• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Pemikiran dan Perkembangan Ekono

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Pemikiran dan Perkembangan Ekono"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Resume Sejarah Pemikiran

dan Perkembangan Ekonomi Islam

Disusun oleh :

Nama ; Naurun nisa

Nim

; 152.145.118

(2)
(3)

Sejarah Pemikiran Islam pada Masa

Rasulullah

A. Masa awal pemerintahan rasulullah.

Sebelum Islam datang situasi  kota  Yatsrib  sangat tidak menentu karena tidak mempunyai pemimpin yang berdaulat secara penuh. Madinah merupakan negara yang baru terbentuk maka dari itu rasulullah harus memikrkan jalan keluar untuk mengubah

keadaan tersebut, adapun langkah-langkah yang dilakukan rasulullah adalah sebagai berikut;

Membangun masjid Quba di MadinahMerehabilitasi kaum Muhajirin

Membangun Konstitusi Negara

(4)

B. Sistem Ekonomi.

Madinah merupakan negara ekonomi yang baru

terbentuk dengan kemampuan mobilitas yang sangat rendah dari sisi ekonomi. Lalu rasuullah menempuh bebarapa langkah tertentu untuk membangun sistem perekonomian menuju ke ranah yang lebih baik.

Sistem Ekonomi yang diterapkan oleh Rasulullah berakar dari Al-qur`an.

C. Sistem Keuangan dan Pajak.

pada tahun-tahun awal sejak dideklarasikannya sebagai sebuah negara, madinah hampir tidak

memiliki sumber pemasukan ataupunpengeluaran negara. Seluruh tugas dilaksanakankaum muslimin secara bergotong royong dan sukarela. mereka

(5)

Sumber pendapatan pada masa rasulullah

Khums atau rikaz Amwal fadhila Wakaf

Nawaib Zakat Kafarat Ushr Jizyah Kharaj Ghanimah Fai`

(6)

Sumber pengeluaran pada masa rasulullah

biaya pertahanan

Penyaluran zakat dan ushr kepada yang berhak menerimanyaMembayar gaji pegawai

Membayar upah para sukarelawanMembayar utang negara

Bantuanan untuk para musafir yang kehabisan bekalBantuan untuk para pelajar agama di Madinah

Tunjangan untuk keluarga nabi ( hanya sejumlah kecil, 80 butir kurma dan

80 butir gandum untuk setiap istrinya ).

Bantuan pelunasan utang bagi kaum muslimin yang meninggal dalam

keadaan miskin

(7)

8 golongan yang wajib menerima zakat

1. fakir 2. miskin

3. orang-orang yang mendistribusikan zakat (amil) 4. mu`alaf

5. Orang miskin yang tidak mampu melunasi hutangnya (garim)

6. budak yang telah dibebaskan dengan uang tebuasan (riqab)

7. Jihad fi sabilillah

8. Musfir yang kehabisan bekal (ibnu sabil)

next next back

(8)

Perkembanagan Ekonomi Islam pada Masa

Pemerintahan Khulafaur Rasyidin

A. Sistem Ekonomi dan Fiskal pada Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq

Nama lengkapnya adalah Abdullah Ibn Abu Qurafah Ath-Thamimi. Khalifah dari khulafaur rasyidin.

Sahabat terdekat Nabi SAW. Dan salah seorang yang pertama masuk islam (assabikunal awwalun). Masa pemerintahan beliau hanya berlangsung selama dua tahun. Adapun persoalan yang beliau hadapi selama masa pemerintahan beliau yakni; memerangi kaum

murtad, nabi palsu, dan mendistribusikan zakat

(9)

B. Sistem Ekonomi dan Fiskal pada Masa Pemerintahan

Umar Ibn Al-Khattab

masa pemerintahan beliau hanya berlangsung selama sepuluh tahun beliau banyak melakukan ekspansi

kenegara-negara romawi dan negara sekitar arab

lainnya. Karena perluasan wilayah yang berlangsung sangat cepat maka beliau mengatur sistem administrasi negara dengan menconto kepada negara persia.dan

administrasi dibagi menjadi delapan wilayah provinsi. 1. Pendirian Lembaga Baitul Maal.

pendirian baitul maal dilatarbelakangi dengan

(10)

lalu beliau berinisiatif untuk tidak menggunakan harta baitul maal tersebut melainkan menyimpannya sebagai cadangan baik untuk keperluan darurat, gaji pegawai

maupun keperluan masyarakat lainnya. Dan dalam hal ini badan eksekutif tidak diperbolehkan turun tangan dalam mengurus harta baitul maal. Untuk mendistribusikan

harta baitul maal beliau endirikan beberapa department yang dianggap perlu adapun department sebagai berikut; 1. Department pelayanan militer

2. Department kehakiman dan eksekutif

(11)

2. Kepemilakan tanah

Pada masa pemerintahan khalifah umar, wilayah kekuasaan islam semakin luasseiring dengan banyaknya daerah-daerah yang ditaklukkan, baik secara damai maupun melalui

peperangan. hal ini menimbulkan permasalahn baru,

kebijakan apakah yang akan diterapkan negara terhadap kepemilikan-kepemilikan tanah taklukan tersebut. Setelah melalui beberapa tehap yang tidak mudah makan munculah kebijakan-kebijakan sbb;

1. Kharaj dibebankan kepada pemilik tanah walaupun pemilik tanah telah memeluk islam

2. Bekas pemilik tanah diberikan hak kepemilikan selama mereka membayar kharaj dan jizyah

(12)

3. zakat.

4. Ushr

5. Sadaqoh dari kaum non muslim.

6. Mata uang

7. Klasifikasi dan alokasi pendapatan

negara

(13)

C. Sistem ekonomi dan fiskal pada masa Khalifah

Utsman Ibn Affan

masa pemerintahan beliau berlangsung selama 12

tahun, Khalifah Utsaman Ibn Affan banyak melakukan ekspansi kebebrapa wilayah seperti armenia, tunisia, cyrpus, dsb. 6 tahun pertama pemerintahaannya beliau menerapkan kebijakn yang diterapkan oleh kalifah

Umar dalam rangka pengembangan smber daya alam, ia melakukan pembuatan saluran perairan,

pembangunan jalanan, dan membentuk organisasi

(14)

D. Sistem Ekonomi dan Fiskal pada masa Pemerintahan

Ali Ibn Ali Thalib

Pemerintahan Khalifah Ali yang berlansung selama enam tahun selalu diwarnai dengan ketidak stabilan politik. beliau menerapkan pemerataan distribusi uang kepada rakyat, sistem distribusi setiap pekan sekali untuk pertama kalinya diadopsi. Hari kamis adalah hari pendistribusian atau hari pembayaran pada hari itu semua perhitungan diselesaikan dan hari sabtu dimulai perhitungan baru. beliau juga

menaikkan tunjangan bagi para pengikutnya di irak. Khalifah ali memiliki konsep yang jelas tentang

pemerintahaan, administrasi umum dan masalah-masalah yang berkaitan dengannya

.

next next back

(15)

Praktek Ekonomi pada Masa Dinasti

Umaiyyah

A. Peradaban Islam pada Masa Dinasti Umaiyah.

Pemerintahan dinasti umaiyah berawal dari kekalahan Ali r.a dalam perang siffin sehinnga dari peristiwa tersebut muncullah arbitrase

atau tahkim.yang kemudian peristiwa tersebut diketahui merupakan tipu muslihat bani umaiyyah yang kemudian dari peristiwa ini

(16)

Kekuasaan dipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sufyan. dangan demikin berakhirlah apa yang disebut dengan masa khulafaur rasyidin dan

dimulailah kekuasaan Bani Umaiyah dalam sejarah politik islam. pada awal masa kelahiran bani umaiyyah, banyak terjadi gejolak dalam kubu islam sendiri tentang perebutan kekuasaan, sehingga umat islam sendiri terbagi menjadi tiga golongan, bani umaiyyah dipimpin oleh muawiyah, syiah, dan khawarij. Masa pemerintahan muawiyyah yang terkenal

sebagai yang terkenal akan perhatiannay yang tertumpu pada kebesaran raja, yang berarti semangat dan keinginan untuk memiliki kekuasaan umaiyyah melakukan langkah sebagai berikut;

(17)

2. Memperluas kekuasaan islam yang diarahkan berbagai wilayah yaitu;

a. wilayah asia kecil yang masih dikuasai romawi timur b. Wilayah afganistan-india dan perbatasan bangkok c. Wilayah utara afrika, meliputi aljzaijar dan maroko

d. Wilayah eropa barat yang meliputi semenajung andalusia

B. Pemikiran Ekonomi Masa Bani Umaiyyah.

Dari perspektif sejarah masa umaiyyah disebut sebagai masa

keemasan pencapaian kejayaan islam karna. Pada masa ini terjadi perluasan wilayah pemerintahan islam dan jumlah penduduk yang masuk islam. Namun pada masa ini juga diperkirakan bahwa islam akan lenyapkarena terjadi kemunduran islam pada masa ini.

Pemikiran ekonomi pada masa ini sebenarnya tidak terlalu

(18)

Perbaikan sistem politik pada masa Dinasti Umaiyyah dengan cara dibentuk beberap lembaga-lembaga negara dan banyak membawa dampak positif bagi warga negara terutama dengan diibentuknya lembaga keungan negara (nizam maal) yang tugasnya adlah sbb; 1. Mengatur gaji tentara dan pegawai negara

2. Mengatur biaya tata usaha negara 3. Mengatur biaya saran pertanian

4. Mengatur biaya untuk orang-orang hukuman dan tawanan perang

Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada masa umaiyyah terbukti berjaya dan membawa kemajuan kepada rakyatnya

diantara lain;

5. dalam sektor pertanian beliau telang memperkenalkan sistem pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian

(19)

C. Kegitan Perekonomian pada Masa Kekhalifan

Bani Umaiyyah

pada masa pra-islam uan gromawi dan persia digunakan di hijaz.

Muawiyyah dan para khalifah terdahulu merasa puas dengan beredarnya uang asing. Dan beberapa orng mencetak uang palsu paa masa ini. Pada tahun 965, Abd Malik mencetak dinar emas dan perak asli milik orang arab. Disamping membuat uang Islam dan juga melakukan arabisasi kerajaan, Abd malik juga mengembangkan layanan pos dengan

(20)

D. Kebijakan Ekonomi dan Praktek Ekonomi

pada masa ini kebijakan ekonomi banyak dibentuk berdasarkan ijtihad para ulama dan fuqoha sebagai konsekuensi semakin jauhnya rentang waktu antara kehidupan Rasulullah dan pemerintahan tersebut adapun catatan penting bani umaiyyah adalah sebagai berikut;

a) Ketika diangkat menjadi khalifah Umar Ibn Abdul Azis menyerahkan seluruh harta kekayaannya yang diperoleh secara tidak wajar

b) Selain berkuasa beliau tidak mengambil sepeserpun dari harta baitul maal

c) Mempriotaskan pembangunan dalam negri

d) Menghapus pajak bagi kaum muslim, dan mengurangi beban kaum nasrini dan membuat takarandan timbanagn, membasmi cukai dan dan kerja paksa

(21)

E. Keutamaan dan sisi Negatif pemerintahaan

BaniUmaiyyah

Keutamaan pemerintahan Uamiyyah sbb;

1. Muawiyyah adalah sahabat yang baik walaupun mereka melakukan ijtihad politik

2. Banyak elakukan ekspansi sehingga meluasnya wilayah islam dan banyaknya manusia yng memeluk agama islam

3. Memproduksi tanah-tanah mati, pembangunan berbagai kota, dan pembangunan kota yang megah

Dan beberapa sisi negatifnya adalah sbb;

4. Terjadinya penyimpangan dalam penerapan aturan-aturan islam seperti; pemilihan pemerintah secara tidak demokratis dan pemerintahan dilakukan secara tipu daya kekerasan.

5. Penggunaan uang negara digunakan untuk tujuan diluar keperluan negara 6. Masuknya para budak wanita kedalam rumah-rumah mereka

7. Berakhirnya masa kekhalifan bani umaiyyah dianggap sebagai bad ending.

next next back

(22)

Praktik Ekonomi pada Masa Daulah Abbasiyah

Daulah Abassiyah diidirikan pada tahun 132 h/750 m setelah berhasil menumbangkan daulah umaiyyah pada masa khalifah marwan 2 di Damaskus Sistem dan pemerintahan, struktur

organisasi pemerintahan, dan administrasi abbasiyah tidak jauh berbeda dengan dinasti bani umayyah. kendati demikian , ada hal-hal yang diciptakan oleh bani abbas. Sistem dan bentuk

pemerintahan monarki, yang di pelopori oleh muawiyah bin abi sofyan, diteruskan oleh dinasti abbasiyah dan sama menggunakan gelar khalifah. Adapun perbedaannya derajat khalifah lebih tinggi. Adapun dasr-dasar pembentukan dinasti abbasiyah adalah

1.     Dasar kesatuan untuk menghadapi perpecahan yang timbul dari dinasty sebelumnya.

2. Dasar universal (bersifat universal), tidak terlandaskan atas kesukuan.

(23)

B. Keberhasilan Revolusi masa Abbasiyah

Setelah dinasti Abasiyah berkuasa , maka dilakukanlah

langkah-langkah konsolidasi demi mengamankan kekuasaan yang baru berdiri. Langkah tersebut ialah.

• Mengankat dan membaiat Abu al-Abbas As-Saffah sebagai khalifah pertama.

• Memusatkan pemerintahan sementara di istana Hasyimiah, kufah.

• Membasmi pemberontak yang anti Abbsiyah, termasuk mereka yang dianggap pesaing polotik yang di yang dapat

membahyakan kewibawaan khalifah.

Mengangkat penasehat dan wazir atau perdana menteri.

(24)

C. Pemikiran Ekonomi pada Masa Dinasti Abassiyah

Pada masa pemerintah Daulah Abbasiyah, sistem perekonomian pun dibangun dengan menggunakan sistem ekonomi pertanian,

peindustrian dan perdagangan.

a) Perkembangan perdagangan dan industri.

Permulaan masa kepemimpinan Bani Abbassiyah,

perbendaharaan negara penuh dan berlimpah-limpah, Yang

menjadi Khalifah adalah Mansyur. Dia mencontohi Khalifah Umar bin Khattab dalam menguatkan Islam. Dan keberhasilan kehidupan ekonomi maka berhasil pula dalam :

• Pertanian, Khalifah membela dan menghormati kaum tani, bahkan meringankan pajak hasil bumi mereka, dan ada beberapa yang

dihapuskan sama sekali.

• Perindustrian, Khalifah menganjurkan untuk beramai-ramai

(25)

3. Perdagangan, Segala usaha ditempuh untuk memajukan perdagangan seperti:

a) Membangun sumur dan tempat-tempat istirahat di jalan-jalan yang dilewati kafilah dagang.

b) Membangun armada-armada dagang.

c) Membangun armada : untuk melindungi parta-partai negara dari serangan bajak laut.

D. Keruntuhan Bani Abbasiyah. Faktor internal

a) Lemahnya semangat patriotisme negara,

b) Hilangnya sifat amanah dalam segala perjanjian yang dibuat,

c) Kemerosotan ekonomi terjadi karena banyaknya biaya yang digunakan untuk tentara

Faktor eksternal

d) Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan.

b) Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.

c) Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar nextnext back

(26)

Sejarah Peradaban dan Praktek

Ekonomi pada Masa 3 Kerajaan Besar

A. Sejarah berdirinya Turki Usmani.

Kerajaan Usmani (680-1341 H/1281-1924 M)

didirikan oleh Usman Putera Ertugrul, bangsa Turki dari kabilah Ughuz yang berasal dari Mongol,

China utara. Pembentukan bangsa Turki yang

berasal dari kabilah ughuz ini berawal dari peran mereka dalam beberapa penaklukan ke negeri yang sebelumnya bukan dari negeri muslim. Migrasi ini di lakukan karena keinginan untuk mendapatkan padang rumput yang subur,

mendapatkan harta rampasan dan mengalahkan orang kafir demi perjuangan Islam. Pada abad XIII, ketika kesultanan seljuk di Baghdad melemah

akibat dari serbuan tentara Mongol (1243) dan cengkeraman kekuasaan Bizantium di belahan asia juga mulai melemah, segera beberapa

(27)

2. Perkembangan dan Kemajuan Kerajaan Turki Usmani

Kegigihan dan ketangguhan yang dimiliki oleh para pemimpin Turki Usmani membawa dampak yang baik sehingga kemajuan-kemajuan dalam perkembangan wilayah Turki Usmani dapat diraih dengan cepat. Kemajuan dan perkembangan ekspansi kerajaan

Usmani yang demikian luas dan berlangsung dengan cepat itu diikuti pula oleh kemajuan dalam bidang kehidupan lain,

diantaranya :

• Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan

mendukung keberhasilan diantaranya: kekuatan militernya didirikannya pusat pendidikan dan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut dengan Jenissari atau Inkisyariah.

• Bidang ilmu pengetahuan dan budaya

Sebenarnya turki usmani tidak terlalu fokus mengenai bidang budaya ini sehinggan tidak ada yang terlalu penting mengenai bidang ini.

• Bidang keagamaan

(28)

3. Kemunduran dan kehancuran Turki Usmani

Faktor kemunduran Turki Usmani disebabkan oleh hal- hal berikut;

• Wilayah kekuasaan yang sangat luas sementara administrasi pemerintahan kerajaan Usmani tidak beres.

• Heterogenitas penduduk Sebagai kerajaan besar.

• Pemberontakan tentara Jenissari Pemberontakan tentara Jenissari terjadi sebanyak empat kali,.

• Merosotnya ekonomi Akibat perang yang tak pernah berhenti.

• Terjadinya stagnasi dalam lapangan Ilmu dan

(29)

B. Kerajaan Shafawi di Persia

Kerajaan Shafawi (907-1148 H/1501-1736 M) didirikan oleh Ismail ibn Haider di wilayah Persia. Penamaan kerajaan ini dengan kerajaan Shafawi karena kelahirannya berawal dari gerakan tarekat syafawiyah. Perjalanan tarekat safawiah menuju terbentuknya kerajaan Shafawi dapat di bedakan menjadi dua fase. (1). Sebagai gerakan tarekat murni. (2).

Sebagai gerakan politik. Beralihnya sikap gerakan ini kepada gerakan politik karena gerakan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat Persia yang sudah terpengaruh oleh ajaran tarekat syafawiah. Terpengaruhnya masyarakat Persia pada terikat ini antara lain Karena, banyaknya orang Persia yang mencari ketenangan hidup dengan memilih jalan hidup

tasawuf, sebab bosan dengan suasana hidup yang penuh dengan peperanngan dan perebutan kekuasaan .

(30)

2. Perkembangan dan Kemajuan Kerajaan Shafawi

Adapun kemajuan-kemajuan yang diraih oleh kerajaan Shafawi pada masa pemerintahannya adalah sbb;

Bidang ekonomi Stabilitas politik kerajaan Shafawi pada

masa Abbas memacu perkembangan ekonomi Shafawi,

Bidang ilmu pengatahuan Persia di kenal sebagai bangsa

yang telah berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan,

Bidang pembangunan fisik dan seni Kemajuan ini

(31)

3. Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Shafawi

Adapun faktor-faktor yang mendukung kemunduran dan kehancuran Kerajaan Shafawi;

Konflik berkepanjangan dengan kerajaan

Usmani. Dimana, menurut kerajaan Usmani

Dekadensi Moral yang melanda para pemimpin

kerajaan Shafawi.

Adanya pasukan Ghulam (budak-budak) yang

dibentuk oleh Abbas I tidak memiliki semangat perang yang tinggi seperti Qizilbash.

Terjadinya konflik Intern dalam bentuk

(32)

C. Kerajaan Mughal di india

Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam

pertama di anak benua India. Awal kekuasaan

Islam di wilayah India terjadi pada masa

Khalifah al-walid, dari dinasti Bani Umayyah.

Penaklukan wilayah ini dilakukan oleh tentara

Bani umayyah di bawah pimpinan Muhammad

ibn Qosim. Pada fase desintegrasi dinasti

Ghaznawi. Kerajaan Mughal di India dengan

Delhi sebagai ibu kota, didirikan oleh

(33)

2. Perkembangan dan kemajuanan kerajaan Mughal

Faktor pendukung kemajuan peradaban kerajaan Mughal antara lain;

Bidang militer Pasukan Mughal dikenal dengan pasukan yang kuat.

Bidang ekonomi Kerajaan Mughal dapat Mengembangkan program pertanian, diantaranya padi, kacang, tebu, kapas, tembakau, dan rempah-rempah.

Bidang seni Jahangir merupakan salah satu pelukis terhebat • Bidang sastra Banyak sastra dari bahasa Persia diubah ke

bahasa India.

(34)

3. Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Mughal

Faktor-faktor yang menyebabkan kekuasaan dinasti Mughal itu mundur dan membawa kehancurannya tahun 1858 M yaitu :

Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan

militer sehingga operasi militer Inggris

Kemorosotan moral dan hidup mewah

dikalangan elit politik, yang mengakibatkan

pemborosan dalam penggunaann uang negara.

Pendekatan Aurangzeb yang terlampau “kasar”

dalam melaksanakan ide-ide puritan dan kecenderungan asketisnya,

Semua pewaris tahta kerajaan pada paruh

terakhir adalah orang-orang lemah dalam

(35)

Pemikiran Ekonomi Tokoh Abu Hanifah &

Abu Yusuf

A. Biografi Abu Hanifah (80-150 H/699-767 M)

Abu Hanifah Al-Nu’man Ibn Sabit Bin Zauti, ahli hukum agama islam dilahirkan di Kufa pada masa 669 M semasa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan. Ia seorang non arab keturunan Persia, kakeknya Zauti mengenalkan sabit kepada sayyidina Ali.Abu Hanifah mengalami pemerintahan sepuluh khalifah umayyah,

(36)

B. pemikiran Ekonomi Abu Hanifah

Salam

Konsep salam menurut Abu Hanifah yaitu, suatu bentuk transaksi dimana antara pihak penjual dan pembeli

sepakat bila barang yang dibeli dikirimkan setelah dibayar secara tunai pada waktu kontrak disepakati.

Murabahah

Murabahah yaitu penjualan dengan suatu persentase penaikan harga yang disepakati terhadap harga

pembelian pembayaran yang diangsur.

Muzara’ah

Beliau tidak memperbolehkan pembagian panen

(37)

C. Biografi Abu Yusuf (113H-182H)

Nasab keturunan beliau masih merupakan keturunan dari kaum anshar (pemeluk islam pertama dan kelompok

penolong Nabi SAW di Madinah). Ia memiliki minat yang sangat besar terhadap ilmu, hal ini dibuktikannya dengan banyaknya kajian yang ia pahami.Pendidikannya dimulai dari belajar hadis dari beberapa tokohIa juga ahli dalam

bidang fiqh , berkaitan dengan ini Abu Hanifah membiayai seluruh keperluan pendidikannya,bahkan biaya hidup

keluarganya . Meskipun ia sebagai murid Abu Hanifah ia tidak sepenuhnya mengambil pendapat Abu Hanifah.

(38)

D. Pemikiran Ekonomi Abu Yusuf

• Mekanisme

sektor negara sebagai satu mekanisme yang

memungkinkan warga negara melakukan campur tangan atas proses ekonomi.

• Membangun Pemahaman Fleksibilitas Sosial

dalam pandangan Abu Yusuf, dengan memberi pemahaman keseimbangan dan persamaan hak terhadap mereka di

tengah sesuai status kewarganegaraan,

• Membangun Sistem dan Politik Ekonomi yang Transparan

Pandangan Abu Yusud dalam hal ini akan terlihat ketika

beliau memeta Income negara yang meliputi Ghanimah dan

Fa’i sebagai pemasukan yang sifatnya Insidental revenue,

• Menciptakan Sistem Ekonomi yang Otonom

Bagi beliau, jumlah banyak dan sedikitnya barang tidak dapat dijadikan tolok ukur utama bagi naik dan turunnya harga, tapi ada kekuatan lain yang lebih menentukan.

next next back

(39)

Pemikiran Ekonomi tokoh As-Syaibani dan

Abu Ubaid

A. Biografi tokouh As-Syaibani (132-189 H/750 – 804 M) Abu Abdilah Muhammad bin Hasan bin Farqad

Al-Syaibani lahir pada tahun 132 H (750 M) di kota Wasith, ibu

kota Irak pada akhir masa pemerintahan Bani

Umayyah.Ayahnya berasal dari negari Syaibani di wilayah

jazirah Arab. Di kota tersebut ia belajar beragam ilmu agama. Setalah memperoleh ilmu yang memadai, Al-Syaibani kembali ke Baghdad yang saat itu telah berada dalam kekuasaan

Daulah Bani Abbasiyah. Di tempat ini ia mempunyai peranan penting dalam majelis ulama dan kerap didatangi ara penuntut ilmu. Namun tugas ini hanya berlangsung singkat karena ia kemudian mengundurkan diri untuk lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan penulisan fiqih. Beliau wafat pada usia 58

(40)

B. Pemikiran Ekonomi As-Syaibaini

Al-Kasb (kerja)

As-Syaibani mendefinisikan al-kasb sebagai mencari perolehan harta melalui berbagi cara yang halal. Dalam ekonomi islam ini termasuk aktivitas produksi

Kekayaan dan kefakiran

Pada intinya as-Syaibani menyerukan agar hidup dalam kesederhanaaan

(kecukupan). Sekalipun begitu tidak menentang akan orang yang berlebihan, tapi dalam catatan untuk hal kebaikan.

Klasifikasi usaha-usaha Perekonomian

Menuruut as-Syaibani usaha perekonomian terbagi atas empat macam yaitu ;

sewa-menyewa, perdagangan, pertanian dan perindustrian. Sedangkan dalam ekonom kontemporer terbagi dalam tiga bidang yaitu; pertanian,

perindustrian dan jasa.

Kebutuhan-kebutuhan Ekonomi

Makan, minum, pakaian, dan tempat tiggal adalah kebutuhan pokok dalam ekonomi islam maupun konvesional.

Spesialisasi dan Distribusi Pekerjaan

(41)

C. Biografi abu Ubaid

Abu Ubaid, yang bernama lengkap al-Qasim bin Sallam bin Miskin bin Zaid al-Harawi al-Azadi al-Baghdadi, lahir di Bahrah, propinsi Khurasan, sebelah barat laut Afganistan, pada tahun 154 Hijriah. Abu ’Ubaid adalah salah seorang dari para fuqaha yang menggeluti bidang ekonomi dalam hal ini aturan keuangan publik. Ia juga banyak menangani kasus pertanahan dan perpajakan selama di Tarsus, disana ia memperlihatkan kemampuannya dalam hal administrasi dan pencatat diwan resmi. Awal pemikirannya dalam kitab al-Amwal dapat ditelusuri dari pengamatan yang dilakukan Abu Ubaid terhadap militer, politik, dan masalah fiskal

(42)

D. Pemikiran Ekonomi Abu Ubaid

• Filosofi Hukum dari Sisi Ekonomi

Abu Ubaid menekankan keadilan sebagai prinsip utama.

• Dikotomi Badui-Urban

Abu ubaid menegaskan bahwa, kaum badui (desa) bertentangan dengan kaum urban (perkotaan).

• Kepemilikan dalam Konteks Kebijakan Perbaikan Pertanian

Dalam pandangan Abu Ubaid, sumber daya publik, seperti air, padang rumput, dan api tidak boleh dimonopoli seperti hima (taman pribadi). Seluruh sumber daya ini hanya dapat dimasukkan ke dalam kepemilikan negara yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

• Reformasi distribusi zakat

Abu ubaid sngat menentang pendapat yang menyatakan bahwa pembagian harta zakat harus dilakukan secara merata di antara delapan kelompok penerima zakat

• Fungsi Uang

Pada prinsipnya, Abu Ubaid mengakui adanya dua fungsi uang, yakni sebagi standar nilai pertukaran dan media pertukaran

next next back

(43)

Pemikiran Ekonomi tokoh Haris bin Asad &

Al-mawardi

A. Biografi Haris bin Asad Al-Muhasibi.

Harits bin Asad al-Muhasibi hidup pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid (170 H / 786 M) sehingga Khalifah al-Mutawakkil (232 H / 847 M). Beliau menulis beberapa karya tentang tasawuf, dan di antaranya ialah suatu makalah pendek tentang cara-cara

memperoleh pendapatan untuk suatu mata pencarian, Dia

(44)

B. Pemikiran Ekonomi Haris bin Asad

al-Muhasibi menjelaskan yaitu apabila ada seorang muslim yang dalam mencari nafkahnya (kasab/bisnis) untuk memenuhi hak (maksud hak disini adalah hak dirinya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya) dan tidak melanggar dari aturan-aturan bisnis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. contoh, tidak melakukan Riba, Gharar, dan Maisyir. maka orang tersebut

termasuk golongan orang yang mentaati Allah SWT. (orang yang beriman) sehingga pantas mendapatkan gelar orang yang berpengetahuan (‘alim). Al-Muhasibi juga mengecam para pedagang pada waktu itu yang

selalu melanggar peraturan yang telah ditetapkan, dan selalu melakukan segala hal untuk mendapatkan

(45)

C. Biografi Al-Mawardi.

Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Habib

Al-Mawardi Al-Basri Al-Syafi’i lahir di kota Basrah

pada tahun 364 H (974 M).Setelah mengawali

pendidikanya di kota Basrah dah Baghdad

selama dua tahun, ia mengalana keberbagai

negeri Islam untuk menuntut ilmu. Al-Mawardi

tetap aktif mengajar dan menulis .Dengan

mewariskan dengan bebagai karya tulis yang

sangat berharga tersebut, Al-Mawardi meninggal

dunia pada bulan Rabiul Awwal tahun 450 H

(46)

D. Pemikiran Ekonomi Al-Mawardi

beliau berpendapat bahwa hak progresif Negara

untuk menghibahkan tanah, kewajiban Negara

untuk mengawasi pasar, dan lain-lain. Al-Mawardi

juga berpendapat bahwa negara harus

menyadiakan infrastruktur yang diperlukan bagi

perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umum.

Belia juga menyumbangkan pemikirannya dalam

hal pembayaran pajak Menurutnya penilaian

atas kharaj harus bervariasi sesuai dengan

faktor-faktor yang menentukan kemampuan tanah dalam

membayar pajak, yaitu kesuburan tanah, jenis

tanaman dan sistem irigasi.

next next back

(47)

Pemikiran Ekonomi tokoh Alghozali & Nasrudin

A. Biografi Alghozali

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Tusi

Al-Ghazali lahir di Tus sebuah kota kecil di Khurasan Iran pada tahun 450H (1058M). Sejak kecil, imam Ghazali hidup dalam dunia tasawuf. Pada tahun 488 H (1050 M), atas desakan

penguasa pada masa itu, yaitu Wazir Fakhr Mulk, Al-Ghazali kembali mengajar di madrasah Nizhamiyah di Naisabur. Akan tetapi, pekerjaanya itu hanya berlangsung selama dua tahun. Ia kembali lagi ke kota Tus untuk

mendirikan sebuah madrasah bagi para Fuqaha dan

(48)

B. Pemikiran ekonomi Alghozali

1.Pertukaran Sukarela dan Evolusi

membakar sebagian hasil pertanian sehingga harganya di pasar tidak menurun, justru akan melonjak tinggi.

a)Permintaan, Penawaran, Harga, dan Laba b)Etika Perilaku Pasar

2. Aktivitas Produksi

a) Produksi Barang-barang Kebutuhan Dasar Sebagai Kewajiban Sosial b)Hierarki Produksi

c)Tahapan Produksi, Spesialisasi, dan Keterkaitannya 3. Barter dan Evolusi Uang

d)Problema Barter dan Kebutuhan Terhadap Uang

e)Uang yang Tidak Bermanfaat dan Penimbunan Bertentangan dengan Hukum Ilahi f)Pemalsuan dan Penurunan Nilai Uang

(49)

C. Pemikiran Ekonomi Nasirudin

Ia menyatakan bahwa spealisasi dan pembagian tenaga kerja telah menciptakan surplus ekonomi sehingga memungkinkan terciptanya kerja sama dalam masyarakat untuk saling menyediakan barang dan jasa kebutuhan hidup. Hal ini merupakan tuntunan alamiah, sebab seseorang tidak bisa menyediakan semua kebutuhannya sendiri sehingga menimbulkan ketergantungan satu dengan lainnya. Akan tetapi, jika proses ini dibiarkan secara alamiah, kemungkinan manusia akan saling bertindak tidak adil dan menuruti kepentingannya sendiri-sendiri. Orang yang kuat akan mengalahkan yang lemah. Tusi sangat menekankan pentingnya tabungan dan mengutuk konsumsi yang

berlebihan serta pengeluaran-pengeluaran untuk asset-aset yang

produktif, seperti perhiasan dan penimbunan tanah tidak produktif. Ia memandang pentingnya pembangunan pertanian sebagai fondasi

pembangunan ekonomi secara keseluruhan dan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat. Ia juga merekomendasikan pengurangan pajak, di mana berbagai pajak yang tidak sesuai dengan syari’ah islam ha0rus di larang. nextnext back

(50)

Pemikiran Ekonomi tokoh Ibnu Khaldun &

Ibnu Thaimiyah

A. Biografi Ibnu Khaldun

Ibnu khaldun adalah sosok Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. Ibnu Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan

permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal,

pertumbuhan penduduk, makro ekonomi dari pajak dan pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, indusrtri dan perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya. Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan

ekonominya. Sehubungan dengan itu, maka tidak mengherankan jika banyak ilmuwan terkemuka kontemporer yang meneliti dan

(51)

B. Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun • Teori produksi

Dalam pemikiran ekonominya Ibnu Khaldun

menegaskan bahwa kekayaan suatu Negara tidak

ditentukan oleh banyaknya uang di suatu Negara, tetapi ditentukan oleh tingkat produksi

• Teori Nilai, Uang dan Harga

teori nilai; nilai suatu produk sama dengan jumlah tenaga

kerja yang dikandungnya

Teori Uang; logam (perak& emas) ini diterima secara

alamiah sebagai uang dimana nilainya tidak dipengaruhi oleh fluktuasi subjektif.

Teori Harga; harga adalah hasil dari hukum permintaan

dan penawaran. Pengecualian satu-satunya dari hukum ini adalah harga emas dan perak, yang merupakan

standar moneter.

• Hukum penawaran dan permintaan

bahwa apabila sebuah kota berkembang pesat,

(52)

Teori Distribusi

Harga suatu produk terdiri dari tiga unsur : gaji, laba, dan pajak. Setiap unsur ini merupakan imbal jasa bagi setiap kelompok dalam masyarakat. Karenanya Ibnu Khaldun membagi perekonomian ke dalam tiga sektor : produksi, pertukaran, dan layanan masyarakat.

Teori Siklus

Bagi Ibn Khaldun, produksi bergantung kepada

penawaran dan permintaan terhadap produk.

Namun penawaran sendiri tergantung kepada

jumlah produsen dan hasratnya untuk bekerja,

(53)

C. Biografi Ibnu Thaimiyah

Ibnu Taimiyah yang bernama lengkap Taqiyuddin Ahmad bin Abdal Halim lahir di kota Harran pada tanggal 22 Januari 1263 M. Ia berasal dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Ayah, paman dan kakenya merupakan yang berpendidikan tinggi. Kehidupan

Ibnu Taimiyah tidak hanya terbatas pada dunia buku dan kata-kata. Ketika kondisi menginginkannya, tanpa ragu,-ragu ia turut serta dalam dunia polititk dan

urursan publik. Ibnu Taimiyah meninggal dunia di

dalam tahanan pada tanggal 26 september 1328 M (20 Dzul Qaidah 728 H) setelah mengalami perlakuan

(54)

D. Pemikiran Ekonomi Ibnu Thaimiyah

• Harga yang adil, mekanisme pasar dan regulasi harga harga yang adil adalah harga yang dibayar untuk objek yang serupa.

• Mekanisme Pasar

Ibnu Taimiyah memiliki sebuah pemahaman yang jelas tentang bagaimana, dalam suatu pasar bebas, harga

ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran.

• Regulasi Harga

penetapan harga yang tidak adil dan cacat hukum adalah penetapan harga yang dilakukan pada saat

kenaikan harga-harga terjaddi akibat persaingan pasar bebas yakni kelangkaan supply atau kenaikan demand.

next next back

(55)

Pemikiran Ekonomi Umar Capra & Afzalur

Rahman

A. Pemikiran Ekonomi Umar Capra

Kapitalisme

Kapitalisme adalah suatu system ekonomi yang secara jelas ditandai oleh berkuasanya “kapital”. Ciri utama dari system kapitalisme ini adalah tidak adanya perencaan ekonomi sentral.

• Sosialisme

Chapra menjelaskan bahwa sistem ini gagal menyediakan karakteristik-karakteristik yang harus dimiliki sebuah sistem.

Negara Kesejahteraan

Paham ini menuntut peran negara yang lebih aktif dalam bidang ekonomi dibandingkan peranannya dibawah paham kapitalisme laissez-faire

Ilmu Ekonomi Islam

Umar Chapra mendefenisikan ekonomi islam sebagai suatu cabang

pengetahuan yang membantu merealisasikan kesejahteraan manusia melalui suatu alokasi dan distribusi sumber-sumber daya langka yang seirama

(56)

Prinsip paradigma Islam

(Rational economic man) tingkah laku rasional

yang bertujuan agar mampu mempergunakan sumber daya karunia Allah dengan cara yang dapat menjamin kesejahteraan duniawi individu

(Positivisme) kenetralan mutlak antara seluruh

tujuan atau beban dari posisi etika atau pertimbangan-pertimbangan normatif.

(Keadilan)

(Pareto optimum) diartikan dengan maqashid. (Intervensi Negara) Al Mawardi telah

mengatakan bahwa keberadaan sebuah

(57)

Elemen-elemen strategis yang penting dalam

ekonomi islam

• Penyaringan yang merata atas klaim yang

berlebihan

• Motivasi

• Restrukturisasi sosioekonomi

• Peran Negara

Ada 5 macam tindakan yang diajukan bagi pembangunandengan keadilan dan stabilitas

• memberikan kenyamanan kepada faktor manusia

• mereduksi konsentrasi kekayaan

• melakukan restrukturisasi ekonomi

• melakukan restrukturisasi keuangan

(58)

B. Biografi afzalur rahman

Afzalur Rahman dilahirkan pada 21 September 1919 M/1338 di distrik Hazara, Punjab, suatu daerah di anak benua Indo-Pakistan yang sekarang terletak di sebelah barat laut Pakistan. Ia dibesarkan dalam suatu keluaraga dengan tradisi keagamaan mazhab Hanafi yang cukup kuat. Oleh karenanya, sebagaimana diakuinya sendiri bahwa ia telah terbiasa menjalankan ritual-ritual agama, seperti shalat dan puasa se-cara teratur sejak masa

kecilnya dan tidak pernah meninggalkannya.

Karya-Karya Utama dari fazrul rahman, Kajian dan penelusuran terhadap karya-karya Fazlur Rahman dianggap perlu

(59)

C. Pemikiran Ekonomi Afzalur Rahman

Wujud Tuhan

Afzalur Rahman dalam menerangkan gagasan tentang Tuhan dan alam semesta senantiasa mengacu pada

Alquran sebagai sumber otoritas primer dan senantiasa aktual dan kontekstual dalam setiap masa dan keadaan dimana manusia berada

Kenabian dan Wahyu

Dalam taraf ini, manusia sudah tidak dapat diatur lagi oleh orang lain dalam hal apapun. Bahkan, ia benar-benar telah memperoleh semua pengetahu an dan makrifat, serta

tidak memerlukan orang lain untuk mengatur dirinya dalam segala hal.

Kedudukan Akal dan dan Fungsi Wahyu

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna dan mulia. Ketinggian, keutamaan dan kelebihan manusia dari makhluk lainnya terletak pada akal yang

(60)

Politik dan Kepemimpinan

Dalam berbagai tulisannya Fazlur-Rahman menekankan masyarakat Islam adalah masyarakat menengah yang tidak terjebak pada ekstrimitas, dan ûlil al-amri-nya (para pemegang kekuasaan) Secara umum,

klasifikasikan pandangan menegenai persoalan ke-pemimpinan tidak terlepas dari pandangan mereka tentang hubungan negara dan agama, yang secara ringkas ada 3 (tiga) arus besar pendapat para pemikir Islam tentang hubungan Islam dan negara ini, yakni:

1. ialah kelompok yang berpendapat bahwa hubungan

antara Islam dan negara sangat lekat bahkan Islam

mengatur persoalan negara secara eksplisit dan detail.

2. mereka menyatakan bahwa tidak ada hubungan

antara Islam dengan negara dengan demikian mendirikan negara bukan sebuah kewajiban

3. di luar kelompok yang pro dan kontra di atas yang

Referensi

Dokumen terkait

Renstra Inspektorat Daerah Kota Batam Tahun 2016 -2021 mempunyai nilai strategis dalam memberikan arah dan sekaligus menjadi acuan bagi Inspektorat Daerah Kota Batam

Hasil ini menunjukkan bahwa diberi paparan timbal yang digunakan dalam air lima hari sekali selama 30 hari dapat mempengaruhi gambaran histopatologis

Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu, dengan melakukan penambahan baris-baris data ataupun melakukan

Rencana Strategis Kecamatan Muara jawa 2011-2015 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 memuat visi, misi, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang

terdakwa Sugik alias Koplak dan terdakwa Buamat pada hari Minggu tanggal 07 Oktober 2012 sekitar jam 01.15 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain Kabupaten Sidoarjo,

H. Kominkan sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki lima ciri utama: a) Kominkan memiliki aturan pendirian dan pengelolaan yang jelas dalam social

Jika suhu dinaikkan, maka energi kinetic dari partikel-partikel zat reaktan yang baertumbukkan akan semkin cepat sehingga zat produk yang diperoleh makn yang baertumbukkan

4 4 Dalam pewarnaan ornamen dapat digunakan teknik sungging atau gradsai warna Dalam pewarnaan ornamen dapat digunakan teknik sungging atau gradsai warna Ornamen