SEJARAH PERTUMBUHAN
SEJARAH PERTUMBUHAN
KONSEP
KONSEP GOVERNANCE
GOVERNANCE
Teori dan Praktek Governance
Teori dan Praktek Governance
Program S2
Program S2
Politik Lokal & Otonomi Daerah
Politik Lokal & Otonomi Daerah
UNIVERSITAS GADJAH MADA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
ASAL MUASAL
ASAL MUASAL
Secara
etimologi
, berasal dari kata kerja bahasa Yunani
kubernan
(
to
pilot
atau
steer
), dan Plato menyebutnya sebagai “
how to design a
system of rule
”.
Definisi juga
berkembang
dan sangat
tergantung pada area teoritis
tertentu. Misal:
Studi
Studi
-
-
studi administrasi publik dan kebijakan publik
studi administrasi publik dan kebijakan publik Æ
Æ
Rhodes
Rhodes
menyebutnya sebagai
menyebutnya sebagai reformasi sektor publik
reformasi sektor publik
Studi
Studi
-
-
studi hubungan internasional
studi hubungan internasional Æ
Æ
Rosenau
Rosenau
mengkaitkannya dengan
mengkaitkannya dengan
dengan munculnya
dengan munculnya masalah
masalah
-
-
masalah politik global
masalah politik global
, sehingga
, sehingga
membutuhkan penyelesaian global.
membutuhkan penyelesaian global.
Studi perbandingan politik internasional
Studi perbandingan politik internasional Æ
Æ
Goran Hyden
Goran Hyden
mengkaitkannya
mengkaitkannya
dengan teori
dengan teori
-
-
teori pembangunan dan demokrasi di negara
teori pembangunan dan
demokrasi di negara
-
-
negara Dunia
negara Dunia
Ketiga
Ketiga
Studi
Studi
-
-
studi lainnya, misal antropologi
studi lainnya, misal antropologi Æ
Æ
bisa mengkaitkan dengan
bisa mengkaitkan dengan
persoalan2 yang muncul dari kultur lokal, dsb.
Definisi
Definisi
Umum
Umum
Asian Development Bank (1995)
Asian Development Bank (1995)
•
•
Governance
Governance
(
(
kepemerintahan
kepemerintahan
)
)
diartikan
diartikan
sebagai
sebagai
penyelenggaraan
penyelenggaraan
pemerintahan
pemerintahan
dengan
dengan
mengartikulasikan
mengartikulasikan
akuntabilitas
akuntabilitas
,
,
partisipasi
partisipasi
,
,
transparansi
transparansi
dan
dan
prediksibilitas
prediksibilitas
dapat
dapat
diperkirakan
diperkirakan
dengan
dengan
jelas
jelas
).
).
United Nation Development Program
United Nation Development Program
(1997)
(1997)
•
•
Sebagai
Sebagai
pelaksanaan
pelaksanaan
kewenangan
kewenangan
politik
politik
,
,
ekonomi
ekonomi
,
,
dan
dan
administratif
administratif
untuk
untuk
mengelola
mengelola
urusan
urusan
-
-
urusan
urusan
negara
negara
.
.
•
•
Merupakan
Merupakan
suatu
suatu
mekanisme
mekanisme
,
,
proses
proses
,
,
dan
dan
hubungan
hubungan
yang
yang
kompleks
kompleks
melalui
melalui
warga
warga
negara
negara
(
(citizens
citizens
)
)
dan
dan
kelompok
kelompok
-
-kelompok
kelompok
yang
yang
mengartikulasikan
mengartikulasikan
kepentingannya
kepentingannya
,
,
melaksanakan
melaksanakan
hak
hak
dan
dan
kewajibannya
kewajibannya
dan
dan
memfasilitasi
memfasilitasi
perbedaan
perbedaan
-
-
perbedaan
perbedaan
diantara
diantara
mereka.
mereka.
membangun demokrasi dan pemerintahan efektif membangun demokrasi dan pemerintahan efektif melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan
Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada Telp: (0274) 552212
Mengapa
Mengapa
Governance
Governance
Muncul
Muncul
?
?
•
•
Konsep
Konsep
governance
governance
muncul
muncul
sebagai
sebagai
turunan
turunan
dari
dari
pelaksanaan
pelaksanaan
demokrasi.
demokrasi.
•
•
Definisi
Definisi
demokrasi
demokrasi
adalah
adalah
mekanisme
mekanisme
kepemerintahan
kepemerintahan
dimana
dimana
keputusan-
keputusan
-keputusan
Mengapa
Mengapa
Governance
Governance
Muncul
Muncul
?
?
•
•
Asumsi
Asumsi
tata
tata
pemerintahan
pemerintahan
yang
yang
baik
baik
:
:
jika
jika
terjadi
terjadi
kesepakatan
kesepakatan
yang
yang
menyangkut
menyangkut
pengaturan
pengaturan
negara
negara
yang
yang
diciptakan
diciptakan
bersama
bersama
oleh
oleh
elemen
elemen
-
-
elemen
elemen
dalam
dalam
suatu
suatu
negara
negara
(
(
pemerintah
pemerintah
,
,
masyarakat
masyarakat
,
,
dan
dan
swasta).
swasta).
•
•
Untuk
Untuk
mewujudkannya
mewujudkannya
good
good
governance
governance
perlu
perlu
dibangun
dibangun
dialog
dialog
antar
antar
pelaku
pelaku
penting
penting
,
,
agar
agar
semua
semua
merasa
merasa
memiliki
memiliki
tata
tata
pengaturan
pengaturan
tersebut
tersebut
.
.
Tanpa
Tanpa
kesepakatan
kesepakatan
tsb
tsb
,
,
sulit
sulit
kesejahteraan
kesejahteraan
tercapai
tercapai
karena
karena
aspirasi
aspirasi
politik
politik
maupun
maupun
ekonomi
ekonomi
rakyat
rakyat
tersumbat
tersumbat
.
.
“Government” and “Governance”
“
“Government
Government”
”
and “
and
“Governance
Governance”
”
•
•
Arti luas:
Arti luas:
Lembaga
Lembaga
-
-
lembaga yang
lembaga yang
bertanggungjawab membuat keputusan
bertanggungjawab membuat keputusan
kolektif bagi masyarakat.
kolektif bagi masyarakat.
•
•
Arti sempit:
Arti sempit:
Pejabat politik paling tinggi
Pejabat politik paling tinggi
dalam lembaga
dalam lembaga
-
-
lembaga itu, seperti presiden,
lembaga itu, seperti presiden,
menteri
menteri
-
-
menteri, bupati, kepala dinas, kepala
menteri, bupati, kepala dinas, kepala
kantor, kepala badan.
kantor, kepala badan.
•
•
Keputusan kolektif dalam masyarakat
Keputusan kolektif dalam masyarakat
dibuat sendiri oleh seorang pemimpin atau
dibuat sendiri oleh seorang pemimpin atau
oleh satu kelompok.
oleh satu kelompok.
Government
Government
Kegiatan, proses atau kualitas memerintah. Bukan
Kegiatan, proses atau kualitas memerintah. Bukan
tentang struktur pemerintahan, tetapi kebijakan
tentang struktur pemerintahan, tetapi kebijakan
yang dibuat dan efektifitas penerapan kebijakan itu.
yang dibuat dan efektifitas penerapan kebijakan itu.
Kebijakan tidak dibuat oleh seorang pemimpin atau
Kebijakan tidak dibuat oleh seorang pemimpin atau
satu kelompok; kebijakan muncul dari proses
satu kelompok; kebijakan muncul dari proses
konsultasi berbagai pihak yang terkena kebijakan itu.
konsultasi berbagai pihak yang terkena kebijakan itu.
Sebagai fungsi pengelolaan masyarakat yang
Sebagai fungsi pengelolaan masyarakat yang
kompleks, governance melibatkan koordinasi banyak
kompleks, governance melibatkan koordinasi banyak
lembaga di sektor publik dan swasta. Pemerintah
lembaga di sektor publik dan swasta. Pemerintah
bukan satu
bukan satu-
-satunya aktor dan tidak selalu menjadi
satunya aktor dan tidak selalu menjadi
pelopor.
pelopor.
Governance
Governance
membangun demokrasi dan pemerintahan efektif membangun demokrasi dan pemerintahan efektif melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan
Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada Telp: (0274) 552212
Dalam proses governance, pemerintah hanya
Dalam proses governance, pemerintah hanya
merupakan salah satu aktor yang bekerjasama
merupakan salah satu aktor yang bekerjasama
dengan aktor
dengan aktor-
-aktor non pemerintah.
aktor non pemerintah.
Dalam “
Dalam
“economic governance
economic governance”
”
pemerintah tidak
pemerintah tidak
berfungsi sebagai
berfungsi sebagai “
“a direct provider of growth
a direct provider of growth”
”
tetapi sebagai
tetapi sebagai “
“a partner, catalyst and
a partner, catalyst and
facilitator
facilitator”
”.
.
Governance
Governance
Government and Governance
Government and Governance
Government
Government
The Institution and Personnel
The Institution and Personnel
(Format)
(Format)
Governance
Governance
The Activities and Process of
The Activities and Process of
(Substansi)
(Substansi)
Governing (Management).
Governing (Management).
POLA RELASI ANTAR AKTOR
POLA RELASI ANTAR AKTOR
STATE
STATE
STATE
PRIVATE
SECTOR
PRIVATE
PRIVATE
SECTOR
SECTOR
CIVIL
SOCIETY
CIVIL
CIVIL
SOCIETY
SOCIETY
POLA RELASI ANTAR AKTOR
POLA RELASI ANTAR AKTOR
•
•
Negara
Negara
bertugas menciptakan
bertugas menciptakan
lingkungan politik dan hukum yang
lingkungan politik dan hukum yang
kondusif
kondusif
.
.
•
•
Sektor Swasta
Sektor Swasta
menyediakan
menyediakan
lapangan kerja dan penghasilan.
lapangan kerja dan penghasilan.
•
•
Masyarakat Sipil
Masyarakat Sipil
memfasilitasi
memfasilitasi
interaksi sosial politik dan
interaksi sosial politik dan
memotivasi masyarakat untuk
memotivasi masyarakat untuk
berpartisipasi dalam aktivitas sosial,
berpartisipasi dalam aktivitas sosial,
politi11k, dan ekonomi.
Praktek
Praktek
Governance
Governance
di Indonesia
di Indonesia
Nagari
Nagari
di
di
Masyarakat
Masyarakat
Minang
Minang
, Sumatra
, Sumatra
Barat.
Barat.
•
•
Setiap
Setiap
desa
desa
atau
atau
Nagari
Nagari
bersifat
bersifat
otonom
otonom
dan
dan
warganya
warganya
berkuasa
berkuasa
berhak
berhak
mengatur
mengatur
berbagai
berbagai
persoalan
persoalan
dalam
dalam
masyarakat
masyarakat
mereka
mereka
.
.
•
•
Hak
Hak
dan
dan
kewajiban
kewajiban
warga
warga
Nagari
Nagari
diatur
diatur
secara
secara
bersama
bersama
-
-
sama
sama
.
.
Keputusan
Keputusan
penting
penting
diambil
diambil
dalam
dalam
kerapatan
kerapatan
adat
adat
yang
yang
melakukan
melakukan
musyawarah
musyawarah
.
.
Praktek
Praktek
Governance
Governance
di Indonesia)
di Indonesia
)
Banjar
Banjar
di
di
Bali.
Bali.
•
•
Setiap
Setiap
desa
desa
di
di
Bali
Bali
dibagi
dibagi
dalam
dalam
beberapa
beberapa
banjar
banjar
,
,
batasan
batasan
wilayah
wilayah
yang
yang
mengacu
mengacu
kepada
kepada
kesatuan
kesatuan
masyarakat
masyarakat
yang
yang
dipimpin
dipimpin
oleh
oleh
seorang
seorang
Kelian
Kelian
Banjar
Banjar
.
.
•
•
Kelian
Kelian
Banjar
Banjar
dipilih
dipilih
dari
dari
beberapa
beberapa
warga
warga
yang
yang
secara
secara
sukarela
sukarela
sanggup
sanggup
dan
dan
dianggap
dianggap
layak
layak
oleh
oleh
para
para
kepala
kepala
Tempek
Tempek
(
(
ketua
ketua
beberapa
beberapa
KK)
KK)
dan
dan
harus
harus
mendapatkan
mendapatkan
suara
suara
bulat
bulat
.
.
•
•
Kelian
Kelian
Banjar
Banjar
bertanggungjawab
bertanggungjawab
terhadap
terhadap
warga
warga
banjar
banjar
yang
yang
memilih
memilih
,
,
sekaligus
sekaligus
juga
juga
dapat
dapat
diminta
diminta
melepakkan
melepakkan
jabatannya
Governance
Governance
sebenarnya
sebenarnya
bukan
bukan
sesuatu
sesuatu
yang
yang
berada
berada
jauh
jauh
di
di
luar
luar
jangkauan
jangkauan
kita
kita
.
.
Di
Di
luar
luar
kedua
kedua
contoh
contoh
tsb
tsb
,
,
di
di
pedesaan2
pedesaan2
Jawa
Jawa
mudah
mudah
didapati
didapati
tradisi
tradisi
rembug
rembug
desa
desa
(
(
rapat
rapat
desa
desa
);
); gugur
gugur
gunung
gunung
(
(
gotong
gotong
royong
royong
-
-
kerja
kerja
bakti
bakti
)
)
dan
dan
banyak
banyak
kegiatan2
kegiatan2
komunal
komunal
lainnya
lainnya
.
.
Hampir
Hampir
semua
semua
daerah
daerah
di
di
Indonesia pun
Indonesia pun
sampa
sampa
saat
saat
ini
ini
masih
masih
memiliki
memiliki
berbagai
berbagai
bentuk
bentuk
kerjasama
kerjasama
dan
dan
tata
tata
pengaturan
pengaturan
bersama
bersama
yang
yang
dibangun
dibangun
atas
atas
dasar
dasar
kesepakatan
kesepakatan
masyarakat
masyarakat
setempat
setempat
, yang
, yang
melibatkan
melibatkan
berbagai
berbagai
elemen
elemen
masyarakat
masyarakat
.
.
Praktek
Praktek
Governance
Governance
di Indonesia
di Indonesia
)
)
Jargon
Jargon
-
-
jargon
jargon
New Governance
New Governance
Minimal State
Corporate Governance
New Public Management
Good Governance
Minimal State
Minimal State
Corporate Governance
Corporate Governance
New Public Management
New Public Management
Minimal State
Minimal State
•
Pro pasar ataupun quasi-market
•
Skeptis terhadap efektifitas negara
•
Anggaran pemerintah harus dipotong, dana
dialokasikan untuk swasta
•
Negara sebagai “penjaga malam”
Æ
diperlukan
hanya jika ada individu-individu secara kolektif tidak
mampu mengatasinya.
•
•
Pro pasar ataupun quasi-
Pro pasar ataupun quasi
-market
market
•
•
Skeptis terhadap efektifitas negara
Skeptis terhadap efektifitas negara
•
•
Anggaran pemerintah harus dipotong, dana
Anggaran pemerintah harus dipotong, dana
dialokasikan untuk swasta
dialokasikan untuk swasta
•
•
Negara sebagai “
Negara sebagai
“penjaga malam
penjaga malam”
”
Æ
Æ
diperlukan
diperlukan
hanya jika ada individu
hanya jika ada individu-
-individu secara kolektif tidak
individu secara kolektif tidak
mampu mengatasinya.
mampu mengatasinya.
Corporate Governance
Corporate Governance
•
•
Sasaran perubahan:
Sasaran perubahan:
–
–
Sistem manajemen dan pengendalian organisasi sektor
Sistem manajemen dan pengendalian organisasi sektor
publik (pemerintah) dilakukan sebagaimana terjadi
publik (pemerintah) dilakukan sebagaimana terjadi
dalam perusahaan swasta.
dalam perusahaan swasta.
•
•
Issue
Issue
-
-
issue kunci:
issue kunci:
–
–
Keterbukaan informasi
Keterbukaan informasi
–
–
Menjaga integritas dalam perjanjian
Menjaga integritas dalam perjanjian
–
–
Tuntas dalam menangani masalah
Tuntas dalam menangani masalah
–
–
Mengembangkan akuntabilitas
Mengembangkan akuntabilitas
–
New Public Management (1)
New Public Management (1)
•
Versi Managerialis:
–
Serahkan pekerjaan kepada tenaga-tenaga manajemen
profesional.
–
Ada standar kriteria kinerja yang tegas
–
Managing by result
Æ
output dan outcome.
–
Pola baru hubungan antara negara-rakyat (warga negara
adalah
customers
).
–
Lebih dekat dengan
customers
–
Customers
merasa tidak sia-sia membayar jasa
•
•
Versi Managerialis:
Versi Managerialis:
–
–
Serahkan pekerjaan kepada tenaga
Serahkan pekerjaan kepada tenaga
-
-
tenaga manajemen
tenaga manajemen
profesional.
profesional.
–
–
Ada standar kriteria kinerja yang tegas
Ada standar kriteria kinerja yang tegas
–
–
Managing by result
Managing by result
Æ
Æ
output dan outcome.
output dan outcome.
–
–
Pola baru hubungan antara negara
Pola baru hubungan antara negara
-
-
rakyat (warga negara
rakyat (warga negara
adalah
adalah
customers
customers
).
).
–
–
Lebih dekat dengan
Lebih dekat dengan
customers
customers
–
–
Customers
Customers
merasa tidak sia
merasa tidak sia
-
-
sia membayar jasa
sia membayar jasa
New Public Management (2)
New Public Management (2)
•
Versi Institutional Economics
– Premis: masyarakat berperilaku rasional
– Pilihan terbaik ditentukan oleh struktur
pilihan-pilihan yang ada
– Issue kunci: menata ulang struktur
•
•
Versi Institutional Economics
Versi Institutional Economics
–
–
Premis: masyarakat berperilaku rasional
Premis: masyarakat berperilaku rasional
–
–
Pilihan terbaik ditentukan oleh struktur pilihan
Pilihan terbaik ditentukan oleh struktur pilihan
-
-pilihan yang ada
pilihan yang ada
–
New Public Management (3)
New Public Management (3)
• Versi Mewirausahakan Birokrasi:
– Redefinisi peran pemerintah: rowing (service
delivery)
Æ
steering (pengambilan keputusan).
– Dorong: kompetisi, pemberdayaan masyarakat,
fokus pada hasil bukan input, beri kebebasan
pada customers, mencegah daripada
mengatasi.
– Katalisasi penyelesaian masalah masyarakat.
•
•
Versi Mewirausahakan Birokrasi:
Versi Mewirausahakan Birokrasi:
–
–
Redefinisi peran pemerintah: rowing (service
Redefinisi peran pemerintah: rowing (service
delivery)
delivery)
Æ
Æ
steering (pengambilan keputusan).
steering (pengambilan keputusan).
–
–
Dorong: kompetisi, pemberdayaan masyarakat,
Dorong: kompetisi, pemberdayaan masyarakat,
fokus pada hasil bukan input, beri kebebasan
fokus pada hasil bukan input, beri kebebasan
pada customers, mencegah daripada
pada customers, mencegah daripada
mengatasi.
mengatasi.
–
–
Katalisasi penyelesaian masalah masyarakat.
Katalisasi penyelesaian masalah masyarakat.
membangun demokrasi dan pemerintahan efektif membangun demokrasi dan pemerintahan efektif melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan
Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada Telp: (0274) 552212
Good Governance (1)
Good Governance (1)
•
•
Fokus:
Fokus:
penggunaan kekuasaan suatu negara untuk
penggunaan kekuasaan suatu negara untuk
mengatasi masalahnya sendiri.
mengatasi masalahnya sendiri.
•
•
Ranah Perubahan:
Ranah Perubahan:
–
–
Sistemik:
Sistemik:
distribusi kekuasaan politis maupun ekonomis,
distribusi kekuasaan politis maupun ekonomis,
secara internal maupun eksternal
secara internal maupun eksternal
–
–
Politis:
Politis:
luasnya kewenangan dan legitimasi yang didapat
luasnya kewenangan dan legitimasi yang didapat
dari proses politik yang demokratis
dari proses politik yang demokratis
–
–
Administratif:
Administratif:
pelayanan publik yang efisien dan akuntabel
pelayanan publik yang efisien dan akuntabel
oleh birokrasi yang kompeten untuk mendesain dan
oleh birokrasi yang kompeten untuk mendesain dan
mengimplementasikan program, serta pengelolaan
mengimplementasikan program, serta pengelolaan
kepentingan publik.
Good Governance (2)
Good Governance (2)
•
•
Issue
Issue
-
-
issue kunci:
issue kunci:
–
–
Efisiensi pelayanan publik
Efisiensi pelayanan publik
–
–
Pengadilan yang independen
Pengadilan yang independen
–
–
Kerangka hukum untuk menegakkan kontrak
Kerangka hukum untuk menegakkan kontrak
–
–
Pengelolaan keuangan negara secara akuntabel
Pengelolaan keuangan negara secara akuntabel
–
–
Auditor yang independen
Auditor yang independen
–
–
Pewakilan rakyat yang akuntabel
Pewakilan rakyat yang akuntabel
–
–
Hormati hukum dan HAM
Hormati hukum dan HAM
–
–
Tata kelembagaan yang pluralistik
Tata kelembagaan yang pluralistik
–
–
Pers yang bebas
Pers yang bebas
membangun demokrasi dan pemerintahan efektif membangun demokrasi dan pemerintahan efektif melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan melalui pendidikan, penelitian dan advokasi kebijakan
Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada Telp: (0274) 552212
Good Governance (3)
Good Governance (3)
•
•
Karakteristik:
Karakteristik:
–
–
Akuntabilitas
Akuntabilitas
–
–
Kompetensi
Kompetensi
–
–
Partisipasi
Partisipasi
–
–
Transparansi
Transparansi
Sistem Sosio
Sistem Sosio
-
-
Sibernetik (1)
Sibernetik (1)
• Bidikan: para pelaku terkait dan pola
interaksinya melibatkan berbagai
negosiasi.
•
Ranah Governance:
– Proses: keterarahan intervensi-intervensi
yang dilakukan
– Keseluruhan efek dari intervensi yang
dilakukan.
• Bidikan: para pelaku terkait dan pola
interaksinya melibatkan berbagai
negosiasi.
•
Ranah Governance:
– Proses: keterarahan intervensi-intervensi
yang dilakukan
– Keseluruhan efek dari intervensi yang
dilakukan.
Sistem Sosio
Sistem Sosio
-
-
Sibernetik (2)
Sibernetik (2)
• Keluar dari pilihan negara vs pasar
• Bagaimana mendayagunakan struktur dan
manajemen (
Komplementarian antara
pendayagunaan tatanan hirarkis dengan kemampuan
mengatur diri sendiri
)
• Tanggungjawab dan pertanggungjawaban
dalam mengambil langkah tersebar luas (tidak
hanya pada Pemerintah).
•
•
Keluar dari pilihan negara vs pasar
Keluar dari pilihan negara vs pasar
•
•
Bagaimana mendayagunakan struktur dan
Bagaimana mendayagunakan struktur dan
manajemen (
manajemen (Komplementarian antara
Komplementarian antara
pendayagunaan tatanan hirarkis dengan kemampuan
pendayagunaan tatanan hirarkis dengan kemampuan
mengatur diri sendiri
mengatur diri sendiri
)
)
•
•
Tanggungjawab dan pertanggungjawaban
Tanggungjawab dan pertanggungjawaban
dalam mengambil langkah tersebar luas (tidak
dalam mengambil langkah tersebar luas (tidak
hanya pada Pemerintah).
Sistem Sosio
Sistem Sosio
-
-
Sibernetik (3)
Sibernetik (3)
•
Model:
self-regulation
atau co-regulation,
public-private partnership, co-operative
management, enterpreneural verture’
•
Jangkauan:
lokal, nasional maupun
internasional.
•
Mekanisme:
formal maupun informal
•
Sifat:
interaktif.
•
Model:
self-regulation
atau
co-regulation,
public-private partnership, co-operative
management, enterpreneural verture’
•
•
Jangkauan:
Jangkauan:
lokal, nasional maupun
internasional.
•
•
Mekanisme:
Mekanisme:
formal maupun informal
•
•
Sifat:
Sifat:
interaktif.
Interaksi (1)
Interaksi (1)
Masyarakat Sipil
Masyarakat Sipil
Masyarakat Sipil
Interaksi
State
State
State
Civil Society
Civil Society
Civil Society
Private Sector
Private Sector
Private Sector
Pasar
Pasar
Self Organizing Network (1)
Self Organizing Network (1)
•
•
Ada networking, baik di dalam pemerintah,
Ada networking, baik di dalam pemerintah,
di dalam masyarakat maupun antara
di dalam masyarakat maupun antara
pemerintah dengan masyarakat.
pemerintah dengan masyarakat.
•
•
Menghindari ada konflik dalam mengelola
Menghindari ada konflik dalam mengelola
urusan publik
urusan publik
•
•
Terjadi saling pertukaran sumber daya
Terjadi saling pertukaran sumber daya
(uang, informasi, skill) dalam proses
(uang, informasi, skill) dalam proses
interaksinya.
Self
Self
-
-
organizing network (2)
organizing network (2)
•
•
Network
Network
Æ
Æ
social coordination, self organising
social coordination, self organising
•
•
Network
Network
Æ
Æ
alternatif terhadap negara dan
alternatif terhadap negara dan
pasar.
pasar.
•
•
Pilar:
Pilar:
trust, reputasi, ketergantungan timbal
trust, reputasi, ketergantungan timbal
balik.
balik.
•
•
Governance:
Governance:
mengelola jaringan supaya
mengelola jaringan supaya
tercipta sinergi
tercipta sinergi
•
•
Network yang terintegrasi mampu menciptakan
Network yang terintegrasi mampu menciptakan
resistensi dan menghindarkan semua pihak dari
resistensi dan menghindarkan semua pihak dari
dominasi salah satu kekuatan.
dominasi salah satu kekuatan.
Bambang Purwoko
Dosen, Peneliti, Konsultan bidang Politik dan Pemerintahan kontak:www.bpurwoko.staff.ugm.ac.id
Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada Telp: (0274) 552212