• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengendalian Kualitas pada Tepung Beras dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Taguchi Method di PT. Aroma Mega Sari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengendalian Kualitas pada Tepung Beras dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Taguchi Method di PT. Aroma Mega Sari"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Asean Free Trade Area (AFTA) dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

sekarang ini menuntut perusahaan untuk mampu bersaing dengan perusahaan lain.

Salah satu strategi yang baik adalah dengan selalu menjaga dan memperhatikan

kualitas produk. Mutu adalah salah satu sasaran penentuan posisi yang penting

bagi produk di pasar. Mutu produk mencerminkan kemampuan produk untuk

menjalankan fungsinya. Mutu produk mancakup daya tahan, keandalan, kekuatan,

kemudahan penggunaan dan perbaikan untuk produk dan ciri-ciri bernilai lainnya.

Sebagian dari ciri-ciri ini dapat diukur secara objektif.Mutu itu selalu berfokus

pada kepuasan pelanggan.Dengan demikian produk-produk didesain, diproduksi,

serta pelayanan diberikan untuk memenuhi keinginan konsumen.

PT. Aroma Mega Sari adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam

industri pembuatan tepung beras, dan tepung ketan yang terletak di Jl. Sei

Belumai Desa Dalu X.A Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatera Utara.Kegiatan

proses produksi tepung beras banyak menghasilkan produk cacat, sehingga

menyebabkan sering terjadi rework untuk mengolah ulang produk cacat yang

masih dapat diolah. Jumlah produk cacat yang dapat diproduksi kembali lebih

sedikit dibandingkan jumlah produk cacat yang menjadi reject. Oleh karena itu

(2)

meskipun mencapai target produksi harian.

Data produk cacat pada Januari 2015 sampai dengan Januari 2017 dapat

dilihat pada Tabel 1.1. berikut

Tabel 1.1. Data Produk Cacat pada Januari 2015 sampai dengan Januari 2017

Total Produk Cacat (kg) 23964

(3)

Toleransi perusahaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun

2015 batas toleransi perusahaan terhadap produk cacat adalah kurang dari 26%,

pada tahun 2016 batas toleransi perusahaan terhadap produk cacat adalah

kurangdari 22%, dan pada tahun 2017 toleransi perusahaan adalah terhadap

kecacatan adalah kurang dari 20%. Pada Tabel 1.1. diketahui bahwa produk cacat

pada Tahun 2015 yang terjadi di perusahaan melebihi toleransi perusahaan. Hal

serupa juga terjadi pada Tahun 2016. Produk cacat pada proses produksi tepung

beras pada periode Januari 2015 sampai Januari 2017 memiliki rata-rata produk

cacat sebesar 24,24% /bulan. Banyaknya produk cacat menyebabkan perusahaan

melakukan rework terhadap produk tertentu, dimana bila dilakukan rework tentu

akan memakan biaya dan waktu yang lebih banyak sehingga dapat merugikan

perusahaan. Pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan

melakukan pemeriksaan kualitas pada bahan baku yaitu beras, dimana beras

tesebut dikarantina terlebih untuk diperiksa apakah terdapat kutu, atau bakteri

maupun jamur, sehingga beras yang lolos pemeriksaan akan dipakai untuk proses

poduksi. Selain itu, perusahaan juga melakukan pengendalian kualitas pada proses

poduksi yakni dengan mengambil sampel dari masing-masing stasiun kerja untuk

diperiksa oleh bagian laboratorium setiap 2 jam sekali.

Sebelum dilakukan penelitian, diperlukan data masa lalu yaitu Bulan

Januari 2017, dimana data produksi tepung beras per hari selama Bulan Januari

2017 yang menunjukkan bahwa total persentasi kecacatan produk tepung beras

sebesar 27,87%/hari dan rata-rata jumlah produk cacat yang terjadi selama Bulan

(4)

Tabel 1.2. Rincian Produksi Tepung Beras di PT. Aroma Mega Sari Bulan Januari 2017

No Tanggal

Variasi Jenis Kecacatan Jumlah

(5)

Tabel 1.2. Rincian Produksi Tepung Beras di PT. Aroma Mega Sari Bulan Januari 2017 (Lanjutan)

No Tanggal

Variasi Jenis Kecacatan Jumlah

cacat

Rata-rata Persentasi Kecacatan (%) 0,89

(6)

Pengendalian kualitas terhadap produk cacat pada penelitian dilakukan

dengan menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dan Taguchi Method

karena metode pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan dinilai

kurang efektif.

Pengendalian kualitas dengan menggunakan Statistical Quality Control

(SQC) yang dilakukan oleh Elizabeta Mitreva yang berjudul Optimization of

Business Processes in Airport Service Company in Macedonia using the TQM

Philoshopy(2016). Penelitian ini menceritakan sebuah bandara dimana kurangnya

fasilitas pelayanan di bandara sehingga perlu digunakan seven tools untuk

memperoleh fasilitas mana yang harus diprioritaskan untuk ditambah pada

bandara tersebut. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa bandara perlu

menambah fasilitas terhadap layanan penerbangan dengan beberapa airlines,

dengan begitu akan meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 55%.

Penelitian yang dilakukan oleh Amirul Aliff Bin Jamaludin (2016) untuk

menentukan pola geometri terbaik pada saat pemotongan sebuah permata, dengan

semakin kecil sebuah sudut pemotongan tersebut akan memperkecil risiko

gagalnya desain daripada permata tersebut dengan metode Taguchi, menggunakan

karateristik the smaller the better. Penerapan karasteristik tersebut juga untuk

meningkatkan efisien selama proses pembuatan permata polycrystalline diamond

compact(PDC) sehingga mengurangi terjadinya kesalahan saat memotong pola

permata yang telah dibuat.

Metode Statistical Quality Control (SQC) pada penelitian ini digunakan

(7)

penelitian ini menggunakan karakteristik kualitas smaller the better, dimana akan

menentukan faktor dan level yang dapat mengurangi jumlah produk cacat.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan bahwa tingkat persentasi

kecacatan produk tepung beras pada PT. Aroma Mega Sari melebihibatas

toleransi perusahaan, dan pengendalian kualitas yang dilakukan oleh peusahaan

dinilai kurang efektif, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap faktor

penyebab utama produk cacat dengan menggunakan metode Statistical Quality

Control (SQC) dan perlu dilakukan penelitian terhadap kombinasi level yang

sesuai dengan Taguchi Method.

1.3. Tujuan dan Manfaat

Secara umum tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi

kecacatan tepung beras pada PT. Aroma Mega Sari dengan penggunaan metode

Statistical Quality Control (SQC) dan Taguchi Method untuk meningkatkan

kualitas produk.

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengidentifikasi penyebab banyaknya produk cacat.

2. Untuk mengurangi jumlah produk cacat dengan menginformasikan kepada

pabrik mengenai faktor dan level yang terpilih.

(8)

1. Manfaat bagi mahasiswa

Mahasiswa memperoleh pengalaman dan dapat mengaplikasikan teori yang

diperoleh selama kuliah terutama dalam hal perbaikan kualitas dengan

meminimisasi kecacatan produk dengan menggunakan metode Statistical

Quality Control (SQC) dan Taguchi Method.

2. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian dapat menjadi masukan atau bahan pertimbangan mengenai

faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk, ukuran kemampuan proses

yang dimiliki, penyebab yang menimbulkan cacat pada produk, serta masukan

bagi perusahaan untuk melakukan tindakan perbaikan kualitas dari hasil

penelitian yang telah dilakukan.

3. Bagi Universitas

Manfaat bagi lembaga atau institusi pendidikan yaitu sebagai referensi bagi

penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan perbaikan kualitas.

.

1.4. Batasan dan Asumsi Penelitian

Batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian ini dilakukan pada proses produksi tepung beras di PT. Aroma

Mega Sari pada bulan Febuari 2017.

2. Pengolahan dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC)

dan Taguchi Method.

(9)

4. Data produk cacat yang digunakan adalah pada periode Januari 2016 sampai

denganJanuari 2017, dan data produksi harian pada Januari 2017

Asumsi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh peralatan, mesin

yang digunakan untuk proses produksi dalam keadaan baik.

1.5. Sistematika Penulisan Laporan

Sistematika penulisan tugas sarjana dapat dilihat sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan, menguraikan latar belakang permasalahan yang

mendasari penelitian dilakukan, perumusan permasalahan, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang digunakan dalam penelitian dan

sistematika penulisan tugas sarjana.

Bab II Gambaran Umum, menguraikan gambaran umum perusahaan PT.

Aroma Mega Sari, ruang lingkup perusahaan, lokasi, struktur organisasi, tugas

dan tanggung jawab, jumlah tenaga kerja dan jam kerja karyawan, dan sistem

pengupahan,

Bab III Landasan Teori, berisi teori mengenai pengertian kualitas, dimensi

kualitas, metode Taguchi, serta langkah-langkah peraancnagan Taguchi.Sumber

teori atau literatur yang digunakan diambil dari referensi buku-buku dan jurnal

penelitian yang berhubungan dengan topik yang disertakan pada Daftar Pustaka.

Bab IV Metodologi Penelitian, menjelaskan tahapan-tahapan yang

dilakukan pada saat penelitian mulai dari awal hingga penyusunan laporan yang

(10)

analisis hasil sampai kesimpulan dan saran yang digambarkan dalam sebuah blok

diagram penelitian.

Bab V Pengumpulan dan Pengolahan Data, berisi data-data primer dan

data sekunder yang diperoleh dari hasil pengamatan dan dokumen perusahaan

sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data. Hasil pengolahan data tersebut

digunakan sebagai dasar dalam analisis dan pemecahan masalah.

Bab VI Analisis dan Evaluasi, menganalisis dan mengevaluasi pemecahan

masalah berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan.

Bab VII Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan yang diperoleh dari

Gambar

Tabel 1.1. Data Produk Cacat pada Januari 2015 sampai dengan
Tabel 1.2. Rincian Produksi Tepung Beras di PT. Aroma Mega Sari Bulan Januari 2017
Tabel 1.2. Rincian Produksi Tepung Beras di PT. Aroma Mega Sari Bulan Januari 2017

Referensi

Dokumen terkait

Dari perhitungan dengan menggunakan analisis intensitas pengawasan kualitas, jumlah produk rusak yang menanggung biaya terendah sebanyak 3376 unit dan total biaya

Sebab itu diperlukan penerapan pengendalian kualitas terhadap produk cacat yang terjadi, terutama untuk produk yang sering repeat-order.Banyak metode yang dapat dilakukan

Pemilihan karakteristik kualitas Karakteristik kualitas bedasarkan metode Taguchi yang sesuai pada penelitian ini adalah Smaller –the- Better (STB), karena hasil yang diinginkan

Berdasarkan Eksperimen Taguchi dan melalui proses pooling up faktor yang dilakukan dengan menggunakan karakteristik kualitas yang dituju, yaitu smaller the better

Kerusakan produk dapat terjadi pada saat proses pengisian dan pengemasan produk maupun pada saat pemindahan kegudang.Tujuan dari permasalah ini adalah untuk mengendalikan kualitas

Gambar 2: Diagram Pareto Produk Cacat Tahun 2020 Berdasarkan sajian data pada Gambar 2, cacat produk yang paling dominan terjadi disebabkan karena design yang tidak sesuai, maka

Diagram Sebab-Akibat Jenis Kecacatan Lain-lain Sumber: Pengolahan Data Hasil temuan penyebab cacat produk pada ban vulkanisir dapat dikonfigurasikan menggunakan diagram sebab-akibat,

Dalam penelitian ini Analisis Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Statistical Quality Control SQC Pada Usaha Amplang Karya Bahari Di Samarinda yaitu pengendalian kualitas Quality