TIM PENYUSUN
Pengarah : Ir. Alidia, MM
Penanggung Jawab : Erna Ernansyih Elsye, S.Sos, S.Si
Editor : Yanuar Henry Pribadi, MSi
Devi Febrianty, ST
Anggota Penyusun : Kusairi, SSi
Tonny Satria Wijaya Kusuma, SKom Yuningsih, ST
Sugiyanti, SSi Selvy Yolanda, SST
KATA PENGANTAR
Buletin ini merupakan laporan rutin setiap bulan yang berisikan informasi mengenai Analisis hujan bulan sebelumnya, informasi Prakiraan hujan untuk tiga bulan kedepan, Analisis kekeringan bulan sebelumnya, Prakiraan tingkat kekeringan bulan berikutnya dan Analisis kadar air tanah bulan sebelumnya. Untuk edisi kali ini berisi Analisis hujan bulan September 2016, Prakiraan hujan untuk bulan November, Desember 2016 dan Januari 2017, Analisis indeks kekeringan 3 bulanan (Juli – September 2016), Prakiraan indeks kekeringan 3 bulanan (September – November 2016).
Analisis hujan diketahui dengan melihat kondisi yang terjadi pada bulan tersebut. Untuk Analisis hujan bulan September 2016 di seluruh wilayah Banten dan DKI Jakarta menunjukkan bahwa hujan yang terjadi bersifat Atas Normal, kecuali sebagian kecil wilayah Timur Kab Lebak bersifat Normal.
Analisis indeks kekeringan tiga bulanan (Juli – September 2016) dengan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Provinsi Banten dan DKI Jakarta pada umumnya Normal – Agak Basah. Kecuali sebagian besar wilayah DKI Jakarta bagian Utara, Tenggara dan Selatan, sebagian Kab Tangerang bagian Utara dan Barat Laut, sebagian besar wilayah Kota Tangerang, sebagian wilayah Timur Laut Kota Tangerang Selatan, sebagian wilayah Timur, Tengah, dan Barat Daya Kab Serang, sebagian wilayah Tengah, Selatan, Barat Daya dan Barat Kab Pandeglang, sebagian wilayah Selatan dan Barat Kab Lebak Basah. Sedangkan sebagian wilayah Tengah, Timur Laut dan Barat DKI Jakarta, sebagian Kota Tangerang Selatan bagian Timur, sebagian wilayah Barat Daya Kab Serang, sebagian kecil wilayah Pandeglang bagian Timur dan sebagian wilayah Barat Kab Lebak Sangat Basah.
Analisis prakiraan hujan dihasilkan dari pengolahan data hujan yang ada (time series) dengan membandingkan kondisi dinamika atmosfer yang mempengaruhi wilayah Banten dan DKI Jakarta. Hasil prakiraan hujan bulan November 2016 – Januari 2017 di wilayah Banten dan DKI Jakarta pada umumnya bersifat Normal - Atas Normal.
Analisis Prakiraan tingkat kekeringan tiga bulanan (September – November 2016) merupakan analisis prakiraan SPI dengan menggunakan data prakiraan curah hujan bulan Oktober dan November 2016. Prakiraan tingkat kekeringan dan kebasahan tiga bulanan September – November 2016 di Provinsi Banten dan DKI Jakarta pada umumnya Normal -
Agak Basah. Kecuali sebagian wilayah Tengah, Barat dan Utara DKI Jakarta, sebagian
wilayah Barat Laut Kota Tangerang, sebagian wilayah Timur Kota Tangerang Selatan, sebagian kecil wilayah Tengah dan Barat Daya Kab Serang, sebagian besar wilayah Tengah, Timur dan Barat Kab Pandeglang, sebagian wilayah Barat Kab Lebak Basah. Sedangkan sebagian besar wilayah Barat Daya Kab Pandeglang dan sebagian wilayah Timur Laut Kab Lebak Sangat Basah.
Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Harapan kami semoga informasi ini bermanfaat sebagai bahan acuan dalam pengambilan kebijakan bagi semua pihak yang berkepentingan.
Segala kritik dan saran sangat kami harapkan guna peningkatan kualitas publikasi ini. Semoga bermanfaat.
Tangerang Selatan, Oktober 2016
KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI
PONDOK BETUNG Ir. ALIDIA, MM NIP.196004031989031001 PONDOK BETUNG IrIIIrIrIr. ALALALIDALALALIDIDIDIDDIA, MM NIP.19666666004040440404 3198903100
DAFTAR ISI
TIM PENYUSUN ... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
KATA PENGANTAR ... III
DAFTAR ISI ... IV
1 TINJAUAN UMUM ... 1
1.1 Curah Hujan ... 1
1.2 Curah Hujan Kumulatif Satu Bulan ... 1
1.3 Sifat Hujan ... 1
1.4 Intensitas Hujan ... 1
1.5 Cuaca Ekstrim ... 2
1.6 SOI (Southern Oscillation Index) ... 2
1.7 DMI (Dipole Mode Index) ... 2
1.8 Kekeringan ... 2
1.9 Jenis-jenis kekeringan ... 3
1.10 Standardized Precipitation Index (SPI) ... 3
1.11 Peta Normal Curah Hujan ... 5
2 ANALISIS HUJAN BULAN SEPTEMBER 2016 ... 6
2.1 Analisis Sifat Hujan Bulan September 2016 ... 6
2.2 Analisis Curah Hujan Bulan September 2016 ... 7
2.3 Informasi Cuaca/Iklim Ekstrem Bulan September 2016 ... 8
2.4 Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Pondok Betung Bulan September 2016 ... 8
2.5 Data Iklim Bulan September 2016 Stasiun BMKG Provinsi Banten dan DKI Jakarta ... 12
3 PRAKIRAAN HUJAN BULAN NOVEMBER, DESEMBER 2016 DAN JANUARI 2017 ... 12
3.1 Kondisi Dinamika Atmosfer Secara Global ... 12
3.2 Prakiraan Kondisi Hujan Sampai Dengan Bulan Januari 2017 ... 14
3.3 Prakiraan Sifat Hujan Bulan November 2016 ... 15
3.4 Prakiraan Curah Hujan Bulan November 2016 ... 16
3.5 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Desember 2016 ... 17
3.6 Prakiraan Curah Hujan Bulan Desember 2016 ... 18
3.7 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Januari 2017 ... 19
3.8 Prakiraan Curah Hujan Bulan Januari 2017 ... 20
4 PRAKIRAAN POTENSI BANJIR PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 21
4.1 Prakiraan Potensi Banjir Bulan Oktober 2016 ... 21
4.2 Prakiraan Potensi Banjir Bulan November 2016 ... 22
5 ANALISIS INDEKS KEKERINGAN DAN KEBASAHAN BULAN SEPTEMBER 2016 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 23
6 PRAKIRAAN INDEKS PRESIPITASI TERSTANDARISASI (SPI) 3 BULANAN PERIODE SEPTEMBER – NOVEMBER 2016 DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 30
7 ANALISIS KADAR AIR TANAH BULAN SEPTEMBER 2016 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 32
LAMPIRAN 1. ANALISIS HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN SEPTEMBER 2016 ... 34
LAMPIRAN 2. PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN NOVEMBER 2016 ... 35
LAMPIRAN 3. PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN DESEMBER 2016 ... 36
LAMPIRAN 4. PRAKIRAAN HUJAN WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA BULAN JANUARI 2017 ... 37
LAMPIRAN 5. INDEKS SPI TIGA BULANAN DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA ... 38
LAMPIRAN 6. PETA SEBARAN POS HUJAN UNTUK EVALUASI BULANAN ... 40
TIM PENYUSUN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
1
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
1 TINJAUAN UMUM 1.1 Curah Hujan
Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang jatuh pada tempat yang datar dengan asumsi tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) mm adalah air hujan setinggi 1 (satu) mm yang jatuh (tertampung) pada tempat yang datar seluas 1m2 dengan asumsi tidak ada yang menguap, mengalir dan meresap.
1.2 Curah Hujan Kumulatif Satu Bulan
Curah hujan kumulatif 1 (satu) bulan adalah jumlah curah hujan yang terkumpul selama 28 atau 29 hari untuk bulan Pebruari dan 30 atau 31 hari untuk bulan-bulan lainnya.
1.3 Sifat Hujan
Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan kumulatif selama satu bulan di suatu tempat dengan rata-ratanya atau normalnya pada bulan dan tempat yang sama.
Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu :
a. Sifat Hujan Atas Normal (AN) : jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap
rata-ratanya.
b. Sifat Hujan Normal (N) : jika nilai curah hujan antara 85% - 115%
terhadap rata-ratanya.
c. Sifat Hujan Bawah Normal (BN) : jika nilai curah hujan kurang dari 85%
terhadap rata-ratanya.
Rata-rata curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan minimal periode 10 tahun. Sedangkan normal curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.
1.4 Intensitas Hujan
Intensitas hujan merupakan besarnya hujan harian yang terjadi pada suatu waktu. Umumnya memiliki satuan mm/jam.
Intensitas hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu :
a. Enteng (tipis) : jika nilai curah hujan kurang dari 13 mm/jam
b. Sedang : jika nilai curah hujan antara 13 – 38 mm/jam
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
1.5 Cuaca Ekstrim
Cuaca ekstrim, yaitu keadaan cuaca yang terjadi bila:
1. Jumlah hari hujan yang tercatat paling banyak melebihi harga rata-rata pada bulan yang bersangkutan di stasiun tersebut.
2. Intensitas hujan terbesar dalam 1 (satu) jam selama periode 24 jam dan intensitas dalam 1 (satu) hari selama periode satu bulan yang melebihi rata-ratanya.
3. Terjadi kecepatan angin >45 km/jam dan suhu udara >35oC atau <15oC. Curah hujan Ekstrim :
Curah Hujan dengan intensitas >50 milimeter per hari menjadi parameter terjadinya hujan dengan intensitas lebat. Sedangkan curah hujan ekstrim memiliki curah hujan >100 milimeter per hari.
(Jaja Supiatna, Diklat Meteorologi Publik 2008)
1.6 SOI (Southern Oscillation Index)
Indeks ini menunjukan perbedaan tekanan udara antara daerah Tahiti (mewakili daerah Amerika Selatan) dan Darwin (mewakili India-Australia). Jika nilai SOI negatif, berarti tekanan udara permukaan sepanjang Amerika Selatan lebih daripada wilayah India-Australia, dan jika SOI positif akan terjadi sebaliknya.
1.7 DMI (Dipole Mode Index)
Fenomena Dipole Mode Indeks (DMI) yaitu fenomena yang ditandai dengan interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia, dimana terjadi penurunan suhu muka laut dari keadaan normalnya di Samudera Hindia tropis bagian timur (pantai barat Sumatera) dan kenaikan temperatur dari normalnya di Samudera Hindia tropis bagian barat atau bagian timur Afrika, Menganalisis kejadian DMI digunakan indeks sederhana, yaitu berupa dipole anomali suhu muka laut yang didefinisikan sebagai perbedaan anomali suhu muka laut Samudera Hindia
bagian timur (90° - 110°BT / 10°LS – ekuator) dan Samudera Hindia bagian barat (50° - 70°BT / 10°LS - 10°LU).
Pada saat DMI (+) terjadi penurunan curah hujan di wilayah Indonesia Bagian Barat, sebaliknya apabila DMI (-) terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia Bagian Barat.
1.8 Kekeringan
Kekeringan merupakan salah satu jenis bencana alam yang terjadi secara perlahan (slow-onset disaster), berdampak sangat luas, dan bersifat lintas sektor (ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain). Kekeringan merupakan fenomena alam yang tidak dapat dielakkan dan merupakan variasi normal dari cuaca yang perlu dipahami.Variasi alam dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu, bulan, tahun, bahkan abad. Dengan melakukan penelusuran data cuaca dalam waktu yang panjang, akan dapat dijumpai variasi cuaca yang beragam, misalnya: bulan basah-bulan kering, tahun basah-tahun kering, dan dekade basah-dekade kering.
Berkurangnya curah hujan biasanya ditandai dengan berkurangnya air dalam tanah sehingga pertanian merupakan sektor pertama yang akan terpengaruh. Cukup sulit untuk mengetahui kapan kekeringan akan dimulai atau berakhir, dan kriteria apa yang digunakan untuk menentukannya. Apakah kekeringan itu berakhir ditandai dengan faktor-faktor meteorologi dan klimatologi atau ditandai dengan berkurangnya dampak negatif yang dialami oleh manusia dan lingkungannya.
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
1.9 Jenis-jenis kekeringan a. Kekeringan Meteorologis
Kekeringan ini berkaitan dengan tingkat curah hujan yang terjadi berada dibawah kondisi normalnya pada suatu musim. Perhitungan tingkat kekeringan meteorologis merupakan indikasi pertama terjadinya kondisi kekeringan. Intensitas kekeringan berdasarkan definisi meteorologis adalah sebagai berikut;
1. Kering: apabila curah hujan antara 70% - 85% dari kondisi normal (curah hujan dibawah normal)
2. Sangat kering : apabila curah hujan antara 50% - 70% dari kondisi normal (curah hujan jauh dibawah normal)
3. Amat sangat kering : apabila curah hujan < 50% dari kondisi normal (curah hujan amat jauh dibawah normal)
b. Kekeringan Pertanian
Kekeringan ini berhubungan dengan berkurangnya kandungan air dalam tanah (lengas tanah) sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan air bagi tanaman pada suatu periode tertentu. Kekeringan pertanian ini terjadi setelah terjadinya gejala kekeringan meteorologis. Intensitas kekeringan berdasarkan definisi pertanian adalah sebagai berikut :
1. Kering : apabila ¼ daun kering dimulai pada bagian ujung daun (terkena ringan s/d sedang)
2. Sangat kering : apabila ¼ - 2/3 daun kering dimulai pada bagian ujung daun (terkena berat)
3. Amat sangat kering : apabila seluruh daun kering (terkena puso)
c. Kekeringan Hidrologis
Kekeringan ini terjadi berhubungan dengan berkurangnya pasokan air permukaan dan air tanah. Kekeringan hidrologis diukur dari ketinggian muka air sungai, waduk, danau dan air tanah. Ada jarak waktu antara berkurangnya curah hujan dengan berkurangnya ketinggian muka air sungai, danau dan air tanah, sehingga kekeringan hidrologis bukan merupakan gejala awal terjadinya kekeringan. Intensitas kekeringan berdasarkan definisi hidrologis adalah sebagai berikut :
1. Kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran dibawah periode 5 tahunan
2. Sangat kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran jauh dibawah periode 25 tahunan
3. Amat sangat kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran amat jauh dibawah periode 50 tahunan
d. Kekeringan Sosial Ekonomi
Kekeringan ini terjadi berhubungan dengan berkurangnya pasokan komoditi yang bernilai ekonomi dari kebutuhan normal sebagai akibat dari dari terjadinya kekeringan meteorologis, pertanian dan hidrologis.
1.10 Standardized Precipitation Index (SPI)
Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan
penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam susatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Nilai SPI dihitung menggunakan metode statistic probabilitas distribusi gamma.
4
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh SPI adalah : • SPI dapat dihitung untuk skala waktu yang berbeda • Dapat memberikan peringatan dini kekeringan
• Dapat membantu menilai tingkat keparahan kekeringan • SPI lebih sederhana daripada Palmer Drought Severity Index
Berdasarkan nilai SPI, ditentukan kategori tingkat kekeringan dan kebasahan sebagai berikut:
a) Tingkat Kekeringan
1. Sangat Kering : Jika nilai SPI -2,00 dengan probabilitas 2,3%
2. Kering : Jika nilai SPI –1,50 s/d -1,99 dengan probabilitas 4,4% 3. Agak Kering : Jika nilai SPI -1,00 s/d -1,49 dengan probabilitas 9,2% b) Normal : Jika nilai SPI -0,99 s/d 0,99 dengan probabilitas 68,2%
c) Tingkat Kebasahan
1. Sangat Basah : Jika nilai SPI 2,00 dengan probabilitas 2,3% 2. Basah : Jika nilai SPI 1,50 s/d 1,99 dengan probabilitas 4,4% 3. Agak Basah : Jika nilai SPI 1,00 s/d 1,49 dengan probabilitas 9,2%
Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan
5
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 2. Peta Normal Hujan
Bulan November Provinsi Banten dan DKI Jakarta
Gambar 4. Peta Normal Hujan
Bulan Januari Provinsi Banten dan DKI Jakarta
Gambar 1. Peta Normal Hujan
Bulan September Provinsi Banten dan DKI Jakarta
1.11 Peta NormalCurah Hujan
Gambar 3. Peta Normal Hujan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
2 ANALISIS HUJAN BULAN SEPTEMBER 2016
Berdasarkan data curah hujan yang diterima dari Stasiun/Pos hujan di Provinsi Banten dan DKI Jakarta, maka analisis curah hujan bulan September 2016 dapat diinformasikan sebagai berikut :
2.1 Analisis Sifat Hujan Bulan September 2016
SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal (BN) -
Normal (N) Sebagian kecil Kab Lebak bagian Timur Atas Normal (AN)
Seluruh DKI Jakarta, Kab Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab Serang, Kab Pandeglang, Sebagian besar Kab Lebak kecuali sebagian kecil di bagian Timur
Gambar 5. Peta Distribusi Sifat Hujan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
2.2 Analisis Curah Hujan Bulan September 2016
CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah (0 – 100 mm)
Sebagian kecil DKI Jakarta bagian Barat Laut, Sebagian kecil Kab Serang bagian Utara dan Timur Laut
Menengah (101 – 300 mm)
Sebagian DKI Jakarta kecuali bagian Tenggara, Barat dan Barat Laut, Seluruh Kab Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Sebagian besar Kota Tangerang kecuali sebagian kecil di bagian Timur Laut, Sebagian besar Kab Serang kecuali sebagian kecil di bagian Utara dan Timur Laut, Sebagian kecil Kab Pandeglang bagian Utara dan Timur Laut, Sebagian besar Kab Lebak kecuali bagian Timur, Selatan, Barat Daya dan Barat
Tinggi (301 – 400 mm)
Sebagian DKI Jakarta bagian Tenggara dan Barat, Sebagian Kab Lebak bagian Timur dan Selatan
Sangat Tinggi > 400 mm
Sebagian besar Kab Pandeglang kecuali bagian Utara dan Timur Laut, Sebagian Kab Lebak bagian Tenggara dan Barat
Gambar 6. Peta Distribusi Curah Hujan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
2.3 Informasi Cuaca/Iklim Ekstrem Bulan September 2016
KRITERIA TERJADI TANGGAL
Angin dengan kecepatan > 45 km/jam - Stasiun Meteorologi Tanjung Priok : - Tanggal 20 September 2016 : 50 km/jam Suhu Udara > 35OC - Stasiun Meteorologi Tanjung Priok :
- Tanggal 20 September 2016 : 35.2°C
Suhu Udara < 17OC -
Kelembaban Udara < 40 % -
Curah Hujan Harian > 100 mm
- DKI Jakarta :
- Manggarai Tgl 5 September 2016 : 102 mm - Lebak
- BPP Banjarsari Tgl 9 dan 23 September 2016 : 110 mm dan 115 mm
- BPP Sajira Tgl 8 September 2016 : 138 mm - Pandeglang
- Cibaliung Tgl 12 September 2016 : 135 mm - SMPK Cibaliung Tgl 12 dan 22 September 2016 :
110 mm dan 103 mm
- Cilemer Tgl 22 September 2016 : 121 mm - Jiput Tgl 17 September 2016 : 137 mm - Menes Tgl 22 September 2016 : 142 mm
- Panimbang Tgl 22 dan 30 September 2016 : 117 mm dan 125 mm
- Pulosari Tgl 22 September 2016 : 133 mm - Teluk Lada Sobang Tgl 30 September 2016 : 110
mm
2.4 Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Pondok Betung Bulan September 2016
Gambar 7. Intensitas Hujan Harian pada Area Pondok Betung Bulan September 2016 Pada bulan September 2016, grafik disamping menunjukkan intensitas hujan dengan kategori Enteng 53%, Sedang 17%, Lebat 7% dan Tidak ada hujan 23%.
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 8. Suhu Udara Harian pada Area Pondok Betung Bulan September 2016
Pada bulan September 2016 grafik di atas menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata memiliki kisaran nilai 25.5 – 28.9oC. Suhu maksimum absolut ditunjukkan dengan garis merah adalah
bernilai 35.0oC terjadi pada tanggal 11. Sedangkan suhu minimum absolut ditunjukkan dengan
garis biru terjadi pada tanggal 2 adalah sebesar 23.2oC.
Gambar 9. Kelembaban Udara Harian pada Area Pondok Betung Bulan September 2016
Kelembaban Udara yang tercatat di Stasiun Klimatologi Pondok Betung pada bulan September 2016 bernilai maksimum pada tanggal 27 sebesar 92% sedangkan bernilai minimum pada tanggal 10 sebesar 71%.
Kelembaban Udara yang tercatat di Stasiun Klimatologi Pondok Betung pada bulan September 2016 bernilai maksimum pada tanggal 27 sebesar 92% sedangkan bernilai minimum pada tanggal 10 sebesar 71%.
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 10. Windrose Area Pondok Betung Bulan September 2016
Gambar windrose bulan September 2016 di atas menunjukkan bahwa angin yang terjadi pada bulan tersebut sebagian besar berasal dari arah Barat dan untuk frekuensi kejadian dengan kategori 2-4 knots sebesar 60%, kategori 4-6 knots sebesar 36.7% dan kategori 6-8 knots sebesar 3.3%.
Gambar 11. Temperatur Tanah Gundul dan Tanah Berumput Rata-rata pada Area Pondok Betung Bulan September 2016
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 12. Lama Penyinaran Matahari Harian pada Area Pondok Betung Bulan September 2016
Dari gambar di atas terlihat bahwa lama penyinaran matahari pada bulan September 2016, bernilai maksimum pada tanggal 20 sebesar 96% sedangkan bernilai minimum pada tanggal 30 sebesar 0%.
Gambar 13. Penguapan Udara pada Area Pondok Betung Bulan September 2016
Nilai rata-rata penguapan yang terukur pada Panci Penguapan bulan September 2016 sebesar 3.9 mm. Nilai maksimum tercatat pada tanggal 26 sebesar 6.5 mm dan bernilai minimum pada tanggal 24 sebesar 2.1 mm. Sedangkan untuk penguapan yang terukur pada ruangan (Piche) rata-rata sebesar 2.5 mm. Nilai maksimum tercatat pada tanggal 2 sebesar 6.0 mm dan bernilai minimum pada tanggal 15 dengan nilai 1.0 mm.
12
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
2.5 Data Iklim Bulan September 2016 Stasiun BMKG Provinsi Banten dan DKI Jakarta
No Pos Hujan
Temperatur Rata - rata(0C)
Kelembaban Udara (%) Lama Penyinaran Matahari (%) Hujan
Rata-rata Maks Min
Jumlah (mm)
Hari Hujan
(hari)
1 Stasiun Klimatologi Pondok Betung 27.6 33.0 24.4 81 54.2 284.7 22
2 Stasiun Meteorologi Curug 27.0 32.8 24.0 83 59.0 199.0 21
3 Stasiun Meteorologi Serang 27.4 32.3 24.0 83 60.0 158.9 24
4 Stasiun Maritim Tanjung Priok 28.9 32.6 26.0 74 81.0 252.9 17
5 Stasiun Meteorologi Cengkareng 28.0 32.3 24.0 78.4 64.3 92.0 17
6 Stasiun Geofisika Tangerang 27.8 32.6 24.4 79.4 60.0 125.6 19
7 Stasiun Meteorologi Kemayoran 28.4 32.3 25.6 77.0 66.9 240.4 16
Sumber : UPT BMKG Banten dan DKI Jakarta
3 PRAKIRAAN HUJAN BULAN NOVEMBER, DESEMBER 2016 DAN JANUARI 2017
3.1 Kondisi Dinamika Atmosfer Secara Global
Pada bulan September posisi semu matahari berada di wilayah ekuator dan mulai bergerak ke arah selatan ekuator. Saat ini diprakirakan suhu hangat perairan muka laut akan terkonsentrasi diwilayah sekitar ekuator. Dengan demikian suhu muka laut seharusnya akan menghangat di wilayah tersebut dan menghasilkan uap air dalam terbentuknya hujan yang ada disekitarnya, untuk wilayah selatan ekuator masih akan mengalami penghangatan suhu muka laut dan berakibat pada masih tingginya intensitas awan-awan hujan diwilayah tersebut. Kondisi peningkatan suhu muka laut diwilayah sekitar ekuator akan memiliki implikasi terhadap munculnya berbagai vortek (gangguan) berupa pusat tekanan udara rendah diwilayah tersebut.
Berikut adalah berbagai indeks prakiraan kondisi yang menguraikan keadaan dinamika atmosfer sebagai bahan pertimbangan kondisi untuk bulan Oktober 2016, sebagai berikut :
1. Anomali Suhu Muka Laut (SST) :
Anomali suhu muka laut terbagi menjadi tiga wilayah, untuk wilayah Samudera Hindia diprakirakan memiliki anomali yang negatif (Dipole Mode Negatif), wilayah perairan Indonesia mengalami anomali yang positif (Hangat), dan wilayah perairan Pasifik terdapat anomali yang negatif (Normal - La Nina Lemah).
No Pos Hujan
Temperatur Rata - rata(0C)
Kelembaban Udara (%) Lama Penyinaran Matahari (%) Hujan
Rata-rata Maks Min
Jumlah (mm)
Hari Hujan
(hari)
1 Stasiun Klimatologi Pondok Betung 27.6 33.0 24.4 81 54.2 284.7 22
2 Stasiun Meteorologi Curug 27.0 32.8 24.0 83 59.0 199.0 21
3 Stasiun Meteorologi Serang 27.4 32.3 24.0 83 60.0 158.9 24
4 Stasiun Maritim
Tanjung Priok 28.9 32.6 26.0 74 81.0 252.9 17
5 Stasiun Meteorologi Cengkareng 28.0 32.3 24.0 78.4 64.3 92.0 17
6 Stasiun Geofisika
Tangerang 27.8 32.6 24.4 79.4 60.0 125.6 19
7 Stasiun Meteorologi Kemayoran 28.4 32.3 25.6 77.0 66.9 240.4 16
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
2. SOI (Southern Oscillation Indeks) dan Nino 3.4 :
Melihat prakiraan anomali suhu muka laut diatas, maka pada wilayah pasifik akan meningkat kondisi suhu muka laut dibandingkan normalnya, sehingga mempengaruhi nilai indek SOI. Diprakirakan nilai SOI pada bulan Oktober 2016 masih mengalami nilai yang positif. Nilai indeks Nino 3.4 masih bernilai negatif dan diprakirakan akan cenderung memiliki trend yang terus konstan selama bulan Oktober 2016 dan menuju kondisi Normal bulan Januari 2017, Hal tersebut mengindikasikan akan adanya sedikit penambahan pasokan uap air sebagai pembentuk hujan diwilayah Indonesia.
Gambar 15. Prakiraan Anomali Wilayah Nino 3.4
Sumber : http://www.bom.gov.au/climate/poama2.4/poama.shtml
Gambar 14. Anomali Suhu Muka Laut
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
3. IOD (Indeks Ocean Dipole) :
Nilai dari IOD diprakirakan akan berada pada kondisi negatif dan sudah pada kategori Dipole Mode Negatif Kuat sehingga mempengaruhi pada penambahan pasokan uap air yang signifikan untuk wilayah Indonesia bagian barat.
Gambar 16. Prakiraan Indeks Dipole Mode
Sumber : http://www.bom.gov.au/climate/poama2.4/poama.shtml
3.2 Prakiraan Kondisi Hujan Sampai Dengan Bulan Januari 2017
Mengingat kondisi dinamika atmosfer di atas, maka diprakirakan wilayah Indonesia, khususnya wilayah Banten dan DKI Jakarta, yang dipengaruhi oleh kondisi musim (wilayah ZOM) pada bulan Oktober akan mengalami peningkatan intensitas hujan dan diprakirakan akan berada pada sifat Normal - Atas Normal.
Gambar 17. Prakiraan Anomali Curah Hujan Harian Nopember 2016 - Januari 2017
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
3.3 Prakiraan Sifat Hujan Bulan November 2016
SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal (BN)
Sebagian Kab Tangerang bagian Utara, Tenggara dan Selatan, Sebagian Kota Tangerang Selatan bagian Barat, Sebagian Kab Pandeglang bagian Timur Laut dan Tenggara, Sebagian Kab Lebak bagian Barat Laut dan Barat Daya
Normal (N)
Sebagian besar DKI Jakarta bagian Barat Daya dan Barat Laut, Sebagian besar Kab Tangerang kecuali bagian Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan, Sebagian besar Kota Tangerang kecuali bagian Timur, Kota Tangerang Selatan bagian Tengah, Sebagian besar Kab Serang kecuali bagian Barat Daya, Barat dan Tengah, Sebagian Kab Pandeglang bagian Utara, Tenggara dan Tengah, Kab Lebak bagian Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat dan Tengah
Atas Normal (AN)
DKI Jakarta bagian Barat Daya, Barat dan Barat Laut, Kota Tangerang bagian Utara, Timur dan Tenggara, Kota Tangerang Selatan bagian Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara dan Tengah, Kab Serang Barat Daya, Barat dan Tengah, Kab Pandeglang bagian Timur, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut dan Tengah, Kab Lebak bagian Timur, Selatan dan Barat
Gambar 18. Peta Prakiraan Sifat Hujan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 19. Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan November 2016 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
3.4 Prakiraan Curah Hujan Bulan November 2016
CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah
(0 – 100 mm) Kab Tangerang bagian Utara
Menengah (101 – 300 mm)
DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Sebagian besar Kab. Tangerang kecuali bagian Utara, Sebagian besar Kab Serang kecuali bagian Barat Daya dan Barat, Sebagian kecil Kab Pandeglang bagian Utara, Kab Lebak bagian Utara, Timur Laut, Timur dan Tengah
Tinggi (301 – 400 mm)
Kab Serang kecuali bagian Barat Daya dan Barat, Kab Pandeglang bagian Timur Laut, Timur, Tenggara dan Barat Laut
Sangat Tinggi > 400 mm
Kab Pandeglang bagian Barat Daya, Barat dan Barat Laut, Kab Lebak bagian Tenggara dan Selatan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 20. Peta Prakiraan Sifat Hujan
Bulan Desember 2016 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
3.5 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Desember 2016
SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal (BN)
DKI Jakarta bagian Utara, Timur Laut, Barat Laut dan Tengah, Sebagian besar Kota Tangerang kecuali bagian Tenggara, Kota Tangerang Selatan bagian Barat Daya dan Barat Laut, Kab Tangerang bagian Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat dan Tengah, Kab Serang bagian Timur, Kab Pandeglang bagian Timur Laut, Kab Lebak bagian Barat laut
Normal (N)
DKI Jakarta bagian Utara, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya dan Barat, Kota Tangerang bagian Tenggara, Kota Tangerang Selatan bagian Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat dan Tengah, Kab Tangerang bagian Utara, Barat Daya dan Barat Laut, Sebagian besar Kab Serang bagian Utara, Timur Laut, Tenggara, Selatan, Barat, Barat Laut dan Tengah, Kab Pandeglang bagian Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Tengah
Atas Normal (AN)
Kab Serang bagian Barat Daya, Kab Pandeglang bagian Timur, Barat dan Barat Laut, Kab Lebak bagian Timur, Tenggara dan Selatan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
3.6 Prakiraan Curah Hujan Bulan Desember 2016
CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah
(0 – 100 mm) Kab Tangerang bagian Barat, Kab Serang bagian Utara
Menengah (101 – 300 mm)
DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab Serang bagian Utara, Timur Laut, TimurTenggara, Selatan, Barat Laut dan Tengah, Sebagian kecil Kab Pandeglang bagian Timur Laut dan Timur, Kab Lebak bagian Utara, Timur Laut, Timur dan Barat
Tinggi (301 – 400 mm)
Kab Serang bagian Selatan dan Barat, Kab pandeglang bagian Utara, Timur Laut dan Timur, Kab Lebak bagian Timur Laut, Timur, Barat, Barat Laut dan Tengah
Sangat Tinggi > 400 mm
Kab Serang bagian Barat Daya, Sebagian besar Kab Pandeglang kecuali bagian Timur laut dan Timur, Kab Pandeglang bagian Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya dan Barat
Gambar 21. Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan Desember 2016 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
3.7 Prakiraan Sifat Hujan Bulan Januari 2017
SIFAT HUJAN WILAYAH
Bawah Normal (BN)
DKI Jakarta bagian Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, selatan, Barat dan Tengah, Kab Serang bagian Barat Daya, Kab Pandeglang bagian Timur, Kab Lebak bagian Timur
Normal (N)
DKI Jakarta bagian Barat Daya, Barat dan Barat Laut, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab Tangerang, Kab Serang bagian Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut dan Tengah, Kab pandeglang bagian Utara, Timur Laut, Tenggara, Barat dan Barat Laut, Kab Lebak bagian Timur Laut, Tenggara, Selatan, Barat daya, Barat Laut dan Tengah
Atas Normal (AN) Kab Serang bagian Selatan, Kab Pandeglang bagian Timur, Selatan, Barat Daya dan Tengah, Kab Lebak bagian Utara
Gambar 22. Peta Prakiraan Sifat Hujan Bulan Januari 2017 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
3.8 Prakiraan Curah Hujan Bulan Januari 2017
CURAH HUJAN WILAYAH
Rendah
(0 – 100 mm) -
Menengah (101 – 300 mm)
DKI Jakarta bagian Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat dan Tengah, Kota Tangerang Selatan bagian Tenggara, Kab Tangerang bagian Barat dan Tengah, Kab Serang bagian Utara, Barat Daya, Barat Laut dan Tengah, Kab Lebak bagian Timur
Tinggi (301 – 400 mm)
DKI Jakarta bagian Barat dan Barat Laut, Sebagian besar Kota Tangerang kecuali bagian Tenggara, Kota Tangerang Selatan, Sebagian besar Kab Tangerang kecuali bagian Barat dan Tengah, Kab Serang bagian Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat dan Tengah, Kab Pandeglang bagian utara, Timur, Tenggara dan Barat Laut, Kab Lebak bagian Timur Laut, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Tengah
Sangat Tinggi > 400 mm
Sebagian kecil Kab Serang bagian Selatan dan Tengah, Sebagian besar Kab Pandeglang bagian Utara, Timur Laut, Timur, Selatan, Barat Daya, Barat, Timur Laut dan Tengah, Kab Lebak bagian Utara, Barat dan Barat Laut
Gambar 23. Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan Januari 2017 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
4 PRAKIRAAN POTENSI BANJIR PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Prakiraan potensi banjir bulan Oktober dan November 2016 Provinsi Banten dan DKI Jakarta yang disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir.
4.1 Prakiraan Potensi Banjir Bulan Oktober 2016
Pada gambar di atas diketahui bahwa pada bulan Oktober 2016 potensi banjir di wilayah DKI Jakarta dan Banten adalah menengah.
Gambar 24. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Oktober 2016 Provinsi DKI Jakarta
Gambar 25. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan Oktober 2016 Provinsi Banten
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
4.2 Prakiraan Potensi Banjir Bulan November 2016
Pada gambar di atas diketahui bahwa pada bulan November 2016 potensi banjir di wilayah DKI Jakarta dan Banten adalah menengah.
Gambar 26. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan November 2016 Provinsi DKI Jakarta
Gambar 27. Peta Prakiraan Potensi Banjir Bulan November 2016 Provinsi Banten
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
5 ANALISIS INDEKS KEKERINGAN DAN KEBASAHAN BULAN SEPTEMBER 2016 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Monitoring Tingkat Kekeringan Berdasarkan Metode SPI
DAERAH TINGKAT KEKERINGAN SANGAT KERING KERING AGAK KERING NORMAL DKI Jakarta - - - -
Tangerang - - - Caringin, Balaraja, Serpong
Serang - - - Ciomas, Kasemen, Pabuaran,
Pontang
Pandeglang - - - Cimanuk, Pandeglang
Lebak - - - Bojong Leles, Cilaki Ciminyak, Cisalak baru, Leuwidamar
DAERAH
TINGKAT KEBASAHAN
AGAK BASAH BASAH SANGAT BASAH
DKI Jakarta Cengkareng, Depok, Pulogadung
Halim (TNI AU), Tanjung Priok, Manggarai, Sunter
Kodamar, Sunter Rawabadak
Kemayoran, Karet, Kedoya,
Rorotan
Tangerang Curug, Sepatan
Pondok Betung, Kota Tangerang, Mauk, Benda Sukamulya, Kresek, Tegal Kemiri
Ciputat
Serang Pamarayan, Singamerta Kota Serang, Anyer,
Carenang, Cinangka, Ciruas, Kragilan Kramatwatu, Ragas hilir
Padarincang
Pandeglang Ciliman, Menes Cibaliung, Labuhan -
Lebak Cipanas, Sajira, Cimarga, Rangkasbitung
Malingping,
Panggarangan Cilemer
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 28. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi Banten dan DKI Jakarta
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 29. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi DKI Jakarta
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 30. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 31. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Wilayah Serang (Kota Serang, Kab. Serang, Kota Cilegon)
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 32. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Kabupaten Pandeglang
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 33. Peta Monitoring Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Kabupaten Lebak
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
6 PRAKIRAAN INDEKS PRESIPITASI TERSTANDARISASI (SPI) 3 BULANAN PERIODE SEPTEMBER – NOVEMBER 2016 DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Gambar 34. Peta Prakiraan Indeks Kekeringan Provinsi Banten dan DKI Jakarta
31
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
DAERAH TINGKAT KEKERINGAN
SANGAT KERING KERING AGAK KERING
DKI Jakarta - - -
Tangerang - - -
Serang - - -
Pandeglang - - -
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
7 ANALISIS KADAR AIR TANAH BULAN SEPTEMBER 2016 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
Data Analisis Kadar Air Tanah Bulan September 2016 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
p u k u c t a g n a s 0 0 1 ) G K M B ( n a r o y a m e K 1 A T R A K A J I K D . I p u k u c t a g n a s 0 0 1 ) G K M B ( g n u t e B k o d n o P 2 g n a r u k 8 2 ) G K M B ( k o i r P g n u j n a T 3 g n a r u k t a g n a s 6 2 -) G K M B ( g n e r a k g n e C 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 ) U A I N T ( m i l a H 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 t e r a K 6 p u k u c t a g n a s 0 0 1 i a r a g g n a M 7 g n a r u k 7 2 n a t o r o R 8 g n a r u k t a g n a s 7 2 -k a d a B a w a R I I I r e t n u S 9 g n a r u k 0 2 r a m a d o K r e t n u S 0 1 g n a d e s 4 5 g n u d a G o l u P 1 1 p u k u c t a g n a s 0 0 1 k o p e D 2 1 g n a r u k t a g n a s 7 5 -g n o p r e S D T P U 3 1 G N A R E G N A T . I I p u k u c t a g n a s 0 0 1 ) G K M B ( g u r u C 4 1 p u k u c 0 8 ) G K M B ( g n a r e g n a T f o e g a t S 5 1 g n a r u k 0 2 k u a M 6 1 g n a r u k t a g n a s 1 3 -k e s e r K 7 1 g n a r u k t a g n a s 2 a j a r a l a B 8 1 g n a r u k t a g n a s 8 4 -n a t a p e S P P B 9 1 p u k u c t a g n a s 0 0 1 t a t u p i C g n u d n e B 0 2 g n a r u k t a g n a s 3 7 -o j n o r K 1 2 g n a r u k t a g n a s 7 1 -a y a J g n a d n i S 2 2 g n a r u k t a g n a s 5 5 -i r i m e K l a g e T 3 2 g n a r u k 9 3 a y l u M a k u S a d n e B 4 2 g n a r u k t a g n a s 5 2 -n a t a p e S D T P U 5 2 p u k u c t a g n a s 0 0 1 g n a n e r a C P P B 6 2 p u k u c t a g n a s 0 0 1 n i g n i r a C P P B 7 2 p u k u c 1 6 ) G K M B ( g n a r e S 8 2 G N A R E S . I I I p u k u c t a g n a s 0 0 1 s a m o i C 9 2 p u k u c 3 8 a k g n a n i C 0 3 g n a r u k t a g n a s 2 -) a t r e m a g n i S ( s a u r i C 1 3 g n a d e s 5 5 n a y a r a m a P 2 3 g n a r u k t a g n a s 2 9 -n e m e s a K 3 3 p u k u c 6 7 r e y n A 6 3 g n a r u k t a g n a s 2 1 -u t a w t a m a r K 5 3 g n a r u k 1 3 n a r a u b a P 8 3 p u k u c 3 6 a t r e m a g n i S 7 3 p u k u c 3 8 g n a n e r a C 8 3 p u k u c t a g n a s 0 0 1 g n a l g e d n a P 9 3 G N A L G E D N A P . V I p u k u c t a g n a s 0 0 1 n a u b a L 0 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 s e n e M 1 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 g n u i l a b i C 2 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 n a m i l i C D B 3 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 k i s u e k i C 4 4 g n a r u k 3 2 k u n a m i C 5 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 t u p i J 6 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 i g n a w a l a d n a M 5 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 ) r e m e l i C . d B ( i r a s r a j n a B 7 4 K A B E L . V p u k u c t a g n a s 0 0 1 s a n a p i C -i s a g i r I r a j n a B 8 4 p u k u c t a g n a s 0 0 1 h a y a B 9 4 p u k u c 9 8 r a m a d i w u e L -g n a i h a r a P k a b e L 0 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 g n i p g n i l a M 1 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 a r i j a S P P B 2 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 n a g n a r a g g n a P n a g n u a y n a P 3 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 i k a l i C 4 5 p u k u c 3 6 u r a B k a l a s i C 5 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 a g r a m i C c e K 6 5 g n a d e s 1 5 s e l e L g n o j o B 7 5 g n a d e s 2 5 n a r a l e g a P 8 5 p u k u c 2 7 y u e d n u e P g n a p m a S 9 5 p u k u c t a g n a s 0 0 1 s a k g n a R / a n O r i s a P 0 6 Ket : - = defis it % ATI Kategori
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Gambar 35. Peta Analisis Ketersediaan Air Tanah Bulan September 2016 Provinsi Banten dan DKI Jakarta
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Lampiran 1. Analisis Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan September 2016
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 53 45 - 60 241 AN
2. Pondok Betung (BMKG) 128 109 - 148 283 AN
3. Tanjung Priok (BMKG) 44 37 - 50 204 AN
4. Cengkareng (BMKG) 40 34 - 46 88 AN
5. Halim (TNI AU) 116 99 - 133 340 AN
6. Pakubuwono 112 96 - 129 *) *)
7. Kedoya Selatan 105 89 - 121 358 AN
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 107 91 - 123 202 AN
9. Stageof Tangerang 51 43 - 59 126 AN 10. Mauk 34 29 - 39 189 AN 11. Kresek 42 36 - 49 112 AN 12. Balaraja 66 56 - 76 156 AN III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 58 50 - 67 159 AN 14. C i o m a s 97 82 - 111 219 AN 15. Cinangka 78 66 - 89 202 AN 16. Ciruas (Singamerta) 46 39 - 53 148 AN 17. Kramat Watu 44 38 - 51 178,5 AN 18. Pamarayan 79 67 - 91 175 AN 19. Kasemen 26 22 - 30 87 AN 20. Mancak 68 58 - 78 *) *) 21. Carenang 49 42 - 56 91 AN 22. Padarincang 98 84 - 113 *) *)
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 220 187 - 253 298 AN
24. Labuan 106 90 - 122 453 AN 25. Menes 138 118 - 159 554 AN 26. Cibaliung 68 58 - 78 750 AN 27. Munjul 85 72 - 98 430 AN 28. Cikeusik 82 70 - 95 *) *) V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 56 47 - 64 422 AN 30. Rangkasbitung 144 122 - 166 218 AN 31. Banjar Irigasi-Cipanas 173 147 - 199 166 N 32. Bayah 176 149 - 202 420 AN 33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 92 78 - 106 206 AN 34. Malingping 83 71 - 95 390 AN 35. BPP Sajira 138 117 - 159 319 AN 36. Panyaungan Panggarangan 83 71 - 95 396 AN RR SIFAT WILAYAH STASIUN PENGAMATAN
ANALISIS HUJAN
WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA
BULAN : SEPTEMBER 2016
X (mm) N
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1981-2010
N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X) RR : Curah hujan bulan berjalan (mm)
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Lampiran 2. Prakiraan Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan November 2016
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 124 105 - 142 141 N
2. Pondok Betung (BMKG) 216 184 - 248 255 AN
3. Tanjung Priok (BMKG) 98 84 - 113 112 N
4. Cengkareng (BMKG) 91 77 - 105 110 AN
5. Halim (TNI AU) 182 155 - 210 159 N
6. Pakubuwono 219 186 - 252 *) *)
7. Kedoya Selatan 237 201 - 272 252 N
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 208 176 - 239 164 BN
9. Stageof Tangerang 129 109 - 148 141 N 10. Mauk 79 67 - 91 65 BN 11. Kresek 98 83 - 113 111 N 12. Balaraja 142 121 - 163 153 N III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 142 121 - 164 188 AN 14. C i o m a s 227 193 - 261 253 N 15. Cinangka 234 199 - 269 317 AN 16. Ciruas (Singamerta) 123 105 - 142 175 AN 17. Kramat Watu 123 104 - 141 128 N 18. Pamarayan 202 172 - 232 183 N 19. Kasemen 98 83 - 113 102 N 20. Mancak 258 219 - 296 331 AN 21. Carenang 132 112 - 152 115 N 22. Padarincang 329 279 - 378 382 AN
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 406 345 - 467 327 BN
24. Labuan 393 334 - 452 550 AN 25. Menes 427 363 - 491 568 AN 26. Cibaliung 364 310 - 419 575 AN 27. Munjul 353 300 - 406 349 N 28. Cikeusik 547 465 - 629 371 BN V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 235 200 - 270 374 AN 30. Rangkasbitung 241 205 - 278 264 N 31. Banjar Irigasi-Cipanas 259 220 - 298 266 N 32. Bayah 505 429 - 581 533 N 33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 259 220 - 298 205 BN 34. Malingping 377 320 - 434 482 AN 35. BPP Sajira 258 220 - 297 380 AN 36. Panyaungan Panggarangan 415 353 - 477 490 AN X (mm) N RR SIFAT
PRAKIRAAN HUJAN
WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA
BULAN : NOVEMBER 2016
WILAYAH STASIUN PENGAMATAN
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1981-2010
N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X) RR : Prakiraan curah hujan (mm)
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Lampiran 3. Prakiraan Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan Desember 2016
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 200 170 - 230 124 BN
2. Pondok Betung (BMKG) 239 203 - 275 205 N
3. Tanjung Priok (BMKG) 235 200 - 270 191 BN
4. Cengkareng (BMKG) 186 158 - 214 100 BN
5. Halim (TNI AU) 252 214 - 290 220 N
6. Pakubuwono 235 200 - 271 *) *)
7. Kedoya Selatan 218 185 - 250 212 N
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 221 188 - 254 172 BN
9. Stageof Tangerang 196 166 - 225 143 BN 10. Mauk 195 166 - 225 181 N 11. Kresek 142 121 - 164 98 BN 12. Balaraja 190 162 - 219 149 BN III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 170 145 - 196 147 N 14. C i o m a s 280 238 - 322 356 AN 15. Cinangka 347 295 - 399 440 AN 16. Ciruas (Singamerta) 186 158 - 213 166 N 17. Kramat Watu 150 127 - 172 128 N 18. Pamarayan 213 181 - 245 189 N 19. Kasemen 105 89 - 121 96 N 20. Mancak 391 332 - 449 350 N 21. Carenang 219 186 - 252 194 N 22. Padarincang 409 348 - 471 494 AN
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 411 349 - 472 329 BN
24. Labuan 433 368 - 498 563 AN 25. Menes 462 392 - 531 669 AN 26. Cibaliung 557 473 - 640 635 N 27. Munjul 566 481 - 651 540 N 28. Cikeusik 488 415 - 562 502 N V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 279 237 - 321 266 N 30. Rangkasbitung 233 198 - 268 232 N 31. Banjar Irigasi-Cipanas 251 213 - 289 218 N 32. Bayah 386 328 - 443 575 AN 33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 350 298 - 403 353 N 34. Malingping 432 367 - 497 538 AN 35. BPP Sajira 260 221 - 299 448 AN 36. Panyaungan Panggarangan 402 342 - 462 480 AN N RR SIFAT
PRAKIRAAN HUJAN
WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA
BULAN : DESEMBER 2016
WILAYAH STASIUN PENGAMATAN X (mm)
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1981-2010
N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X) RR : Prakiraan curah hujan (mm)
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Lampiran 4. Prakiraan Hujan Wilayah Banten dan DKI Jakarta Bulan Januari 2017
I. DKI JAKARTA 1. BMKG Kemayoran 379 322 - 436 250 BN
2. Pondok Betung (BMKG) 332 282 - 381 339 N
3. Tanjung Priok (BMKG) 432 367 - 497 290 BN
4. Cengkareng (BMKG) 372 316 - 428 315 BN
5. Halim (TNI AU) 310 264 - 357 160 BN
6. Pakubuwono 291 248 - 335 *) *)
7. Kedoya Selatan 313 266 - 360 256 BN
II. TANGERANG 8. Curug (BMKG) 317 269 - 364 325 N
9. Stageof Tangerang 341 290 - 393 350 N 10. Mauk 379 322 - 436 374 N 11. Kresek 296 251 - 340 300 N 12. Balaraja 306 260 - 352 267 N III. S E R A N G 13. Serang (BMKG) 302 256 - 347 401 AN 14. C i o m a s 361 307 - 415 387 N 15. Cinangka 381 324 - 438 222 BN 16. Ciruas (Singamerta) 299 254 - 344 265 N 17. Kramat Watu 270 229 - 310 275 N 18. Pamarayan 335 284 - 385 328 N 19. Kasemen 226 192 - 260 227 N 20. Mancak 400 340 - 459 337 BN 21. Carenang 316 268 - 363 325 N 22. Padarincang 474 403 - 545 477 N
IV. PANDEGLANG 23. Pandeglang 487 414 - 561 449 N
24. Labuan 408 347 - 469 460 N 25. Menes 466 396 - 536 558 AN 26. Cibaliung 484 412 - 557 575 AN 27. Munjul 746 634 - 858 477 BN 28. Cikeusik 338 288 - 389 366 N V. L E B A K 29. Banjarsari (Bd. Cilemer) 288 245 - 332 383 AN 30. Rangkasbitung 325 276 - 374 431 AN 31. Banjar Irigasi-Cipanas 353 300 - 406 281 BN 32. Bayah 410 348 - 471 382 N 33. Lebak Parahiang-Leuwidamar 342 291 - 393 314 N 34. Malingping 313 266 - 360 340 N 35. BPP Sajira 311 264 - 358 272 N 36. Panyaungan Panggarangan 358 304 - 412 396 N SIFAT
PRAKIRAAN HUJAN
WILAYAH BANTEN DAN DKI JAKARTA
BULAN : JANUARI 2017
WILAYAH STASIUN PENGAMATAN X (mm) N RR
Keterangan : X : Rata-rata curah hujan bulanan (mm); Tahun 1981-2010 N : Normal curah hujan (antara 0.85 X – 1.15 X)
38
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Lampiran 5. Indeks SPI Tiga Bulanan Di Provinsi Banten dan DKI Jakarta Data Curah Hujan dan Indeks SPI Tiga Bulanan
Di Beberapa Tempat Di Provinsi Banten Dan DKI Jakarta
Jul 2016 Agt 2016 Sep 2016
1 Cengkareng KAB.TANGERANG 147 123 88 1,20
2 Curug KAB.TANGERANG 178 200 203 1,20
3 Halim (TNI AU) JAKARTA TIMUR 154 171 340 1,50
4 Kemayoran JAKARTA PUSAT 265 227 241 2,10
5 Pondok Betung TANGERANG SELATAN 296 333 283 1,60
6 Serang SERANG 135 87 159 1,10
7 Tangerang KOTA TANGERANG 191 169 126 1,50
8 Tanjung Priok JAKARTA UTARA 118 208 204 1,90
9 Depok DEPOK 238 278 385 1,40
10 Karet JAKARTAPUSAT 295 287 297 2,00
11 Kedoya JAKARTA BARAT 229 170 358 2,00
12 Manggarai JAKARTA SELATAN 237 188 479 1,70
13 Pulogadung JAKARTA TIMUR 52 110 271 1,20
14 Rorotan JAKARTA UTARA 43 289 120 2,00
15 Sunter Kodamar JAKARTA UTARA 137 201 216 1,80
16 Sunter III Rawabadak JAKARTA UTARA 106 177 209 1,50
17 BPP Caringin KAB.TANGERANG 213 194 297 0,80
18 JaƟwaringin Mauk KAB.TANGERANG 79 168 189 1,60
19 UPTD Balaraja KAB.TANGERANG 85 66 156 0,86
20 UPTD Benda Sukamulya KAB.TANGERANG 128 90 202 1,50
21 UPTD Bendung Ciputat KAB.TANGERANG 233 274 283 2,10
22 UPTD Kresek KAB.TANGERANG 196 53 112 1,60
23 UPTD Sepatan KAB.TANGERANG 105 186 97 1,40
24 UPTD Serpong KAB.TANGERANG 148 184 119 0,96
25 UPTD Tegal Kemiri KAB.TANGERANG 148 146 125 1,80
26 Anyer SERANG 296 147 114 1,10
27 Carenang SERANG 161 121 91 1,50
28 Cinangka SERANG 506 44 202 1,80
29 Ciomas SERANG 161 131 219 0,97
30 Ciruas SERANG 128 108 148 1,60
NO NAMA STASIUN/ POS HUJAN INDEKS
SPI CURAH HUJAN (mm)
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Jul 2016 Agt 2016 Sep 2016
31 Kasemen Kilasah SERANG 42 46 87 0,94
32 Kragilan Kalenpetung SERANG 112 99 239 1,60
33 Kramatwatu Pegadigan SERANG 88 126 169 1,50
34 Pabuaran SERANG 81 84 106 0,14
35 Padarincang SERANG 431 240 474 2,10
36 Pamarayan SERANG 203 55 175 1,10
37 Pontang SERANG 73 13 91 0,89
38 Ragas Hilir SERANG 216 115 264 1,90
39 Singamerta SERANG 136 119 159 1,40 40 Bd Ciliman PANDEGLANG 119 48 243 1,40 41 Cibaliung PANDEGLANG 242 123 750 1,90 42 Cimanuk PANDEGLANG 140 37 141 0,13 43 Labuhan PANDEGLANG 257 52 453 1,60 44 Menes PANDEGLANG 200 77 554 1,40 45 Pandeglang PANDEGLANG 191 183 298 0,55
46 Banjar Irigasi Cipanas LEBAK 469 254 166 1,40
47 Bojong Leles LEBAK 117 61 217 0,47
48 BPP Sajira LEBAK 221 176 319 1,40
49 Cilaki_Ciminyak LEBAK 376 123 281 0,91
50 Cilemer LEBAK 247 103 422 2,00
51 Cisalak Baru LEBAK 240 80 160 0,97
52 Kec.Cimarga LEBAK 147 179 214 1,10
53 Lebak Parahiang LEBAK 236 46 206 0,85
54 Malingping Utara LEBAK 465 175 390 1,70
55 Panyaungan LEBAK 371 128 396 1,50
56 Pasir Ona Rangkasbitung LEBAK 202 183 218 1,10
KABUPATEN/KOTA INDEKS
SPI CURAH HUJAN (mm)
NAMA STASIUN/ POS HUJAN NO
BMKG
Analisis Indeks Kekeringan dan Kebasahan Bulan September 2016 dan Prakiraan Indeks Kekeringan Bulan November 2016
Stasiun Klimatologi Pondok Betung
Lampiran 6. Peta Sebaran Pos Huj