BAB III PENGAKUAN NASAB DAN STATUS HUKUM ANAK TEMUAN (AL-LAQITH) DALAM HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF A. Menurut Hukum Islam 1. Pengakuan Nasab Anak Temuan (Al-Laqith) - STUDI KOMPARATIF TENTANG ANAK TEMUAN (AL-LAQITH) MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF
Teks penuh
Dokumen terkait
Menurut syarat-syarat tersebut jelas bahwa ajaran Islam mengenal lembaga pengakuan terhadap anak hasil perkawinan yang sah, tetapi menurut Neng Djubaedah
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, nasab anak hasil hubungan seksual sedarah dalam perspektif Hukum Islam itu memiliki status sebagai anak zina, akan tetapi hal tersebut
Married by Accident, Anak Zina dalam Hukum Islam, dan Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Anak Luar Nikah .... Married by Accident dan Status Anak Sah
Sebagai akibat lanjut dari hubungan nasab seperti yang dikemukakan, maka anak tersebut hanya mempunyai hubungan waris- mewarisi dengan ibunya dan keluarga ibunya
Kasus tersebut jelas akan menimbulkan kebingungan untuk menentukan status nasab dan kewarisan anak terhadap pemilik sel sperma. Walau secara lahiriah pemilik sel sperma
15 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Al-Laqith adalah seorang anak kecil yang belum baligh ditemukan terlantar di suatu tempat dibuang oleh orang tuanya untuk
Penelitian terkait dengan pengelolaan harta anak yatim yang dilakukan di panti asuhan Al-Muslimun, dan Al-Husna yang berada di Kabupaten Tulungagung ini, nantinya
Mengenai anak yang lahir dengan proses bayi tabung dengan cara Surrogate mother di dalam al-Quran maupun Hadits tidak ditemukan suatu surat atau ayat yang mengatur tentang hak kewarisan