• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Perkembangan dan Kemunduran Dina

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Perkembangan dan Kemunduran Dina"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama ibnu umayyah berasal dari nama seorang pemimpin kabilah kuraisy pada zaman jahiliyah ialah Umayyah Ibnu Abdi Syam Ibnu ‘Abdi Manaf. pada masa hidupnya Umayyah selalu bersaing dengan pamannya yang bernama Hasyim ibnu ‘ abdi manaf dalam merebut pimpinan dan pengaruh masyarakat bangsanya. Dalam persaingan ini, Umayyah dapat mencapai kemenangan dan dapat merebut

kekuasaan karena ia berasal dari keluarga bangsawan, mempunyai banyak harta dan sepuluh orang putra yang terhormat dalam masyarakat.

Bani Umayyah baru masuk islam setelah tidak ada pilihan lain kecuali harus masuk islam. Pada waktu itu Nabi Muhamad SAW bersama ribuan kaum muslimin menyerbu kota Mekah dan disitulah Bani Umayyah menyatakan masuk Islam. Walaupun Bani Umayyah pernah menjadi musuh Rasulullah yang keras dan masuk islamnya juga yang paling belakang, tetapi setelah masuk islam, mereka dengan segera dapat menunjukan semangat kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. Mereka telah banyak sekelai mencatat prestasi dalam penyebaran agama islam. Antara lain, peperangan yang dilancarkan dalam memerangi orang-orang murtat, orang-orang yang mengaku dirinya nabi, dan orang-orang yang enggan membayar zakat.

1.Pemerintahan mu’awiyah Ibnu abu Sufyan (41-60 H=661-680M) Mu’awiyah dilahirkan kira-kira 15 tahun sebelum hijrah dan masuk islam pada hari penaklukan kota mekah bersama-sama dengan penduduk kota mekah lainnya. Pada waktu Muawiyah berumur 23 tahun, Rasulullah berusaha mempererat hubungan antara orang-orang yang baru masuk islam dengan beliau, terutama dari kalangan pemimpin-pemimpin keluarga

ternama. Hal ini dimaksudakan agar mereka dapat lebih mencurahkan perhatiannya terhadap islam dan ajaran-ajaran islam lebi meresap didalam hati mereka. Rasulullah berusaha agar Mu’awiyah dapat lebih akrab dengan beliau. Oleh sebab Mu’awiyah diangkat sebagai anggota sidang pleno

penulis wahyu. Mu’awiyah juga dikenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan hadits.

(2)

Mu’awiyah ibnu abi sufyan menduduki jabatan sebagai khalifah selama dua puluh (20) tahun, beliau wafat pada tahun enam puluh (60) Hijriyah atau enam ratus delapan puluh (680) masehi. Sebelum Mu’awiyah menduduki jabatan sebagai Khalifah, penah menjadi gubernur diwilayah Palestina, pada masa khalifah Umar Ibnu Khattab (634-644). Pada masa khalifah Usman bin Affan, Mu’awiyah menduduki jabatan sebagai gubernur didaerah syam.

2. Pemerintahan Yazid Ibnu Mu’awiyah. (60-64 H = 680-684)

Yazid Ibnu Mu’awiyah naik tahta sebagai khalifah pada usia 34 tahun menggantikan ayahnya. Berbeda dengan ayahnya yang dari sejak masa mudanya dalam meniti jenjang kepemimpinannya melalui tahapan-tahapan yang beliku-liku sehingga dapat menduduki jabatan tertinggi dalam

pemerintahan sebagai khalifah, Yazid tidak memiliki pengalaman

sebagaimana yang dimiliki ayahnya, iya dibesarkan dikalangan istana yang semuanya serba mewah. Semenjak kecil dia dilayani oleh dayang-dayang istana. Iya kurang cakap dalam memegang pemerintahan. Oleh sebab itu pada Yazid tidak banyak usaha untuk perluasan islam, bahkan di negeri sendiri banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan.

3. Pemerintahan Muawiyah II bin Yazid, 64-65 H / 683-684 M

Setelah Yazid wafat, pemerintahan digantikan oleh Mu’awiyah II bin Yazid. Namun, Mu’awiyah II tidak sanggup memerintah dan menyerahkan kepemimpinannya kepada Marwan bin Hakam.

4. Pemerintahan Marwan I Ibn Hakam (64-65 H = 684-685)

Jabatan yang pernah dipegang oleh Marwan Ibnu Hakam ialah sebagai sekertaris pada masa khalifah Usman bin Affan dan sebagai gubernur Hijaz yang berkedudukan di madinah pada masa khalifah Mu’awiyah.

Usaha marwan yang mula-mula dilakukan adalah menumpas Abdullah Ibnu Zubair, usaha ini mula-mula dengan mengirim pasukan kemesir dari tangan wali mesir yang telah diangkat oleh Abdullah Ibnu Zubair, ternyata pasukan marwan mendapatkan kemenangan.Setelah pasukan Marwan menang dimesir, kemudian dilanjutkan dengan menumpas Abdullah Ibnu Zubair di hijaz beserta wali-wali yang telah diangkatnya. Belum selesai usaha penumpasan di hijaz ini, Marwan yang baru saja memerintah selama

Sembilan bulan menemuai ajalnya.

5. Pemerintahan Abdul Malik Ibnu Marwan (65-86 H = 685-705 M)

(3)

Setelah Abdul Malik dapat menumpas pemberontakan yang besar itu,

kemudian beralih pandangannya untuk mengadakan pembersihan terhadap kaum, yang selalu membuat kekecauan didaerah timur.

Amru ibnu Said masih merupakan keluarga abdul malik. Ia ingin

ditetapkan sebagai putra mahkota yang akan menggantikan sebagai khalifah setelah Abdul Malik. Hal ini dikabulkan oleh abdul malik sebagai suatu siasat saja.

Pada suatu malam Amru dipanggil oleh Abdul Malik untuk menghadap kepadanya. Maka datanglah Amru bersama-sama dengan beberapa

pengikutnya. Setelah amru tiba tepat didepannya abdul malik, waktu itulah Abdul Malik menangkap dan membunuhnya. Kepelanya dilemparkan kepada pengikut-pengikutnya yang sedang menunggu dihalaman istanah.Melihat kepala pemimpinnya yang sudah bercerai dengan badannya, maka para pengikut amru menjadi putus asa untuk menolongnya dan kemudian mereka lari bercerai barai. Dengan demikian, maka keadaan di damaskus menjadi tentram kembali.

6. Pemerintahan Walid Ibnu Abdul Malik (86-96 H = 705-715M)

Walid Ibnu Abdul Malik naik tahta sebagai khalifa pada saat usia 34 tahun. Pribadinya sendiri sebenarnya kurang fasih dalam bahasa arab,

sehingga pada suatu ketika pernah ditegur oleh ayahnya, bahwa yang dapat memimpin bangsa Arab hanyalah orang yang baik bahasanya. Teguran itu menjadi cambuk baginya untuk belajar sunguh-sungguh dalam bidang bahasa arab.

Meskipun walid kurang faseh dalam bidang bahasa arab, akan tetapi namanya sangat tercatat dalam daulat bani umayah, yang menjadikan bahasa arab sebagai bahasa diplomatic didalam hubungan dengan Negara-negara tetangga. Kebesaran Walid dapat diungkap, bahwa mu’awiyah adalah pendiri daulat Umayah, sedangkan abdul malik yang menstabilkan

pemerintahan dan walid adalah menagakannya. Pada masanyalah Daulat Umayah mengalami keemasan. Pada masa itu segenap rakyat cinta

padanya.

7. Pemerintah Sulaiman Ibnu Abdul Malik (96-99H) = 715-717 M)

(4)

Sulaiman meninggal dunia di Dabik di perbatasan Bizantium setelah memegang kendali pemerintahan yang sangat singkat dan tidak begitu gemilang.Diranjang kematiannya dia mencalonkan Umar Bin Abdul Azis sebagai penggantinya watak sulaiman sangat kontradiktif , ia bermurah hati terhadap pengikutnya, dan begitu kejam terhadap musuh-musuhnya

sebagaimana ayahnya.

8. Pemerintahan Umar Ibnu Abdul Azis (99-101 H = 717 – 720 M)

Umar ibnu Abdul Azis ialah seorang Khalifah dari Bani Umayah yang membuka lembaran baru dalam memegang pemerintahan islam. Ia

mengendalikan pemerintahan sesuai dengan ajaran islam, yang sebenarnya sebagai yang telah dilakukan Abu Bakar dan Umar.

Umar ibnu Abdul Azis naik tahta sebagai khalifah pada usia 37 tahun. Sebelum menjadi khalifah ia menjadi gubernur wilayah Hijaz pada masa Khalifa walid. Di kala menjabat sebagai Gubernur, Umar ibnu Abdul Azis telah membangun dan memperluas mesjid nabawi dimadinah dan masjid Al

HAram di Mekah. Masa Khalifah sulaiman ia menjabat sebagai Al-Katib.

Umar ibnu Abdul Azis adalah putera Marwan, ibunya bernama Laila binti Ashim yaitu cucu dari Umar ibnu Khatab. Istrinya bernama Fatimah binti Abdul Malik. Jadi Umar ibnu Abdul Azis adalah cicit Umar ibnu Khattab. Umar ibnu Abdul Azis mempunyai sifat-sifat mulia seperti moyangnya, yatu sopan santun, adil, sederhana, bertkwa kepada Allah Swt dan cinta kepada

rakyatnya.

Umar ibnu Abdul Azis merupakan Khalifah bani Umayah yang sangat hebat. Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa pemerintahannya

termashur seperti halnya pemerintahan ortodok atau pemerintahan Abu Bakar dan Umar.

9. Pemerintah Yazid Ibnu Abdul Malik (101-105 H = 720-724 M) Yazid Ibnu Malik Ibnu Marwan naik tahta sebagai Khalifah ketika berumur 36 tahu, dengan gelar Yazid II. Pada permulaan pemerintahan ia mengikuti kebijakan yang dilakukan oleh Umar ibnu Abdul Azis. Hal ini tidak bertahan lama karena terlalu banyak penasehat-penasehatnya yang tidak senang dengan kebijaksanaan umar. Berbeda dengan Umar ibnu Abdul Azis yang sangat teguh menjalankan agama maka Yazid Ibnu Abdul Mlik orangnya pemabuk.

(5)

berhasil menakhlukan Negeri belanjar dibawah pimpinan panglima Jarrah Ibnu Abdul Al-Hakami.

10. Pemerintahan Hisyam Ibnu Abdul Malik (105-125=724-743)

Hisyam Ibnu Abdul Malik naik tahta dalan usia 35 tahun mengentikan saudaranya yazid II. Berbeda dengan Yazid, maka Hisyam terpandang

sebagai seorang negarawan yang cakap dan ahli strategi militer dan mempunyai cukup untuk mengemudikan roda pemerintahan, yaitu lebih kurang 20 tahun.

11. Pemerintahan Al-Walid Ibnu Yazid Ibnu Abdul Malik (125-126/743-744 M)

Pada waktu walid ibnu yazid tengah berada dikota peristirahatan bernama Arzak di Sebelah Utara Damaskus, Khalifa Hisyam wafat. Para pembesar keluarga umayah memilih Al Walid untuk menjadi Khalifah. Ia dikenal dengan nama Walid II. Pada waktu itu ia berusia 39 tahun.

Keadaan pemerintah bani Umayah dibawah pimpnan Al Walid II mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan kelemahan Al Walid dengan sifat-sifat yang kurang terpuji.Karena perangainya yang kurang terpuji itu, maka ia dibenci oleh masyarakat dan keluarganya, sampai-sampai ia dituduh kafir. Akhir hayatnya ia meninggal karena terbunuh.

12. Pemerintahan Yazid ibnu Al Walid Ibnu Abdul Malik (126 H = 744 M ) Setelah Al Walid terbunuh maka digantikan oleh Yazid III. Ia dikenal sebagai orang yang kuat beribadat. Ia digelari An-Naqish artinya yang mengurangi. Hal ini disebabkan karena ia mengurangi anggaran belanja untuk Mekah dan Madinah.

Pada masa pemerintahan sudah mulai goyang karena dengan diam-diam para pelapo daulat bani Abas bekerja keras untuk menyusun kekuatan yang berpusat di Khurasan. Mereka mulai melakukan propaganda ke Negara-negara lain. Tokoh-tokohnya antara lain Abu Muslim Al Khurasani dan Ibrahim Al Imam. Yazid III memerintah hanya selama lima bulan, sebab meninggal pada masa itu juga.

13. Pemerintahan Ibrahim ibn Malik (744 M)

Pada masa pemerintahannya keadaan negara semakin kacau dan dia memerintah selama 3 bulan dan wafat pada tahun 132 H.

(6)

Muhammad Seorang Gubernur Armenia. Marwan dapat merebut beberapa kota dan akhirnya menguasai damaskus. Sejak itu Marwan mengangkat dirinya sebagai Khalifah yang berkedudukan di damaskus.

Secara garis besarnya sebab keruntuhan/kehancuran Bani Umayah:

1. Sistim pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah merupakan sesuatu hal yang baru bagi tradisi arab

yang lebih mementingkan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas.

2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayah tidak bisa di pisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi dimasa Ali

3. Pada masa kekuasaan bani Umayah, pertentangan antara etnis, antara suku Arabia Utara (Bani Qaiys) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin Meruncing.

Referensi

Dokumen terkait

Sementara penerimaan yang dimaksud adalah hasil yang diterima petani dari usahatani cengkeh yang dapat dihitung dengan perkalian antara produksi yang dihasilkan

Untuk berpindah jalur, sangat dianjurkan pada waktu roller berjalan maju, hal ini untuk menghindari agar guide roll tidak tertarik menggeser ke arah jalannya drive

Model pembelajaran yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan merupakan langkah yang akan diterapkan dalam penelitian Pengembangan Media Video Pembelajaran Materi Gambar

[r]

Aceh Tamiang Nanggroe Aceh Darussalam 1 TKJ_02 Rasaki_I 48 17061452517047 CHANDRA GUNAWAN Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 2 Karang Baru Kab.. Aceh Tamiang Nanggroe

The lesson planned was for pupils to investigate key words in the text related to the theme of friendship as content and schema knowledge and to words that relate to aspects

Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat partisipasi yang dilakukan oleh pemilih pemula pada pemilihan walikota Makassar 2018 di kota Makassar

desa wisata salak (agrowisata) di Jatirejo, sedangkan mitra dalam hal ini berperan sebagai pengelola dan pelaksana program. Pengabdian kemitraan masyarakat ini