• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktorat Pendidikan Masyarakat Gd. E Lt.VI Jl. Jend. Sudirman - Senayan Jakarta Telp.: (021) Fax. : (021)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktorat Pendidikan Masyarakat Gd. E Lt.VI Jl. Jend. Sudirman - Senayan Jakarta Telp.: (021) Fax. : (021)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Direktorat Pendidikan Masyarakat Gd. E Lt.VI Jl. Jend. Sudirman - Senayan Jakarta 10270 Telp.: (021) 5725575 Fax. : (021) 5725039 E-mail : dikmas_tu@yahoo.com

(2)
(3)

KATA SAMBUTAN

P

rakarsa Keaksaraan untuk Pemberdayaan (Literacy Initiative for Empowerment-LIFE) yang dicanangkan UNESCO telah menjadi kerangka kerja strategis global sebagai mekanisme kunci dalam peningkatan keberaksaraan penduduk dunia untuk mencapai tujuan dan sasaran Dasawarsa Keaksaraan Perserikatan Bangsa Bangsa pada skala internasional. Selaras dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional, berupaya meningkatkan keberaksaraan penduduk dewasa di Indonesia dengan memperluas ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas layanan pendidikan keaksaraan yang terintegrasi dengan pendidikan kewirausahaan dan pendidikan kecakapan hidup, serta terintegrasi dengan pendidikan pemberdayaan lainnya yang berkesetaraan dan berkeadilan gender.

Untuk memastikan kelayakan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat, peningkatan keberaksaraan penduduk dewasa ini disertai dengan pelaksanaan misi kesetaraan yang tidak mendiskriminasikan para pihak, sehingga terjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan untuk semua. Dalam upaya memenuhi hak-hak warga negara terhadap akses pendidikan nonformal yang bermutu dan kesempatan meningkatkan kualitas hidup, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan program-progam pendidikan keaksaraan yang beragam. Melalui program-program ini diharapkan investasi pendidikan nasional bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berakhlak mulia, berkarakter, produktif, dan berdaya saing dapat terwujud.

(4)

Saya menyambut baik penerbitan Acuan Pengajuan dan Pengelolaan Dana Program-program Pendidikan Masyarakat ini, dan berharap semoga acuan ini dapat bermanfaat dan dilaksanakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ketercapaian misi Kementerian Pendidikan Nasional.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal

Pendidikan Nonformal dan Informal,

Hamid Muhammad, Ph.D NIP. 19590512 198311 1 001

KATA PENGANTAR

P

endidikan masyarakat merupakan suatu proses dimana upaya pendidikan yang di prakarsai pemerintah diwujudkan secara terpadu dengan upaya penduduk setempat untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat yang diprakarsai Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional mencakup program Aksara Agar Berdaya (AKRAB!) dalam kerangka kerja “Aksara Membangun Peradaban”. Dengan kerangka kerja tersebut ukuran capaian kompetensi keberaksaraan masyarakat berubah dari membaca, menulis dan berhitung teknis ke kemampuan memanfaatkan keberaksaraan untuk meningkatkan kualitas hidup diri dan lingkungannya. Tujuan Aksara Agar Berdaya (AKRAB!) adalah meningkatkan keberaksaraan penduduk dewasa yang masih mempunyai keterbatasan keaksaraan atau masih melek aksara parsial. Tingkat keberaksaraan yang memadai dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengakses informasi yang dapat digunakan untuk beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial dan budaya.

Masyarakat ditingkatkan keberaksaraannya dan diarahkan untuk menguasai ragam keaksaraan melalui program Keaksaraan Dasar, Keaksaraan Usaha Mandiri, Aksara Kewirausahaan, Keaksaraan Keluarga, Keaksaraan Komunitas Khusus, Keaksaraan Berbahasa Ibu dan Keaksaraan Bencana. Peningkatan budaya tulis dikembangkan melalui Koran Ibu, dan peningkatan budaya baca dilaksanakan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Sejalan dengan program-program tersebut juga dilaksanakan sejumlah program pendidikan pemberdayaan perempuan dan partisipasi anak untuk meningkatkan harkat, martabat

(5)

dan kualitas perempuan dan anak, melalui program kecakapan hidup perempuan dan anak, program pencegahan tindak pidana perdagangan orang, serta program kesetaraan dan keadilan gender.

Dalam mendukung terlaksananya program-program tersebut dilakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan penyelenggara program pendidikan masyarakat, khususnya melalui program peningkatan mutu kelembagaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga sejenis lainnya, Rintisan Balai Belajar Bersama, serta sejumlah program pengembangan kemitraan antar lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat.

Untuk meningkatkan penjaminan kualitas pelaksanaan keseluruhan program disusun acuan-acuan pengajuan dan pengelolaan dana program pendidikan masyarakat. Acuan Pengajuan dan Pengelolaan Dana Program Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan diharapkan dapat dijadikan panduan bagi para pembina, penyelenggara, tutor pendidikan nonformal dan informal, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan budaya baca. Semoga acuan ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak atas kontribusi dan perannya dalam penyusunan acuan ini. Akhirnya semoga acuan yang disusun dengan kesungguhan, komitmen, dan keikhlasan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dengan harapan semoga Allah SWT memberikan rakhmat dan hidayahNya kepada kita semua. Amin.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Pendidikan Masyarakat,

Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D NIP. 19580409 198402 2 001

DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ... iii

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 3

B. Dasar Hukum ... 3

C. Tujuan Acuan ... 4

BAB II PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN KEAKSARAAN ... 5

A. Pengertian ... 5

B. Sasaran Program ... 6

C. Tujuan Program ... 6

D. Hasil yang diharapkan... 7

E. Deskripsi Kegiatan ... 7

F. Alokasi dan Rincian Penggunaan Dana ... 9

BAB III PROSEDUR PENGAJUAN DAN PENYALURAN DANA ... 10

A. Sasaran Penerima Program ... 10

B. Persyaratan Penerima ... 10

C. Pengajuan Proposal ... 12

D. Penilaian Proposal ... 13

E. Verifi kasi Lembaga ... 14

F. Penetapan Penerimaan Program... 14

G. Penyaluran Dana ... 15

H. Pelaksanaan Program ... 16

I. Pertanggung Jawaban Penggunaan Dana ... 16

J. Catatan Khusus ... 16 ektur Pendidikan Masyara

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

Aksara merupakan sistem penulisan suatu bahasa dengan menggunakan tanda-tanda simbol, bukan hanya sebagai huruf atau rangkaian abjad. Aksara merupakan suatu sarana yang menghantar cakrawala pengetahuan dan peradaban suatu bangsa karena aksara membentuk wacana yang dapat dikenali, dipahami, diterapkan, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Untuk mewujudkan aksara yang membangun peradaban diperlukan kemampuan ragam keaksaraan yang memberdayakan.

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mengubah dan membentuk kehidupan masyarakat. Pemberdayaan akan meningkatkan kemampuan anggota masyarakatnya agar dapat mengarahkan, mengendalikan, membentuk dan mengelola hidupnya. Pemberdayaan masyarakat juga akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk dapat mengelola hidupnya secara mandiri sebagai indikator pemberdayaan meliputi kemampuan: i) Memahami masalah, ii) Menilai tujuan hidupnya,iii) Membentuk strategi, iii) Mengelola sumber daya, iv)Bertindak dan berbuat. Selanjutnya pembangunan masyarakat merupakan suatu proses yang berkelanjutan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kemudian menerapkan pemberdayaan yang berpengaruh, melibatkan, dan mendidik; menjamin keseimbangan lingkungan; memastikan keberlanjutan/kebertahanan, dan menggunakan kemitraan untuk membuka akses untuk sumber daya dan dana.

BAB IV PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN ... 18

A. Pemantauan ... 18

B. Evaluasi Kegiatan ... 18

C. Pelaporan dan Sanksi ... 19

BAB V PENUTUP ... 20

LAMPIRAN Lampiran 1 Sistematika Penyusunan Proposal Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan ... 21

Lampiran 2 Rekomendasi Dinas Pendidikan Daerah Kab/Kota ... 27

Lampiran 3 Surat Pernyataan ... 28

Lampiran 4 Sistematika Laporan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Penguatan Keaksaraan ... 29

(7)

Direktorat Pendidikan Masyarakat menerapkan kerangka kerja Aksara Membangun Peradaban dengan menerapkan lima misi kerja Kementrrian Pendidikan Nasional yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, dan peningkatan Kualitas serta misi kesetaraan pendidikan yang nondiskriminatif dan keterjaminan memperoleh layanan pendidikan. Program aksara membangun peradaban antara lain pendidikan keaksaraan, aksara kewirausahaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pengarusutamaan gender dan anak, peningkatan budaya baca masyarakat serta penguatan kelembagaan pendidikan masyarakat.

Pelaksanaan progam-program pendidikan masyarakat tersebut perlu terus dikembangkan dan diperbaharui, melalui pemikiran kreatif dan inovatif, khususnya dalam diversifi kasi layanan yang berpihak pada keluasan dan keragaman cakupan sasaran dengan menerapkan unsur-unsur pemberdayaan masyarakat berikut:

• Swamanajemen (self managed) • Lingkungan sepanjang hayat

• Menghargai norma, nilai dan budaya • Program berbasis kebutuhan

• Masyarakat berperan dalam pengendalian dan pengawasan program

• Pemberdayan sebagai ciri utama • Berakar pada nilai-nilai sosial • Berbasis pengalaman

• Partisipatif dan demokratis • Berbasis kecakapan hidup

A. Latar Belakang

Program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Penguatan Keaksaraan merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraan, kemampuan membaca dalam arti mampu menyerap informasi, mampu menginteprestsikan bahan bacaan, mampu menggabungkan bacaan satu dengan yang lain. Program ini dapat diakses oleh satuan pendidikan, nonformal, unit pelaksana teknis pendidikan nonformal, perkumpulan, perhimpunan, perserikatan yang memenuhi persyaratan.

Agar program TBM Penguatan Keaksaraan dapat dipahami oleh penyelenggara dan pemangku kepentingan program pengembangan budaya baca maka disusunlah “Acuan Pengajuan dan Pengelolaan Dana Program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Penguatan Keaksaraan Tahun 2010”.

B. Dasar Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; 3. Peraturan Presiden No 47 tahun 2009, tentang Pembentukan

dan Organisasi Kementrian Negara;

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal;

5. Kesepakatan bersama antara Menteri Pendidikan Nasional dengan Menteri Agama No. 01 tahun 2007 dan No. 02 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan program Pendidikan Luar Sekolah di lembaga keagamaan.

6. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Tahun 2010.

(8)

C. Tujuan Acuan

Penuyusunan acuan pengajuan dan pengelolaan Dana ProgramTBM Penguatan Keaksaraan di pergunakan untuk pedoman bagi:

1. Direktorat Pendidikan Masyarakat dalam menyalurkan bantuan TBM penguatan keaksaraan agar penyalurannya tepat sasaran.

2. Dinas Pendidikan Propinsi memberikan surat pengantar bagi pengusul proposal kepada Direktorat Pendidikan Masyarakat. 3. Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten/kota memberikan

rekomendasi pada pengusul proposal.

4. Tim penilai proposal dalam melakukan tugas penilaian terhadap proposal TBM Penguatan Keaksaraan yang obyektif 5. Petugas verifi kasi dalam melaksanakan tugas melihat kondisi

fi sik lembaga dan vafi dasi data.

6. Satuan pendidikan Pendidikan Non Formal, Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Pendidikan Nonformal, Perkumpulan, Perhimpunan, dan Perserikatan dalam menyusun mengajukan proposal TBM Penguatan Penguatan Keaksaraan.

BAB II

PROGRAM TAMAN BACAAN

MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN

KEAKSARAAN

A. Pengertian

Guna mewujudkan masyarakat berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju, mandiri, dan beradab Pemerintah melaksanakan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan melalui medium taman bacaan masyarakat.

1. Taman bacaan masyarakat yang selanjutnya disebut TBM merupakan sarana peningkatan budaya membaca masyarakat dengan ruang yang disediakan untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis, dan kegiatan sejenis lainnya yang dilengkapi dengan bahan bacaan, berupa: buku, majalah, tabloid, koran, komik, dan bahan multi media lain, serta pengelola yang berperan sebagai motivator.

Taman bacaan masyarakat merupakan jantung pendidikan masyarakat, dengan bahan bacaan yang disediakan diharapkan mampu memotivasi dan menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca bagi aksarawan baru, warga belajar, dan masyarakat. Dengan tumbuhkembangnya minat dan kegemaran membaca, maka membaca merupakan suatu kebiasaan yang mesti dilakukan tiap hari sebagaimana memenuhi kebutuhan hidup.

Penyelenggaraan TBM dianjurkan di lokasi yang strategis, artinya di tempat-tempat lalu lalang/biasa dikunjungi orang,

(9)

misalnya: di jalan utama desa (wilayah), berdekatan dengan tempat ibadah, tempat belajar (pusat kegiatan belajar masyarakat, kursus, dan sekolah).

2. TBM Penguatan Keaksaraan merupakan TBM yang menyediakan bahan bacaan untuk memberikan layanan kepada anak usia dini, melek aksara parsial, aksarawan baru, peserta didik pendidikan dasar, anak yatim di panti asuhan, dan masyarakat pada umumnya yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraan.

Koleksi bahan bacaan TBM Penguatan keaksaraan seyogyanya terdiri dari buku-buku: pengetahuan praktis, bahan informasi praktis, keterampilan praktis, kewirausahaan, pendidikan kebangsaan, keagamaan, dan minimal 2 judul buku karya sastra dengan tema yang sesuai bagi penduduk dewasa serta dilengkapi dengan kaca mata baca yang dapat dipinjam di tempat.

Program TBM Penguatan Keaksaraan dilaksanakan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) yang dapat diakses oleh lembaga untuk menyelenggarakan program pengembangan budaya baca dan perpusatakaan dengan menyelenggarakan TBM Penguatan Keaksaraan.

B. Sasaran Program

Penyelenggaraan TBM Penguatan Keaksaraan di maksudkan untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraan dengan sasaran anak usia dini, melek aksara parsial, peserta didik pendidikan dasar, anak yatim di panti asuhan, dan masyarakat pada umumnya.

C. Tujuan Program

Pemberian bantuan TBM Penguatan Keaksaraan dimaksudkan untuk memperluas dan memeratakan akses TBM yang mampu memberikan layanan peningkatan keberaksaraan dan memberdayakan masyarakat.

Sedangkan tujuannya adalah:

1. mendirikan TBM baru di daerah pedesaan dan kawasan miskin perkotaan,

2. meningkatkan kemampuan keberaksaraan bagi anak usia dini, melek aksara parsial, aksarawan baru, peserta didik pendidikan dasar, anak yatim di panti asuhan,

3. meningkatkan minat baca, menulis, dan berkomunikasi masyarakat,

4. meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat, 5. membangun peradaban masyarakat.

D. Hasil yang diharapkan

Hasil yang diharapkan dari pemberian bantuan TBM Penguatan Keaksaraan ini adalah:

1. tersedianya TBM Penguatan Keaksaraan di daerah pedesaan, di kawasan miskin perkotaan, di panti asuhan anak yatim, dan di tempat ibadah,

2. tersediannya bahan bacaan yang mudah diakses oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan keberaksaraan,

3. terwujudnya kegemaran membaca masyarakat, 4. meningkatnya kualitas sumber daya masyarakat.

E. Deskripsi Kegiatan

1. Indikator Keberhasilan

a. tersalurnya dana bantuan kepada 450 lembaga/TBM dengan tepat sasaran,

b. adanya TBM di daerah pedesaan, kawasan miskin perkotaan, panti asuhan, dan di tempat-tempat ibadah, c. terlayaninya kebutuhan masyarakat di bidang bahan

(10)

d. terselenggaranya berbagai kegiatan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat, dan

e. adanya pembaca/pengujung di TBM paling sedikit 10 orang setiap hari.

2. Pembelajaran

Pembelajaran TBM dapat dilakukan sacara informal, yaitu pengelola dapat membimbing lembaga di TBM misalnya membimbing tehnik membaca cepat, membaca belajar efektif, membaca cepat, menekan kalimat kunci dalam paragraf. Pembaca di TBM dapat dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan seperti praktek keterampilan dari buku yang dibaca, lomba menceritakan kembali buku yang di baca.

3. Komponen Pendukung

Untuk dapat melaksanakan peran dan fungsinya, TBM harus didukung komponen: sumber daya fi sik dan sumber daya manusia sebagai berikut:

a. Sumber Daya Fisik

Dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu: sumber daya fi sik utama, dan sumber daya fi sik pendukung.

1) Sumber daya fi sik utama, adalah bahan bacaan. yaitu: bahan bacaan dalam pelbagai bentuk media seperti: buku, majalah, tabloid, koran, CD dan lainnya. Bahan bacaan yang disediakan perlu memperhatikan : karakteristik masyarakat, kebutuhan nyata masyarakat, kemampuan baca masyarakat.

2) Sumber daya pendukung, adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan TBM, antara lain:

• rak/almari buku, • display buku baru, • rak majalah,

• gantungan koran, • meja kerja, dan

• fasilitas untuk membaca seperti: meja baca/ bangku, alas duduk (tikar/kapet) dan kaca mata baca perlu juga disediakan.

b. Sumber Daya Manusia

Faktor utama dalam pengelolaan TBM adalah orang sebagai sumber daya manusia, sekurang-kurangnya terdapat 3 orang yang duduk dalam susunan organisasi yang melaksanakan pengelolaan TBM terdiri atas: 1 orang Ketua, 1 orang yang mengurusi adminstrasi dan teknis, dan 1 orang memberikan layanan kepada masyarakat.

F. Alokasi dan Rincian Penggunaan Dana

Pelaksanaan program ini dapat dibiayai dengan dana bantuan TBM Penguatan Keaksaraan sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dengan alokasi penggunaan sebagai berikut:

1. Pengadaan Bahan Bacaan Rp.

9.000.000,-a. Buku pengetahuan umum ... Rp. 1.500.000,-b. Buku keterampilan ... Rp. 2.000.000,-c. Buku keagamaan ... Rp. 1.000.000,-d. Buku karya sastra termasuk buku fi ksi ... Rp. 1.500.000,-e. Buku pelajaran sekolah ... Rp. 1.000.000,- f. Buku referensi ... Rp. 1.000.000,-g. Koran lokal ... Rp. 1.000.000,-2. Biaya kegiatan pembudayaan kegemaran membaca paling

banyak Rp.

3.000.000,-3. Biaya operasional dan isentif pengelola paling banyak Rp.

(11)

3.000.000,-BAB III

PROSEDUR PENGAJUAN DAN

PENYALURAN DANA

A. Sasaran Penerima Program

Sasaran penerima program TBM Penguatan Keaksaraan adalah satuan pendidikan nonformal, unit pelaksana teknis daerah pendidikan nonformal dan informal, perkumpulan, perhimpunan, perserikatan, lembaga keagamaan, dan lembaga sosial lainnya yang selanjutnya disebut lembaga, yang memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan pada Acuan ini.

B.

Persyaratan Penerima

1. Persyaratan Administrasi

a. memiliki surat keterangan domisili lembaga dari Kepala desa/Kepala kelurahan;

b. memiliki surat keterangan pendirian/pembentukan lembaga (akte notaris atau surat keputusan/keterangan dari dinas pendidikan provinsi atau dinas pendidikan kabupaten/kota),

c. memperoleh rekomendasi dinas pendidikan kabupaten/ kota setempat;

d. memiliki rekening bank atas nama lembaga yang masih aktif,

e. (Ketua Lembaga) memiliki kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku,

f. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

g. (bagi perkumpulan, perhimpunan, dan perserikatan) memiliki ijin operasional penyelenggaraan TBM dari dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.

h. (bagi lembaga yang menggunakan prasarana dengan sewa/kontrak) memiliki perjanjian sewa/kontrak untuk minimal 3 tahun kedepan.

2. Persyaratan Teknis

a. Penyelenggaraan TBM di lokasi/tempat strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat,

b. memiliki ruang tersendiri untuk TBM paling sempit 20 M2 ,

c. memiliki rak/almari buku untuk menyimpan/menempatkan bahan bacaan,

d. memiliki pengelola TBM yang responsif gender dan berkomitmen untuk mengembangkan minat baca masyarakat

e. memiliki bahan bacaan awal paling sedikit 20 judul, tidak termasuk buku pelajaran sekolah, modul/bahan ajar pendidikan nonformal,

f. lebih diutamakan pengelola memiliki usaha ekonomi ditempat TBM, misalnya warung kopi, wartel, counter HP.

(12)

Penyelenggaraan

TBM PENGUATAN KEAKSARAAN

• memiliki ruangan bangunan yang layak dipakai

• lokasi strategis , mudah dijangkau • memiliki rak buku yang cukup untuk

menyimpan buku • memiliki sarana untuk baca

Sekurang – kurangnya terdiri dari 2 (dua) orang, yang bertugas sebagai ketua dan petugas administrasi dan teknis.

PKBM, SKB, atau yayasan/ organisasi masyarakat lainnya.

• membeli sendiri dengan dan/ anggaran yang tersedia

• meminjam atau tukar menukar dengan perpustakaan/TBM lainnya. • Donasi/wakaf buku.

Dinas pendidikan provinsi dan kab/kota beserta seluruh jajarannya.

Kepala Desa/Kelurahan, Ketua RT/RW

Buku-buku: pengetahuan praktis, keterampilan praktis, kewiraushaan, keagamaan, wawasan kebangsaan, karya sastra, tokoh, referensi, dan buku fi ksi yang menghibur, serta Koran lokal.

Title

org orggania D D D D D d d d j ja Prasarana - Sarana Pengelola Penyelenggara Pembina Koleksi TBM Pengadaan bahan Koleksi

• Buku – buku pengetahuan umum, buku– buku keterampilan praktis, kewirausahaan, keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan belajar setempat, buku/modul program pendidikan luar sekolah, buku – buku ceritera/hiburan dan lain – lain.

• Bukan buku seperti, kaset audio,tape recorder,radio,televisi,alat – alat permainan edukatif dan lain- lain

C. Pengajuan Proposal

Mekanisme pengajuan dan penyaluran dana bantuan TBM Penguatan Keaksaraan meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

1. Sosialisasi:

Agar Bantuan TBM Penguatan Keaksaraan ini dapat diketahui oleh masyarakat luas, maka perlu adanya sosialisasi yang dilaksanakan dengan cara:

a. berjenjang, yaitu sosialisasi dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada masyarakat luas.

b. langsung, yaitu sosialisasi dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dan/atau Dinas Pendidikan Provinsi langsung kepada masyarakat luas.

c. Website http://www.dikmas.net.

2. Pengajuan Proposal

Setiap pimpinan lembaga yang ingin memperoleh bantuan TBM Penguatan Keaksaraan mengajukan permohonan kepada:

Direktur Pendidikan Masyarakat

Komplek Kemendiknas, Gedung E Lantai 6 Jl. Jenderal Sudirman, Senayan

Jakarta 10270

dengan menyerahkan Proposal yang disusun sebagaimana contoh pada lampiran 1 acuan ini dan dilengkapi berbagai lampiran persyaratan administrasi sebagaimana tersebut pada Bab III diatas, serta copy proposal disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat sebagai pemberitahuan. Penerimaan Proposal TBM Penguatan Keaksaraan dilaksanakan mulai bulan Februari 2010 sampai dengan selama dana program pada anggaran tahun 2010 masih tersedia.

D.

Penilaian Proposal

Terhadap proposal yang masuk, Direktorat Pendidikan Masyarakat wajib melakukan penilaian terhadap persyaratan adminisatrasi

(13)

maupun subtansi/teknisnya. Hal ini dilakukan dengan maksud agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tepat guna. Pelaksanaan penilaian proposal dilakukan oleh Tim Penilai yang dibentuk oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dengan Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pendidikan Masyarakat.

Setiap proposal dilakukan seleksi administrasi oleh seorang petugas, sedangkan penilaian subtansi/teknis dilakukan oleh tiga orang Tim Penilaian. Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Penilai Proposal mengacu pada Kisi-kisi dan menggunakan instrumen yang telah disiapkan oleh Panitia Pelaksana Penilaian Proposal tahun 2010.

E. Verifi kasi Lembaga

Terhadap proposal yang lolos dari penilaian administrasi maupun penilaian subtansi/teknis dilakukan verifi kasi lapangan secara sampling oleh petugas yang ditunjuk dengan surat tugas Direktur Pendidikan Masyarakat. Verifi kasi dilakukan dengan maksud untuk mengklarifi kasi data, informasi, dokumen yang tertuang dalam proposal dan melakukan penilaian fi sik lembaga calon penerima bantuan yang meliputi: melihat dokumen asli, lokasi, papan nama, kondisi prasarana dan sarana, sesuaian dengan pedoman/acuan TBM penguatan Keaksaraan bahan bacaan dengan kebutuhan masyarakat, penataan bahan bacaan, tata ruang, system pengolahan bahan bacaan, dan dukungan masyarakat.

F.

Penetapan Penerima Program

Lembaga calon penerima dana bantuan TBM Penguatan Keaksaraan ditetapkan oleh Direktur Pendidikan Masyarakat dengan Keputusan setelah mempelajari dan mempertimbangkan hasil penilaian proposal dan verifi kasi lapangan.

G. Penyaluran Dana

Penyaluran dana bantuan TBM Penguatan Minat Baca melaui tahapan sebagai berikut:

1. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama

Berdasarkan Keputusan Direktur Pendidikan Masyarakat tentang Penetapan Lembaga Penerima Dana Bantuan TBM Penguatan Keaksaraan, Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Direktorat Pendidikan Masyarakat menindaklanjuti dengan melakukan Perjajian Kerjasama Penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan dengan lembaga penerima program.

Perjanjian Kerjasama tersebut di atas berisikan: a. jumlah bantuan yang diberikan;

b. kesanggupan lembaga penerima bantuan untuk mengelola dana bantuan sesuai ketentuan yang berlaku,

c. kesanggupan lembaga penerima bantuan untuk menyelengarakan TBM sebagaimana yang tertuang dalam proposal dan akad kersama ini,

d. kesanggupan lembaga penerima bantuan untuk menyampaikan laporan secara periodik.

e. Sanksi yang tidak melaksanakan isi perjanjian dan proposal yang diajukan.

2. Transfer Bank

Penyaluran dana bantuan pelaksanaan program TBM Penguatan Keaksaraan disalurkan langsung oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara III Jakarta dengan cara transfer Bank melalui rekening bank lembaga.

(14)

H.

Pelaksanaan Program

Pelaksanaan program TBM Penguatan Keaksaraan bagi masyarakat dapat dilakukan dengan mengupayakan kesesuaian bahan bacaan yang ada di TBM dengan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya dan melaksanakan kegiatan-kegiatan menarik/mendorong minat baca dalam rangka pembudayaan kegemaran membaca masyarakat. Penyediaan bahan bacaan yang sesuai dan dibutuhkan dapat dilakukan dengan melakukan analisis kebutuhan bahan bacaan sehingga bahan bacaan yang disediakan mendorong mereka untuk membaca. Pelaksanaan kegiatan menarik minat baca dilakukan dengan terlebih dahulu merencanakan berbagai kegiatan yang dapat menarik minat baca dan bermanfaat bagi aktifi tas kesehariannya. Pelaksanaan program ini khususnya penyediaan bahan bacaan (jadwal buka TBM) diharapkan dilaksanakan setiap hari sedangkan jadwal pelaksanaan kegiatan menarik minat baca diserahkan kepada pengelola TBM.

I.

Pertanggungjawaban Penggunaan Dana

Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima bantuan dana penyelenggaraan program harus:

1. Menggunakan dan mengadministrasikan dana secara tertib dan teratur sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Mempertanggungjawabkan penggunaan dana secara akuntabel dan transparan sesuai dengan Perjanjian Kerjasama dan peraturan yang berlaku.

3. Menyetor pajak yang dipungut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

J.

Catatan Khusus

1. Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional tidak memungut biaya apapun dan tidak menerima

pengembalian dana bantuan dalam bentuk apapun, untuk pencairan dana bantuan yang akan dan telah ditetapkan. 2. Sesuai dengan misi ke-4 renstra Kementerian Pendidikan

Nasional tentang kesetaraan diperlukan afi rmasi/keberpihakan pada daerah dan komunitas khusus tertentu, Direktorat Pendidikan Masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk menentukan lembaga penyelenggara program penerima bantuan.

3. Lembaga penerima bantuan yang tidak menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan tahun sebelumnya, tidak akan dinilai untuk proses penerimaan dana program pendidikan masyarakat tahun 2010.

4. Setiap lembaga penerima bantuan maksimal menerima dua jenis dana program dengan sasaran yang berbeda pada Direktorat Pendidikan Masyarakat.

5. Untuk biaya pendampingan PKBM, lembaga calon penerima dana harus menyertakan rekomendasi pimpinan pembina langsung.

6. Bagi rumah pintar yang mengajukan dana program pendidikan masyarakat, harus menyertakan rekomendasi dari pimpinan pembina langsung.

(15)

BAB IV

PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN

PELAPORAN

A. Pemantauan

Untuk mengetahui pelaksanaan program TBM Penguatan Keaksaraan oleh lembaga penerima dana bantuan perlu dilakukan pemantauan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat, dinas pendidikan provinsi dan/atau dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.

Pelaksanaan pemantauan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

1. kunjungan lapangan, 2. meminta laporan,

3. informasi media maupun pihak lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

B. Evaluasi Kegiatan

Untuk menindaklanjuti pemantauan dilaksanakan evaluasi dengan maksud menilai penyelenggaraan program TBM Penguatan Keaksaraan dan hasil-hasilnya.

Evaluasi pelaksanaan program TBM Penguatan Keaksaraan secara sampling dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dengan methode:

1. kunjungan lapangan untuk melihat kondisi pisik,

2. mengisi instrumen untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, 3. wawancara dengan pengelola untuk mencari informasi yang

lebih dalam,

C.

Pelaporan dan Sanksi

1. Pelaporan

Untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program, tingkat keberhasilan, manfaatnya terhadap perkembangan masyarakat, termasuk hambatan yang dihadapi kehadiran sebuah laporan sangat diperlukan. Oleh karena itu, bagi Lembaga Penerima bantuan TBM ini wajib membuat surat pernyataan di atas kertas bermeterai cukup tentang kesanggupan membuat laporan (sekali) atas penyelenggaraan TBM, sebagai bahan bagi pihak-pihak pengambil kebijakan dapat mengetahui sejauh mana program pengembangan budaya baca dapat terlaksana baik hasil yang dicapai maupun hambatan yang ditemukan. Dengan adanya laporan ini pihak pengambil keputusan dapat segera mengambil keputusan guna memperbaiki pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang.

Laporan tersebut di atas, melaporkan keuangan dan dilengkapi dengan bukti-bukti pengeluaran, penyelenggaraan TBM, kegiatan-kegiatannya dan dilengkapi dokumen pendukungnya seperti foto-foto, laporan kegiatan. Laporan disusun oleh lembaga penerima bantuan dengan mengikuti contoh pada lampiran 4, dan disampaikan paling lambat dua bulan setelah dana bantuan diterima kepada Direktur Pendidikan Masyarakat.

2. Sanksi

Bagi lembaga penerima bantuan TBM Penguatan Keaksaraan: a. yang tidak melaksanakan program sesuai dengan proposal

dan/atau perjanjian kerjasama diberikan sanksi berupa wajib pengembalian dana bantuan ke kas negara dan menyampaikan bukti setor pengembalian dana ke bantuan tersebut ke Direktorat Pendidikan Masyarakat.

b. yang tidak membuat laporan dan menyampaikan secara tertulis kepada Direktorat Pendidikan Masyarakat, diberikan sanksi berupa :

1) Colouring kelembagaan

2) diumumkan melalui website, dan

3) tidak diberikan bantuan untuk seluruh program ada di Direktorat Pendidikan Masyarakat.

(16)

BAB V

PENUTUP

K

egiatan membaca merupakan bagian dari proses belajar yang membangun pemahaman dari teks yang tertulis. Hal ini berarti kegiatan membaca berkaitan erat dengan bahan-bahan bacaan, fasilitas dan lingkungan. Oleh karena itu dapat dipastikan terdapat hubungan positif antara membaca, bahan bacaan, taman bacaan masyarakat, dan lingkungan dengan minat baca masyarakat. Dengan alasan itulah pemerintah memberikan bantuan untuk penyelenggaraan TBM dalam rangka memotivasi minat dan pembudayaan kegemaran membca.

Acuan ini sebagai pegangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu: Direktorat Pendidikan Masyarakat, dinas pendidikan daerah provinsi dan kabupaten/kota, tim penilai, dan lembaga sebagai pemohon banatuan. Dengan mengikuti acuan ini maka bantuan Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan akan berjalan dengan baik, tepat sasaran, tepat guna dalam rangka mendukung terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

Acuan ini dibuat untuk memberikan pemahaman dan arahan teknis pada lembaga penyelenggara pendidikan masyarakat dan semua pihak terkait untuk keberhasilan program pendidikan masyarakat.

Apabila ditemukan hal-hal yang belum jelas dan oleh karenanya diperlukan klarifi kasi lebih lanjut dapat menghubungi Direktorat Pendidikan Masyarakat, dengan alamat: Kompleks Kemendiknas, Gedung E Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman- Senayan, Jakarta, 10270, telepon (021) 5725501, faksimili (021) 5725039.

SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL

TAMAN BACAAN MASYARAKAT PENGUATAN KEAKSARAAN

Lampiran: 1

Contoh Cover Proposal

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Penguatan Keaksaraan

TBM BINTANG

Lembaga Penyelenggara:

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) BINTANG

Jl. Suka Mandi No 507, Maluku

A. Latar Belakang Menjelaskan kondisi masyarakat yang meliputi keadaan geografi , sosial-budaya-ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat keberaksaraan, sarana pembelajaran termasuk perpustakaan mata pencaharian, potensi daerah. B. Maksud dan

Tujuan

Maksud dan tujuan mengajukan permohonan taman bacaan Peningkatan Keaksaraan

C. Identitas Lembaga Pemohon 1. Nama : ... 2. Alamat : Jln. ... Desa/Kel...Rt.../...Kec. ... Kab. ... Prov. ... Kode Pos ... Telp/Hp. No. ...

(17)

3. Nama Ketua: ... 4. Surat Pendirian: No. ... Instansi:... Notaris : ...

5.Rekening Bank:

Nama Bank : ...Cab/Unit No. Rek : ... 6. NPWP : ………... D. Profi l TBM 1. Nama : ... 2. Alamat : Jln. ... Desa/Kel. ...Rt.../... Kec. ... Kab. ... Prov. ... Kode Pos ... Telp/Hp. No. ... 3. Nama Ketua : ... 4. Surat Pendirian : No. ... Instansi:... Notaris : ... 5. Visi : ... 6. Misi : a... b... c... d... 7. Susunan Pengelola Ketua : ... Tenaga Administrasi : ... Tenaga Teknis : ... 8. Bahan Bacaan Yang Dimiliki

Buku non fi ksi : ...judul, ...eksp Buku fi ksi : ...judul, ...eksp Buku keterampilan : ...judul, ...eksp Buku Agama : ...judul, ...eksp Buku Sastra : ...judul, ...eksp

Buku Tokoh : ...judul,...eksp Buku pelajaran : ...judul, ...eksp Lain-lain : ...judul, ...eks 9. Tempat TBM:

Gedung/rumah tersendiri, seluas: ...M2 Menyatu dengan lembaga penyelenggara, menempati ruangan seluas: ...M2 Menyatu dengan rumah tangga,

menempati ruangan seluas: ...M2 10. Sarana Yang Dimiliki

Rak/almari : ...unit, kapasitas ...eksp Meja/bangku baca : ...unit, kapasitas...orang Karpet/tikar : ...buah, kapasitas ...orang Meja Pengelola : ...unit

Komputer : ...unit Filing Kabinet : ...unit

Gantungan koran : a. Ada b. Tidak ada Display buku baru : a. Ada b. Tidak ada Almari katalog : a. Ada b. Tidak ada 11. Keanggotaan:

Jumlah anggota: ...orang, terdiri atas:

aksarawan baru : ...orang warga belajar : ...orang pelajar/mahasiswa: ...orang masyarakat : ...orang Jumlah Pengunjung tiap hari: aksarawan baru : ...orang warga belajar : ...orang pelajar/mahasiswa: ...orang masyarakat : ...orang 12. Jadwal Buka

setiap hari buka selama : ...jam setiap minggu buka sebanyak: ...hari libur pada hari : ...

(18)

13. Kegiatan-kegiatan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang telah dilakukan:

Nama kegiatan Peserta Hasil yang dicapai

14. Prestasi yang pernah dicapai

a. ... b. ... c. ... 15. Produk Unggulan yang dimiliki

Jelaskan: ... ... ... ... ... ... 16.. Jaringan Kemitraan ... ... ... ... ... ... E.Gambaran Masyarakat Kelompok Umur

1. Anak-anak (usia 0-13 thn.) : ...orang 2. Remaja (usia 14-16 thn) : ...orang 3. Pemuda (usia 17-35 thn) : ...orang 4. Orang tua :...orang

Kelompok Pendidikan :

1. Aksarawan baru : ...orang 2. SD/MI : ... ...orang 3. SMP/Mts : ...orang 4. SMA/MA : ...orang 5. Mahasiswa : ...orang 6. Sarjana : ...orang Bidang Pekerjaan 1. PNS : ...orang 2. Pertanian : ...orang 3. Peternakan :...orang 4. Perkebunan :...orang 5. Perikanan : ...orang 6. Pedagang : ...orang 7. Home Industry, bidang ...: ...orang 8. Lain-lain : ..., ...orang F. Potensi Daerah Jelaskan

... ... ... G. Penggunaan Dana 1. Pengadaan Buku: Rp. ...

• Buku Pengetahuan : Rp. ... • Buku Keterampilan : Rp. ... • Buku Keagamaan : Rp. ... • Buku Karya Sastra & fi ksi : Rp. ... • Buku Pelajaran : Rp. ... • Buku referensi : Rp. ... • Langganan koran lokal : Rp. ... • Lain-lain

2. Biaya Kegiatan Rp. ...untuk ...kegiatan: Nama kegiatan Peserta Hasil yang akan dicapai

(19)

3. Biaya opresional : Rp. ... Isentif pengelola Rp... Membeli obat jamur Rp. ... Membeli ATK Rp.. ...

Lampiran-lampiran 1. asli rekomendasi dari dinas pendidikan kabupaten/ kota setempat,

2. copy rekening bank atas nama taman bacaan masyarakat/lembaga,

3. copy nomor pokok wajib pajak,

4. copy surat keterangan pendirian/pembentukan taman bacaan masyarakat/lembaga

Lampiran: 2

Contoh Rekomendasi Dinas Pendidikan Daerah Kab/Kota

KOP DINAS

_________________________________________________

REKOMENDASI

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA ...

Berdasarkan pengamatan, penilaian dan data yang kami peroleh bahwa:

nama lembaga : ... alamat di : ...

layak mengajukan Proposal untuk mendapatkan bantuan TBM PENGUATAN KEAKSARAAN TAHUN 2010

Demikian rekomendasi ini diterbitkan sebagai bahan pertimbangan bagi yang berkepentingan. -

...,...2010 a.n. Kepala Dinas Kasubdin/Kabid PNFI,...

cap/tanda tangan

... NIP...

(20)

Lampiran: 3

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini, kami atas nama pimpinan Lembaga ... yang mengajukan proposal program Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan Tahun 2010:

Nama : …………..………

Jabatan dalam lembaga : ……….………

Alamat Lembaga : …………..………

Telepon/HP/Fax. : …………..………

dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami sanggup:

1. Menyelenggarakan program Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerjasama 2. Membuat dan menyampaikan laporan kegiatan paling lambat dua bulan

setelah dana bantuan program kami terima.

3. Berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan lembaga/instansi yang terkait dengan penyelenggaraan program.

4. Mempertanggungjawabkan penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun juga.

………2010 Yang Membuat Pernyataan

(…………..………….)

SISTEMATIKA LAPORAN

TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM)

PENGUATAN KEAKSARAAN

Lampiran: 4

Contoh Cover Laporan

Penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

Penguatan Keaksaraan TBM BINTANG Lembaga Penyelenggara:

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM)

BINTANG

Jl. Suka Mandi No 507, Maluku

A. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penyusunan laporan Taman Bacaan Masyarakat Penguatan Keaksaraan

B. Identitas Lembaga Penerima 1. Nama : ... 2. Alamat : Jln. ... Desa/Kel. ...Rt.../... Kec. ...

(21)

Kab. ... Prov. ... Kode Pos ... Telp/Hp. No. ... 3. Nama Ketua: ... 4. Surat Pendirian: No. ...

Instansi:... Notaris : ... 5. Rekening Bank: Nama Bank : ... Cab/Unit ... No. Rek : ... 6. NPWP : ... C. Bantuan Yang Diterima 1. Dana bantuan : a. Besar : Rp. ... b. Diterima tanggal : ... c. melalui transfer Bank ke Rek. No.

Atas nama : ……….. Nama Bank :……….. 2. telah dimanfaatkan: Rp. ……… 3. Sisa dana : Rp. ... D. TBM Yang Dibiaya 1. Nama TBM : ...

2. Alamat : Jln. ... Desa/Kel. ...Rt.../... Kec. ... Kab. ... 3. Nama Pengelola: a. Ketua : ... b. Tenaga Administrasi & Teknis: .... c. Tenaga Layanan : ... E. Pelaksanaan 1. Pembelian buku:

a. dilaksanakan tanggal: ……… b. Jumlah dana : Rp. ……… c. jenis buku:

- buku nonfi ksi : ....jdl,....eks Rp. ... - buku fi ksi : ...jdl,...eks Rp. ... - buku keterampilan : ....jdl,...eks Rp.. - buku keagamaan : ....jdl,...eks Rp. ... - buku sastra :....jdl,...eks Rp. ... - buku tokoh : ...jdl, ...eks Rp. ... - buku referensi : ...jdl, ...eks Rp. .... - langganan koran : ...bulan ...Rp. . Sehingga jumlah buku sebelum & sesudah menerima bantuan adalah:

Jenis buku Sebelum menerima bantuan Sesudah menerima bantuan nonfi ksi fi ksi keterampilan Karya sastra tokoh keagamaan referensi

(22)

2. Kegiatan pembudayaan kegemaran membaca: Nama kegiatan Tempat dan waktu Biaya Hasil Yg Dicapai 3. Biaya operasional: a. pembelian ATK : Rp. ... b. obat jamur buku : Rp. ……… c. isentif pengelola : Rp. ... F. Perbandingan

Jumlah

Pengunjung tiap Minggu

Pengunjung Sebelum menerima bantuan Sesudah menerima bantuan G.Hambatan dan Solusi dalam pelak sanaan TBM Jelaskan: ……… ……… ……… ……… ……… ……… Lampiran-lampiran 1. copy bukti pengeluaran uang

2. laporan kegiatan 3. foto-foto kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

Sistem pengambilan data nantinya menggunakan teknik purposive sampling (pengambilan data ditentukan sesuai tujuan penelitian). Proses pengambilan data yang dilakukan

Pelaksanaan pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) melalui media gambar seri dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa ditinjau dari

Bahasa verbal yang digunakan sebagai data dalam penelitian ini tidak hanya dibatasi pada bahasa verbal yang diucapkan para tokoh di dalam kartun, baik monolog

Partai Persatuan Pembangunan merupakan hasil fusi politik Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan

Senyawa hasil proses metabolisme mikro-organisme tersebut akan keluar dari biofilm dan terbawa oleh aliran air atau yang berupa gas akan tersebar ke udara

Kedua shahabat yang saling menyayangi dan telah menemui syahid itu dikuburkan dalam sebuah makam, yakni dalam pangkuan tanah yang menyambut jasad mereka yang suci setelah

A. Pendahuluan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat 1, memberikan jaminan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan

Contohnya, jika melihat seseorang yang tiba-tiba jatuh, maka petugas kesehatan dapat berasumsi bahwa korban mengalami fibrilasi ventrikel, setelah petugas