Tugas Resume Sejarah Pemikiran
dan Perkembangan Ekonomi Islam
Disusun oleh :
Nama ; Naurun nisa
Nim
; 152.145.118
Sejarah Pemikiran Islam pada Masa
Rasulullah
A. Masa awal pemerintahan rasulullah.
Sebelum Islam datang situasi kota Yatsrib sangat tidak menentu karena tidak mempunyai pemimpin yang berdaulat secara penuh. Madinah merupakan negara yang baru terbentuk maka dari itu rasulullah harus memikrkan jalan keluar untuk mengubah
keadaan tersebut, adapun langkah-langkah yang dilakukan rasulullah adalah sebagai berikut;
Membangun masjid Quba di Madinah Merehabilitasi kaum Muhajirin
Membangun Konstitusi Negara
B. Sistem Ekonomi.
Madinah merupakan negara ekonomi yang baru
terbentuk dengan kemampuan mobilitas yang sangat rendah dari sisi ekonomi. Lalu rasuullah menempuh bebarapa langkah tertentu untuk membangun sistem perekonomian menuju ke ranah yang lebih baik.
Sistem Ekonomi yang diterapkan oleh Rasulullah berakar dari Al-qur`an.
C. Sistem Keuangan dan Pajak.
pada tahun-tahun awal sejak dideklarasikannya sebagai sebuah negara, madinah hampir tidak
memiliki sumber pemasukan ataupunpengeluaran negara. Seluruh tugas dilaksanakankaum muslimin secara bergotong royong dan sukarela. mereka
Sumber pendapatan pada masa rasulullah
Khums atau rikaz Amwal fadhila Wakaf
Nawaib Zakat Kafarat Ushr Jizyah Kharaj Ghanimah Fai`
Sumber pengeluaran pada masa rasulullah
biaya pertahanan
Penyaluran zakat dan ushr kepada yang berhak menerimanya Membayar gaji pegawai
Membayar upah para sukarelawan Membayar utang negara
Bantuanan untuk para musafir yang kehabisan bekal Bantuan untuk para pelajar agama di Madinah
Tunjangan untuk keluarga nabi ( hanya sejumlah kecil, 80 butir kurma dan
80 butir gandum untuk setiap istrinya ).
Bantuan pelunasan utang bagi kaum muslimin yang meninggal dalam
keadaan miskin
8 golongan yang wajib menerima zakat
1. fakir 2. miskin
3. orang-orang yang mendistribusikan zakat (amil) 4. mu`alaf
5. Orang miskin yang tidak mampu melunasi hutangnya (garim)
6. budak yang telah dibebaskan dengan uang tebuasan (riqab)
7. Jihad fi sabilillah
8. Musfir yang kehabisan bekal (ibnu sabil)
next next back
Perkembanagan Ekonomi Islam pada Masa
Pemerintahan Khulafaur Rasyidin
A. Sistem Ekonomi dan Fiskal pada Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq
Nama lengkapnya adalah Abdullah Ibn Abu Qurafah Ath-Thamimi. Khalifah dari khulafaur rasyidin.
Sahabat terdekat Nabi SAW. Dan salah seorang yang pertama masuk islam (assabikunal awwalun). Masa pemerintahan beliau hanya berlangsung selama dua tahun. Adapun persoalan yang beliau hadapi selama masa pemerintahan beliau yakni; memerangi kaum
murtad, nabi palsu, dan mendistribusikan zakat
B. Sistem Ekonomi dan Fiskal pada Masa Pemerintahan
Umar Ibn Al-Khattab
masa pemerintahan beliau hanya berlangsung selama sepuluh tahun beliau banyak melakukan ekspansi
kenegara-negara romawi dan negara sekitar arab
lainnya. Karena perluasan wilayah yang berlangsung sangat cepat maka beliau mengatur sistem administrasi negara dengan menconto kepada negara persia.dan
administrasi dibagi menjadi delapan wilayah provinsi. 1. Pendirian Lembaga Baitul Maal.
pendirian baitul maal dilatarbelakangi dengan
lalu beliau berinisiatif untuk tidak menggunakan harta baitul maal tersebut melainkan menyimpannya sebagai cadangan baik untuk keperluan darurat, gaji pegawai
maupun keperluan masyarakat lainnya. Dan dalam hal ini badan eksekutif tidak diperbolehkan turun tangan dalam mengurus harta baitul maal. Untuk mendistribusikan
harta baitul maal beliau endirikan beberapa department yang dianggap perlu adapun department sebagai berikut; 1. Department pelayanan militer
2. Department kehakiman dan eksekutif
2. Kepemilakan tanah
Pada masa pemerintahan khalifah umar, wilayah kekuasaan islam semakin luasseiring dengan banyaknya daerah-daerah yang ditaklukkan, baik secara damai maupun melalui
peperangan. hal ini menimbulkan permasalahn baru,
kebijakan apakah yang akan diterapkan negara terhadap kepemilikan-kepemilikan tanah taklukan tersebut. Setelah melalui beberapa tehap yang tidak mudah makan munculah kebijakan-kebijakan sbb;
1. Kharaj dibebankan kepada pemilik tanah walaupun pemilik tanah telah memeluk islam
2. Bekas pemilik tanah diberikan hak kepemilikan selama mereka membayar kharaj dan jizyah
3. zakat.
4. Ushr
5. Sadaqoh dari kaum non muslim.
6. Mata uang
7. Klasifikasi dan alokasi pendapatan
negara
C. Sistem ekonomi dan fiskal pada masa Khalifah
Utsman Ibn Affan
masa pemerintahan beliau berlangsung selama 12
tahun, Khalifah Utsaman Ibn Affan banyak melakukan ekspansi kebebrapa wilayah seperti armenia, tunisia, cyrpus, dsb. 6 tahun pertama pemerintahaannya beliau menerapkan kebijakn yang diterapkan oleh kalifah
Umar dalam rangka pengembangan smber daya alam, ia melakukan pembuatan saluran perairan,
pembangunan jalanan, dan membentuk organisasi
D. Sistem Ekonomi dan Fiskal pada masa Pemerintahan
Ali Ibn Ali Thalib
Pemerintahan Khalifah Ali yang berlansung selama enam tahun selalu diwarnai dengan ketidak stabilan politik. beliau menerapkan pemerataan distribusi uang kepada rakyat, sistem distribusi setiap pekan sekali untuk pertama kalinya diadopsi. Hari kamis adalah hari pendistribusian atau hari pembayaran pada hari itu semua perhitungan diselesaikan dan hari sabtu dimulai perhitungan baru. beliau juga
menaikkan tunjangan bagi para pengikutnya di irak. Khalifah ali memiliki konsep yang jelas tentang
pemerintahaan, administrasi umum dan masalah-masalah yang berkaitan dengannya
.
next next back
Praktek Ekonomi pada Masa Dinasti
Umaiyyah
A. Peradaban Islam pada Masa Dinasti Umaiyah.
Pemerintahan dinasti umaiyah berawal dari kekalahan Ali r.a dalam perang siffin sehinnga dari peristiwa tersebut muncullah arbitrase
atau tahkim.yang kemudian peristiwa tersebut diketahui merupakan tipu muslihat bani umaiyyah yang kemudian dari peristiwa ini
Kekuasaan dipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sufyan. dangan demikin berakhirlah apa yang disebut dengan masa khulafaur rasyidin dan
dimulailah kekuasaan Bani Umaiyah dalam sejarah politik islam. pada awal masa kelahiran bani umaiyyah, banyak terjadi gejolak dalam kubu islam sendiri tentang perebutan kekuasaan, sehingga umat islam sendiri terbagi menjadi tiga golongan, bani umaiyyah dipimpin oleh muawiyah, syiah, dan khawarij. Masa pemerintahan muawiyyah yang terkenal
sebagai yang terkenal akan perhatiannay yang tertumpu pada kebesaran raja, yang berarti semangat dan keinginan untuk memiliki kekuasaan umaiyyah melakukan langkah sebagai berikut;
2. Memperluas kekuasaan islam yang diarahkan berbagai wilayah yaitu;
a. wilayah asia kecil yang masih dikuasai romawi timur b. Wilayah afganistan-india dan perbatasan bangkok c. Wilayah utara afrika, meliputi aljzaijar dan maroko
d. Wilayah eropa barat yang meliputi semenajung andalusia
B. Pemikiran Ekonomi Masa Bani Umaiyyah.
Dari perspektif sejarah masa umaiyyah disebut sebagai masa
keemasan pencapaian kejayaan islam karna. Pada masa ini terjadi perluasan wilayah pemerintahan islam dan jumlah penduduk yang masuk islam. Namun pada masa ini juga diperkirakan bahwa islam akan lenyapkarena terjadi kemunduran islam pada masa ini.
Pemikiran ekonomi pada masa ini sebenarnya tidak terlalu
Perbaikan sistem politik pada masa Dinasti Umaiyyah dengan cara dibentuk beberap lembaga-lembaga negara dan banyak membawa dampak positif bagi warga negara terutama dengan diibentuknya lembaga keungan negara (nizam maal) yang tugasnya adlah sbb; 1. Mengatur gaji tentara dan pegawai negara
2. Mengatur biaya tata usaha negara 3. Mengatur biaya saran pertanian
4. Mengatur biaya untuk orang-orang hukuman dan tawanan perang
Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada masa umaiyyah terbukti berjaya dan membawa kemajuan kepada rakyatnya
diantara lain;
5. dalam sektor pertanian beliau telang memperkenalkan sistem pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian
C. Kegitan Perekonomian pada Masa Kekhalifan
Bani Umaiyyah
pada masa pra-islam uan gromawi dan persia digunakan di hijaz.
Muawiyyah dan para khalifah terdahulu merasa puas dengan beredarnya uang asing. Dan beberapa orng mencetak uang palsu paa masa ini. Pada tahun 965, Abd Malik mencetak dinar emas dan perak asli milik orang arab. Disamping membuat uang Islam dan juga melakukan arabisasi kerajaan, Abd malik juga mengembangkan layanan pos dengan
D. Kebijakan Ekonomi dan Praktek Ekonomi
pada masa ini kebijakan ekonomi banyak dibentuk berdasarkan ijtihad para ulama dan fuqoha sebagai konsekuensi semakin jauhnya rentang waktu antara kehidupan Rasulullah dan pemerintahan tersebut adapun catatan penting bani umaiyyah adalah sebagai berikut;
a) Ketika diangkat menjadi khalifah Umar Ibn Abdul Azis menyerahkan seluruh harta kekayaannya yang diperoleh secara tidak wajar
b) Selain berkuasa beliau tidak mengambil sepeserpun dari harta baitul maal
c) Mempriotaskan pembangunan dalam negri
d) Menghapus pajak bagi kaum muslim, dan mengurangi beban kaum nasrini dan membuat takarandan timbanagn, membasmi cukai dan dan kerja paksa
E. Keutamaan dan sisi Negatif pemerintahaan
BaniUmaiyyah
Keutamaan pemerintahan Uamiyyah sbb;
1. Muawiyyah adalah sahabat yang baik walaupun mereka melakukan ijtihad politik
2. Banyak elakukan ekspansi sehingga meluasnya wilayah islam dan banyaknya manusia yng memeluk agama islam
3. Memproduksi tanah-tanah mati, pembangunan berbagai kota, dan pembangunan kota yang megah
Dan beberapa sisi negatifnya adalah sbb;
4. Terjadinya penyimpangan dalam penerapan aturan-aturan islam seperti; pemilihan pemerintah secara tidak demokratis dan pemerintahan dilakukan secara tipu daya kekerasan.
5. Penggunaan uang negara digunakan untuk tujuan diluar keperluan negara 6. Masuknya para budak wanita kedalam rumah-rumah mereka
7. Berakhirnya masa kekhalifan bani umaiyyah dianggap sebagai bad ending.
next next back
Praktik Ekonomi pada Masa Daulah Abbasiyah
Daulah Abassiyah diidirikan pada tahun 132 h/750 m setelah berhasil menumbangkan daulah umaiyyah pada masa khalifah marwan 2 di Damaskus Sistem dan pemerintahan, struktur
organisasi pemerintahan, dan administrasi abbasiyah tidak jauh berbeda dengan dinasti bani umayyah. kendati demikian , ada hal-hal yang diciptakan oleh bani abbas. Sistem dan bentuk
pemerintahan monarki, yang di pelopori oleh muawiyah bin abi sofyan, diteruskan oleh dinasti abbasiyah dan sama menggunakan gelar khalifah. Adapun perbedaannya derajat khalifah lebih tinggi. Adapun dasr-dasar pembentukan dinasti abbasiyah adalah
1. Dasar kesatuan untuk menghadapi perpecahan yang timbul dari dinasty sebelumnya.
2. Dasar universal (bersifat universal), tidak terlandaskan atas kesukuan.
B. Keberhasilan Revolusi masa Abbasiyah
Setelah dinasti Abasiyah berkuasa , maka dilakukanlah
langkah-langkah konsolidasi demi mengamankan kekuasaan yang baru berdiri. Langkah tersebut ialah.
• Mengankat dan membaiat Abu al-Abbas As-Saffah sebagai khalifah pertama.
• Memusatkan pemerintahan sementara di istana Hasyimiah, kufah.
• Membasmi pemberontak yang anti Abbsiyah, termasuk mereka yang dianggap pesaing polotik yang di yang dapat
membahyakan kewibawaan khalifah.
• Mengangkat penasehat dan wazir atau perdana menteri.
C. Pemikiran Ekonomi pada Masa Dinasti Abassiyah
Pada masa pemerintah Daulah Abbasiyah, sistem perekonomian pun dibangun dengan menggunakan sistem ekonomi pertanian,
peindustrian dan perdagangan.
a) Perkembangan perdagangan dan industri.
Permulaan masa kepemimpinan Bani Abbassiyah,
perbendaharaan negara penuh dan berlimpah-limpah, Yang
menjadi Khalifah adalah Mansyur. Dia mencontohi Khalifah Umar bin Khattab dalam menguatkan Islam. Dan keberhasilan kehidupan ekonomi maka berhasil pula dalam :
• Pertanian, Khalifah membela dan menghormati kaum tani, bahkan meringankan pajak hasil bumi mereka, dan ada beberapa yang
dihapuskan sama sekali.
• Perindustrian, Khalifah menganjurkan untuk beramai-ramai
3. Perdagangan, Segala usaha ditempuh untuk memajukan perdagangan seperti:
a) Membangun sumur dan tempat-tempat istirahat di jalan-jalan yang dilewati kafilah dagang.
b) Membangun armada-armada dagang.
c) Membangun armada : untuk melindungi parta-partai negara dari serangan bajak laut.
D. Keruntuhan Bani Abbasiyah. Faktor internal
a) Lemahnya semangat patriotisme negara,
b) Hilangnya sifat amanah dalam segala perjanjian yang dibuat,
c) Kemerosotan ekonomi terjadi karena banyaknya biaya yang digunakan untuk tentara
Faktor eksternal
d) Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan.
b) Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.
c) Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar nextnext back
Sejarah Peradaban dan Praktek
Ekonomi pada Masa 3 Kerajaan Besar
A. Sejarah berdirinya Turki Usmani.
Kerajaan Usmani (680-1341 H/1281-1924 M)
didirikan oleh Usman Putera Ertugrul, bangsa Turki dari kabilah Ughuz yang berasal dari Mongol,
China utara. Pembentukan bangsa Turki yang
berasal dari kabilah ughuz ini berawal dari peran mereka dalam beberapa penaklukan ke negeri yang sebelumnya bukan dari negeri muslim. Migrasi ini di lakukan karena keinginan untuk mendapatkan padang rumput yang subur,
mendapatkan harta rampasan dan mengalahkan orang kafir demi perjuangan Islam. Pada abad XIII, ketika kesultanan seljuk di Baghdad melemah
akibat dari serbuan tentara Mongol (1243) dan cengkeraman kekuasaan Bizantium di belahan asia juga mulai melemah, segera beberapa
2. Perkembangan dan Kemajuan Kerajaan Turki Usmani
Kegigihan dan ketangguhan yang dimiliki oleh para pemimpin Turki Usmani membawa dampak yang baik sehingga kemajuan-kemajuan dalam perkembangan wilayah Turki Usmani dapat diraih dengan cepat. Kemajuan dan perkembangan ekspansi kerajaan
Usmani yang demikian luas dan berlangsung dengan cepat itu diikuti pula oleh kemajuan dalam bidang kehidupan lain,
diantaranya :
• Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan
mendukung keberhasilan diantaranya: kekuatan militernya didirikannya pusat pendidikan dan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut dengan Jenissari atau Inkisyariah.
• Bidang ilmu pengetahuan dan budaya
Sebenarnya turki usmani tidak terlalu fokus mengenai bidang budaya ini sehinggan tidak ada yang terlalu penting mengenai bidang ini.
• Bidang keagamaan
3. Kemunduran dan kehancuran Turki Usmani
Faktor kemunduran Turki Usmani disebabkan oleh hal- hal berikut;
• Wilayah kekuasaan yang sangat luas sementara administrasi pemerintahan kerajaan Usmani tidak beres.
• Heterogenitas penduduk Sebagai kerajaan besar.
• Pemberontakan tentara Jenissari Pemberontakan tentara Jenissari terjadi sebanyak empat kali,.
• Merosotnya ekonomi Akibat perang yang tak pernah berhenti.
• Terjadinya stagnasi dalam lapangan Ilmu dan
B. Kerajaan Shafawi di Persia
Kerajaan Shafawi (907-1148 H/1501-1736 M) didirikan oleh Ismail ibn Haider di wilayah Persia. Penamaan kerajaan ini dengan kerajaan Shafawi karena kelahirannya berawal dari gerakan tarekat syafawiyah. Perjalanan tarekat safawiah menuju terbentuknya kerajaan Shafawi dapat di bedakan menjadi dua fase. (1). Sebagai gerakan tarekat murni. (2).
Sebagai gerakan politik. Beralihnya sikap gerakan ini kepada gerakan politik karena gerakan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat Persia yang sudah terpengaruh oleh ajaran tarekat syafawiah. Terpengaruhnya masyarakat Persia pada terikat ini antara lain Karena, banyaknya orang Persia yang mencari ketenangan hidup dengan memilih jalan hidup
tasawuf, sebab bosan dengan suasana hidup yang penuh dengan peperanngan dan perebutan kekuasaan .
2. Perkembangan dan Kemajuan Kerajaan Shafawi
Adapun kemajuan-kemajuan yang diraih oleh kerajaan Shafawi pada masa pemerintahannya adalah sbb;
• Bidang ekonomi Stabilitas politik kerajaan Shafawi pada
masa Abbas memacu perkembangan ekonomi Shafawi,
• Bidang ilmu pengatahuan Persia di kenal sebagai bangsa
yang telah berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan,
• Bidang pembangunan fisik dan seni Kemajuan ini
3. Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Shafawi
Adapun faktor-faktor yang mendukung kemunduran dan kehancuran Kerajaan Shafawi;
• Konflik berkepanjangan dengan kerajaan
Usmani. Dimana, menurut kerajaan Usmani
• Dekadensi Moral yang melanda para pemimpin
kerajaan Shafawi.
• Adanya pasukan Ghulam (budak-budak) yang
dibentuk oleh Abbas I tidak memiliki semangat perang yang tinggi seperti Qizilbash.
• Terjadinya konflik Intern dalam bentuk
C. Kerajaan Mughal di india
Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam
pertama di anak benua India. Awal kekuasaan
Islam di wilayah India terjadi pada masa
Khalifah al-walid, dari dinasti Bani Umayyah.
Penaklukan wilayah ini dilakukan oleh tentara
Bani umayyah di bawah pimpinan Muhammad
ibn Qosim. Pada fase desintegrasi dinasti
Ghaznawi. Kerajaan Mughal di India dengan
Delhi sebagai ibu kota, didirikan oleh
2. Perkembangan dan kemajuanan kerajaan Mughal
Faktor pendukung kemajuan peradaban kerajaan Mughal antara lain;
• Bidang militer Pasukan Mughal dikenal dengan pasukan yang kuat.
• Bidang ekonomi Kerajaan Mughal dapat Mengembangkan program pertanian, diantaranya padi, kacang, tebu, kapas, tembakau, dan rempah-rempah.
• Bidang seni Jahangir merupakan salah satu pelukis terhebat • Bidang sastra Banyak sastra dari bahasa Persia diubah ke
bahasa India.
3. Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Mughal
Faktor-faktor yang menyebabkan kekuasaan dinasti Mughal itu mundur dan membawa kehancurannya tahun 1858 M yaitu :
• Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan
militer sehingga operasi militer Inggris
• Kemorosotan moral dan hidup mewah
dikalangan elit politik, yang mengakibatkan
pemborosan dalam penggunaann uang negara.
• Pendekatan Aurangzeb yang terlampau “kasar”
dalam melaksanakan ide-ide puritan dan kecenderungan asketisnya,
• Semua pewaris tahta kerajaan pada paruh
terakhir adalah orang-orang lemah dalam
Pemikiran Ekonomi Tokoh Abu Hanifah &
Abu Yusuf
A. Biografi Abu Hanifah (80-150 H/699-767 M)
Abu Hanifah Al-Nu’man Ibn Sabit Bin Zauti, ahli hukum agama islam dilahirkan di Kufa pada masa 669 M semasa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan. Ia seorang non arab keturunan Persia, kakeknya Zauti mengenalkan sabit kepada sayyidina Ali.Abu Hanifah mengalami pemerintahan sepuluh khalifah umayyah,
B. pemikiran Ekonomi Abu Hanifah
• SalamKonsep salam menurut Abu Hanifah yaitu, suatu bentuk transaksi dimana antara pihak penjual dan pembeli
sepakat bila barang yang dibeli dikirimkan setelah dibayar secara tunai pada waktu kontrak disepakati.
• Murabahah
Murabahah yaitu penjualan dengan suatu persentase penaikan harga yang disepakati terhadap harga
pembelian pembayaran yang diangsur.
• Muzara’ah
Beliau tidak memperbolehkan pembagian panen
C. Biografi Abu Yusuf (113H-182H)
Nasab keturunan beliau masih merupakan keturunan dari kaum anshar (pemeluk islam pertama dan kelompok
penolong Nabi SAW di Madinah). Ia memiliki minat yang sangat besar terhadap ilmu, hal ini dibuktikannya dengan banyaknya kajian yang ia pahami.Pendidikannya dimulai dari belajar hadis dari beberapa tokohIa juga ahli dalam
bidang fiqh , berkaitan dengan ini Abu Hanifah membiayai seluruh keperluan pendidikannya,bahkan biaya hidup
keluarganya . Meskipun ia sebagai murid Abu Hanifah ia tidak sepenuhnya mengambil pendapat Abu Hanifah.
D. Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf
• Mekanisme
sektor negara sebagai satu mekanisme yang
memungkinkan warga negara melakukan campur tangan atas proses ekonomi.
• Membangun Pemahaman Fleksibilitas Sosial
dalam pandangan Abu Yusuf, dengan memberi pemahaman keseimbangan dan persamaan hak terhadap mereka di
tengah sesuai status kewarganegaraan,
• Membangun Sistem dan Politik Ekonomi yang Transparan
Pandangan Abu Yusud dalam hal ini akan terlihat ketika
beliau memeta Income negara yang meliputi Ghanimah dan
Fa’i sebagai pemasukan yang sifatnya Insidental revenue,
• Menciptakan Sistem Ekonomi yang Otonom
Bagi beliau, jumlah banyak dan sedikitnya barang tidak dapat dijadikan tolok ukur utama bagi naik dan turunnya harga, tapi ada kekuatan lain yang lebih menentukan.
next next back
Pemikiran Ekonomi tokoh As-Syaibani dan
Abu Ubaid
A. Biografi tokouh As-Syaibani (132-189 H/750 – 804 M) Abu Abdilah Muhammad bin Hasan bin Farqad
Al-Syaibani lahir pada tahun 132 H (750 M) di kota Wasith, ibu
kota Irak pada akhir masa pemerintahan Bani
Umayyah.Ayahnya berasal dari negari Syaibani di wilayah
jazirah Arab. Di kota tersebut ia belajar beragam ilmu agama. Setalah memperoleh ilmu yang memadai, Al-Syaibani kembali ke Baghdad yang saat itu telah berada dalam kekuasaan
Daulah Bani Abbasiyah. Di tempat ini ia mempunyai peranan penting dalam majelis ulama dan kerap didatangi ara penuntut ilmu. Namun tugas ini hanya berlangsung singkat karena ia kemudian mengundurkan diri untuk lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan penulisan fiqih. Beliau wafat pada usia 58
B. Pemikiran Ekonomi As-Syaibaini
• Al-Kasb (kerja)
As-Syaibani mendefinisikan al-kasb sebagai mencari perolehan harta melalui berbagi cara yang halal. Dalam ekonomi islam ini termasuk aktivitas produksi
• Kekayaan dan kefakiran
Pada intinya as-Syaibani menyerukan agar hidup dalam kesederhanaaan
(kecukupan). Sekalipun begitu tidak menentang akan orang yang berlebihan, tapi dalam catatan untuk hal kebaikan.
• Klasifikasi usaha-usaha Perekonomian
Menuruut as-Syaibani usaha perekonomian terbagi atas empat macam yaitu ;
sewa-menyewa, perdagangan, pertanian dan perindustrian. Sedangkan dalam ekonom kontemporer terbagi dalam tiga bidang yaitu; pertanian,
perindustrian dan jasa.
• Kebutuhan-kebutuhan Ekonomi
Makan, minum, pakaian, dan tempat tiggal adalah kebutuhan pokok dalam ekonomi islam maupun konvesional.
• Spesialisasi dan Distribusi Pekerjaan
C. Biografi abu Ubaid
Abu Ubaid, yang bernama lengkap al-Qasim bin Sallam bin Miskin bin Zaid al-Harawi al-Azadi al-Baghdadi, lahir di Bahrah, propinsi Khurasan, sebelah barat laut Afganistan, pada tahun 154 Hijriah. Abu ’Ubaid adalah salah seorang dari para fuqaha yang menggeluti bidang ekonomi dalam hal ini aturan keuangan publik. Ia juga banyak menangani kasus pertanahan dan perpajakan selama di Tarsus, disana ia memperlihatkan kemampuannya dalam hal administrasi dan pencatat diwan resmi. Awal pemikirannya dalam kitab al-Amwal dapat ditelusuri dari pengamatan yang dilakukan Abu Ubaid terhadap militer, politik, dan masalah fiskal
D. Pemikiran Ekonomi Abu Ubaid
• Filosofi Hukum dari Sisi Ekonomi
Abu Ubaid menekankan keadilan sebagai prinsip utama.
• Dikotomi Badui-Urban
Abu ubaid menegaskan bahwa, kaum badui (desa) bertentangan dengan kaum urban (perkotaan).
• Kepemilikan dalam Konteks Kebijakan Perbaikan Pertanian
Dalam pandangan Abu Ubaid, sumber daya publik, seperti air, padang rumput, dan api tidak boleh dimonopoli seperti hima (taman pribadi). Seluruh sumber daya ini hanya dapat dimasukkan ke dalam kepemilikan negara yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
• Reformasi distribusi zakat
Abu ubaid sngat menentang pendapat yang menyatakan bahwa pembagian harta zakat harus dilakukan secara merata di antara delapan kelompok penerima zakat
• Fungsi Uang
Pada prinsipnya, Abu Ubaid mengakui adanya dua fungsi uang, yakni sebagi standar nilai pertukaran dan media pertukaran
next next back
Pemikiran Ekonomi tokoh Haris bin Asad &
Al-mawardi
A. Biografi Haris bin Asad Al-Muhasibi.
Harits bin Asad al-Muhasibi hidup pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid (170 H / 786 M) sehingga Khalifah al-Mutawakkil (232 H / 847 M). Beliau menulis beberapa karya tentang tasawuf, dan di antaranya ialah suatu makalah pendek tentang cara-cara
memperoleh pendapatan untuk suatu mata pencarian, Dia
B. Pemikiran Ekonomi Haris bin Asad
al-Muhasibi menjelaskan yaitu apabila ada seorang muslim yang dalam mencari nafkahnya (kasab/bisnis) untuk memenuhi hak (maksud hak disini adalah hak dirinya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya) dan tidak melanggar dari aturan-aturan bisnis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. contoh, tidak melakukan Riba, Gharar, dan Maisyir. maka orang tersebut
termasuk golongan orang yang mentaati Allah SWT. (orang yang beriman) sehingga pantas mendapatkan gelar orang yang berpengetahuan (‘alim). Al-Muhasibi juga mengecam para pedagang pada waktu itu yang
selalu melanggar peraturan yang telah ditetapkan, dan selalu melakukan segala hal untuk mendapatkan
C. Biografi Al-Mawardi.
Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Habib
Al-Mawardi Al-Basri Al-Syafi’i lahir di kota Basrah
pada tahun 364 H (974 M).Setelah mengawali
pendidikanya di kota Basrah dah Baghdad
selama dua tahun, ia mengalana keberbagai
negeri Islam untuk menuntut ilmu. Al-Mawardi
tetap aktif mengajar dan menulis .Dengan
mewariskan dengan bebagai karya tulis yang
sangat berharga tersebut, Al-Mawardi meninggal
dunia pada bulan Rabiul Awwal tahun 450 H
D. Pemikiran Ekonomi Al-Mawardi
beliau berpendapat bahwa hak progresif Negara
untuk menghibahkan tanah, kewajiban Negara
untuk mengawasi pasar, dan lain-lain. Al-Mawardi
juga berpendapat bahwa negara harus
menyadiakan infrastruktur yang diperlukan bagi
perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umum.
Belia juga menyumbangkan pemikirannya dalam
hal pembayaran pajak Menurutnya penilaian
atas kharaj harus bervariasi sesuai dengan
faktor-faktor yang menentukan kemampuan tanah dalam
membayar pajak, yaitu kesuburan tanah, jenis
tanaman dan sistem irigasi.
next next back
Pemikiran Ekonomi tokoh Alghozali & Nasrudin
A. Biografi Alghozali
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Tusi
Al-Ghazali lahir di Tus sebuah kota kecil di Khurasan Iran pada tahun 450H (1058M). Sejak kecil, imam Ghazali hidup dalam dunia tasawuf. Pada tahun 488 H (1050 M), atas desakan
penguasa pada masa itu, yaitu Wazir Fakhr Mulk, Al-Ghazali kembali mengajar di madrasah Nizhamiyah di Naisabur. Akan tetapi, pekerjaanya itu hanya berlangsung selama dua tahun. Ia kembali lagi ke kota Tus untuk
mendirikan sebuah madrasah bagi para Fuqaha dan
B. Pemikiran ekonomi Alghozali
1.Pertukaran Sukarela dan Evolusi
membakar sebagian hasil pertanian sehingga harganya di pasar tidak menurun, justru akan melonjak tinggi.
a)Permintaan, Penawaran, Harga, dan Laba b)Etika Perilaku Pasar
2. Aktivitas Produksi
a) Produksi Barang-barang Kebutuhan Dasar Sebagai Kewajiban Sosial b)Hierarki Produksi
c)Tahapan Produksi, Spesialisasi, dan Keterkaitannya 3. Barter dan Evolusi Uang
d)Problema Barter dan Kebutuhan Terhadap Uang
e)Uang yang Tidak Bermanfaat dan Penimbunan Bertentangan dengan Hukum Ilahi f)Pemalsuan dan Penurunan Nilai Uang
C. Pemikiran Ekonomi Nasirudin
Ia menyatakan bahwa spealisasi dan pembagian tenaga kerja telah menciptakan surplus ekonomi sehingga memungkinkan terciptanya kerja sama dalam masyarakat untuk saling menyediakan barang dan jasa kebutuhan hidup. Hal ini merupakan tuntunan alamiah, sebab seseorang tidak bisa menyediakan semua kebutuhannya sendiri sehingga menimbulkan ketergantungan satu dengan lainnya. Akan tetapi, jika proses ini dibiarkan secara alamiah, kemungkinan manusia akan saling bertindak tidak adil dan menuruti kepentingannya sendiri-sendiri. Orang yang kuat akan mengalahkan yang lemah. Tusi sangat menekankan pentingnya tabungan dan mengutuk konsumsi yang
berlebihan serta pengeluaran-pengeluaran untuk asset-aset yang
produktif, seperti perhiasan dan penimbunan tanah tidak produktif. Ia memandang pentingnya pembangunan pertanian sebagai fondasi
pembangunan ekonomi secara keseluruhan dan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat. Ia juga merekomendasikan pengurangan pajak, di mana berbagai pajak yang tidak sesuai dengan syari’ah islam ha0rus di larang. nextnext back
Pemikiran Ekonomi tokoh Ibnu Khaldun &
Ibnu Thaimiyah
A. Biografi Ibnu Khaldun
Ibnu khaldun adalah sosok Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. Ibnu Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan
permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal,
pertumbuhan penduduk, makro ekonomi dari pajak dan pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, indusrtri dan perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya. Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan
ekonominya. Sehubungan dengan itu, maka tidak mengherankan jika banyak ilmuwan terkemuka kontemporer yang meneliti dan
B. Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun • Teori produksi
Dalam pemikiran ekonominya Ibnu Khaldun
menegaskan bahwa kekayaan suatu Negara tidak
ditentukan oleh banyaknya uang di suatu Negara, tetapi ditentukan oleh tingkat produksi
• Teori Nilai, Uang dan Harga
teori nilai; nilai suatu produk sama dengan jumlah tenaga
kerja yang dikandungnya
Teori Uang; logam (perak& emas) ini diterima secara
alamiah sebagai uang dimana nilainya tidak dipengaruhi oleh fluktuasi subjektif.
Teori Harga; harga adalah hasil dari hukum permintaan
dan penawaran. Pengecualian satu-satunya dari hukum ini adalah harga emas dan perak, yang merupakan
standar moneter.
• Hukum penawaran dan permintaan
bahwa apabila sebuah kota berkembang pesat,
• Teori Distribusi
Harga suatu produk terdiri dari tiga unsur : gaji, laba, dan pajak. Setiap unsur ini merupakan imbal jasa bagi setiap kelompok dalam masyarakat. Karenanya Ibnu Khaldun membagi perekonomian ke dalam tiga sektor : produksi, pertukaran, dan layanan masyarakat.
•
Teori Siklus
Bagi Ibn Khaldun, produksi bergantung kepada
penawaran dan permintaan terhadap produk.
Namun penawaran sendiri tergantung kepada
jumlah produsen dan hasratnya untuk bekerja,
C. Biografi Ibnu Thaimiyah
Ibnu Taimiyah yang bernama lengkap Taqiyuddin Ahmad bin Abdal Halim lahir di kota Harran pada tanggal 22 Januari 1263 M. Ia berasal dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Ayah, paman dan kakenya merupakan yang berpendidikan tinggi. Kehidupan
Ibnu Taimiyah tidak hanya terbatas pada dunia buku dan kata-kata. Ketika kondisi menginginkannya, tanpa ragu,-ragu ia turut serta dalam dunia polititk dan
urursan publik. Ibnu Taimiyah meninggal dunia di
dalam tahanan pada tanggal 26 september 1328 M (20 Dzul Qaidah 728 H) setelah mengalami perlakuan
D. Pemikiran Ekonomi Ibnu Thaimiyah
• Harga yang adil, mekanisme pasar dan regulasi harga harga yang adil adalah harga yang dibayar untuk objek yang serupa.
• Mekanisme Pasar
Ibnu Taimiyah memiliki sebuah pemahaman yang jelas tentang bagaimana, dalam suatu pasar bebas, harga
ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
• Regulasi Harga
penetapan harga yang tidak adil dan cacat hukum adalah penetapan harga yang dilakukan pada saat
kenaikan harga-harga terjaddi akibat persaingan pasar bebas yakni kelangkaan supply atau kenaikan demand.
next next back
Pemikiran Ekonomi Umar Capra & Afzalur
Rahman
A. Pemikiran Ekonomi Umar Capra
• Kapitalisme
Kapitalisme adalah suatu system ekonomi yang secara jelas ditandai oleh berkuasanya “kapital”. Ciri utama dari system kapitalisme ini adalah tidak adanya perencaan ekonomi sentral.
• Sosialisme
Chapra menjelaskan bahwa sistem ini gagal menyediakan karakteristik-karakteristik yang harus dimiliki sebuah sistem.
• Negara Kesejahteraan
Paham ini menuntut peran negara yang lebih aktif dalam bidang ekonomi dibandingkan peranannya dibawah paham kapitalisme laissez-faire
• Ilmu Ekonomi Islam
Umar Chapra mendefenisikan ekonomi islam sebagai suatu cabang
pengetahuan yang membantu merealisasikan kesejahteraan manusia melalui suatu alokasi dan distribusi sumber-sumber daya langka yang seirama
Prinsip paradigma Islam
• (Rational economic man) tingkah laku rasional
yang bertujuan agar mampu mempergunakan sumber daya karunia Allah dengan cara yang dapat menjamin kesejahteraan duniawi individu
• (Positivisme) kenetralan mutlak antara seluruh
tujuan atau beban dari posisi etika atau pertimbangan-pertimbangan normatif.
• (Keadilan)
• (Pareto optimum) diartikan dengan maqashid. • (Intervensi Negara) Al Mawardi telah
mengatakan bahwa keberadaan sebuah
Elemen-elemen strategis yang penting dalam
ekonomi islam
• Penyaringan yang merata atas klaim yang
berlebihan
• Motivasi
• Restrukturisasi sosioekonomi
• Peran Negara
Ada 5 macam tindakan yang diajukan bagi pembangunandengan keadilan dan stabilitas
• memberikan kenyamanan kepada faktor manusia
• mereduksi konsentrasi kekayaan
• melakukan restrukturisasi ekonomi
• melakukan restrukturisasi keuangan
B. Biografi afzalur rahman
Afzalur Rahman dilahirkan pada 21 September 1919 M/1338 di distrik Hazara, Punjab, suatu daerah di anak benua Indo-Pakistan yang sekarang terletak di sebelah barat laut Pakistan. Ia dibesarkan dalam suatu keluaraga dengan tradisi keagamaan mazhab Hanafi yang cukup kuat. Oleh karenanya, sebagaimana diakuinya sendiri bahwa ia telah terbiasa menjalankan ritual-ritual agama, seperti shalat dan puasa se-cara teratur sejak masa
kecilnya dan tidak pernah meninggalkannya.
Karya-Karya Utama dari fazrul rahman, Kajian dan penelusuran terhadap karya-karya Fazlur Rahman dianggap perlu
C. Pemikiran Ekonomi Afzalur Rahman
• Wujud Tuhan
Afzalur Rahman dalam menerangkan gagasan tentang Tuhan dan alam semesta senantiasa mengacu pada
Alquran sebagai sumber otoritas primer dan senantiasa aktual dan kontekstual dalam setiap masa dan keadaan dimana manusia berada
• Kenabian dan Wahyu
Dalam taraf ini, manusia sudah tidak dapat diatur lagi oleh orang lain dalam hal apapun. Bahkan, ia benar-benar telah memperoleh semua pengetahu an dan makrifat, serta
tidak memerlukan orang lain untuk mengatur dirinya dalam segala hal.
• Kedudukan Akal dan dan Fungsi Wahyu
Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna dan mulia. Ketinggian, keutamaan dan kelebihan manusia dari makhluk lainnya terletak pada akal yang
• Politik dan Kepemimpinan
Dalam berbagai tulisannya Fazlur-Rahman menekankan masyarakat Islam adalah masyarakat menengah yang tidak terjebak pada ekstrimitas, dan ûlil al-amri-nya (para pemegang kekuasaan) Secara umum,
klasifikasikan pandangan menegenai persoalan ke-pemimpinan tidak terlepas dari pandangan mereka tentang hubungan negara dan agama, yang secara ringkas ada 3 (tiga) arus besar pendapat para pemikir Islam tentang hubungan Islam dan negara ini, yakni:
1. ialah kelompok yang berpendapat bahwa hubungan
antara Islam dan negara sangat lekat bahkan Islam
mengatur persoalan negara secara eksplisit dan detail.
2. mereka menyatakan bahwa tidak ada hubungan
antara Islam dengan negara dengan demikian mendirikan negara bukan sebuah kewajiban
3. di luar kelompok yang pro dan kontra di atas yang