• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS PSIKODIAGNOSTIK II.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SILABUS PSIKODIAGNOSTIK II.docx"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

Silabus

1. Identifikasi Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah : Psikodiagnostika II (Observasi)

Nama Kode : PG414

Jumlah SKS : 3 sks

Semester : 4 (empat)

Kelompok Mata Kuliah : MKK Program Studi Program Studi/Program : Psikologi/S1

Status Mata Kuliah : Wajib

Prasyarat : Lulus Psikodiagnostik I

Dosen : Dra. Hj. S.W. Indrawati, M.Pd., Psi. Syahnur Rahman, S.Psi., M.Si.

Dra. Hj. Lira Fessia Damaianti, S.Psi., M.Pd.

2. Tujuan

Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami makna, klasifikasi dan kedudukan observasi dalam diagnostik, serta memiliki kemampuan dalam melaksanakan observasi dengan benar.

3. Deskripsi Isi

Dalam perkuliahan ini dibahas mengenai teknik observasi, ciri-ciri observasi, validitas dan reliabilitas observasi, pembuatan daftar cek skala penilaian, kartu skor, analisis dokumen, praktikum penerapan observasi di bidang pendidikan, industri, dan sekolah.

4. Pendekatan Pembelajaran Ekspositori dan inkuiri

Metode : Ceramah, tanya jawab dan pemecahan masalah, diskusi laporan bab. Tugas : Praktikum dan laporan hasil observasi (standar APA).

Media : LCD, Whiteboard.

(2)

5. Evaluasi

 Kehadiran (partisipasi dalam kegiatan kelas)  UTS

 Laporan hasil observasi

 Penyajian laporan dalam bentuk presentasi

6. Rincian Materi Perkuliahan

Pertemuan 1 : Rencana perkuliahan, membahas dan mengakomodasi berbagai masukan dari mahasiswa.

Pertemuan 2 : Makna observasi, klasifiaksi, tujuan dan kedudukan observasi dalam Diagnostik. Suasana psikologis saat mengadakan observasi dan sejauh mana ketertiban observasi.

Pertemuan 3 : Teknik observasi : Observasi langsung (ketertiban observasi), validitas dan reliabilitas observasi, bagaimana membuat catatan observasi, skala

penilaian, analisis dokumen dll.

Pertemuan 4 : Diskusi Laporan bab “MAKING INSTRUCTIONAL MANAGEMENT DECISONS BEHAVIORS, CHARACTERISTICS, AND PROCESSES”. Pertemuan 5 : Diskusi Laporan bab “METHODS OF OBSERVING AND RECORD

KEEPING”.

Pertemuan 6 : Diskusi Laporan bab “BEHAVIOR TALLYING AND CHARTING”. Pertemuan 7 : Diskusi Laporan bab “CHEKLIST, PARTICIPATION CHARTS, AND

RATING SCALES”.

Pertemuan 8 : UTS (pembekalan observasi setting pendidikan dan setting industri). Pertemuan 9 : Praktikum observasi setting pendidikan (bimbingan proposal awal). Pertemuan 10 : Praktikum observasi setting pendidikan (pengambilan data di lapangan). Pertemuan 11 : Praktikum observasi setting pendidikan (penyusunan laporan).

Pertemuan 12 : Praktikum observasi setting pendidikan (presentasi + feed back). Pertemuan 13 : Praktikum observasi setting industri (bimbingan proposal awal). Pertemuan 14 : Praktikum observasi setting industri (pengambilan data di lapangan). Pertemuan 15 : Praktikum observasi setting industri (penyusunan laporan).

Pertemuan 16 : Praktikum observasi setting industri (presentasi + feed back).

(3)

7. Daftar Buku Buku utama :

Cartwright & Cartwright. (1990). Developing Observation Skills. Celifornia : Prentice Hall.

Referensi :

Alwasila, A. (2002). Pokoknya Kualitatif. Jakarta : Dunia Pustaka Jaya.

Frankel, RI. (1978). How To Design and Evaluate Resent in Education. Singapore : Mc Grow Hill Book.

Moleong, J.L. (1980). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Erlangga.

Nasution. (1998). Metodologi Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung : Tarsito.

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan hal yang penting untuk menentukan tujuan dari sistem informasi akuntansi. sehingga para peneliti dapat memfokuskan kepada elemen-elemen yang merupakan

Aceh Barat Dayadenganlahansawahseluas 11.108 Ha, dimanalahan yang telahdiairidenganirigasiseluas 5.540 Ha dan sisanya dengan system irigasi setengah teknis

Dalam pengumpulan data primer menggunakan observasi dan wawancara, data sekunder dengan studi pustaka. Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari SMAN

Beberapa pertimbangan mengapa aspek kerentanan bencana perlu dimasukkan dalam perencanaan sanitasi yang berbasis masyarakat antara lain sebagai berikut: 1) Daerah rawan

Adapun hasil terbaik tersebut semata-mata bukan hanya dari kemampuan daerah yang memanfaatkan secara langsung potensinya dengan baik, namun terdapat beberapa aspek lain

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak teknik menggunakan alat latihan beban yang dilakukan member Fitness GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai

Posisi tradisi “Piring Nazar” dalam Pendidikan Agama Kristen bagi keluarga sangat penting, karena telah menjadi salah satu bentuk atau metode pembelajaran untuk

Kedua, berdasarkan temuan-temuan penelitian tentang penerapan teknik dan prosedur penerjemahan ini, dibahaslah temuan-temuan penelitian yang bertemali dengan