• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATK"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU

PENDIDIKAN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Administrasi

Disusun oleh,

Dinda Nur Fitriyani

(2)

PENGARUH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU

PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN

Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia. Dimana dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam, melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana mutu Sumber Daya Manusia (SDM) berkorelasi positif dengan mutu pendidikan.Mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat, dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan. Komponen-komponen tersebut adalah masukan, proses, keluaran, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta biaya.

Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme. Ini membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting, dalam hal ini adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah.

(3)
(4)

II. KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.

Kepala sekolah adalah seorang pemimpin sekolah atau pemimpin suatu lembaga tempat menerima dan memberi pelajaran. Selain itu, seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana.

(5)

III. MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH

Salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan seorang kepala sekolah diukur dari mutu pendidikan yang ada di sekolah yang dipimpinnya. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan output pendidikan. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, dan moral kerjanya. Proses pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai unsur dinamis yang akan ada dalam sekolah itu sendiri dan lingkungannya sebagai suatu kesatuan sistem. Menurut Townsend dan Butterworth (1992: 35) dalam bukunya Your Child’s Scholl, ada sepuluh faktor penentu terwujudnya proses pendidikan yang bermutu, yaknikeefektifan kepemimpinan kepala sekolah; partisipasi dan rasa tanggung jawab guru dan staf; proses belajar-mengajar yang efektif; pengembangan staf yang terprogram; kurikulum yang relevan; memiliki visi dan misi yang jelas; iklim sekolah yang kondusif; penilaian diri terhadap kekuatan dan kelemahan; komunikasi efektif baik internal maupun eksternal; serta keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik.

(6)

necessary but not sufficient condition to improve student achievement).

Banyak inovasi pendidikan yang diluncurkan di Indonesia dewasa ini kurang dihayati secara penuh oleh pelaksananya (termasuk kepala sekolah), di samping secara konseptual “cacat sejak lahir”, serba tergesa-gesa, serba instan, targetnya tidak realistik, didasari asumsi yang linier seakan-akan suatu inovasi akan bergulir mulus begitu diluncurkan dan secara implisit dimuati obsesi demi menanamkan “aset politik” di masa depan. Maka sudah barang tentu inovasi model seperti ini mengandung risiko kegagalan yang besar.

IV. PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU KEPEMIMPINAN

Secara garis besar, ruang lingkup tugas kepala sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam dua aspek pokok, yaitu pekerjaan di bidang administrasi sekolah dan pekerjaan yang berkenaan dengan pembinaan profesional kependidikan. Dalam konteks ini, kepala sekolah dituntut untuk menampilkan kemampuannya membina kerja sama dengan seluruh personel dalam iklim kerja terbuka yang bersifat kemitraan, serta meningkatkan partisipasi aktif dari orang tua murid. Dengan demikian, kepala sekolah bisa mendapatkan dukungan penuh dari setiap program kerjanya.

Dalam bidang pendidikan, yang dimaksud dengan mutu memiliki pengertian sesuai dengan makna yang terkandung dalam siklus pembelajaran. Secara ringkas dapat disebutkan beberapa kata kunci pengertian mutu, yaitu: sesuai standar (fitness to standard), sesuai penggunaan pasar/pelanggan (fitness to use), sesuai perkembangan kebutuhan (fitness to latent requirements), dan sesuai lingkungan global (fitness to global environmental requirements). Adapun yang dimaksud mutu sesuai dengan standar, yaitu jika salah satu aspek dalam pengelolaan pendidikan itu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

(7)

berperan sebagai pemimpin dibandingkan sebagai manager. Sebagai leader, maka kepala sekolah harus:

1. Lebih banyak mengarahkan daripada mendorong atau memaksa.

2. Lebih bersandar pada kerjasama dalam menjalankan tugas dibandingkan bersandar pada kekuasaan atau SK. 3. Senantiasa menanamkan kepercayaan pada diri guru dan

staf administrasi. Bukannya menciptakan rasa takut.

4. Senantiasa menunjukkan bagaimana cara melakukan sesuatu daripada menunjukkan bahwa ia tahu sesuatu. 5. Senantiasa mengembangkan suasana antusias bukannya

Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut tak lepas dari peran kepala sekolah sebagai pengelola dalam lembaga pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sini adalah usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah untuk mencapai kemajuan dan kesempurnaan pendidikan yang dipercayakan kepadanya.

V. FAKTOR KEGAGALAN UPAYA PENINGKATAN MUTU SEKOLAH

(8)

pendidikan (sekolah), melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri.

Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya, banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). Atau dengan singkat dapat dikatakan

bahwa kompleksitasnya cakupan permasalahan

pendidikan seringkali tidak dapat terpikirkan secara utuh dan akurat oleh birokrasi pusat.

VI. KESIMPULAN

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu, kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus ia laksanakan.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Elin, Blog (2016). Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu. From, http://ellinhandayani.blogspot.co.id/2016/01/makalah-peran-kepala-sekolah-dalam.html, 26 Desember 2016

Kemenkeu, BPPK (2015). Penting nya pemimpin yang efektif. From, http://ellinhandayani.blogspot.co.id/2016/01/makalah-peran-kepala-sekolah-dalam.html, 26 Desember 2016

Kompasiana (2013). Upaya meningkatkan mutu pendidikan. From, http://www.kompasiana.com/marlensirait/upaya-untuk-meningkatkan-

mutu-pendidikan-peningkatan-mutu-belajar_55293556f17e61cc4a8b45aa, 26 Desember 2016

Salimuhdinzuhdi (2013). Peranan kepala sekolah sebagai pemimpin

pembelajaran. From,

http://ellinhandayani.blogspot.co.id/2016/01/makalah-peran-kepala-sekolah-dalam.html, 26 Desember 2016

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti melakukan penelitian pengembangan silabus dan materi pembelajaran cerita berdasarkan pendekatan komunikatif, kontekstual, dan kooperatif untuk siswa kelas V semester

Pelaksanaan Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian di atas, aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi, diperoleh hasil

Dalam bagian ini dan dua bagian berikutnya, kita akan membahas hasil-hasil yang lebih mendalam dibanding bagian terdahulu yang mana dapat digunakan untuk mem- perkenalkan

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan mengenai nilai-nilai profetik apa saja yang terdapat dalam syair lagu Rouhi Fidak Album Tabassam oleh Mesut Kurtis yang

Subafood Pangan Jaya juga mempunyai Critical Success factor tersendiri yang dapat menjadi saingan bagi perusahaan lain dan merupakan ciri khas perusahaan yang mendapat

Kita dapat memanfaatkan sistem informasi geografis hunian sewa untuk memberikan informasi lokasi dan fasilitas yang ada di hunian sewa untuk calon penyewa yaitu masyarakat

Menurut penulis, pengetahuan dan kemampuan bisnis serta etos bisnis selain secara formal perlu diberikan pada jurusan atau prodi bisnis Islami, juga perlu diberikan pada

Dalam penelitian ini ingin mengetahui pengaruh variabel motivasi eksternal (upah/gaji, kondisi kerja, supervisi, dan jaminan sosial) dan variabel motivasi internal (pekerjaan