• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "POTENSI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN (1)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Potensi bisnis dan kewirausahaan sangat perlu dimiliki seseorang yang ingin membuat usaha. Banyak orang yang ingin melakukan bisnis dan berwirausaha karena mereka melihat ada peluang untuk mendapakan keuntungan yang sangat menjanjikan. Peluang bisnis sangat besar ,tergantung bagaimana kita melihat dan mengelolanya. Banyak oarang yang gagal dalam berbisnis dan berwirausaha dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bisnis ,takut mengambil resiko, tidak mengambil waktu di awal untuk melakukan penelitian yang benar ke dalam ide bisnis mereka untuk menentukan apakah akan menguntungkan atau tidak. Sebelum memasarkan produk, kita harus mengetahui pasar mana yang cocok untuk tempat menjual produk itu, apabila salah menentukan pasar maka akan berakibat fatal yaitu akan mengalami kerugian. Kita juga harus mengetahui pesaing-pesaing yang ada dalam pasar tersebut ,oleh karena itu pasar sangat berpengaruh besar terhadap berhasil tidaknya produk yang di jual.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan potensi ? 2. Apa yang dimaksud dengan bisnis ?

3. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan ? 4. Seberapa penting pasasr dalam pemasaran produk ? C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui potensi bisnis

2. Untuk mengetahui kemampuan yang diperlukan seseorang untuk melakukan bisnis 3. Untuk mengetahui seberapa besar potensi yang dimiliki seorang wirausaha

D. MANFAAT 1. Bagi pengusaha

Mengetahui apa saja yang harus dimiiki seseorang sebelum melakukan usaha 2. Bagi mahasiswa

Sebagai referensi dalam mengetahui teori-teori yang harus dikuasai sebelum berwirausaha

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN

(3)

diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Potensi bisnis dan kewirausahaan berarti kemampuan untuk menciptakan suatu barang/jasa yang berbeda dengan yang lain agar menghasilkan keuntungan yang sebesar besarnya.

B. POTENSI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN

1.1 Identifikasi Potensi Bisnis

Dalam melakukan sebuah bisnis seseorang (pengusaha) harus melakukan analisa terhadap potensi bisnisnya agar dapat menguasai bisnisnya dengan sempurna serta dapat bersaing dengan pengusaha – pengusaha lain, yang sering disebut dengan analisa/identifikasi pasar. Analisa pasar juga bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa luas potensi tersebut serta bagaimana perkembangannya di kemudian hari.

Identifikasi pasar merupakan proses yang harus terus menerus dilakukan terhadap hal – hal yang terjadi dalam transaksi bisnis baik sebelum, selama maupun sesudah terjadinya transaksi tersebut. Hal ini sangat bermanfaat bagi penjual karena dapat menentukan siapa konsumennya dan seberapa besar permintaan terhadap suatu produk yang ditawarkan.

Identifikasi pasar juga perlu dilakukan oleh konsumen, karena konsumen juga perlu tahu pengusaha mana yang menjual produk yang dibutuhkan konsumen, kualitas yang bagus serta harga yang terjangkau.

1. Pengertian Pasar

Pasar telah banyak dibahas oleh berbagai bidang ilmu.Dari segi ilmu ekonomi,pasar dipandang sebagai interaksi antara konsumen dan produsen.Interaksi adalah sebagai cerminan dari proses analisa pasar yang dilakukan oleh kedua belah pihak tersebut di atas.Dari proses interaksi itu maka timbulah hubungan antara permintaan dan penawaran serta harga pasar yang berlaku dan harga pasar yang terjadi itu disebut harga equlibrium.Dari interaksi antara permintaan dan penawaran itu akan menentukan luas dan sempitnya pasar(potensi pasar atau potensi bisnis)serta harga pasar yang berlaku.

(4)

garis yang menurun,sebagai gambaran bahwa semakin rendah harga yang berlaku maka jumlah permintaan akan bertambah banyak.

Di pihak lain kurva penawaran akan menunjukkan kondisi jumlah barang yang ditawarkan atau dijual oleh para pengusaha.Apabila harga yang berlaku di pasar turun maka para pengusaha akan kurang tertarik untuk menawarkan barangnya,sebaliknya tentu saja apabila harga itu naik maka pengusaha akan tertarik untuk lebih banyak menawarkan barangnya ke pasar.Oleh karena itu maka kurva penawaran merupakan garis yang menanjak yang menggambarkan keadaan bahwa semakin tinggi harga pasar yang berlaku akan mengakibatkan semakin banyaknya jumlah barang yang ditawarkan di pasar oleh para pengusaha.

Ditinjau dari segi bisnis maka pengertian pasar tersebut telah dipertajam lagi yaitu pasar merupakan sekumpulan orang dan atau organisasi yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang mungkin sebagian dapat dipenuhi lewat transaksi jual beli(William G.Nickels,p.76)

Kedua tinjauan tersebut mempunyai beberapa aspek yang sama yaitu:

a. Pasar terdiri dari sekumpulan orang atau organisasi yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.

(5)

c. Seberapa luas jumlah potensi pasar serta estimasi pasar yang dapat dilayaninya. Hal ini perlu untuk menganalisa apakah pasar tersebut cukup luas dan ekonomis untuk dilayaninya.

d. Menentukan sifat – sifat dan karakteristik dari pasar tersebut. Hal ini menyangkut analisa tentang selera, kesenangan, kebiasaan, sikap, perilaku, gaya hidup maupun kebudayaan yang dimiliki oleh konsumennya.

3. Sifat – Sifat Pasar

Pasar itu sangat heterogen atau beraneka ragam, akan tetapi meskipun pasar itu heterogen kita dapat membeda – bedakannya ke dalam kelompok – kelompok yang memiliki sifat yang sama. Usaha untuk mengelompokkan pasar yang heterogen itu disebut “segmentasi pasar”. Masing – masing kelompok yang homogen itu disebut segmen pasar tertentu atau sering pula disebut sel pasar (market cell).

Dengan segmentasi pasar itu maka pengusaha akan dapat melihat sifat – sifat dari masing – masing kelomok/segmen/sel pasar tertentu itu yang berbeda dengan segmen/sel pasar lain, meskipun masih dalam satu cabang industri atau satu jenis produk tertentu.

Pengusaha dapat mengkonsentrasikan diri pada salah satu segmen pasar tertentu saja dan kemudian melayaninya secara sempurna atau lebih sempurna dari pada pesaing – pesaingnya. Dengan demikian maka dia akan memperoleh citra/nama baik atau biasa disebut “patronage motive” dari konsumennya sehingga dia akan dapat menduduki posisi persaingan yang lebih baik (competitive advantage). Pengusaha macam ini merupakan pengusaha yang menentukan target pasarnya atau yang disebut “target marketing”.

4. Potensi Pasar

Potensi pasar merupakan fungsi dari struktur penduduk (population patern), kemampuan membeli (purchasing power) dan pola konsumsi (consumtion patern).

Struktur penduduk : meliputi orang – orang atau organisasi yang melakukan

pembelian untuk memenuhi kebutuhannya yang dapat dipisah – pisahkan menurut jenisnya (kelompok umur, jenis kelamin, macam pekerjaan, penghasilan dan sebagainya) serta lokasi atau daerah geografisnya (Yogyakarta, Kalimantan barat, Sulawesi, dsb).

Kemampuan membeli : merupakan cerminan dari besarnya penghasilan yang

dimiliki oleh seseorang serta kemampuan untuk mendapatkan mendapatkan kredit dari bank.

Pola konsumsi : merupakan cerminan dari perilaku konsumen terhadap

(6)

hidup (life style), sikap hidup, faktor- faktor psikologis, sosiologis maupun kebudayaan (culture).

Potensi pasar dapat diperhitungkan dengan menggunakan formulasi sebagai berikut :

M = N . U . P

Keterangan :

M = Potensi pasar (Market potential)

N = Jumlah penduduk yang memiliki kebutuhan akan produk tertentu itu ( Number of People)

U = Jumlah kebutuhan per orang (Usage Rate)

P = Harga rata – rata per unit produk (Price)

5. Potensi Penjualan

Potensi pasar tersebut di atas merupaka permintaan produk dalam satu cabang industri tertentu. Potensi pasar ini tentu saja akan dilayani oleh beberapa dan bahkan tidak jarang dilayani pula oleh banyak perusahaan. Masing – masing perusahaan akan memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melayani pasar (potensi pasar) tersebut. Kemampuan masing – masing perusahaan tercermin dalam bentuk bagian pasar (market share) perusahaan itu. Oleh karena itu potensi penjualan bagi masing – masing perusahaan dapat dierhitungkan dengan cara :

P = M . S

Keterangan :

P = Potensi penjualan M = Potensi pasar S = Market Share

(7)

Pasar atau potensi bisnis ini memiliki sifat-sifat yg berbeda dan perbedaan sifat tersebut akan membawa konsekuensi bahwa pelayanan kita kepada mereka juga harus berbeda. Oleh karena itu segmentasi pasar adalah merupakan usaha mengelompokan pasar dari pasar yg bersifat heterogen ke dalam bagian-bagian pasar yg memiliki sifat yg homogen. Setiap segmen memiliki dimensi sendiri yang berbeda dengan segmen yg lainnya.

Oleh karena itu agar segmentasi kita dapat efektif maka ada beberapa syarat dalam melakukan segmentasi yaitu :

a. Tingkat kesamaan yang relatif tinggi di antara sesama segmen sehingga akan memberikan kemungkinan yang tinggi bahwa reaksinya akan sama terhadap perlakuan yang sama yang diperlakukan kepada mereka.

b. Tingkat kelainan yg relatif tinggi dengan segmen yg lain. Dalam hal ini konsumen harus dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok yang memiliki sifat yang berbeda sehingga akan mempunyai reaksi yang berbeda pula terhadap perlakuan tertentu dari pengusaha kepadanya.

c. Jumlahnya harus cukup berarti. Hal inin berarti bahwa segmentasi harus cukup luas sehingga penguasaan terhadapnya akan cukup menguntungkan.

d. Haruslah bersifat operasional. Hal ini berarti bahwa upaya segmentasi itu harus dapat membedakan masing – masing segmen. Perbedaan segmen inilah yang akan menjadi penuntun kita bagi pelaksanaan operasional dari perlakuan bisnis/pemasaran kita yanng tentu saja harus kita bedakan untuk masing -masing segmen.

1. Tiga Jenis Strategi Pemasaran

a. Strategi Satu Sasaran (single target)

Dalam hal ini pengusaha memilih salah satu segmen yang dipandang paling potensial dan kemudian dijadikannya sebagai sasaran atau target untuk dilayaninya dengan marketing mixnya. Strategi ini disebut Concentrated Marketing.

b. Strategi Sasaran Ganda (multy targets)

(8)

c. Strategi Kombinasi Sasaran

Dalam hal ini pengusaha mengkombinasikan atau menyatukan beberapa segmen menjadi satu segmen yang luas sebagai sasarannya dan kemudian mengatur strategi untuk segmen pasar yang luas tersebut.

Masing – masing strategi memiliki kebaikan dan keburukan sendiri – sendiri. Strategi apa yang sebaiknya dipilih, ini tergantung dar dua hal yaitu :

 Jangkauan sarana produksi yang dimiliki perusahaan

Semakin besar jangkauan atau kapasitas sarana yang dimilikinya akan semakin mampu perusahaan tersebut untuk melakukan segmentasi (differentiated marketing). Sebaliknya semakin terbatas kemampuannya akan cenderung untuk memilih concentrated atau undifferentiated marketing strategy.

 Tingkat kesamaan dari masing – masing segmen pasar

Semakin pekat atau semakin besar tingkat kesamaan yang terkandug pada masing – masing segmen akan menjamin keberhasilan dari strategi segmentasi atau differentiated marketing. Sebaliknya semakin encer tingkat kesamaan yang terkandung dalam segmen pasar tertentu akan menjamin keberhasilan stretegi segmentasi atau differentiated marketing maupun concentrated marketing. Dalam hal semacam ini strategi undifferentiated akan lebih tepat.

2. Dasar Segmentasi Pasar

(9)

akan dapat disusun rencana yang lebih tajam untuk melayani segmen pasar yang menjadi sasarannya itu.

Pengusaha kecil yang sasarannya sangat terbatas tetapi melayani pasar secara menyeluruh tidk akan mampu mengembangkan pasar serta usahanya karena dia tidak punya arti apa – apa dipasaran. Dengan mengkonsentrasikan pada segmen pasar tertentu maka pengusaha dapat memperoleh pondasi penguasaan pasar pada segmen pasar tertentu dan pondasi ini dapat dipakai sebagai dasar untuk membangun “gedung usahanya” pada segmen yang lain. Dengan demikian “gedung usahanya” akan dapat berkembang lebih luas dan lebih tinggi.

Pentingnya penentuan sasaran pasar menuntut untuk dilakukannya segmentasi pasar dengan suatu dasar segmentasi yang tepat dan berguna bagi perencanaan strategis pemasarannya. Dasar segmentasi yang tidak tepat tidak akan memberikan jaminan keberhasilan strategi pemasarannya. Konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat dipakai sebagai dasar segmentasi pasar. Adapun dimensi yang dapat dipakai sebagai dasar segmentasi pasar adalah sebaga berikut :

a. Geografis

 Daerah : Yogya, Solo, Kalimantan, dsb

 Daerah administrasi : Kota, desa, pinggiran kota, dsb

b. Demografis

 Umur

 Jenis kelamin

 Jumlah anggota keluarga

 Siklus kehidupan keluarga

 Penghasilan

 Pekerjaan

 Pendidikan

 Agama

 Keturunan, suku

c. Gaya hidup

 Modern, tradisional, kuno, dsb

d. Status sosial

(10)

e. Manfaaat yang didambakan (benefit sought)

 Pelenyap sakit kepala, pemutih gigi, pelindung gusi, pewangi ruangan, dsb

f. Pola konsumsi

 Pecandu/penggemar, pemborong (heavy user)

3. Sasaran Pasar (Target Market)

Pasar pada umumnya mencakup medan yang luas,misalnya saja semua orang membutuhkan beras,semua orang membutuhkan pakaian,perumahan,alat-alat rumah tangga,kendaraan,dan sebagainya.Tinjauan pasar semacam ini masih terlalu luas bagi seorang pengusaha dan menjadi tidak berarti bagi perencanaan bisnisnya.Agar dapat lebih berarti maka pasar haruslah diartikan lebih sempit lagi sehingga dapat dilihat adanya sasaran pasar (target pasar).Hal ini dapat dilakukan dengan cara segmentasi pasar seperti yang telah diuraikan di muka.

Mendapatkan target pasar yang menarik merupakan bagian utama bagi bisnisman. Kadang-kadang kita tidak perlu harus melayani kebutuhan semua orang atau segmen. Agar berhasil justru kita dapat menitikberatkan pada sebagian konsumen yang cukup luas di mana mereka itu bersedia untuk membayar pelayanan kebutuhan mereka tersebut. Tidak semua orang bersedia membayar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Hal inilah yang dimaksud target marketing,yang dapat kita lakukan dengan segmentasi pasar dan kemudian kita pilih segmen pasar tertentu yang kita jadikan sasaran atau target. Sasaran pasar yang cukup menarik akan kesempatan pasar (market opportunity). Kesempatan dari suatu perusahaan merupakan sasaran yang dapat dijangkau oleh faktor-faktor atau sarana yang dimiliki oleh perusahaan. Sasaran yang berada di luar jangkauan sarana poduksinya bukanlah merupakan kesempatan yang baik baginya.

(11)

yang berbeda dengan kelompok yang lain. Tiap kelompok memiiki sifat yang berbeda dengan kelompok yang lain. Misalnya : Orang tua dengan orang muda, remaja modern, remaja modern dengan remaja tradisional, kelompok sosial atas dan kelompok sosial bawah/menengah, pedagang dan pegawai negeri.

Dengan mengenal persamaan faktor-faktor tersebut di atas pengusaha dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan faktor-faktor yang dimiliki oleh , sehingga dapat mendorong mereka untu membeli produknya. Tanpa mengenal faktor-faktor di atas maka tindakan yang kita lakukan tidak menjamin timbulnya dorongan bagi para

konsumen untuk membeli produk kita. Faktor-faktor tersebut, adalah faktor penentu pembelian.Adapun faktor-faktor tersebut dapat digolongkan menjadi:

1.Faktor Pribadi (intern)

2.Faktor Kelompok

3.Faktor Lingkungan Sosial

4.Faktor Budaya

Mengapa seseorang membeli barang tertentu,hal ini karena pengaruh faktor intern (pribadi) serta ekstern (lingkungan), baik lingkungan kecil yaitu teman, keluarga, kelompok, maupun lingkungan yang lebih luas yaitu lingkungan sosial masyarakat serta budaya. Sebagai contoh si Amin membeli beras Rajalele atau cianjur. Tindakannya itu dipengaruhi oleh semua faktor tersebut di atas, mulai dari faktor pribadi, keluarga, teman kantor, teman bermain olah raga, kelompok sosial maupun kelompok budayanya. Cobalah pula membayangkan contoh lain dalam pembelian arloji atau pakaian, atau jasa salon kecantikan misalnya, semua tindakan pembelian terhadap produk tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor penentu pembelian itu tadi. Faktor-faktor tersebut akan menjawab mengapa seseorang membeli arloji merek itu, pakaian itu, salon kecantikan itu dan sebagainya.

(12)

yang disebut “Segmentasi-pasar”. Dengan pengelompokkan tersebut, maka kegiatan akan dapat dititik beratkan pada salah satu atau beberapa kelompok (segmen) pasar tertentu yang dapat terjangkau saran produksinya sehingga perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pasarnya secara lebih baik dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya. Apabila perusahaan tidak mengelompokkan dan mencari sasaran pada sekelompok segmen tertentu dan dia bergerak dalam pasar umum (masyarakat) yang sangat heterogen maka hal ini berarti dia memperlakukan konsumen yang berbeda-beda itu dengan cara/penyampaian/penyajian dan pelayanan atau marketing mix yang sama. Jadi dalam hal ini perusahaan berpandangan bahwa semua orang (konsumen) adalah sama, jadi perlakukan terhadapnya juga sama. Tindakan semacam ini disebut “undifferentiated marketing”.

Pengusaha dapat mengelompokkan konsumen yang berbeda-beda itu dan kemudian memperlakukannya secara berbeda-beda pula sesuai dengan faktor-faktor pribadi,kelompok kecil maupun kelompok sosial dan budayanya yang berbeda-beda tersebut. Cara ini disebut ”differentiated marketing”.Dalam hal ini pengusaha memberikan perlakuan, penyajian, penyampaian dan pelayanan (marketing mix) yang berbeda terhadap segmen pasar yang berbeda. Cara ini lebih menjamin adanya kemungkinan bahwa perusahaan dapat memperoleh posisi persaingan yang lebih baik (competitive advantage). Hal ini disebabkan karena perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik atau lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya dibandingka dengan pesaing-pesaingnya.

Pengusaha yang tidak atau belum membedakan pasar itu pada umumnya disebabkan karena dua hal yaitu:

1. Dasar orientasinya masih pada orientasi produksi. Dalam hal ini pengusaha beranggapan bahwa konsumenlah yang akan mencari produsen dan bukan berorientasi pasar/konsumen, dimana dalam hal ini pengusaha berpandangan bahwa dialah yang harus mencari konsumen. Apabila kita berorientasi konsumen maka kita harus mengenal pasar lebih dalam dan berusaha mengetahui perbedaannya. Dengan mengenal adanya perbedaan pasar tersebut maka kita akan memperoleh dua keuntungan yaitu:

(13)

menuntut adanya segmentasi pasar yang lebih tajam dengan pasar segmentasi yang lebih banyak.

 Mengarahkan kegiatan pada segmen pasar tertentu yang lebih dapat dikuasai oleh kekuatan dan kelemahan perusahaan. Dengan demikian perusahaan akan memperoleh posisi persaingan yang lebih baik.

2. Pengusaha sebenarnya tahu akan adanya perbedaan pasar tersebut akan tetapi karena keterbatasan sarana yang dimilikinya maka dia tidak/belum memperlukan pelayanan yang berbeda terhadap pasar yang berbeda. Hal ini berarti hanya bersifat sementara yang biasanya berdasarkan atas pertimbangan biaya. Apabila suatu saat nanti telah diperoleh dana dan sarana yang cukup dia tentu saja akan melakukannya.

(14)

Dengan penyajian kebutuhan tersebut maka pengusaha akan lebih mampu memenuhi kebutuhan konsumennya dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya atau memiliki competitive advantage dan patronage motive. Sedangkan pasar produk adalah pasar yang bertumpu pada suatu produk itu saja yaitu makanan saja misalnya. Sebagai latihan,anda dapat mencoba melihat pasar produk dan pasar kebutuhan pangkal dari berbagai jenis usaha, misalnya:

- Mainan anak-anak

- Alat tulis

- Pakaian

- Batik

- Kerajinan

- Bahan Bangunan

- Percetakan dan sebagainnya

Cara ini adalah merupakan cara lain dalam rangka upaya mencari kesempatan pasar/potensi pasar yang terbuka. Jadi carannya adalah:

1. Kombinasi pasar-produk

2. Generic product-Generic market/need(dimensi meluas)

3. Market leakage (kebocoran pasar)

4. Segmentasi pasar(dimensi menyempit)

1.3 Kewirausahaan atau Enterpreneurship

(15)

sedang seperti negara-negara maju tersebut di atas, Oleh karena itu maka pada saat ini penduduk Indonesia telah mencapai sekitar 170 juta jiwa, sehingga akan dibutuhkan sebanyak kurang lebih 3,5 juta wirausahawan besar serta 35 juta wirausahawan sedang. Dalam hal ini janganlah beranggapan yang keliru bahwa wiraswastawan itu adalah para pengusaha yang berhasil. Wirausahawan adalah suatu sikap mental yang berani menanggung resiko, berpikiran maju berani berdiri di atas kaki sendiri. Sikap mental inilah yang akan membawa seoarang pengusaha untuk dapat berkembang secara terus menerus dalam jangka panjang. Sikap mental ini perlu ditanamkan serta ditumbuhkembangkan dalam diri angkatan muda bangsa Indonesia, agar kita segera dapat mengejar ketinggalan kita dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Beberapa jiwa kewiraswastaan dikemukakan oleh J.A. Schumpeter (1970) dalam bukunya yang berjudul ”The Enterprenuer as Innovator” mengemukakan beberapa ciri antara lain adalah sebagai berikut:

1. Berambisi tinggi. 2. Energetic.

3. Bernafsu. 4. Percaya diri.

5. Kreatif dan Innovatif. 6. Senang bergaul. 7. Pandai bergaul. 8. Bersifat fleksibel. 9. Hard working.

10 .Berpandangan ke depan. 11. Netral-berani terhadap risiko. 12. Senang Mandiri dan bebas.

13. Banyak inisiatif dan bertanggung jawab. 14. Bersikap optimistik.

15. Memandang kegagalan sebagai pengalaman yang berharga (positif). 16. Selalu berorientasi laba.

(16)

Pandangan yang lain terhadap ciri-ciri ini dikemukakan pula oleh DR.Suparman Sumahamijaya (1979) dalam bukunya ”Membina Sikap Mental Wiraswasta” beberapa ciri tersebut yaitu:

1. Berwatak maju.

2. Bergairah dan mampu menggunakan daya gerak dirinya. 3. Berpandangan positif dan kreatif.

4. Selalu mengutamakan memberi dari pada meminta apa lagi mengemis. 5. Ulet dan tekun, tidak lelah putus asa.

6. Pandai bergaul.

7. Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya. 8. Berkepribadian menyenangkan(banyak senyumnya) 9. Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak.

10.Menolak setiap benih kebiasaan cara berpikir, bersikap dan berbuat negatif dan lebih mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir, bersikap mental dan berbuat positif (maju).

11. Sangat menghargai waktu sampai ke menitnya. 12. Memelihara seni berbicara dan kesopanan.

13. Tidak ragu,khawatir akan saingan yang datang dari atas maupun bawah. 14. Bersedia melakukan pekerjaan rendahan(pengorbanan)

15. Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri dan tidak akan pernah rakus maupun serakah.

16. Setia kepada pimpinan sebagai pengikut yang baik dengan rasa kesetiakawanan. 17. Menghormati tertib hukum.

18. Tidak berlebihan dalam hal apapun(tidak overacting). 19. Tidak gila pangkat dan gelar.

20. Tidak gila kekuasaan. 21. Selalu tepo sliro(tahu diri).

22.Selalu mengejar martabat dan kehormatan harga diri yang menjulang tinggi (bukan penjualnya).

(17)

Dengan bekal beberapa watak serta ciri-ciri tersebut maka kita dapat mengembangkan insan-insan wirausahaan, wiraswastawan atau pun enterpreneur yang dibutuhkan bagi pembangunan bangsa. Hanya dengan pengembangan watak itulah maka kewirausahaan akan dapat tumbuh dan berkembang. Untuk mengetahui tentang wirausahawan yang telah sukses di Indonesia berikut ini adalah beberapa contohnya:

Urutan

2. Astra 2.200 1.450 PT. Astra

Internasional Inc.

William Soerjadjaya

3. Sinar Mas 1.800 700 PT.Sinar Mas

Tunggal

Eka Tjipta

Widjaya

4. Lippo 1.800 340 PT.Lippo Indah

Tranding Ind.

Mochtar riadi (Lie Mo Tie)

5. Gudang Garam 1.305 600 PT.Persh.Rokok

G.G

8. Panin 1.160 360 PT.Bank Pan

Indonesia

Mu’min Ali

Gunawan(Lie Mie Min)

9. Jan Darmadi 1.120 490 PT.Puri Setiadi Real

(18)

11. Tahija (Indra Pura)

980 200 PT.Asuransi

Indrapura

Julius Tahija

12. Bimantara 920 520 PT.Bimantara Citra Bambang

Trihatmodjo

13. Bob Hasan 890 490 PT.Pasopati H.Moch.Hasan

alias Bob

15. Damatex 830 380 PT.Damatex TheNing King

16. Dharmala 800 460 PT.Dharmala Soebargo

Gondokusumo/G o Ka Hie

17. Roda Mas 730 410 PT.Roda Mas

Co.Ltd.

19. Bank Bali 630 360 PT.Bank Bali Djaja Ramli/Lie

Tong Tjing

20. Bira 595 310 Bank Indonesia

Raya

Atang Latief/Law Tjin Ho

21. Bentoel 590 196 PT.Bentoel Samsi

22. Humpuss 550 195 PT.Humpuss Hutomo Mandala

Putra

23. Nusamba 550 110 PT.Nusamba Sigit

Harjojudanto,Bob Hasan

24. Gajah Tunggal -540 210 PT.Gajah Tunggal Sjamsul

Nursalim/Liem Tek Siong

25. Barito Pasific -460 210 PT.Barito Pasific

(19)

27. Mantrust 420 198 PT.Mantrust Teguh Sutan Tyo

28. Sudarma 400 240 PT.Lion Metal

Works

J Purnama

29. Tira 395 180 PT.Tiga Raksa Jhonny Wijaya

Oey kwi Gwan

30. Ometraco 380 320 PT.Ometraco Ferry Teguh

Santoso

31. Bumi Putra 380 230 PT.AJB Bumi Putra

1912

Sutjipto S. Amidarmo

32. Raja Garuda Mas 375 240 PT.Raja Garuda

Mas

Sukanto Tanoto

33. Berca atau CCM 360 170 PT.Berca Indonesia Murdaya

Widyawimarta

34. Nugra Santana 340 340 PT.Nugra Santana H.Ibnoe Sutowo

35. Modern Foto 340 92 PT.Modern Foto

Film Co.

Samadikun Hartomo

36. ABC 320 180 PT.ABC Central

Food

Husain Djojonegoro

37. Hanurata 315 210 PT.Hanurata &

CO.Ltd

Yayasan Harapan Kita

38. Batik Keris 310 200 PT.Batik Keris Gaeni

39. Gramedia 305 165 PT.Gramedia Jacob Oetama

40. Indoconsult 300 116 PT.Indoconsult Soemitro

(20)

BAB III

PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

KESIMPULAN

1. Pasar sangat berpengaruh dalam kehidupan ekonomi seorang pengusaha, seorang pengusaha melihat potensi bisnis yang akan dijalaninya dari kehidupan pasar tersebut.

2. Pasar juga membantu pengusaha dalam melihat baik atau buruk potensi bisnis usahanya serta timbal balik yang akan diterimanya.

3. Wirausahawan merupakan suatu sikap mental yang berani menanggung

resiko,berpikiran maju berani berdiri di atas kaki sendiri.Sikap mental inilah yang akan membawa seorang berkembang dalam jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Gitosudarmo, Indriyo; (1996); Pengantar Bisnis, BPFE, Yogyakarta

http://petensidiri.blogspot.com/2012/04/pengertian-potensi.html

Referensi

Dokumen terkait

Kami yakin dengan target atau segmentasi pasar yang kami tuju ini akan membuat usaha ini menjadi lebih berkembang karena melihat dari usaha yang menjanjikan dan demografi yang

Wilayah itu akan memiliki Makin besar segmentasi pasar suatu wilayah maka keunggulan daya saing dapat menciptakan faktor-faktor akan lebih mudah wilayah tersebut

Tingginya nilai ini dikarenakan senyawa yang dapat larut pada masing-masing pelarut berbeda-beda tergantung dari sifat pelarut itu sendiri yang memiliki kemampuan yang

Perusahaan yakin dengan target atau segmentasi pasar yang dituju akan membuat usaha ini menjadi lebih berkembang karena melihat dari usaha yang menjanjikan dan demografi yang

Selain itu, dengan pendekatan ini, perusahaan memproduksi satu produk yang di desain untuk menarik perhatian seluruh segmen pasar atau segmen terbesar dan memberlakukan satu.

Untuk saat ini jumlah prospek pasar dibidang pembuatan jasa desain web khusunya masih sangat luas, untuk itu kami berfokus pada daerah Batam Center dimana kami melihat

Berdasarkan hasil wawancara tersebut peneliti ingin melihat bagaimana Tourism Experience dapat membentuk segmentasi pengujung di Taman Film kota Bandung yang

Melihat semakin besarnya permintaan oleochemical, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar international, membuat produsen oleochemical terus meningkatkan kapasitas