di Tengah Gelombang Persaingan
Tahun 2015 menjadi tahun konfirmasi terjadinya perubahan
lingkungan usaha persemenan Indonesia. Rendahnya permintaan
akibat pelambatan pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya
pemain di industri, membuat Indonesia kini dan ke depan,
memasuki era persaingan ketat di pasar semen domestik, dengan
keunggulan daya saing dan kemampuan pengelolaan biaya
menjadi penentu kehadiran produk di pasar.
Kami telah mewaspadai kondisi tersebut dengan mempersiapkan
serangkaian program strategis, meliputi pengembangan fasilitas
produksi, fasilitas distribusi, dan diversifikasi produk semen
maupun non-semen yang ditujukan untuk memastikan kehadiran
produk Semen Indonesia di seluruh pasar potensial di Indonesia
maupun kawasan regional kini, maupun ke depan.
Kami menyikapi tahun 2015 dengan memperkuat fondasi
internal, memperkuat sinergitas untuk meningkatkan kualitas
keunggulan dan merealisasikan rencana pengembangan secara
bijaksana dalam rangka merajut momentum pertumbuhan
berkualitas dalam jangka panjang, mengatasi tahun-tahun
sulit penuh persaingan saat ini maupun di masa mendatang,
sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur nasional guna
membangun kejayaan bangsa.
di Tengah Gelombang Persaingan
1957
1999
2013
Tahun pendirian
Perseroan, memiliki
satu fasilias produksi
berkapasitas 250,000
ton ton per tahun
(kapasitas disain)
Cemex meningkatkan
kepemilikan saham Perseroan
mejadi sebesar 26%,
kepemilikan menjadi:
Pemerintah Indonesia: 51%
Public :
23%
Cemex :
14,0%
Nilai kapitalisasi pasar menjadi
Rp6,6 trilliun
Mendirikan PT Krakatau Semen
Indonesia, Joint venture company
dibidang pengolahan limbah
slag powder untuk bahan baku
pembuatan semen. Diikuti
pendirian PT Semen Gresik sebagai
langkah lanjutan dari proses
Initial Public Offering (IPO)
Perseroan, Nilai kapitalisasi pasar:
Rp0,63 triliun. Struktur kepemilikan
Perseroan:
Pemerintah Indonesia: 73%
Public: 27%
Blue Valley Holdings membeli seluruh
24.9% Cemex kepemilikan saham
SMGR, nilai kapitalisasi: Rp 21.5 triliun.
Kepemilikan:
Pemerintah Indonesia : 51%
Public :
24,1%
Blue Valley :
24,9%
Memulai tahap pembangunan 2 pabrik
semen baru dan 1 pembanngkit listrik.
Mulai tahap pembangunan fisik
Pabrikbaru di Rembang dan di
Padang (Indarung VI).
Mendirikan PT Sinergi Informatika
Semen Indonesia
1991
2006
Akuisisi perusahaan semen
dalam negeri, PT Semen Padang
(Persero) dan PT Semen Tonasa
(Persero).
Tanggal 31 Maret, Blue Valley
Holdings, menjual seluruh kepemilikan
saham SMGR. Nilai pasar (April,
2010): Rp72,3,1 triliun. Kepemilikan:
Pemerintah Indonesia : 51%
Public
: 49%
Memutuskan untuk segera
memulai realisasi pembangunan
pabrik baru di Aceh.
Cemex menjadi stratetic partner,
dengan kepemilikan saham sebesar
14,0%. Struktur kepemilikan
Perseroan menjadi:
Pemerintah Indonesia: 51%
Public :
35%
Cemex :
14,0%
Nilai kapitalisasi pasar menjadi
Rp4,9 triliun
kapitalisasi per 31 Desember 2012 Rp94
triliun, kapasitas produksi (installed)
sebesar 28,5 ton per tahun.
Menyelesaikan pembangunan 2 unit pabrik
semen.
Akuisisi Thang Long Cement Joint Stock
Company (TLCC), di Vietnam.
Menjadi Strategic Holding Company
dan merubah nama menjadi PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk.
1995
2010
2015
1998
Kami mengedepankan penerapan strategi
cost
management
untuk meraih
cost leadership
guna
meningkatkan daya saing dan mengatasi ketatnya
persaingan.
Kami menjalankan program pengendalian biaya
produksi, meningkatkan efisiensi operasional
dengan menurunkan intensitas pemakaian
energi, menekan biaya pemeliharaan, optimalisasi
pemakaian kemasan serta meningkatkan efisiensi
biaya distribusi untuk menekan beban operasional
per ton.
Hasilnya:
2015
Rasio Beban
201460.5
57.1 55.3
2013 2015
Rasio Beban
201417.4
16.4
15.8
2013
Rasio CoGS-to Sales
Naik terbatas
SGA-Sales
Pertumbuhan
Berkualitas di Masa
Mendatang
mengedepankan fokus strategi
revenue management.
Kami berupaya
mempertahankan kehadiran pasar dengan
memaksimalkan keunggulan-keunggulan
utama yang dimiliki, mencakup: kapasitas
produksi yang mumpuni, lokasi fasilitas
produksi yang strategis,
packing plant
yang tersebar di area prospektif untuk
mendukung jalur distribusi yang efektif dan
efisien serta tiga brand yang telah mengakar
di hati konsumen.
Hasilnya:
Volume Penjualan Total
bertahan sekitar
28,7
juta ton
Pangsa Pasar Domestik
Berkualitas
Sebagai bagian dari langkah antisipasi
peningkatan permintaan semen di masa
mendatang, kami tengah menyelesaikan
dua unit pabrik di Rembang dan di Padang
dengan progres pembangunan
masing-masing per akhir tahun 2015 sebesar
81,26% dan 78,24%. Dalam rangka
memperkokoh kehadiran Perseroan di
industri persemenan domestik, di akhir
tahun 2015, kami telah menginisiasi
pembangunan 1 unit pabrik baru di Aceh.
Selain itu, dalam rangka memperkuat
fondasi keuangan untuk mendukung
program ekspansi ke depan, kami senantiasa
mengalokasikan lebih dari 50% laba bersih
perusahaan sebagai cadangan modal.
Depan
Kami mulai mengembangkan usaha untuk
meraih potensi pendapatan produk
non-semen sesuai dengan perkembangan pasar,
sekaligus mengupayakan pendalaman pasar
untuk produk semen kami. Kami juga mulai
merancang pengembangan usaha yang
memiliki dampak penurunan terhadap
biaya-biaya produksi maupun distribusi secara
fundamental.
Hasilnya:
Kontribusi pendapatan non-semen
Kualitas Lingkungan
Kondisi usaha yang kurang kondusif bukan
penghalang bagi kami untuk mewujudkan
komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan
komunitas, baik dalam bentuk realisasi Program
PKbL maupun program pengembangan
komunitas lainnya. Kami merealisasikan
penyaluran dana program TJSL (Tanggung Jawab
Sosial dan Lingkungan) sebesar Rp136,4 miliar,
menyalurkan dana Kemitraan sebesar Rp69,6
miliar, dan dana bina Lingkungan sebesar
Rp30,1 miliar.
Kami juga mewujudkan komitmen perbaikan
kualitas lingkungan, dengan berpartisipasi pada
upaya mitigasi gas rumah kaca, meningkatkan
pemanfaatan energi alternatif, mengelola dan
memanfaatkan bahan daur ulang, menerapkan
inovasi dalam seluruh rangkaian kegiatan
operasional dan melaksanakan program
IKHTISAR
016
Ikhtisar Keuangan017
Ikhtisar operasional020
Peristiwa Penting022
Penghargaan & Sertifikasi.026
LAPORAN MANAJEMEN028
Laporan Dewan Komisaris038
Laporan Direksi050
LAPORAN PENGEMBANGAN USAHA052
Strategi bisnis059
Transformasi Korporasi067
Pengembangan Fasilitas Produksi dan Distribusi071
Pendanaan073
Ekspansi Regional078
INFORMASI PERUSAHAAN081
Nama Perseroan082
Visi dan misi083
budaya Perusahaan084
Sekilas Perseroan086
Keunggulan Perseroan088
Sumber Daya manusia089
Struktur Usaha dan Entitas Anak090
Struktur organisasi092
Peta Wilayah operasional dan Distribusi.094
Jenis Produk dan Fasilitas Pendukung.098
Alamat Kantor dan Akses Informasi099
Entitas Anak dan Entitas Asosiasi102
INFORMASI BAGI INVESTOR104
Ikhtisar Saham, Pembayaran Dividen dan Kronologi Pencatatan Saham106
Komposisi pemegang saham108
20 besar Pemegang Saham109
Struktur Kepemilikan Saham110
Kepemilikan Saham oleh Direksi111
Dividen dan Kebijakan Dividen111
Kondisi Pasar modal114
opini Analis115
Nama Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar modal117
TINJAUAN OPERASIONAL119
Pengelolaan Sumber Daya manusia138
Komitmen Pada Peningkatan Kualitas Pengelolaan Lingkungan150
Gerakan Inovasi Perseroan156
Teknologi Informasi dan Komunikasi166
Risiko dan manajemen Risiko178
PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN181
Tinjauan Ekonomi, Tinjauan Industri dan Prospek Usaha189
Tinjauan Usaha203
Tinjauan Kinerja Keuangan204
Ikhtisar Laporan Laba Rugi Konsolidasian209
Ikhtisar Posisi Keuangan Konsolidasian215
Ekuitas217
Arus Kas218
Kemampuan membayar Hutang220
Kebijakan Investasi228
Segmen Usaha Non-semen230
Segmen Usaha Lainnya232
Informasi-Informasi Material232
Investasi, Ekspansi dan Divestasi233
Ikatan material Untuk barang modal233
Transaksi Lindung Nilai233
Transaksi benturan Kepentingan234
Pinjaman Perbankan235
Perubahan Peraturan dan Perundangan yang Relevan dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan236
Perubahan Kebijakan/Standar Akuntansi dan Implikasinya terhadap Laporan Keuangan239
Transaksi dengan Pihak-pihak yang berelasi242
Aset dan Liabilitas moneter Dalam mataUang Asing
242
Informasi Kelangsungan Usaha244
LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN248
Tujuan252
Komitmen254
Assessment Penerapan GCG256
RoadMap Penerapan GCG249
Pedoman, Struktur dan mekanisme Tata-kelola259
Implementasi Praktek GCG262
Sistem manajemen Semen Indonesia Sebagai Pilar Penerapan GCG265
Rapat Umum Pemegang Saham274
Dewan Komisaris286
Direksi307
Komite Penunjang Dewan Komisaris318
Sekretaris Perusahaan322
Sistim Pengawasan dan Pengendalian Internal325
Internal Audit333
Akuntan Perseroan335
Penerapan manajemen Risiko336
Kode Etik Perusahaan342
Whistleblowing System347
Office of The CEO348
Tata Kelola yang Perlu mendapat Perhatian348
Perkara Hukum Yang Dihadapi Perseroan351
Dampak Keuangan Atas Seluruh Perkara Hukum351
Sanksi Administratif dari otoritas Terkait351
Komitmen Penegakan Hukum352
Akses Dan Transparansi Informasi354
Daftar Siaran Pers358
LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN367
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di bidang Lingkungan368
Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja372
Tanggung Jawab Sosial dan Kemasyarakatan375
Tanggung Jawab Terhadap Konsumen378
DATA DATA PERUSAHAAN380
Profil Dewan Komisaris384
Profil Dewan Direksi388
Profil Komite Audit389
Profil Komite Nominasi dan Remunerasi390
Profil Komite Strategi, manajemen Risiko dan Investasi391
Sekretaris Dewan Komisaris391
Corporate Secretary391
Kepala Audit Internal392
Daftar Alamat Entitas Anak dan Afiliasi394
Informasi bagi Pemegang Saham396
PENGESAHAN LAPORAN TAHUNAN(dalam jutaan Rupiah)
IKHTISAR POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI 2013a) 2014a) 2015
Aset lancar 9.972.110 11.648.545 10.538.704
Investasi pada entitas asosiasi 127.510 146.980 223.952
Aset tetap 18.862.518 20.221.067 25.167.683
Aset tak berwujud 1.158.475 1.103.697 1.134.306
Aset tidak lancar lainnya 712.490 1.211.386 1.088.474
Total Aset 30.883.103 34.331.675 38.153.119
Liabilitas jangka pendek 5.297.592 5.271.930 6.599.190
Liabilitas jangka panjang 3.784.029 4.054.815 4.113.131
Total Liabilitas 9.081.621 9.326.745 10.712.321
Total Ekuitas 21.751.482 25.004.930 27.440.798
Pengeluaran modal 2.707.065 2.493.801 5.650.020
modal kerja bersih 4.674.519 6.376.615 3.939.514
IKHTISAR LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN 2013 2014a) 2015
Pendapatan 24.501.241 26.987.035 26.948.004
Laba bruto 10.944.094 11.578.877 10.645.996
Laba usaha 7.062.993 7.142.178 5.945.532
Laba tahun berjalan 5.354.299 5.567.660 4.525.441
Total laba komprehensif tahun berjalan 5.852.023 5.642.318 4.662.164
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 5.370.247 5.559.902 4.521.491
Laba/Rugi yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali (15.949) 7.758 3.950
Total 5.354.299 5.567.660 4.525.441
Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 5.716.494 5.631.171 4.599.417
Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepadakepentingan non pengendali 135.529 11.147 62.747
Total 5.852.023 5.642.318 4.662.164
EbITDA b) 8.099.042 8.296.817 7.427.384
Kapitalisasi Pasar 83.931.008 96.090.624 67.619.328
Rata-rata tertimbang saham beredar (dlm ribu) 5.931.520 5.931.520 5.391.520
Laba per saham dasar (Rp) 905 937 762
RASIO-RASIO KEUANGAN 2013 2014a) 2015
marjin laba bruto (%) 44,7 42,9 39,5
marjin laba usaha (%) 28,8 26,5 22,1
marjin EbITDA (%) 33,1 30,7 27,6
Rasio EbITDA terhadap bunga 23,8 21,7 20,0
Rasio laba terhadap ekuitas (%) c) 25,7 23,2 17,1
Rasio laba terhadap total aset (%) 17,4 16,2 11,9
Rasio lancar (%) 188,2 220,9 159,7
Rasio laba terhadap investasi / Return on Investasi (%) 33,8 29,7 22,5
Rasio liabilitas terhadap ekuitas d) 19,6 16,3 15,1
Rasio liabilitas terhadap total aset (%) e) 13,3 11,4 10,5
Rasio kewajiban terhadap kapital (%) 15,8 13,5 12,7
a) Disajikan kembali terkait dengan penerapan standar akuntansi baru
b) Dihitung dengan laba usaha (Selain pendapatan dan beban operasi lainnya) ditambah dengan deplesi, depresi dan amortisasi c) Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
BIDANG INDUSTRI Satuan 2013 2014 2015
SEmEN
Kapasitas Produksi Total Ribu ton 30.000 31.800 31.800
Produksi Indonesia Ribu ton 25.559 26.435 26.504
Produksi Regional Ribu ton 1.355 1.825 1.979
Produksi Total 26.914 28.261 28.483
Penjualan Indonesia Ribu ton 25.410 26.163 26.069
Penjualan Regional Ribu ton 2.405 2.363 2.640
INDUSTRI KEmASAN
Produksi Sewn Kraft Lembar - 320.225 451.071
Produksi Sewn Woven Lembar 19.233.600 33.312.965 19.834.152
Produksi Pasted Kraft Lembar 199.458.456 229.542.343 233.919.088
Total Produksi Kemasan Lembar 218.692.056 263.175.533 254.504.311
INDUSTRIAL REAL ESTATE
Volume Penjualan
Penjualan Tanah Industri m2 109.736 40.429 40.429
Penjualan Ruko Unit 2 1 1
Volume Penjualan
Sewa Tanah m2 42.398 46.644 46.644
Sewa bPSP Unit 14 15 15
Sewa Gudang Unit 81 82 82
Sewa Kantor Unit - 1 1
Sewa Ruko Unit 17 14 14
PERTAmbANGAN
Jasa Tambang
batu Kapur Ton 13.420.122 12.928.832 13.534.452
Tanah Liat Ton 3.631.518 3.542.122 3.467.709
Surface miner Ton 739.538 1.267.650 1.320.135
Subtotal Ton 17.791.178 17.738.604 18.322.296
Jasa Tambang Lainnya
Satuan bCm Ton 627.779 630.258 898.405
Satuan Ton Ton 9.047.420 5.991.442 6.864.183
Satuan Jam Ton 144.158 83.087 71.964
Subtotal Ton 9.819.357 6.704.787 7.834.552
Total Pertambangan Ton 26.838.598 23.730.046 25.186.479
Total Pertambangan bCm 627.779 630.258 898.405
Total Pertambangan Jam 144.158 83.087 71.964
2015
2015 2015
2015
31,8
26.948 28,5
89,6
31,8
26.987 28,3
88,9 30,0
24.501 26,9
89,7
2014
2014 2014
2014 2013
2013 2013
2013
2015
28,7
28,5 27,8
2014 2013
KAPASITAS PRODUKSI
(KAPASITAS DESAIN)
PENDAPATAN
VOLUME PRODUKSI
TINGKAT UTILISASI
VOLUME PENJUALAN
(dalam juta ton)
(dalam Rp miliar) (dalam juta ton)
(dalam %)
(dalam %)
Total
kapasitas
produksi 2015
Terbesar di Indonesia
31,8
juta ton
/tahun
Volume
produksi 2015
2015
2015
2015
2015
4.521
17,1
11,9
7,427
5.560
23,1
16,2 5.716
25,8
17,4
8,099
8,297 2014
2014
2014
2014 2013
2013
2013
2013
2015
27,6
30,7 33,1
2014 2013
LABA BERSIH (YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK)
RASIO LABA TERHADAP
EKUITAS / ROE
RASIO LABA
TERHADAP TOTAL
ASSETS / ROA
EBITDA
RASIO MARJIN EBITDA
(dalam Rp miliar)
(dalam %)
(dalam %)
(dalam Rp miliar)
Untuk mengingat sejarah perjalanan
berdirinya Semen Indonesia yang
merupakan transformasi dari PT Semen
Gresik (Persero), manajemen PT Semen
Indonesia (Persero)Tbk me
launching
pembangunan Heritage Semen
Indonesia di hari jadinya yang ke-2.
Heritage Semen In-donesia dikonsep
dalam tiga bagian, Universitas
Internasional Semen Indonesia (UISI),
Museum and Education Park,
dan
botanical Garden di tiga lokasi berbeda
dengan memanfaatkan lahan dan aset
pabrik yang telah berhenti produksi.
Peluncuran
Heritage
Semen Indonesia
Januari
07
melalui RUPSLb 23 Januari 2015,
bapak Suparni ditkukuhkan untuk
menjabat sebagai Direktur Utama
Perseroan menggantikan bapak Dwi
Soetjipto yang mengundurkan diri
untuk melaksanakan tugas baru.
melalui RUPSLb tersebut, Perseroan
juga mengangkat bapak Sonny Subrata
sebagai Komisaris menggantikan bapak
Farid Prawiranegara (Almarhum) dan
mengangkat bapak Rizkan Chandra
sebagai Direktur.
Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa
Januari
Semen Indonesia menunjukkan
komitmennya terhadap upaya
meningkatkan kualitas lingkungan
dengan meresmikan fasilitas
pengolahan
Waste To Zero.
Peresmian Fasilitas
Pengolahan
Waste To
Zero
Agustus
07
melalui penanda-tangan moU
pembangunan Pabrik Semen di
Papua yang dilakukan pada tanggal
26 Februari 2015, Semen Indonesia
menunjukan diri sebagai salah satu
pionir pembangunan industri dan
pendukung pembangunan infrstruktur
di Papua.
Sebagai tindak lanjut moU, Semen
Indonesia segera akan membentuk
Joint Venture
dengan Perusahaan
Daerah Jayapura yang akan bertindak
sebagai operator pabrik dimaksud di
masa mendatang.
Penandatanganan MOU
Pembangunan Pabrik
Semen di Papua
Februari
PENGHARGAAN 2015
Perseroan mendapatkan tidak kurang dari 17 penghargaan berbagai kategori dari pihak independen atas
berbagai prestasinya sepanjang 2015, mencakup diantaranya:
“Best State Owned
Company
(BUMN)”
dalam
Ajang obsession Award 2015
“Peringkat Pertama Best Investor
Relations” “Peringkat Empat
Most
Commited Paying Good Dividens
.
dalam ajang Asia’s Best Companies”
diselenggarakan oleh
Majalah
Finance Asia, di Singapura.
“Peringkat 2 Kinerja Keuangan”
dalam Acara bUmN Award 2015
yang diselenggarakan oleh
Majalah
BUMN Track
Maret
Mei
April
19
27
“
Most Valuable Brand
& IHCS 2015”
dalam Ajang IHCS Award 2015
yang diselenggarakan oleh
Dunamis
Consulting
“Golden Trophy”
dalam Ajang
Infobank BUMN Award 2015
diselenggarakan oleh
Majalah
InfoBank
Oktober
“Peringkat 2 – Kategori BUMN
Non-Keuangan” dalam Ajang Annual
Report Award 2015
diselenggarakan
oleh
OJK, BI, Kementerian
Keuangan dan Kementerian BUMN
September
“
Best Social
Media
Integrated
”
dalam Ajang BUMN
Web Award
2015
diselenggarakan oleh
Majalah
Investor
September
Emiten Terbaik Pada Industri
Dasar dan Kimia”
dalam ajang bisnis
Indonsia Award 2015 diselenggarakan
oleh
Harian Bisnis Indonesia
Juni
“
Best of The Best
untuk Kategori
Communication
Management
”, “Peringkat Gold untuk kategori
Brand
Management & Communication Management
”, “2 Bronze
pada Kategori
Tactical
dan
Strategic Marketing
”,
Dalam ajang
bUmN marketers Award 2015
“
Best of The Best
Perusahaan
Indonesia” dalam Ajang
Indonesia Top 50
Companies
2015
diselenggarakan oleh
Majalah
Indonesia Forbes.
Oktober
“
Best State Owned Company
(BUMN)” dalam Ajang Investor
Award 2015
diselenggarakan oleh
Majalah Investor
“Indonesia
Most Trusted Company
Based On Investor Analyst’s
Assessment Survey
” dalam Ajang
GCG Award 2015
diselenggarakan
oleh
SWA dan INCG
Desember
SERTIFIKASI
ISO – 9001:
2008
Sistim manajemen mutu (sertifikasi oleh SGS, 2015-2018)
ISO – 14001 :
2004
Sistim manajemen Lingkungan (sertifikasi oleh SGS, 2015-2018)
OHSAS - 18001 :
2007
Sistim manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (sertifikasi oleh
Sucofindo, 2014-2017)
SMK3 :
Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sertifikasi
oleh Sucofindo, 2014-2017)
ISO/IEC - 17025 :
2008
Manajemen
mahendra
Siregar
“
Kondisi usaha di tahun 2015
yang semakin penuh tantangan
membuat seluruh jajaran Semen
Indonesia harus semakin
bersatu-padu, menyatukan seluruh
akumulasi kompetensi menjadi
kekuatan memasuki era baru
industri persemenan Indonesia
yang tidak terelakkan lagi, era
persaingan yang semakin berat
yang membuat setiap pelaku
harus waspada dan tidak boleh
mentolerir kekurang akuratan
tindakan operasional maupun
strategis.
Selesainya tahapan transformasi
menjadi
strategic holding company
harus menjadi titik awal dari
transformasi berikutnya menuju
perubahan mindset seluruh jajaran,
dengan mengoptimalkan seluruh
kekuatan dan kelebihan yang
dimiliki menjadi alat Perseroan
dalam mengatasi setiap tantangan,
mempertegas komitmen untuk
mendukung pembangunan
bangsa dan konsisten menciptakan
peluang pertumbuhan di masa
mendatang
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,
Pemegang Saham yang Terhormat,
Salam sejahtera dan puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa, karena atas karuniaNya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., berhasil melalui tahun 2015 yang semakin penuh tantangan dengan menorehkan berbagai kinerja yang akan menjadi bekal bersama bagi kelanjutan pengembangan usaha Perseroan di masa mendatang.
Penilaian terhadap Kinerja Direksi
Dewan Komisaris memandang ada berbagai kondisi baik berasal dari dalam maupun luar negeri yang membuat tahun 2015 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi seluruh pelaku industri persemenan, dan sekaligus tahun ujian bagi Semen Indonesia. Pada tahun 2015, kondisi perekonomian global kembali tumbuh rendah, yang membuat laju pertumbuhan perekonomian nasional terendah selama 6 tahun terakhir.
Hanya Amerika Serikat yang terus menunjukan perbaikan perekonomian, sekalipun dengan tingkat pertumbuhan yang masih belum optimal, namun telah membuat The Fed mulai meningkatkan suku bunga rujukannya. Negara-negara besar lainnya masih mengadapi pelemahan pertumbuhan ekonomi. Kawasan Eropa masih dengan agenda perbaikan kondisi keuangan beberapa negara anggotanya. Di kawasan Asia, China mengalami pertumbuhan terendah selama 18 tahun terakhir.
Kondisi perekonomian global tersebut, terutama melemahnya pertumbuhan China yang merupakan pasar utama dari produk-produk pertambangan dan perkebunan Indonesia berdampak pada kembali melemahnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, menjadi 4,79% dari 5,02% di tahun 2014 lalu. Akibatnya daya beli masyarakat menurun, dan permintaan semen nasional kembali turun.
Pada sisi lain, pembangunan unit baru dari beberapa pelaku industri semen, baik pemain baru maupun pemain lama, termasuk Semen Indonesia, justru telah selesai dan memasuki tahap komersial. Sebagai akibatnya, kondisi persemenan Indonesia, mulai tahun 2015 hingga beberapa tahun kedepan memasuki tahap baru, yaitu era excess production capacity yang tentu mengakibatkan persaingan antar pelaku industri semen semakin meningkat. Yang patut dicermati dari kehadiran pemain baru tersebut adalah beberapa diantaranya merupakan pemain besar di masing-masing negara maupun di global, dengan pengalaman pengelolaan industri semen yang efisien dan perolehan margin yang relatif jauh lebih rendah daripada yang selama ini dinikmati pelaku industri semen di Indonesia.
Pada tahun 2015, Semen Indonesia telah hampir menyelesaikan tahap-tahap akhir dari proses transformasi menjadi Strategic Holding Company, yang membawahi empat anak perusahaan Operating Company (opCo), yakni PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa dan TLCC.
Dewan Komisaris memandang selesainya tahapan transformasi tersebut juga menandai masa turn-around bagi Semen Indonesia sebagai Strategic Holding yang sesungguhnya. Sudah saatnya seluruh kondisi usaha yang penuh tantangan seperti digambarkan diatas sebagai suatu new normal yang akan berlangsung sampai beberapa tahun kedepan, dan yang terpenting
adalah dihadapi dengan cerdas, cekatan dan tepat dengan menyatukan seluruh kompetensi mengatasi meningkatnya intensitas persaingan dan memastikan diri menjadi pemenang. Dengan demikian sinergi antar anak perusahaan (opco) harus semakin ditingkatkan intensitas dan kualitasnya.
Dewan Komisaris mengingatkan kondisi usaha mulai tahun 2015 hingga beberapa tahun ke depan harus dihadapi dengan semangat untuk keluar dari “zona survival” yang kental, bukan lagi pendekatan “business as usual”. Dengan semangat tersebut kami mengamanatkan seluruh jajaran agar tidak lagi mentolerir adanya kesalahan dalam mengimplementasikan garis-garis besar strategi pengembangan maupun dalam melaksanakan kegiatan operasional. Kami mengingatkan bahwa setiap toleransi akan memberi dampak yang cukup besar di masa mendatang.
Di luar realisasi pembangunan unit pabrik baru tersebut Semen Indonesia tetap pada rencananya untuk merealisasikan ekspansi pengembangan usaha ke salah satu negara utama di kawasan Asia Tenggara. Kami memandang tekad ini menunjukan semangat seluruh jajaran untuk tetap bertarung, menjadikan Semen Indonesia yang terdepan tidak hanya di Indonesia, melainkan di kawasan. Pengalaman lalu menunjukan tekad untuk tetap ber-investasi dengan tetap memperhitungkan kekuatan dan kesempatan di kala sulit, justru memberi hasil nyata yang membesarkan hati dikemudian hari.
Sebagai cerminan beratnya kondisi usaha di tahun 2015, Direksi berhasil mempertahankan volume penjualan hampir sama dengan volume penjualan tahun sebelumnya, selaras dengan stagnannya pertumbuhan volume penjualan semen di Indonesia yang tumbuh 0,9%, sehingga pangsa pasar Semen Indonesia di pasar dalam negeri tetap dominan di sekitar 43%.
Kami melihat bahwa Direksi telah berupaya mengendalikan biaya akibat adanya penyesuaian tenaga listrik dan komponen angkutan, sehingga kenaikan CoGS dapat dijaga pada tingkat yang dapat dipertanggung jawabkan, namun ketatnya tingkat persaingan membuat hal ini tidak dapat diimbangi dengan penyesuaian harga jual yang proporsional sehingga laba bersih Perseroan tertekan menjadi sebesar Rp4,5 triliun, 18,7% lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp5,6 triliun. Sehingga laba bersih per saham juga turun Rp175,- dari angka di tahun sebelumnya, Rp937,-. EbITDA Perseroan juga turun menjadi Rp7,4 triliun dari angka Rp8,3 triliun ditahun sebelumnya.
Dewan Komisaris mencatat, dengan raihan tersebut maka tahun 2015 adalah pertama kalinya Perseroan mencatatkan penurunan setelah delapan tahun sebelumnya mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara berturut-turut.
Dengan hasil yang dibukukan tersebut, dimana banyak diantaranya tidak memenuhi target yang ditetapkan diawal tahun Dewan Komisaris memandang, tahun 2015 merupakan satu tahun pembelajaran, tahun mawas diri bagi seluruh jajaran menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, supaya seluruh jajaran manajemen lebih mampu menciptakan inovasi cara kerja yang lebih efektif, efisien dan mengedepankan sinergitas seluruh anak perusahaan.
Selanjutnya Dewan Komisaris berpesan agar ke depan, seluruh jajaran manajemen dapat memetik hikmah terbaik dari tahun pembelajaran ini dan tetap tegak untuk bersama-sama menggelorakan semangat Champion kepada seluruh insan Perseroan, semangat untuk mendahulukan kebersamaan dan kemajuan perusahaan yang juga akan berarti semangat untuk memajukan Indonesia.
Pelaksanaan Tugas Pengawasan dan
Penasehatan Kepada Direksi
Dewan Komisaris tetap dengan konsisten melaksanakan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen, mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan kepada Direksi. Sesuai hasil evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan, Dewan Komisaris mengamanatkan Direksi untuk terus memperkuat landasan dan menggali potensi yang memungkinkan semakin meningkatnya sinergitas antar anak perusahaan mengiringi tahapan akhir transformasi Perseroan sebagai Strategic Holding.
Disamping itu, dengan semakin telah efektifnya masyarakat Ekonomi Asean, dan peluang meningkatnya persaingan, Dewan Komisaris mendorong ditingkatkan intensitas dan kualitas pengelolan risiko. Pengelolaan risiko melalui Enterprise Wide Risk management (EWRm) sudah selayaknya tidak hanya berhenti pada upaya mengenali, mengidentifikasi dan memitigasi risiko, namun mengenali adanya peluang peningkatan usaha, sekaligus menentukan skala peluang pengembangan usaha yang terbuka.
Dewan Komisaris juga mengawasi upaya yang dilaksanakan Direksi dalam meningkatkan sinergi antar anak perusahaan, terutama dalam pengelolaan beban distribusi yang meningkat, mengingat dengan keberhasilan Perseroan membangun packing plant yang salah satu tujuannya adalah menekan beban distribusi dengan meningkatkan optimalisasi jalur distribusi.
Dewan Komisaris secara konsiten melaksanakan pengawasan atas pencapaian RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan), mengawal realisasi belanja modal, memantau dengan seksama kemajuan pembangunan proyek strategis dan serta mengawasi dan memberikan penasehatan atas pelaksanaan berbagai tugas operasional yang dijalankan Direksi melalui pertemuan berkala, penyelenggaraan rapat ad-hoc dan kunjungan langsung ke lokasi proyek.
Dewan Komisaris senantaiasa memberikan rekomendasi dan jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi Direksi dalam merealisasikan program-program yang membutuhkan dukungan dan berada di luar kewenangan pengambilan keputusan Direksi.
Peningkatan Kualitas Penerapan Praktik
Terbaik Tata Kelola
Dalam menjalankan tugas pengawasan dan penasehatan, Dewan Komisaris didukung oleh Komite Penunjang Dewan Komisaris. meyakini pentingnya kualitas penerapan tata kelola terhadap tumbuhnya dan terpeliharanya kepercayaan para pemangku kepentingan
yang berimplikasi pada terjaminnya keberlangsungan usaha, Dewan Komisaris mengamanatkan Direksi agar terus meningkatkan kualitas penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Peningkatan kualitas dimaksud bukan hanya melengkapi pranata dan aturan organisasi, yang lebih penting adalah tumbuhnya budaya berbasis GCG yang tercermin dari penerapan seluruh prinsip dasar GCG dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
mengingat kini Perseroan telah menjadi pemain semen di tingkat regional, sementara sekarang telah berlaku kesepakatan masyarakat Ekonomi Asean, Dewan Komisaris mengamanatkan untuk segera dilaksanakannya peningkatan standar penerapan praktek tata kelola sesuai standar kawasan.
Dewan Komisaris yang dibantu oleh Komite Audit, Komite Strategi, manajemen Risiko dan Investasi (SmRI) serta Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR), serta Sekretaris Dewan Komisaris yang bekerja secara full-time akan senantiasa mengawal upaya peningkatan kualitas penerapan praktek tata kelola terbaik tersebut, disamping menjalankan tugas-tugas pengawasan dan penasehatan.
Komitmen Untuk Mengembangkan
Kompetensi SDM
Dewan Komisaris kembali mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi korporasi selain bergantung pada modal dan kapabilitas manajeman adalah kemampuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia menjadi keunggulan perusahaan.
menyusul perubahan sebagai holding dan berubahnya kondisi usaha yang akan berkembang semakin dinamis dan penuh tantangan dimasa-masa mendatang, pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia Semen Indonesia harus terus disesuaikan.
Pengembangan SDm tidak hanya terfokus kepada peningkatan kompetensi saja, namun juga harus berfokus pada upaya merubah cara pandang seluruh jajaran SDm, berfokus pada pengelolaan pengetahuan seluruh jajaran yang selama ini terakumulasi pada masing-masing kelompok kerja, atau bahkan individu-individu tertentu.
Dalam kaitan tersebut, Dewan Komisaris mendukung penuh prakarsa yang telah dijalankan Direksi untuk merubah mindset tersebut, meningkatkan kompetensi sekaligus mengelola kompetensi SDm yang sebelumnya terpencar di masing-masing opCo, unit kerja maupun individu. Dewan Komisaris meyakini bahwa Knowledge Management yang semakin diintensifkan melalui berbagai acara knowledge sharing, lomba inovasi dan sejenisnya akan membuat Perseroan memiliki keunggulan intelektual dan kollegial, sehingga mampu melahirkan terobosan inovatif yang akan membuat Semen Indonesia terus berada di depan.
Dewan Komisaris akan mengawal upaya merubah mindset SDm dan program knowledge management tersebut, serta akan turut mengambil peran sesuai kewenangannya, agar di masa mendatang seluruh jajaran insan Semen Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh di dalam menyuarakan kehendak untuk maju bersama-sama mendukung pembangunan Indonesia.
Dewan Komisaris akan terus mendorong dan mengawasi implementasi pengembangan SDm ditengah lingkungan usaha yang semakin kompetitif agar adaptif dengan perubahan kondisi sekitar. Dewan Komisaris mendukung kebijakan Direksi dalam menerapkan “competency based” sebagai dasar penetapan jenjang karir maupun pemberian remunerasi yang adil dan dapat dipertanggung jawabkan.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
mempertimbangkan skala usaha Perseroan yang terus berkembang, Dewan Komisaris mengingatkan agar keberhasilan pelaksanaan program tanggung jawab sosial disatu wilayah dipelajari, dievaluasi untuk kemudian dikembangkan di tempat-tempat baru, serta dikomunikasikan dengan baik kepada para pemangku kepentingan. Komukasi yang baik dan transparan dengan para pemangku kepentingan akan membuat komitmen dan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan terbukti dengan jelas. Sementara evaluasi atas setiap keberhasilan pelaksanaan program akan membuat program-program yang dijalankan kamudian akan semakin berkualitas dan mencapai tujuannya, yakni tercapainya falsafah triple bottom line, yaitu harmoni antara Profit (ekonomi), Planet (lingkungan) dan People (sosial) dalam kegiatan operasional Perseroan, terutama dengan terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dewan Komisaris mendukung penuh konsistensi manajemen dalam menjalankan program-program kelestarian lingkungan melalui kegiatan operasional berupa pemanfaatan limbah industri sebagai bahan penolong dalam proses produksi maupun partisipasi nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan melalui beragam gerakan penghijauan di sekitar area operasional maupun di lingkungan sekitar lainnya.
Dewan Komisaris berpesan agar mewujudkan prinsip triple bottom line tersebut terus diterapkan dengan kualitas yang semakin ditingkatkan dimanapun Semen Indonesia merealisasikan pengembangan usahanya.
Pandangan dan Prospek Ke Depan
Kekurangan Perseroan dalam mencapai target-target di tahun 2015, tahun yang memang sulit bagi pelaku industri persemenan, hendaknya dijadikan pelajaran yang berharga. mengingat tahun-tahun mendatang, saat seluruh rencana pembangunan pabrik dari pendatang baru di industri semen operasional, kondisi persaingan akan semakin ketat dengan tren over supply yang diprakirakan akan berlangsung hingga beberapa tahun kedepan. menyangkut prospek permintaan semen dalam negeri, Dewan Komisaris berpendapat bahwa sekalipun ada tanda-tanda perbaikan permintaan sebagai dampak langsung dari realisasi proyek-proyek infrastruktur, baik jalan, pelabuhan maupun bandara udara, laju permintaan belum akan mampu menampung kelebihan pasokan dari operasional pabrik-pabrik baru tersebut.
menghadapi kondisi tersebut, Dewan Komisaris tidak hentinya mengingatkan manajemen beserta seluruh jajaran untuk mengoptimalkan perubahan status Perseroan menjadi Strategic Holding, dengan mengintegrasikan seluruh kompetensi dan potensi yang telah ada, termasuk memaksimalkan ekuitas dari tiga brand equity yang telah dikenal luas, dan menunjukkan pola operasional yang semakin sinergis. Sebaran proyek infrastruktur yang kini dibuat merata oleh Pemerintah, harus dimanfaatkan secara optimal dengan dukungan lokasi pabrik utama yang tersebar ditambah keberadaan packing plant yang juga tersebar dilokasi-lokasi potensial, dekat dengan dilokasi-lokasi pembangunan infrastruktur dimaksud.
berdasarkan kondisi terkini, dimana mulai bulan oktober 2015 terjadi peningkatan permintaan, Dewan Komisaris berpendapat tahun 2015 merupakan titik tertinggi permintaan bulanan semen di Indonesia, untuk
selanjutnya permintaan semen domestik mengikuti tren pertumbuhan ekonomi.
oleh karena itu, Dewan Komisaris mengamanatkan Direksi untuk konsisten menerapkan inisiatif strategi jangka panjang, meliputi pertumbuhan kapasitas produksi, pengamanan energi, penguatan citra korporasi, pemenuhan kebutuhan konsumen dan pengendalian risiko, untuk memastikan Perseroan mampu memanfaatkan setiap celah yang terbuka dan berbekal akumulasi pengalaman seluruh jajaran dalam melewati masa yang sulit, mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja serta memberi benefit nyata pada seluruh pemangku kepentingan.
Dewan Komisaris, bersama Komite Penunjang Dewan Komisaris akan senantiasa mengawal dan mengingatkan Direksi untuk senantiasa melaksanakan program-program rencana aksi yang tercakup dalam dokumen RJPP dengan tetap mempertimbangkan kondisi usaha yang dihadapi. Dewan Komisaris akan siap memberikan masukan dan saran untuk memastikan Semen Indonesia mampu mengatasi setiap kendala yang dihadapi dan mencatatkan kinerja yang membesarkan hati.
Perubahan Susunan Dewan Komisaris
Kondisi usaha yang semakin penuh tantangan membuat Pemegang Saham pengendali memandang perlunya peran pengawasan dan penasehatan Dewan Komisaris kembali diperkuat menyusul meninggalnya Sdr Farid Prawiranegara, Komisaris Independen pada bulan Agustus 2014. oleh karenanya, sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa (RUPSLb), pada tanggal 23 Januari 2015, Sdr Sony Subrata diangkat menjadi Komisaris. Kami mengucapkan selamat bergabung dan selamat bertugas di jajaran Dewan Komisaris kepada Sdr. Sony Subrata.
No. Nama Jabatan berakhir pada
1 Sdr. mahendra Siregar Komisaris Utama RUPS tahun 2017
2 Sdr. Hadi Waluyo Komisaris Independen RUPS tahun 2016
3 Sdr. muchammad Zaidun Komisaris Independen RUPS tahun 2019
4 Sdr. Achmad Jazidie Komisaris RUPS tahun 2017
5 Sdr. marwanto Harjowiryono Komisaris RUPS tahun 2019
6 Sdr. Wahyu Hidayat Komisaris RUPS tahun 2019
7 Sdr. Sony Subrata Komisaris RUPS tahun 2020
Penutup
Akhir kata, Kami, Dewan Komisaris, menggunakan kesempatan ini menyampaikan ungkapan syukur kehadirat Tuhan Yang maha Esa atas keberhasilan Perseroan melalui tahun 2015 yang penuh tantangan dengan hasil kinerja yang akan mampu membuat Perseroan meraih kinerja lebih baik di masa mendatang, berkat dukungan dan dedikasi yang tinggi dari Direksi dan segenap karyawan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Kami juga mengucapkan terima kasih atas sumbang saran serta dukungan seluruh pemangku kepentingan sehingga Perseroan dapat memberikan yang terbaik kepada pemegang saham, masyarakat dan Pemerintah Indonesia. Semoga Tuhan Yang maha Pengasih dan Penyayang selalu memberikan karuniaNya untuk kita semua.
Mahendra Siregar
Komisaris Utama
Jakarta, April 2016
1
4
7
2
5
3
1 Mahendra Siregar
Komisaris Utama
2 Wahyu Hidayat
Komisaris
3 Marwanto Harjowiryono
Komisaris
4 Sony Subrata
Komisaris
5 Achmad Jazidie
Komisaris
6 Hadi Waluyo
Komisaris Independen
7 Muchammad Zaidun
Suparni
Perseroan bergerak cepat
untuk mengatasi beberapa
persoalan mendasar,
meningkatkan konsolidasi
internal dan sinergi serta
mengoptimalkan keunggulan
strategis yang dimiliki untuk
mengatasi kondisi usaha
tahun 2015 yang berkembang
semakin dinamis dan
penuh tantangan, sehingga
mencatatkan kinerja yang
dapat memperkuat landasan
pertumbuhan Perseroan di
masa mendatang.
oleh karenanya kami optimis
bahwa berbagai upaya yang
telah dijalankan tersebut akan
meningkatkan kemampuan
Perseroan dalam menyambut
peluang pertumbuhan yang
menjanjikan serta memberikan
kinerja terbaik yang
berkesinambungan di masa
yang akan datang
“
Pemegang Saham Yang Terhormat,
Pertama-tama, atas nama Direksi, kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang maha Esa atas berkah dan karuniaNya sehingga Perseroan berhasil melalui tahun 2015 yang penuh tantangan dengan tetap mempertahankan penguasaan pasar domestik. Tahun 2015 berkembang menjadi tahun penuh ujian bagi seluruh pelaku industri persemenan nasional termasuk bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai pelaku industri persemenan terdepan di Indonesia maupun kawasan regional.
Kondisi Perekonomian 2015
Harapan terjadinya pemulihan perekonomian global di tahun 2015, kembali tertunda. Di tahun 2015, Dana moneter Internasional (ImF) menunjukkan statistik laju pertumbuhan perekonomian dunia melambat ke 3,1% di tahun 2015 dari 3.4% pada tahun 2014, hal ini terjadi karena perubahan struktur pemulihan ekonomi global. Pada tahun-tahun sebelumnya, negara-negara berkembang berkontribusi secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi global. Namun tidak demikian halnya di tahun 2015. Ekonomi Cina melambat hingga 6.9% di 2015 dari 7,3% pada tahun 2014 yang diiringi devaluasi Yuan serta resesi yang terjadi di brazil dan Rusia.
Kondisi perekonomian global yang belum pulih, mempengaruhi ekspor produk perkebunan maupun bahan-bahan primer pertambangan, memberi tekanan pada neraca transaksi berjalan yang akhirnya membuat nilai tukar rupiah melemah. Rupiah melemah menyentuh level IDR13.785/USD yang dipicu oleh antisipasi kenaikan suku bunga The Fed dan devaluasi Yuan serta meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan deviden secara musiman, dan kekhawatiran terhadap melambatnya ekonomi domestik.
Pelemahan tersebut membuat bank Indonesia tidak dapat menurunkan suku bunga rujukan dengan lebih agresif untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. Suku bunga rujukan yang masih tinggi membuat biaya dana untuk mendukung investasi menjadi kurang ekonomis dan kegiatan produksi melambat. Pada akhirnya hal ini membuat pendapatan masyarakat menurun, daya beli menurun, sehingga akhirnya membuat pertumbuhan ekonomi nasional juga tertekan, ditunjukkan oleh kembali melemahnya tingkat pertumbuhan dari 5,02% menjadi sebesar 4,79% di tahun 2015. Indikator positif dari kondisi perekonomian di tahun 2015 adalah inflasi. Tingkat inflasi yang terkendali, hanya 3,35% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 8,36%.
masih lemahnya daya beli masyarakat, mengurangi laju pertumbuhan bisnis properti, sehingga mengurangi permintaan semen di pasar Indonesia. Permintaan semen untuk pembangunan infrastruktur, memang cenderung naik, selaras dengan cairnya anggaran proyek pembangunan infrastruktur yang digagas Pemerintah, namun, secara keseluruhan pertumbuhan pasar semen nasional tahun 2015, tetap lemah, hanya naik 0,9% dari 3,3% di tahun sebelumnya, menandai trend pelemahan pertumbuhan permintaan semen selama 4 tahun berturut-turut
Sebagai respons atas kondisi makro ekonomi tersebut, pemerintah secara rutin mengeluarkan paket kebijakan ekonomi sejak oktober 2015 hingga kini. Paket-paket tersebut mencakup deregulasi dan pemotongan birokrasi, pemberian insentif pajak, pembukaan
sejumlah sektor untuk investasi asing, penyederhanaan dan percepatan izin investasi, efektivitas dan efisiensi logistik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur.
Kinerja 2015
Kondisi ekonomi nasional terakhir semakin menegaskan perubahan peta persaingan industri semen dan hal ini telah diantisipasi oleh Perseroan. Pada tahun 2015 seluruh pelaku industri semen memasuki era persaingan yang semakin ketat dengan ditandai telah beroperasinya fasilitas produksi para pemain baru yang menyebabkan meningkatnya kapasitas terpasang nasional.
Perseroan juga mengamati adanya pergeseran pola konsumsi seiring dengan peningkatan pengembangan infrastruktur nasional. Pertumbuhan penjualan semen curah meningkat 9% dari tahun lalu, sementara penjualan semen kemasan turun 1%. Saat ini komposisi konsumsi semen curah terhadap total konsumsi semen menjadi 24% atau naik 2% dibanding tahun lalu. Peningkatan konsumsi semen curah ini telah diantisipasi oleh Perseroan melalui inisiatif strategis dengan membangun fasilitas distribusi yang tersebar dititik-titik pengembangan infrastruktur nasional. Saat ini perseroan telah memiliki fasilitas distribusi yang berupa packing plant dan pelabuhan tersebar di 26 lokasi mulai Lhokseumawe sampai Sorong.
Walaupun terjadi perlambatan laju konsumsi semen domestik di tengah intensitas persaingan yang semakin meningkat, Perseroan mampu mencatatkan penjualan di pasar domestik sebesar 26,0 juta ton, sedikit dibawah volume penjualan tahun sebelumnya sebesar 26,2 juta ton. Dengan demikian, Perseroan mampu bertahan sebagai market leader dengan pangsa pasar sebesar 43% di pasar domestik atau mengalami penurunan 0.7% dari tahun sebelumnya.
beragam upaya dalam rangka penerapan inisiatif cost management berhasil mengendalikan kenaikan biaya produksi per ton, sehingga walaupun terjadi kenaikan tarif listrik rata-rata sebesar 15%, beban pokok pendapatan pada tahun 2015 hanya meningkat sebesar 5,8%. meskipun revenue lebih rendah dibanding tahun lalu, namun Perseroan berhasil mengendalikan rasio beban usaha pada kisaran 17,4% atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 16,4%. Sehingga EbITDA Perseroan menjadi Rp7.427 miliar, turun 10,48% dibanding tahun sebelumnya, sebesar Rp8.297 milar.
Pada akhirnya secara keseluruhan “laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk” mencatatkan penurunan 18,7% menjadi Rp4.521,5 miliar dari Rp5.560,0 miliar di tahun sebelumnya. Dengan demikian laba bersih per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp762,- dari Rp937,-.
Hasil kinerja operasional ini membuat RoE Perseroan menjadi sebesar 17,1% dan RoA sebesar 11,9% dari tahun sebelumnya masing-masing sebesar 23,1% dan RoA sebesar 16,2%. Penurunan tersebut, selain dipengaruhi oleh laba bersih juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya proyek seiring dengan pencapaian progres proyek Rembang dan Indarung VI.
Posisi Debt to Equity Ratio (DER) di akhir tahun 2015 menjadi 15,1% dari sebesar 16,3% dan rasio liabilitas terhadap total aset menjadi 10,5% dari angka 11,4% di tahun 2014. Penurunan tersebut berkaitan dengan pembayaran hutang-hutang yang telah jatuh tempo.
Gambaran ringkas hasil operasional Perseroan tersebut adalah sebagai berikut.
URAIAN
Satuan
2015
2014
% Perubahan
Volume Produksi Juta ton 28,5 28,3 0,8%
Volume Penjualan Juta ton 28,7 28,5 0,6%
Pendapatan Rp miliar 26.948 26.987 -0,1%
Laba Usaha Rp miliar 5.946 7.142 -16,8%
Mengoptimalkan Keunggulan,
Mempertahankan Kinerja
Kondisi makro dan situasi persaingan yang meningkat tersebut membuat Perseroan bergerak cepat, dengan berupaya mengatasi beberapa persoalan mendasar, meningkatkan konsolidasi internal dan sinergi serta mengoptimalkan keunggulan strategis yang dimiliki Perseroan. Perseroan mengedepankan strategi cost leadership dengan mengedepankan fokus cost management melalui upaya-upaya pengendalian biaya produksi maupun distribusi yang cenderung meningkat melalui penerapan beragam hasil pengembangan inovasi.
Salah satu inisitaif strategis Perseroan, Move Closer to Customer yaitu lebih dekat dengan pelanggan adalah penerapan Supply Chain Management (SCm). Dalam menerapkan SCm, Perseroan mengintegrasikan serangkaian aktivitas bisnis di sepanjang rantai pasok untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan baik berupa produk maupun layanan dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam rantai pasok tersebut. Implementasi SCm dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan dan atau menurunkan biaya operasional guna meningkatkan daya saing Perseroan.
Penurunan biaya energi dilakukan dengan memaksimalkan unjuk kerja unit Waste Heat Recovery Power Generator (WHRPG) di Padang, memaksimalkan operasional power plant di Tonasa dan mengintensifkan penggunaan sumber energi biomassa serta batubara kalori lebih rendah dalam memproduksi terak.
Perseroan menerapkan strategi Improving Competitive Advantage untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dalam rangka memitigasi persaingan industri semen yang meningkat. Sasarannya adalah mempertahankan dominasi pasar untuk menjamin pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sebagai bagian dari penerapan strategi ini, Perseroan berupaya memaksimalkan keunggulan dari lokasi unit yang tersebar di tiga wilayah strategis Indonesia dan kepemilikan tiga brand produk yang telah mengakar di pasar.
Keunggulan di pasar tersebut juga didukung dengan penambahan fasilitas berupa Grinding Plant dan Packing Plant di tahun 2015 meliputi Dumai, Lampung, balikpapan, dan Pontianak untuk memenuhi kebutuhan dari proyek-proyek infrastruktur.
Pangsa pasar tersebut masih jauh diatas capacity share Perseroan di tahun 2015 sebesar 38% dari total kapasitas nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan mampu mempertahankan daya saing di pasar domestik.
Selanjutnya, konsistensi penerapan fokus strategi Revenue management dengan upaya mendapatkan optimize revenue dilakukan dengan memusatkan penjualan pada daerah-daerah pasar utama, pengembangan pasar potensial serta sinergi group. Namun demikian, Perseroan tetap memperhatikan potensi pasar dan mengisi pasar di daerah-daerah lain untuk mempertahankan kehadiran brand Perseroan.
Perseroan juga berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari keunggulan kompetensi yang dimiliki dari kegiatan yang masih berhubungan dengan kegiatan
industri persemenan. mempertimbangkan kebutuhan sektor konstruksi yang meningkat, Perseroan semakin meningkatkan kiprahnya dalam bisnis beton siap pakai. Perseroan juga berupaya mengoptimalkan pendapatan dari pengelolaan lahan-lahan bekas penambangan bahan baku semen yang telah dikembangkan menjadi kawasan industri, selain mengoptimalkan kompetensinya dalam memproduksi kantong semen.
optimalisiasi keunggulan lain di bidang non-semen tersebut memberi kontribusi pendapatan yang meningkat, dari sebesar Rp651,7 miliar di tahun 2014 menjadi sebesar Rp793,0 miliar ditahun 2015, tumbuh 21,7%.
Pengembangan Bisnis Untuk Memperkuat
Kinerja Yang Berkelanjutan
mempertimbangkan berbagai kompetensi yang telah dimiliki selama ini dan tumbuhnya kesempatan, Perseroan semakin mengintensifkan upaya memanfaatkan kompetensi tersebut dengan merealisasikan pengembangan lini usaha non-semen. Perseroan berupaya mengembangkan beberapa lini usaha non-semen yang masih memiliki keterkaitan dengan industri persemenan, untuk menjamin pasar produk Perseroan di masa mendatang.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan usaha ini, pada tahun 2015 Perseroan mengakuisisi 36,67% saham PT Varia Usaha beton (“VUb”) melalui anak usaha PT SGG Prima beton (“SGG Pb”). SGG Pb merupakan perusahaan yang dikendalikan secara langsung oleh Perseroan. Perseroan menargetkan SGG Pb dapat terus berkembang menjadi perusahaan beton terkemuka di Indonesia, baik untuk produk readymix maupun beton Pracetak (precast). Aksi Perseroan ini bertujuan untuk mengantisipasi pergeseran perilaku konsumsi semen di masa mendatang.
Penguatan Landasan Pertumbuhan
Berkelanjutan
Perseroan terus melanjutkan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat landasan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. berbagai langkah strategis yang tengah dilaksanakan dan disiapkan meliputi:
• Peningkatan kapasitas produksi: pembangunan unit pabrik baru di Rembang -Jawa Tengah dan Padang Sumatera barat yang saat ini progress pembangunan fisiknya per maret 2016 masing-masing telah mencapai 88,34% dan 86,49%.
• Penguatan Faktor Penunjang: pembangunan
cement mill, upgrading dan perluasan quarry.
• menyelesaikan pembangunan packing plant di 3 daerah pemasaran potensial
• melanjutkan pembangunan WHRPG di Tuban
berkapasitas 30,6 mW dan meningkatkan penggunaan Alternative Fuel and Raw material (AFR).
• meningkatkan kompetensi SDm dan menyelesaikan penyempurnaan ICT.
• melanjutkan program-program pasca transformasi sebagai Strategic Holding.
Penyelesaian berbagai program strategis tersebut akan membuat daya saing Perseroan meningkat, mampu mengatasi naiknya intensitas persaingan di masa mendatang dan memastikan pencapaian visi Perseroan sebagai salah satu perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
Mewujudkan Program-program Strategis
Pasca Transformasi Korporasi
Sebagai kelanjutan pembentukan Semen Indonesia Center of the CHAmPS (SICC) Perseroan berupaya mempertajam fungsi pilar-pilarnya, meliputi Dynamic Learning, membangun Center of Engineering, Center of Research dan selanjutnya membentuk Universitas International Semen Indonesia.
Perseroan berupaya meningkatkan peran kunci SICC sebagai pusat keunggulan yaitu dengan menyiapkan SDm yang kompeten atau best people sekaligus meningkatkan kinerja unggul (excellent performance) dan penguatan struktur industri. Untuk menyiapkan best people Perseroan membentuk wadah institusi pengembangan dalam SICC, yakni: Center of Engineering, Center of Research, Center of Dynamic Learning, dan Center of Knowledge Management. Sementara pilar SICC yang berorientasi ke luar diwujudkan melalui pelaksanaan Training and Consulting Services dan realisasi pendirian Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).
Sementara itu, dalam rangka mempersiapkan kompetensi Human Capital agar mampu berkiprah di kancah regional maupun global, Perseroan melanjutkan upaya realisasi beragam inisiatif strategis di bidang pengelolaan SDm sesuai jenis kompetensi yang dimiliki. Perseroan mengintensifkan program Knowledge Management melalui berbagai acara knowledge sharing, lomba inovasi dan sejenisnya. Perseroan juga menginisiasi pembentukan Talent Pool dan merealisasikan program pelatihan calon eksekutif masa depan baik melalui proses pembelajaran terfokus di dalam negeri maupun pengiriman tugas belajar ke luar negeri.
Selain itu, Perseroan berupaya membentuk budaya CHAmPS dengan 6 nilai wajib sebagai karakter setiap insan Semen Indonesia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Tujuannya adalah mengkapitalisasikan seluruh kompetensi jajaran dalam rancang bangun maupun kemampuan inovatif dibidang persemenan dan kegiatan terkait lainnya sebagai keunggulan Perseroan dalam mengembangkan usaha di masa mendatang dengan mengedepankan integritas sebagai pembeda.
dalam pola Kerjasama operasi (KSo). Dalam rangka menyiapkan proses alih kelola yang baik, manajemen kunci PT Semen Gresik, kini semakin intens dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional khusus mengenai pengelolaan fasilitas pabrik eksisting di Tuban. Di lain pihak Perseroan memantau dengan intens persiapan dan manning program dari struktur kepengurusan dan personalia yang tengah dijalankan oleh manajemen PT Semen Gresik.
Inovasi
Perseroan semakin mengukuhkan Gerakan Inovasi Semen Indonesia (GI-SI) sebagai salah satu modal intelektual untuk meningkatkan daya saing menuju pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan secara berkelanjutan menggali ide-ide kreatif yang sejalan dengan strategi Perseroan untuk mewujudkan operational excellence dan menjadi leading practice dalam menghadapi tantangang bisnis dimasa mendatang.
Perseroan telah mengembangkan manajemen Inovasi Semen Indonesia (mI-SI) untuk mengelola gerakan inovasi secara terstruktur dan terintegrasi dengan sistem kerja dengan mengacu pada 3 pemikiran utama, yaitu:
Problem Based, Potential Based dan Expectation Based.
Inovasi yang dikembangkan Perseroan meliputi breakthrough Innovation dan Incremental Innovation yang berlandaskan pada sistem kerja dengan pembagian kategori inovasi, meliputi: produk dan bahan baku, teknologi dan proses produksi, manajemen, anak perusahaan dan afiliasi non semen.
Tahun 2015 Perseroan secara konsisten
menyelenggarakan Semen Indonesia Award on
Innovation (SmI-AI) ke-enam sebagai wadah kompetisi inovasi untuk memberikan stimulasi keberlanjutan gerakan inovasi.
Hasil-hasil Inovasi SmI juga mendapatkan penghargaan yang relevan baik di tingkat nasional maupun internasional, meliputi penghargaan:
• Kriteria Penilaian Kinerja Unggul – Emerging Industry Leader;
• Inovasi bidang Lingkungan – Proper biru dan Hijau;
• Konvensi Inovasi Tingkat Nasional 2015 - 6 Silver, 13 Gold, 4 Diamond dan 1 Platinum;
• Konvensi Tingkat Internasional 2015 – 2 Gold di ICQCC, 4 bronze di ICQCC, 1 Silver di IETEX, Five Star di di APQC dan Encouragement Prizes di APQC
Meningkatkan Kualitas Penerapan Best
Practice Tata Kelola Perusahaan
Sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan implementasi Tata Kelola Perusahaan yang baik, Perseroan melakukan peninjauan diikuti penyesuaian terhadap aturan-aturan dan kebijakan sesuai perkembangan terkini, yang dilakukan bersamaan dengan implementasi program-program kerja lain yang relevan.
Perseroan menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas penerapan praktik terbaik GCG dengan melengkapi seluruh softstructure maupun infrastructure bagi pelaksanaan tata kelola yang berkualitas. Perseroan juga telah menyelesaikan penyempurnaan terhadap berbagai aturan tata laksana sesuai dengan perubahan struktur korporasi yang terjadi.
beberapa program yang telah diberlakukan untuk meningkatkan kualitas penerapan GCG di tahun 2015 mencakup:
• Implementasi Pedoman Sistim Pelaporan
Pelanggaran (Whistleblowing System Manual) terbaru
• Implementasi Integrated Governance, Risk & Compliance (GRC Terpadu).
• Penyelesaian penyusunan ulang board manual
• Penerapan dan Sosialisasi Pedoman Etika
Menerapkan Konsep Pembangunan
Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang
Perseroan meneguhkan konsistensinya dalam memastikan keselarasan pengembangan usaha dengan memadukan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan kompetensi masyarakat sekitar untuk menjamin peningkatan kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan yang semakin baik.
Salah satu bentuknya adalah berpartisipasi pada upaya pelestarian lingkungan dengan menerapkan
program Clean Development Mechanism (CDm)
secara konsisten, meliputi penerapan konservasi energi melalui penggunaan biomass dan pengembangan unit WHRPG, serta penggunaan AFR dengan menyerap limbah industri tertentu sebagai bahan penolong dalam proses produksi terak. Upaya di bidang lingkungan ini membuat Perseroan berhasil menurunkan angka emisi Co2 dan akan mendapatkan sertifikat Carbon Emission Reduction (CERs) sebagai bentuk pengakuan masyarakat global akan upaya nyata yang dilakukan Semen Indonesia dalam memperbaiki kualitas lingkungan.
Selanjutnya adalah penerapan blueprint kegiatan CSR yang mencerminkan suatu konsep TJSL yang tidak hanya merupakan kewajiban bagi perusahaan, namun lebih dari itu, menekankan kegiatan CSR sebagai media bagi peningkatan reputasi dan terjaminnya sustainability perusahaan. Perseroan menerapkan empat pilar program-program CSR, yakni:
• “SI Cerdas” yang fokus pada peningkatan
kompetensi melalui program pendidikan.
• “SI Prima” yang bersinergi dengan program-program Unit Pemasaran dan Litbang.
• “SI Lestari” yang fokus pada program-program lingkungan.
• “SI Peduli” yang merupakan rumah yang berisi program-program sosial ekonomi.
melalui Pilar “SI Cerdas” Perseroan pada tahun 2015 telah melaksanakan pelatihan berdasarkan kelompok jenis usaha, meliputi unit usaha alat kebersihan di Desa Karangsemanding, Kecamatan balongpanggang dan unit usaha kerudung dan jilbab di Desa banyuwangi, Kecamatan manyar, Kabupaten Gresik.
melalui pilar “SI Prima”, Perseroan melanjutkan program sertifikasi pekerja bangunan yang hingga tahun 2015, telah tersertifikasi lebih dari 11.000 orang.
melalui pilar “SI Lestari” Perseroan meningkatkan intensitas program “Waste to Zero”, mengembangkan Mangrove Center Tuban sebagai pusat pembelajaran dan program perlindungan keanekaragaman hayati, melestarikan habitat bagi berbagai organisme darat dan air, serta memperbaiki lingkungan sekitar pantai akibat abrasi, sekaligus sebagai ekowisata. Di samping mengembangkan sebagian lahan pasca tambang menjadi kebun percobaan dan laboratorium hidup yang bermanfaat untuk pembelajaran dan pendidikan serta menanamkan kesadaran hijau bagi generasi penerus, Perseroan juga tetap pada komitmennya untuk meningkatkan intensitas kegiatan “Green Belt” di seluruh area tambang dan merealisasikan program penghijauan secara berkelanjutan.