• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Ekonomi Syariah Refleksi Nilai N

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Ekonomi Syariah Refleksi Nilai N"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH EKONOMI SYARIAH : REFLEKSI DARI NILAI-NILAI ISLAM

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Syariah Dosen Pembimbing:

Agung Yulianto

Oleh :

Nida Usanah (7101413170)

FAKULTAS EKONOMI

(2)

Sejarah Ekonomi Syariah : Refleksi dari Nilai-Nilai Islam

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin artinya, agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin terlebih manusia. Islam mengajarkan berbuat kebaikan dan perdamaian demi berlangsungnya kehidupan yang harmonis pada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, islam mengartikan agama sebagai sarana kehidupan yang melekat pada setiap aktivitas kehidupan, baik manusia berhubungan dengan Tuhan (hablu minnalah) dan manusia dengan sesama manusia (hablu minannas). Begitupun dengan kegiatan ekonomi, sebagai aspek penting dalam kehidupan manusia perlu dikontrol dan dituntun agar sejalan dengan tujuan syariat islam.

Ekonomi islam atau sering disebut dengan ekonomi syariah berbeda dengan ekonomi kapitalis dan sosialis dimana keduanya merupakan sistem ekonomi konvensional. Islam melarang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap masyrakat miskin dan melarang penumpukan kekayaan pada segelintir orang. Ekonomi konvensional selalu mengedepankan bungan sebagai instrumen profitnya sedangkan ekonomi syariah menawarkan sistem bagi hasil. System bagi hasil ini berdasarkan atas kesepakatan kedua belah pihak atau lebih. System ini merupakan cirri khusus yang ditawarkan kepada masyarakat dan sesuai dengan syariat bagi hasil ditentukan terlebih dahulu pada awal terjadinya kontrak (akad). Besarnya penentuan porsi bagi hasil antara kedua belah pihak ditentukan sesuai kesepakatan bersama, dan harus terjadi dengan adanya kerelaan (An-Tarodhin) di masing-masing pihak tanpa adanya unsur paksaan.

(3)

Dalam ekonomi syariah terdapat dua hal pokok yang menjadi landasan hukum sistem ekonomi syariah yaitu: Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, hukum-hukum yang diambil dari kedua landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip adalah tetap (tidak dapat berubah kapanpun dan dimana saja). Sedangkan menurut Hasan Uzzaman, Ekonomi Islam adalah suatu ilmu aplikasi petunjuk dan aturan syariah yang mencegah ketidak adilan dalam meperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, penerapan ekonomi syariah selalu mengedepankan penghidupan yang layak baik di dunia dan akhirat. Dikatakan para pemikir ekonomi syariah melihat persoalan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan faktor produksi, konsumsi, dan distribusi, berupa pengolahan sumberdaya yang ada untukkepentingan bernilai ekonomis. Tetapi, lebih berkaitan dengan persoalan moral, ketidak adilan, dan sebagainya. Ekonomi syariah menempatkan nilai-nilai islam sebagai pondasinya. Hal inilah yang membedakan dengan konsep ekonomi barat yang menempatkan kepentingan individu sebagai landasannya.

Sebenarnya, penerapan system ekonomi syariah yang sedang booming sekarang bukan kali pertama diterapkan namun, system tersebut sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Namun pada saat itu, beliau menerapkan perekonomian islam tersebut masih sederhana tetapi, telah menunjukkan prinsip-prinsip yang mendasar bagi pengelolaan perekonomian. Karakter umum perekonomian pada masa itu adalah komitmennya yang tinggi terhadap etika dan moral, serta perhatiannya yang besar terhadap keadilan dan pemerataan kekayaan.

(4)

Tidak hanya berlanjut pada saat itu juga, pada masa kepemimpinan Khuafa al-Rayidin yang dari masing-masing kepemimpinan berbeda. Pada masa abu bakar, hanya berkosentrasi dalam negeri dan meneruskan progam dari Rasulullah. Berbeda dengan Umar bin Khatab, pada masa pemerintahannya yang berlangsung selama sepuluh tahun Ia banyak melakukan ekspansi hingga wilayah Islam meliputi jazirah Arab, sebagian wilayah kekuasaan romawi seperti Syiria, Palestina, dan Mesir, serta seluruh wilayah kerajaan Persia. Atas prestasi inilah orang barat menjulukinya sebagai the Saint Paul of Islam. Berlanjut masa kepemimpinan Utsman bin Affan selain melakukan ekspansi sampai ke Amerika,namun kebijakannya masih melanjutkan kepeminanan umar. Namun, pada saat itu pula banyak warga yang kecewa atas tindakannya yang dianggap banyak menguntungkan keluarga khalifah.

Berlanjut masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, ia menerapka kebijakan eknonomi sebagaiberikut :

a. Mengedepankan prinsip pemerataan dalam pendistribusian kekayaan Negara kepada masyarakat.

b. Menetapkan pajak terhadap para pemilik kebun dan mengijinkan pemungutan zakat terhadap sayuran segar.

c. Melakukan kontrol pasar dan pemberantas pedagang licik, penimbunan barang , dan pasar gelap.

d. Membentuk petugas keamanan yang disebut dengan ''Syurthah'' (Polisi). yang dipimpin oleh Shahibus-Syurthah.

e. Ketat dalam menangani keuangan negara dan Melanjutkan kebijakan umar.

(5)

Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah

1. Dalam ekonomi syariah, berbagai jenis sumber daya alam dipandang sebagai pemberian atau titipan Allah SWT kepada manusia, sehingga pemanpaatannya haruslah bisa dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

2. Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat dan tidak mengakui pendapatan yang diperoleh secara tidak sah.

3. Bekerja adalah kekuatan penggerak utama kegatan ekonomi syariah. Islam mendorong manusia untuk bekrja untuk mendapatkan materi / harta dengan berbagai cara, asalkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

4. Kepemilikan kekayaan tidak boleh hanya dimiliki oleh segelintir orang orang kaya, dan harus berperan sebagai capital produktif yang akan meningkatkan besaran produk nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

5. Islam menjamin kepemilikan masyarakat, dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan orang banyak. Prinsip ini didasari Sunah Rasulullah yang menyatakan bahwa, “Masyarakat punya hak yang sama atas air, padang rumput dan api.”

6. Seorang Muslim harus takut kepada Allah dan hari akhirat. Kondisi ini akan mendorong seorang muslim menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dalm kegiatan ekonomi.

(6)

8. Islam melarang setiap penerapan riba atas berbagai bentuk pinjaman, maupun berbagai aspek kegiatan ekonomi lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ekonomi syariah yang mengedepankan nilai-nilai islam agar sejalan dengan islam, pastinya diterima masyarakat. Selain mementingkan kesepakatan bersama agar tidak ada permasalahan hati, system ini juga mengajak masyarakat untuk berekonomi yang halal. Ekonomi syariah tidak begitu mudahnya memberikan kredit kepada masyarakat yang tidak jelas usahanya. Seperti yang diajarkan Rasullah, bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya tanggung jawab di dunia saja tetapi diakhirat pun dipertanggung jawabkan.

Referensi

Referensi

Dokumen terkait

Bagi masyarakat, jika pencatatan kelahiran dan kematian bisa dilakukan dengan baik dan terhubung secara online, semua penduduk DKI Jakarta akan memperoleh kemudahan untuk

dihadiri oleh Panitia Pengadaan Barang[asa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Sabang Tahun Anggaran 2011 dan

Sistem ini akan diimplementasikan dalam bentuk program perangkat lunak dengan menggunakan metode case-based reasoning untuk memilih untuk menemukan solusi pilihan lensa

Komputer memungkinkan menyediakan latihan ( drill ), praktik, problem solving, simulasi, bermain game dan tutorial individual. Partisipan pelatihan digiring ke laboraturium

Pemilihan metode penelitian tindakan kelas dalam upaya menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik dalam pembelajaran sosiologi didasarkan pada alasan bahwa: penelitian

medium habitat ikan nila yang mengandung pencemar Pb dengan telur ikan nila. Pb masuk ke dalam telur ikan nila melalui proses difusi terfasilitasi ke dalam permukaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kota Jambi menempati peringkat pertama dalam kinerja pembangunan secara keseluruhan, diikuti oleh dari Tanjab Barat dan