BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebiasaan merokok merupakan kebiasaan yang merugikan. Banyaknya penjualan rokok yang bebas berakibat banyak anak-anak sudah merokok bahkan sudah kecanduan rokok. Fenomena rokok terhadap mahasiswa kedokteran mungkin jarang kita dengar karena mereka merupakan kaum intelektual yang lebih mengetahui tentang kesehatan dan efek negatif rokok pada tubuh. Namun ada yang memiliki kebiasaan merokok.17
Ogawa, mendefinisikan kebiasaan merokok sebagai perilaku penggunaan tembakau yang menetap, biasanya lebih dari setengah bungkus rokok per hari, dengan tambahan adanya distress yang disebabkan oleh kebutuhan akan tembakau secara berulang-ulang. Kebiasaan merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak bisa kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk dari merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan bagi perokok sendiri tapi juga bagi orang di sekitarnya.26 Diketahui ada faktor internal dan faktor eksternal yang berpengaruh pada kebiasaan merokok mahasiswa kedokteran. Faktor internal berupa rasa ingin tahu, mendapatkan rasa percaya diri, mengurangi rasa cemas, mengurangi rasa bosan, kebiasaan dan mendapatkan relaksasi. Sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, faktor lingkungan tempat tinggal, lingkungan sosial, ketersediaan dana dan lingkungan kampus. Perilaku merokok berawal dari coba-coba yang timbul karena faktor teman sebaya tetapi karena tingkat stres mereka saat ujian dan masalah masalah kampus yang lain, merokok sudah menjadi kebutuhan mereka.23
Rokok dan asapnya diketahui bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang beberapa diantaranya bahkan terbilang mematikan. Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karenanya
hamper semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik.14
Salah satu kandungan dalam rokok, nikotin, menginduksi pelepasan katekolamin dari kelenjar adrenal. Melalui mekanisme inilah rokok mengubah fungsi sistem kardiovaskular dengan meningkatkan denyut jantung, resistensi vaskular, volume sekuncup, tekanan darah, curah jantung dan kontraksi miokard. Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus. Nikotin juga bias mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukkan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.19
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana perbedaan nilai tekanan darah dan frekuensi nadi antara perokok dan bukan perokok dalam kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2011?
1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum
Mengetahui perbedaan nilai tekanan darah dan frekuensi nadi antara perokok dan bukan perokok dalam kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2011.
1.3.2. Tujuan Khusus
Yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :
a. Mengetahui fungsi kardiovaskular pada mahasiswa dengan kebiasaan merokok.
b. Mengetahui fungsi kardiovaskular pada mahasiswa tanpa kebiasaan merokok.
c. Mengetahui perbedaan nilai tekanan darah dan frekuensi nadi antara perokok dan bukan perokok.
1.4. Manfaat Penelitian
Dengan dilakukan penelitian ini, diharapkan dapat memberi manfaat : a. Menambah pengetahuan atau informasi tentang pengaruh yang dapat
ditimbulkan oleh kebiasaan merokok terhadap fungsi kardiovaskular. b. Memberi pemahaman atau motivasi kepada masyarakat tentang
pentingnya upaya pencegahan bahaya merokok. c. Sumber acuan untuk penelitian selanjutnya.