
7
Tenaga kesehatan memposisikan korban dalam posisi recoveri
Tanyakan kepada tenaga kesehatan “jika korman bernafas normal lagi, apa yang dilakukan?” • meletakan salah satu lengan korban yang dekat dengan penolong lurus
memanjang
• meletakan lengan lainnya yang jauh dari penolong dengan punggung tangan menempel pada pipi sisi yang berlawanan
• menekuk lutut korban yang jauh dari penolong (sisi yang sama dengan lengan yang menempel pada pipi)
• membalikan korban kearah penolong dengan menarik lutut jauh yang telah tertekuk kearah penolong dan menempel pada tanah. Satu kaki lainnya dalam keadaan lurus
• menyesuiakan posisi lengan dan kaki agar korban dalam posisi stabil • melakukan penanganan lanjutan korban
1Modul pelatihan bantuan hidup dasar 2015 (AHA 2015) Total Standar Kinerja 3 Total Standar Di observasi
Total Pencapaian Standar % Pencapaian