III - 1
BAB III
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN
DAERAH
A.
Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
Arah kebijakan ekonomi daerah ditentukan dengan mendasarkan
pada kondisi ekonomi tahun 2013 dan perkiraan tahun 2014, serta
memperhatikan tantangan dan prospek perekonomian daerah pada
tahun 2015.
1.
Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2013 dan Perkiraan Tahun
2014
Kondisi perekonomian daerah dapat dilihat dari beberapa
indikator, seperti: pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, nilai ekspor,
PDRB per kapita, persentase penduduk miskin, dan tingkat
pengangguran terbuka.
Pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta pada tahun 2013
diprediksikan sebesar 6,07%, lebih rendah dari pertumbuhan
ekonomi Kota Surakarta tahun 2012 sebesar 6,12%. Pertumbuhan
ekonomi mengalami perbaikan seiring dengan menguatnya
perekonomian domestik dan regional. Tiga sektor utama yaitu
sektor industri, dan sektor perdagangan, hotel, & restoran (PHR)
masih tumbuh cukup kuat dalam menopang ekonomi Kota
Surakarta.
Laju inflasi di Kota Surakarta tahun tahun 2013 mencapai
8,32%, meningkat dari tahun 2012 sebesar 2,87%. Dari sebanyak
empat kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka
inflasinya, tertinggi terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,35 persen,
diikuti Kota Purwokerto 0,29 persen, Kota Tegal 0,28 persen dan
Kota Semarang 0,21 persen. Peningkatan inflasi di Kota Surakarta
berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat.
Penurunan daya beli masyarakat akan mempengaruhi aktivitas
perekonomian
masyarakat,
baik
terkait
aspek
konsumsi
masyarakat maupun aspek produksi barang dan jasa.
III - 2
persen; kelompok sandang 6,59 persen; kelompok kesehatan 5,10
persen; dan kelompok Pendidikan, rekreasi dan olahraga 2,19
persen.
Nilai ekspor Kota Surakarta sepanjang 2013 turun drastis
jika dibandingkan kinerja ekspor pada 2012. Data Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta menunjukkan
nilai ekspor pada 2012 mencapai US$ 40,3 juta dengan total berat
5,8 juta kilogram, namun pada untuk 2013 nilai ekspor turun 8
persen menjadi US$ 37 juta dengan berat barang 4,4 juta
kilogram.
Penurunan ekspor Kota Surakarta terutama terjadi pada
mebel kayu dan tekstil dan produk tekstil yang selama ini menjadi
unggulan ekspor Surakarta. Pada 2012, nilai ekspor mebel kayu
mencapai US$ 3 juta, tapi pada 2013 merosot menjadi US$ 1,6
juta. Untuk tekstil dan produk tekstil, pada 2012 tercatat US$
21,3 juta dan pada 2013 turun menjadi US$ 18 juta. Ekspor batik
mencatat kinerja positif, yaitu naik dari US$ 10,4 juta di 2012
menjadi US$ 12,3 juta di 2013. Penurunan ekspor dipengaruhi
kondisi perekonomian global yang masih lesu, karena eksportir
masih mengandalkan pasar tradisional dengan tujuan ekspor
seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda, Jerman, Perancis.
Nilai investasi Kota Surakarta pada tahun 2013 mencapai
sebesar Rp.2.884.306.195.382,00, mengalami peningkatan dari
tahun 2012 sebesar Rp.2.017.019.690.099,00. Peningkatan
investasi
didorong
oleh
semakin
membaiknya
kondisi
perekonomian daerah dan semakin rendahnya bunga bank.
III - 3
Tabel 3.1
Proyeksi Indikator Makro Ekonomi Kota Surakarta
Tahun 2013 -2014
No
Indikator Makro
Realisasi
Proyeksi
2011
2012
2013
2014
1
PDRB (Harga berlaku) (Ribu rupiah)
10.992.971,19 12.180.558,65 13.092.086,80
14.613.199,83
2
PDRB (Harga Konstan) (Ribu rupiah)
5.411.912,32
5.742.861,31
6.091.184,36
6.459.774,93
3
Pertumbuhan Ekonomi/Pertumbuhan
PDRB Harga Konstan tahun 2000 (%)
5,94
6,12
6,07
6,05
4
Laju Inflasi (%)
1,93
2,87
8,32
5,25
5
Jumlah Penduduk Miskin
64.498
59.700
na
na
6
Tingkat Pengangguran (%)
6,36
6,07
7,18
na
7
PDRB Perkapita atas dasar harga
konstan (Rp)
10.788.223,50 11.478.192,92 11.713.816,08
12.722.854,53
III - 4
2. Tantangan dan Prospek Ekonomi Tahun 2015
a. Nasional
Lingkungan global yang diperkirakan akan berpengaruh
terhadap gambaran ekonomi Indonesia tahun 2015 adalah sebagai
berikut.
Pertama, Integrasi perekonomian global, terutama sekali
adalah akan diberlakukannya
The ASEAN Community
di tahun
2015. Peningkatan integrasi ini di satu pihak akan menciptakan
peluang yang lebih besar bagi perekonomian nasional, tetapi di
lain pihak juga menuntut daya saing perekonomian nasional yang
lebih tinggi.
Kedua, Pengaruh eksternal bagi perekonomian nasional
antara lain berasal dari: (a) perekonomian Amerika Serikat,
Kawasan Eropa, dan negara industri paling maju lainnya yang
diperkirakan masih tetap menjadi penggerak perekonomian dunia
dan pasar dari ekspor negara berkembang, termasuk Indonesia (b)
perekonomian Asia yang diperkirakan tetap menjadi kawasan
dinamis dengan motor penggerak perekonomian Cina dan
negara-negara industri di Asia lainnya, baik sebagai negara-negara tujuan ekspor
maupun sebagai kawasan yang menarik bagi penanaman modal
baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.
Ketiga, Terdapat tiga perkembangan global yang perlu
dicermati dalam tahun 2015, yaitu: (a) krisis di kawasan eropa
masih belum pulih (mild recovery) sehingga dikhawatirkan belum
mampu meningkatkan permintaan dunia, yang pada akhirnya
akan menyulitkan ekspor Indonesia tumbuh lebih cepat; (b) harga
komoditas dunia masih melanjutkan tren penurunan ataupun flat
dan adanya indikasi berakhirnya era
supercycle
juga akan
mempengaruhi ekspor dan investasi Indonesia; (c) rencana akan
berakhirnya stimulus moneter (
tapering off
) di AS sampai di akhir
tahun 2014 dan kemungkinan akan diberlakukannya kebijakan
uang ketat di Amerika Serikat dan juga negara maju lainnya akan
mendorong naiknya biaya untuk mengakses modal internasional.
Dalam situasi ini, berbagai hambatan di dalam negeri yang
belum terselesaikan serta kemungkinan cuaca ekstrem di dalam
negeri akan dihadapi dengan berbagai langkah yang tepat, antara
lain: (i) penguatan ekonomi domestik melalui investasi agar daya
beli meningkat; (ii) meningkatkan efektivitas belanja negara, baik
dari arah belanja negara tersebut maupun dari penyerapannya,
terutama
yang
terkait
dengan
prioritas
belanja
negara
infrastruktur; serta (iii) peningkatan efektivitas penerimaan negara
dengan sekaligus pengurangan defisit anggaran. Dengan
langkah-langkah ini, secara keseluruhan momentum pembangunan yang
sudah dicapai pada tahun 2013 dapat dipertahankan pada tahun
2014, dan dapat ditingkatkan pada tahun 2015.
III - 5
[image:5.612.140.544.378.842.2]ekonomi nasional tahun 2015 ditargetkan tumbuh sekitar 5,8
persen. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan
stabilitas ekonomi yang terjaga tersebut, Sasaran Kuantitatif
tingkat pengangguran terbuka tahun 2015 diperkirakan sebesar
5,5-5,7 persen pada tahun 2015 dan jumlah penduduk miskin
menjadi berkisar antara 9,0-10,0 persen pada tahun 2015.
Tabel 3.2
Perkembangan Dan Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2014-2015
No
Indikator
2012
2013
2014
2015
1. Pertumbuhan
Ekonomi
6,3
5,8
5,5
5,5-6,0
2. Laju Inflasi (persen) 4,3
8,4
6,0
5,0
3. Pengangguran
terbuka (Persen)*)
6,07
6,17
5,6-5,9
5,5-5,7
4. Penduduk
Miskin
(Persen)
11,66
11,47
9,0-10,5
9,0-10,0
Sumber: RKP tahun 2015
b. Provinsi Jawa Tengah
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Tahun 2013 sebesar
5,8-6,2 persen, Tahun 2014 sebesar 5,9-6,4 persen, dan Tahun 2015
diproyeksikan sebesar 6,0-6,5 persen, saat ini capaian Tahun
2013 sampai dengan TW IV sebesar 5,8 persen.
Perkuaatan infrastruktur ekonomi terus diupayakan agar
pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan pemerataan kekuatan
ekonomi pada semua wilayah dan sektor usaha.
Kondisi Jawa Tengah Tahun 2015 masih terpengaruh oleh
kondisi perekonomian dunia dan nasional, dengan tantangan
terhadap perekonomian Jawa Tengah daerah adalah :
1)
Dampak terbukanya perdagangan bebas dan berlakunya
Asia
Economic Community
(AEC) 2015;
2)
Pembangunan infrastruktur strategis belum sesuai denga
peran jawa Tengah terhadap perekonomian nasional;
3)
Dukungan pemerintah Pusat belum sesuai dengan peran Jawa
Tengah terhadap perekonomian nasional tersebut;
4)
Semakin meningkatnya kebutuhan terhadap barang impor
bahan baku industri;
5)
Dampak pengurangan subsidi BBM;
6)
Kebutuhan infrastruktur perekonomian daerah semakin
meningkat;
7)
Koordinasi pembangunan antar sektor belum optimal;
8)
Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam daerah;
9)
Dampak terjadinya bencana alam global, nasional dan
regional;
10)
Keterlambatan
penyelesaian
pembangunan
infrastruktur
strategis; dan
III - 6
Peluang yang dapat dimanfaatkan Jawa Tengah antara lain
meliputi:
1)
Terbukanya peluang pasar ekspor;
2)
Meningkatnya dukungan program CSR dan PKBL;
3)
Kebijakan pengembangan infrastruktur;
4)
Meningkatkan pelayanan investasi;
5)
Tersedianya produk unggulan Jawa engah yang berdaya saing;
6)
Relatif lebih tingginya upah buruh di provinsi lain;
7)
Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional;
8)
Meningkatnya
pengembangan
sumberdaya
energi
baru
terbarukan;
9)
Tersedianya tenaga kerja yang berkualitas;
10)
Komitmen dukungan pengembangan potensi wilayah;
11)
Rencana adanya relokasi industri; dan
[image:6.612.110.552.447.691.2]12)
Mulai beroperasinya infrastruktur pendukung transporasi.
Berdasarkan kondisi perekonomian Jawa Tengah saat ini,
serta memperhatikan tantangan dan peluang ke depan, maka
perekonomian Jawa Tengah tahun 2015 dan 2016 dapat
diprediksikan sebagaimana tertuang dalam Tabel 3.3
Tabel 3.3
Perkembangan Ekonomi Jawa Tengah Tahun 2012 – 2013,
Target Tahun 2014 dan Prediksi Tahun 2015
No
Indikator
2012
2013
2014
2015
1. PDRB :
Atas dasar harga
berlaku
(Trilyun Rp)
556,479
568,416
603,317
-
Atas dasar harga
konstan
(Trilyun Rp)
210,848 213,412 221,005
-2
Laju
Pertumbuhan
Ekonomi
6,34 5,8 - 6,2
6,3 - 6,7
6,0 - 6,5
3
Inflasi (%)
4,24
5 ± 1
5 ± 1
5 ± 1
4. PDRB/Kapita atas dasar
harga konstan (Juta Rp)
6,337
6,591
6,825
7,44
5. Kebutuhan investasi
(Trilyun Rp.)
110,805
114,401
119,500
-
6. Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) (%)
5,63
6,02
5,31-4,77
4,93-4,62
7. Kemiskinan (%)
14,98
14,44 11,58-11,37 9,05 – 8,75
Sumber: RKPD Jateng tahun 2015c. Kota Surakarta
III - 7
Hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh pada daya
tahan perekonomian Indonesia. Selain itu, situasi dalam negeri
terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, juga akan
mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia yang kesemuanya
akan berimbas pula pada kondisi perekonomian di Jawa Tengah
dan kondisi perekonomian Kota Surakarta pada tahun 2015.
Tantangan
yang
dihadapi
berkaitan
dengan
kondisi
perekonomian di tingkat internasional antara lain Berlakunya
perdagangan bebas
Asean Economic Community
(AEC) tahun 2015
dan berlanjutnya perdagangan bebas antara Asia Tenggara dan
China (ACFTA) sejak tahun 2010. Dengan adanya AEC tahun 2015
ada potensi terjadinya perubahan pola kerjasama ekonomi, dan
struktur dan komponen perekonomian yang ada. AEC juga
membuka peluang pengembangan ekspor oleh masing-masing
negara ASEAN yang membuat pasar domestik terancam.
Semakin intensifnya pasar bebas/globalisasi menuntut
peningkatan kualitas produk barang dan jasa secara lebih
kompetitif. Untuk itu dalam rangka mendorong kemandirian
ekonomi dan daya saing produk-produk lokal di pasar regional
ataupun global, tantangan ke depan adalah meningkatkan
kualitas dan produktivitas barang dan jasa secara bertahap
dengan tetap mengacu pada Standar Mutu Nasional maupun
Standar Mutu Internasional.
Tantangan lainnya adalah tingginya permintaan impor produk
bahan baku industri. Kondisi ini menjadikan perekonomian
indonesia belum kokoh dan rentan terhadap gejolak global.
Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku dari negara lain
berpotensi menimbulkan guncangan ekonomi pada kondisi
perekonomian dunia yang kurang baik, seperti nilai tukar rupiah
yang melemah, sehingga terjadi inflasi yang tinggi. Beberapa
kebijakan pemerintah juga menjadi tantangan tersendiri dalam
menjaga stabilitas perekonomian daerah, antara lain longgarnya
penerapan kebijakan pengurangan subsidi BBM dan tarif dasar
listrik.
Dengan memperhatikan berbagai tantangan di tingkat
nasional maupun dunia, tantangan pembangunan ekonomi Kota
Surakarta
tahun
2015
adalah
bagaimana
meningkatkan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas agar mampu
meningkatkan
pendapatan
perkapita
dan
mengurangi
pengangguran, sehingga dapat terwujud masyarakat yang semakin
sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi.
Peningkatan ekspor dan investasi, dan penumbuhan usaha sektor
riil tentunya perlu didorong dan digerakkan sehingga stabilitas
ekonomi di Kota Surakarta dapat terjaga dengan baik.
III - 8
masih dalam bayang-bayang krisis keuangan global yang belum
pulih, namun ekonomi Kota Surakarta pada tahun 2015
diproyeksikan akan tetap tumbuh dengan adanya daya tarik pasar
domestik dan regional yang menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi
Kota Surakarta tahun 2015 diprediksikan masih disumbang dari
sektor tersier, meliputi sektor perdagangan, keuangan, persewaan
dan jasa perusahaan, jasa-jasa serta bangunan.
Perkembangan inflasi tahun 2015 akan dipengaruhi oleh
kondisi perekonomian nasional, serta pengaruh kebijakan
pemerintah. Karakter inflasi di Kota Surakarta pada 2015 sedikit
banyak merupakan kombinasi antara
administrated inflation
dan
karakter dasar inflasi Kota Surakarta selama ini yang cenderung
disebabkan oleh
volatile food inflation
.
Administrated inflation
terjadi jika ada kebijakan pemerintah yang menyebabkan
peningkatan angka inflasi, seperti kebijakan penghapusan subsidi
BBM dan peningkatan tarif dasar listrik.
Semakin kondusifnya iklim investasi memberikan prospek
yang positif dalam menarik investor dalam dan luar negeri untuk
menanamkan modalnya di Kota Surakarta. Peningkatan investasi
di Kota Surakarta kemungkinan masih didominasi oleh
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), terutama pertumbuhan
dari investasi usaha skala kecil dan menengah.
Pertumbuhan
ekspor
Kota
Surakarta
tahun
2015,
kemungkinan masih tertekan seiring dengan perlambatan
pertumbuhan ekonomi global, dan khususnya kinerja ekonomi
Amerika Serikat dan Eropa yang belum sepenuhnya pulih. Secara
umum ekonomi Kota Surakarta Tahun 2015 diperkirakan tetap
akan tumbuh, salah satunya karena daya dorong dan daya tarik
pasar domestik dan regional yang menjanjikan.
Mendasarkan pada kondisi ekonomi global, nasional dan
regional, prospek perekonomian Kota Surakarta pada tahun 2015
diproyeksikan sebagai berikut:
Tabel 3.4
Prediksi Indikator Makro Ekonomi Kota Surakarta Tahun 2015
No
Indikator
Tahun 2015
1. PDRB Atas dasar harga berlaku (Ribu
rupiah)
15.991.865,75
2
PDRB Atas dasar harga konstan tahun
2000 (Ribu rupiah)
6.767.744,12
3. Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)
5,46%
4. Inflasi (%)
7,62%
5. PDRB Per kapita atas dasar harga konstan
(Rp)
13.218.250,23
6. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku
(Rp)
28.303.654,11
7. Proyeksi Penambahan PAD (%)
7%
III - 9
Kebijakan ekonomi
nasional
tahun 2015 sebagaimana
tercantum dalam RKP adalah sebagai berikut:
1)
Memantapkan Perekonomian Nasional.
Perhatian akan di tujukan pada peningkatan investasi,
industri
pengolahan
nonmigas,
daya
saing
ekspor,
peningkatan efektivitas penerimaaan negara, penguatan
penyerapan belanja negara, dan pemantapan ketahanan
pangan dan energi;
2)
Menjaga Stabilitas Ekonomi.
Dorongan akan diberikan pada langkah-langkah yang terpadu
untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri dan nilai
tukar resiko fluktuasi harga komoditi baik migas maupun
non-migas, serta pengendalian arus modal;
3)
Mempercepat pengurangan pengangguran dan kemiskinan.
Upaya akan ditujukan dalam rangka menciptakan lapangan
kerja yang lebih besar serta dapat menjangkau masyarakat
yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dengan
program-program pemberdayaan yang tepat dan terpadu.
Kebijakan ekonomi
Provinsi Jawa Tengah
adalah mencapai
pertumbuhan ekonomi yang semakin positif sesuai dengan target
yang telah direncanakan yang diarahkan untuk:
1)
Menjaga realisasi investasi yang positif.
2)
Mendorong pertumbuhan PDRB dengan mengutamakan
sektor-sektor unggulan.
3)
Mendorong bergeraknya sektor riil yang dapat langsung
berdampak positif pada perekonomian masyarakat.
4)
Menjaga
stabilitas
harga
pada
kelompok
kebutuhan
masyarakat di pasar.
5)
Meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor.
Mendasarkan pada tema pembangunan Kota Surakarta tahun
2015 dalam RPJMD Kota Surakarta Tahun 2015, dan tantangan
dan prospek ekonomi daerah, serta memperhatikan arah
kebijakan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Tengah maka
kebijakan ekonomi
Kota Surakarta
tahun 2015 diarahkan pada:
Peningkatan pemasaran potensi unggulan Kota Surakarta untuk
memacu pertumbuhan investasi dan perkuatan sektor informal
sebagai basis ekonomi kerakyatan, dengan fokus pada:
1)
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong
sektor-sektor unggulan yang berdaya saing.
III - 10
3)
Peningkatan ekspor produk unggulan daerah dengan merintis
pasar baru bagi komoditas ekspor unggulan akibat krisis
keuangan global.
4)
Penguatan sektor informal sebagai basis ekonomi kerakyatan
dengan memperkuat kemandirian dan daya saing industri
dan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif.
5)
Pengembangan pariwisata dengan menguatkan city branding
Kota Surakarta sebagai kota MICE
(meeting, incentive,
conference and incentive).
6)
Menjaga stabilitas harga barang dan jasa kelompok
kebutuhan pokok masyarakat.
7)
Meningkatkan
upaya
pengurangan
kemiskinan
dan
pengangguran.
[image:10.612.122.565.390.732.2]Keterkaitan antara kebijakan ekonomi Kota Surakarta dengan
kebijakan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Nasional dapat
dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 3.5
Keterkaitan antara kebijakan ekonomi Kota Surakarta dengan
kebijakan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Nasional
No
Nasional
Provinsi Jawa Tengah
Kota Surakarta
Memantapkan
Perekonomian
Nasional.
Menjaga
realisasi
investasi yang positif
Mendorong
pertumbuhan
PDRB
dengan mengutamakan
sektor-sektor unggulan.
Mendorong bergeraknya
sektor riil yang dapat
langsung
berdampak
positif
pada
perekonomian
masyarakat.
Meningkatkan kualitas
dan kuantitas ekspor.
Peningkatan
pertumbuhan
ekonomi
dengan
mendorong
sektor-sektor
unggulan
yang berdaya saing.
Peningkatan
investasi di daerah
dengan penciptaan
iklim kondusif bagi
dunia
usaha,
peningkatan
daya
saing daerah.
Menjaga
Stabilitas
Ekonomi
Menjaga
stabilitas
harga pada kelompok
kebutuhan masyarakat
di pasar.
Peningkatan ekspor
produk
unggulan
daerah
Mempercepat
pengurangan
pengangguran
dan kemiskinan
Meningkatkan upaya
pengurangan
kemiskinan
dan
pengangguran.
B. Arah Kebijakan Keuangan Daerah
1. Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan
III - 11
dibanding tahun 2014. Hal tersebut terjadi karena beberapa hal
sebagai berikut:
a.
Penerimaan SILPA 2015 diasumsikan hanya sebesar 25 milyar,
lebih rendah dari asumsi penerimaan SILPA Tahun 2014;
b.
Adanya sumber-sumber pendanaan dari Pemerintah Pusat
yang tidak diasumsikan kembali menjadi rencana pendapatan
tahun 2015 karena bersifat
spesific grant;
c.
Mencermati penambahan asumsi APBN Tahun Anggaran 2015,
potensi terjadinya tekanan fiskal (Fiscal Distress) akibat
meningkatnya kuota BBM subsidi yang berpotensi terhadap
difisit APBN, berdampak terhadap kapasitas fiscal daerah,
utamanya sumber pendanaan dari Pemerintah Pusat (dana
perimbangan, dana penyesuaian serta dana lain yang
bersumber dari Pemerintah Pusat);
d.
Menyikapi
implementasi
pengelolaan
keuangan
daerah
berbasis akrual tahun 2015, perlu adanya penyesuaian
kebijakan pendapatan daerah melalui pemisahan pendapatan
riil dan tunggakan yang akan menjadi piutang daerah. Dengan
kebijakan tersebut, potensi pendapatan daerah tahun 2015
dapat
terkoreksi
menjadi
turun
dibandingkan
tahun
sebelumnya, Karena adanya tunggakan – tunggakan pajak dan
retribusi yang belum terbayar oleh Wajib Pajak dan Wajib
Retribusi. Tunggakan akan diperlakukan sebagai piutang
daerah dan dialokasikan sebagai penerimaan pembiayaan
daerah.
III - 12
Tabel 3.6
Proyeksi Pendapatan Daerah dan Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2015
No URAIAN
Rata-2 pertumbuhan
3 thn
APBD 2014 PROYEKSI 2015 TAMBAH /
(KURANG)
1 2 3 4 5 6
1 PENDAPATAN DAERAH 1.486.306.028.000 1.455.092.083.000 (31.213.945.000)
1 . 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 20,60% 297.026.865.000 316.186.920.000 19.160.055.000 1 . 1 . 1 Pendapatan Pajak Daerah 26,56% 192.504.724.000 208.391.243.000 15.886.519.000 1 . 1 . 2 Hasil Retribusi Daerah 6,73% 60.382.990.000 69.068.243.000 8.685.253.000 1 . 1 . 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
5,68% 5.640.636.000 7.168.230.000 1.527.594.000
1 . 1 . 4 Lain-2 Pendapatan Asli Daerah yang Sah
29,63% 38.498.515.000 31.559.204.000 (6.939.311.000)
2 . 2 DANA PERIMBANGAN 7,10% 809.408.752.000 809.408.752.000 -
2 . 2 . 1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
-4,62% 54.756.708.000 54.756.708.000 -
2 . 2 . 2 Dana Alokasi Umum 8,26% 710.803.934.000 710.803.934.000 - 2 . 2 . 3 Dana Alokasi Khusus 9,85% 43.848.110.000 43.848.110.000 -
3 . 3 LAIN-2 PENDAPATAN DAERAH YANG SAH
32,71% 379.870.411.000 329.496.411.000 (50.374.000.000)
3 . 3 . 1 Pendapatan Hibah dari Pemerintah Pusat
91,73% 25.374.000.000 - (25.374.000.000)
3 . 3 . 3 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
21,45% 99.361.536.000 99.361.536.000 -
3 . 3 . 4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
47,01% 235.258.771.000 210.258.771.000 (25.000.000.000)
3 . 3 . 5 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya
-5,13% 19.876.104.000 19.876.104.000 -
III - 13
No URAIAN
Rata-2 pertumbuhan
3 thn
APBD 2014 PROYEKSI 2015 TAMBAH /
(KURANG)
1 2 3 4 5 6
PENERIMAAN PEMBIAYAAN 61.655.387.000 29.750.000.000 (31.905.387.000)
1. SILPA 22,08% 57.155.387.000 25.000.000.000 (32.155.387.000)
2. Penerimaan pihak ketiga 0,45% 4.000.000.000 4.000.000.000 -
3. Penerimaan kembali kredit bergulir
6,38% 500.000.000 750.000.000 250.000.000
JUMLAH : 1.547.961.415.000 1.484.842.083.000 (63.119.332.000)
Keterangan:
Total kemampuan pendanaan (gabungan dari pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan) penurunan, disebabkan al : 1. Pendapatan hibah dari pusat tidak dialokasikan kembali 25.374.000.000 2. Pendapatan dana penyesuaian untuk pembangunan Solo Trade Centre dan Ausaid (PDAM) 25.000.000.000 3. SILPA yang diproyeksikan di tahun 2015 lebih rendah dibanding SILPA 2014 32.155.387.000
III - 14
Tabel 3.7
Proyeksi Belanja Dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Tahun 2015
NO
URAIAN
APBD 2014
Target RPJMD 2015
Proyeksi 2015
Lebih / Kurang)
1
2
3
4
5
6 =(5-3)
1.
BELANJA
1.514.431.877.000
1.053.410.553.000 1.475.342.083.000
(39.089.794.000)
1.1BELANJA TIDAK
LANGSUNG
890.221.017.380
772.494.720.000
875.421.764.000
(14.799.253.380)
1.1.1 Belanja Pegawai 803.801.765.000 682.448.677.000 803.801.765.000 0
1.1.11 Belanja Bunga Hutang 795.923.000 3.493.885.000 790.000.000 (5.923.000) 1.1.12 Belanja Hibah 81.892.813.380 77.271.018.000 67.139.483.000 (14.753.330.380) 1.1.13 Belanja Bantuan Sosial 1.040.000.000 8.281.140.000 1.000.000.000 (40.000.000)
1.1.14 Belanja Bantuan Keuangan 690.516.000 0 690.516.000 0
1.1.15 Belanja Tidak Terduga 2.000.000.000 1.000.000.000 2.000.000.000 0
1.2
BELANJA LANGSUNG
624.210.859.620
280.915.833.000
599.920.319.000
(24.290.540.620)
- DAK 43.848.110.000
- Bangub 19.876.104.000
- Pendamping DAK 8.769.622.000
- Lainnya (APBD) 527.426.483.000
2.
PENGELUARAN
PEMBIAYAAN
33.529.538.000
17.340.136.000
9.500.000.000
(24.029.538.000)
2.1Penyertaan modal
(investasi) / deposito 26.972.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 (23.972.000.000) 2.2 Pembayaran hutang pokok 1.557.538.000 12.965.136.000 1.500.000.000 (57.538.000)
2.3
Pemberian pinjaman
daerah / kredit bergulir 1.000.000.000 625.000.000 1.000.000.000 0
2.4 Pengembalian pihak ketiga 4.000.000.000 750.000.000 4.000.000.000 0
III - 15
2. Kebijakan Pendapatan Daerah
[image:15.612.124.522.80.398.2]Sebagian besar pendapatan daerah berasal dari dana
perimbangan, baik dari APBN maupun APBD Provinsi. Kondisi ini
menunjukkan bahwa sampai dengan tahun 2014 ketergantungan
pemerintah Kota Surakarta terhadap dana perimbangan dari
pusat dan provinsi masih cukup besar. Pendapatan asli daerah
Kota Surakarta pada tahun 2015 diproyeksikan meningkat
menjadi Rp.316.186.920.000,00; seperti terlihat pada gambar
berikut:
Gambar 3.1 Grafik Proy eksi PAD Tahun 2015
Pendapatan Asli Daerah tahun 2015 diproyeksikan mengalami
pertumbuhan 7 persen, seiring dengan asumsi pertumbuhan
ekonomi daerah (5-6 persen). Kebijakan yang diambil dalam
peningkatan pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan
daerah Kota Surakarta tahun 2015 yaitu sebagai berikut :
a.
Perda Nomor 13 tahun 2010 tentang BPHTB, Perda Nomor 4
Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Perda Nomor 9 tahun
2011 tentang Retribusi Daerah dan Perda Nomor 13 Tahun
2011 tentang PBB ke pemerintah daerah;
b.
Optimalisasi sumber – sumber pendapatan khususnya PAD
melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan dunia
usaha;
III - 16
Gambar 3.2
Grafik Proyeksi Dana Perimbangan Tahun 2015
Lain-lain pendapatan daerah yang sah Kota Surakarta pada
tahun
2015
diproyeksikan
menurun
menjadi
Rp.379.870.411.000,00; seperti terlihat pada gambar berikut:
Gambar 3.3
Grafik Proyeksi Lain-lain Pendapatan yang Sah
Tahun 2015
[image:16.612.113.509.357.538.2]III - 17
Tabel 3.8
Proyeksi Pendapatan Daerah Kota Surakarta Tahun 2013-2015
No
Uraian
Realisasi 2013
APBD2014
TargetRPJMD 2015
Proyeksi 2015
1 PAD 295.432.813.050 297.026.865.000 235.608.440.000 316.186.920.000
a. Pajak daerah 194.987.547.509 192.504.724.000 160.427.073.000 208.391.243.000
b. Retribusi 64.767.799.578 60.382.990.000 59.932.151.000 69.068.243.000
c. HasilPengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
8.244.980.845 5.640.636.000 7.030.718.000 7.168.230.000
d. Lain-2 PAD yang sah 27.432.485.118,60 38.498.515.000 8.218.498.000 31.559.204.000 2 Dana Perimbangan 750.066.765.441 809.408.752.000 708.294.803.000 809.408.752.000
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
86,074,776,706 57,526,347,441 54,756,708,000 54,756,708,000
Dana Alokasi Umum (DAU) 595,222,827,000 659,647,382,000 710,803,934,000 710,803,934,000 Dana Alokasi Khusus (DAK) 28,972,180,000 32,893,036,000 43,848,110,000 43,848,110,000 3 Lain-2 Pendapatan yang Sah 336.537.494.435 379.870.411.000 110.457.310.000 329.496.411.000
Pendapatan Hibah 1,331,870,800 2,126,000,000 25,374,000,000 -
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
96,254,550,582 95,630,535,435 99,361,536,000 99,361,536,000
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
175,527,411,000 218,373,319,000 235,258,771,000 210,258,771,000
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya
24,395,706,000 20,407,640,000 19,876,104,000 19,876,104,000
III - 18
3. Arah Kebijakan Belanja Daerah
[image:18.612.119.526.195.368.2]Proyeksi belanja daerah Kota Surakarta tahun 2015 mencapai
sebesar Rp 1.475.342.083.000,00, terdiri dari belanja tidak
langsung sebesar Rp 890.175.094.000,00 (60,34%), dan belanja
langsung sebesar Rp 585.166.989.000 (39,66%), seperti terlihat
pada gambar berikut:
Gambar 3.4
Proyeksi Belanja daerah tahun 2013-2015.
Perbandingan rasio belanja tidak langsung dan belanja
langsung Kota Surakarta dapat dilihat pada gambar berikut:
[image:18.612.125.541.462.647.2]III - 19
Kebijakan belanja daerah Kota Surakarta tahun 2015 yaitu
sebagai berikut :
a.
Belanja langsung diupayakan untuk mendukung prioritas
pembangunan tahun 2015 dan juga menampung isu
pelaksanaan Pemilukada Tahun 2015
b.
Belanja langsung, diharapkan juga menampung beberapa isu
tahun 2015, seperti:
1)
Penyelesaian Target RPJM Daerah Kota Surakarta Tahun
2010– 2015;
2)
Pelaksanaan Pemilukada Tahun 2015;
3)
Target Penurunan Angka Kemiskinan menjadi sebesar
7,12% berpedoman pada Peraturan Walikota Surakarta
Nomor 2 – H Tahun 2013 tentang Strategi Penanggulangan
Kemiskinan Daerah Kota Surakarta, dengan sasaran
program mengacu pada Keputusan Walikota Surakarta
Nomor 401/11-Q/1/2014 tentang Penetapan Jumlah
Penduduk Miskin Kota Surakarta Tahun 2013;
4)
Percepatan Pencapaian Millenium Development Goals
(MDG’s) Tahun 2015;
5)
penyesuaian
terhadap
kebjakan
jaminan
kesehatan
nasional (JKN);
6)
Peningkatan
infrastruktur
kota
dalam
rangka
meningkatkan daya saing Kota Surakarta sebagai tujuan
wisata, jasa dan investasi;
7)
Serta beberapa alokasi belanja yang harus dialokasikan
dalam mendukung periode transisi ke RPJMD berikutnya.
8)
Mulai
tahun
2015,
pengelolaan
keuangan
daerah
menerapkan akrual basis sebagai tindaklanjut amanat
Undang – Undang 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 tentang
Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis
Akrual Pada Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, perlu
dilakukan penyesuaian kebijakan belanja daerah melalui
perubahan regulasi dan peningkatan
capacity building
melalui program dan kegiatan tahun 2015.
III - 20
Tabel 3.9
Struktur Belanja Daerah Kota Surakarta Tahun 2013 – 2015
No
Uraian
Realisasi2013
APBD2014
Target RPJMD
2015
Proyeksi 2015
1.
Belanja Tidak
Langsung
851.623.896.400 (62,02%)
890.221.017.380 ( 58,78 %)
772.494.720.000 ( 73,33 %)
890.175.094.000 (60,34%)
Belanja Pegawai 732,801,975,077 803,801,765,000 682.448.677.000 803.801.765.000
Belanja Bunga 3,011,103,582 795,923,000 3.493.885.000 790.000.000
Belanja Hibah 114,277,841,058 81,892,813,380 77.271.018.000 81.892.813.000
Belanja Bantuan Sosial197,933,087 1,040,000,000 8.281.140.000 1.000.000.000
Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten /Kota/Pemerintah Desa dan Partai Politik690,515,376 690,516,000 0 690.516.000
Belanja Tidak Terduga644,528,220 2,000,000,000 1.000.000.000 2.000.000.000
2.
Belanja Langsung
521.499.567.317 (37,98%)624.210.859.620 (41,22 %)
280.915.833.000 ( 26,67 %)
III - 21
Tabel 3.10
Proyeksi Pagu Indikatif Belanja Langsung Per Urusan/Bidang
Tahun 2015
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 101 Urusan WAJIB Bidang
Pendidikan 80.412.405.870 151.119.679.620
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 7.073.561.000 9.800.232.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 8.246.340.000 10.677.555.000 00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 0 12.000.000
00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan
keuangan 101.552.000 140.172.000
01.01.15 Program Pendidikan Anak Usia
Dini 923.374.000 1.631.570.000
01.01.16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan
Tahun 40.002.925.470 79.962.456.720
01.01.17 Program Pendidikan Menengah 9.455.971.400 29.299.121.400 01.01.18 Program Pendidikan Non
Formal 290.000.000 1.769.000.000
01.01.19 Program Pendidikan Luar Biasa 1.000.000.000 2.650.000.000 01.01.20 Program Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga
Kependidikan 12.252.352.000 13.490.672.500
01.01.22 Program Manajemen Pelayanan
Pendidikan 1.066.330.000 1.686.900.000
102 Urusan WAJIB Bidang
Kesehatan 73.861.108.500 126.689.447.650
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 3.898.751.400 5.577.307.000 00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 2.463.902.000 4.694.010.000
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 0 500.000.000
00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 327.390.000 586.140.000
01.02.15 Program Obat dan Perbekalan
Kesehatan 6.062.740.000 5.909.730.000
01.02.16 Program Upaya Kesehatan
III - 22
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.02.17 Program Pengawasan Obat dan
Makanan 36.697.000 44.172.000
01.02.19 Program Promosi Kesehatan
dan Pemberdayaan masyarakat 1.539.735.000 4.833.520.500
01.02.20 Program Perbaikan Gizi
Masyarakat 1.686.310.000 1.740.403.000
01.02.21 Program Pengembangan
Lingkungan Sehat 52.826.000 96.761.000
01.02.22 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Menular 899.264.000 825.314.500
01.02.23 Program Standarisasi
Pelayanan Kesehatan 1.707.373.100 2.413.773.500
01.02.25 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas
pembantu dan jaringannya 4.799.670.000 16.937.698.000 01.02.26 Program pengadaan,
peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit
paru-paru/rumah sakit mata 18.641.037.000 27.125.000.000 01.02.27 Program pemeliharaan sarana
dan prasarana rumah
sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit
mata 387.000.000 1.200.000.000
01.02.28 Program Kemitraan peningkatan pelayanan
kesehatan 995.317.000 0
01.02.29 Program peningkatan pelayanan kesehatan anak
balita 14.740.000 99.436.250
01.02.30 Program peningkatan
pelayanan kesehatan lansia 500.000 0
01.02.31 Program pengawasan dan pengendalian kesehatan
makanan 19.000.000 26.767.000
01.02.32 Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan
dan anak 137.445.000 346.140.000
01.02.33 Program Peningkatan
Pelayanan BLUD 6.734.918.000 28.880.761.500
III - 23
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 103 Urusan WAJIB Bidang
Pekerjaan Umum 93.057.025.000 371.242.034.900
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 874.652.000 1.258.580.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 849.910.000 2.170.000.000 00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 0 100.000.000
01.03.15 Program Pembangunan Jalan
dan Jembatan 7.755.731.000 50.826.000.000
01.03.16 Program Pembangunan saluran
drainase/gorong-gorong 5.000.000.000 20.850.000.000
01.03.17 Program Pembangunan
turap/talud/brojong 2.000.000.000 9.000.000.000
01.03.18 Program
rehabilitasi/pemeliharaan
Jalan dan Jembatan 31.672.367.500 88.894.367.900 01.03.23 Program peningkatan sarana
dan prasarana kebinamargaan 75.000.000 100.000.000
01.03.24 Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan
lainnya 0 0
01.03.28 Program pengendalian banjir 3.127.485.000 9.700.000.000 01.03.29 Program pengembangan
wilayah strategis dan cepat
tumbuh 32.687.080.000 116.530.185.000
01.03.30 Program pembangunan
infrastruktur perdesaaan 9.014.799.500 71.812.902.000
104 Urusan WAJIB Bidang
Perumahan 17.107.674.900 16.540.420.000
01.04.15 Program Pengembangan
Perumahan 200.000.000 400.000.000
01.04.16 Program Lingkungan Sehat
Perumahan 1.191.108.000 2.655.000.000
01.04.18 Program perbaikan perumahan
akibat bencana alam/sosial 13.535.700.000 9.835.655.000
01.04.19 Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan
bahaya kebakaran 764.050.000 952.550.000
01.04.20 Program pengelolaan areal
pemakaman 1.416.816.900 2.697.215.000
III - 24
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 105 Urusan WAJIB Bidang
Penataan Ruang 10.456.200.000 35.288.978.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 431.500.000 371.500.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 364.700.000 503.300.000 01.05.15 Program Perencanaan Tata
Ruang 8.485.000.000 22.790.000.000
01.05.16 Program Pemanfaatan Ruang 725.000.000 10.710.438.000 01.05.17 Program Pengendalian
Pemanfaatan Ruang 450.000.000 913.740.000
106 Urusan WAJIB Bidang
Perencanaan Pembangunan 11.458.156.000 23.052.013.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 552.640.000 1.937.280.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 562.680.000 1.121.000.000
00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan
keuangan 0 100.000.000
01.06.15 Program Pengembangan
data/informasi 630.000.000 670.000.000
01.06.16 Program Kerjasama
Pembangunan 841.000.000 1.452.000.000
01.06.17 Program Pengembangan
Wilayah Perbatasan 100.000.000 1.000.000.000
01.06.18 Program Perencanaan Pengembangan Wilayah
Strategis dan cepat tumbuh 0 1.650.000.000
01.06.19 Program Perencanaan Pengembangan Kota-kota
menengah dan besar 128.430.000 1.164.240.000 01.06.20 Program peningkatan kapasitas
kelembagaan perencanaan
pembangunan daerah 308.800.000 447.380.000
01.06.21 Program perencanaan
pembangunan daerah 2.753.606.000 5.865.113.000
01.06.22 Program perencanaan
pembangunan ekonomi 296.000.000 350.000.000
01.06.23 Program perencanaan sosial
III - 25
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.06.24 Program perencanaan
prasarana wilayah dan sumber
daya alam 150.000.000 400.000.000
01.06.25 Program perencanaan pembangunan daerah rawan
bencana 300.000.000 650.000.000
01.06.26 Program Peningkatan
Pelayanan BLUD 4.500.000.000 5.000.000.000
107 Urusan WAJIB Bidang
Perhubungan 30.457.074.700 64.495.711.700
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 5.179.555.000 8.321.472.500
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 3.024.333.700 6.719.525.000
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 102.366.000 223.500.000
00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 100.000.000 150.000.000
00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan
keuangan 27.510.000 27.000.000
01.07.15 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas
Perhubungan 2.003.600.000 3.695.268.500
01.07.16 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan
Fasilitas LLAJ 190.000.000 418.110.000
01.07.17 Program peningkatan
pelayanan angkutan 7.203.620.000 15.964.010.700
01.07.18 Program Pembangunan Sarana
dan Prasarana Perhubungan 10.000.000.000 20.000.000.000
01.07.19 Program peningkatan dan
pengamanan lalu lintas 2.626.090.000 3.976.825.000
01.07.20 Program peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan
bermotor 0 5.000.000.000
108 Urusan WAJIB Bidang
Lingkungan Hidup 73.025.711.750 74.229.462.850
00.00.01 Program Pelayanan
III - 26
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 13.638.641.000 16.691.608.000
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 174.033.500 175.000.000
00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 20.000.000 30.000.000
01.08.15 Program Pengembangan Kinerja
Pengelolaan Persampahan 13.554.205.850 27.664.857.500
01.08.16 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan
Lingkungan Hidup 763.093.000 2.730.000.000
01.08.17 Program Perlindungan dan
Konservasi Sumber Daya Alam 787.508.000 1.624.650.000
01.08.18 Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber
daya Alam 50.000.000 100.000.000
01.08.19 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Hidup 233.000.000 310.000.000
01.08.20 Program Peningkatan
Pengendalian Polusi 961.008.000 850.000.000
01.08.24 Program Pengelolaan ruang
terbuka hijau (RTH) 5.918.990.000 17.674.375.350
109 Urusan WAJIB Bidang
Pertanahan 650.120.000 1.080.000.000
01.09.16 Program Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan
pemanfaatan tanah 374.400.000 730.000.000
01.09.17 Program Penyelesaian
konflik-konflik pertanahan 88.000.000 100.000.000
01.09.18 Program Pengembangan Sistem
Informasi Pertanahan 187.720.000 250.000.000
110 Urusan WAJIB Bidang Kependudukan dan Catatan
Sipil 3.640.345.000 7.006.496.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 753.012.000 1.569.230.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
III - 27
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.10.15 Program Penataan Administrasi
Kependudukan 2.655.098.000 5.134.506.000
111 Urusan WAJIB Bidang Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak 9.424.172.500 18.378.696.500
01.11.15 Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas Anak dan
Perempuan 453.236.000 680.250.000
01.11.16 Program Penguatan Kelembagaan
Pengarusutamaan Gender dan
Anak 5.139.106.500 13.448.075.000
01.11.17 Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan
Perempuan 704.280.000 1.087.000.000
01.11.18 Program Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender
dalam pembangunan 3.124.050.000 3.159.871.500
01.11.19 Program penguatan
kelembagaan pengarusutamaan
gender dan anak 3.500.000 3.500.000
112 Urusan WAJIB Bidang Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera 3.799.687.000 2.219.540.000
01.12.15 Program Keluarga Berencana 1.598.202.000 750.450.000 01.12.16 Program Kesehatan Reproduksi
Remaja 332.000.000 370.250.000
01.12.17 Program pelayanan kontrasepsi 357.985.000 442.490.000 01.12.18 Program pembinaan peran
serta masyarakat dalam
pelayanan KB/KR yang madiri 26.000.000 96.500.000
01.12.19 Program promosi kesehatan ibu, bayi dan anak melalui kelompok kegiatan di
masyarakat 0 40.000.000
01.12.20 Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan
konseling KRR 3.500.000 10.300.000
01.12.21 Program peningkatan
penanggulangan narkoba, PMS
termasuk HIV/ AIDS 1.480.000.000 472.250.000 01.12.23 Program penyiapan tenaga
III - 28
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 keluarga
01.12.24 Program pengembangan model operasional
BKB-Posyandu-PADU 2.000.000 8.500.000
113 Urusan WAJIB Bidang Sosial 3.357.008.000 4.150.002.400
01.13.15 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Lainnya 62.200.000 111.500.000
01.13.16 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan
Sosial 776.310.000 846.310.000
01.13.18 Program pembinaan para
penyandang cacat dan trauma 125.000.000 345.000.000
01.13.19 Program pembinaan panti
asuhan/ panti jompo 1.598.884.000 1.792.977.400
01.13.20 Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, narkoba
dan penyakit sosial lainnya) 339.818.000 375.000.000 01.13.21 Program Pemberdayaan
Kelembagaan Kesejahteraan
Sosial 454.796.000 679.215.000
114 Urusan WAJIB Bidang
Ketanagakerjaan 4.016.574.000 6.718.468.500
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 907.458.000 1.410.394.400
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 1.899.216.000 3.902.111.600
00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 0 110.000.000
01.14.15 Program Peningkatan Kualitas
dan Produktivitas Tenaga Kerja 235.000.000 245.962.500
01.14.16 Program Peningkatan
Kesempatan Kerja 300.000.000 360.000.000
01.14.17 Program Perlindungan Pengembangan Lembaga
Ketenagakerjaan 674.900.000 690.000.000
III - 29
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 115 Urusan WAJIB Bidang
Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah 4.403.634.500 6.929.641.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 251.440.000 524.200.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 347.820.000 308.687.000
00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan
keuangan 21.490.000 35.530.000
01.15.15 Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang
kondusif 300.500.000 1.143.800.000
01.15.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan
Keunggulan Kompetitif Usaha
Kecil Menengah 2.052.734.500 2.059.215.000
01.15.17 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha
Mikro Kecil Menengah 1.278.880.000 2.378.209.000
01.15.18 Program Peningkatan Kualitas
Kelembagaan Koperasi 150.770.000 480.000.000
116 Urusan WAJIB Bidang
Penanaman Modal Daerah 2.048.646.800 5.540.209.800
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 634.046.800 703.279.800
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 140.000.000 1.735.000.000
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 64.000.000 64.000.000
01.16.15 Program Peningkatan Promosi
dan Kerjasama Investasi 910.600.000 2.558.930.000
01.16.16 Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi
Investasi 200.000.000 305.000.000
01.16.17 Program Penyiapan potensi sumberdaya, sarana dan
prasarana daerah 100.000.000 174.000.000
III - 30
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 Kebudayaan
01.17.15 Program Pengembangan Nilai
Budaya 250.650.000 622.000.000
01.17.16 Program Pengelolaan Kekayaan
Budaya 2.104.430.000 12.761.200.000
01.17.17 Program Pengelolaan
Keragaman Budaya 2.936.403.575 2.946.600.000
118 Urusan WAJIB Bidang
Kepemudaan dan Olah Raga 5.246.520.000 8.112.094.000
01.18.15 Program Pengembangan dan
Keserasian Kebijakan Pemuda 155.000.000 305.500.000
01.18.16 Program peningkatan peran
serta kepemudaan 1.028.977.000 1.069.877.000
01.18.17 Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan
dan kecakapan hidup pemuda 0 0
01.18.19 Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen
Olahraga 200.000.000 50.000.000
01.18.20 Program Pembinaan dan
Pemasyarakatan Olahraga 2.244.170.000 2.861.565.000
01.18.21 Program Peningkatan Sarana
dan Prasarana Olahraga 1.618.373.000 3.825.152.000
119 Urusan WAJIB Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik
Dalam Negeri 18.811.935.000 30.422.393.500
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 446.880.000 658.050.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 688.494.000 843.575.000 00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 160.000.000 495.000.000
01.19.15 Program peningkatan keamanan dan kenyamanan
lingkungan 13.992.166.500 21.537.692.000
01.19.16 Program pemeliharaan
kantrantibmas dan pencegahan
tindak kriminal 641.975.000 993.775.000
01.19.17 Program pengembangan
III - 31
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.19.18 Program kemitraan
pengembanganwawasan
kebangsaan 200.450.000 829.317.500
01.19.19 Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga
ketertiban dan keamanan 197.300.500 193.000.000
01.19.20 Program peningkatan pemberantasan penyakit
masyarakat (pekat) 279.910.000 545.000.000
01.19.21 Program pendidikan politik
masyarakat 474.174.000 474.174.000
01.19.22 Program pencegahan dini dan penanggulangan korban
bencana alam 125.000.000 840.000.000
120 Urusan WAJIB Bidang Otda, Pem Umum, Adm Keu Dae, Perangkat Dae, Kepegawaian
dan Persandian 121.313.630.860 245.516.742.960
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 20.843.856.860 28.033.696.560 00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 34.700.533.000 162.522.690.600
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 559.413.000 4.748.084.000
00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 171.060.000 742.185.000 00.00.06 Program peningkatan
pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan
keuangan 1.417.462.000 1.307.891.000
01.20.15 Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat
daerah 15.789.578.000 17.368.534.000
01.20.16 Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala
daerah/ wakil kepala daerah 1.093.098.000 1.266.692.000
01.20.17 Program peningkatan dan Pengembangan pengelolaan
keuangan daerah 12.166.055.000 11.598.375.000
01.20.18 Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan
III - 32
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.20.19 Program pembinaan dan
fasilitasi pengelolaan keuangan
desa 0 3.000.000
01.20.20 Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan
kebijakan KDH 1.401.200.000 2.692.885.000
01.20.21 Program Peningkatan Profesionalism tenaga pemeriksa dan aparatur
pengawasan 60.000.000 160.000.000
01.20.23 Program optimalisasi pemanfaatan teknologi
informasi 400.000.000 412.000.000
01.20.24 Program Mengintensifkan penanganan pengaduan
masyarakat 24.297.275.000 783.510.000
01.20.25 Program Peningkatan
Kerjasama Antar Pemerintah
Daerah 315.000.000 490.910.000
01.20.26 Program Penataan Peraturan
Perundang-undangan 1.904.645.000 2.975.287.000
01.20.27 Program Penataan Daerah
Otonomi Baru 750.000.000 991.000.000
01.20.45 Program Pendidikan Kedinasan 1.768.943.000 1.615.329.000 01.20.46 Program peningkatan kapasitas
sumberdaya aparatur 1.799.774.000 3.867.992.500
01.20.47 Program Pembinaan dan
Pengembangan Aparatur 1.723.188.000 3.623.780.500
121 Urusan WAJIB Bidang
Ketahanan Pangan 9.765.038.000 23.263.297.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 112.879.000 268.080.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 55.000.000 64.500.000
01.21.15 Program Peningkatan Ketahanan Pangan
pertanian/perkebunan 9.597.159.000 22.930.717.000
122 Urusan WAJIB Bidang Pemberdayaan Masyarakat
III - 33
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 820.812.000 1.172.730.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 697.050.000 1.194.000.000
01.22.15 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat
Pedesaan 1.215.718.000 3.040.005.000
01.22.16 Program pengembangan
lembaga ekonomi pedesaan 450.000.000 535.000.000 01.22.17 Program peningkatan
partisipasi masyarakat dalam
membangun desa 2.398.291.500 2.249.850.000
01.22.19 Program peningkatan peran
perempuan di perdesaan 0 500.000.000
123 Urusan WAJIB Bidang
Statistik 240.000.000 320.000.000
01.23.15 Program pengembangan
data/informasi/statistik daerah 240.000.000 320.000.000
124 Urusan WAJIB Bidang
Kearsipan 773.080.500 810.200.000
01.24.15 Program perbaikan sistem
administrasi kearsipan 135.000.000 145.000.000
01.24.16 Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip
daerah 145.000.000 220.000.000
01.24.17 Program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan
prasarana kerasipan 292.200.000 250.000.000 01.24.18 Program peningkatan kualitas
pelayanan informasi 200.880.500 195.200.000
125 Urusan WAJIB Bidang
Komunikasi dan Informatika 5.145.746.504 7.683.017.000
01.25.15 Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan
Media Massa 1.616.870.000 3.076.175.000
01.25.16 Program pengkajian dan penelitian bidang komunikasi
dan informasi 122.937.504 775.960.000
01.25.18 Program kerjasama informsi
dan media massa 3.405.939.000 3.830.882.000
III - 34
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 126 Urusan WAJIB Bidang
Perpustakaan 7.202.470.000 7.269.615.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 253.030.000 597.362.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 5.637.200.000 5.182.600.000 01.26.15 Program Pengembangan
Budaya Baca dan Pembinaan
Perpustakaan 1.312.240.000 1.489.653.000
201 Urusan PILIHAN Bidang
Pertanian 5.905.116.000 5.709.059.500
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 989.342.000 1.300.663.000
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 669.890.000 1.123.396.500
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 4.000.000 5.000.000
02.01.15 Program Peningkatan
Kesejahteraan Petani 0 125.000.000
02.01.17 Program peningkatan pemasaran hasil produksi
pertanian/perkebunan 150.000.000 275.000.000 02.01.18 Program peningkatan
penerapan teknologi
pertanian/perkebunan 0 30.000.000
02.01.19 Program peningkatan produksi
pertanian/perkebunan 600.000.000 750.000.000
02.01.21 Program pencegahan dan penanggulangan penyakit
ternak 200.000.000 250.000.000
02.01.22 Program peningkatan produksi
hasil peternakan 0 300.000.000
02.01.23 Program peningkatan pemasaran hasil produksi
peternakan 200.000.000 350.000.000
02.01.24 Program peningkatan
penerapan teknologi petemakan 3.091.884.000 1.200.000.000
203 Urusan PILIHAN Bidang Energi dan Sumberdaya
Mineral 80.000.000 0
02.03.15 Program pembinaan dan
III - 35
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 pertambangan
204 Urusan PILIHAN Bidang
Pariwisata 4.038.102.400 8.332.058.685
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 1.523.802.000 2.009.078.685
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 282.540.000 447.980.000
02.04.15 Program Pengembangan
Pemasaran Pariwisata 717.040.400 1.089.000.000
02.04.16 Program Pengembangan
Destinasi Pariwisata 1.130.633.000 3.971.000.000
02.04.17 Program Pengembangan
Kemitraan 384.087.000 815.000.000
205 Urusan PILIHAN Bidang
Kelautan dan Perikanan 2.479.968.000 2.655.000.000
02.05.20 Program pengembangan
budidaya perikanan 2.424.988.000 2.600.000.000
02.05.23 Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran
produksi perikanan 54.980.000 55.000.000
206 Urusan PILIHAN Bidang
Perdagangan 17.700.545.850 24.991.420.000
00.00.01 Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran 9.319.907.350 9.901.747.500
00.00.02 Program peningkatan sarana
dan prasarana aparatur 1.739.471.500 5.168.138.000
00.00.03 Program peningkatan disiplin
aparatur 0 91.486.250
00.00.05 Program peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur 75.000.000 275.000.000
02.06.15 Program Perlindungan Konsumen dan pengamanan
perdagangan 2.518.462.000 1.250.000.000
02.06.17 Program Peningkatan dan
Pengembangan Ekspor 1.286.180.000 1.835.000.000
02.06.18 Program Peningkatan Efisiensi
Perdagangan Dalam Negri 740.370.000 1.453.212.500
02.06.19 Program Pembinaan pedagang
III - 36
KODE BIDANG URUSAN
PEMERINTAH DAERAH
ANGGARAN PAGU INDIKATIF
RKPD TH. 2014
PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 207 Urusan PILIHAN Bidang
Industri 1.500.700.000 2.400.000.000
02.07.15 Program peningkatan Kapasitas
Iptek Sistem Produksi 391.800.000 500.000.000
02.07.16 Program Pengembangan
Industri Kecil dan Menengah 226.400.000 450.000.000 02.07.17 Program Peningkatan
Kemampuan Teknologi Industri 217.000.000 950.000.000
02.07.18 Program Penataan Struktur
Industri 665.500.000 500.000.000
208 Urusan PILIHAN Bidang
Ketransmigrasian 195.500.000 316.500.000
02.08.15 Program Pengembangan
Wilayah Transmigrasi 195.500.000 316.500.000
TOTAL 632.447.252.709 1.307.503.584.565
4. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
Pemerintah Kota Surakarta tidak merencanakan penerimaaan
pinjaman
daerah,
sehingga
praktis
sumber
penerimaaan
pembiayaan
mengalami
tekanan
yang
berdampak
pada
menurunnya sumber pendapatan daerah dari pos penerimaaan
pembiayaan. Pola pengelolaan, penerimaan, pembiayaan daerah
masih bertumpu pada penerimaan SILPA, penerimaan kredit
bergulir dan penerimaan dari pihak ketiga. Penerimaan
pembiayaan
daerah
Kota
Surakarta
pada
tahun
2015
diproyeksikan menurun menjadi sebesar Rp.29.750.000.000,-. Hal
ini disebabkan adanya penurunan SILPA 2015 yang diasumsikan
hanya sebesar Rp.25.000.000.000,-, lebih rendah dari asumsi
penerimaan
SILPA
Tahun
2014.
Dari
sisi
pengeluaran
pembiayaan,
Pemerintah
Kota
Surakarta
berkewajiban
mengalokasikan untuk Pembayaran utang pokok.
Arah kebijakan yang diambil berkaitan dengan pembiayaan
daerah adalah sebagai berikut:
a.
Penerimaan
pembiayaan
daerah
dilakukan
dengan
mengoptimalkan pemanfaatan sisa dana tahun lalu (SILPA),
serta tidak melakukan pinjaman daerah;
III - 37
akrual pada tahun 2015 dan menjadi salah satu sumber
pendanaan keuangan daerah;
c.
Pengeluaran pembiayaan diutamakan untuk pembayaran
hutang pokok yang jatuh tempo;
d.
Pengelolaan dana kredit bergulir melalui pengeluaran
pembiayaan tahun 2015 menyesuaikandengan regulasi
pengelolaan dana kredit bergulir dari Pemerintah Pusat dan
pembentukan kelembagan yang sesuai dalam mengelola
kredit bergulir.
III - 38
Tabel 3.11
Proyeksi Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2015
NO
URAIAN
Realisasi
2013
APBD
2014
Target
RPJMD 2015
Proyeksi
2015
Penerimaan Pembiayaan
205.270.429.771
61.655.387.000
16.350.000.000
29.750.000.000
1 SILPA 202.305.162.350 57.155.387.000 15.000.000.000 25.000.000.000
2 Penerimaan Kembali Dana Pinjaman/Dana Bergulir
516.016.481 500.000.000 450.000.000 750.000.000
3 Penerimaan Pihak Ketiga 2.449.250.940 4.000.000.000 9.00.000.000 4.000.000.000
Pengeluaran
Pembiayaan
52.548.367.224
33.529.538.000
17.450.000.000
9.500.000.000
1 Penyertaan Modal 15.982.000.000 26.972.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 2 Pembayaran utang pokok 33.681.693.943 1.557.538.000 12.965.136.000 1.500.000.000 3 Pemberian Pinjaman
Daerah/Kredit Bergulir
995.000.000 1.000.000.000 625.000.000 1.000.000.000 <