• Tidak ada hasil yang ditemukan

6. Bab 3 Rancangan Kerangka Ekonomi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "6. Bab 3 Rancangan Kerangka Ekonomi"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

III - 1

BAB III

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN

DAERAH

A.

Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Arah kebijakan ekonomi daerah ditentukan dengan mendasarkan

pada kondisi ekonomi tahun 2013 dan perkiraan tahun 2014, serta

memperhatikan tantangan dan prospek perekonomian daerah pada

tahun 2015.

1.

Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2013 dan Perkiraan Tahun

2014

Kondisi perekonomian daerah dapat dilihat dari beberapa

indikator, seperti: pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, nilai ekspor,

PDRB per kapita, persentase penduduk miskin, dan tingkat

pengangguran terbuka.

Pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta pada tahun 2013

diprediksikan sebesar 6,07%, lebih rendah dari pertumbuhan

ekonomi Kota Surakarta tahun 2012 sebesar 6,12%. Pertumbuhan

ekonomi mengalami perbaikan seiring dengan menguatnya

perekonomian domestik dan regional. Tiga sektor utama yaitu

sektor industri, dan sektor perdagangan, hotel, & restoran (PHR)

masih tumbuh cukup kuat dalam menopang ekonomi Kota

Surakarta.

Laju inflasi di Kota Surakarta tahun tahun 2013 mencapai

8,32%, meningkat dari tahun 2012 sebesar 2,87%. Dari sebanyak

empat kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka

inflasinya, tertinggi terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,35 persen,

diikuti Kota Purwokerto 0,29 persen, Kota Tegal 0,28 persen dan

Kota Semarang 0,21 persen. Peningkatan inflasi di Kota Surakarta

berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat.

Penurunan daya beli masyarakat akan mempengaruhi aktivitas

perekonomian

masyarakat,

baik

terkait

aspek

konsumsi

masyarakat maupun aspek produksi barang dan jasa.

(2)

III - 2

persen; kelompok sandang 6,59 persen; kelompok kesehatan 5,10

persen; dan kelompok Pendidikan, rekreasi dan olahraga 2,19

persen.

Nilai ekspor Kota Surakarta sepanjang 2013 turun drastis

jika dibandingkan kinerja ekspor pada 2012. Data Dinas

Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta menunjukkan

nilai ekspor pada 2012 mencapai US$ 40,3 juta dengan total berat

5,8 juta kilogram, namun pada untuk 2013 nilai ekspor turun 8

persen menjadi US$ 37 juta dengan berat barang 4,4 juta

kilogram.

Penurunan ekspor Kota Surakarta terutama terjadi pada

mebel kayu dan tekstil dan produk tekstil yang selama ini menjadi

unggulan ekspor Surakarta. Pada 2012, nilai ekspor mebel kayu

mencapai US$ 3 juta, tapi pada 2013 merosot menjadi US$ 1,6

juta. Untuk tekstil dan produk tekstil, pada 2012 tercatat US$

21,3 juta dan pada 2013 turun menjadi US$ 18 juta. Ekspor batik

mencatat kinerja positif, yaitu naik dari US$ 10,4 juta di 2012

menjadi US$ 12,3 juta di 2013. Penurunan ekspor dipengaruhi

kondisi perekonomian global yang masih lesu, karena eksportir

masih mengandalkan pasar tradisional dengan tujuan ekspor

seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda, Jerman, Perancis.

Nilai investasi Kota Surakarta pada tahun 2013 mencapai

sebesar Rp.2.884.306.195.382,00, mengalami peningkatan dari

tahun 2012 sebesar Rp.2.017.019.690.099,00. Peningkatan

investasi

didorong

oleh

semakin

membaiknya

kondisi

perekonomian daerah dan semakin rendahnya bunga bank.

(3)
[image:3.792.85.717.133.312.2]

III - 3

Tabel 3.1

Proyeksi Indikator Makro Ekonomi Kota Surakarta

Tahun 2013 -2014

No

Indikator Makro

Realisasi

Proyeksi

2011

2012

2013

2014

1

PDRB (Harga berlaku) (Ribu rupiah)

10.992.971,19 12.180.558,65 13.092.086,80

14.613.199,83

2

PDRB (Harga Konstan) (Ribu rupiah)

5.411.912,32

5.742.861,31

6.091.184,36

6.459.774,93

3

Pertumbuhan Ekonomi/Pertumbuhan

PDRB Harga Konstan tahun 2000 (%)

5,94

6,12

6,07

6,05

4

Laju Inflasi (%)

1,93

2,87

8,32

5,25

5

Jumlah Penduduk Miskin

64.498

59.700

na

na

6

Tingkat Pengangguran (%)

6,36

6,07

7,18

na

7

PDRB Perkapita atas dasar harga

konstan (Rp)

10.788.223,50 11.478.192,92 11.713.816,08

12.722.854,53

(4)

III - 4

2. Tantangan dan Prospek Ekonomi Tahun 2015

a. Nasional

Lingkungan global yang diperkirakan akan berpengaruh

terhadap gambaran ekonomi Indonesia tahun 2015 adalah sebagai

berikut.

Pertama, Integrasi perekonomian global, terutama sekali

adalah akan diberlakukannya

The ASEAN Community

di tahun

2015. Peningkatan integrasi ini di satu pihak akan menciptakan

peluang yang lebih besar bagi perekonomian nasional, tetapi di

lain pihak juga menuntut daya saing perekonomian nasional yang

lebih tinggi.

Kedua, Pengaruh eksternal bagi perekonomian nasional

antara lain berasal dari: (a) perekonomian Amerika Serikat,

Kawasan Eropa, dan negara industri paling maju lainnya yang

diperkirakan masih tetap menjadi penggerak perekonomian dunia

dan pasar dari ekspor negara berkembang, termasuk Indonesia (b)

perekonomian Asia yang diperkirakan tetap menjadi kawasan

dinamis dengan motor penggerak perekonomian Cina dan

negara-negara industri di Asia lainnya, baik sebagai negara-negara tujuan ekspor

maupun sebagai kawasan yang menarik bagi penanaman modal

baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Ketiga, Terdapat tiga perkembangan global yang perlu

dicermati dalam tahun 2015, yaitu: (a) krisis di kawasan eropa

masih belum pulih (mild recovery) sehingga dikhawatirkan belum

mampu meningkatkan permintaan dunia, yang pada akhirnya

akan menyulitkan ekspor Indonesia tumbuh lebih cepat; (b) harga

komoditas dunia masih melanjutkan tren penurunan ataupun flat

dan adanya indikasi berakhirnya era

supercycle

juga akan

mempengaruhi ekspor dan investasi Indonesia; (c) rencana akan

berakhirnya stimulus moneter (

tapering off

) di AS sampai di akhir

tahun 2014 dan kemungkinan akan diberlakukannya kebijakan

uang ketat di Amerika Serikat dan juga negara maju lainnya akan

mendorong naiknya biaya untuk mengakses modal internasional.

Dalam situasi ini, berbagai hambatan di dalam negeri yang

belum terselesaikan serta kemungkinan cuaca ekstrem di dalam

negeri akan dihadapi dengan berbagai langkah yang tepat, antara

lain: (i) penguatan ekonomi domestik melalui investasi agar daya

beli meningkat; (ii) meningkatkan efektivitas belanja negara, baik

dari arah belanja negara tersebut maupun dari penyerapannya,

terutama

yang

terkait

dengan

prioritas

belanja

negara

infrastruktur; serta (iii) peningkatan efektivitas penerimaan negara

dengan sekaligus pengurangan defisit anggaran. Dengan

langkah-langkah ini, secara keseluruhan momentum pembangunan yang

sudah dicapai pada tahun 2013 dapat dipertahankan pada tahun

2014, dan dapat ditingkatkan pada tahun 2015.

(5)

III - 5

[image:5.612.140.544.378.842.2]

ekonomi nasional tahun 2015 ditargetkan tumbuh sekitar 5,8

persen. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan

stabilitas ekonomi yang terjaga tersebut, Sasaran Kuantitatif

tingkat pengangguran terbuka tahun 2015 diperkirakan sebesar

5,5-5,7 persen pada tahun 2015 dan jumlah penduduk miskin

menjadi berkisar antara 9,0-10,0 persen pada tahun 2015.

Tabel 3.2

Perkembangan Dan Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2014-2015

No

Indikator

2012

2013

2014

2015

1. Pertumbuhan

Ekonomi

6,3

5,8

5,5

5,5-6,0

2. Laju Inflasi (persen) 4,3

8,4

6,0

5,0

3. Pengangguran

terbuka (Persen)*)

6,07

6,17

5,6-5,9

5,5-5,7

4. Penduduk

Miskin

(Persen)

11,66

11,47

9,0-10,5

9,0-10,0

Sumber: RKP tahun 2015

b. Provinsi Jawa Tengah

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Tahun 2013 sebesar

5,8-6,2 persen, Tahun 2014 sebesar 5,9-6,4 persen, dan Tahun 2015

diproyeksikan sebesar 6,0-6,5 persen, saat ini capaian Tahun

2013 sampai dengan TW IV sebesar 5,8 persen.

Perkuaatan infrastruktur ekonomi terus diupayakan agar

pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan pemerataan kekuatan

ekonomi pada semua wilayah dan sektor usaha.

Kondisi Jawa Tengah Tahun 2015 masih terpengaruh oleh

kondisi perekonomian dunia dan nasional, dengan tantangan

terhadap perekonomian Jawa Tengah daerah adalah :

1)

Dampak terbukanya perdagangan bebas dan berlakunya

Asia

Economic Community

(AEC) 2015;

2)

Pembangunan infrastruktur strategis belum sesuai denga

peran jawa Tengah terhadap perekonomian nasional;

3)

Dukungan pemerintah Pusat belum sesuai dengan peran Jawa

Tengah terhadap perekonomian nasional tersebut;

4)

Semakin meningkatnya kebutuhan terhadap barang impor

bahan baku industri;

5)

Dampak pengurangan subsidi BBM;

6)

Kebutuhan infrastruktur perekonomian daerah semakin

meningkat;

7)

Koordinasi pembangunan antar sektor belum optimal;

8)

Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam daerah;

9)

Dampak terjadinya bencana alam global, nasional dan

regional;

10)

Keterlambatan

penyelesaian

pembangunan

infrastruktur

strategis; dan

(6)

III - 6

Peluang yang dapat dimanfaatkan Jawa Tengah antara lain

meliputi:

1)

Terbukanya peluang pasar ekspor;

2)

Meningkatnya dukungan program CSR dan PKBL;

3)

Kebijakan pengembangan infrastruktur;

4)

Meningkatkan pelayanan investasi;

5)

Tersedianya produk unggulan Jawa engah yang berdaya saing;

6)

Relatif lebih tingginya upah buruh di provinsi lain;

7)

Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional;

8)

Meningkatnya

pengembangan

sumberdaya

energi

baru

terbarukan;

9)

Tersedianya tenaga kerja yang berkualitas;

10)

Komitmen dukungan pengembangan potensi wilayah;

11)

Rencana adanya relokasi industri; dan

[image:6.612.110.552.447.691.2]

12)

Mulai beroperasinya infrastruktur pendukung transporasi.

Berdasarkan kondisi perekonomian Jawa Tengah saat ini,

serta memperhatikan tantangan dan peluang ke depan, maka

perekonomian Jawa Tengah tahun 2015 dan 2016 dapat

diprediksikan sebagaimana tertuang dalam Tabel 3.3

Tabel 3.3

Perkembangan Ekonomi Jawa Tengah Tahun 2012 – 2013,

Target Tahun 2014 dan Prediksi Tahun 2015

No

Indikator

2012

2013

2014

2015

1. PDRB :

Atas dasar harga

berlaku

(Trilyun Rp)

556,479

568,416

603,317

-

Atas dasar harga

konstan

(Trilyun Rp)

210,848 213,412 221,005

-2

Laju

Pertumbuhan

Ekonomi

6,34 5,8 - 6,2

6,3 - 6,7

6,0 - 6,5

3

Inflasi (%)

4,24

5 ± 1

5 ± 1

5 ± 1

4. PDRB/Kapita atas dasar

harga konstan (Juta Rp)

6,337

6,591

6,825

7,44

5. Kebutuhan investasi

(Trilyun Rp.)

110,805

114,401

119,500

-

6. Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT) (%)

5,63

6,02

5,31-4,77

4,93-4,62

7. Kemiskinan (%)

14,98

14,44 11,58-11,37 9,05 – 8,75

Sumber: RKPD Jateng tahun 2015

c. Kota Surakarta

(7)

III - 7

Hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh pada daya

tahan perekonomian Indonesia. Selain itu, situasi dalam negeri

terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, juga akan

mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia yang kesemuanya

akan berimbas pula pada kondisi perekonomian di Jawa Tengah

dan kondisi perekonomian Kota Surakarta pada tahun 2015.

Tantangan

yang

dihadapi

berkaitan

dengan

kondisi

perekonomian di tingkat internasional antara lain Berlakunya

perdagangan bebas

Asean Economic Community

(AEC) tahun 2015

dan berlanjutnya perdagangan bebas antara Asia Tenggara dan

China (ACFTA) sejak tahun 2010. Dengan adanya AEC tahun 2015

ada potensi terjadinya perubahan pola kerjasama ekonomi, dan

struktur dan komponen perekonomian yang ada. AEC juga

membuka peluang pengembangan ekspor oleh masing-masing

negara ASEAN yang membuat pasar domestik terancam.

Semakin intensifnya pasar bebas/globalisasi menuntut

peningkatan kualitas produk barang dan jasa secara lebih

kompetitif. Untuk itu dalam rangka mendorong kemandirian

ekonomi dan daya saing produk-produk lokal di pasar regional

ataupun global, tantangan ke depan adalah meningkatkan

kualitas dan produktivitas barang dan jasa secara bertahap

dengan tetap mengacu pada Standar Mutu Nasional maupun

Standar Mutu Internasional.

Tantangan lainnya adalah tingginya permintaan impor produk

bahan baku industri. Kondisi ini menjadikan perekonomian

indonesia belum kokoh dan rentan terhadap gejolak global.

Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku dari negara lain

berpotensi menimbulkan guncangan ekonomi pada kondisi

perekonomian dunia yang kurang baik, seperti nilai tukar rupiah

yang melemah, sehingga terjadi inflasi yang tinggi. Beberapa

kebijakan pemerintah juga menjadi tantangan tersendiri dalam

menjaga stabilitas perekonomian daerah, antara lain longgarnya

penerapan kebijakan pengurangan subsidi BBM dan tarif dasar

listrik.

Dengan memperhatikan berbagai tantangan di tingkat

nasional maupun dunia, tantangan pembangunan ekonomi Kota

Surakarta

tahun

2015

adalah

bagaimana

meningkatkan

pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas agar mampu

meningkatkan

pendapatan

perkapita

dan

mengurangi

pengangguran, sehingga dapat terwujud masyarakat yang semakin

sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi.

Peningkatan ekspor dan investasi, dan penumbuhan usaha sektor

riil tentunya perlu didorong dan digerakkan sehingga stabilitas

ekonomi di Kota Surakarta dapat terjaga dengan baik.

(8)

III - 8

masih dalam bayang-bayang krisis keuangan global yang belum

pulih, namun ekonomi Kota Surakarta pada tahun 2015

diproyeksikan akan tetap tumbuh dengan adanya daya tarik pasar

domestik dan regional yang menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi

Kota Surakarta tahun 2015 diprediksikan masih disumbang dari

sektor tersier, meliputi sektor perdagangan, keuangan, persewaan

dan jasa perusahaan, jasa-jasa serta bangunan.

Perkembangan inflasi tahun 2015 akan dipengaruhi oleh

kondisi perekonomian nasional, serta pengaruh kebijakan

pemerintah. Karakter inflasi di Kota Surakarta pada 2015 sedikit

banyak merupakan kombinasi antara

administrated inflation

dan

karakter dasar inflasi Kota Surakarta selama ini yang cenderung

disebabkan oleh

volatile food inflation

.

Administrated inflation

terjadi jika ada kebijakan pemerintah yang menyebabkan

peningkatan angka inflasi, seperti kebijakan penghapusan subsidi

BBM dan peningkatan tarif dasar listrik.

Semakin kondusifnya iklim investasi memberikan prospek

yang positif dalam menarik investor dalam dan luar negeri untuk

menanamkan modalnya di Kota Surakarta. Peningkatan investasi

di Kota Surakarta kemungkinan masih didominasi oleh

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), terutama pertumbuhan

dari investasi usaha skala kecil dan menengah.

Pertumbuhan

ekspor

Kota

Surakarta

tahun

2015,

kemungkinan masih tertekan seiring dengan perlambatan

pertumbuhan ekonomi global, dan khususnya kinerja ekonomi

Amerika Serikat dan Eropa yang belum sepenuhnya pulih. Secara

umum ekonomi Kota Surakarta Tahun 2015 diperkirakan tetap

akan tumbuh, salah satunya karena daya dorong dan daya tarik

pasar domestik dan regional yang menjanjikan.

Mendasarkan pada kondisi ekonomi global, nasional dan

regional, prospek perekonomian Kota Surakarta pada tahun 2015

diproyeksikan sebagai berikut:

Tabel 3.4

Prediksi Indikator Makro Ekonomi Kota Surakarta Tahun 2015

No

Indikator

Tahun 2015

1. PDRB Atas dasar harga berlaku (Ribu

rupiah)

15.991.865,75

2

PDRB Atas dasar harga konstan tahun

2000 (Ribu rupiah)

6.767.744,12

3. Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)

5,46%

4. Inflasi (%)

7,62%

5. PDRB Per kapita atas dasar harga konstan

(Rp)

13.218.250,23

6. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku

(Rp)

28.303.654,11

7. Proyeksi Penambahan PAD (%)

7%

(9)

III - 9

Kebijakan ekonomi

nasional

tahun 2015 sebagaimana

tercantum dalam RKP adalah sebagai berikut:

1)

Memantapkan Perekonomian Nasional.

Perhatian akan di tujukan pada peningkatan investasi,

industri

pengolahan

nonmigas,

daya

saing

ekspor,

peningkatan efektivitas penerimaaan negara, penguatan

penyerapan belanja negara, dan pemantapan ketahanan

pangan dan energi;

2)

Menjaga Stabilitas Ekonomi.

Dorongan akan diberikan pada langkah-langkah yang terpadu

untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri dan nilai

tukar resiko fluktuasi harga komoditi baik migas maupun

non-migas, serta pengendalian arus modal;

3)

Mempercepat pengurangan pengangguran dan kemiskinan.

Upaya akan ditujukan dalam rangka menciptakan lapangan

kerja yang lebih besar serta dapat menjangkau masyarakat

yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dengan

program-program pemberdayaan yang tepat dan terpadu.

Kebijakan ekonomi

Provinsi Jawa Tengah

adalah mencapai

pertumbuhan ekonomi yang semakin positif sesuai dengan target

yang telah direncanakan yang diarahkan untuk:

1)

Menjaga realisasi investasi yang positif.

2)

Mendorong pertumbuhan PDRB dengan mengutamakan

sektor-sektor unggulan.

3)

Mendorong bergeraknya sektor riil yang dapat langsung

berdampak positif pada perekonomian masyarakat.

4)

Menjaga

stabilitas

harga

pada

kelompok

kebutuhan

masyarakat di pasar.

5)

Meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor.

Mendasarkan pada tema pembangunan Kota Surakarta tahun

2015 dalam RPJMD Kota Surakarta Tahun 2015, dan tantangan

dan prospek ekonomi daerah, serta memperhatikan arah

kebijakan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Tengah maka

kebijakan ekonomi

Kota Surakarta

tahun 2015 diarahkan pada:

Peningkatan pemasaran potensi unggulan Kota Surakarta untuk

memacu pertumbuhan investasi dan perkuatan sektor informal

sebagai basis ekonomi kerakyatan, dengan fokus pada:

1)

Peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong

sektor-sektor unggulan yang berdaya saing.

(10)

III - 10

3)

Peningkatan ekspor produk unggulan daerah dengan merintis

pasar baru bagi komoditas ekspor unggulan akibat krisis

keuangan global.

4)

Penguatan sektor informal sebagai basis ekonomi kerakyatan

dengan memperkuat kemandirian dan daya saing industri

dan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif.

5)

Pengembangan pariwisata dengan menguatkan city branding

Kota Surakarta sebagai kota MICE

(meeting, incentive,

conference and incentive).

6)

Menjaga stabilitas harga barang dan jasa kelompok

kebutuhan pokok masyarakat.

7)

Meningkatkan

upaya

pengurangan

kemiskinan

dan

pengangguran.

[image:10.612.122.565.390.732.2]

Keterkaitan antara kebijakan ekonomi Kota Surakarta dengan

kebijakan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Nasional dapat

dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 3.5

Keterkaitan antara kebijakan ekonomi Kota Surakarta dengan

kebijakan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Nasional

No

Nasional

Provinsi Jawa Tengah

Kota Surakarta

Memantapkan

Perekonomian

Nasional.

Menjaga

realisasi

investasi yang positif

Mendorong

pertumbuhan

PDRB

dengan mengutamakan

sektor-sektor unggulan.

Mendorong bergeraknya

sektor riil yang dapat

langsung

berdampak

positif

pada

perekonomian

masyarakat.

Meningkatkan kualitas

dan kuantitas ekspor.

Peningkatan

pertumbuhan

ekonomi

dengan

mendorong

sektor-sektor

unggulan

yang berdaya saing.

Peningkatan

investasi di daerah

dengan penciptaan

iklim kondusif bagi

dunia

usaha,

peningkatan

daya

saing daerah.

Menjaga

Stabilitas

Ekonomi

Menjaga

stabilitas

harga pada kelompok

kebutuhan masyarakat

di pasar.

Peningkatan ekspor

produk

unggulan

daerah

Mempercepat

pengurangan

pengangguran

dan kemiskinan

Meningkatkan upaya

pengurangan

kemiskinan

dan

pengangguran.

B. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

1. Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan

(11)

III - 11

dibanding tahun 2014. Hal tersebut terjadi karena beberapa hal

sebagai berikut:

a.

Penerimaan SILPA 2015 diasumsikan hanya sebesar 25 milyar,

lebih rendah dari asumsi penerimaan SILPA Tahun 2014;

b.

Adanya sumber-sumber pendanaan dari Pemerintah Pusat

yang tidak diasumsikan kembali menjadi rencana pendapatan

tahun 2015 karena bersifat

spesific grant;

c.

Mencermati penambahan asumsi APBN Tahun Anggaran 2015,

potensi terjadinya tekanan fiskal (Fiscal Distress) akibat

meningkatnya kuota BBM subsidi yang berpotensi terhadap

difisit APBN, berdampak terhadap kapasitas fiscal daerah,

utamanya sumber pendanaan dari Pemerintah Pusat (dana

perimbangan, dana penyesuaian serta dana lain yang

bersumber dari Pemerintah Pusat);

d.

Menyikapi

implementasi

pengelolaan

keuangan

daerah

berbasis akrual tahun 2015, perlu adanya penyesuaian

kebijakan pendapatan daerah melalui pemisahan pendapatan

riil dan tunggakan yang akan menjadi piutang daerah. Dengan

kebijakan tersebut, potensi pendapatan daerah tahun 2015

dapat

terkoreksi

menjadi

turun

dibandingkan

tahun

sebelumnya, Karena adanya tunggakan – tunggakan pajak dan

retribusi yang belum terbayar oleh Wajib Pajak dan Wajib

Retribusi. Tunggakan akan diperlakukan sebagai piutang

daerah dan dialokasikan sebagai penerimaan pembiayaan

daerah.

(12)
[image:12.792.76.718.101.529.2]

III - 12

Tabel 3.6

Proyeksi Pendapatan Daerah dan Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2015

No URAIAN

Rata-2 pertumbuhan

3 thn

APBD 2014 PROYEKSI 2015 TAMBAH /

(KURANG)

1 2 3 4 5 6

1 PENDAPATAN DAERAH 1.486.306.028.000 1.455.092.083.000 (31.213.945.000)

1 . 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 20,60% 297.026.865.000 316.186.920.000 19.160.055.000 1 . 1 . 1 Pendapatan Pajak Daerah 26,56% 192.504.724.000 208.391.243.000 15.886.519.000 1 . 1 . 2 Hasil Retribusi Daerah 6,73% 60.382.990.000 69.068.243.000 8.685.253.000 1 . 1 . 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah yang Dipisahkan

5,68% 5.640.636.000 7.168.230.000 1.527.594.000

1 . 1 . 4 Lain-2 Pendapatan Asli Daerah yang Sah

29,63% 38.498.515.000 31.559.204.000 (6.939.311.000)

2 . 2 DANA PERIMBANGAN 7,10% 809.408.752.000 809.408.752.000 -

2 . 2 . 1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

-4,62% 54.756.708.000 54.756.708.000 -

2 . 2 . 2 Dana Alokasi Umum 8,26% 710.803.934.000 710.803.934.000 - 2 . 2 . 3 Dana Alokasi Khusus 9,85% 43.848.110.000 43.848.110.000 -

3 . 3 LAIN-2 PENDAPATAN DAERAH YANG SAH

32,71% 379.870.411.000 329.496.411.000 (50.374.000.000)

3 . 3 . 1 Pendapatan Hibah dari Pemerintah Pusat

91,73% 25.374.000.000 - (25.374.000.000)

3 . 3 . 3 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

21,45% 99.361.536.000 99.361.536.000 -

3 . 3 . 4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

47,01% 235.258.771.000 210.258.771.000 (25.000.000.000)

3 . 3 . 5 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

-5,13% 19.876.104.000 19.876.104.000 -

(13)

III - 13

No URAIAN

Rata-2 pertumbuhan

3 thn

APBD 2014 PROYEKSI 2015 TAMBAH /

(KURANG)

1 2 3 4 5 6

PENERIMAAN PEMBIAYAAN 61.655.387.000 29.750.000.000 (31.905.387.000)

1. SILPA 22,08% 57.155.387.000 25.000.000.000 (32.155.387.000)

2. Penerimaan pihak ketiga 0,45% 4.000.000.000 4.000.000.000 -

3. Penerimaan kembali kredit bergulir

6,38% 500.000.000 750.000.000 250.000.000

JUMLAH : 1.547.961.415.000 1.484.842.083.000 (63.119.332.000)

Keterangan:

Total kemampuan pendanaan (gabungan dari pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan) penurunan, disebabkan al : 1. Pendapatan hibah dari pusat tidak dialokasikan kembali 25.374.000.000 2. Pendapatan dana penyesuaian untuk pembangunan Solo Trade Centre dan Ausaid (PDAM) 25.000.000.000 3. SILPA yang diproyeksikan di tahun 2015 lebih rendah dibanding SILPA 2014 32.155.387.000

(14)

III - 14

Tabel 3.7

Proyeksi Belanja Dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Tahun 2015

NO

URAIAN

APBD 2014

Target RPJMD 2015

Proyeksi 2015

Lebih / Kurang)

1

2

3

4

5

6 =(5-3)

1.

BELANJA

1.514.431.877.000

1.053.410.553.000 1.475.342.083.000

(39.089.794.000)

1.1

BELANJA TIDAK

LANGSUNG

890.221.017.380

772.494.720.000

875.421.764.000

(14.799.253.380)

1.1.1 Belanja Pegawai 803.801.765.000 682.448.677.000 803.801.765.000 0

1.1.11 Belanja Bunga Hutang 795.923.000 3.493.885.000 790.000.000 (5.923.000) 1.1.12 Belanja Hibah 81.892.813.380 77.271.018.000 67.139.483.000 (14.753.330.380) 1.1.13 Belanja Bantuan Sosial 1.040.000.000 8.281.140.000 1.000.000.000 (40.000.000)

1.1.14 Belanja Bantuan Keuangan 690.516.000 0 690.516.000 0

1.1.15 Belanja Tidak Terduga 2.000.000.000 1.000.000.000 2.000.000.000 0

1.2

BELANJA LANGSUNG

624.210.859.620

280.915.833.000

599.920.319.000

(24.290.540.620)

- DAK 43.848.110.000

- Bangub 19.876.104.000

- Pendamping DAK 8.769.622.000

- Lainnya (APBD) 527.426.483.000

2.

PENGELUARAN

PEMBIAYAAN

33.529.538.000

17.340.136.000

9.500.000.000

(24.029.538.000)

2.1

Penyertaan modal

(investasi) / deposito 26.972.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 (23.972.000.000) 2.2 Pembayaran hutang pokok 1.557.538.000 12.965.136.000 1.500.000.000 (57.538.000)

2.3

Pemberian pinjaman

daerah / kredit bergulir 1.000.000.000 625.000.000 1.000.000.000 0

2.4 Pengembalian pihak ketiga 4.000.000.000 750.000.000 4.000.000.000 0

(15)

III - 15

2. Kebijakan Pendapatan Daerah

[image:15.612.124.522.80.398.2]

Sebagian besar pendapatan daerah berasal dari dana

perimbangan, baik dari APBN maupun APBD Provinsi. Kondisi ini

menunjukkan bahwa sampai dengan tahun 2014 ketergantungan

pemerintah Kota Surakarta terhadap dana perimbangan dari

pusat dan provinsi masih cukup besar. Pendapatan asli daerah

Kota Surakarta pada tahun 2015 diproyeksikan meningkat

menjadi Rp.316.186.920.000,00; seperti terlihat pada gambar

berikut:

Gambar 3.1 Grafik Proy eksi PAD Tahun 2015

Pendapatan Asli Daerah tahun 2015 diproyeksikan mengalami

pertumbuhan 7 persen, seiring dengan asumsi pertumbuhan

ekonomi daerah (5-6 persen). Kebijakan yang diambil dalam

peningkatan pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan

daerah Kota Surakarta tahun 2015 yaitu sebagai berikut :

a.

Perda Nomor 13 tahun 2010 tentang BPHTB, Perda Nomor 4

Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Perda Nomor 9 tahun

2011 tentang Retribusi Daerah dan Perda Nomor 13 Tahun

2011 tentang PBB ke pemerintah daerah;

b.

Optimalisasi sumber – sumber pendapatan khususnya PAD

melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan dunia

usaha;

(16)
[image:16.612.125.518.79.245.2]

III - 16

Gambar 3.2

Grafik Proyeksi Dana Perimbangan Tahun 2015

Lain-lain pendapatan daerah yang sah Kota Surakarta pada

tahun

2015

diproyeksikan

menurun

menjadi

Rp.379.870.411.000,00; seperti terlihat pada gambar berikut:

Gambar 3.3

Grafik Proyeksi Lain-lain Pendapatan yang Sah

Tahun 2015

[image:16.612.113.509.357.538.2]
(17)
[image:17.792.61.735.111.511.2]

III - 17

Tabel 3.8

Proyeksi Pendapatan Daerah Kota Surakarta Tahun 2013-2015

No

Uraian

Realisasi 2013

APBD2014

TargetRPJMD 2015

Proyeksi 2015

1 PAD 295.432.813.050 297.026.865.000 235.608.440.000 316.186.920.000

a. Pajak daerah 194.987.547.509 192.504.724.000 160.427.073.000 208.391.243.000

b. Retribusi 64.767.799.578 60.382.990.000 59.932.151.000 69.068.243.000

c. HasilPengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

8.244.980.845 5.640.636.000 7.030.718.000 7.168.230.000

d. Lain-2 PAD yang sah 27.432.485.118,60 38.498.515.000 8.218.498.000 31.559.204.000 2 Dana Perimbangan 750.066.765.441 809.408.752.000 708.294.803.000 809.408.752.000

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

86,074,776,706 57,526,347,441 54,756,708,000 54,756,708,000

Dana Alokasi Umum (DAU) 595,222,827,000 659,647,382,000 710,803,934,000 710,803,934,000 Dana Alokasi Khusus (DAK) 28,972,180,000 32,893,036,000 43,848,110,000 43,848,110,000 3 Lain-2 Pendapatan yang Sah 336.537.494.435 379.870.411.000 110.457.310.000 329.496.411.000

Pendapatan Hibah 1,331,870,800 2,126,000,000 25,374,000,000 -

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

96,254,550,582 95,630,535,435 99,361,536,000 99,361,536,000

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

175,527,411,000 218,373,319,000 235,258,771,000 210,258,771,000

Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

24,395,706,000 20,407,640,000 19,876,104,000 19,876,104,000

(18)

III - 18

3. Arah Kebijakan Belanja Daerah

[image:18.612.119.526.195.368.2]

Proyeksi belanja daerah Kota Surakarta tahun 2015 mencapai

sebesar Rp 1.475.342.083.000,00, terdiri dari belanja tidak

langsung sebesar Rp 890.175.094.000,00 (60,34%), dan belanja

langsung sebesar Rp 585.166.989.000 (39,66%), seperti terlihat

pada gambar berikut:

Gambar 3.4

Proyeksi Belanja daerah tahun 2013-2015.

Perbandingan rasio belanja tidak langsung dan belanja

langsung Kota Surakarta dapat dilihat pada gambar berikut:

[image:18.612.125.541.462.647.2]
(19)

III - 19

Kebijakan belanja daerah Kota Surakarta tahun 2015 yaitu

sebagai berikut :

a.

Belanja langsung diupayakan untuk mendukung prioritas

pembangunan tahun 2015 dan juga menampung isu

pelaksanaan Pemilukada Tahun 2015

b.

Belanja langsung, diharapkan juga menampung beberapa isu

tahun 2015, seperti:

1)

Penyelesaian Target RPJM Daerah Kota Surakarta Tahun

2010– 2015;

2)

Pelaksanaan Pemilukada Tahun 2015;

3)

Target Penurunan Angka Kemiskinan menjadi sebesar

7,12% berpedoman pada Peraturan Walikota Surakarta

Nomor 2 – H Tahun 2013 tentang Strategi Penanggulangan

Kemiskinan Daerah Kota Surakarta, dengan sasaran

program mengacu pada Keputusan Walikota Surakarta

Nomor 401/11-Q/1/2014 tentang Penetapan Jumlah

Penduduk Miskin Kota Surakarta Tahun 2013;

4)

Percepatan Pencapaian Millenium Development Goals

(MDG’s) Tahun 2015;

5)

penyesuaian

terhadap

kebjakan

jaminan

kesehatan

nasional (JKN);

6)

Peningkatan

infrastruktur

kota

dalam

rangka

meningkatkan daya saing Kota Surakarta sebagai tujuan

wisata, jasa dan investasi;

7)

Serta beberapa alokasi belanja yang harus dialokasikan

dalam mendukung periode transisi ke RPJMD berikutnya.

8)

Mulai

tahun

2015,

pengelolaan

keuangan

daerah

menerapkan akrual basis sebagai tindaklanjut amanat

Undang – Undang 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 tentang

Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis

Akrual Pada Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, perlu

dilakukan penyesuaian kebijakan belanja daerah melalui

perubahan regulasi dan peningkatan

capacity building

melalui program dan kegiatan tahun 2015.

(20)
[image:20.792.61.713.113.491.2]

III - 20

Tabel 3.9

Struktur Belanja Daerah Kota Surakarta Tahun 2013 – 2015

No

Uraian

Realisasi2013

APBD2014

Target RPJMD

2015

Proyeksi 2015

1.

Belanja Tidak

Langsung

851.623.896.400 (62,02%)

890.221.017.380 ( 58,78 %)

772.494.720.000 ( 73,33 %)

890.175.094.000 (60,34%)

Belanja Pegawai 732,801,975,077 803,801,765,000 682.448.677.000 803.801.765.000

Belanja Bunga 3,011,103,582 795,923,000 3.493.885.000 790.000.000

Belanja Hibah 114,277,841,058 81,892,813,380 77.271.018.000 81.892.813.000

Belanja Bantuan Sosial

197,933,087 1,040,000,000 8.281.140.000 1.000.000.000

Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten /Kota/Pemerintah Desa dan Partai Politik

690,515,376 690,516,000 0 690.516.000

Belanja Tidak Terduga

644,528,220 2,000,000,000 1.000.000.000 2.000.000.000

2.

Belanja Langsung

521.499.567.317 (37,98%)

624.210.859.620 (41,22 %)

280.915.833.000 ( 26,67 %)

(21)

III - 21

Tabel 3.10

Proyeksi Pagu Indikatif Belanja Langsung Per Urusan/Bidang

Tahun 2015

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 101 Urusan WAJIB Bidang

Pendidikan 80.412.405.870 151.119.679.620

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 7.073.561.000 9.800.232.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 8.246.340.000 10.677.555.000 00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 0 12.000.000

00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan

keuangan 101.552.000 140.172.000

01.01.15 Program Pendidikan Anak Usia

Dini 923.374.000 1.631.570.000

01.01.16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan

Tahun 40.002.925.470 79.962.456.720

01.01.17 Program Pendidikan Menengah 9.455.971.400 29.299.121.400 01.01.18 Program Pendidikan Non

Formal 290.000.000 1.769.000.000

01.01.19 Program Pendidikan Luar Biasa 1.000.000.000 2.650.000.000 01.01.20 Program Peningkatan Mutu

Pendidik dan Tenaga

Kependidikan 12.252.352.000 13.490.672.500

01.01.22 Program Manajemen Pelayanan

Pendidikan 1.066.330.000 1.686.900.000

102 Urusan WAJIB Bidang

Kesehatan 73.861.108.500 126.689.447.650

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 3.898.751.400 5.577.307.000 00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 2.463.902.000 4.694.010.000

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 0 500.000.000

00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 327.390.000 586.140.000

01.02.15 Program Obat dan Perbekalan

Kesehatan 6.062.740.000 5.909.730.000

01.02.16 Program Upaya Kesehatan

(22)

III - 22

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.02.17 Program Pengawasan Obat dan

Makanan 36.697.000 44.172.000

01.02.19 Program Promosi Kesehatan

dan Pemberdayaan masyarakat 1.539.735.000 4.833.520.500

01.02.20 Program Perbaikan Gizi

Masyarakat 1.686.310.000 1.740.403.000

01.02.21 Program Pengembangan

Lingkungan Sehat 52.826.000 96.761.000

01.02.22 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Menular 899.264.000 825.314.500

01.02.23 Program Standarisasi

Pelayanan Kesehatan 1.707.373.100 2.413.773.500

01.02.25 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas

pembantu dan jaringannya 4.799.670.000 16.937.698.000 01.02.26 Program pengadaan,

peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit

paru-paru/rumah sakit mata 18.641.037.000 27.125.000.000 01.02.27 Program pemeliharaan sarana

dan prasarana rumah

sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit

mata 387.000.000 1.200.000.000

01.02.28 Program Kemitraan peningkatan pelayanan

kesehatan 995.317.000 0

01.02.29 Program peningkatan pelayanan kesehatan anak

balita 14.740.000 99.436.250

01.02.30 Program peningkatan

pelayanan kesehatan lansia 500.000 0

01.02.31 Program pengawasan dan pengendalian kesehatan

makanan 19.000.000 26.767.000

01.02.32 Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan

dan anak 137.445.000 346.140.000

01.02.33 Program Peningkatan

Pelayanan BLUD 6.734.918.000 28.880.761.500

(23)

III - 23

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 103 Urusan WAJIB Bidang

Pekerjaan Umum 93.057.025.000 371.242.034.900

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 874.652.000 1.258.580.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 849.910.000 2.170.000.000 00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 0 100.000.000

01.03.15 Program Pembangunan Jalan

dan Jembatan 7.755.731.000 50.826.000.000

01.03.16 Program Pembangunan saluran

drainase/gorong-gorong 5.000.000.000 20.850.000.000

01.03.17 Program Pembangunan

turap/talud/brojong 2.000.000.000 9.000.000.000

01.03.18 Program

rehabilitasi/pemeliharaan

Jalan dan Jembatan 31.672.367.500 88.894.367.900 01.03.23 Program peningkatan sarana

dan prasarana kebinamargaan 75.000.000 100.000.000

01.03.24 Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan

lainnya 0 0

01.03.28 Program pengendalian banjir 3.127.485.000 9.700.000.000 01.03.29 Program pengembangan

wilayah strategis dan cepat

tumbuh 32.687.080.000 116.530.185.000

01.03.30 Program pembangunan

infrastruktur perdesaaan 9.014.799.500 71.812.902.000

104 Urusan WAJIB Bidang

Perumahan 17.107.674.900 16.540.420.000

01.04.15 Program Pengembangan

Perumahan 200.000.000 400.000.000

01.04.16 Program Lingkungan Sehat

Perumahan 1.191.108.000 2.655.000.000

01.04.18 Program perbaikan perumahan

akibat bencana alam/sosial 13.535.700.000 9.835.655.000

01.04.19 Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan

bahaya kebakaran 764.050.000 952.550.000

01.04.20 Program pengelolaan areal

pemakaman 1.416.816.900 2.697.215.000

(24)

III - 24

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 105 Urusan WAJIB Bidang

Penataan Ruang 10.456.200.000 35.288.978.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 431.500.000 371.500.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 364.700.000 503.300.000 01.05.15 Program Perencanaan Tata

Ruang 8.485.000.000 22.790.000.000

01.05.16 Program Pemanfaatan Ruang 725.000.000 10.710.438.000 01.05.17 Program Pengendalian

Pemanfaatan Ruang 450.000.000 913.740.000

106 Urusan WAJIB Bidang

Perencanaan Pembangunan 11.458.156.000 23.052.013.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 552.640.000 1.937.280.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 562.680.000 1.121.000.000

00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan

keuangan 0 100.000.000

01.06.15 Program Pengembangan

data/informasi 630.000.000 670.000.000

01.06.16 Program Kerjasama

Pembangunan 841.000.000 1.452.000.000

01.06.17 Program Pengembangan

Wilayah Perbatasan 100.000.000 1.000.000.000

01.06.18 Program Perencanaan Pengembangan Wilayah

Strategis dan cepat tumbuh 0 1.650.000.000

01.06.19 Program Perencanaan Pengembangan Kota-kota

menengah dan besar 128.430.000 1.164.240.000 01.06.20 Program peningkatan kapasitas

kelembagaan perencanaan

pembangunan daerah 308.800.000 447.380.000

01.06.21 Program perencanaan

pembangunan daerah 2.753.606.000 5.865.113.000

01.06.22 Program perencanaan

pembangunan ekonomi 296.000.000 350.000.000

01.06.23 Program perencanaan sosial

(25)

III - 25

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.06.24 Program perencanaan

prasarana wilayah dan sumber

daya alam 150.000.000 400.000.000

01.06.25 Program perencanaan pembangunan daerah rawan

bencana 300.000.000 650.000.000

01.06.26 Program Peningkatan

Pelayanan BLUD 4.500.000.000 5.000.000.000

107 Urusan WAJIB Bidang

Perhubungan 30.457.074.700 64.495.711.700

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 5.179.555.000 8.321.472.500

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 3.024.333.700 6.719.525.000

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 102.366.000 223.500.000

00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 100.000.000 150.000.000

00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan

keuangan 27.510.000 27.000.000

01.07.15 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas

Perhubungan 2.003.600.000 3.695.268.500

01.07.16 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan

Fasilitas LLAJ 190.000.000 418.110.000

01.07.17 Program peningkatan

pelayanan angkutan 7.203.620.000 15.964.010.700

01.07.18 Program Pembangunan Sarana

dan Prasarana Perhubungan 10.000.000.000 20.000.000.000

01.07.19 Program peningkatan dan

pengamanan lalu lintas 2.626.090.000 3.976.825.000

01.07.20 Program peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan

bermotor 0 5.000.000.000

108 Urusan WAJIB Bidang

Lingkungan Hidup 73.025.711.750 74.229.462.850

00.00.01 Program Pelayanan

(26)

III - 26

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 13.638.641.000 16.691.608.000

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 174.033.500 175.000.000

00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 20.000.000 30.000.000

01.08.15 Program Pengembangan Kinerja

Pengelolaan Persampahan 13.554.205.850 27.664.857.500

01.08.16 Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan

Lingkungan Hidup 763.093.000 2.730.000.000

01.08.17 Program Perlindungan dan

Konservasi Sumber Daya Alam 787.508.000 1.624.650.000

01.08.18 Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber

daya Alam 50.000.000 100.000.000

01.08.19 Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Hidup 233.000.000 310.000.000

01.08.20 Program Peningkatan

Pengendalian Polusi 961.008.000 850.000.000

01.08.24 Program Pengelolaan ruang

terbuka hijau (RTH) 5.918.990.000 17.674.375.350

109 Urusan WAJIB Bidang

Pertanahan 650.120.000 1.080.000.000

01.09.16 Program Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan

pemanfaatan tanah 374.400.000 730.000.000

01.09.17 Program Penyelesaian

konflik-konflik pertanahan 88.000.000 100.000.000

01.09.18 Program Pengembangan Sistem

Informasi Pertanahan 187.720.000 250.000.000

110 Urusan WAJIB Bidang Kependudukan dan Catatan

Sipil 3.640.345.000 7.006.496.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 753.012.000 1.569.230.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

(27)

III - 27

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.10.15 Program Penataan Administrasi

Kependudukan 2.655.098.000 5.134.506.000

111 Urusan WAJIB Bidang Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak 9.424.172.500 18.378.696.500

01.11.15 Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas Anak dan

Perempuan 453.236.000 680.250.000

01.11.16 Program Penguatan Kelembagaan

Pengarusutamaan Gender dan

Anak 5.139.106.500 13.448.075.000

01.11.17 Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan

Perempuan 704.280.000 1.087.000.000

01.11.18 Program Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender

dalam pembangunan 3.124.050.000 3.159.871.500

01.11.19 Program penguatan

kelembagaan pengarusutamaan

gender dan anak 3.500.000 3.500.000

112 Urusan WAJIB Bidang Keluarga Berencana dan

Keluarga Sejahtera 3.799.687.000 2.219.540.000

01.12.15 Program Keluarga Berencana 1.598.202.000 750.450.000 01.12.16 Program Kesehatan Reproduksi

Remaja 332.000.000 370.250.000

01.12.17 Program pelayanan kontrasepsi 357.985.000 442.490.000 01.12.18 Program pembinaan peran

serta masyarakat dalam

pelayanan KB/KR yang madiri 26.000.000 96.500.000

01.12.19 Program promosi kesehatan ibu, bayi dan anak melalui kelompok kegiatan di

masyarakat 0 40.000.000

01.12.20 Program pengembangan pusat pelayanan informasi dan

konseling KRR 3.500.000 10.300.000

01.12.21 Program peningkatan

penanggulangan narkoba, PMS

termasuk HIV/ AIDS 1.480.000.000 472.250.000 01.12.23 Program penyiapan tenaga

(28)

III - 28

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 keluarga

01.12.24 Program pengembangan model operasional

BKB-Posyandu-PADU 2.000.000 8.500.000

113 Urusan WAJIB Bidang Sosial 3.357.008.000 4.150.002.400

01.13.15 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah

Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Lainnya 62.200.000 111.500.000

01.13.16 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan

Sosial 776.310.000 846.310.000

01.13.18 Program pembinaan para

penyandang cacat dan trauma 125.000.000 345.000.000

01.13.19 Program pembinaan panti

asuhan/ panti jompo 1.598.884.000 1.792.977.400

01.13.20 Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, narkoba

dan penyakit sosial lainnya) 339.818.000 375.000.000 01.13.21 Program Pemberdayaan

Kelembagaan Kesejahteraan

Sosial 454.796.000 679.215.000

114 Urusan WAJIB Bidang

Ketanagakerjaan 4.016.574.000 6.718.468.500

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 907.458.000 1.410.394.400

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 1.899.216.000 3.902.111.600

00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 0 110.000.000

01.14.15 Program Peningkatan Kualitas

dan Produktivitas Tenaga Kerja 235.000.000 245.962.500

01.14.16 Program Peningkatan

Kesempatan Kerja 300.000.000 360.000.000

01.14.17 Program Perlindungan Pengembangan Lembaga

Ketenagakerjaan 674.900.000 690.000.000

(29)

III - 29

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 115 Urusan WAJIB Bidang

Koperasi dan Usaha Kecil

Menengah 4.403.634.500 6.929.641.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 251.440.000 524.200.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 347.820.000 308.687.000

00.00.06 Program peningkatan pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan

keuangan 21.490.000 35.530.000

01.15.15 Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang

kondusif 300.500.000 1.143.800.000

01.15.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan

Keunggulan Kompetitif Usaha

Kecil Menengah 2.052.734.500 2.059.215.000

01.15.17 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha

Mikro Kecil Menengah 1.278.880.000 2.378.209.000

01.15.18 Program Peningkatan Kualitas

Kelembagaan Koperasi 150.770.000 480.000.000

116 Urusan WAJIB Bidang

Penanaman Modal Daerah 2.048.646.800 5.540.209.800

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 634.046.800 703.279.800

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 140.000.000 1.735.000.000

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 64.000.000 64.000.000

01.16.15 Program Peningkatan Promosi

dan Kerjasama Investasi 910.600.000 2.558.930.000

01.16.16 Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi

Investasi 200.000.000 305.000.000

01.16.17 Program Penyiapan potensi sumberdaya, sarana dan

prasarana daerah 100.000.000 174.000.000

(30)

III - 30

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 Kebudayaan

01.17.15 Program Pengembangan Nilai

Budaya 250.650.000 622.000.000

01.17.16 Program Pengelolaan Kekayaan

Budaya 2.104.430.000 12.761.200.000

01.17.17 Program Pengelolaan

Keragaman Budaya 2.936.403.575 2.946.600.000

118 Urusan WAJIB Bidang

Kepemudaan dan Olah Raga 5.246.520.000 8.112.094.000

01.18.15 Program Pengembangan dan

Keserasian Kebijakan Pemuda 155.000.000 305.500.000

01.18.16 Program peningkatan peran

serta kepemudaan 1.028.977.000 1.069.877.000

01.18.17 Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan

dan kecakapan hidup pemuda 0 0

01.18.19 Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen

Olahraga 200.000.000 50.000.000

01.18.20 Program Pembinaan dan

Pemasyarakatan Olahraga 2.244.170.000 2.861.565.000

01.18.21 Program Peningkatan Sarana

dan Prasarana Olahraga 1.618.373.000 3.825.152.000

119 Urusan WAJIB Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik

Dalam Negeri 18.811.935.000 30.422.393.500

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 446.880.000 658.050.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 688.494.000 843.575.000 00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 160.000.000 495.000.000

01.19.15 Program peningkatan keamanan dan kenyamanan

lingkungan 13.992.166.500 21.537.692.000

01.19.16 Program pemeliharaan

kantrantibmas dan pencegahan

tindak kriminal 641.975.000 993.775.000

01.19.17 Program pengembangan

(31)

III - 31

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.19.18 Program kemitraan

pengembanganwawasan

kebangsaan 200.450.000 829.317.500

01.19.19 Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga

ketertiban dan keamanan 197.300.500 193.000.000

01.19.20 Program peningkatan pemberantasan penyakit

masyarakat (pekat) 279.910.000 545.000.000

01.19.21 Program pendidikan politik

masyarakat 474.174.000 474.174.000

01.19.22 Program pencegahan dini dan penanggulangan korban

bencana alam 125.000.000 840.000.000

120 Urusan WAJIB Bidang Otda, Pem Umum, Adm Keu Dae, Perangkat Dae, Kepegawaian

dan Persandian 121.313.630.860 245.516.742.960

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 20.843.856.860 28.033.696.560 00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 34.700.533.000 162.522.690.600

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 559.413.000 4.748.084.000

00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 171.060.000 742.185.000 00.00.06 Program peningkatan

pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan

keuangan 1.417.462.000 1.307.891.000

01.20.15 Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat

daerah 15.789.578.000 17.368.534.000

01.20.16 Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala

daerah/ wakil kepala daerah 1.093.098.000 1.266.692.000

01.20.17 Program peningkatan dan Pengembangan pengelolaan

keuangan daerah 12.166.055.000 11.598.375.000

01.20.18 Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan

(32)

III - 32

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 01.20.19 Program pembinaan dan

fasilitasi pengelolaan keuangan

desa 0 3.000.000

01.20.20 Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan

kebijakan KDH 1.401.200.000 2.692.885.000

01.20.21 Program Peningkatan Profesionalism tenaga pemeriksa dan aparatur

pengawasan 60.000.000 160.000.000

01.20.23 Program optimalisasi pemanfaatan teknologi

informasi 400.000.000 412.000.000

01.20.24 Program Mengintensifkan penanganan pengaduan

masyarakat 24.297.275.000 783.510.000

01.20.25 Program Peningkatan

Kerjasama Antar Pemerintah

Daerah 315.000.000 490.910.000

01.20.26 Program Penataan Peraturan

Perundang-undangan 1.904.645.000 2.975.287.000

01.20.27 Program Penataan Daerah

Otonomi Baru 750.000.000 991.000.000

01.20.45 Program Pendidikan Kedinasan 1.768.943.000 1.615.329.000 01.20.46 Program peningkatan kapasitas

sumberdaya aparatur 1.799.774.000 3.867.992.500

01.20.47 Program Pembinaan dan

Pengembangan Aparatur 1.723.188.000 3.623.780.500

121 Urusan WAJIB Bidang

Ketahanan Pangan 9.765.038.000 23.263.297.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 112.879.000 268.080.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 55.000.000 64.500.000

01.21.15 Program Peningkatan Ketahanan Pangan

pertanian/perkebunan 9.597.159.000 22.930.717.000

122 Urusan WAJIB Bidang Pemberdayaan Masyarakat

(33)

III - 33

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 820.812.000 1.172.730.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 697.050.000 1.194.000.000

01.22.15 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat

Pedesaan 1.215.718.000 3.040.005.000

01.22.16 Program pengembangan

lembaga ekonomi pedesaan 450.000.000 535.000.000 01.22.17 Program peningkatan

partisipasi masyarakat dalam

membangun desa 2.398.291.500 2.249.850.000

01.22.19 Program peningkatan peran

perempuan di perdesaan 0 500.000.000

123 Urusan WAJIB Bidang

Statistik 240.000.000 320.000.000

01.23.15 Program pengembangan

data/informasi/statistik daerah 240.000.000 320.000.000

124 Urusan WAJIB Bidang

Kearsipan 773.080.500 810.200.000

01.24.15 Program perbaikan sistem

administrasi kearsipan 135.000.000 145.000.000

01.24.16 Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip

daerah 145.000.000 220.000.000

01.24.17 Program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan

prasarana kerasipan 292.200.000 250.000.000 01.24.18 Program peningkatan kualitas

pelayanan informasi 200.880.500 195.200.000

125 Urusan WAJIB Bidang

Komunikasi dan Informatika 5.145.746.504 7.683.017.000

01.25.15 Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan

Media Massa 1.616.870.000 3.076.175.000

01.25.16 Program pengkajian dan penelitian bidang komunikasi

dan informasi 122.937.504 775.960.000

01.25.18 Program kerjasama informsi

dan media massa 3.405.939.000 3.830.882.000

(34)

III - 34

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 126 Urusan WAJIB Bidang

Perpustakaan 7.202.470.000 7.269.615.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 253.030.000 597.362.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 5.637.200.000 5.182.600.000 01.26.15 Program Pengembangan

Budaya Baca dan Pembinaan

Perpustakaan 1.312.240.000 1.489.653.000

201 Urusan PILIHAN Bidang

Pertanian 5.905.116.000 5.709.059.500

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 989.342.000 1.300.663.000

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 669.890.000 1.123.396.500

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 4.000.000 5.000.000

02.01.15 Program Peningkatan

Kesejahteraan Petani 0 125.000.000

02.01.17 Program peningkatan pemasaran hasil produksi

pertanian/perkebunan 150.000.000 275.000.000 02.01.18 Program peningkatan

penerapan teknologi

pertanian/perkebunan 0 30.000.000

02.01.19 Program peningkatan produksi

pertanian/perkebunan 600.000.000 750.000.000

02.01.21 Program pencegahan dan penanggulangan penyakit

ternak 200.000.000 250.000.000

02.01.22 Program peningkatan produksi

hasil peternakan 0 300.000.000

02.01.23 Program peningkatan pemasaran hasil produksi

peternakan 200.000.000 350.000.000

02.01.24 Program peningkatan

penerapan teknologi petemakan 3.091.884.000 1.200.000.000

203 Urusan PILIHAN Bidang Energi dan Sumberdaya

Mineral 80.000.000 0

02.03.15 Program pembinaan dan

(35)

III - 35

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 pertambangan

204 Urusan PILIHAN Bidang

Pariwisata 4.038.102.400 8.332.058.685

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 1.523.802.000 2.009.078.685

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 282.540.000 447.980.000

02.04.15 Program Pengembangan

Pemasaran Pariwisata 717.040.400 1.089.000.000

02.04.16 Program Pengembangan

Destinasi Pariwisata 1.130.633.000 3.971.000.000

02.04.17 Program Pengembangan

Kemitraan 384.087.000 815.000.000

205 Urusan PILIHAN Bidang

Kelautan dan Perikanan 2.479.968.000 2.655.000.000

02.05.20 Program pengembangan

budidaya perikanan 2.424.988.000 2.600.000.000

02.05.23 Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran

produksi perikanan 54.980.000 55.000.000

206 Urusan PILIHAN Bidang

Perdagangan 17.700.545.850 24.991.420.000

00.00.01 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran 9.319.907.350 9.901.747.500

00.00.02 Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur 1.739.471.500 5.168.138.000

00.00.03 Program peningkatan disiplin

aparatur 0 91.486.250

00.00.05 Program peningkatan kapasitas

sumber daya aparatur 75.000.000 275.000.000

02.06.15 Program Perlindungan Konsumen dan pengamanan

perdagangan 2.518.462.000 1.250.000.000

02.06.17 Program Peningkatan dan

Pengembangan Ekspor 1.286.180.000 1.835.000.000

02.06.18 Program Peningkatan Efisiensi

Perdagangan Dalam Negri 740.370.000 1.453.212.500

02.06.19 Program Pembinaan pedagang

(36)

III - 36

KODE BIDANG URUSAN

PEMERINTAH DAERAH

ANGGARAN PAGU INDIKATIF

RKPD TH. 2014

PAGU INDIKATIF RKPD TH. 2015 207 Urusan PILIHAN Bidang

Industri 1.500.700.000 2.400.000.000

02.07.15 Program peningkatan Kapasitas

Iptek Sistem Produksi 391.800.000 500.000.000

02.07.16 Program Pengembangan

Industri Kecil dan Menengah 226.400.000 450.000.000 02.07.17 Program Peningkatan

Kemampuan Teknologi Industri 217.000.000 950.000.000

02.07.18 Program Penataan Struktur

Industri 665.500.000 500.000.000

208 Urusan PILIHAN Bidang

Ketransmigrasian 195.500.000 316.500.000

02.08.15 Program Pengembangan

Wilayah Transmigrasi 195.500.000 316.500.000

TOTAL 632.447.252.709 1.307.503.584.565

4. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah

Pemerintah Kota Surakarta tidak merencanakan penerimaaan

pinjaman

daerah,

sehingga

praktis

sumber

penerimaaan

pembiayaan

mengalami

tekanan

yang

berdampak

pada

menurunnya sumber pendapatan daerah dari pos penerimaaan

pembiayaan. Pola pengelolaan, penerimaan, pembiayaan daerah

masih bertumpu pada penerimaan SILPA, penerimaan kredit

bergulir dan penerimaan dari pihak ketiga. Penerimaan

pembiayaan

daerah

Kota

Surakarta

pada

tahun

2015

diproyeksikan menurun menjadi sebesar Rp.29.750.000.000,-. Hal

ini disebabkan adanya penurunan SILPA 2015 yang diasumsikan

hanya sebesar Rp.25.000.000.000,-, lebih rendah dari asumsi

penerimaan

SILPA

Tahun

2014.

Dari

sisi

pengeluaran

pembiayaan,

Pemerintah

Kota

Surakarta

berkewajiban

mengalokasikan untuk Pembayaran utang pokok.

Arah kebijakan yang diambil berkaitan dengan pembiayaan

daerah adalah sebagai berikut:

a.

Penerimaan

pembiayaan

daerah

dilakukan

dengan

mengoptimalkan pemanfaatan sisa dana tahun lalu (SILPA),

serta tidak melakukan pinjaman daerah;

(37)

III - 37

akrual pada tahun 2015 dan menjadi salah satu sumber

pendanaan keuangan daerah;

c.

Pengeluaran pembiayaan diutamakan untuk pembayaran

hutang pokok yang jatuh tempo;

d.

Pengelolaan dana kredit bergulir melalui pengeluaran

pembiayaan tahun 2015 menyesuaikandengan regulasi

pengelolaan dana kredit bergulir dari Pemerintah Pusat dan

pembentukan kelembagan yang sesuai dalam mengelola

kredit bergulir.

(38)
[image:38.792.74.726.132.446.2]

III - 38

Tabel 3.11

Proyeksi Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2015

NO

URAIAN

Realisasi

2013

APBD

2014

Target

RPJMD 2015

Proyeksi

2015

Penerimaan Pembiayaan

205.270.429.771

61.655.387.000

16.350.000.000

29.750.000.000

1 SILPA 202.305.162.350 57.155.387.000 15.000.000.000 25.000.000.000

2 Penerimaan Kembali Dana Pinjaman/Dana Bergulir

516.016.481 500.000.000 450.000.000 750.000.000

3 Penerimaan Pihak Ketiga 2.449.250.940 4.000.000.000 9.00.000.000 4.000.000.000

Pengeluaran

Pembiayaan

52.548.367.224

33.529.538.000

17.450.000.000

9.500.000.000

1 Penyertaan Modal 15.982.000.000 26.972.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000 2 Pembayaran utang pokok 33.681.693.943 1.557.538.000 12.965.136.000 1.500.000.000 3 Pemberian Pinjaman

Daerah/Kredit Bergulir

995.000.000 1.000.000.000 625.000.000 1.000.000.000 <

Gambar

Tabel 3.1 Proyeksi Indikator Makro Ekonomi Kota Surakarta
Tabel 3.2
Tabel 3.3 Perkembangan Ekonomi Jawa Tengah Tahun 2012 – 2013,
Tabel 3.5 Keterkaitan antara kebijakan ekonomi Kota Surakarta dengan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum Hernia merupakan proskusi atau penonjolan isi suatu rongga dari berbagai Secara umum Hernia merupakan proskusi atau penonjolan isi suatu rongga dari

Wolff attributes this rather negative result regarding the role of education for economic growth to a number of factors: data problems, particularly with regard to the

Metapedadidaktik dalam Pembelajaran Matematika: Suatu Strategi Pengembangan Diri Menuju Guru Matematika Profesional.. Bandung:

Oleh karena itu dengan semakin positifnya nilai dari ROA maka akan menunjukkan kinerja keuangan yang baik pula yang akan di ikuti dengan meningkatnya harga saham dari perusahaan

Adapun urutan penyampaian materi dalam pembelajarannya adalah konsep jarak dan perpindahan, kelajuan dan kecepatan, grafik posisi terhadap waktu x(t) dan makna

Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas

Iklim politik negara Indonesia pada tahun 1955 (tahun penyelenggaraan pemilu yang pertama di Indonesia) adalah

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit, sedangkan variabel independen adalah independensi, pengalaman, due professional care , akuntabilitas,