• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Akuntansi dan Pertanggungjawaban (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Akuntansi dan Pertanggungjawaban (1)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH

SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN TERAPAN

MAKALAH

AKUNTANSI DAN PERTANGGUNGJAWABAN LIKUIDASI

KEMENTERIAN/LEMBAGA PADA PEMERINTAH PUSAT

Disusun Oleh:

SAM SUL HADI

NIM . 156020304111018

M AGISTER AKUNTANSI STAR BPKP BATCH 5

KELAS BA

PROGRAM STUDI M AGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOM I DAN BISNIS

(2)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 1

Abstract

Pemerint ah merupakan organisasi besar yang t idak bisa lepas dari perubahan lingkungan, salah sat u

unsur lingkungan adalah perubahan kebut uhan para pemangku kepent ingan. Dalam rangka memenuhi hal

t ersebut t erkait adanya dinamika perubahan yang cepat akan kebut uhan pemangku kepent ingan khususnya

pelayanan kepada masyarakat bukanlah suat u hal yang t idak mungkin jika t erdapat kem ent erian at au

sat uan kerja yang dibubarkan dan at au dilebur dengan kement erian dan at au sat uan kerja lainnya dalam

meningkat kan efektivit as dan efisiensi sat uan kerja dan kement erian dalam pelaksanaan t ugas dan

t anggungjawabnya. Tulisan ini mendekripsikan bagaimana proses dan tahapan likuidasi ent it as akunt ansi

maupun ent it as pelaporan dalam t ulisan ini kait annya dengan pembent ukan Kabinet Kerja Joko Widodo

2014-2019. St udi yang dilakukan berupa t injauan kepust akaan khususnya perat uran t erkait serta arsip

risalah rapat pada saat proses likuidasi dari Direkt orat Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan (Direkt orat APK,

Dit jen Perbendaharan) Kement erian Keuangan.

Kat a Kunci: Ent it as Akunt ansi, Ent it as Pelaporan, Likuidasi, Laporan Penut u, Laporan Likuidasi.

I. Pendahuluan

Pem erint ah dit unt ut t ransparan dan akunt abel at as dana-dana m asyarakat yang dipercayakan unt uk

dikelola. Salah sat u t ujuan penyusunan laporan keuangan Pem erint ah yait u sebagai bent uk

pert anggungjaw aban Pemerint ah. Penyusunan laporan keuangan t idak lepas dari sist em dan st andar

akunt ansi. Akunt ansi Likuidasi merupakan subsist em yang m eruapakan bagian dari Selanjut nya SAPP t erdiri

dari Sist em Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Bendahara Um um Negara (SABUN) yang dilaksanakan oleh

Kem ent erian Keuangan dan Sist em Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Inst ansi (SAI) yang dilaksanakan oleh

Kem ent erian/ Lem baga.

Sist em Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Inst ansi (SAI) dilaksanakan dengan m enat ausahakan

t ransaksi at as pendapat an, belanja, beban, aset , kew ajiban dan ekuit as pada sat uan kerja , Wilayah, Eselon

I, Kant or Pusat Kem ent erian/ Lem baga, t erm asuk Sat uan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penerim a dana

Dekonsent rasi, Tugas Pem bant uan dan Badan Layanan Um um. Sist em inform asi akunt ansi dan pelaporan

keuangan Inst ansi (SAI) m enggunakan 2 subsist em inform asi yakni Sist em M anajemen Barang M ilik Negara

(SIM AK BM N) yang m enghasilkan Laporan Barang M ilik Negara (LBM N) dan Sist em Akunt ansi Berbasis

Akrual (SAIBA) yang m enghasilkan Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih,

(3)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 2 Sist em Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Inst ansi (SAI) dilaksanakan oleh kement erian

negara/ lem baga dengan m elakukan pem rosesan dat a unt uk m enghasilkan Laporan Keuangan, dengan

m em bent uk unit akunt ansi dan pelaporan keuangan barang milik negara (BM N). Unit akunt ansi dan

pelaporan keuangan pada SAI t erdiri dari:

a. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Pengguna Anggaran (UAPA);

b. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Pem bant u Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1)

c. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Pem bant u Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W)

d. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA)

Unit Akunt ansi dan Pelaporan BM N pada SAI t erdiri dari:

a. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Pengguna Barang (UAPB);

b. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Pem bant u Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-E1)

c. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Pem bant u Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W)

d. Unit Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPB)

Dalam PP Nom or 71 Tahun 2010 t ent ang St andar Akunt ansi Pem erint ahan, likuidasi diat ur dalam

pernyat aan st andar nom or 10 t ent ang koreksi kesalahan, perubahan kebijakan akunt ansi, perubahan

est im asi akunt ansi, dan operasi yang t idak dilanjut kan. Dalam PP t ersebut , dijelaskan bahw a jika suat u m isi

at au t upoksi suat u ent it as pem erint ah dihapuskan oleh perat uran, m aka suat u operasi, kegiat an, program ,

proyek, at au kant or t erkait t ugas pokok t ersebut dihent ikan. Definisi operasi yang t idak dilanjut kan adalah

penghent ian suat u m isi at au t upoksi t ert ent u yang berakibat pelepasan at au penghent ian suat u fungsi,

program , at au kegiat an, sehingga aset , kew ajiban, dan operasi dapat dihent ikan t anpa m engganggu fungsi,

program , at au kegiat an yang lain. Presiden Joko Widodo t elah m erom bak beberapa kem ent erian dalam

penyusunan kabinet 2014-2019 sehingga t erdapat kem ent erian-kem ent erian m engalami peleburan dan

perubahan nom enklat ur Seiring dengan pem bent ukan pem erint ahan yang baru pada t ahun 2014 -2015

m aka, t erdapat K/ L yang m engalami perubahan st rukt ur organisasi at au nom enklat ur, hal t ersebut t ent unya

berpengaruh pada sisi penganggaran, pelaksanaan anggaran, sam pai dengan akunt ansi dan pelaporan

keuangan

.

Dalam m akalah ini penulis m encoba unt uk m endekripsikan bagaim ana proses dan t ahapan likuidasi

ent it as akunt ansi m aupun ent it as pelaporan agar dapat dipelajari perm asalahan yang m uncul saat

t erjadinya dilkuidasi sebagai akibat dari pem bubaran sat uan kerja at au kem ent erian, sebagaim ana diket ahui

bahw a sebelum m enyelesaikan laporan keuangannya, sat ker at au kem ent erian yang dibubarkan

m em punyai kew ajiban unt uk menyelesaikan pert anggungjaw aban seluruh aset dan kew ajibannya. Dalam

bagian ini akan dibahas juga aspek penyelesaian hak dan kew ajiban sebelum penut upan laporan keuangan,

(4)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 3 m engangkat t em a m akalah ini dengan judul “ Akunt ansi Dan Pert anggungjaw aban Likuidasi

Kement erian/ Lembaga Pada Pemerint ah Pusat ” agar perm asalahan t erkait likuidasi t idak kem bali t erulang

di m asa yang akan dat ang, selain it u diharapkan dengan t ulisan ini dapat m enjadi m odel likuidasi pada

pem erint ah daerah sepert i adanya pem ekaran daerah.

II. Dasar Hukum

Adapun dasar hukum likuidasi adalah sebagai berikut :

1. Perat uran Pem erint ah Nom or 71 Tahun 2010 Tent ang St andar Akunt ansi Pem erint ahan;

2. Perat uran Presiden Nom or 165 Tahun 2014 t ent ang Penat aan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja;

3. Perat uran M ent eri Keuangan Nom or 272/ PM K.05/ 2014 t ent ang Pelaksanaan Likuidasi Ent it as

Akunt ansi dan Ent it as Pelaporan Pada Kem ent erian/ Lem baga;

4. Surat M ent eri Keuangan Nom or S-17/ M K.6/ 2015 t ent ang Tindak Lanjut at as Perubahan Nom enklat ur

Kem ent erian t erhadap Pengelolaan dan Penat ausahaan BM N;

5. Surat Dirjen Perbendaharaan S-3047/ PB/ 2015 Tent ang Perubahan St rukt ur Organisasi Kem ent erian

Negara/ Lem baga;

6. Surat Dirjen Perbendaharaan Nom or S-4162/ PB/ 2015 t ent ang Pet unjuk Teknis Pelaksanaan Anggaran

dalam Rangka Perubahan St rukt ur Organisasi Kem ent erian Negara/ Lem baga.

7. Surat Direkt ur Transform asi Perbendaharaan Nom or S-5074/ PB.8/ 2015 t ent ang Daft ar Sat ker yang

Dilikuidasi karena perubahan st rukt ur organisasi Kem ent erian/ Lem baga.

III. Proses Bisnis Likuidasi

a. Pengertian Likuidasi

Perat uran t eknis t erkait likuidasi adalah Perat uran M ent eri Keuangan No. 272/ PM K.05/ 2014 t ent ang

Pelaksanaan Likuidasi Ent it as Akunt ansi dan ent itas Pelaporan Pada Kem ent erian/ Lem baga sebagai

penggant i dari Perat uran M ent eri Keuangan No. 198/ PM K.05/ 2012, dalam kait annya dengan pelaksanaan

anggaran, perat uran t ersebut m erupakan w ujud pelaksanaan t eknis dari Perat uran Perat uran Pem erint ah

Republik Indonesia Nom or 45 Tahun 2013 Tent ang Tat a Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapat an Dan

Belanja Negara khususnya pasal 133 t ent ang Likuidasi Kement erian/ Lem baga/ Sat uan Kerja Dalam

Pelaksanaan Anggaran. Set iap kem ent erian/ lem baga/ sat uan kerja yang dibubarkan harus m enet apkan

penanggung jaw ab proses likuidasi. Penanggung jaw ab proses likuidasi bert ugas m enyelesaikan seluruh hak

dan kew ajibannya dalam rangka pelaksanaan APBN sepert i uang persediaan yang belum

dipert anggungjaw abkan, piut ang negara kepada pihak ket iga, m aupun ut ang negara kepada pihak ket iga.

Set elah it u kem ent erian/ lem baga/ sat uan kerja yang dilikuidasi harus m enyusun laporan

(5)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 4 Ent it as akunt ansi adalah unit pem erint ahan pengguna anggaran/ pengguna barang dan oleh karenanya

w ajib menyelenggarakan akunt ansi dan m enyusun laporan keuangan unt uk digabungkan pada ent it as

pelaporan. Cont oh ent it as akunt ansi di pem erint ah pusat adalah sat uan kerja/ sat ker. ident it as ent it as

akunt ansi adalah at ribut yang m enjadi t anda suat u ent it as akunt ansi dan dapat m enjadi pem beda ant ara

ent it as akunt ansi yang sat u dengan yang lainnya berupa serangkaian kode bagian anggaran, kode eselon I,

dan kode sat uan kerja. Sedangkan ident it as ent it as pelaporan m erupakan kode bagian anggaran yang

m enjadi pem beda ant ara ent it as pelaporan yang sat u dengan yang lainnya. Sedangkan entit as pelaporan

m erupakan unit pem erint ahan yang t erdiri dari sat u at au lebih ent it as akunt ansi yang m enurut ket ent uan

perat uran perundang-undangan w ajib m enyam paikan laporan pert anggungjaw aban berupa laporan

keuangan. Di pem erint ah pusat Kem ent erian/ lem baga t erm asuk cont oh ent it as pelaporan.

Pengert ian Likuidasi m enurut Perat uran M ent eri Keuangan No. 272/ PM K.05/ 2014 adalah t indakan

penyelesaian seluruh aset dan kew ajiban sebagai akibat pengakhiran/ pem bubaran ent it as akunt ansi

dan/ at au ent it as pelaporan pada kem ent erian/ lembaga. PM K t ent ang Likuidasi ini dapat dijadikan

panduan, nam un m em ang diperlukan adanya indent ifikasi K/ L dan st rukt urnya sesuai dengan kasus yang

ada , karena sangat bervairasi perist iw a likuidasi yang ada, t idak bisa general, perlu t reat ment yang

berbeda, berubahnya sepert i apa dan juga t ingkat kom pleksit as t ransaski likuidasinya. Adapun kem ent erian

dan lem baga yang t erim bas likuidasi dapat dilihat pada t abel berikut :

No Kondisi Lama Kondisi Baru Keterangan

1. M ent eri Koordinat or Bidang

Kem ent erian Riset dan Teknologi

(6)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 5 Kem ent erian Pendidikan dan Kebudayaan

Kem ent erian Riset , Teknologi

dan Pendidikan Tinggi Dit jen Pendidikan Tinggi

bergabung dengan Kement erian

4. Kem ent erian Lingkungan Hidup Kem ent erian Kehut anan

Kem ent erian dalam Negeri Kem ent erian dalam Negeri

Dit jen PM Desa (dilikuidasi)

(7)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 6

b. Kondisi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan yang M engalamiLikuidasi

Likuidasi dilakukan t erhadap ent it as akunt ansi dan ent it as pelaporan yang m engalam i kondisi-kondisi

berikut ini:

1. Tidak lagi beroperasi disebabkan misi, fungsi, program , kegiat an, dan/ at au t ugas t elah berakhir.

2. Perubahan ident it as ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan yang disebabkan karena:

a. Penggabungan ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan.

b. Pem ecahan ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan.

3. Tidak m endapat alokasi anggaran pada t ahun anggaran berikut nya.

4. Tidak lagi beroperasi karena sebab-sebab lain, cont ohnya perubahan m enjadi Badan Layanan

Um um at au Badan Usaha M ilik Negara dan sebaliknya.

5. Perubahan st at us Unit Badan Lainnya (UBL) sat ker m enjadi UBL bagian sat ker at au UBL bukan

sat ker.

Perubahan ident it as ent it as Perubahan ident it as ent it as akunt ansi yang disebabkan karena:

1. Penggabungan ent it as akunt ansi at au entit as pelaporan dapat berasal dari penggabungan beberapa

ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan m enjadi sat u ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan dengan

m enggunakan ident it as ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan baru, at au m enggunakan salah

satu identit as ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan yang digabung. Sebagaim ana dapat dijelaskan

(8)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 7 2. Sedangkan perubahan ident it as ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan yang disebabkan karena

pem ecahan ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan m enggunakan ident it as ent it as akunt ansi at au

ent it as pelaporan baru dan ident it as akunt ansi at au ent it as pelaporan yang dipecah masih digunakan,

at au seluruh ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan m enggunakan identit as ent it as akunt ansi at au

ent it as pelaporan baru. Perubahan ident it as ent it as akunt ansi at au ent it as pelaporan t idak t erm asuk

perubahan ident it as akunt ansi at au ent it as pelaporan karena pem ut akhiran sist em . Sebagaim ana

dapat dijelaskan dalam gam bar di baw ah ini:

c. Tahapan-tahapan Likuidasi

Tahapan-t ahapan dalam likuidasi ent it as akunt ansi dan ent it as pelaporan pada kement erian/ lem baga

(9)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 8

1. Penetapan Penanggung Jaw ab Proses Likuidasi

Penanggungjaw ab proses likuidasi adalah Pemimpin Ent it as Akunt ansi yang secara st rukt ural

m em baw ahi Ent it as Akunt ansi yang dilikuidasi (Kepala Sat ker), Penanggung jaw ab UAPPA-E1 yang

m engalokasikan dana Dekonsent rasi/ Tugas Pem bantuan; dan Pemim pin Ent it as Akunt ansi yang secara

st rukt ural m em baw ahi UBL Sat ker yang dilikuidasi. Sedangkan Penanggung jaw ab proses likuidasi Ent it as

Pelaporan dit unjuk oleh pejabat (M ent eri) yang m elakukan likuidasi Ent it as Pelaporan.

Penanggung jaw ab proses likuidasi m em iliki t ugas sebagai berikut :

a. M em ast ikan pemim pin ent it as akunt ansi yang dilikuidasi menyusun dan m enyam paikan laporan

keuangan penut up t epat w akt u;

b. M em ast ikan pemim pin ekuit as akunt ansi yang dilikuidasi m elakukan koreksi at as laporan keuangan

penut up sesuai dengan rekom endasi BPK;

c. M enet apkan ekuit as akunt ansi yang dit unjuk unt uk menerim a sisa pagu DIPA, aset , dan kew ajiban dari

ent it as akunt ansi yang dilikuidasi;

d. M em proses dan m enerim a sisa pagu DIPA ent it as akunt ansi yang dilikuidasi dalam hal ent it as

akunt ansi penanggung jaw ab proses likuidasi juga dit et apkan sebagai ent it as akunt ansi yang dit unjuk;

e. M enyelesaikan saldo kas, piut ang, dan kew ajiban pada laporan keuangan penut up bersam a-sam a

dengan pem im pin ekuit as akunt ansi yang dilikuidasi;

f. M enyelesaikan saldo BM N pada LBKP Penut up, ber sam a-sam a dengan KPB ent it as akunt ansi yang

dilikuidasi;

g. M enerim a dan m encat at saldo aset dan kew ajiban ent it as akunt ansi yang dilikuidasi dalam laporan

keuangannya dalam hal ent it as penanggung jaw ab proses likuidasi juga dit et apkan sebagai ent it as

akunt ansi yang dit unjuk;

h. M enyusun, m enandat angani, dan m enyam paikan laporan keuangan likuidasi;

i. M elakukan koreksi at as laporan keuangan likuidasi

(10)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 9 Adapun hak dan kew ajiban yag harus diselesaikan sebelum penyusunan laporan penut up ant ara lain:

a. Penyelesaian Saldo UP/ TUP, dengan menerbit kan SPM / SP2D GU NIHIL at au M enyet orkan sisa UP/ TUP

ke kas negara. Terkait dengan penyet oran sisa UP/ TUP agar t erlebih dahulu dilakukan rekonsiliasi saldo

UP/ TUP dengan KPPN m it ra kerja agar t idak t erjadi kekurangan at au lebih set or selanjut nya at as

t ransaksi t ersebut di at as m aka saldo UP/ TUP (Kas di Bendahara Pengeluaran) akan t erhapus dari

Neraca.

b. Saldo kas di Bendahara Pengeluaran dan Penerim aan selain saldo UP/ TUP dan saldo kas dari hibah,

adapun t eknisnya sebagai berikut :

1) Saldo kas di Bendahara Pengeluaran dan Penerim aan selain saldo UP/ TUP berupa Pendapat an

pajak dan Pendapat an bukan pajak yang belum disetor ke kas negara. Honor, uang lem bur, uang

m akan yang belum dibayarkan kepada pegaw ai. Set elah dilakukan penyelesaian (diset orkan ke kas

negara dan at au dibayarkan kepada pihak ket iga yang berhak), selanjut nya m elakukan jurnal

penyesuaian unt uk m enghapus saldo dari neraca.

2) Perlakuan at as Saldo Kas dari Hibah, Sisa kas dari hibah t erm asuk aset yang dilim pahkan kepada

Ent it as Akunt ansi yang Dilikuidasi, unt uk dilanjutkan kegiat annya (apabila belum selesai).

Dikarenakan pengajuan pengesahan hibah TA 2015 belum dapat dilakukan, at as hibah yang belum

disahkan agar:

Dokum en-dokum en t erkait penggunaan hibah agar dilim pahkan kepada Ent it as Akunt ansi yang Dit unjuk.

Diungkapkan secara m em adai dalam CaLK

c. Pem bayaran gaji induk bulan berikut nya, Adapun t eknisnya adalah sebagai berikut :

1) Aapabila Likuidasi t idak pada akhir t ahun harus diselesaikan paling lam bat pada t anggal

penerbit an SP2D Gaji Induk bulan berikut nya, dengan m enyusun dan m engajukan SPM gaji induk

ke KPPN m it ra Kerja sehingga penyelesaian at as gaji induk adalah paling lam bat adalah t anggal

penerbit an SP2D gaji induk bulan berikut nya.

2) At as t ransaksi t ersebut m aka akan diperhit ungkan dengan sisa pagu belanja pegaw ai pada revisi

DIPA yang akan dialihkan kepada Ent it as Akunt ansi at au Ent it as Pelaporan yang Dit unjuk

3) Sedangkan apabila Likuidasi dilakukan pada akhir t ahun: m engikut i ket ent uan mengenai

langkah-langkah akhir t ahun

3. Penyusunan Laporan Keuangan Penutup.

Set elah sem ua penyelesaian hak dan kew ajiban dit unt askan, m aka sat ker/ kem ent erian yang dilikuidasi

m elakukan rekonsiliasi dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Penut up. Ent it as Akunt ansi yang

(11)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 10 Dalam hal likuidasi Ent it as Pelaporan, rekonsiliasi dilakukan oleh seluruh Ent it as Akunt ansi yang berada di

baw ah Ent it as Pelaporan yang dilikuidasi, dengan KPPN m it ra kerjanya.

Langkah selanjut nya adalah m enyusun laporan penut up yang m enjelaskan posisi keuangan dan BM N

posisi t erakhir, dit andat angani oleh Pem im pin Ent it as yang Dilikuidasi adapun angka dalam laporan t ersebut

akan m enjadi pat okan berapa jumlah aset , sisa anggaran sert a rincian BM N yang akan dilim pahkan kepada

ent it as akunt ansi/ pelaporan yang dit unjuk. Angka dalam LRA, LPE, Neraca Penut up, LBKP dan CRBM N akan

m engalam i perubahan t erkait likuidasi yakni penyelesaian/ pelim pahan hak dan kew ajiban berupa

pelim pahan sisa pagu anggaran pada LRA sert a t ransfer keluar pada LPE, Neraca, LBKP, LBP dan CRBM N.

Angka dalam LO t idak berubah karena t idak t erkait dengan penyelesaian/ pelim pahan hak dan kew ajiban.

Adapun kom ponen Laporan Penut up ant ara lain sebagai berikut :

a. LRA Penut up.

b. LO Penut up

c. LPE Penut up

d. Neraca Penut up,

e. CaLK Penut up

f. Laporan Barang Pengguna (LBP);

g. Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) ,

h. Cat at an Ringkas BM N (CRBM N).

Ent it as Akunt ansi yang dilikuidasi m enyam paikan Laporan Keuangan Penut up, paling lam bat 10 hari

sejak t ransaksi penut up set elah dilakukan rekonsiliasi kepada:

a. Penanggung Jaw ab Proses Likuidasi dan/ at au Pejabat Penanggung Jaw ab Likuidasi;

b. Pem im pin Ent it as Akunt ansi yang Dit unjuk;

c. Kepala KPPN m it ra kerja;

d. Kepala KPKNL m it ra kerja;dan

e. Badan Pem eriksa Keuangan.

Apabila likuidasi Ent it as Pelaporan yang dilikuidasi, ent it as akunt ansi dibaw ahnya m elakukan

sebagaim ana t ersebut diat as, sedangkan Ent it as Pelaporan m enyam paikan Laporan Keuangan Penut up

t ersebut kepada:

a. Direkt orat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direkt orat Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan;

b. Direkt orat Jenderal Kekayaan Negara c.q. Direkt orat BM N; dan Badan Pem eriksa Keuangan

4. Penyelesaian Hak Dan Kew ajiban Setelah Laporan Keuangan Penutup

M enunjuk Surat Dirjen Perbendaharaan Nom or S-3047/ PB/ 2015 t anggal 16 April 2015 hal Perubahan

(12)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 11 karena dipindahkan/ digabung ke kement erian / lem baga baru at aupun m emang dilikuidasi, dilaksanakan

sesuai Perat uran M ent eri Keuangan Nom or 272/ PM L.05/ 2014 dengan m enyelesaikan hak dan kew ajiban

at as DIPA Pet ikan sat ker lam a t erm asuk :

a. Telah M engajukan SPM Gaji Induk bulan berikut nya dalam rangka m engant isipasi ket erlam bat an

penerbit an DIPA Pet ikan baru;

b. Telah m em pert anggungjaw abkan dan/ at au m enyet orkan Dana UP/ TUP yang sudah dimint akan;

c. Telah m elakukan addendum kont rak at as sisa kont rak pada DIPA lam a yang belum direalisasikan dan

m em indahkan sisa kont raknya ke sat uan kerja yang baru;

d. Telah m em buat Laporan Keuangan Penut up, t erm asuk serah t erim a aset dan persediaan ke sat ker

baru.

Proses Penyelesaian hak dan kew ajiban setelah Laporan Penutup, yakni sebagai berikut:

a. Sisa pagu DIPA/ anggaran (khusus unt uk likuidasi pada t ahun berjalan), dengan dipindahkan (direvisi)

kepada Ent it as Akunt ansi yang Dit unjuk, hal ini dapat dilakukan hanya pada t ahun berlakunya DIPA

bersangkut an dan mengikut i ket ent uan m engenai Revisi DIPA. Selanjut nya berdasarkan DIPA Revisi,

dilakukan penyesuaian pagu DIPA pada laporan keuangan (LRA).

b. Penyelesaian aset dan kew ajiban: Kas Lainnya dan Set ara Kas, Piut ang dan Ut ang, Persediaan, Aset

Tet ap, dan Aset Lainnya dengan t eknis sebagi berikut :

1) Aset dan Kew ajiban dalam Neraca dilim pahkan kepada Ent it as Akunt ansi yang Dit unjuk;

2) Dit uangkan dalam Berit a Acara Serah Terim a;

3) Diungkapkan dalam CaLK;

4) Aset dan Kew ajiban dihapus dari Neraca dan dicat at sebagai pengurang/ penam bah ekuit as pada

LPE Ent it as Akunt ansi yang Dilikuidasi (t ransfer keluar);

5) Aset dan Kew ajiban dilaporkan dalam Neraca dan dicat at sebaga penam bah/ pengurang ekuit as

pada LPE Ent it as Akunt ansi yang Dit unjuk (t ransfer m asuk).

Sejak penyusunan Laporan Keuangan Penut up sam pai dengan dit erbit kannya Laporan Keuangan

Likuidasi, Ent it as Akunt ansi dan/ at au Ent it as Pelaporan yang dilikuidasi t et ap m enyusun Laporan keuangan

(Int erim) bulanan/ sem est eran/ t ahunan sesuai SAPP dan Laporan barang sem est eran/ t ahunan sesuai

ket ent uan t ent ang Penat ausahaan BM N.

5. Penyusunan Laporan Likuidasi

Unt uk likuidasi ent it as Akunt ansi, Penanggung Jaw ab Proses Likuidasi at au Pejabat Penanggung Jaw ab

Likuidasi m elakukan rekonsiliasi dengan KPPN. Sedangkan unt uk likuidasi Ent it as Pelaporan, Penanggung

Jaw ab Proses Likuidasi at au pejabat Penanggung Jaw ab Likuidasi m elakukan rekonsiliasi dengan Dit jen

(13)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 12 Langkah selanjut nya adalah menyusun laporan likuidasi yang m enjelaskan posisi keuangan dan BM N

posisi t erakhir, dit andat angani oleh Pem im pin Ent it as yang Dilikuidasi disusun paling lam bat 3 bulan sejak

dit erbit kannya LK Penut up. LRA akan t ersajikan pada DIPA revisi sebesar sisa anggaran (DIPA Revisi = DIPA

aw al dikurangi realisasi) sehingga persent ase realisasi anggaran adalah 100%, sedangkan Saldo LPE, Neraca

Likuidasi, LBKP, LBP dan CRBM N akan t ersajikan 0 (Nihil). Adapun kom ponen Laporan Likuidasi ant ara lain

sebagai berikut :

a. LRA Likuidasi.

b. LPE Likuidasi

c. Neraca Likuidasi ,

d. CaLK Likuidasi, mengungkapkan lat ar belakang likuidasi, dasar hukum likuidasi, t indak lanjut

penyelesaian aset dan kew ajiban (dilam piri BAST).

e. Laporan Barang Pengguna (LBP);

f. Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) ,

g. Cat at an Ringkas BM N (CRBM N).

Penyampaian Laporan Keuangan Likuidasi Entitas Akuntansi

Adapun Laporan Keuangan Likuidasi ent it ias akunt ansi selanjut nya akan disam paikan kepada:

a. Pem im pin Ent it as Akunt ansi yang dilikuidasi;

b. Penanggung jaw ab UAPPA-W dan UAPPB-W Ent it as Akunt ansi yang dilikuidasi;

c. Kepala KPPN m it ra kerja Ent it as Akunt ansi yang dilikuidasi dan Ent it as Akunt ansi Yang Dit unjuk

d. Kepala KPKNL m it ra kerja Ent it as Akunt ansi yang dilikuidasi dan Ent it as Akunt ansi Yang Dit unjuk;

e. Direkt ur Jenderal Anggaran

f. Badan Pem eriksa Keuangan

Penyampaian Laporan Keuangan Likuidasi Entitas Pelaporan

Adapun Laporan Keuangan Likuidasi ent it as pelaporan selanjut nya akan disam paikan kepada:

a. Pem im pin Ent it as Pelaporan Yang Dit unjuk

b. Direkt ur Jenderal Perbendaharaan c.q. Direkt orat Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan

c. Direkt ur Jenderal Kekayaan Negara c.q. Direkt orat BM N

d. Direkt ur Jenderal Anggaran

e. Badan Pem eriksa Keuangan.

d. Kebijakan yang diambil pada likuidasi Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud

Berikut ini disajikan t eknis kebijakan yang khsus likuidasi Dit jen Pendidikan t inggi Kem endikbud yang

(14)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 13 a. Dit jen Pendidikan Tinggi saat ini berada pada BA 023, bergabung dengan Kem ent erian Rist ek(BA 042)

akan dibaw ah Kem ent erian Riset , Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (BA 042) sehingga sat ker-sat ker

Dikt i pada BA 042 akan m enggunakan kode sat ker bar u;

b. Sat ker-sat ker Dikt i berkoordinasi dengan KPPN m it ra unt uk m elakukan pem bat alan kont rak

dengan kode sat ker lam a sebesar sisa kont rak, dan m em buat kont rak baru dengan kode sat ker baru

sebesar sisa kont rak;

c. Revisi DIPA pem indahan sisa pagu sat ker-sat ker lam a (BA 023) ke sat ker-sat ker baru (BA 042)

yang dilakukan oleh DJA;

d. Sat ker-sat ker Dikt i lam a pada BA 023, m elakukan m ekanism e likuidasi sesuai PM K No.

272/ PM K.05/ 2014. Unt uk m elakukan proses-proses t ersebut diperlukan periode cut -off (yakni periode

ant ara laporan penut up sam pai dengan dengan t erbit nya revisi DIPA likuidasi), Periode cut -off dit andai

dengan penundaan pencairan dana seluruh sat ker-sat ker Dikt i sam pai proses revisi DIPA APBN-P

t ersebut selesai. Perlunya pendam pingan dan penjelasan det ail langkah-Iangkah apa yang perlu

dilakukan sat ker-sat ker Dikt i, oleh dari Direkt orat Tranform asi Perbendaharaan (DTP), Direkt orat

Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan (APK), dan Direkt orat Jenderal Anggaran (DJA). Pendam pingan

pada saat pelaksanaan cut -off di sat ker.

e. Persiapan Int ernal Dit jen Perbendaharaan yang perlu dilakukan yakni Penyiapan segera jadw al proses

perubahan dan likuidasi, yang t erdiri dari:

1) Sebelum cut -off.

Perlu surat pem berit ahuan kepada seluruh KPPN mit ra kerja sat ker-sat ker Dikt i agar KPPN m engirim kan surat kepada sat kernya agar m em bekukan sem ent ara w akt u kont rakkont rak baru sat

ker-sat ker Dikt i supaya dat a kont rak ker-sat ker-ker-sat ker Dikt i t idak bert am bah,

KPPN mem berikan sosialisasi kepada sat ker-sat ker Dikt i m engenai langkah-Iangkah yang harus dilaksanakan sat ker pada w akt u cut -off dan dam paknya;

Sekret aris Dit jen Dikt i m em berit ahukan kepada seluruh sat ker-sat ker Dikt i yang akan m engalam i re-organisasi agar t idak m enerbit kan kont rak baru, dan mem berikan sosialisasi t erkait kegiat an yang harus

dilakukan pada w akt u cut -off dan dam paknya;

2) M asa Cut -off.

Tim PDR Dit Transform asi Perbendaharaan m elakukan set up referensi, validasi, dan security rule sat ker-sat ker baru Dikt i;

(15)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 14

Seluruh sat ker Dikt i berkoordinasi dengan KPPN M it ra unt uk m elakukan pem bat alan kont rak dengan kode sat ker lam a sebesar sisa kont rak yang belum di realisasikan;

KPPN berkoordinasi dengan sat ker Dikt i unt ukcancel SPM -SPM yang belum diajukan;

DJA m elepaskan DIPA blokir at as seluruh sat ker Dikt i jika ada;

Set elah t idak ada encum brance at as sat ker-sat ker Dikt i, DJA m elakukan revisi DIPA m em indahkan sisa pagu sat ker Dikt i lam a ke sisa pagu sat ker Dikt i baru;

Seluruh sat ker Dikt i berkoordinasi dengan KPPN M it ra unt uk m elakukan pem buat an kont rak baru dengan kode sat ker baru sebesar sisa kont rak lam a dan Revisi DIPA sat ker baru;

Sat ker-sat ker Dikt i lam a m ulai m elaksanakan langkah-Iangkah Likuidasi (m enyelesaikan Sisa UP, kas di bendahara penerim aanfpeng'eluaran (selain dari UP), gaji bulan berikut nya (jika diperlukan), dll);

3) Set elah m asa cut -off

Set elah seluruh proses diselesaikan, m aka kode sat ker lam a di non akt ifkan di SPAN dan aplikasi SAS (pem buat an SPM ) sehingga t idak bisa digunakan kem bali;

Sat ker m elaksanakan realisasi anggaran menggunakan kode sat ker baru di baw ah BA 042.

Direkt orat Transform asi Perbendaharaan melakukan koordinasi segera dengan Direkt orat Akunt ansi dan Pelaporan Keuangan t erkait :Teknis m ekanism e dan pengaw asan likuidasi sat ker-sat ker Dikti lama

di seluruh KPPN; M enyusun pedom an bagi KPPN pada m asa pra cut -off dan masa cut -off; M enyusun

pedom an dan krit eria bagi KPPN, bahw a sat ker baru Dikt i sudah diperbolehkan m elakukan pencairan

dana di KPPN; Koordinasi dalam hal pem buat an surat dan kebijakan ke KPPN unt uk m elaksanakan m asa

pra cut -off dan m asa cut -of dan m em ast ikan belanja pegaw ait elah diselesaikan dan t idak t erkendala

dalam m asa cut off.

IV. Permasalahan Terkait Likuidasi

a. Akuntansi, Pelaporan dan pertanggungjaw aban likuidasi

Dari sudut sisi pelaporan keuangan mem bahas t ent ang kapan t anggal laporan penut up K/ L likuidasi

adapun perm asalahan yang mengem uka adalah Tanggal laporan penut up K/ L likuidasi sangat bergant ung

dari kapan penyelesaian penyusunan DIPA APBN-P dan sudah dikonfirm asi oleh DJA bahw a t idak ada bat as

w akt u penyelesaian penyusunan DIPA APBN-P. Perm asalahan lain yang m uncul t erkait w akt u penyelesaian

yakni bahw a program harus m em enuhi perset ujuan Bapenas, Nom enklat ur K/ L baru harus selaras dengan

proses reorganisasi di Kem en-PAN

.

Koordinasi yang baik juga diperlukan dalam m elaksanakan akunt ansi likuidasi ant ara saker lam a dengan

sat ker baru, bagi sat ker lam a perlu mem perhat ikan jurnal t ransfer keluar yang dibuat t epat dengan jumlah

(16)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 15 harus m em perhat ikan akum ulasi penyusut an aset , di m ana proses pengalihan harus t epat jum lah saldo

bukunya agar jurnalnya t idak m engalam i kesalahan. Proses akunt ansi juga m em perhat ikan kait annya

dengan audit BPK objek ent it as akunt ansi / ent it as pelaporan bagaim ana pengaruhnya pada opini laporan

keuangan karena kurang dari periode pelaporan keuangan t ahunan.

b. Pelaksanaan Anggaran terkait pengalihan DIPA lama ke DIPA baru

DIPA pet ikan baru t erlam bat t erbit sehingga sat ker baru t idak dapat berfungsi dengan opt im al

Perm asalahan Sat ker/ program / kegiat an/ out put belum jelas. Permasalahan lainnya yakni:

1) Kode program / kegiat an/ out put t idak t epat .

2) Pejabat Perbendaharaan belum dit unjuk dikarenakan ket erlam bat an penet apan st rukt ur organisasi.

3) Tunjangan kinerja yang berbeda ant ara sat ker lam a dengan sat ker baru (unt uk sat ker yang pindah K/ L).

Unt uk it u t erdapat hal-hal yang diperhat ikan ant ara lain:

K/ L koordinasi secara int ens dengan Dit jen Anggaran dalam hal pengesahan DIPA pet ikan sat ker baru;

M enunjuk dan m enet apkan Pejabat Perbendaharaan pada sat ker baru;

M enyiapkan seluruh dokum en kepegaw aian pada sat ker baru;

M enyam paikan proyeksi w akt u yang diperlukan sebagai m asa t ransisi dari sat ker lam a m enjadi sat ker baru kepada Dit jen Perbendaharaan unt uk digunakan sebagai dasar penet apan m asa cut off pergant ian

DIPA;

Koordinasi dengan Dit jen Perbendaharaan dan Dit jen Kekayaan Negara (Kem ent erian Keuangan) unt uk kebut uhan rekonsiliasi sert a pengalihan aset dan kew ajiban.

Langkah Pelaksanaan Anggaran K/ L yang M engalami Perubahan St rukt ur Organisasi K/ L:

1) Satuan Kerja Lama: KPA menet apkan cut off; M em pert anggungjaw abkan UP/ TUP, UP/ TUP yang t elah

dibelanjakan dipert anggungjaw abkan at as DIPA lama; dan at au Sisa dana diset or ke kas negara,;

M enyet or dana PNBP di bendahara pengeluaran/ penerim aan; Sat ker BLU m engajukan SP3B-BLU ke

KPPN; M enut up rekening dan m elaporkan ke KPPN dengan m elam pirkan surat ket erangan penut upan

rekening; M enyelesaikan ret ur SP2D, bila ada sisa disam paikan ke KPA baru dengan Berit a Acara;

M engajukan gaji bulan berikut nya; M elakukan Adendum kont rak at as sisa kont rak dan m em indahkan

ke sat ker baru, m elibat kan PPK sat ker lam a dan baru sert a pihak ket iga; M enerbit kan SKPP (surat

Ket erangan Penghent ian Pem bayaran) ke sat ker baru unt uk keent ingan pengalihan adm insit rasi

belanja pegaw ai ke sat ker baru.

2) Satuan Kerja baru: KPA menelit i DIPA yang dit erim a: KPA m enyiapkan dokumen pendukung dalam hal

(17)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 16 m em perhit ungkan realisasi anggaran DIPA lam a; M enyusun Pet unjuk Operasional Kegiat an;

M engajukan izin pem bukaan rekening bendahara pengeluaran.

c. Pengalihan Aset Kepada Kementerian/ Lembaga yang Ditunjuk

Perm asalahan di sini kait annya dengan penyelesaian persediaan, aset t et ap dan aset lainnya set elah

laporan penut up disusun, di m ana saldo persediaan, aset t et ap dan aset lainnya diseraht erim akan dengan

dokum en BAST kepada ent it as akunt ansi penanggung jaw ab/ yang dit unjuk. Selanjut nya Ent it as akunt ansi

Ent it as Akunt ansi Penanggungjaw ab/ yang dit unjuk m enerim a Persediaan, aset t et ap dan aset lainnya dapat

m elakukan pem anfaat an dan pemindaht anganan atas persediaan, aset t et ap, dan aset lainnya sesuai

dengan ket ent uan pada saat set elah laporan likuidasi dit erbit kan oleh Ent it as Akunt ansi yang dibubarkan.

Proses Pengalihan BM N pada K/ L yang unit Eselon I Dilikuidasi m elalui t ahapan berikut ini:

1) Sekret aris Jenderal m engkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan serah t erim a BM N;

2) Unit Eselon I/ Sat ker yang dilikuidasi menyiapkan daft ar/ rincian barang;

3) Unit Eselon I/ Sat ker yang dilikuidasi m elakukan pendat aan at as dokum en kepem ilikan dan st at us BM N

yang sedang dilakukan usulan pengelolaan (penggunaan sem ent ara, dioperasikan pihak lain,

pem anfaat an, pem indaht anganan, pem usnahan, at au penghapusan);

4) Unit Eselon I/ Sat ker yang dilikuidasi menyusun LBKP per t anggal likuidasi;

5) Pengguna barang m elakukan verifikasi daft ar/ rincian barang besert a dokum en kelengkapannya.

Penanggungjaw ab likuidasi harus m em perhat ikan beberapa hal pada saat t ahap pengajuan alih st at us

BM N, yang pert am a BM N yang akan dialihkan harus jelas fisik, administ rasi m aupun hukum dan set elah

BM N yang akan dialihkan dit ent ukan, Pengguna Barang (Kem ent erian Teknis yang m enerim a pengelihan

aset ) m engajukan usulan alih st at us kepada Pengelola Barang (dalam hal ini Kem ent erian Keuangan)

berdasarkan ket ent uan pengelolaan BM N. Apabila pem enuhan syarat -syarat dokum en BM N t elah lengkap

m aka pada t ahap serah t erim a BM N Berdasarkan perset ujuan alih st at us dari Pengelola Barang, KL yang unit

eselon I akan dilikuidasi m elakukan serah t erim a yang dit uangkan dalam Berit a Acara Serah Terim a dengan

lam piran daft ar rincian barang dan LBKP per t anggal likuidasi. Penyerahan dim aksud t erm asuk didalam nya

penyerahan w ew enang dan t anggung jaw ab fisik, adm inist rasi dan hukum . Berdasarkan BAST, selanjut nya

BM N yang t elah diseraht erim akan dihapus dari Daft ar Barang Pengguna/ Kuasa Pengguna unit yang

dilikuidasi, t erm asuk penyusut an BM N sert a dicat at dan dilaporkan dalam Daft ar Barang Pengguna/ Kuasa

Pengguna unit yang m enerim a pengalihan.

Tindak lanjut set elah proses pengalihan BM N dengan m em perhat ikan berpindahnya w ew enang dan

t anggungjaw ab dalam m anajemen BM N sehingga diharapkan proses pengalihan aset dapat lebih t ransparan

(18)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 17 1) Penggunaan BM N, dalam hal BM N yang akan dialihkan belum dilakukan Penet apan St at us Penggunaan

(PSP) pada K/ L yang dilikuidasi, m akan dilakukan pada KL yang m enerima pengalihan;

2) Pem anfaat an BM N, Apabila t erdapat BM N yang sedang dilakukan pem anfaat an, m aka t et ap

dilaksanakan sam pai dengan jangka w akt u berakhir. Hak, kew ajiban dan t anggung jaw ab t erkait BM N

yang sedang dim anfaat kan beralih kepada K/ L yang menerim a penggabungan, t erm asuk PNBP;

3) Penat ausahaan BM N, Set elah dilakukan BAST, m aka dilaksanakan dengan m enggunakan nom enklat ur

baru;

4) Pengam anan dan Pem eliharaan BM N, KL yang m enerim a pengalihan bert anggung jaw ab

m engam ankan dan m emelihara BM N yang t erima. Adapun bent uk pengam anan m eliput i adm inist rasi,

fisik dan hukum .

Tem uan dari beberapa hasil st udi t erut am a saat pem indaht angan aset , seringkali sat uan kerja t idak

t ert ib dalam m engelola dokum en kearsipan pem bukuan pelaksanaan anggarannya, sehingga saat t erjadi

pengalihan t anggungjaw ab pengelolaan khususnya Barang M ilik Negara dari sat uan kerja t erlikuidasi kepada

sat uan kerja yang dit unjuk, m asalah yang sering m uncul adalah ket idaklengkapan dokum en sepert i BAST

at au dokum en kepem ilikan barang.

d. M onitoring Progres penyelesaian proses likuidasi pada K/ L yang mengalami perubahan struktur

organisasi K/ L

Unt uk m emast ikan proses likuidasi berjalan dengan baik dan risiko t erkait likuidasi dapat dim inim alisasi

m aka diperlukan m onit oring ant ara t iga pihak yakni penanggungjaw ab likuidasi, pejabat yang dit unjuk

m enerim a pengalihan aset dan sisa anggaran sert a pihak pendam ping dari kent erian keuangan dalam hal ini

KPPN di daerah, dengan m em perhat ikan hal-hal berikut :

1) KPA dan penanggung jawab proses likuidasi ent it as akunt ansi m elakukan m onit oring t erhadap proses

likuidasi.

2) M onit oring dilakukan per sat ker dan disam paikan kepada KPPN m it ra kerja sat ker.

3) Laporan m onit oring disam paikan ke KPPN t anggal 1 dan 15 bulan bulan berkenaan sam pai dengan

proses likuidasi selesai.

4) Penanggung jaw ab proses likuidasi m engawasi penyam paian laporan m onit oring ke KPPN dan m em beri

t eguran bila t erlam bat at au t idak m enyam paikan laporan ke KPPN.

V. Kesimpulan dan Saran

Likuidasi adalah t indakan penyelesaian seluruh aset dan kew ajiban sebagai akibat

pengakhiran/ pem bubaran ent it as akunt ansi dan/ at au ent it as pelaporan pada kem ent erian/ lem baga.

Tahapan-t ahapan dalam likuidasi ent it as akunt ansi dan ent it as pelaporan pada kement erian/ lem baga

(19)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 18 proses likuidasi bert ugas menyelesaikan hak dan kew ajiban sebelum laporan keuangan penut up. Hak dan

kew ajiban dim aksud adalah t ransaksi-t ransaksi t erakhir yang m eliput i saldo uang persediaan dan/ at au

t am bahan uang persediaan, saldo kas pada bendahara penerim aan dan/ at au bendahara pengeluaran selain

saldo uang persediaan dan/ at au t am bahan uang persediaan dan saldo kas yang berasal dari hibah, dan

pem bayaran gaji induk bulan berikut nya.

Diperlukan pendekat an baru at as penerbit an Laporan Keuangan at as kasus ini, m aka di laporan

keuangan t ahunan Desem ber 2015 m aka, M ent eri / Pim pinan KL akan m enandat angai Laporan Keuangan

ant ara lain Laporan Keuangan Penut up, Likuidasi dan Laporan Keuangan k/ L yang baru, dikarenakan basis

pert anggung jaw aban kit a adalah berdasarkan Anggaran. Sesuai dengan prinsip basis angggaran, pada

laporan Keuangan Tahunan 2015, M ent eri K/ L m enandat angani Laporan Keuangan BA Lam a sam pai

dengan APBN-P dan Laporan Keuangan Bagian Anggaran baru t ahun 2015. Dengan adanya beberapa

perm asalahan t erkait likuidasi t erdapat beberapa saran yakni sebagi berikut :

1. M eningkat kan koordinasi lint as kem ent erian, khususnya kem ent erian keuangan, kem ent erian yang

dilkuidasi t erkait t eknis likuidasi, BAPPENAS t erkait revisi DIPA yang didalam nya m enyangkut

keselarasann penent uan program out put baru pada DIPA baru kem ent erian yang dit unjuk, sert a

Kem en-PAN RB t erkait proses adm inist rasi pengalihan pegaw aidengan jum lah yang sangat besar;

2. M eningkat kan int ensit as dan kualit as pendam pingan selam a proses likuidasi perlu dilakukan oleh

kem ent erian keuangan kepada kement erian yag dilkuidasi, m engingat kem am puan SDM yang m asih

belum m em aham i sepenuhnya proses bisnis likuidasi;

3. M eningkat kan koordinasi dalam m onit oring penyelesaian likuidasi sehingga apabila t erdapat

perm asaalhan dapat segera dipecahkan dan t idak m engham bat kegiat an operasional sat ker;

4. BPK RI perlu menyusun pedom an penilaian sert a penaruhnya at as opini audit BPK at as

Sat ker/ Kem ent erian yang m engalami likuidasi, dim ana audit dilakukan t erhadap akunt ansi yang t idak

penuh sat u anggaran;

5. Kem en-PAN RB Perlu m enyusun pedom an pengalihan pegaw ai dalam rangka likuidasi, juga perlu

m elakukan penyelarasan t erkait perat uran rem unerasi pegaw ai yang berbeda agar t idak t erjadi

penurunan penghasilan bagi pegaw ai yang dipindahkan dalam hal pengalihan pegaw ai ant ar

kem ent erian;

6. M eningkat kan t ert ib adm inist rasi dokumen barang agar Ket idaklengkapan dokum en seperti BAST at au

(20)

Sist em Akunt ansi Pemer int ah Ter apan 19 Referensi:

1. Perat uran Pem erint ah Nom or 71 Tahun 2010 Tent ang St andar Akunt ansi Pem erint ahan;

2. Perat uran Presiden Nom or 165 Tahun 2014 t ent ang Penat aan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja;

3. Perat uran M ent eri Keuangan Nom or 272/ PM K.05/ 2014 t ent ang Pelaksanaan Likuidasi Ent it as

Akunt ansi dan Ent it as Pelaporan Pada Kem ent erian/ Lem baga;

4. Surat M ent eri Keuangan Nom or S-17/ M K.6/ 2015 t ent ang Tindak Lanjut at as Perubahan Nom enklat ur

Kem ent erian t erhadap Pengelolaan dan Penat ausahaan BM N;

5. Surat Dirjen Perbendaharaan S-3047/ PB/ 2015 Tent ang Perubahan St rukt ur Organisasi Kem ent erian

Negara/ Lem baga;

6. Surat Dirjen Perbendaharaan Nom or S-4162/ PB/ 2015 t ent ang Pet unjuk Teknis Pelaksanaan Anggaran

dalam Rangka Perubahan St rukt ur Organisasi Kem ent erian Negara/ Lem baga.

7. Surat Direkt ur Transform asi Perbendaharaan Nom or S-5074/ PB.8/ 2015 t ent ang Daft ar Sat ker yang

Referensi

Dokumen terkait

[r]

dengan judul proyek akhir ”Analisis Biaya Pelaksanaan Pemancangan Tiang Pancang Baja di Laut pada Jembatan Suramadu Sisi Surabaya”. Judul ini diambil karena dianggap

 Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence )!. Tanggung jawab ( responsibility

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan februari 2013 di Puskesmas Pajang Surakarta diperoleh dari petugas kesehatan, bahwa masih

[r]

Dalam mata kuliah ini dibahas perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Benua Eropa antara lain: Yunani, Romawi, feodalisme, eksplorasi samudera, absolutisme,

Sebagaimana tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini saudara diharuskan untuk menyerahkan jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian

Apabila tidak hadir pada hari yang sudah ditentukan di atas, pihak perusahaan harus memberitahukan kepada panitia sebelumnya2. Demikian undangan ini disampaikan,