• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. H. Abdul Karim, M.Pd
  • Pengajar:
    • Drs. Poerwito, MSc
  • Sekolah: Universitas Negeri Malang
  • Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Topik: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2015
  • Kota: Pati

I. Permasalahan Sosial dan Pembelajaran IPS

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat relevan dengan tujuan pendidikan yang lebih luas, yaitu untuk membentuk karakter dan pemahaman siswa terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Permasalahan sosial, seperti kekerasan dan penyimpangan perilaku, menunjukkan perlunya pendidikan yang dapat membina kesadaran nilai dan norma. Melalui IPS, siswa diharapkan dapat menganalisis dan memahami dinamika sosial, serta mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran IPS harus dirancang untuk menjawab tantangan ini dengan pendekatan yang kontekstual dan relevan.

1.1 Permasalahan Sosial

Permasalahan sosial yang muncul di masyarakat, seperti kekerasan dan konflik, menjadi perhatian utama dalam pembelajaran IPS. Pendidikan diharapkan dapat memberikan analisis yang mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan perilaku sosial. Dengan memahami konteks sosial, siswa dapat dilatih untuk berpikir kritis dan menemukan solusi terhadap masalah yang ada. Pembelajaran IPS harus mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika, sehingga siswa tidak hanya memahami masalah, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam penyelesaiannya.

1.2 Pembelajaran IPS

Pembelajaran IPS harus dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar pengajaran fakta; ia harus memfasilitasi siswa dalam memahami interaksi sosial dan dampaknya. Dengan menggunakan pendekatan yang aktif dan kooperatif, siswa dapat terlibat dalam diskusi dan analisis kasus nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. Hal ini akan membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan.

II. Materi Pembelajaran IPS

Materi pembelajaran IPS harus diambil dari berbagai disiplin ilmu sosial dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan pemahaman yang holistik dan terintegrasi mengenai fenomena sosial. Materi yang diajarkan harus mencakup fakta, konsep, generalisasi, dan teori yang relevan dengan konteks sosial yang dihadapi siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam situasi nyata.

2.1 Tujuan Pembelajaran IPS di Sekolah

Tujuan pembelajaran IPS di sekolah adalah untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. Siswa diharapkan dapat memahami hak dan kewajiban mereka sebagai anggota masyarakat, serta mampu mengambil keputusan yang rasional dalam menghadapi berbagai masalah sosial. Pembelajaran IPS harus mendukung pengembangan karakter siswa dan kemampuan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.

2.2 Hakekat Pembelajaran IPS

Hakekat pembelajaran IPS mencakup pemahaman bahwa IPS bukan hanya sekadar mata pelajaran, tetapi juga sebagai alat untuk membentuk karakter dan kesadaran sosial siswa. Pembelajaran IPS harus bersifat reflektif, di mana siswa didorong untuk berpikir kritis dan mengembangkan sikap empati terhadap isu-isu sosial. Dengan demikian, pembelajaran IPS dapat berfungsi sebagai sarana untuk menciptakan generasi yang peka terhadap masalah sosial dan siap untuk berkontribusi dalam penyelesaian masalah tersebut.

III. Pendekatan Pembelajaran IPS

Pendekatan dalam pembelajaran IPS harus beragam dan disesuaikan dengan karakteristik siswa serta konteks sosial yang ada. Pendekatan interdisipliner dan kooperatif sangat dianjurkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan yang relevan dan kontekstual, pembelajaran IPS dapat menjadi lebih menarik dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan.

3.1 Pendekatan Penyusunan Materi IPS

Penyusunan materi IPS harus mempertimbangkan integrasi berbagai disiplin ilmu sosial. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh dan mendalam mengenai fenomena sosial yang kompleks. Dengan menggunakan metode yang bervariasi, seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan proyek kolaboratif, siswa dapat belajar untuk menganalisis dan memahami permasalahan sosial dari berbagai perspektif.

3.2 Pendekatan Pengembangan Materi IPS

Pengembangan materi IPS harus dilakukan secara progresif, konsentris, dan spiral. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa dapat membangun pengetahuan mereka secara bertahap dan saling terkait. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga dapat mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya.

IV. Metode Pembelajaran IPS

Metode pembelajaran IPS harus beragam dan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penggunaan metode kooperatif, seperti diskusi kelompok dan proyek kolaboratif, dapat membantu siswa untuk belajar dari satu sama lain dan memperkuat pemahaman mereka. Selain itu, metode pembelajaran yang berbasis masalah juga dapat diterapkan untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan sosial.

4.1 Aspek-Aspek Pembelajaran IPS

Aspek pembelajaran IPS mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan sosial, dan sikap empati. Melalui pembelajaran yang terintegrasi, siswa diharapkan dapat memahami hubungan antara berbagai fenomena sosial dan mengembangkan sikap yang positif terhadap permasalahan yang ada. Dengan demikian, pembelajaran IPS dapat berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa sebagai warga negara yang baik.

4.2 Metode Pembelajaran IPS

Metode pembelajaran IPS harus mencakup pendekatan yang aktif dan partisipatif. Penggunaan metode seperti pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, dan diskusi kelompok dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Selain itu, evaluasi yang beragam juga diperlukan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan siswa secara holistik.

V. Media dan Evaluasi Pembelajaran IPS

Media pembelajaran yang digunakan dalam IPS harus beragam dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan aksesibilitas dan interaktivitas dalam pembelajaran. Selain itu, evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara autentik untuk mengukur keterampilan dan pemahaman siswa secara menyeluruh.

5.1 Media Pembelajaran

Media pembelajaran dalam IPS harus mencakup berbagai sumber informasi, seperti buku, artikel, dan sumber digital. Penggunaan media yang bervariasi dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang kompleks dan mengaitkannya dengan realitas sosial. Dengan demikian, media pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

5.2 Evaluasi Pembelajaran IPS

Evaluasi pembelajaran IPS harus dilakukan secara menyeluruh dan beragam, mencakup penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian autentik yang mengukur kemampuan siswa dalam konteks nyata sangat penting untuk memastikan bahwa siswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, evaluasi dapat berfungsi sebagai umpan balik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Referensi Dokumen

  • Ilmu Sosial Dan Tantangan Zaman ( Abdullah, Taufik )
  • Learning To Teach, Belajar untuk Mengajar ( Arends, Richard I. )
  • Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi) ( Arikunto, Suharsimi )
  • Dasar-Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Mahasiswa IKIP (FKIP) dan Guru Sekolah Lanjutan ( Daldjoeni, N )
  • Pendekatan Saintifik dan Penilaian Otentik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/SMP/SMA/SMK ( Pudjiani, Tatik )

Gambar

Gambar 1:  Komponen Sistem Pembelajaran (Poerwito, 1981)
Gambar 2: Pendekatan Monodisiplin
Gambar 3: Pendekatan Pembelajaran Multi Disiplin
Gambar 8 : kerucut pengalaman

Referensi

Dokumen terkait

Kurikulum mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Wonogiri merupakan kurikulum yang berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dikembangkan dengan indikator tambahan

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu merupakan mata pelajaran yang penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu siswa harus mengikuti

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar Pemahaman dan Pengembangan Pedoman Bagi Pengelola Lembaga Pendidikan, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Komite Sekolah,

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Implementasi Pendidikan Demokrasi Pada Mata Pelajaran IPS di SMA Negeri 6 Takalar sudah terimplementasikan dengan baik

Kurikulum 2013 telah menerapkan model pembelajaran pada pelajaran IPS yang dipandang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan. Pada kurikulum tersebut dikembangkan

Tujuan pendidikan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya, serta

PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20…/20… Satuan Pendidikan : SMP N www.ilmuguru.org Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial IPS Kelas/Semester : VII/1 Ganjil Alokasi Waktu : ………....

Penanaman karakter perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial IPS karena sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yaitu agar peserta didik mampu