• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penambahan Serat Bambu dan Penggantian 10 Agregat Halus dengan Abu Sekam Padi dan Abu Cangkang Lokan Terhadap Kuat Tarik Beton

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengaruh Penambahan Serat Bambu dan Penggantian 10 Agregat Halus dengan Abu Sekam Padi dan Abu Cangkang Lokan Terhadap Kuat Tarik Beton"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Oktober 2013Beton Bertulang Persegi Berlubang

ISSN: 2086-9045

I n e r s i a

Jurnal Teknik Sipil

Artikel

Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan PDAM dengan Menggunakan Uji Statistik (Studi Kasus : Pelanggan PDAM – Kota Bengkulu)

Gusta Gunawan, Wawan Kurniawan, Khairul Amri

Pengaruh Batu Cadas (Batu Trass) sebagai Bahan Pembentuk Beton terhadap Kuat Tekan Beton Herdiansyah, Mekar Ria Pangaribuan

Analisa Simpang TigaTak Bersinyal Menggunakan Manajemen Lalu-lintas (Studi Kasus Simpang Tiga Bajak- Kota Bengkulu)

Chesi Anggraini, Hardiansyah, Makmun R. Razali

Pengaruh Penambahan Serat Bambu dan Penggantian 10% Agregat Halus dengan Abu Sekam Padi dan Abu Cangkang Lokan Terhadap Kuat Tarik Beton

Ade Sri Wahyuni, Akayzeh Dlucef, Fepy Supriani

Fakultas Teknik

Universitas Bengkulu

Pengaruh Umur Beton terhadap Kuat Tekan Beton

Akibat Penambahan Abu Cangkang Lokan Fepy Supriani

Hubungan Berat Isi dan Kuat Tarik Beton Serat Bambu dengan Abu Cangkang Lokan dan Abu Sekam Padi Elhusna, Agustin Gunawan, Reizki Darmawan

Vol. 5 No. 2 Oktober 2013

Analisis Pengaruh Pergeseran Lubang Penampang Kolom

Beton Bertulang Persegi Berlubang Rendi Nopradego, Mukhlis Islam

(2)

VOLUME 5, NO. 2, OKTOBER 2013

NOMOR ISSN : 2086-9045

JURNAL TEKNIK SIPIL

INERSIA

Penanggung Jawab

:

Ketua Program Studi Teknik Sipil UNIB

Pemimpin Redaksi

:

Elhusna, S.T., M.T

Sekretaris

:

Agustin Gunawan, S.T., M.Eng

Dewan Penyunting Pelaksana

:

Mukhlis Islam, S.T., M.T

Makmun R. Razali, S.T., M.T

Yovika Sari, A.Md

Mitra Bestari (Reviewer) Untuk Volume Ini

:

Prof. Ir. H. Sarwidi, M.Sc., Ph.D

Dr. Ir. Abdullah, M.Sc

Ir. Syafrin Tiaif, MSc., Ph.D

Alamat Sekretariat Redaksi

:

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Jln. W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu

Tlp.+62736-344087, 21170, Ext. 337, Fax +62736-349134

Email: [email protected]

(3)

VOLUME 5 NO. 2 OKTOBER 2013

NOMOR ISSN : 2086-9045

JURNAL TEKNIK SIPIL

INERSIA

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS BENGKULU

DAFTAR ISI :

Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan PDAM dengan Menggunakan Uji Statistik (Studi Kasus : Pelanggan PDAM -Kota Bengkulu)

(Gusta Gunawan, Wawan Kurniawan, Khairul Amri)

1 – 9

Pengaruh Batu Cadas (Batu Trass) Sebagai Bahan Pembentuk Beton Terhadap Kuat Tekan Beton

((Herdiansyah, Mekar Ria Pangaribuan)

11 – 19

Analisa Simpang Tiga Tak Bersinyal Menggunakan Manajemen Lalu-Lintas (Studi Kasus Simpang Tiga Bajak-Kota Bengkulu)

(Chesi Anggraini, Hardiansyah, Makmun R. Razali)

21 – 32

Pengaruh Penambahan Serat Bambu dan Penggantian 10% Agregat Halus dengan Abu Sekam Padi dan Abu Cangkang Lokan terhadap Kuat Tarik Beton

(Ade Sri Wahyuni, Akayzeh Dlucef, Fepy Supriani)

33 – 39

Pengaruh Umur Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Akibat Penambahan Abu Cangkang Lokan

(Fepy Supriani)

41 – 49

Hubungan Berat Isi dan Kuat Tarik Beton Serat Bambu dengan Abu Cangkang Lokan dan Abu Sekam Padi

(Elhusna, Agustin Gunawan, Reizki Darmawan)

51 – 56

Analisis Pengaruh Pergeseran Lubang Penampang Kolom Beton Bertulang Persegi berlubang (Rendi Nopradego, Mukhlis Islam)

57 – 68

Pemetaan Potensi Likuifaksi Wilayah Pesisir Berdasarkan Data Cone Penetration Test di Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu

(Rena Misliniyati, Mawardi, Besperi, Makmun R. Razali, Redho Muktadir)

(4)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Oktober 2013 1

PEMETAAN POTENSI LIKUIFAKSI WILAYAH PESISIR

BERDASARKAN DATA CONE PENETRATION TEST

DI KELURAHAN LEMPUING, KOTA BENGKULU

Rena Misliniyati1), Mawardi2), Besperi3), Makmun R. Razali4), Redho Muktadir5) 1),2),3),4)

DosenProgram Studi Teknik Sipil, FT UNIB, Jl.WR. Supratman, Kandang Limun Bengkulu 38371 A, e-mail: [email protected]

5)

Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, FT UNIB, Bengkulu.

Abstrak

Kota Bengkulu merupakan salah satu kota di pantai barat Pulau Sumatera yang sangat rentan terhadap gempa karena berada pada jalur seismik aktif. Kerentanan ini memungkinkan turut terjadinya fenomena likuifaksi ketika gempa terjadi. Salah satu wilayah di Kota Bengkulu yang dilalui jalur ini adalah Kelurahan Lempuing. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi likuifaksi di Kelurahan Lempuing berdasarkan data Cone Penetration Test (CPT) dengan menggunakan metode deterministik yang dipublikasikan oleh Idriss dan Boulanger tahun 2008. Data hasil penyelidikan geoteknik yang menggambarkan parameter tahanan tanah, dikumpulkan dari 6 titik uji CPT yang tersebar di Kelurahan Lempuing. Data kecepatan gelombang geser diperoleh dari hasil korelasi Vs terhadap data CPT. Parameter beban gempa yang digunakan diperoleh dari Peta Hazard Gempa Indonesia tahun 2010 dan riwayat kegempaan Kota Bengkulu. Besarnya potensi likuifaksi yang terjadi dinyatakan dengan nilai faktor keamanan (FS). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kedalaman 0 sampai 2meter, sebagian besar wilayah Lempuing termasuk ke dalam wilayah dengan potensi likuifaksi tinggi, ditunjukkan dengan nilai FS kurang dari 1. Selanjutnya, hasil analisis ditampilkan dalam bentuk Peta Potensi Likuifaksi. Peta ini menunjukkan bahwa seluruh wilayah Kelurahan Lempuing berada dalam kondisi tidak aman terhadap bahaya likuifaksi saat terjadi bencana gempa dengan magnitudo >7,9 dan percepatan gempa di batuan dasar sebesar 0,4g.

Kata kunci: likuifaksi, metode deterministik, Cone Penetration Test.

Abstract

(5)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Oktober 2013 2

Lempuing be in an unsafe condition to the danger of liquefaction during an earthquake with a magnitude > 7.9 earthquake and bedrock acceleration of 0.4 g .

Keywords : liquefaction , deterministic methods , Cone Penetration Test.

PENDAHULUAN

Salah satu fenomena yang dapat menyertai kejadian gempa adalah likuifaksi. Likuifaksi adalah suatu peristiwa dimana tanah berubah dari fase padat menjadi fase cair akibat meningkatnya tekanan air pori dalam rongga tanah (Idriss dan Boulanger, 2004). Kejadian ini terutama berkaitan dengan kondisi tanah pasiran jenuh yang memiliki kepadatan lepas atau sedang. Dampak dari peningkatan tekanan air pori tanah adalah tanah kehilangan kuat gesernya secara drastis akibat dari turunnya tegangan efektif tanah seiring dengan meningkatnya tegangan air pori (Idriss dan Boulanger, 2008). Hilangnya kuat geser tanah akan menyebabkan kerusakan dahsyat pada struktur atau infrastruktur yang berada di atasnya. Kerusakan yang paling menonjol biasanya terletak di daerah pantai atau pelabuhan. Peristiwa likuifaksi dapat menimbulkan amblesan, keruntuhan, retakan tanah, kelongsoran dan lain-lain. Beberapa contoh dari peristiwa likuifaksi yang pernah terjadi di Indonesia adalah kerusakan-kerusakan yang dihasilkan ketika gempa bumi di Bengkulu tahun 2000 dan 2007, gempa bumi Aceh tahun 2004, gempa bumi Nias tahun 2005, dan gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 (Soebowo dkk., 2009). Dari penelitian likuifaksi yang pernah dilakukan, diketahui bahwa peristiwa likuifaksi pada umumnya hanya terjadi pada daerah yang terbentuk oleh lapisan sedimen granular yang jenuh air dengan kepadatan yang rendah.

Kota Bengkulu merupakan salah satu kota di pantai barat Pulau Sumatera yang sangat rentan terhadap gempa karena berada pada jalur seismik aktif. Kerentanan ini memungkinkan turut terjadinya fenomena

likuifaksi ketika peristiwa gempa terjadi. Dengan demikian peneliti merasa perlu mengevaluasi potensi likuifaksi di Kota Bengkulu, dengan mengambil Kelurahan Lempuing sebagai lokasi penelitian. Evaluasi potensi likuifaksi sangat perlu dilakukan di daerah ini karena dilihat dari letak geografisnya, Kelurahan Lempuing berada pada wilayah pesisir Kota Bengkulu dengan kondisi tanah dominan berpasir. Dengan konsistensi tanah yang demikian, berkemungkinan untuk terjadi likuifaksi. Selain itu, lokasi ini merupakan daerah hunian padat penduduk dan sentra pariwisata, sehingga perlu dilakukan evaluasi kebencanaan demi meningkatkan perilaku kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi Kelurahan Lempuing dengan menggunakan data insitu Cone Penetration Test (CPT). Selanjutnya, hasil analisis akan ditampilkan dalam bentuk Peta Potensi Likuifaksi Kelurahan Lempuing. Peta ini akan menunjukkan bagaimana sebaran dari tingkat keamanan terhadap bahaya likuifaksi di Kelurahan Lempuing. Selain itu penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk penelitian potensi likuifaksi Kota Bengkulu, sebagai bagian dari proses mitigasi bencana kegempaan di Kota Bengkulu.

METODE PENELITIAN

(6)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Okto

denganmetodedeterministik b data CPTyang dipublikasikan ole Boulanger tahun 2008. M menggunakan perbandinganda

Resistence Ratio

menggambarkan

tanahterhadapCyclic StressRatio

menggambarkanbebangempayan

Penentuan Jenis Tanah Di setia

Untuk penentuan jenis tanah da CPT digunakan grafik korel

Friction Ratio (F) dengan tah CPT (qc) dari Robertson dan

(1983) yang dapat dilihat pada Ga

Gambar 1. Grafik korelasi sifatta dengan CPTyang dinormalisasi(Rober Wride, 1998)

Nilai Cyclic Stress Ratio (CSR Lapisan Tanah.

Seed danIdriss (1971) dalam (2010) menetapkan tekanan sik diinduksi

gempadimanatekananinimempen nsilikuifaksiadalahsebesar

65%daripuncaktekanansiklik.Halin disebutdenganCyclic

Ratio(CSR)yang dirumuskan berikut:

CSR=0,65

ktober 2013

berdasarkan oleh Idriss dan Metode ini relasi antara ahanan ujung

′ = tekananvertikal efektif tanah saat konsolidasi = percepatan gempam

lapisan tanah

= koefisien reduksi tekanan g = percepatan gravitasi bum Analisis untuk mendapatkan p sebagaifungsidarikedalaman(z)da dogempa(M) dilakukan dengan sebagai berikut:

z= kedalaman dalammeter M = momenmagnitudo

α dan β = nilai sinusdalamradian Penentuan nilai percepatan maksimum di permukaan tan dilakukan dengan mengguna percepatan gempa maksimum dasar berdasarkan peta haza

Indonesia tahun 2010 dan n amplifikasi dari ASCE (07-201 yang ditunjukkan pada Tabel 1 d Penentuan klasifikasi site lokasi dilakukan berdasarkan data gelombang geser (Vs) yang dip hasil korelasi Vs terhadap d Berdasarkan peta hazard gempa tahun 2010, nilai percepatan batuan dasar untuk Kota Bengk 0,4g (Kementerian Pekerjaan Um Selanjutnya distribusi Magnitu

yang digunakan dalam analisis, berdasarkan data riwayat kejad Kota Bengkulu tahun 2007

Magnitude 7,9.

3 tekanan hsaatkonsolid

f darilapisan

(7)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Oktober 2013 4

Tabel 1. Klasifikasi Site Didasarkan Atas Korelasi Penyelidikan Tanah Lapangan dan Laboratorium

Sumber: Peta Hazard Gempa Indonesia 2010 (Kementerian Pekerjaan Umum, 2010)

Tabel 2. Faktor Amplifikasi

Sumber: Peta Hazard Gempa Indonesia 2010 (Kementerian Pekerjaan Umum, 2010)

Perhitungan Nilai Cyclic Resistence Ratio (CRR) Setiap Lapisan Tanah.

Tahanan penetrasi CPT pada pasir meningkat seiring dengan kenaikan

confining stress, dimana nilai qc dari

kedalaman dan lokasi yang berada tidak bisa secara langsung dibandingkan satu sama lainnya. Faktor koreksi dari nilai CPT adalah CN, dimana:

qC1=CN.qC (5)

Adapun nilai CN didapat dengan rumus

yang diusulkan oleh Idriss dan Boulanger (2003b) dalam Yulman (2010), yaitu:

CN=

$ # , %&, '( (*+)-,./0

<1,7 (6)

Magnitude scalingfactor(MSF) digunakanuntukmenentukan CSR dan/atau CRRyangmenggunakan nilai Myangbiasa

(secarakonvensional diambilM=7.5). Nilai MSF pada nilai M yang berbeda dapat dihitung dengan menggunakanpendekatanyangdipakaiolehId riss(1999) dalam Yulman (2010)sepertiberikut:

MSF=6,9exp %1'#-0,058<1,8 (7)

Overburdencorrectionfactor (2 ) diperkenalkanolehSeed(1983)untuk

menentukanCSRdan/atauCRRterhadapnilai

effective overburdenstress yangbiasa,karena CRRpada pasirbergantungpadaeffective overburden stress. Kebanyakan nilai

didapat dari hasil tes laboratorium. Tetapi hubungan yang direkomendasikan oleh

para ahli yaitu :

=1-ln

$ #<1,1 (8)

dimana koefisien didapat dari korelasi

dengan overburden penetration resistence

yang diusulkan oleh Idriss dan Boulanger (2004) sebagai berikut :

=

,(% , (*+3)-,./0<0,3 (9)

Koefisien dibatasi maksimum dengan

nilai 0,3 dengan membatasi nilai qC1< 211.

Sepertiyang

diketahuikekuatandankekakuanpadatanahbe rdasarkan tes lapangan salah satunya bisa didapatdarinilai CPT. Kekuatan inilahyang akanmenghasilkannilaiCyclic Resistence Ratio(CRR). Korelasi antara nilai CRRdenganCPTyang

diusulkanolehBoulanger(2004) berdasarkan hasilstudinya adalah sebagaiberikut:

45516 ,7; 6 =exp9*+3 :

7'&

*+3 :

; # − *+3 :

& #

*+3 :

'# '

− 3 = (10)

(8)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Okto

lain digunakan faktor kore

Magnitude Scaling Factor (M

overburden correction factor, K

korelasinya dapat dilihat dengan berikut :

4551, =45516 ,7; A 6 B .M

Untuk mendapatkan nilai >? dihitung dengan persamaan berik

>? @=>? + >?

>? = 5,4 *+3;#.expC1,63 E?

7, E?F&,& # #

Nilai FC (Finest Content) didapa Ic, dimana:

Ic={(3,47-logQ)2+(logF+1,22)2} Untuk mendapatkan nilai Q da dihitung dengan persamaan berik

Q= * % Ic> 35, maka FC=100

Perhitungan Faktor Keamana Of Safety) Dari Tes CPT.

Perhitungan faktor Keamanan

safety) terhadap bahaya merupakan perbandingan dari dengan CSR yang menggunakan 17.

FS=?HH?KHI;J

I;J

Selanjutnya nilai FS yang didap jika FS lebih besar dari 1,2 m tersebut memiliki potensi likui rendah, FS sama dengan 1,2 be tersebut memiliki potensi likui sedang, dan jika FS kurang dar lokasi tersebut memiliki potens

ktober 2013

apat dari nilai

}0,5 (14)

apat diartikan maka lokasi kuifaksi yang berarti lokasi kuifaksi yang dari 1,2 maka ensi likuifaksi

yang tinggi. Rentang nilai faktor ini merujuk pada penelitian yang oleh Soebowo dkk. (2009).

Pemetaan Potensi likuifaksi

Hasil perhitungan nilai faktor (FS) yang didapat akan ditampi bentuk peta potensi likuifaksi. Re FS yang digunakan dibagi dala yang akan di tandai dengan w petayaitu warna hijau untu likuifaksi rendah, warna kun potensi likuifaksi sedang, dan w untuk potensi likuifaksi tinggi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada penelitian ini, berat vol kondisi jenuh air didapat pengujian laboratorium yaitu seb kN/m3. Elevasi muka air tanah d berada tepat pada permuka (GWL=0,00m). Asumsi ini diam menggambarkan kondisi paling k terjadi likuifaksi. Gambar 2 me sebaran enam titik lokasi penelit likuifaksi di Kelurahan Lempuing

Gambar 2. Peta Lokasi Pene

Hasil pengujian lapangan be ang dilakukan

or keamanan pilkan dalam Rentang nilai alam 3 zona elitian potensi ing.

enelitian.

berdasarkan

(9)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Okto

Berikut hasil uji CPT lokasi pen dapat dilihat pada Gambar 3 dan

Gambar 3. Peta Nilai Tahanan U dalam kg/cm2 pada K 0-1 meter

Gambar 4. Peta Nilai Tahan (qc) dalam kg/cm Kedalaman 1-2 m

Hasil Analisis Potensi Likuifaks

Analisis potensi likuifaksi deng deterministik di kelurahan menghasilkan nilai faktor keaman titik lokasi penelitian yang dapat Tabel 3. Nilai ini didapat perbandingan antara nilai CRR d yang telah dihitung sebelumnya. Nilai faktor keamanan yang pada Tabel 3 menunjukkan b kedalaman 0 sampai 2 meter di lokasi pengujian berada pada re kurang dari 1. Hal ini bera kedalaman 2 meter, Kelurahan

ktober 2013 at dilihat pada t dari hasil erarti hingga an Lempuing

berada dalam kondisi tidak ama bahaya likuifaksi.

Tabel 3. NilaiFaktor Keamanan Bahaya Likuifaksi pad Lokasi di Kelurahan Lem

Peta Potensi Likuifaksi Lempuing.

Hasil analisis potensi likuif ditampilkan dalam bentuk pe likuifaksi yang menggambarka nilai faktor keamanan terhada likuifaksi di Kelurahan Lempuin 5 dan Gambar 6 menunjukkan b kedalaman 0 sampai 2 meter, seb wilayah Lempuing berpotensi ti terjadi likuifaksi saat gempa data ditandai dengan dominasi warna kuning pada peta, serta tidak hijau yang tampak. Selain itu, n keamanan terkecil terlihat be pesisir pantai dimana daerah in sebagai kawasan wisata. Ni keamanan terhadap likuifaksi meningkat menuju ke daerah p warga, namun tetap berada dalam aman terhadap bahaya likuifaksi.

(10)

Jurnal Inersia Vol.5 No.2 Okto

Gambar 5. Faktor Keamanan Bahaya Likuifaks potensi likuifaksi di Kelurahan Kota Bengkulu dengan metode d adalah sebagai berikut :

1. Jenis tanah di kelurahan merupakan tanah berpasir d konsistensi berkisar antara 120 kg/cm2 (termasuk dala pasir lepas).

2. Potensi bahaya likuifaksi di Lempuing termasuk dalam

ktober 2013 alam kategori

di Kelurahan lam kategori

daerah dengan tingkat potens tinggi, ditunjukkan dengan keamanan kurang dari 1. 3. Pada peta bahaya likuifaksi

Lempuing dengan data uji titik terlihat bahwa seluru Kelurahan Lempuing bera kondisi tidak aman terhad likuifaksi saat terjadi benc dengan magnitudo >7,9 dan gempa di batuan dasar sebesa

DAFTAR PUSTAKA

Idriss I.M., dan Boulanger R.

Semi-Empirical Proced Evaluating Liquefaction During Earthquakes, Dep Civil and Environmental E University Of California. Idriss I.M., dan Boulanger R.W.,

Liquifaction During Ea

Earthquake Engineering Institute (EERI) Public MNO-12. California. Kementerian Pekerjaan Umum, 2

Hazard Gempa Indonesia 2

Robertson, P.K., dan Wride, C

”Evaluating Cyclic L Potential Using The Cone P Test”, Canadian Geotechn 442-459.

Soebowo, E., Tohari, A. and 2009, “Potensi Likuifak Gempa Bumi Berdasarkan Dan N-SPT Di Daerah Bantul, Yogyakarta” , Ju Geologi dan Pertambanga No.2,85-97.

Yulman, M.A., 2010, “Stud likuifaksi dengan deterministik kasus kota

Tugas Akhir,Fakultas Te dan Likungan, Program St Sipil, Institut Teknologi Bandung.

7 ensi likuifaksi

n nilai faktor

ksi Kelurahan ji CPT di 6 l Engineering

., 2008, “Soil

(11)
(12)
(13)

Gambar

Tabel 1. Klasifikasi Site Didasarkan Atas

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu tahapan kampanye yang membutuhkan perhatian lebih dari penyelenggara pemilihan umum dan peserta pemil- ihan umum adalah pada saat pemasangan alat peraga kampa- nye,

PLN (Persero) itu sendiri merupakan suatu perusahaan milik Negara yang diawasi dan memperoleh pembinaan langsung dari pemerintah daerah, sehingga penelitian ini

Masalah yang terjadi pada mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo semester I tahun ajaran 2015- 2016 di kelas A-2 adalah mahasiswa mengalami kesalahan konsep,

Sehingga walaupun sistem ini bernama sistem utang modal akan tetapi pada kenyataan akad yang digunakan oleh warga bukan merupakan akad utang modal akan tetapi

1) Reduksi data, yaitu proses pemilihan data, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa hingga

Masalah dan Tujuan : berdasarkan hasil observasi awal peneliti di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar saat pembagian tugas anggota tim yang tidak sesuai dengan kompetensinya

Penelitian Tugade &amp; Fredrickson (2006) membahas mengenai regulasi emosi dimana strategi ini berfokus pada membangun ketahanan terhadap peristiwa stres.Pada fase remaja,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kinerja kader (keikutsertaan, penghargaan, umur kader, pekerjaan kader) Community TB care ‘Aisyiyah Kota Surakarta yang