58 BAB III
ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR
3.1 ANALISA PENDEKATAN ARSITEKTUR 3.1.1 Studi Aktivitas
Pengelompokan Pelaku – Aktivitas – Sifat Aktivitas
Tabel. 2 Pengelompokan Pelaku – Aktivitas –Sifat Aktivitas (Sumber : Dokumen Pribadi)
PELAKU AKTIVITAS WAKTU FASILITAS SIFAT
ATLET
PARALIMPIAN
Tidur 21.00
-05.00
Wisma Atlet Privat Persiapan Latihan 05.00 -
07.00
Wisma Atlet Privat
MCK - Kamar Mandi Service
Pelatihan Praktek 07.00 - 09.30 15.30 -
17.00
Ruang Latihan Angkat Berat Lapangan
Lari
Lapangan Lompat Tinggi Lapangan
Lompat Jauh Lapangan
Lempar Lembing Lapangan
Tolak Peluru Lapangan
Balap Kursi Roda Ruang
Latihan Catur Ruang
Latihan Goal Ball Lapangan
Sepakbola
Privat ( Kegiatan rutin
berupa pelatihan kekompakan sebelum para atlet
menuju ke lapangan olahraga masing masing.) RUANG CATUR Pemain catur sebagian besar tuna netra, sehingga membutuhkan meja yang kecil
agar mudah menjangkau catur
59 Area
Latihan Diluar PTC
Makan Minum Bermain
Handphone Mengobrol –
Bercanda Gurau 09.30 - 10.15 13.00 - 13.45 19.00 - 19.45
Ruang Makan Privat
Pelatihan Teori & Evaluasi Latihan
10.15 - 11.15 17.00 -
18.00
Ruang Kelas Teori Arena
Pelatihan Privat (Kegiatan ini membutuhkan meja dengan pengelompokan atlet menurut jenis
disabilitasnya sehingga proses belajar mengajar menjadi mudah ) GOAL BALL Membutuhkan
sirkulasi yang lebar berupa area
mengelilingi lapangan karena penggunanya tuna netra memiliki kebiasaan jalan bersama sama ANGKAT BERAT Membutuhkan space untuk menaruh kursi roda di samping area angkat berat
agar mempermudah perpindahan dari
powerlifting machine ke kursi
60 Break / Istirahat
(Waktu Bebas) 11.15 - 13.00 13.45 - 15.30 18.00 - 19.00 19.45 - 21.00
Ruang Komunal Wisma
Atlet Fasilitas
lain
Privat
Laundry (Saat
Waktu Bebas)
Privat
Gym (Saat
Waktu Bebas)
Gym Area Privat
Terapi (Saat
Waktu Bebas) Ruang Fisioterapi Privat Pijat (Membutuhkan ruang yang dibatasi antar ruang pijat )
(Saat Waktu Bebas)
Ruang Pijat Privat
Berobat (Saat
Waktu Bebas)
Klinik Privat
Berkumpul (Saat
Waktu Bebas)
Ruang Komunal
Privat
Ibadah - Mushola
Ruang Serbaguna
Privat (Kegiatan terapi
membutuhkan area lapang / kosong
untuk berlatih menggunakan alat
gerak tubuh yang cidera )
( Dapat menimbulkan kegiatan spontan yang dilakukan saat
berkumpul bersama. Seperti
61 Membaca Buku (Saat
Waktu Bebas)
Perpustakaan Privat
Bermain Musik (Saat Waktu Bebas)
Ruang Musik Privat
Menonton Film (Saat Waktu Bebas)
Bioskop Mini Privat
STAFF PELATIH & ASISTEN PELATIH
Tidur 21.00
-05.00
Wisma Pelatih Privat Persiapan Latihan 05.00 -
07.00
Wisma Pelatih Privat
MCK - Kamar Mandi Service
Pelatihan Praktek 07.00 - 09.30 15.30 -
17.00
Ruang Latihan Angkat Berat Lapangan
Lari
Lapangan Lompat Tinggi Lapangan
Lompat Jauh Lapangan
Lempar Lembing Lapangan
Tolak Peluru Lapangan
Balap Sepeda
Privat (Kegiatan ini
memiliki macam sifat pembaca, ada
yang membaca harus fokus / sendirian dan ada
62 Ruang
Latihan Catur Ruang
Latihan Goal Ball Lapangan
Sepakbola Area
Latihan Diluar PTC
Makan 09.30 -
10.15 13.00 -
13.45 19.00 -
19.45
Ruang Makan Privat
Pelatihan Teori & Evaluasi Latihan
10.15 - 11.15 17.00 -
18.00
Ruang Kelas Teori Arena
Pelatihan
Privat
Rapat dengan Organisasi
- Ruang Rapat Privat Break / Istirahat
(Waktu Bebas) 11.15 - 13.00 13.45 - 15.30 18.00 - 19.00 19.45 - 21.00
Ruang Komunal Wisma
Pelatih Fasilitas
lain
Privat
Gym (Saat
Waktu Bebas)
Gym Area Privat
Terapi (Saat
Waktu Bebas)
Ruang Fisioterapi
Privat
Pijat (Saat
Waktu Bebas)
Ruang Pijat Privat
Berobat (Saat
Waktu Bebas)
Klinik Privat
Berkumpul (Saat
Waktu Bebas)
Ruang Komunal
Privat
Ibadah - Mushola
Ruang Serbaguna
63 Membaca Buku (Saat
Waktu Bebas)
Perpustakaan Privat
Bermain Musik (Saat Waktu Bebas)
Ruang Musik Privat
Menonton Film (Saat Waktu Bebas)
Bioskop Mini Privat
KETUA UMUM NPC
INDONESIA
Datang / Pergi - Parkir Service
Menerima Laporan Administrasi, Keuangan, Dll
08.00 – 17.00
Ruang Ketua Umum
Privat
Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat Ibadah
- Mushola Privat
MCK - Toilet Service
SEKRETARIS JENDERAL, &WAKIL NPC INDONESIA & JAJARAN
Datang / Pergi 08.00 – 17.00
Parkir Service
Mengurus Koordinasi
Pelaksanaan Tugas & Mengurus Hal Kesekretariatan
08.00 – 17.00
Ruang Sekretaris
Privat
Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
BENDAHARA UMUM & WAKIL NPC
INDONESIA
Datang / Pergi 08.00 – 17.00
Parkir Service
Mengurus Laporan Keuangan
08.00 – 17.00
Ruang Bendahara
Privat Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat
Ibadah - Mushola Service
MCK - Toilet Service
(Ketua umum juga merupakan penyandang disabilitas tuna daksa sehingga membutuhkan ruang gerak kursi
64 KETUA
BIDANG
Datang / Pergi 08.00 – 17.00
Parkir Service
Mengkoordinasi Bidang Masing Masing
08.00 – 17.00
Ruang Ketua Bidang
Privat
Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
KETUA DEPARTEME N
Datang / Pergi 08.00 – 17.00
Parkir Service
Mengkoordinasi Departemen Masing Masing
08.00 – 17.00
Ruang Ketua Departemen
Privat
Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF PEMBANTU KABID & KADEP
Datang / Pergi 08.00 – 17.00
Parkir Service
Bekerja Sesuai Bidang Masing Masing
08.00 – 17.00
Ruang Staff Privat
Mengatur Arsip - Ruang Arsip Privat Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF BAGIAN KEBERSIHAN KANTOR
Datang / Pergi 06.30 – 17.00
Parkir Service
Membersihkan Kantor
07.00 – 09.00
Seluruh Ruang Bagian Kantor Pengelola Janitor
Privat
Menyiapkan Minuman untuk Staff & Ketua
09.00 – 10.00
Pantry Service
Melayani Tugas Fotokopi Dokumen
- Ruang Staff Privat Mengambil &
Membersihkan Gelas & Piring yang Digunakan
15.00 – 16.30
Seluruh Ruang
Privat
Ibadah - Mushola Privat
65 STAFF
BAGIAN KEBERSIHAN WISMA
Datang / Pergi 06.30 – 17.00
Parkir Service
Membersihkan Wisma Atlet & Wisma Pelatih
07.00 – 09.30
Wisma Atlet & Wisma Pelatih Janitor
Privat
Membersihkan Ruangan Selain Wisma
10.00 – 11.00 15.30 –
16.30 Seluruh Fasilitas Bagi Atlet dan Pelatih Privat
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF BAGIAN KEAMANAN (Security)
Datang / Pergi 06.00 – 18.00 18.00 –
06.00
Parkir Service
Menjaga Keamanan 06.00 – 18.00 18.00 –
06.00
Pos Satpam Service
Patroli Keliling 06.00 – 18.00 18.00 –
06.00
Seluruh Area PTC
Privat
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF BAGIAN KEAMANAN (Pengawas CCTV)
Datang / Pergi 06.00 – 18.00 18.00 –
06.00
Parkir Service
Mengawasi CCTV 06.00 – 18.00 18.00 –
06.00
Ruang CCTV Service
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Privat
STAFF BAGIAN TUKANG KEBUN (Bagian Taman)
Datang / Pergi 06.00 – 17.00
Parkir Privat
Menyapu Area Tanaman
06.00 – 07.00 16.00 –
17.00
Taman Publik
Menyirami Tanaman 07.00 – 08.30
66 15.00 –
16.00
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF BAGIAN TUKANG KEBUN (Bagian Lapangan)
Datang / Pergi 06.00 – 18.00
Parkir Service
Menyirami Rumput & Membersihkan Lapangan
06.00 – 07.00 17.00 –
18.00
Taman Publik
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF AHLI MASAK
Datang / Pergi 07.00 – 13.30 17.00 – 19.30
Parkir Service
Memasak 07.00 –
12.30 17.00 – 18.30
Dapur Service
Menyuci Piring, Gelas dan Peralatan Masak
12.30 – 13.30 18.30 –
19.30
Dapur Service
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
STAFF SUPIR
Datang / Pergi 06.00 – 17.00
Parkir Service
Mengantar & Menjemput Atlet (Latihan Diluar PTC)
06.30 – 09.30 15.00 –
17.00
Area Latihan Diluar PTC
Publik
Ibadah - Mushola Privat
MCK - Toilet Service
TAMU Datang / Pergi Parkir Service
Mencari Info
Tentang Organisasi NPC
- Ruang Tamu Lobby
Publik
Liputan Berita - Ruang Tamu Lobby
67 Jadwal Kegiatan
Tabel. 3 Jadwal Kegiatan Atlet Paralimpian (Sumber : Dokumen Pribadi)
Jadwal Kegiatan Atlet
Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
21.00 – 05.00 Istirahat
05.00 -07.00 Persiapan Latihan
LIBUR LIBUR
07.00 – 09.30 Latihan Pagi
09.30 – 10.15 Sarapan
10.15 – 11.15 Kelas Teori / Evaluasi Latihan 11.15 – 13.00 Break ( Waktu Bebas )
13.00 – 13.45 Makan Siang
13.45 – 15.30 Break ( Waktu Bebas )
15.30 – 17.00 Latihan Sore
17.00 – 18.00 Kelas Teori / Evaluasi Latihan
18.00 – 19.00 Break
19.00 – 19.45 Makan Malam
68 Fungsi Bangunan dalam 10 Tahun
Tabel. 4 Jadwal Kegiatan Atlet Paralimpian (Sumber : Dokumen Pribadi)
KEGIATAN 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
Pemusatan Pelatihan Paralympic
(4 Tahun Sekali, Pelatnas terakhir tahun 2015)
Pemusatan Pelatihan Asian Paragames
(4 Tahun Sekali, Pelatnas terakhir tahun 2017)
Pemusatan Pelatihan Asean Paragames
(2 Tahun Sekali, Pelatnas terakhir tahun 2018)
Persiapan Pekan Paralimpiade Nasional
(Digunakan Oleh Atlet Jawa Tengah)
Operasional Kantor National Paralimpic Committee
KETERANGAN
69 Pola Kegiatan
a. Pengelola ( NPC)
Berikut ini merupakan diagram pola kegiatan pengelola organisasi National Paralympic Committee of Indonesia. Kantor ini akan menjadi pengurus bangunan PTC.
Datang
Drop Off
Parkir
Absen
Bekerja
Break
Bekerja
Absen
Pulang
Ketua Umum
Sekjen
Wakil Sekjen
Bendahara
Umum
Wakil
Bendahara
Umum
Ketua Bidang
Ketua
Departemen
Staff
Pembantu
Staff
Kebersihan
Staff
Keamanan
Tukang Kebun
Ahli Masak
Supir
70 b. Atlet Paralimpian
Berikut ini merupakan diagram pola kegiatan atlet paralimpian saat menjalankan kegiatan di PTC
Bangun Tidur/ Tidur
Persiapan Latihan
(MCK)
Menuju Bus Latihan
(Diluar Area PTC) Latihan
(Di Area PTC)
Makan Pagi
Evaluasi
Break
Makan Siang
Break
Menuju Bus Latihan
(Diluar Area PTC) Latihan
(Di Area PTC)
Evaluasi
Break
Makan Malam
Break
71 c. Pelatih & Asisten Pelatih
Berikut ini merupakan diagram pola kegiatan pelatih serta asisten pelatih :
Bangun Tidur/ Tidur
Menuju Bus Latihan
(Diluar Area PTC) Persiapan
Latihan
(MCK) Latihan
(Di Area PTC)
Makan Pagi
Evaluasi
Break
Makan Siang
Break
Menuju Bus Latihan
(Diluar Area PTC) Latihan
(Di Area PTC)
Evaluasi
Break
Makan Malam
Break
Rapat dengan
Organisasi
72 Perhitungan Jumlah Pengguna Bangunan PTC
Berikut ini merupakan data peserta pemusatan latihan nasional yang terlah digelar di solo beberapa tahun belakangan :
Tabel. 5 Data Peserta Pelatnas (Sumber : NPC Of Indonesia )
Sistem Pelatnas yang dilakukan oleh organisasi NPC adalah dengan sistem degradasi yang mengharuskan calon peserta pelatnas memenuhi waktu terbaik dari event sebelumnya untuk masuk ke dalam tim nasional, maka tidak dapat dipastikan jumlah peserta pelatnas tiap tahunnya karena tergantung pada raihan waktu calon peserta pelatnas.
Maka dari itu untuk mendapatkan jumlah daya tampung atlet yang menjalani pelatnas di PTC, Mengambil tren tertinggi yaitu pada tahun 2015 yaitu sebanyak 197 peserta dan dibulatkan menjadi 200 atlet dengan pembagian kamar untuk wisma atlet adalah 60 % kamar pria dan 40 % kamar wanita sehingga dieproleh hasil 60 kamar untuk wisma pria dan 40 kamar untuk wisma wanita dengan masing masing kapasitas 2 orang.
Event Pelatnas Negara Penyelenggara Tahun Jumlah Peserta
ASEAN Paragames Myanmar 2013 152
ASIAN Paragames Korea Selatan 2014 70
ASEAN Paragames Singapura 2015 197
73 Tabel. 6 Jumlah Pengguna Bangunan PTC
(Sumber : NPC Of Indonesia )
No Pelaku Jumlah
1 Atlet Paralimpian 200 Orang
2 Pelatih 20 Orang
3 Asisten Pelatih 30 Orang
4 Ketua Umum NPC 1 Orang
5 Sekretaris Jenderal & Jajaran 3 Orang
6 Bendahara Umum & Jajaran 3 Orang
7 Ketua Bidang 4 Orang
8 Ketua Departemen 8 Orang
9 Staff Pembantu Kabid & Kadep 15 Orang
10 Staff Kebersihan 20 Orang
11 Staff Keamanan 10 Orang
12 Staff Pertamanan 20 Orang
13 Supir 10 Orang
14 Juru Masak 5 Orang
15 Resepsionis 2 Orang
74 3.1.2 Studi Fasilitas
Pengelompokan Ruang – Sifat Ruang – Indoor / Outdoor
Pengelompokan ruang pada banguanan NPC dibedakan menjadi 4 area, keempatnya adalah :
Tabel. 7 Pengelompokan Ruang – Sifat Ruang – Indoor/Outdoor (Sumber : Dokumen Pribadi)
Zona Jenis Ruang Sifat Indoor / Outdoor
Arena Pelatihan
Ruang Latihan Angkat Berat
Privat Indoor
Lapangan Lari Privat Outdoor
Lapangan Lompat Tinggi Privat Outdoor Lapangan Lompat Jauh Privat Outdoor
Lapangan Lempar Lembing
Privat Outdoor Lapangan Tolak Peluru Privat Outdoor Lapangan Lempar Cakram
Lapangan Balap Kursi Roda
Privat Outdoor Ruang Latihan Catur Privat Indoor Ruang Latihan Goal Ball Privat Indoor Lapangan Sepak Bola Privat Outdoor
Ruang Kelas Teori Privat Indoor Fasilitas
Penunjang bagi Atlet
dan Pelatih
Wisma Atlet Privat Indoor
Wisma Pelatih Privat Indoor
Gym Center Privat Indoor
Ruang Terapi ( Fisoterapi) Privat Indoor
Ruang Pijat Privat Indoor
Klinik Privat Indoor
Ruang Komunal Privat Indoor
Ruang Serbaguna Privat Indoor
Ruang Makan Privat Indoor
Ruang Pelatih Privat Indoor
Perpustakaan Privat Indoor
Ruang Musik Privat Indoor
75
Mushola Privat Indoor
Kantor Pengelola ( National Paralympic Committee
of Indonesia)
Ruang Tamu Publik Indoor
Ruang Ketua Umum Privat Indoor
Ruang Sekjen Privat Indoor
Ruang Bendahara Umum Privat Indoor Ruang Ketua Bidang Privat Indoor Ruang Ketua Departemen Privat Indoor
Ruang Staff Pembantu Kabid & Kadep
Privat Indoor Ruang Staff Kebersihan Privat Indoor Ruang Staff Keamanan Privat Indoor Ruang Staff Pertamanan Privat Indoor Ruang Staff Supir Privat Indoor
Ruang Arsip Privat Indoor
Ruang Rapat Privat Indoor
Pantry Privat Indoor
Servis Ruang CCTV Servis Indoor
Ruang ME Servis Indoor
Ruang Genset Servis Indoor
Gudang Servis Indoor
Dapur Servis Indoor
Area Laundry Servis Indoor
Parkir Servis Outdoor
Pos Satpam Servis Indoor
Toilet Servis Indoor
76 Persyaratan Ruang
No. NAMA RUANG
Dimensi Sirkulasi Kursi Roda (Tuna Daksa) Jalur Pemandu Tuna Netra Menuju Ruangan (Buta Total) Penerapan Jalur Dengan Warna Kontras (Low Vision )
Interior / Area dengan Konsep Playful Dekat dengan Ramp Utama Bangunan / Lift B utuh
Tidak Butuh Tidak Butuh Tidak Butuh Tidak Butuh Tidak
1. Ruang Latihan Angkat Berat
2. Lapangan Lari
3. Lapangan Lompat Tinggi
4. Lapangan Lompat Jauh
5. Lapangan Lempar Lembing
6. Lapangan Tolak Peluru
7. Lapangan Lempar Cakram
8. Lapangan Balap Kursi Roda
9. Ruang Latihan Catur
10. Ruang Latihan Goal Ball
11. Lapangan Sepak Bola
12. Ruang Kelas Teori
13. Wisma Atlet
14. Wisma Pelatih
15. Gym Center
16. Ruang Terapi ( Fisoterapi)
77
17. Ruang Pijat
18. Klinik
19. Ruang Komunal
20. Ruang Serbaguna
21. Ruang Makan
22. Ruang Pelatih
23. Perpustakaan
24. Ruang Musik
25. Bioskop Mini
26. Mushola
27. Ruang Tamu
28. Ruang Ketua Umum
29. Ruang Sekjen
30. Ruang Bendahara Umum
31. Ruang Ketua Bidang
32. Ruang Ketua Departemen
33. Ruang Staff Kabid & Kadep
34. Ruang Staff Kebersihan
35. Ruang Staff Keamanan
36. Ruang Staff Pertamanan
37. Ruang Staff Supir
38. Ruang Arsip
39. Ruang Rapat
40. Pantry
41. Ruang CCTV
42. Ruang ME
43. Ruang Genset
44. Gudang
45. Dapur
46. Area Laundry
78
48. Pos Satpam
49. Toilet
50. Janitor
79 Pola Tata Ruang
a. Pola Tata Ruang Mikro
Pola tata ruang mikro dibawah ini dijabarkan menurut pengelompokan ruangnya.
Arena Pelatihan
Fasilitas Penujang bagi Atlet & Pelatih
Ruang Kelas Teori
Ruang Catur Ruang Goal Ball Ruang Angkat Berat
Lapangan Lari Lapangan Sepak
Bola Lapangan Balap
Kursi Roda
Lapangan Lompat Tinggi Lapangan Lompat
Jauh Lapangan Lempar
Lembing Lapangan Tolak
Peluru Lapangan Lempar
Cakram
Wisma Atlet Wisma Pelatih
R. Pijat Klinik R. Terapi
Perpustakaan Gym Bioskop Mini Ruang Musik
Mushola R.Komunal R.Serbaguna
R. Makan R. Pelatih
Skema. 7 Pola Tata Ruang Area Pelatihan (Sumber:Dokumen Pribadi)
80 Kantor Pengelola
Servis
Entrance / Out
Drop Off
Ruang Tamu
Lobby
R. Ketua Umum R. Sekjen R. Bendahara Umum R. Kepala Bidang R. Kepala Departemen R. Staff Pembantu Kabid & Kadep
R. Arsip R. Staff Supir
R. Staff Keamanan R. Staff Pertamanan R. Staff Kebersihan Pantry Gerbang Parkir Umum Parkir Pengelola Parkir Bus Drop Off Pos Satpam R. CCTV R. Genset R. ME
Dapur Toilet
Laundry
Skema. 9 Pola Tata Ruang Kantor Pengelola (Sumber:Dokumen Pribadi)
81 b. Pola Tata Ruang Makro
Setalah menjabarkan tata ruang mikro, maka terbentuklah tata ruang makro
Studi Ruang Khusus a. Lapangan Goal Ball
Goal Ball merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan untuk tuna netra, sehingga mengandalkan kepekaan pendengaran yang berasal dari lonceng kecil di dalam bola sehingga mengharuskan ruangan yang sunyi /
Gerbang Utama Parkir Drop Off
Kantor Pengelola Arena Pelatihan
Fasilitas Penunjang Service
Skema. 11 Pola Tata Ruang Makro (Sumber:Dokumen Pribadi)
82 memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah sehingga permainan dapat dimainkan dengan lancar.
Lapangan Goal Ball memiliki ukuran panjang total 21 meter dan lebar total 12 meter dan memiliki gawang dengan ukuran lebar 9 meter dan tinggi 1,3 meter.
b. Toilet
Toilet Standar untuk penyadang disabilitas telah diatur oleh Kementrian Pekerjaan umum dimana standar untuk ruangan toilet adalah pintu minimal lebar 90 centimeter.
Terdapat ruang bebas untuk perputaran kursi roda sebesar 160 centimeter kali 160 centimeter sehingga menjadikan ruangan memiliki lebar 160 centimeter. Selain itu harus terdapat ruan bebas selebar minimal 114 centimeter dengan pegangan rambatan di sebelah kiri atau kanan kloset duduk.
Gambar. 74 Denah Standar Toilet Difabel
(Sumber: Peraturan Menteri PU) Gambar. 75 Denah Standar Toilet
Difabel
83 Wastafel memilki lebar minimal 80 centimeter dengan ruang gerak bebas 120 centimeter di sekitar wastafel. Tinggi wastafel maksimal 85 cm dari permukaan lantai dan tuas keran maksimal 10 centimeter diatas wastafel.
Urinoir memiliki tinggi maksimal 20 – 48 centimeter dengan lebar 80 centimeter dan dilengkapi dengan peganggan rambat.
Gambar. 77 Denah Standar Wastafel
(Sumber: Peraturan Menteri PU)
Gambar. 76 Tampak Standar Wastafel
(Sumber: Peraturan Menteri PU)
Gambar. 78 Urinoir
84 c. Mushola
Kran untuk keperluan wudhu sebelum masuk ke mushola memiliki tinggi maksimal 120 centimeter dengan lubang pembuangan air minimal lebar 30 centimeter.
d. Kamar Mandi
Kamar mandi memiliki standar ukuran ruang bebas 160 centimeter dengan pegangan rambat dan bathup berukuran maksimal tinggi 45 centimeter dan panjang 160 centimeter. Rak untuk tempat sabun harus memiliki tinggi maksimal 70 centimeter agar mudah dijangkau.
85 e. Kamar ( Wisma Atlet )
Kamar harus memiliki ruang untuk sirkulasi disamping kasur selebar minimal 110 centimeter dan memiliki kasur dengan tinggi maksimal 50 centimeter.
Gambar. 81 Denah Standar Kamar Mandi
(Sumber: Peraturan Menteri PU)
Gambar. 80 Potongan Standar Kamar Mandi
(Sumber: Peraturan Menteri PU)
86 Rak penyimpanan barang / lemari memiliki ruang penyimpanan terendah maksimal 25 cm dan ruang penyimpanan tertinggi maksimal 135 centimeter.
Gambar. 83 Potongan Standar Kamar (Sumber: Peraturan Menteri PU)
87 Studi Besaran Ruang
MHD : Metric Handbook Planning and Design Data NAD : Neufert Architect Data
SRK : Studi Ruangan Khusus
ABP : Analisis Berdasarkan Perhitngan
Tabel. 9 Besaran Ruang Arena Pelatihan (Sumber : Dokumen Pribadi)
ARENA PELATIHAN Nama
Ruang
Jumlah Ruang
Sumber Kapasitas Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang
Latihan Angkat Berat
1 ABP 10 Powerlifting Bench Press @1,95 𝑚2 (1,5 m * 1,3 m) [ 10 Buah ] = 19,5𝒎𝟐
33,3 𝒎𝟐 52,8 𝒎𝟐
88 Lapangan
Lari 400 m ( Balap Kursi Roda )
1 MHD 8
Lintasan Lari @488 𝑚2 (1,22m * 400m ) [8 Track] = 3904 𝐦𝟐
Kursi Pelatih 1,14 𝑚2 (0,76 * 1,5) [ 1 buah ] = 1,14 𝐦𝟐
- 3905,14 𝒎𝟐
Lapangan Lompat
Tinggi
1 MHD 1 Lapangan 892,4 𝒎𝟐 ( 38,8 m * 23 m ) - 892,4 𝒎𝟐
Lapangan Lompat
Jauh
1 MHD 1 Lapangan 123,75 𝐦𝟐
( 45 m * 2,75 m )
- 123,75 𝐦𝟐
Lapangan Lempar Lembing
1 MHD 1 Runway + Safety Boundary 6312 𝐦𝟐 (48 m * 131,5 m )
- 6312 𝐦𝟐
Lapangan Tolak Peluru
1 MHD
1
Lapangan + Safety Boundary 671,5 𝐦𝟐
( 25 m * 26,86 m)
-
671,5 𝐦𝟐
Lapangan Lempar Cakram
1 MHD 1 Lapangan+ Safety Boundary
4900 𝐦𝟐 ( 70m * 70m )
89 Ruang
Latihan Catur
1 ABP 20 Meja ( 1,2 𝐦𝟐 )
(1 m * 1,2 m) [ 10 buah ] = 12 𝐦𝟐
Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [ 20 buah] = 45 𝐦𝟐
Lemari 1,125 m2 (1,5m * 0,75m) [ 2 buah ] = 2,25 𝐦𝟐
57,6 m2 81 𝐦𝟐
90 Ruang
Latihan Goal Ball
1 SRK 12 Lapangan 252 𝐦𝟐
(21m * 12m) Area Istirahat 98,4 𝐦𝟐
(4m * 24,6)
100,44
m2 450,84 𝐦 𝟐
Lapangan Sepak Bola
1 MHD 24 Lapangan 8250 𝐦𝟐
(110m * 75m)
- 8250 𝐦𝟐 Gambar. 87 Studi Besaran R.Goalball
91 Ruang
Kelas Teori
2 MHD 20 1 Area duduk diisi 4 orang 25 𝐦𝟐 (5m * 5m)
93 m2 @ 118 m2 236 𝐦𝟐
(Total luas area pelatihan indoor + sirkulasi antar ruang 71 % ) = 820,64 m2 + 582,65 m2 = 1403,29 𝐦𝟐
Sirkulasi : 580 m2 Luas Ruang 820,64 m2
= 70,67 % dibulatkan menjadi 71 % X 100%
Gambar. 88 Studi Besaran R.Kelas Teori (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
92 (Total luas area pelatihan lapangan & sirkulasi antar lapangan 41 % ) 25.054,79 m2 + 10.272,46 m2 = 35327,25 𝐦𝟐
Sirkulasi : L. tinggi ( 577,5 m2) + L . Lembing (1895 m2) + L.cakram ( 1500
m2) + T.Peluru ( 522,5 m2) + L.Tinggi ( 717,6 m2) + Lari + Bola ( 5035 m2) Luas Lapangan (25054,79 m2)
= 10.247,6 m2 / 25.054,79 m2 * 100% = 40,89 % dibulatkan 41 %
93 Tabel. 10 Besaran Ruang Fasilitas Penunjang
(Sumber : Dokumen Pribadi)
FASILITAS PENUNJANG BAGI ATLET & PELATIH Nama
Ruang
Jumlah Ruang
Sumber Kapasitas Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang
Wisma Atlet
100 SRK 200 Ranjang 1,9 m2
(1m * 1,9m) [2 Buah] 3,8 𝐦𝟐
Meja 0,25 m2 (0,5m * 0,5m) [2 Buah] 0,5 𝐦𝟐 Lemari Pakaian 0,9 m2
(1,8m * 0,5m) [ 2 Buah ] 1,8 𝐦𝟐
94 Wisma
Pelatih 25 ABP 50 Ranjang 1,9 m2
(1m * 1,9m) [2 Buah] 3,8 𝐦𝟐
Meja 0,25 m2 (0,5m * 0,5m) [2 Buah] 0,5 𝐦𝟐 Lemari Pakaian 0,9 m2
(1,8m * 0,5m) [ 2 Buah ] 1,8 𝐦𝟐
100 % 6,1 m2
@12,2 m2 305 𝐦𝟐
Gym Center
1 ABP 25 Electric Treadmill 1,66 m2
(1,96m * 0,85m)
421,3
m2 469,772𝐦 𝟐 Gambar. 91 Studi Besaran R.Wisma Atlet
95 [ 10 Buah ] = 16,6 𝐦𝟐
Static Bicycle 0,60 m2 (1,17m * 0,51m) [ 5 Buah ] = 3 𝐦𝟐 Chest Press Machine 1,53 m2
(1,1m * 1,39m) [ 2 Buah ] 3,06 𝐦𝟐 Squat Hack Machine 2,695 m2
( 2,45 m * 1,1 m ) [ 1 Buah ] 2,695 𝐦𝟐
Shoulder Press Machine 1,794 m2 ( 1,3m * 1,38m )
[ 2 buah ] 2,475 𝐦𝟐
Cable Crossover Machine 1,70 m2 ( 2, 2 m * 0,77m )
[ 1 Buah ] 1,70 𝐦𝟐 Lat Pulldown Machine 1,22 m2
( 1,27 m * 0,96 m ) [ 2 Buah ] 2,44 𝐦𝟐 Pec Deck Machine 1,856 m2
( 1,16m * 1,6 m) [ 2 Buah ] 3,172 𝐦𝟐
96 ( 1,7m * 1m)
[ 5 Buah ] 8,5 𝐦𝟐 Dumbbell Rack 0,77 m2
(0,54m * 1.44m) [2 Buah] 1,55 𝐦𝟐
Bench 0,4 m2 (0,4m * 1m) [ 5 Buah ] = 2𝐦𝟐
Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [ 2 Buah ] 1,08𝐦𝟐
97 Ruang
Terapi ( Fisoterapi)
1 ABP 4
Parallel Bar 1,66 m2 (0,83m * 2m) [ 1 Buah ] 1,66 𝐦𝟐 Training Stairs 1,17 m2
(0,9m * 1,3m) [ 1 Buah ] 0,27 𝐦𝟐 Rehab Treadmill 1,711 m2
(0,92m * 1,86m) [ 1 Buah ] 1,711 𝐦𝟐 Physio Trolley 0,315 m2
(0,7m * 0,45m) [1 Buah] 0,315 𝐦𝟐 Therapy Couch 1,351 m2
(1,93m * 0,7m) [1 Buah ] 1,351 𝐦𝟐 Exercise / Yoga Mat 1,06 m2
(0,61 m * 1,75m) [ 3 Buah ] 3,18 𝐦𝟐
Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [ 2 Buah ] 1,08𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Alat 0,9 m2 (1,8m * 0,5m)
[ 1 Buah ] 0,9 𝐦𝟐
35,95
m2 46,417𝐦
98 Ruang Pijat
1 Therapy Couch 1,351 m2
(1,93m * 0,7m) [ 5 Buah ] 6,775 𝐦𝟐
20,685
m2 27,46 𝐦
𝟐 Gambar. 93 Studi Besaran R.Fisioterapi
99 Klinik
1 MHD 2 Medical Bed 2,304 m2
(2,4m * 0,96) [ 2 Buah ] 4,608 𝐦𝟐
Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [ 1 Buah ] 0,54 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Alat 0,9 m2 (1,8m * 0,5m)
[ 1 Buah ] 0,9 𝐦𝟐
13,41m2 19,458 𝐦𝟐 Gambar. 94 Studi Besaran R.Pijat
100 Ruang
Komunal 1 ABP 24 Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [ 24 buah ] = 54 𝐦𝟐
Include 1256 𝐦𝟐 Gambar. 95 Studi Besaran R.Klinik
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
101 Ruang
Serbaguna 1 ABP 100 Meja 1,38 m2
(0,6m * 2,3m) [50 buah] 69 𝐦𝟐
Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [100 Buah] 225 𝐦𝟐
Stage (22m * 2m) [1 Buah] 44𝐦𝟐
250m2 588 𝐦𝟐
102 Ruang
Makan 1 ABP 200 Meja 1,08 m2
(0,6m * 1,8m) [80 buah] 86,4 𝐦𝟐
Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [200 Buah] 450 𝐦𝟐
319,0m2 855,45𝐦𝟐
Ruang
Pelatih 3 ABP 30
(@10)
Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [10 buah] 5,4 𝐦𝟐 Kursi Putar 0,32 m2
26,7m2 @ 36,2 m2 108,6 𝐦𝟐 Gambar. 98 Studi Besaran R.Makan
103 (0,51m * 0,63m)
[ 10 Buah] 3,2 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Alat 0,9 m2 (1,8m * 0,5m)
[ 1 Buah ] 0,9 𝐦𝟐
Perpustaka
an 1 ABP 20 Rak Buku 5,8 m2
[ 4 Buah] 23,2 𝐦𝟐 Meja 0,48 m2 [16 buah] 𝟕, 𝟔𝟖 𝐦𝟐
Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation)
111,6
m2 178,48 𝐦 𝟐 Gambar. 99 Studi Besaran R.Pelatih
104 [16 Buah] 36 𝐦𝟐
Ruang
Musik 1 ABP 10 Drum 2,89 m2
(1,7m * 1,7m) [ 1 Buah ] 2,89 𝐦𝟐
Keyboard (0,96m * 0,17m) [1 Buah] 0,16 𝐦𝟐
Gitar 0,11 (1,01m * 0,11m)
9 m2 21,27 𝐦𝟐 Gambar. 100 Studi Besaran R.Perpustakaan
105 [ 2 Buah ] 0,22 𝐦𝟐
Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [4 Buah] 9 𝐦𝟐
Bioskop
Mini 1 ABP 20 Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [20 Buah] 45 𝐦𝟐
30,78m2
75,78 𝐦𝟐 Gambar. 101 Studi Besaran R.Musik
106
Mushola 2 ABP 30
(@15)
Sajadah 0,55 m2 (1,1m * 0,5m) [30 Buah] 16,5 𝐦𝟐
31,86m2 @48,36 m2 96,72 𝐦𝟐 Gambar. 102 Studi Besaran R.Bioskop Mini
107 (Total luas fasilitas penunjang + sirkulasi antar ruang 70 % ) 5540,407 m2 + 3878,2849 m2 = 9418,6919 𝐦𝟐
Tabel. 11 Besaran Ruang Fasilitas Kantor Pengelola (Sumber : Dokumen Pribadi)
KANTOR PENGELOLA ( NPC ) Nama
Ruang
Jumlah Ruang
Sumber Kapasitas Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang
Ruang
Tamu 1 MHD 18 Sofa 1,57m2
(1,85m*0,85) [ 6 Buah ] 9,42 𝐦𝟐
Meja 0,65 m2 (1,3m * 0,5m) [3 Buah ] 1,95𝐦𝟐
200 % 22,7𝐦𝟐
34,11 𝐦𝟐 Gambar. 103 Studi Besaran R.Mushola
108
Lobby 1 ABP 20 Area Resepsionis 6𝐦𝟐
( 2m * 3m)
400 % 24 𝐦𝟐
30 𝐦𝟐
Ruang Ketua Umum
1 ABP 6 Meja Kerja 2,1 m2
(3m * 0,7m) [1 Buah ] 2,1 𝐦𝟐 Meja Tamu 1,44 m2
(1,8m*0,8m) [ 1 Buah ] 1,44 𝐦𝟐
Kursi 2,25 m2
(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [6 Buah] 13,5 𝐦𝟐
17,85
109 Ruang
Sekjen 1 NAD 3 Meja Kerja 0,98 m2
[ 3 Buah ] 2,34 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 6 Buah ] 3,6 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 3 Buah ] 2,7 𝐦𝟐
200 % 17,28
𝐦𝟐
25,92 𝐦𝟐 Gambar. 104 Studi Besaran R.Ketua Umum
110 Ruang
Bendahara Umum
1 NAD 3 Meja Kerja 0,98 m2
[ 3 Buah ] 2,34 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 6 Buah ] 3,6 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 3 Buah ] 2,7 𝐦𝟐
200 % 17,28
𝐦𝟐
25,92 𝐦𝟐
Ruang Ketua Bidang
1 NAD 4 Meja Kerja 0,98 m2
[ 4 Buah ] 3,92 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 8 Buah ] 2 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 4 Buah ] 2,44 𝐦𝟐
200 % 16,7𝐦𝟐
25,08 𝐦𝟐
Ruang Ketua Departemen
1 NAD 8 Meja Kerja 0,98 m2
[ 8 Buah ] 7,84 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 16 Buah ] 4 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 8 Buah ] 4,88 𝐦𝟐
200 % 33,44
𝐦𝟐
111 Ruang Staff
Pembantu Kabid &
Kadep
1 NAD 15 Meja Kerja 0,98 m2
[ 15 Buah ] 14,7 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 30 Buah ] 7,5 𝐦𝟐
Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 10 Buah ] 6,1 𝐦𝟐
200 % 56,6 𝐦𝟐
84,9 𝐦𝟐
Ruang Staff Kebersihan
1 NAD 20 Lemari loker 0,61 m2
[ 2 Buah ] 1,22 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 20 Buah ] 5 𝐦𝟐
Meja 0,98 m2 [ 10 Buah ] 9,8 𝐦𝟐
200 % 32,04
𝐦𝟐
48,06 𝐦𝟐
Ruang Staff
Keamanan 1 NAD 10 Lemari loker 0,61 m2
[ 1 Buah ] 0,61𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 10 Buah ] 2,5 𝐦𝟐
Meja 0,98 m2 [ 5 Buah ] 4,9 𝐦𝟐
200 % 16,02
𝐦𝟐
112 Ruang Staff
Pertamanan 1 NAD 20 Lemari loker 0,61 m2
[ 2 Buah ] 1,22 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 20 Buah ] 5 𝐦𝟐
Meja 0,98 m2 [ 10 Buah ] 9,8 𝐦𝟐
200 % 32,04
𝐦𝟐
48,06 𝐦𝟐
Ruang Staff
Supir 1 NAD 10 Lemari loker 0,61 m2
[ 1 Buah ] 0,61𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 10 Buah ] 2,5 𝐦𝟐
Meja 0,98 m2 [ 5 Buah ] 4,9 𝐦𝟐
200 % 16,02
𝐦𝟐
24,03 𝐦𝟐
Ruang Arsip 1 NAD 1 Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 20 Buah ] 12,2 𝐦𝟐
200 % 24,4𝐦𝟐
36,6 𝐦𝟐
Ruang
Rapat 1 NAD 35 Meja 0,98 m2
[ 35 Buah ] 34,3 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 35 Buah ] 8,75 𝐦𝟐
200 % 86,1 𝐦𝟐
113
Pantry 1 NAD 5 Kitchen Set 1,62 m2
[ 1 Buah ] 1,62 𝐦𝟐
200 % 3,24𝐦𝟐
4,68 𝐦𝟐
(Total luas kantor pengelola + sirkulasi antar ruang 20 % ) 625,59 m2 + 125,118 m2 = 750,708 𝐦𝟐
Tabel. 12 Besaran Ruang Area Servis (Sumber : Dokumen Pribadi)
AREA SERVIS Nama Ruang Jumlah
Ruang
Sumber Kapasi tas
Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang Ruang CCTV
1 ABP 3 Meja Komputer 0,98 m2
[ 5 Buah ] 4,9 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 3 Buah ] 0,75 𝐦𝟐 Lemari loker 0,61 m2
[ 1 Buah ] 0,61𝐦𝟐
200% 12,52 𝐦𝟐
18,78 𝐦𝟐
Ruang ME 1 ABP 3 Lemari Penyimpanan Alat 0,61 m2
[ 3 Buah ] 1,83 𝐦𝟐
200% 3,66𝐦𝟐
114
Ruang Genset 1 ABP 3 Genset 29,28 𝐦𝟐 100%
3,66𝐦𝟐
7,32 𝐦𝟐
Gudang
1 Asumsi - 5m * 5m
25 𝐦𝟐
50% 12,5 𝐦𝟐
37,5 𝐦𝟐
Ruang AHU 2 Asumsi - - - @20 𝐦𝟐
40 𝐦𝟐 Dapur
1 ABP 5 Etalase Makanan 6,75m2
(1 m * 0,5m) [ 6 Buah ] 3 𝐦𝟐 Kitchen Set 1,62 m2
[ 3 Buah ] 4,86 𝐦𝟐
200% 15,72 𝐦𝟐
23,58 𝐦𝟐
Area Laundry
1 ABP 10 Mesin Cuci 0,36 m2
(0,6m * 0,6m) [ 5 Buah ] 1,8 𝐦𝟐 Mesin Pengering 0,36
(0,6m * 0,6m) [5 Buah] 1,8 𝐦𝟐
115
Area Setrika 1 Asumsi 10 - 30,15 𝐦𝟐 33,75 𝐦𝟐
Pos Satpam 2 Asumsi 2 - - @9 m2
18 𝐦𝟐
Toilet 5 SRK 1 3,1 𝐦𝟐
(1,6m * 2m)
-
@3,1 m2 16 𝐦𝟐
Kamar Mandi 125 SRK 1 4 m2
(2m*2m)
-
@4 m2 500 𝐦𝟐
(Total luas area servis + sirkulasi antar ruang 50 % ) 734,17 m2 + 371,585 m2 = 1105,755 𝐦𝟐 Gambar. 105 Studi Besaran Area
Laundry
116 Rekapitulasi Besaran
(Total luas area pelatihan - lapangan & sirkulasi antar lapangan 41 % ) 25.054,79 𝐦𝟐 + 10.272,46 𝐦𝟐 = 35327,25 𝐦𝟐 [ OUTDOOR ]
(Total luas area pelatihan + sirkulasi antar ruang 71 % )
820,64 m2 + 582,65 m2 = 1403,29 𝐦𝟐
(Total luas fasilitas penunjang + sirkulasi antar ruang 70 % )
5540,407 m2 + 3878,2849 m2 = 9418,6919 𝐦𝟐
(Total luas kantor pengelola + sirkulasi antar ruang 20 % )
625,59 m2 + 125,118 m2 = 750,708 𝐦𝟐
(Total luas area servis + sirkulasi antar ruang 50 % )
734,17 m2 + 371,585 m2 = 1105,755 𝐦𝟐
+ Sirkulasi Antar Lantai ( Ramp )
Ramp didesain secara melingkar agar tidak menumbulkan masa yang terlalu panjang dan space yang dihasilkan dapat digunakan untuk elevator.
Keliling Lingkaran : 2 x 3,14 x 20m = 125,6 m Diameter Lingkaran : 40m
Luas Lingkaran besar ( r = 20m) : 1256 𝐦𝟐 Luas Lingkaran Kecil (r = 16) : 803, 84 𝐦𝟐
Luas Ramp (L.besar-L.kecil) = 452,16 x 3 = 1356,48 Gambar. 106 Studi Ramp
117 + Sirkulasi Antar Lantai ( Lift )
Lantai Bangunan 3 Luas tiap lantai 2576 m2 Kec Lift 0,5 m/s
Tinggi Bangunan 15 Meter ( Asumsi per lantai 5 meter ) Jumlah penumpang dalam 1 kali angkut = 1 orang
Jarak Satu Siklus Lift 2 x Tinggi Bangunan 2 x 15
30 Meter
Waktu Perjalanan Satu Siklus ( RT) Jarak satu siklus / kecepatan lift 30 meter / 0,5 m per detik 60 Detik
Jumlah Pemakai Bangunan
Jumlah lantai total / standar asrama / apartemen 7728 / 15 m2
515 orang
Jumlah Orang Yang diangkut
(Pada bangunan apapun, dalam 1 menit rata2 13% x jumlah penghuni Jumlah penghuni yang diangkut lift)
118 Kapasitas Lift
(h) = 300 X P (kapasitas sekali angkut) / RT ( Round trip 3 lantai) 300 x 1 / 30 detik ( 5 (tinggi lantai ) / 0,5 m/s x 3 (jumlah lantai) 10 orang
Jumlah Lift
66,95 orang / 10 orang
6,695 dibulatkan 7 BUAH LIFT
Luasan yang dibutuhkan untuk lift = 7 buah x 1,96 m2 = 13,72 𝐦𝟐
Studi Besaran Lahan Parkir a. Atlet
Jumlah atlet : 200 Orang
Bus milik NPC 100 % ( 25 Seats ) : 200 Orang 8 Bus b. Pelatih & Asisten Pelatih
Jumlah Pelatih & Asisten : 50 Orang
Mobil ( 60 % ) : 30 Orang 30 Mobil
Motor ( 40 % ) : 20 Orang 20 Motor
c. Pengelola ( NPC )
Jumlah Pengelola : 101 Orang
Parkir Difabel ( Ketua Umum ) : 1 Orang 1 Mobil
Mobil ( 20 % ) : 20 Orang 20 Mobil
Motor ( 80 % ) : 80 Orang 20 Motor
d. Tamu
119 Asumsi Jumlah Tamu : 50 Orang / Hari
Mobil ( 50 % ) : 25 Orang (80% )
20 Mobil ( 10 Parkir Difabel )
Motor ( 50 % ) : 25 Orang (80 % )
13 Motor
Perhitungan Besaran Lahan Parkir
Mobil (NAD) ( 50 x 10 m2) = 500 𝐦𝟐
Motor (NAD) (33 x 2,2 m2) = 71,6 𝐦𝟐
Mobil Difabel (SRK) (11 x18,5 m2) = 203,5 𝐦𝟐
Bus (NAD) (8 x 30 m2) = 240 𝐦𝟐
Total Besaran Lahan Parkir
1015,1 m2 + Sirkulasi 150 % (1522,65 m2) = 2537,75 𝐦𝟐
Studi Citra Arsitektural
120 pada fasad bangunan, sculpture yang menggambarkan perjuangan atlet paralimpian & sirkulasi ramp yang diekspos dalam bentuk yang menarik. Dengan mendasarkan pada citra tersebut, maka diharapkan tercipta arsitektur yang sesuai dengan tujuan utama proyek ini.
Beberapa contoh studi yang dapat dipertimbangkan sebagai dasar penetapan citra arsitektural bangunan PTC ini antara lain :
Lapangan dengan kualitas yang sangat baik. Aksesibilitas yang nyaman bagi atlet difabel. Fasilitas penunjang bagi atlet paralimpian.
Style / langgam bangunan yang ingin disampaikan. Bangunan ikonik.
Detail dan estetika bangunan yang dibutuhkan.
121 3.2 ANALISA PENDEKATAN SISTEM BANGUNAN
3.2.1 Studi Sistem Struktur dan Enclosure Studi Sistem Struktur
Tabel. 13 Alternatif Struktur (Sumber : Dokumen Pribadi)
Pondasi Batu Belah
Merupakan jenis pondasi dangkal (kurang dari 0,8 m).
Material utama batu kali, braben / padatan, dan aanstamping.
Diperuntukkan bagi pondasi low rise building. (1 – 2 level)
Penyaluran beban diteruskan melalui kolom langsung ke batu belah yang telah dipadatkan.
Untuk menahan gaya dominan vertikal.
Kelebihan Kekurangan
Material yang ramah lingkungan karena berasal dari alam dan tidak terbuat dari bahan kimia.
Pondasi sudah dikenal secara umum, banyak pekerja yang dapat mengerjakan
Hanya dapat diterapkan pada lahan dengan kontur 0% - 4% (landai).
Hanya diterapkan pada tanah keras.
Material pondasi tidak homogen.
Beban maksimal 2 level lantai. Pondasi Footplate
Merupakan jenis pondasi dangkal (kurang dari 0,8 m).
Material utama beton cor dan tulangan besi.
Diperuntukkan bagi pondasi semi-high rise buiding. (3 – 5 level)
Penyaluran beban
disalurkan melalui tulangan yang menyatu dengan tulangan pada pondasi.
ALTERNATIF STRUKTUR - PONDASI
Gambar. 107 Pondasi Batu Belah (Sumber: http://www.hdesignideas.com)
122
Kelebihan Kekurangan
Ekonomis dari segi biaya pengangkutan dan harga satuan.
Kekuatan pondasi dapat diatur dengan memanipulasi kualitas beton cor dan dimensi tulangan besi yang diinginkan.
Dapat diterapkan pada lahan dengan keadaan kontur apapun.
Galian untuk pondasi harus mencapai pada level tanah keras.
Beban maksimal 3 level lantai.
Belum banyak pekerja yang dapat mengerjakan.
Pondasi Tiang Pancang
Minipile ( Ukuran Kecil )
Tiang pancang berukuran kecil digunakan untuk bangunan tingkat rendah dengan daya dukung tanah yang baik
Maxipile ( Ukuran Besar )
Dapat berbentuk bulat maupun kotak. Tiang pancang ini digunakan untuk beban yang besar yaitu bangunan bertingkat tinggi.
Kelebihan Kekurangan
Mutu beton terjamin karena melalui proses fabrikasi
Dapat mencapai tanah yang paling keras / dalam
Pengerjaan membutuhkan alat tambahan dan lebih sulit dari pondasi biasa
Proses pengerjaan menimbulkan dampak pada sekitar.
Pondasi Rakit
Merupakan pondasi dangkal (kurang dari 80 cm )
Material utama cor beton dan tulangan besi, dan diperuntukan untuk bangunan semi hig rise ( 3 – 5 Lantai)
Penyaluran beban disalurkan melalui tulangan yang menyatu dengan tulangan pada pondasi
Kelebihan Kekurangan
Dapat digunakan untuk pondasi core pangunan
Beban maskimal 5 lantai
Belum familiar di Indonesia
Mahal dari segi biaya pengangkutan dan bahan
Gambar. 109 Pondasi Tiang Pancang (Sumber: http://bangun-rumah.com)
123 STRUKTUR
RANGKA Struktur Dinding Rangka
Komponen yang terdapat pada struktur rangka adalah hubungan antara kolom, plat lantai dan balok. Plat lantai dan balok ditopang dengan kolom dan meneruskan beban ke pondasi
Kelebihan Kekurangan
Biaya Murah
Dapat mendesain banyak bukaan pada dinding
Struktur ringan dibandung sitem struktur lain
Dalam mendesain biasanya terdapat kolom di tengah ruangan
STRUKTUR ATAP Space Frame
Komponen utama berupa pipa konektor dan ball joint.
Penyaluran beban disalurkan secara merata ke semua pipa konektir
Struktur yang digunakan untuk bentuk bangunan yang melengkung secara rumit.
Kelebihan Kekurangan
Bentuk yang dihasilkan tidak terbatas
Tahan tergadap gempa bumi
Tahan api
Efisien untuk bangunan bentang lebar
Memerlukan ahli untuk menganalisis kekuatan dan dimensinya
Mahal dari segi bahan, tenaga dan perencanaan
Gambar. 111 Struktur Dinding Rangka (Sumber:http://bangun-rumah.com)
124 Folded Plate
Material terbuat dari beton bertulang
Penyaluran beban mengarah langsung ke seluruh bidang tekuk
Membutuhkan kolom sebagai pendukung struktur
Kelebihan Kekurangan
Minimal perawatan
Mudah dikerjakan karena banyak pekerja yang sudah dapat mengerjakan
Tahan api
Memiliki estetika yang tinggi
Tidak menggunakan balok sebagai perkuatan antar kolom
Memerlukan ahli untuk menentukan dimensi
Memerlukan pelapisan khusus dalam usaha perlindungan pada iklim
Mahal dari segi bahan
Shell
Matrial berupa beton bertulang
Untuk penyaluran gaya mengarah langsung pada seluruh permukaan cangkang
Struktur dapat diaplikasikan pada bentuk bangunan yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi
Kelebihan Kekurangan
Tahan Gempa
Tahan Api
Efisien untuk bangunan yang memiliki bentang lebar
Bantuk yang dapat diciptakan tidak terbatas.
Memerlukan tenaga ahli untuk menganalisis kekuatan dan dimensinya
Masih sedikit ahli yang dapat menangani struktur cangkang
Mahal dari segi bahan Gambar. 113 Struktur Folded Plate
(Sumber:http://lh6.ggpht.com)
125 Studi Sistem Enclosure
Sistem enclosure yang nantinya akan diterapkan pada bangunan PTC ini dikategorikan menjadi beberapa aspek yaitu :
a. Penutup Lantai
Material penutup lantai menyesuaikan kegiatan yang dilakukan pada ruangan
Material penutup lantai yang diterapkan pada sirkulasi vertikal memiliki tekstur dan tidak licin
b. Dinding
Material dinding kedap suara diterapkan pada ruangan bioskop mini dan ruang musik sehingga tidak mengganggu aktivitas lainnya.
c. Plafond
Material plafond kedap suara diterapkan pada ruangan bioskop mini dan ruang musik sehingga tidak mengganggu aktivitas lainnya.
Material yang dipilih tahan terhadap hama rayap d. Penutup Atap
Material tidak memantulkan sinar matahari sehingga menyilaukan lingkungan
Tidak meneruskan panas kedalam bangunan
126 Tabel. 14 Penutup Lantai
(Sumber : Dokumen Pribadi)
PENUTUP LANTAI Keramik
Keramik memiliki banyak pilihan motif sesuai merk.
Terbuat dari keramik yang dilapisi glazur.
Memiliki sifat Konduktor terhadap panas dan dingin.
Kelebihan Kekurangan
Tahan terhadap panas api
Ekonomis
Berbahan dasar alami, yaitu tanah liat
Noda tidak mudah membekas
Mudah dipotong dan dibentuk
Banyak pekerja yang dapat mengerjakan pekerjaan keramik
Dalam mendesain biasanya terdapat kolom di tengah ruangan
Mudah retak / pecah dikarenakan perubahan suhu dan beban yang terlalu berat.
Marmer
Terbuat dari batu marmer
Memiliki banyak variasi pilihan ukuran dan motif
Dapat menjadi pelapis dinding
Kelebihan Kekurangan
Tahan terhadap panas api
Ekonomis
Berbahan dasar alami, yaitu tanah liat
Noda tidak mudah membekas
Mudah dipotong dan dibentuk
Banyak pekerja yang dapat mengerjakan pekerjaan keramik
Mahal dalam perawatan dan pemasangan
Memerlukan alat khusus untuk memotong marmer
Mudah menyerap noda Gambar. 115 Keramik
(Sumber:http://bangun-rumah.com)
127 Vinyl
Terbuat dari bahan utama PVC yang lentur
Memiliki aneka ukuran
Memiliki macam – macam motif
Kelebihan Kekurangan
Mudah dipotong dan disesuaikan pada luasan lantai
Elastis
Mudah dalam pemasangan maupun perawatan
Mudah menyerap noda cair
Mudah terbakar
Warna mudah berubah
Karpet
Terbuat dari karet dan kain yang lentur
Memiliki sangat banyak pilihan motif dan warna
Kelebihan Kekurangan
Mudah menyesuaikan ukuran ruang
Elastis
Tidak memiliki nat / celah
Mudah dalam pemasangan maupun perawatan
Mudah menyerap noda cair
Mudah terbakar
Memerlukan perawatan berkala Gambar. 117 Lantai Vinyl
(Sumber:http://www.vinylmotifkayu.com)
128 Rumput Sintetis
Terbuat dari serat sintetis yang dibuat menyerupai rumput pada aslinya
Kelebihan Kekurangan
Memiliki nilai estetis yang sangat tinggi untuk penutup lantai
Dapat diterapkan pada indoor maupun pada outdoor
Perlu dibersihkan secara rutin
Parquet
Merupakan penutup lantai yang tebuat dari kayu
Memiliki tipe solid maupun laminated
Kelebihan Kekurangan
Artistik dan alami
Menyesuaikan suhu pada ruangan
Butuh perawatan khusus dan ekstra
Cendering tidak tahan pada air dan lembab
Rawan untuk dimakan rayap Gambar. 119 Rumput Sintetis
(Sumber:https://isibangunan.com)
Gambar. 120 Parket
129 Tabel. 15 Dinding
(Sumber : Dokumen Pribadi)
DINDING Kalsiboard
Berfungsi sebagai dinding partisi
Terbuat dari partikel gypsum
Memiliki dimensi yang sidah terfabrikasi
Kelebihan Kekurangan
Tahan muai dan susut karena perubahan suhu
Ekonomis dari segi material dan pemasangan
Ringan
Tidak kedap suara
Tidak dapat menahan beban struktural
Mudah terbakar
Kaca
Berfungsi sebagai dinding partisi
Terbuat dari kaca
Memiliki dimensi yang sidah terfabrikasi
Permukaannya transparan
Kelebihan Kekurangan
Mudah dalam pemasangan dan perawatannya
Tahan terhadap api
Memiliki nilai estetis yang tinggi
Mudah pecah jika mengalami tekanan
Harga yang mahal
Tidak tahan terhadap gempa Gambar. 121 Kalsiboard
(Sumber:www.dianaluminium.com
130
ACP ( Alumunium Composite Panel )
Berfungsi sebagai pelapis dinding
Terbuat dari bahan polyetthylene dan alumunium
Memiliki dimensi 1,22m x 2,44m
Sering digunakan untuk eksterior bangunan
Kelebihan Kekurangan
Tahan terhadap perubahan suhu
Memiliki nilai estetis yang tinggi
Ringan
Harga relatif mahal
Lemah terhadap tekanan angin
Terdapat nat panel yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran
Batu Bata Merah
Berfingsi sebagai dinding pengisi ataupun pelapis
Terbuat dari bahan utama tanah liat
Memiliki ukuran 6cm x 11cm x 22cm
Kelebihan Kekurangan
Tahan terhadap panas api
Ekonomis
Kedap Suara
Tidak tahan terhadap kelembaban yang sangat tinggi
Mudah mengalami retak rambut
Waktu pemasangan yang memakan waktu yang lama
Gambar. 123 ACP
(Sumber:https://sc02.alicdn.com)
131 Batu Batako
Terbuat dari komposisi semen, pasir dan air
Ukuran batako trass yang biasa beredar di pasaran memiliki panjang 20 cm–30 cm, tebal 8 cm 10 cm, dan tinggi 14 cm–18 cm.
Kelebihan Kekurangan
Pengerjaan yang cepat Berongga di dalamnya sehingga rawan untuk dipaku dan sifatnya lumayan rapuh
Batu Bata Ringan
Dibuat dengan cara menambahkan
gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis
Kelebihan Kekurangan
Material yang ringan
Tidak membutuhkan plesteran yang tebal
Membutuhkan semen perekat khusu
Pengeringan lama jika terkena air
Kualitas rendah dapat menyebabkan air merembes ke dalam
Peredam Suara Piramid
Merupakan material pelapis dinding yang berguna untuk meredam suara pada ruangan ruangan yang memiliki kebisingan yang tinggi
Gambar. 125 Dinding Batako (Sumber:https://cdn.pixabay.com)
Gambar. 126 Dinding Bata Ringan (Sumber:https://cdn.pixabay.com)
132
Kelebihan Kekurangan
Desain Unik
Mudah Dipasang
Mudah hancur jika terkena sayatan atau terkena benda yang tajam
Tabel. 16 Plafond
(Sumber : Dokumen Pribadi)
PLAFOND Gypsum board
Berfingsi sebagai penutup sisi atas ruangan
Terbuat dari gypsum
Memiliki dimensi umumnya 1,2m x 2,4m
Kelebihan Kekurangan
Dapat didesain sesuai kemauan
Perawatan yang mudah
Anti rayap karena tidak menggunakan material kayu
Dapat menggunakan berbagai jenis rangka
Tidak tahan air
Tidak dapat menahan benturan yang keras
Tidak kedap suara
PVC
Berfingsi sebagai penutup sisi atas ruangan.
Terbuat dari polyvinyl chloride. Gambar. 128 Gypsum Board
(Sumber:http://blogfifty.net)
Gambar. 129 PVC
133
Kelebihan Kekurangan
Permukan mengkilap
Tahan terhadap air
Anti rayap
Dapat menggunakan berbagai jenis rangka
Kedap suara
Harga relatif mahal
Membutuhkan keahlian khusus untuk memasang
Kain
Terbuat dari kain dan dianyam pada rangka yang dapat terbuat dari material yang kaku
Kelebihan Kekurangan
Unsur estetik yang tinggi
Murah dan praktis
Mudah diganti
Tidak dapat meredam panaa dari atap
Mudah rusak dan tidak dapat menahan tetesan air
Tabel. 17 Penutup Atap (Sumber : Dokumen Pribadi)
PENUTUP ATAP Dak Beton
Berfungsi sebagai penutup atap bangunan
Terbuat dari bahan beton di cor dengan tulangan besi, baja iwf maupun dengan span deck.
Dimensi ketebalan kurnag lebih 12 cm
Ditopang dengan balok Gambar. 130 Plafond Kain
(Sumber:http://id.jinbeiextruder.com)
134
Kelebihan Kekurangan
Memiliki kekuatan yang tinggi
Dapat difungsikan sebagai ruangan outdoor.
Anti rayap
Tidak mudah bocor
Tidak mudah terbakar
Memerlukan waktu lama karena dibuat di tempat
Membutuhkan keahlian khusus dalam membuatnya
Mahal
Roof Garden
Berfungsi sebagai penutup atap sekaligus penghijauan
Terbuat dari bahan beton di cor dengan tulangan besi, baja iwf maupun dengan span deck.
Ditopang dengan balok
Kelebihan Kekurangan
Material yang ramah lingkungan karena tidak terbuat dari bahan kimia,
melainkan dari alam
Dapat difungsikan sebagai ruangan outdoor.
Memerlukan perawatan yang berkala dan ekstra
Mahal dari segi pemasangan dan perawatan
Polycarbonate
Bersifat meneruskan terang langit.
Dimesi Ketebalan 0,8 cm
Struktur khusus untuk menopang
Memiliki berbagai macam warna dengan sifat buram.
Kelebihan Kekurangan
Mudah dibersihkan
Dapat memberikan penerangan alami pada ruangan tertentu
Ringan
Tidak dapat di daur ulang
Mahal
Mudah pecah Gambar. 132 Atap Roof Garden
(Sumber: http://blogfifty.net)
135 Bitumen
Terbuat dari bahan aspal dan serat selulosa
Dibuat dengan teknik penekanan dan pemanasan yang tinggi
Kelebihan Kekurangan
Ringan
Mampu meredam suara
Memiliki varian warna yang beraneka ragam
Kuat dan tahan lama
Tahan air
Harga yang mahal
ACP
Berfungsi sebagai pelapis dinding
Terbuat dari bahan polyetthylene dan alumunium
Memiliki dimensi 1,22m x 2,44m
Sering digunakan untuk eksterior bangunan
Kelebihan Kekurangan
Tahan terhadap perubahan suhu
Memiliki nilai estetis yang tinggi
Ringan
Dapat mengikuti bentuk bangunan (fabrikasi)
Harga relatif mahal
Lemah terhadap tekanan angin
Terdapat nat panel yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran Gambar. 134 Atap Polycarbonate
(Sumber:https://5.imimg.com)
136 3.2.2 Studi Sistem Utilitas
Sistem utilitas menjadi faktor yang penting dan perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah bangunan. Khususnya bagaimana pemenuhan kebutuhan air dan pengolahan limbah.
Sistem Jaringan Air Bersih
Pada umumnya air bersih berasal dari PDAM kota yang didistribusikan melalui jarngan air bersih kota. Terdapat dua jenis sistem penyaluran air pada bangunan yaitu:
a. Sistem Up-Feed
Pada sistem ini air bersih didistribusikan ke ruangan yang dituju dengan pompa air. Air yang didistribusikan berasal dari tandon bawah.
b. Sistem Down-Feed
Sistem ini memanfaatkan gravitasi dengan mengalirkan air pada tandon atas menuju ruangan yang dituju.
Kedua sistem ini yaitu istem up-feed dan down-feed dapat digambarkan dengan skema di bawah ini :
Sumber Air Bersih
Tandon Bawah
Tandon Atas
Pompa
Plumbing
Ruangan yang Butuh Air
Downfeed Upfeed
137 Sistem Pengolahan Limbah
Berdasarkan pengaliran pipanya, penyaluran limbah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem one pipe yang mana seluruh air kotor dialirkan pada sebuah pipa dengan ujung terbuka, dan two pipe dimana air tinja / black water dan limbah selain black water dialirkan melalui pipa yang berbeda.
Berikut ini merupakan distribusi limbah berdasarkan pada jenis limbahnya :
a. Jaringan Limbah Cair (Grey Water)
Limbah cair dialirkan pada bak penampung dan diolah di filter organik / bio filtration lalu seterlah diolah dapat digunakan untuk menyiram tanaman. Sedangkan air yang mengendap akan dibuang menuju saluran kota.
b. Jaringan Limbah Padat (Black Water)
Limbah padat / black water pada bangunan ini adalah limbah yang berasal dari kotoran manusia. Limbah padat pada gedung PTC ini akan ditampung pada bio tank dan setelah diolah di biotank akan dibuang ke saluran kota.
Grey Water
Bak Penampung
Sewage Treatment Plant
Saluran Kota
138 c. Jaringan Air Hujan
Air hujan yang jatuh ke bangunan akan dikumpulkan oleh talang menuju ground tank khusus air hujan. Dengan melalui filtrasi khusus, air hujan ini dapat digunakan untuk flush toilet.
Manajemen Sampah
Manajemen sampah pada bangunan ini terdiri dari beberapa metode dalam sistem pembuangannya, yaitu :
a. Dikumpulkan ke Shaft Sampah
Pada metode ini, sampah organik dan anorganik pada setiap lantai bangunan dibuang melalui lubang shaft vertikal. Sampah yang sudah terkumpul akan dibuang dengan cara diangkut oleh petugas kebersihan kota.
Black
Water Septictank
Resapan
Rain Water
Talang Ground
Tank
Toilet PDAM
Skema. 14 Skema Distribusi Grey Water (Sumber:Dokumen Pribadi)
139 b. Dibusukkan melalui Lubang Biopori
Untuk sistem lubang biopori, hanya sampah organik saja yang dapat diolah pada lubang biopori. Lubang ini berukuran 10cm dengan kedalaman 70 – 100 cm yang ditempatkan pada sekitar area hijau pada tapak. Lubang ini membantu meningkatkan daya serap air ke dalam tanah.
Fire Fighting System
Berdasarkan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran, fire fighting system dibedakan menjadu dua jenis yaitu :
a. Penanggulangan pasif
Pada sistem pasif, bangunan merespon secara pasif dengan pengaplikasian material dan struktur yang tahan terhadap api. Selain itu juga terdapat teknik pemadaman secara pasif, contohnya adalah :
Tangga Darurat
Pintu Darurat Kebakaran
140 Smoke detector/sprinkler
b. Penanggulangan Aktif
Sistem penanggulangan aktif membutuhkan aksi dari pengguna bangunan jika terjadi kebakaran. Maka perlu disediakan alat alat pemadam kebakaran di dalam bangunan untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran. Alat alat tersebut antara lain adalah :
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) Hydrant Bangunan
Hydrant