• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " BAB I"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. UMUM

Tanah Datar adalah salah satu Kabupaten yang terletak pada bagian tengah Provinsi Sumatera Barat dengan ibu kota Batusangkar, secara geografis terletak pada 017 LS-039 LS dan 100 19 BT-100 51 BT dengan ketinggian 200 m 1000 m dpl.

Luas Wilayah Kabupaten Tanah Datar lebih kurang 1.336 km2 atau 133.600 Ha, tersebar dalam 14 kecamatan, 75 Nagari dan 395 jorong.

Kabupaten Tanah Datar terletak diantara dua gunung, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Singgalang.Secara tofografi Kabupaten Tanah Datar didominasi oleh Daerah Perbukitan yang memiliki banyak aliran sungai yang berasal dari pegunungan. Disamping itu Kabupaten Tanah Datar memiliki 2/3 dari Danau Singkarak yang juga merupakan potensi ekonomi yang cukup baik.

Jumlah PendudukKabupaten Tanah Datar keadaan 31 Desember 2015 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tercatat sebanyak 362.759jiwa.Untuk lebih jelasnya terliha pada tabel berikut ini:

Tabel 1.1

1 X Koto 150,02 21.208 20.908 42.116

2 Batipuh 144,27 16.285 16.359 32.644

3 Batipuh Selatan 82,73 5.377 5.469 10.846

4 Pariangan 76,43 10.250 10.352 20.602

5 Rambatan 129,15 19.463 18.837 38.300

6 Lima Kaum 50,00 18.776 18.907 37.683

7 Tanjung Emas 112,05 11.783 11.790 23.573

8 Pd.Ganting 83,50 7.183 7.475 14.661

9 Lintau Buo 60,22 9.580 9.485 19.065

10 Lintau Buo Utara 204,31 18.173 18.173 36.346

11 Sungayang 65,45 9.173 9.337 18.510

12 Sungai Tarab 71,85 15.992 15.718 31.710

(2)

14 Tanjung Baru 43,14 6.876 6.840 13.716

Tanah Datar 1.336.00 181.557 181.202 362.759

Sumber : Dinas Dukcapil Kabupaten Tanah Datar.

Potensi penduduk tersebut diharapkan mampu memiliki daya dukung untuk pelaksanaan program dan kegiatan dalam pembangunan, yang ditujukan untuk upaya pencapaian visi dan misi Kabupaten Tanah Datar. Program dan kegiatan prioritas pada setiap bidang atau sektor pembangunan, diharapkan akan mampu mencerminkan adanya kesatuan pembangunan antara aspek pemerintahan dan agama, aspek ekonomi, aspek sosial budaya, aspek tata ruang dan infrastruktur Kabupaten Tanah Datar dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

1.2. LATAR BELAKANG

Akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tahun 2015 adalah perwujudan kewajiban Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Tanah Datar serta sumber dana lainnya,dalam rangka mencapai misi pemerintah daerah secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tahun 2015

GoodGovernanceadalahkepemerintahan yangmengemban dan

menerapkanprinsip-prinsipprofesionalitas,akuntabilitas, transparansi,

pelayananprima,demokrasi, efisiensi, efektivitas,supremasihukumdan

dapatditerimaolehseluruhmasyarakat. Dalamrencanaaksinya(action plan), halinisejalan denganagenda reformasibirokrasiyaituterciptanya pemerintah yang bersih (clean government) yangmeliputi aspek-aspek :

1. Mewujudkan pemerintahan yang bebas dari praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

2. Disiplindalampenerimaandanpenggunaanuangrakyat,agartidaklagi

mengutamakan pola deficit funding dan menghapuskan adanya dana

publicnonbudgeter.

3. Penguatan sistem pengawasan dan akuntabilitas publik aparatur Negara.

BerdasarkanPeraturanMenteri NegaraPendayagunaan Aparatur

(3)

TeknisPerjanjianKinerja, PelaporanKinerja danTata CaraReviuAtas LaporanKinerjaInstansiPemerintahdinyatakanbahwasetiap organisasi publik

harusterbukadantransparandalampelaksanaantugasdan fungsinya.

Organisasipublik diharapkan dapatmembuat suatuRencana Strategis (Strategic Plan), Rencana Kinerja(Performance Plan), Penetapan Kinerja (PeformanceAgreement)danLaporanPertanggung-jawabanKinerja

(PerformanceAcountabilityReport) organisasi yang mencerminkan transparansi dan akuntabilitasnya.

PemerintahKabupatenTanahDatar selama initelahberupaya untuk memenuhikewajibannya untukmempertanggung-jawabkankinerjanya kepada publik melalui penyusunan Laporan Kinerja Intansi Pemerintah setiap tahunnya.

LaporanKinerjaPemerintahKabupatenTanahDatarTahun 2015 disusun

dengan maksud untukmemberikan gambaran dan informasi

capaiandariarahdankebijakan strategis padaRPJMDKabupatenTanah Datar Tahun 2010-2015 secaraakuntabel.

Sedangkan tujuan penyusunan Laporan KinerjaPemerintahKabupaten

TanahDatariniadalah(1)memberikan informasikinerja yangterukur

kepadapemberimandatataskinerjayangtelahdanseharusnya dicapai, (2)

sebagaiupayaperbaikanberkesinambungan bagiinstansi pemerintahuntuk

meningkatkan kinerjanya.

Selanjutnyamanfaat yang diharapkan dapatdiperoleh langsungdari penyusunan Laporan Kinerja antara lain :

1. PemerintahKabupatenTanahDatarterdorong untukmenyelenggarakan tugas umumpemerintahandanpembangunansecarabaikdanbenar (good governance)

yang didasarkan pada peraturan perundang- undangan

yangberlaku,kebijaksanaan yangtransparandan dapat dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat Kabupaten Tanah Datar.

2. Menjadikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akuntabel sehingga

dapatberoperasisecaraefisien, efektifdanresponsiveterhadapaspirasi

masyarakat dan lingkungannya.

3. Menjadikanmasukandanumpanbalikbagipihak-pihak yang

(4)

1.3. Urusan Pemerintahan

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1956 tentang pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah. Sejalan dengan diberlakukannya Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sebagai salah satu daerah otonom dituntut untuk mampu mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya menurut prakarsa sendiri, nyata dan bertanggung jawab berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perauran perundang-undangan yang berlaku.

Sebagaipelaksanaanketentuan Undang-UndangNomor23Tahun2014tentang

PemerintahDaerah pada Pasal12, dinyatakan bahwaurusanwajibyang

berkaitandenganpelayanandasar PemerintahanDaerahKabupaten/Kota, yaitu: 1. Pendidikan;

2. Kesehatan;

3. Pekerjaanumum danpenataanruang;

4. Perumahanrakyatdan kawasanpermukiman;

5. Ketenteraman,ketertiban umum, danpelindunganmasyarakat;dan 6. Sosial.

Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar meliputi :

1. Tenaga kerja

2. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak 3. Pangan

4. Pertahanan 5. Lingkungan hidup

6. Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil 7. Pemberdayaan masyarakat dan desa

8. Pengendalian penduduk dan keluarga berencana 9. Perhubungan

10. Komunikasi dan informatika

(5)

12. Penanaman modal

13. Kepemudaan dan olah raga 14. Statistik

15. Persandian 16. Kebudayaan 17. Perpustakaan, dan 18. Kearsipan

Disamping ituurusan pilihanyang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar adalah :

1. Pertanian. 2. Kehutanan. 3. Pariwisata.

4. Perikanan dan Kelautan.

5. Energi dan Sumber Daya Mineral. 6. Perdagangan.

7. Industri.

Dalampenyelenggaraanpemerintahan,BupatiTanah Datardibantu

olehperangkatdaerah.Secara umum perangkatdaerahtersebutterdiridari unsurstaf

yangmembantupenyusunankebijakan dankoordinasi,diwadahi

dalamlembagasekretariat Darah.UnsurpendukungtugasBupatidalam

penyusunandan pelaksanaankebijakan daerah yangbersifatspesifik,

diwadahidalam lembaga teknisdaerahdanunsur pelaksana urusandaerah diwadahi dalamlembagadinas daerah.

BerdasarkanPeraturanPemerintahNomor 41Tahun2007tentang Organisasi PerangkatDaerah,strukturorganisasi PemerintahKabupaten Tanah Datar terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas DaerahdanLembaga Teknis

Daerah,sertalembagalainyangdiatur diluar

PeraturanPemerintahNomor41Tahun2007yaituBadan Penanggulangan

Bencana,dengan uraian sebagai berikut :

1. SekretariatDaerah,SekretariatDewanPerwakilanRakyatDaerahdanStaf Ahli

Dibentuk berdasarkanPeraturan Daerah KabupatenTanah Datar

(6)

tentangPembentukanOrganisasidanTataKerjaSekretariatDaerah,SekretariatDewan PerwakilanRakyatDaerahdan StafAhli.

Sekretariat Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah, mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalammelaksanakan

tugaspenyelenggaraanpemerintahan,administrasi, organisasidan

tatalaksanasertamemberikanpelayananadministratif kepada

seluruhperangkatdaerahkabupaten, serta mempunyaifungsi perumusankebijakan PemerintahDaerah;pengkoordinasianpelaksanaan

tugasdinasdaerahdanlembagadaerah; penyelenggaraanadministrasi

pemerintahan;Pembinapegawainegeri sipildaerah;pengelolaan sumberdaya

aparatur, keuangan, prasarana dansarana Pemerintah

Daerah;danpelaksanaantugas lain yangdiberikan olehKepala Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

SekretariatDewanPerwakilanRakyatsecara teknis operasional

beradadanbertanggungjawabkepadaPimpinanDPRDdan secara

administrativebertanggungjawabkepadaKepala Daerah melalui Sekretaris

Daerah,yangmempunyaitugasmemberikanpelayanankepada anggota

DewanPerwakilanRakyat Daerah,serta

mempunyaifungsimenyelenggarakanadministrasikesekretariatan

DPRD;menyelenggarakan administrasikeuangan DPRD;

mendukungpelaksanaantugasdanfungsi DPRD;menyediakan

danmengkoordinasikantenagaahliyangdiperlukan

olehDPRDdalammelaksanakanfungsinya sesuaidengankemampuan keuangan daerah.

Staf Ahli Bupati Tanah Datar,bertanggung jawab kepada Bupati Tanah Datar, yang dalam pelaksanaan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah, sedangkan hubungan kerja dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah bersifat konsultasi dan koordinasi.

2. DinasDaerah

Dibentuk berdasarkanPeraturan Daerah KabupatenTanah Datar

nomor9Tahun2010 tentangPembentukanOrganisasi danTataKerja Dinas

(7)

Dinas Daerah berada dan bertanggung jawab kepada Kepala

DaerahmelaluiSekretarisDaerah yangbertugasmelaksanakan kewenangan

desentralisasi, serta mempunyai fungsi perumusan

kebijakanteknissesuaidenganlingkuptugasnya;pemberianperizinanpelaksanaan pelayanan umum; pembinaan terhadap Unit PelaksanaTeknis Dinas dalam lingkup tugasnya; pelaksanan tugas lain yang diberikan oleh KepalaDaerah sesuai dengantugas dan fungsinya.

3. Lembaga Teknis Daerah

Lembaga Teknis Daerah Dibentuk berdasarkanPeraturan Daerah

KabupatenTanah Datar Nomor 10Tahun2010tentangPembentukan

OrganisasidanTata Kerja Inspektorat,BadanPerencanaanPembangunan

DaerahdanPenanaman Modal. LembagaTeknis DaerahPemerintah

KabupatenTanahDatarterdiridari4(empat)lembagasetingkatbadan dan6(enam)

lembagasetingkatkantor,disampingitudibentuk Satuan PolisiPamongPraja

berdasarkanPeraturanDaerahKabupatenTanah DatarNomor11Tahun2010

tentangPembentukan OrganisasidanTata KerjaSatuan Polisi Pamong Praja.

LembagaTeknis Daerahmerupakan unsurpelaksanatugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat DaerahdanDinas Daerah, sertamempunyaifungsiperumusankebijakan teknissesuaidenganlingkuptugasnya;

penunjangpenyelenggaraan Pemerintahan Daerah;sertapelaksanaantugas

lainyangdiberikanoleh KepalaDaerah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4. Lembaga Teknis Lainnya

Disamping Lembaga Teknis Daerah yang mengacu kepada

PeraturanPemerintah Nomor41tahun2007jugadibentuklembagalain sebagai unsur

penunjangpemerintahandaerah, lembagalainyangdibentuk

tersebutadalahBadanPenanggulangan Bencana Daerahberdasarkan Peraturan DaerahKabupatenTanahDatarNomor12 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi danTata KerjaBadanPenanggulanganBencana Daerah.

BadanPenanggulanganBencana Daerahmerupakanunsur

pelaksanatugasteknis lainnya,beradadanbertanggung jawab kepada Kepala Daerah

melalui Sekretaris Daerah, yang

(8)

kewenangannyaditentukanberdasarkanamanahdariUndang-undangNomor24Tahun2007tentangPenanggulanganBencana,PeraturanPemerinta hNomor21Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana danPeraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Badan PenanggulanganBencanaDaerah. 5. Kecamatan

Merupakanperangkat daerahkabupaten sebagaipelaksanateknis

kewilayahan yangmempunyai wilayahkerjatertentu.Pembentukannya

berdasarkanPeraturanDaerahNomor 10Tahun2008Tentang

PembentukanOrganisasidanTataKerjaKecamatan.Susunan organisasi kecamatan terbagi 2 (dua) tipeyaitu kecamatan tipeAdan TipeB.

KecamatanmerupakanPerangkat DaerahKabupatenTanah Datar

yangmempunyaiwilayahtertentu, beradadi bawahdanbertanggung

jawabkepadaKepala DaerahmelaluiSekretarisDaerahKabupatenTanah Datar,

yangmenerimapelimpahansebagiankewenangan pemerintahan dariKepala

Daerah.Kecamatanmempunyaitugasdanfungsi

melaksanakankewenanganpemerintahan yangdilimpahkanolehKepala

Daerahsesuaikarakteristik wilayah,kebutuhandaerahdantugas pemerintahan

lainnyaberdasarkanPeraturanPerundang-undangan.Disampingitujugamenyelenggarakantugas umumpemerintahmeliputi: mengkoordinasikan kegiatanpemberdayaanmasyarakat; mengkoordinasikanupaya penyelenggaraanketenteramandanketertibanumum;

mengkoordinasikanpenerapan dan penegakanPeraturanPerundang-undangan;

mengkoordinasikanpemeliharaanprasarana danfasilitas

pelayananumum;mengkoordinasikanpenyelenggaraan kegiatan

pemerintahanditingkatKecamatan; membinapenyelenggaraan

pemerintahanNagari; melaksanakanpelayananmasyarakatyangmenjadi ruang lingkuptugasnyadanatau yangbelumdapatdilaksanakan pemerintahanNagari.

Adapun Tata Kerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar adalah sebagai berikut :

1) Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas/Badan/Inspektur/Kepala Kantor, Kepala Satuan

(9)

2) SetiapPimpinanUnitKerjaPerangkatDaerahKabupatenTanahDatar

wajibmenyampaikan laporandan memberikanpenjelasanteknis dan atau keterangan kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah perihal kebijakan pemerintah daerah;

3) SekretarisDaerah mengelolalaporanyang

disampaikanolehmasing-masingUnitKerja PerangkatDaerahKabupatenTanahDatar untuk

disampaikankepada KepalaDaerahsebagaiperumusankebijakanlebih lanjut. 4) Setiap Pimpinan Unit Kerja Perangkat Daerah sebagai Entitas

AkuntabilitasKinerjaSKPDwajibmenyampaikanLaporanKinerjasecara periodik kepadaKepalaDaerah melalui SekretarisDaerah.

Untukmenggerakkanstruktur organisasiPemerintahDaerah berdasarkan urusan,kewenangan,tugaspokokdanfungsisebagaimana

tersebutdiatas,PemerintahKabupaten TanahDatarpada tahun 2015 didukung

oleh sumberdayamanusiasebanyak7.356orangpegawainegerisipil, dengan

komposisi sebagai berikut :

No. Kelompok Jabatan Data

Kelemba

1. Jabatan Pimpinan Tinggi

(Org)

a. JPT Madya ( Ess I )

b. JPT Pratama ( Ess II ) 23 22 23

2. Jabatan Administrasi (Org)

a. Jab.Administrator (Ess III).

b. Jab.Pengawas (Ess IV) c. Jab.Pelaksana (Ess V ) d. Jab Pelaksana ( JFU)

125

3. Jab.Fungsional (Non guru

dan Kesehatan) (Org) 230 6 515

4. Guru ( Org) 4.216 70 4.446

5. Kesehatan ( Org ) 674 1.070

Jumlah (Org) 748 7.356 76 9.718

Sumber : BKD dan Diklat Kabupaten Tanah Datar

Pegawai Negeri Sipil sebagai penggerak roda Pemerintahan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berada pada Organisasi Perangkat Daerah sebagaimana tersebut diatas.

(10)

ruhan dapat dilihat pada gambar 1.1.

1.4. Permasalahan Pembangunan Kabupaten Tanah Datar

Permasalahan Pembangunan Daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran Pembangunan Daerah yang menjadi Isu Strategis dan Agenda Program yang dilaksanakan pada tahun 2015, antara lain :

1. Urusan Wajib

a. Urusan Pendidikan

Upaya peningkatan pembangunan Pendidikan di Kabupaten Tanah Datar telah memperlihatkan kecenderungan kearah yang lebih baik, namun dalam pelaksanaan program dan kegiatan masih ditemukan permasalahan, antara lain :

 Mutu pendidikan belum merata ditingkat SD, SLTP dan SLTA sehingga masih ada pandangan masyarakat adanya sekolah favorit dan sekolah non favorit.

 Angka partisipasi sekolah yang tergambar dalam APK dan APM berfluktuasi, terutama pada jenjang pendidikan SLTP/MTs dan SLTA/MA.  Rendahnya Kompetensi lulusan SMK, sehingga kurang mampu bersaing di

lapangan kerja.

 Belum meratanya dsitribusi guru yang sesuai dengan kebutuhan bidang study, terutama pada jenjang pendidikan SLTP dan SLTA,.

 Layanan pendidikan bagi anak penyandang cacat masih terbatas. b. Urusan Kesehatan

 Masih terbatasnya tenaga medis dan paramedis serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

 Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan belum

dilakukan secara optimal.

 Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

 Belum optimalnya pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan.  Belum optimalnya jejaring komunikasi kesehatan diantara instansi

(11)

Permasalahan yang terkait dengan urusan ke PU an antara lain :

 Wilayah Tanah Datar rawan bencana alam, seperti gempa bumi, banjir bandang/galodo dan longsor yang mengakibatkan rentannnya kerusakan terhadap infrastruktur (jalan, jembatan, irigasi dan air bersih ).

 Belum dilakukannya pengelolaan insfrastruktur secara

terpadu/integrated, untuk pengelolaan sumber daya air maupun penanganan sistem dan jaringan jalan, baik jalan kabupaten, provinsi maupun nasional.

 Cakupan pelayanan air bersih masih rendah.

 Masih terdapatnya rumah tidak layak huni, karena masih rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat.

 Kondisi drainase belum memadai, baik kualitas maupun kuantitas.  Terbatasnya sarana prasarana sanitasi pemukiman.

 Belum tersedianya dokumen perencanaan kawasan strategis dan cepat tumbuh.

d. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian.

 Sosialisasi peraturan per Undang-undangan yang menyangkut dengan kehidupan masyarakat belum optimal.

 SDM perangkat Nagari dalam memahami dan menerapkan peraturan per

Undang-undangan masih terbatas.

 Belum definitifnya tapal batas wilayah ( nagari,Kecamatan ) sehingga menimbulkan sengketa bagi penduduk diperbatasan, khususnya yang memiliki sumber daya alam.

 Penerapan SOP pelayanan kepada masyarakat belum optimal.

 Penataan Ulang kelembagaan Struktur Oerganisasi belum terlaksana karena Revisi Peraturan per Undang-undangan belum keluar.

 Terbatasnya sumber-sumber Pensdapatan Asli Daerah. e. Urusan Ketahanan Pangan.

Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan ketahanan pangandi Kabupaten Tanah Datar, antara lain :

(12)

 Masih tingginya tingkat kehilangan hasil selama proses pasca panen.  Belum adanya jaminan dan pengaturan harga produk pangan yang wajar dari

pemerintah, kecuali gabah/beras.

 Bervariasinya kemampuan distribusi pangan antar wilayah, antar musim yang menuntut kecermatan dalam mengelola sistem distribusi pangan agar tersedianya pangan pada tingkat konsumen sepanjang waktu.

 Pola konsumsi masyarakat belum mengacu pada beragam, bergizi dan berimbang.

 Belum optimalnya industri pengolahan pangan berbasis pangan lokal.

 Belum berkembangnya pangan alternatif yang berbasis sumberdaya pangan lokal.

2. Urusan Pilihan.

a. Urusan Pertanian

Prioritas Utama dalam pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui pengembangan ekonomi rakyat, yang bersumber bukan hanya dari kegiatan usaha tani (on-farm) saja, tetapi juga sebagian besar dari kegiatan diluar usaha tani (off-farm).

Beberapa permasalahan dalam pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura dapat dilihat dari 3 aspek permasalahan, yaitu :

1). Aspek Teknis

Dari segi permasalahan aspek teknis, yang menjadi penyebab antara lain : a). Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

b). Alih fungsi lahan

c). Perbaikan Infrastruktur di Pedesaan. d). Peningkatan mutu dan keamanan pangan.

e). Peningkatan ketersediaan sarana produksi pertanian. 2). Aspek Ekonomis

Dari segi permasalahan Ekonomis, yang menjadi penyebab antara lain : a). Penguatan daya saing ekonomi

b). Peningkatan akses permodalan petani. c). Peningkatan akses pemasaran hasil pertanian. 3). Aspek sosial

Dari permasalahan Sosial , hal yang menjadi penyebab antara lain : a). Peningkatan kemampuan kelembagaan Petani.

(13)

c). Pengembangan pola kemitraan dengan petani. b. Urusan Pariwisata.

Permasalahan yang sedang dihadapi dunia Pariwisata di Kabupaten Tanah Datar, antara lain :

1). Belum tersusunnya dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA)

2). Belum Optimalnya Promosi Pariwisata

3). Belum terintegrasinya seni budayas dengan paket-paket Wisata Daerah Kabupaten Tanah Datar

4). Belum optimalnya dukungan Infrastruktur pendukung Pariwisata. 5). Pengembangan Seni dan Budaya pendukung Pariwisata Daerah

belum optimal.

6). Penataan dan pengelolaan Objek Wisata dan Daya Tarik Wisata belum optimal.

7). Rendahnya kualitas SDM dibidang Pariwisata.

1.5. SISTEMATIKA PENULISAN.

Sebagai gambaran pelaksanaan Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berdasarkan Penetapan Kinerja tahun 2015, disusun Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tahun 2015, dengan Sistematika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Pada Bab ini disajikan kondisi umum Daerah serta organisasi dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.

BAB II : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Pada bab ini diuraikan ringkasan /ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan BAB III: AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini diuraikan capaian kinerja Organisasi untuk setiap pernyataan kinerja Sasaran Strategis Organisasi.

Untuk setiap pernyataan kinerja Sasaran Strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini.

(14)

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi. 4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada ). 5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan

kinerja serta alternatif solusi yang dilakukan. 6. Analisis efisiensi pengggunaan sumber daya.

7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan/ kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

B. Realisasi Anggaran.

Pada Sub Bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

BAB IV: PENUTUP.

Pada bab ini diuraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta saran langkah yang akan dilakukan oleh organisasi dimasa yang akan datang untuk meningkatkan kinerja Organisasi.

LAMPIRAN-LAMPIRAN;

(15)
(16)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...i

IKHTISAR EKSEKUTIF ...iii

DAFTAR ISI ...v

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Umum ... 1 1.2 Latar Belakang ... 1.3 Urusan Pemerintahan ... 1.4 Permasalahan Pembangunan Kabupaten Tanah Datar ... 1.5 Sistematika Penulisan ... BAB II PERENCANAAN KINERJA ...

2.1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Tanah Datar 2010-2015... 2.1.1. Pernyataan Visi dan Misi ... 2.1.2. Agenda dan Prioritas Pembangunan ... 2.1.3. Tujuan dan Sasaran ... 2.2. Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tahun 2015... 2.3. Anggaran Pendukung Kinerja Pemerintah Kabupatemn Tanah Datar 2015... BAB III AKUNTABILITAS KINERJA...

(17)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2020 ini merupakan perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan dinas untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan

Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi

Pada tahun 2015,dalamrangka penguatan kapasitasdan akuntabilitaskinerjaPemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Satuan KerjaPerangkat Daerah(SKPD)Kabupaten Tanah Datar serta

Kalimantan Tengah merupakan perwujudan dari pelaksanaan kewajiban Biro Pemerintahan dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan kinerja pelayanan agar

Akuntabilitas kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik untuk

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan

Dalam Inpres tersebut dinyatakan bahwa akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan

Akuntabilitas kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke merupakan perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke untuk mempertanggungjawabkan