• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Februari 2016 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,25. Tingkat inflasi kumulatif (Januari – Februari 2016) sebesar 0,56 persen dan inflasi tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 3,49 persen.

 Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,05 persen; kelompok sandang 1,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,58 persen; kelompok kesehatan 0,19 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen. Kelompok pengeluaran yang menahan inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,81 persen dan 0,46 persen.

 Komponen inti/core pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative deflasi sebesar 0,29 persen; serta komponen bergejolak/volatile inflasi sebesar 0,22 persen.

 Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain: cabai merah; tomat sayur; nangka muda; pisang; rokok kretek filter; rokok putih; dan emas perhiasan. Komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan Februari 2016 antara lain: cabai rawit; bawang merah; bensin; bahan bakar rumahtangga; tarif listrik; dan tarif angkutan udara.

 Dari 82 kota tercatat 30 kota mengalami inflasi sedangkan 52 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 1,02 persen dan terendah di Banda Aceh 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Merauke 2,95 persen dan deflasi terendah di Sibolga 0,02 persen.

 Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-24 dari 30 kota yang mengalami inflasi.

No. 15/03/51/Th. XVI, 1 Maret 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

FEBRUARI 2016 KOTA DENPASAR INFLASI 0,07 PERSEN

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Februari 2016, di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,25. Tingkat inflasi kumulatif (Januari Februari 2016) sebesar 0,56 persen dan inflasi tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 3,49 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,05 persen; kelompok sandang 1,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,58 persen; kelompok kesehatan 0,19 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen.

(2)

Kelompok pengeluaran yang menahan inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,81 persen dan 0,46 persen.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain: cabai merah; tomat sayur; nangka muda; pisang; rokok kretek filter; rokok putih; dan emas perhiasan. Komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan Februari 2016 antara lain: cabai rawit; bawang merah; bensin; bahan bakar rumahtangga; tarif listrik; dan tarif angkutan udara.

Pada bulan Februari 2016 kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah bahan makanan dengan andil sebesar 0,2104 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0916 persen; kelompok sandang 0,0555 persen; kelompok kesehatan 0,0116 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,0035 persen. Sedangkan kelompok komoditas yang memberikan sumbangan/andil deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0829 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,2150 persen.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Denpasar Februari 2014 Februari 2016

Tabel 1

Laju Inflasi Kota Denpasar Februari 2016, Tahun Kalender Februari 2016, dan Februari 2016 Terhadap Februari 2015 Menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK Februari 2016 Laju Inflasi Februari 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 119,58 120,25 0,07 0,56 3,49 Bahan Makanan 129,57 134,33 1,05 3,67 6,70

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 118,76 119,77 0,58 0,85 4,35 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 119,30 118,07 -0,81 -1,03 1,30

Sandang 107,29 110,73 1,08 3,21 5,87

Kesehatan 118,90 120,00 0,19 0,93 5,78

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 115,02 115,05 0,04 0,03 4,01 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 117,26 115,79 -0,46 -1,25 0,99 *) Persentase perubahan IHK Februari 2016 terhadap bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Februari 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Februari 2016 terhadap bulan Februari 2015

0.37

(3)

Tabel 2

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Februari 2016

Kelompok Pengeluaran Andil

Inflasi

(1) (2)

Umum 0,0747

1. Bahan Makanan 0,2104

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0916 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar -0,2150

4. Sandang 0,0555

5. Kesehatan 0,0116

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0035

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan -0,0829

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender Februari 2016 sebesar 0,56

(Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 3,49 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender 2014 dan 2015 masing-masing sebesar 1,63 persen dan -0,21 persen. Sedangkan inflasi Year on Year periode yang sama pada tahun 2014 dan 2015 masing-masing sebesar 6,11 persen dan 6,07 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, di Kota Denpasar

Tahun 2014 2016 Inflasi 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) 1. Februari 0,37 -0,14 0,07 2. Kumulatif Februari 1,63 -0,21 0,56 3. Februari (Y o Y) 6,11 6,07 3,49 Gambar 2

Laju Inflasi Kota Denpasar Bulan Februari Tahun 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran

1.08 1.05 0.58 0.19 0.04 -0.46 -0.81 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50

Sandang Bahan Makanan Makanan jadi,dll Kesehatan Pendidikan, dll Transpor, dll Perumahan

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Februari 2016 sebesar 134,33 dan bulan sebelumnya sebesar 132,93 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,05 persen. Inflasi pada kelompok bahan makanan didorong oleh inflasi pada tujuh subkelompok pengeluaran yaitu : subkelompok sayur-sayuran 5,43 persen; subkelompok buah-buahan 4,92 persen; subkelompok bumbu-bumbuan 3,00 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,92 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 0,33 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,30 persen; dan subkelompok kacang-kacangan 0,28 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok ikan diawetkan 3,15 persen; subkelompok ikan segar 1,85 persen; serta subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,35 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada kelompok ini adalah: cabai merah 0,1593 persen; pisang 0,0554 persen; tomat sayur 0,0337 persen; nangka muda 0,0278 persen; dan jeruk 0,0146 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar di kelompok ini adalah: cabai rawit 0,0611 persen; bawang merah 0,0499 persen; ikan kakap merah 0,0182 persen; dan ikan tongkol pindang 0,0176 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2104 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Februari 2016 adalah sebesar 119,77 dan bulan sebelumnya sebesar 119,08 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,58 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 2,07 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,43 persen; serta subkelompok makanan jadi 0,21 persen.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain: rokok kretek filter 0,0330 persen; rokok putih 0,0226 persen; capcai 0,0172 persen; dan air kemasan 0,0151 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0916 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Februari 2016 adalah 118,07 dan bulan sebelumnya 119,04 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,81 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 3,59 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perlengkapan rumahtangga 1,27 persen; subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,31 persen; serta subkelompok biaya tempat tinggal 0,05 persen.

Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu tarif listrik 0,1568 persen; bahan bakar rumahtangga 0,1019 persen; dan semen 0,0002 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain bad cover 0,0095 persen; tarif sewa rumah 0,0088 persen; air conditioner

(AC) 0,0046 persen; dan pembasmi nyamuk spray 0,0028 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,2150 persen.

(5)

4.

Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Februari 2016 adalah sebesar 110,73 dan bulan sebelumnya 109,55 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,08 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki 1,01 persen serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 3,56 persen. Dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok sandang wanita dan subkelompok sandang anak-anak.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu emas perhiasan 0,0413 persen; sandal karet 0,0131 persen; dan semir sepatu 0,0011 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0555 persen.

5.

Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Februari 2016 adalah sebesar 120,00 dan pada bulan sebelumnya sebesar 119,77 atau mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok obat-obatan mengalami inflasi sebesar 1,57 persen serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami deflasi sebesar 0,28 persen. Subkelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks yakni subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah vitamin 0,0129 persen; jamu 0,0035 persen; dan sikat gigi 0,0024 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah sabun mandi 0,0130 persen dan pembersih/penyegar 0,0001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0116 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Februari 2016 adalah sebesar 115,05 dan pada bulan sebelumnya sebesar 115,00 atau mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, hanya dua subkelompok yang mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dan subkelompok rekreasi mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,25 persen. Sedangkan subkelompok pendidikan; subkelompok kursus-kursus/pelatihan serta subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi adalah VCD/DVD Player 0,0031 persen dan kertas HVS 0,0015 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah pulpen/bollpoint 0,0011 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0035 persen.

7.

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Februari 2016 adalah sebesar 115,79 dan bulan sebelumnya sebesar 116,32 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,46 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok transpor sebesar 0,71 persen. Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman; subkelompok sarana dan penunjang transpor; serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

(6)

Komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain bensin 0,0574 persen; tarif angkutan udara 0,0254 persen; dan solar 0,0016 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain sepeda motor 0,0015 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0829 persen.

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen Kota Denpasar Bulan Februari 2016 dan Januari 2016, Perubahannya,serta Sumbangan Inflasi (2012=100)

Kelompok/Subkelompok Indeks Januari 2016 Indeks Februari 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 120,16 120,25 0,07 0,0747 I. BAHAN MAKANAN 132,93 134,33 1,05 0,2104

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 126,60 126,60 0,00 0,0002

b. Daging dan Hasil-hasilnya 147,43 148,78 0,92 0,0309

c. Ikan Segar 138,04 135,49 -1,85 -0,0305

d. Ikan Diawetkan 119,06 115,31 -3,15 -0,0175

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 128,36 128,74 0,30 0,0081

f. Sayur-sayuran 116,15 122,46 5,43 0,0701

g. Kacang-kacangan 123,02 123,36 0,28 0,0020

h. Buah-buahan 148,22 155,51 4,92 0,0878

i. Bumbu-bumbuan 171,90 177,06 3,00 0,0617

j. Lemak dan Minyak 87,87 87,56 -0,35 -0,0027

k. Bahan Makanan Lainnya 123,00 123,40 0,33 0,0003

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 119,08 119,77 0,58 0,0916

a. Makanan Jadi 117,99 118,24 0,21 0,0192

b. Minuman Tidak Beralkohol 119,53 120,04 0,43 0,0168

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 122,19 124,72 2,07 0,0556

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 119,04 118,07 -0,81 -0,2150

a. Biaya Tempat Tinggal 110,63 110,69 0,05 0,0086

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 149,38 144,02 -3,59 -0,2561

c. Perlengkapan Rumahtangga 101,03 102,31 1,27 0,0232 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 118,19 118,56 0,31 0,0093 IV. SANDANG 109,55 110,73 1,08 0,0555 a. Sandang Laki-Laki 108,36 109,45 1,01 0,0131 b. Sandang Wanita 115,22 115,22 0,00 0,0000 c. Sandang Anak-Anak 110,48 110,48 0,00 0,0000

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 103,97 107,67 3,56 0,0424

V. KESEHATAN 119,77 120,00 0,19 0,0116

a. Jasa Kesehatan 100,93 100,93 0,00 0,0000

b. Obat-obatan 134,29 136,40 1,57 0,0181

c. Jasa Perawatan Jasmani 118,35 118,35 0,00 0,0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 135,06 134,68 -0,28 -0,0065

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 115,00 115,05 0,04 0,0035

a. Pendidikan 124,18 124,18 0,00 0,0000

b. Kursus-kursus/Pelatihan 100,07 100,07 0,00 0,0000

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 107,28 107,33 0,05 0,0004

d. Rekreasi 101,38 101,63 0,25 0,0031

e. Olahraga 110,92 110,92 0,00 0,0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 116,32 115,79 -0,46 -0,0829

a. Transpor 127,11 126,21 -0,71 -0,0829

b. Komunikasi dan Pengiriman 98,91 98,91 0,00 0,0000

c. Sarana dan Penunjang Transpor 102,22 102,22 0,00 0,0000

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA DENPASAR DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA FEBRUARI 2016

Dari 82 kota tercatat 30 kota mengalami inflasi sedangkan 52 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 1,02 persen dan terendah di Banda Aceh 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Merauke 2,95 persen dan deflasi terendah di Sibolga 0,02 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota bulan Februari 2016

No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 1 TANJUNG PANDAN 129,21 1,02 2 PADANG 128,21 0,86 3 GORONTALO 120,32 0,67 4 BALIKPAPAN 126,72 0,50 5 METRO 131,67 0,42 6 PANGKAL PINANG 125,41 0,39 7 MEDAN 126,31 0,38 8 BIMA 127,32 0,38 9 MEULABOH 122,27 0,37 10 TANJUNG PINANG 123,84 0,35 11 PONTIANAK 130,66 0,33 12 DUMAI 123,94 0,32 13 MAUMERE 118,41 0,27 14 SINGKAWANG 122,86 0,26 15 JAMBI 122,47 0,22 16 BUNGO 121,76 0,18 17 BANJARMASIN 122,62 0,18 18 AMBON 122,41 0,18 19 TARAKAN 132,27 0,17 20 JAYAPURA 124,70 0,17 21 JEMBER 120,91 0,12 22 BANYUWANGI 121,15 0,12 23 SORONG 124,69 0,10 24 DENPASAR 120,25 0,07 25 PALOPO 121,30 0,07 26 KENDARI 119,90 0,07 27 SAMARINDA 125,98 0,05 28 SUKABUMI 122,82 0,03 29 MADIUN 120,67 0,03 30 BANDA ACEH 117,03 0,02 31 SIBOLGA 125,62 -0,02 32 BOGOR 122,73 -0,02 33 SUMENEP 121,13 -0,02 34 MAKASSAR 124,19 -0,02 35 BEKASI 120,50 -0,03 36 PARE-PARE 120,86 -0,03 37 TEMBILAHAN 127,14 -0,06 38 DKI JAKARTA 123,57 -0,06 39 PROBOLINGGO 121,64 -0,08 40 YOGYAKARTA 120,98 -0,09

(8)

...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 41 PALEMBANG 120,78 -0,11 42 CILACAP 125,18 -0,11 43 SURAKARTA 120,32 -0,11 44 SURABAYA 122,60 -0,11 45 MANOKWARI 115,94 -0,11 46 MATARAM 122,49 -0,12 47 LHOKSEUMAWE 118,49 -0,13 48 CILEGON 126,46 -0,14 49 BANDUNG 122,18 -0,15 50 MALANG 123,66 -0,15 51 SERANG 129,76 -0,17 52 PADANGSIDIMPUAN 120,86 -0,19 53 BUKITTINGGI 121,62 -0,21 54 TEGAL 119,75 -0,21 55 TANGERANG 131,04 -0,21 56 KUDUS 128,50 -0,23 57 BENGKULU 129,14 -0,25 58 CIREBON 119,22 -0,26 59 SINGARAJA 130,17 -0,28 60 TANJUNG 124,16 -0,28 61 PURWOKERTO 120,65 -0,29 62 SEMARANG 121,88 -0,30 63 TASIKMALAYA 121,85 -0,31 64 PEMATANG SIANTAR 126,21 -0,33 65 KEDIRI 121,16 -0,33 66 MAMUJU 122,25 -0,37 67 PALANGKARAYA 120,74 -0,41 68 KUPANG 126,60 -0,42 69 LUBUKLINGGAU 120,58 -0,43 70 BATAM 122,61 -0,43 71 DEPOK 121,51 -0,43 72 SAMPIT 124,26 -0,44 73 PEKANBARU 122,50 -0,50 74 BANDAR LAMPUNG 123,59 -0,51 75 PALU 123,95 -0,61 76 WATAMPONE 118,22 -0,72 77 MANADO 123,96 -0,82 78 TERNATE 127,28 -0,95 79 BAU-BAU 126,99 -0,97 80 BULUKUMBA 127,58 -1,05 81 TUAL 134,68 -1,33 82 MERAUKE 128,60 -2,95

(9)

INFLASI KOMPONEN INTI FEBRUARI 2016

Komponen inti/core pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative deflasi sebesar 0,29 persen; serta komponen bergejolak/volatile inflasi sebesar 0,22 persen.

Tabel 6

Dekomposisi Andil Inflasi Kota Denpasar September 2015 sampai dengan Februari 2016

Komponen

Andil Inflasi (%) September

2015 Oktober 2015 November 2015 Desember 2015 Januari 2016 Februari 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

U m u m -0,22 -0,56 0,40 0,94 0,49 0,07

1 Inti (core) 0,17 0,09 0,10 0,29 0,19 0,14

2 Harga Diatur Pemerintah (administrative) -0,16 -0,09 0,04 0,16 -0,18 -0,29

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi:

I Gede Nyoman Subadri, S.E.

Kepala Bidang Statistik Distribusi

BPS Provinsi Bali

Telepon: 0361-238159, Fax: 0361-238162

E-mail: bps5100@bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dari penelitian yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, susu kacang tanah, susu kacang hijau dan susu kacang kedelai dapat digunakan sebagai bahan baku dalam fermentasi kefir; kadar asam

Ya Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kami, yang telah lahir di Betlehem.. Kami puji namaMu yang kudus, karena Engkau telah melawat

Menindaklanjuti dan mendukung program pengabdian tahun pelaksanaan 2019 yang sudah dilaksanakan bahwa teknologi dapat digunakan sebagai salah satu media atau sarana

sebesar 0,214 dan nilai siginifikan 0,022 dan (6) Motivasi Lulus tepat Waktu, Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah, Ketersediaan Sumber Belajar, Kualitas Bimbingan Skripsi, dan

Inggris (1979), pengadilan HAM Eropa meringkas beberapa persyaratan yang baru saja disebutkan: “Hukum harus dapat diakses semua orang: warga negara harus dapat melihat bahwa

Penyusunan laporan ini selain untuk menginformasikan mengenai proses dan hasil pencapaian tujuan serta sasaran, jua menjelaskan tingkat keberhasilan atau kegagalan

1) Modernisasi pesantren bagi Abdurrahman Wahid adalah proses dinamisasi: penggalakan nilai-nilai hidup positif tradisi-tradisi pesantren dan penggunaan nilai-nilai baru