MAKALAH USAHA MAKANAN “MAKARONI RINDU”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Kewirausahaan
Disusun Oleh:
- Nur Alifah S. 10060315036
- Nur Azizah S. 10060315035
- Incka desie 10060315012
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa berkat
Rahmat dan Hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah wirausaha ini.
Makalahl ini kami buat untuk lebih memajukan usaha kami di bidang makanan
dan makalah ini kami beri judul “Makaroni Rindu”.
Kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan
makalah ini kami mengucapkan banyak terimakasih. Semoga makalah
kewirausahaan ini dapat bermanfaat dan sebagai inspirasi untuk semua pihak,
khususnya generasi muda dalam berkarya dan menciptakan ide-ide baru sehingga
tercipta wirausahawan yang sukses dalam Negri maupun luar Negri.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun agar usaha kami
menjadi lebih baik. Atas dukungan dari bapak, ibu, saudara, dan teman-teman.
kami mengucapkan terimakasih.
Bandung, 11 Maret 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2
BAB I... 4
PENDAHULUAN...4
1.1 Latar Belakang...4
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Tujuan Penulisan...4
BAB II... 5
PEMBAHASAN...5
2.1 Produk makaroni Rindu...5
2.2 Kebutuhan Pasar...5
2.3 Proses Pembuatan Makaroni Goreng...6
2.4 Kelebihan Usaha Makaroni Goreng...6
2.5 Promosi dan Pemasaran...6
2.6 Gambaran tentang kendala usaha...7
2.7 Rencana Keuangan...7
BAB III... 10
PENUTUP... 10
3.1 Kesimpulan...10
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh hasil berupa keuntungan, upah, atau laba usaha. Dan keuntungan dari usaha tersebut dapat menghasilkan uang yang dapat meningkatkan taraf hidup seseorang. Banyak cara yang dilakukan oleh seseorang dalam memulai atau menjalankan kegiatan usaha seperti membuat sendiri produk yang akan dijual atau menjual langsung produk yang sudah jadi.
Saat ini usaha di bidang makanan berkembang dengan pesat, terutama usaha makanan ringan. Usaha yang didirikan ini merupakan usaha yang bergerak dalam bidang penjualan makanan ringan berupa makaroni Rindu. Makaroni ini dihadirkan dengan berbagai jenis level pedas yang bisa dijadkan pilihan, seperti level 1, level 2, dan level 3 dan dengan berbagai varian rasa mulai dari rasa barbeque, asin, rujak, jagung, balado, Gurih, blackpaper dan manis. Selain itu cemilan makaroni ini dijual dengan harga yang terjangkau dan digemari oleh masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa itu makaroni?
2. Sejauh manakah kebutuhan pasar terhadap makaroni?
3. Bagaimana proses pembuatan makaroni goreng dan makaroni basah? 4. Apa kelebihan dari usaha makaroni?
5. Bagaimana cara promosi dan pemasarannya? 6. Bagaimana masalah keuangan dan kendalanya?
1.3 Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Produk makaroni Rindu
Makaroni Rindu adalah makaroni goreng yang memiliki keistimewaan pada rasanya yang pedas dan gurih. Tingkat kepedasan ini bisa di tentukan sendiri oleh pembeli. Makaroni ini dihadirkan dengan berbagai jenis level pedas yang bisa dijadikan pilihan, seperti level 1, level 2, level 3 dan seterusnya, serta dengan berbagai varian rasa mulai dari rasa barbeque, asin, rujak, jagung, balado, gurih, blackpaper dan manis. Makaroni merupakan makanan dari Italy yang berbentuk pasta, namun saat ini makaroni telah diolah menjadi cemilan yang memiliki banyak rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat di Indonesia. Selain itu cemilan makaroni ini dijual dengan harga yang terjangkau dan digemari oleh masyarakat.
Meskipun makaroni goreng ini telah banyak dikenal masyarakat luas, dan juga perkembangannya sudah sangat pesat, sehingga banyak produsen yang beralih untuk menjual Makaroni Goreng ini. Sejatinya, produk makaroni goreng bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi, kini makoroni goreng tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik.
2.2 Kebutuhan Pasar
2.3 Proses Pembuatan Makaroni Goreng
Bahan-bahan: - 1/5 kg makaroni
- Minyak sayur atau margarine secukupnya
- Bumbu penyedap rasa
- Tambahan rasa seperti original barbeque, asin, rujak, jagung, balado, Gurih, blackpaper dan manis
Alat-alat :
- Wajan
- Spatula
- Serok minyak
- Plastik
- Baskom/mangkuk
- Sendok
- Kompor gas
Cara membuat :
1. Siapkan alat-alat yang akan digunakan seperti wajan, spatula, serok, dan baskom.
2. Panaskan minyak goreng secukupnya dengan api yang kecil.
3. Masukkan makaroni sedikit demi sedikit dan goreng sampai kecoklatan. 4. Kemudian angkat dan tiriskan di atas baskom yang sudah di alasi tissu. 5. Setelah makaroni dingin, masukan penyedap rasa dan bumbu lainnya
seperti keju, lada hitan dan lain sebagainya kemudian aduk hingga merata. 6. Makaroni yang sudah siap, dibungkus plastik dan diberi label nama.
2.4 Kelebihan Usaha Makaroni Goreng
Kelebihan dari usaha Makaroni Rindu ini yaitu terdapat rasa yang berbeda dari penjualan lainnya, yaitu ada rasa rujak.
2.5 Promosi dan Pemasaran
Promosi dan pemasaran makanan yang cepat laku adalah pada tempat ramai seperti pasar, sekolah, kampus, kantor, itu adalah tempat yang paling strategis untuk mempromosikan barang dagangan. Berikut ini adalah beberapa cara promosi makanan yang akan kami lakukan :
1. Pertama adalah lewat brosur, cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan makanan yang kami jual, biasanya makanan sampai di konsumen melalui pesan antar atau sering disebut delivery.
2. Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung bertemu dengan pembelinya dan bisa langsung promosikan makanan yang di jual.
3. Melalui internet cara ini efektif walau tak semua orang memakai internet tapi cara ini cukup memberikan informasi yang lebih kepada orang karena saat ini orang banyak membuka internet seperti facebook, twitter, yahoo, google, instagram dan lain – lain.
Kendala usaha yaitu adanya persaingan pasar yang cukup ketat. Sekarang ini jumlah produsen Makaroni Goreng sudah cukup banyak di pasaran, sehingga kita dituntut untuk menghasilkan cita rasa yang lezat dan melengkapinya dengan kemasan yang bisa menarik perhatian konsumen.
2.7 Rencana Keuangan
Dalam berwirausaha tujuan yang paling utama ialah memperoleh keuntungan. Keuntungan di sini tergantung pada apa yang kita hasilkan dan bagaimana cara menjual produk tersebut. Dalam sehari diharapkan kita dapat menghasilkan dan menjual makaroni ini sebanyak 30 bungkus. Dari pembuatan Makaroni ini dibutuhkan juga minyak untuk melakukan proses penggorengan, agar rasa makaroni ini gurih, renyah dan enak maka dalam proses pembuatannya dibutuhkan bumbu – bumbu sebagai penyedap rasa. Langkah selanjutnya adalah pengemasan maka membutuhkan kemasan untuk mengemas makaroni ini sebagai biaya pembungkus, setelah semuanya sudah siap maka makaroni tersebut tinggal dipasarkan/dijual, dengan itu maka kita membutuhkan biaya transportasi.
1. Biaya Bahan Baku
No Bahan Baku Jumlah Harga satuan Total harga
1. Makaroni mentah 3 kg Rp. 15.000 Rp. 45.000
2. Minyak goreng 1 Liter Rp. 16.000 Rp. 16.000
3. Bumbu penyedap rasa 1 dus Rp. 6.000 Rp. 6.000
4. Bumbu lada hitam Rp. 6.000 Rp. 6.000
5. Bumbu keju manis Rp. 5.000 Rp. 5.000
7. Bumbu barbeque Rp. 5.000 Rp. 5.000
8. Bumbu rujak Rp. 10.000 Rp. 10.000
Total biaya bahan baku Rp. 100.000
2. Biaya Peralatan
No Peralatan Harga
1. Plastik Rp. 8.000
2. Kompor gas Rp. 18.000
3. Tissu Rp. 6.500
Total biaya peralatan Rp. 32.500
Biaya Ivestasi :
Investasi = Total biaya bahan baku + Total biaya peralatan = Rp. 100.000 + Rp. 32.500
= RP. 132.500
Perkiraan pendapatan
Penjualan Makaroni Rindu
Original 15 bungkus x Rp. 6.000 = Rp. 90.000 Via rasa 15 bungkus x Rp. 7.000 = Rp. 105.000
Total Penjualan = Rp. 195.000
Keuntungan
Laba = Total Pemasukan – total Biaya investasi = Rp. 195.000 – Rp. 132.500
BAB III PENUTUP
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memilih suatu usaha perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk dan aspek-aspek lain yang berkenaan dengan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan yang matang. Usaha di bidang makanan ringan ini memberikan peluang pasar yang sangat luas. Sekarang permintaan konsumen akan isi makanan ringan semakin meningkat. Sasaran utama konsumen makaroni goreng yaitu mahasiswa dan masyarakat kalangan menengah ke bawah, sehingga harga jual yang tidak terlalu tinggi akan membantu memperlancar proses penjualan.
3.2 Saran