• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR 3.1 ANALISA PENDEKATAN ARSITEKTUR 3.1.1 Studi Aktivitas - 14.A1.0134 YOKA RESTA SAPUTRA (6.74).BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR 3.1 ANALISA PENDEKATAN ARSITEKTUR 3.1.1 Studi Aktivitas - 14.A1.0134 YOKA RESTA SAPUTRA (6.74).BAB III"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

(1)

58 BAB III

ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR

3.1 ANALISA PENDEKATAN ARSITEKTUR 3.1.1 Studi Aktivitas

Pengelompokan Pelaku – Aktivitas – Sifat Aktivitas

Tabel. 2 Pengelompokan Pelaku – Aktivitas –Sifat Aktivitas (Sumber : Dokumen Pribadi)

PELAKU AKTIVITAS WAKTU FASILITAS SIFAT

ATLET

PARALIMPIAN

Tidur 21.00

-05.00

Wisma Atlet Privat Persiapan Latihan 05.00 -

07.00

Wisma Atlet Privat

MCK - Kamar Mandi Service

Pelatihan Praktek 07.00 - 09.30 15.30 -

17.00

 Ruang Latihan Angkat Berat  Lapangan

Lari

 Lapangan Lompat Tinggi  Lapangan

Lompat Jauh  Lapangan

Lempar Lembing  Lapangan

Tolak Peluru  Lapangan

Balap Kursi Roda  Ruang

Latihan Catur  Ruang

Latihan Goal Ball  Lapangan

Sepakbola

Privat ( Kegiatan rutin

berupa pelatihan kekompakan sebelum para atlet

menuju ke lapangan olahraga masing masing.) RUANG CATUR Pemain catur sebagian besar tuna netra, sehingga membutuhkan meja yang kecil

agar mudah menjangkau catur

(2)

59  Area

Latihan Diluar PTC

 Makan Minum  Bermain

Handphone  Mengobrol –

Bercanda Gurau 09.30 - 10.15 13.00 - 13.45 19.00 - 19.45

Ruang Makan Privat

Pelatihan Teori & Evaluasi Latihan

10.15 - 11.15 17.00 -

18.00

 Ruang Kelas Teori  Arena

Pelatihan Privat (Kegiatan ini membutuhkan meja dengan pengelompokan atlet menurut jenis

disabilitasnya sehingga proses belajar mengajar menjadi mudah ) GOAL BALL Membutuhkan

sirkulasi yang lebar berupa area

mengelilingi lapangan karena penggunanya tuna netra memiliki kebiasaan jalan bersama sama ANGKAT BERAT Membutuhkan space untuk menaruh kursi roda di samping area angkat berat

agar mempermudah perpindahan dari

powerlifting machine ke kursi

(3)

60 Break / Istirahat

(Waktu Bebas) 11.15 - 13.00 13.45 - 15.30 18.00 - 19.00 19.45 - 21.00

 Ruang Komunal  Wisma

Atlet  Fasilitas

lain

Privat

Laundry (Saat

Waktu Bebas)

Privat

Gym (Saat

Waktu Bebas)

Gym Area Privat

Terapi (Saat

Waktu Bebas) Ruang Fisioterapi Privat Pijat (Membutuhkan ruang yang dibatasi antar ruang pijat )

(Saat Waktu Bebas)

Ruang Pijat Privat

Berobat (Saat

Waktu Bebas)

Klinik Privat

Berkumpul (Saat

Waktu Bebas)

Ruang Komunal

Privat

Ibadah -  Mushola

 Ruang Serbaguna

Privat (Kegiatan terapi

membutuhkan area lapang / kosong

untuk berlatih menggunakan alat

gerak tubuh yang cidera )

( Dapat menimbulkan kegiatan spontan yang dilakukan saat

berkumpul bersama. Seperti

(4)

61 Membaca Buku (Saat

Waktu Bebas)

Perpustakaan Privat

Bermain Musik (Saat Waktu Bebas)

Ruang Musik Privat

Menonton Film (Saat Waktu Bebas)

Bioskop Mini Privat

STAFF PELATIH & ASISTEN PELATIH

Tidur 21.00

-05.00

Wisma Pelatih Privat Persiapan Latihan 05.00 -

07.00

Wisma Pelatih Privat

MCK - Kamar Mandi Service

Pelatihan Praktek 07.00 - 09.30 15.30 -

17.00

 Ruang Latihan Angkat Berat  Lapangan

Lari

 Lapangan Lompat Tinggi  Lapangan

Lompat Jauh  Lapangan

Lempar Lembing  Lapangan

Tolak Peluru  Lapangan

Balap Sepeda

Privat (Kegiatan ini

memiliki macam sifat pembaca, ada

yang membaca harus fokus / sendirian dan ada

(5)

62  Ruang

Latihan Catur  Ruang

Latihan Goal Ball  Lapangan

Sepakbola  Area

Latihan Diluar PTC

Makan 09.30 -

10.15 13.00 -

13.45 19.00 -

19.45

Ruang Makan Privat

Pelatihan Teori & Evaluasi Latihan

10.15 - 11.15 17.00 -

18.00

 Ruang Kelas Teori  Arena

Pelatihan

Privat

Rapat dengan Organisasi

- Ruang Rapat Privat Break / Istirahat

(Waktu Bebas) 11.15 - 13.00 13.45 - 15.30 18.00 - 19.00 19.45 - 21.00

 Ruang Komunal  Wisma

Pelatih  Fasilitas

lain

Privat

Gym (Saat

Waktu Bebas)

Gym Area Privat

Terapi (Saat

Waktu Bebas)

Ruang Fisioterapi

Privat

Pijat (Saat

Waktu Bebas)

Ruang Pijat Privat

Berobat (Saat

Waktu Bebas)

Klinik Privat

Berkumpul (Saat

Waktu Bebas)

Ruang Komunal

Privat

Ibadah -  Mushola

 Ruang Serbaguna

(6)

63 Membaca Buku (Saat

Waktu Bebas)

Perpustakaan Privat

Bermain Musik (Saat Waktu Bebas)

Ruang Musik Privat

Menonton Film (Saat Waktu Bebas)

Bioskop Mini Privat

KETUA UMUM NPC

INDONESIA

Datang / Pergi - Parkir Service

Menerima Laporan Administrasi, Keuangan, Dll

08.00 – 17.00

Ruang Ketua Umum

Privat

Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat Ibadah

- Mushola Privat

MCK - Toilet Service

SEKRETARIS JENDERAL, &WAKIL NPC INDONESIA & JAJARAN

Datang / Pergi 08.00 – 17.00

Parkir Service

Mengurus Koordinasi

Pelaksanaan Tugas & Mengurus Hal Kesekretariatan

08.00 – 17.00

Ruang Sekretaris

Privat

Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

BENDAHARA UMUM & WAKIL NPC

INDONESIA

Datang / Pergi 08.00 – 17.00

Parkir Service

Mengurus Laporan Keuangan

08.00 – 17.00

Ruang Bendahara

Privat Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat

Ibadah - Mushola Service

MCK - Toilet Service

(Ketua umum juga merupakan penyandang disabilitas tuna daksa sehingga membutuhkan ruang gerak kursi

(7)

64 KETUA

BIDANG

Datang / Pergi 08.00 – 17.00

Parkir Service

Mengkoordinasi Bidang Masing Masing

08.00 – 17.00

Ruang Ketua Bidang

Privat

Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

KETUA DEPARTEME N

Datang / Pergi 08.00 – 17.00

Parkir Service

Mengkoordinasi Departemen Masing Masing

08.00 – 17.00

Ruang Ketua Departemen

Privat

Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF PEMBANTU KABID & KADEP

Datang / Pergi 08.00 – 17.00

Parkir Service

Bekerja Sesuai Bidang Masing Masing

08.00 – 17.00

Ruang Staff Privat

Mengatur Arsip - Ruang Arsip Privat Rapat Koordinasi - Ruang Rapat Privat Rapat Evaluasi - Ruang Rapat Privat

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF BAGIAN KEBERSIHAN KANTOR

Datang / Pergi 06.30 – 17.00

Parkir Service

Membersihkan Kantor

07.00 – 09.00

 Seluruh Ruang Bagian Kantor Pengelola  Janitor

Privat

Menyiapkan Minuman untuk Staff & Ketua

09.00 – 10.00

Pantry Service

Melayani Tugas Fotokopi Dokumen

- Ruang Staff Privat Mengambil &

Membersihkan Gelas & Piring yang Digunakan

15.00 – 16.30

Seluruh Ruang

Privat

Ibadah - Mushola Privat

(8)

65 STAFF

BAGIAN KEBERSIHAN WISMA

Datang / Pergi 06.30 – 17.00

Parkir Service

Membersihkan Wisma Atlet & Wisma Pelatih

07.00 – 09.30

 Wisma Atlet & Wisma Pelatih  Janitor

Privat

Membersihkan Ruangan Selain Wisma

10.00 – 11.00 15.30 –

16.30 Seluruh Fasilitas Bagi Atlet dan Pelatih Privat

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF BAGIAN KEAMANAN (Security)

Datang / Pergi 06.00 – 18.00 18.00 –

06.00

Parkir Service

Menjaga Keamanan 06.00 – 18.00 18.00 –

06.00

Pos Satpam Service

Patroli Keliling 06.00 – 18.00 18.00 –

06.00

Seluruh Area PTC

Privat

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF BAGIAN KEAMANAN (Pengawas CCTV)

Datang / Pergi 06.00 – 18.00 18.00 –

06.00

Parkir Service

Mengawasi CCTV 06.00 – 18.00 18.00 –

06.00

Ruang CCTV Service

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Privat

STAFF BAGIAN TUKANG KEBUN (Bagian Taman)

Datang / Pergi 06.00 – 17.00

Parkir Privat

Menyapu Area Tanaman

06.00 – 07.00 16.00 –

17.00

Taman Publik

Menyirami Tanaman 07.00 – 08.30

(9)

66 15.00 –

16.00

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF BAGIAN TUKANG KEBUN (Bagian Lapangan)

Datang / Pergi 06.00 – 18.00

Parkir Service

Menyirami Rumput & Membersihkan Lapangan

06.00 – 07.00 17.00 –

18.00

Taman Publik

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF AHLI MASAK

Datang / Pergi 07.00 – 13.30 17.00 – 19.30

Parkir Service

Memasak 07.00 –

12.30 17.00 – 18.30

Dapur Service

Menyuci Piring, Gelas dan Peralatan Masak

12.30 – 13.30 18.30 –

19.30

Dapur Service

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

STAFF SUPIR

Datang / Pergi 06.00 – 17.00

Parkir Service

Mengantar & Menjemput Atlet (Latihan Diluar PTC)

06.30 – 09.30 15.00 –

17.00

Area Latihan Diluar PTC

Publik

Ibadah - Mushola Privat

MCK - Toilet Service

TAMU Datang / Pergi Parkir Service

Mencari Info

Tentang Organisasi NPC

-  Ruang Tamu  Lobby

Publik

Liputan Berita -  Ruang Tamu  Lobby

(10)

67 Jadwal Kegiatan

Tabel. 3 Jadwal Kegiatan Atlet Paralimpian (Sumber : Dokumen Pribadi)

Jadwal Kegiatan Atlet

Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

21.00 – 05.00 Istirahat

05.00 -07.00 Persiapan Latihan

LIBUR LIBUR

07.00 – 09.30 Latihan Pagi

09.30 – 10.15 Sarapan

10.15 – 11.15 Kelas Teori / Evaluasi Latihan 11.15 – 13.00 Break ( Waktu Bebas )

13.00 – 13.45 Makan Siang

13.45 – 15.30 Break ( Waktu Bebas )

15.30 – 17.00 Latihan Sore

17.00 – 18.00 Kelas Teori / Evaluasi Latihan

18.00 – 19.00 Break

19.00 – 19.45 Makan Malam

(11)

68 Fungsi Bangunan dalam 10 Tahun

Tabel. 4 Jadwal Kegiatan Atlet Paralimpian (Sumber : Dokumen Pribadi)

KEGIATAN 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027

Pemusatan Pelatihan Paralympic

(4 Tahun Sekali, Pelatnas terakhir tahun 2015)

Pemusatan Pelatihan Asian Paragames

(4 Tahun Sekali, Pelatnas terakhir tahun 2017)

Pemusatan Pelatihan Asean Paragames

(2 Tahun Sekali, Pelatnas terakhir tahun 2018)

Persiapan Pekan Paralimpiade Nasional

(Digunakan Oleh Atlet Jawa Tengah)

Operasional Kantor National Paralimpic Committee

KETERANGAN

(12)

69 Pola Kegiatan

a. Pengelola ( NPC)

Berikut ini merupakan diagram pola kegiatan pengelola organisasi National Paralympic Committee of Indonesia. Kantor ini akan menjadi pengurus bangunan PTC.

Datang

Drop Off

Parkir

Absen

Bekerja

Break

Bekerja

Absen

Pulang

Ketua Umum

Sekjen

Wakil Sekjen

Bendahara

Umum

Wakil

Bendahara

Umum

Ketua Bidang

Ketua

Departemen

Staff

Pembantu

Staff

Kebersihan

Staff

Keamanan

Tukang Kebun

Ahli Masak

Supir

(13)

70 b. Atlet Paralimpian

Berikut ini merupakan diagram pola kegiatan atlet paralimpian saat menjalankan kegiatan di PTC

Bangun Tidur/ Tidur

Persiapan Latihan

(MCK)

Menuju Bus Latihan

(Diluar Area PTC) Latihan

(Di Area PTC)

Makan Pagi

Evaluasi

Break

Makan Siang

Break

Menuju Bus Latihan

(Diluar Area PTC) Latihan

(Di Area PTC)

Evaluasi

Break

Makan Malam

Break

(14)

71 c. Pelatih & Asisten Pelatih

Berikut ini merupakan diagram pola kegiatan pelatih serta asisten pelatih :

Bangun Tidur/ Tidur

Menuju Bus Latihan

(Diluar Area PTC) Persiapan

Latihan

(MCK) Latihan

(Di Area PTC)

Makan Pagi

Evaluasi

Break

Makan Siang

Break

Menuju Bus Latihan

(Diluar Area PTC) Latihan

(Di Area PTC)

Evaluasi

Break

Makan Malam

Break

Rapat dengan

Organisasi

(15)

72 Perhitungan Jumlah Pengguna Bangunan PTC

Berikut ini merupakan data peserta pemusatan latihan nasional yang terlah digelar di solo beberapa tahun belakangan :

Tabel. 5 Data Peserta Pelatnas (Sumber : NPC Of Indonesia )

Sistem Pelatnas yang dilakukan oleh organisasi NPC adalah dengan sistem degradasi yang mengharuskan calon peserta pelatnas memenuhi waktu terbaik dari event sebelumnya untuk masuk ke dalam tim nasional, maka tidak dapat dipastikan jumlah peserta pelatnas tiap tahunnya karena tergantung pada raihan waktu calon peserta pelatnas.

Maka dari itu untuk mendapatkan jumlah daya tampung atlet yang menjalani pelatnas di PTC, Mengambil tren tertinggi yaitu pada tahun 2015 yaitu sebanyak 197 peserta dan dibulatkan menjadi 200 atlet dengan pembagian kamar untuk wisma atlet adalah 60 % kamar pria dan 40 % kamar wanita sehingga dieproleh hasil 60 kamar untuk wisma pria dan 40 kamar untuk wisma wanita dengan masing masing kapasitas 2 orang.

Event Pelatnas Negara Penyelenggara Tahun Jumlah Peserta

ASEAN Paragames Myanmar 2013 152

ASIAN Paragames Korea Selatan 2014 70

ASEAN Paragames Singapura 2015 197

(16)

73 Tabel. 6 Jumlah Pengguna Bangunan PTC

(Sumber : NPC Of Indonesia )

No Pelaku Jumlah

1 Atlet Paralimpian 200 Orang

2 Pelatih 20 Orang

3 Asisten Pelatih 30 Orang

4 Ketua Umum NPC 1 Orang

5 Sekretaris Jenderal & Jajaran 3 Orang

6 Bendahara Umum & Jajaran 3 Orang

7 Ketua Bidang 4 Orang

8 Ketua Departemen 8 Orang

9 Staff Pembantu Kabid & Kadep 15 Orang

10 Staff Kebersihan 20 Orang

11 Staff Keamanan 10 Orang

12 Staff Pertamanan 20 Orang

13 Supir 10 Orang

14 Juru Masak 5 Orang

15 Resepsionis 2 Orang

(17)

74 3.1.2 Studi Fasilitas

Pengelompokan Ruang – Sifat Ruang – Indoor / Outdoor

Pengelompokan ruang pada banguanan NPC dibedakan menjadi 4 area, keempatnya adalah :

Tabel. 7 Pengelompokan Ruang – Sifat Ruang – Indoor/Outdoor (Sumber : Dokumen Pribadi)

Zona Jenis Ruang Sifat Indoor / Outdoor

Arena Pelatihan

Ruang Latihan Angkat Berat

Privat Indoor

Lapangan Lari Privat Outdoor

Lapangan Lompat Tinggi Privat Outdoor Lapangan Lompat Jauh Privat Outdoor

Lapangan Lempar Lembing

Privat Outdoor Lapangan Tolak Peluru Privat Outdoor Lapangan Lempar Cakram

Lapangan Balap Kursi Roda

Privat Outdoor Ruang Latihan Catur Privat Indoor Ruang Latihan Goal Ball Privat Indoor Lapangan Sepak Bola Privat Outdoor

Ruang Kelas Teori Privat Indoor Fasilitas

Penunjang bagi Atlet

dan Pelatih

Wisma Atlet Privat Indoor

Wisma Pelatih Privat Indoor

Gym Center Privat Indoor

Ruang Terapi ( Fisoterapi) Privat Indoor

Ruang Pijat Privat Indoor

Klinik Privat Indoor

Ruang Komunal Privat Indoor

Ruang Serbaguna Privat Indoor

Ruang Makan Privat Indoor

Ruang Pelatih Privat Indoor

Perpustakaan Privat Indoor

Ruang Musik Privat Indoor

(18)

75

Mushola Privat Indoor

Kantor Pengelola ( National Paralympic Committee

of Indonesia)

Ruang Tamu Publik Indoor

Ruang Ketua Umum Privat Indoor

Ruang Sekjen Privat Indoor

Ruang Bendahara Umum Privat Indoor Ruang Ketua Bidang Privat Indoor Ruang Ketua Departemen Privat Indoor

Ruang Staff Pembantu Kabid & Kadep

Privat Indoor Ruang Staff Kebersihan Privat Indoor Ruang Staff Keamanan Privat Indoor Ruang Staff Pertamanan Privat Indoor Ruang Staff Supir Privat Indoor

Ruang Arsip Privat Indoor

Ruang Rapat Privat Indoor

Pantry Privat Indoor

Servis Ruang CCTV Servis Indoor

Ruang ME Servis Indoor

Ruang Genset Servis Indoor

Gudang Servis Indoor

Dapur Servis Indoor

Area Laundry Servis Indoor

Parkir Servis Outdoor

Pos Satpam Servis Indoor

Toilet Servis Indoor

(19)

76 Persyaratan Ruang

No. NAMA RUANG

Dimensi Sirkulasi Kursi Roda (Tuna Daksa) Jalur Pemandu Tuna Netra Menuju Ruangan (Buta Total) Penerapan Jalur Dengan Warna Kontras (Low Vision )

Interior / Area dengan Konsep Playful Dekat dengan Ramp Utama Bangunan / Lift B utuh

Tidak Butuh Tidak Butuh Tidak Butuh Tidak Butuh Tidak

1. Ruang Latihan Angkat Berat     

2. Lapangan Lari     

3. Lapangan Lompat Tinggi     

4. Lapangan Lompat Jauh     

5. Lapangan Lempar Lembing     

6. Lapangan Tolak Peluru     

7. Lapangan Lempar Cakram     

8. Lapangan Balap Kursi Roda     

9. Ruang Latihan Catur     

10. Ruang Latihan Goal Ball     

11. Lapangan Sepak Bola     

12. Ruang Kelas Teori     

13. Wisma Atlet     

14. Wisma Pelatih     

15. Gym Center     

16. Ruang Terapi ( Fisoterapi)     

(20)

77

17. Ruang Pijat     

18. Klinik     

19. Ruang Komunal     

20. Ruang Serbaguna     

21. Ruang Makan     

22. Ruang Pelatih     

23. Perpustakaan     

24. Ruang Musik     

25. Bioskop Mini     

26. Mushola     

27. Ruang Tamu     

28. Ruang Ketua Umum     

29. Ruang Sekjen     

30. Ruang Bendahara Umum     

31. Ruang Ketua Bidang     

32. Ruang Ketua Departemen     

33. Ruang Staff Kabid & Kadep     

34. Ruang Staff Kebersihan     

35. Ruang Staff Keamanan     

36. Ruang Staff Pertamanan    

37. Ruang Staff Supir     

38. Ruang Arsip   

39. Ruang Rapat     

40. Pantry     

41. Ruang CCTV     

42. Ruang ME   

43. Ruang Genset     

44. Gudang     

45. Dapur     

46. Area Laundry     

(21)

78

48. Pos Satpam     

49. Toilet     

50. Janitor     

(22)

79 Pola Tata Ruang

a. Pola Tata Ruang Mikro

Pola tata ruang mikro dibawah ini dijabarkan menurut pengelompokan ruangnya.

 Arena Pelatihan

 Fasilitas Penujang bagi Atlet & Pelatih

Ruang Kelas Teori

Ruang Catur Ruang Goal Ball Ruang Angkat Berat

Lapangan Lari Lapangan Sepak

Bola Lapangan Balap

Kursi Roda

Lapangan Lompat Tinggi Lapangan Lompat

Jauh Lapangan Lempar

Lembing Lapangan Tolak

Peluru Lapangan Lempar

Cakram

Wisma Atlet Wisma Pelatih

R. Pijat Klinik R. Terapi

Perpustakaan Gym Bioskop Mini Ruang Musik

Mushola R.Komunal R.Serbaguna

R. Makan R. Pelatih

Skema. 7 Pola Tata Ruang Area Pelatihan (Sumber:Dokumen Pribadi)

(23)

80  Kantor Pengelola

 Servis

Entrance / Out

Drop Off

Ruang Tamu

Lobby

R. Ketua Umum R. Sekjen R. Bendahara Umum R. Kepala Bidang R. Kepala Departemen R. Staff Pembantu Kabid & Kadep

R. Arsip R. Staff Supir

R. Staff Keamanan R. Staff Pertamanan R. Staff Kebersihan Pantry Gerbang Parkir Umum Parkir Pengelola Parkir Bus Drop Off Pos Satpam R. CCTV R. Genset R. ME

Dapur Toilet

Laundry

Skema. 9 Pola Tata Ruang Kantor Pengelola (Sumber:Dokumen Pribadi)

(24)

81 b. Pola Tata Ruang Makro

Setalah menjabarkan tata ruang mikro, maka terbentuklah tata ruang makro

Studi Ruang Khusus a. Lapangan Goal Ball

Goal Ball merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan untuk tuna netra, sehingga mengandalkan kepekaan pendengaran yang berasal dari lonceng kecil di dalam bola sehingga mengharuskan ruangan yang sunyi /

Gerbang Utama Parkir Drop Off

Kantor Pengelola Arena Pelatihan

Fasilitas Penunjang Service

Skema. 11 Pola Tata Ruang Makro (Sumber:Dokumen Pribadi)

(25)

82 memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah sehingga permainan dapat dimainkan dengan lancar.

Lapangan Goal Ball memiliki ukuran panjang total 21 meter dan lebar total 12 meter dan memiliki gawang dengan ukuran lebar 9 meter dan tinggi 1,3 meter.

b. Toilet

Toilet Standar untuk penyadang disabilitas telah diatur oleh Kementrian Pekerjaan umum dimana standar untuk ruangan toilet adalah pintu minimal lebar 90 centimeter.

Terdapat ruang bebas untuk perputaran kursi roda sebesar 160 centimeter kali 160 centimeter sehingga menjadikan ruangan memiliki lebar 160 centimeter. Selain itu harus terdapat ruan bebas selebar minimal 114 centimeter dengan pegangan rambatan di sebelah kiri atau kanan kloset duduk.

Gambar. 74 Denah Standar Toilet Difabel

(Sumber: Peraturan Menteri PU) Gambar. 75 Denah Standar Toilet

Difabel

(26)

83 Wastafel memilki lebar minimal 80 centimeter dengan ruang gerak bebas 120 centimeter di sekitar wastafel. Tinggi wastafel maksimal 85 cm dari permukaan lantai dan tuas keran maksimal 10 centimeter diatas wastafel.

Urinoir memiliki tinggi maksimal 20 – 48 centimeter dengan lebar 80 centimeter dan dilengkapi dengan peganggan rambat.

Gambar. 77 Denah Standar Wastafel

(Sumber: Peraturan Menteri PU)

Gambar. 76 Tampak Standar Wastafel

(Sumber: Peraturan Menteri PU)

Gambar. 78 Urinoir

(27)

84 c. Mushola

Kran untuk keperluan wudhu sebelum masuk ke mushola memiliki tinggi maksimal 120 centimeter dengan lubang pembuangan air minimal lebar 30 centimeter.

d. Kamar Mandi

Kamar mandi memiliki standar ukuran ruang bebas 160 centimeter dengan pegangan rambat dan bathup berukuran maksimal tinggi 45 centimeter dan panjang 160 centimeter. Rak untuk tempat sabun harus memiliki tinggi maksimal 70 centimeter agar mudah dijangkau.

(28)

85 e. Kamar ( Wisma Atlet )

Kamar harus memiliki ruang untuk sirkulasi disamping kasur selebar minimal 110 centimeter dan memiliki kasur dengan tinggi maksimal 50 centimeter.

Gambar. 81 Denah Standar Kamar Mandi

(Sumber: Peraturan Menteri PU)

Gambar. 80 Potongan Standar Kamar Mandi

(Sumber: Peraturan Menteri PU)

(29)

86 Rak penyimpanan barang / lemari memiliki ruang penyimpanan terendah maksimal 25 cm dan ruang penyimpanan tertinggi maksimal 135 centimeter.

Gambar. 83 Potongan Standar Kamar (Sumber: Peraturan Menteri PU)

(30)

87 Studi Besaran Ruang

MHD : Metric Handbook Planning and Design Data NAD : Neufert Architect Data

SRK : Studi Ruangan Khusus

ABP : Analisis Berdasarkan Perhitngan

Tabel. 9 Besaran Ruang Arena Pelatihan (Sumber : Dokumen Pribadi)

ARENA PELATIHAN Nama

Ruang

Jumlah Ruang

Sumber Kapasitas Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang

Latihan Angkat Berat

1 ABP 10 Powerlifting Bench Press @1,95 𝑚2 (1,5 m * 1,3 m) [ 10 Buah ] = 19,5𝒎𝟐

33,3 𝒎𝟐 52,8 𝒎𝟐

(31)

88 Lapangan

Lari 400 m ( Balap Kursi Roda )

1 MHD 8

Lintasan Lari @488 𝑚2 (1,22m * 400m ) [8 Track] = 3904 𝐦𝟐

Kursi Pelatih 1,14 𝑚2 (0,76 * 1,5) [ 1 buah ] = 1,14 𝐦𝟐

- 3905,14 𝒎𝟐

Lapangan Lompat

Tinggi

1 MHD 1 Lapangan 892,4 𝒎𝟐 ( 38,8 m * 23 m ) - 892,4 𝒎𝟐

Lapangan Lompat

Jauh

1 MHD 1 Lapangan 123,75 𝐦𝟐

( 45 m * 2,75 m )

- 123,75 𝐦𝟐

Lapangan Lempar Lembing

1 MHD 1 Runway + Safety Boundary 6312 𝐦𝟐 (48 m * 131,5 m )

- 6312 𝐦𝟐

Lapangan Tolak Peluru

1 MHD

1

Lapangan + Safety Boundary 671,5 𝐦𝟐

( 25 m * 26,86 m)

-

671,5 𝐦𝟐

Lapangan Lempar Cakram

1 MHD 1 Lapangan+ Safety Boundary

4900 𝐦𝟐 ( 70m * 70m )

(32)

89 Ruang

Latihan Catur

1 ABP 20 Meja ( 1,2 𝐦𝟐 )

(1 m * 1,2 m) [ 10 buah ] = 12 𝐦𝟐

Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [ 20 buah] = 45 𝐦𝟐

Lemari 1,125 m2 (1,5m * 0,75m) [ 2 buah ] = 2,25 𝐦𝟐

57,6 m2 81 𝐦𝟐

(33)

90 Ruang

Latihan Goal Ball

1 SRK 12 Lapangan 252 𝐦𝟐

(21m * 12m) Area Istirahat 98,4 𝐦𝟐

(4m * 24,6)

100,44

m2 450,84 𝐦 𝟐

Lapangan Sepak Bola

1 MHD 24 Lapangan 8250 𝐦𝟐

(110m * 75m)

- 8250 𝐦𝟐 Gambar. 87 Studi Besaran R.Goalball

(34)

91 Ruang

Kelas Teori

2 MHD 20 1 Area duduk diisi 4 orang 25 𝐦𝟐 (5m * 5m)

93 m2 @ 118 m2 236 𝐦𝟐

(Total luas area pelatihan indoor + sirkulasi antar ruang 71 % ) = 820,64 m2 + 582,65 m2 = 1403,29 𝐦𝟐

Sirkulasi : 580 m2 Luas Ruang 820,64 m2

= 70,67 % dibulatkan menjadi 71 % X 100%

Gambar. 88 Studi Besaran R.Kelas Teori (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(35)

92 (Total luas area pelatihan lapangan & sirkulasi antar lapangan 41 % ) 25.054,79 m2 + 10.272,46 m2 = 35327,25 𝐦𝟐

Sirkulasi : L. tinggi ( 577,5 m2) + L . Lembing (1895 m2) + L.cakram ( 1500

m2) + T.Peluru ( 522,5 m2) + L.Tinggi ( 717,6 m2) + Lari + Bola ( 5035 m2) Luas Lapangan (25054,79 m2)

= 10.247,6 m2 / 25.054,79 m2 * 100% = 40,89 % dibulatkan 41 %

(36)

93 Tabel. 10 Besaran Ruang Fasilitas Penunjang

(Sumber : Dokumen Pribadi)

FASILITAS PENUNJANG BAGI ATLET & PELATIH Nama

Ruang

Jumlah Ruang

Sumber Kapasitas Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang

Wisma Atlet

100 SRK 200 Ranjang 1,9 m2

(1m * 1,9m) [2 Buah] 3,8 𝐦𝟐

Meja 0,25 m2 (0,5m * 0,5m) [2 Buah] 0,5 𝐦𝟐 Lemari Pakaian 0,9 m2

(1,8m * 0,5m) [ 2 Buah ] 1,8 𝐦𝟐

(37)

94 Wisma

Pelatih 25 ABP 50 Ranjang 1,9 m2

(1m * 1,9m) [2 Buah] 3,8 𝐦𝟐

Meja 0,25 m2 (0,5m * 0,5m) [2 Buah] 0,5 𝐦𝟐 Lemari Pakaian 0,9 m2

(1,8m * 0,5m) [ 2 Buah ] 1,8 𝐦𝟐

100 % 6,1 m2

@12,2 m2 305 𝐦𝟐

Gym Center

1 ABP 25 Electric Treadmill 1,66 m2

(1,96m * 0,85m)

421,3

m2 469,772𝐦 𝟐 Gambar. 91 Studi Besaran R.Wisma Atlet

(38)

95 [ 10 Buah ] = 16,6 𝐦𝟐

Static Bicycle 0,60 m2 (1,17m * 0,51m) [ 5 Buah ] = 3 𝐦𝟐 Chest Press Machine 1,53 m2

(1,1m * 1,39m) [ 2 Buah ] 3,06 𝐦𝟐 Squat Hack Machine 2,695 m2

( 2,45 m * 1,1 m ) [ 1 Buah ] 2,695 𝐦𝟐

Shoulder Press Machine 1,794 m2 ( 1,3m * 1,38m )

[ 2 buah ] 2,475 𝐦𝟐

Cable Crossover Machine 1,70 m2 ( 2, 2 m * 0,77m )

[ 1 Buah ] 1,70 𝐦𝟐 Lat Pulldown Machine 1,22 m2

( 1,27 m * 0,96 m ) [ 2 Buah ] 2,44 𝐦𝟐 Pec Deck Machine 1,856 m2

( 1,16m * 1,6 m) [ 2 Buah ] 3,172 𝐦𝟐

(39)

96 ( 1,7m * 1m)

[ 5 Buah ] 8,5 𝐦𝟐 Dumbbell Rack 0,77 m2

(0,54m * 1.44m) [2 Buah] 1,55 𝐦𝟐

Bench 0,4 m2 (0,4m * 1m) [ 5 Buah ] = 2𝐦𝟐

Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [ 2 Buah ] 1,08𝐦𝟐

(40)

97 Ruang

Terapi ( Fisoterapi)

1 ABP 4

Parallel Bar 1,66 m2 (0,83m * 2m) [ 1 Buah ] 1,66 𝐦𝟐 Training Stairs 1,17 m2

(0,9m * 1,3m) [ 1 Buah ] 0,27 𝐦𝟐 Rehab Treadmill 1,711 m2

(0,92m * 1,86m) [ 1 Buah ] 1,711 𝐦𝟐 Physio Trolley 0,315 m2

(0,7m * 0,45m) [1 Buah] 0,315 𝐦𝟐 Therapy Couch 1,351 m2

(1,93m * 0,7m) [1 Buah ] 1,351 𝐦𝟐 Exercise / Yoga Mat 1,06 m2

(0,61 m * 1,75m) [ 3 Buah ] 3,18 𝐦𝟐

Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [ 2 Buah ] 1,08𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Alat 0,9 m2 (1,8m * 0,5m)

[ 1 Buah ] 0,9 𝐦𝟐

35,95

m2 46,417𝐦

(41)

98 Ruang Pijat

1 Therapy Couch 1,351 m2

(1,93m * 0,7m) [ 5 Buah ] 6,775 𝐦𝟐

20,685

m2 27,46 𝐦

𝟐 Gambar. 93 Studi Besaran R.Fisioterapi

(42)

99 Klinik

1 MHD 2 Medical Bed 2,304 m2

(2,4m * 0,96) [ 2 Buah ] 4,608 𝐦𝟐

Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [ 1 Buah ] 0,54 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Alat 0,9 m2 (1,8m * 0,5m)

[ 1 Buah ] 0,9 𝐦𝟐

13,41m2 19,458 𝐦𝟐 Gambar. 94 Studi Besaran R.Pijat

(43)

100 Ruang

Komunal 1 ABP 24 Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [ 24 buah ] = 54 𝐦𝟐

Include 1256 𝐦𝟐 Gambar. 95 Studi Besaran R.Klinik

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(44)

101 Ruang

Serbaguna 1 ABP 100 Meja 1,38 m2

(0,6m * 2,3m) [50 buah] 69 𝐦𝟐

Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [100 Buah] 225 𝐦𝟐

Stage (22m * 2m) [1 Buah] 44𝐦𝟐

250m2 588 𝐦𝟐

(45)

102 Ruang

Makan 1 ABP 200 Meja 1,08 m2

(0,6m * 1,8m) [80 buah] 86,4 𝐦𝟐

Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [200 Buah] 450 𝐦𝟐

319,0m2 855,45𝐦𝟐

Ruang

Pelatih 3 ABP 30

(@10)

Meja 0,54 m2 (0,6m * 0,9m) [10 buah] 5,4 𝐦𝟐 Kursi Putar 0,32 m2

26,7m2 @ 36,2 m2 108,6 𝐦𝟐 Gambar. 98 Studi Besaran R.Makan

(46)

103 (0,51m * 0,63m)

[ 10 Buah] 3,2 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Alat 0,9 m2 (1,8m * 0,5m)

[ 1 Buah ] 0,9 𝐦𝟐

Perpustaka

an 1 ABP 20 Rak Buku 5,8 m2

[ 4 Buah] 23,2 𝐦𝟐 Meja 0,48 m2 [16 buah] 𝟕, 𝟔𝟖 𝐦𝟐

Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation)

111,6

m2 178,48 𝐦 𝟐 Gambar. 99 Studi Besaran R.Pelatih

(47)

104 [16 Buah] 36 𝐦𝟐

Ruang

Musik 1 ABP 10 Drum 2,89 m2

(1,7m * 1,7m) [ 1 Buah ] 2,89 𝐦𝟐

Keyboard (0,96m * 0,17m) [1 Buah] 0,16 𝐦𝟐

Gitar 0,11 (1,01m * 0,11m)

9 m2 21,27 𝐦𝟐 Gambar. 100 Studi Besaran R.Perpustakaan

(48)

105 [ 2 Buah ] 0,22 𝐦𝟐

Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [4 Buah] 9 𝐦𝟐

Bioskop

Mini 1 ABP 20 Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [20 Buah] 45 𝐦𝟐

30,78m2

75,78 𝐦𝟐 Gambar. 101 Studi Besaran R.Musik

(49)

106

Mushola 2 ABP 30

(@15)

Sajadah 0,55 m2 (1,1m * 0,5m) [30 Buah] 16,5 𝐦𝟐

31,86m2 @48,36 m2 96,72 𝐦𝟐 Gambar. 102 Studi Besaran R.Bioskop Mini

(50)

107 (Total luas fasilitas penunjang + sirkulasi antar ruang 70 % ) 5540,407 m2 + 3878,2849 m2 = 9418,6919 𝐦𝟐

Tabel. 11 Besaran Ruang Fasilitas Kantor Pengelola (Sumber : Dokumen Pribadi)

KANTOR PENGELOLA ( NPC ) Nama

Ruang

Jumlah Ruang

Sumber Kapasitas Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang

Ruang

Tamu 1 MHD 18 Sofa 1,57m2

(1,85m*0,85) [ 6 Buah ] 9,42 𝐦𝟐

Meja 0,65 m2 (1,3m * 0,5m) [3 Buah ] 1,95𝐦𝟐

200 % 22,7𝐦𝟐

34,11 𝐦𝟐 Gambar. 103 Studi Besaran R.Mushola

(51)

108

Lobby 1 ABP 20 Area Resepsionis 6𝐦𝟐

( 2m * 3m)

400 % 24 𝐦𝟐

30 𝐦𝟐

Ruang Ketua Umum

1 ABP 6 Meja Kerja 2,1 m2

(3m * 0,7m) [1 Buah ] 2,1 𝐦𝟐 Meja Tamu 1,44 m2

(1,8m*0,8m) [ 1 Buah ] 1,44 𝐦𝟐

Kursi 2,25 m2

(1,5m * 1,5m Wheelchair Rotation) [6 Buah] 13,5 𝐦𝟐

17,85

(52)

109 Ruang

Sekjen 1 NAD 3 Meja Kerja 0,98 m2

[ 3 Buah ] 2,34 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 6 Buah ] 3,6 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 3 Buah ] 2,7 𝐦𝟐

200 % 17,28

𝐦𝟐

25,92 𝐦𝟐 Gambar. 104 Studi Besaran R.Ketua Umum

(53)

110 Ruang

Bendahara Umum

1 NAD 3 Meja Kerja 0,98 m2

[ 3 Buah ] 2,34 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 6 Buah ] 3,6 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 3 Buah ] 2,7 𝐦𝟐

200 % 17,28

𝐦𝟐

25,92 𝐦𝟐

Ruang Ketua Bidang

1 NAD 4 Meja Kerja 0,98 m2

[ 4 Buah ] 3,92 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 8 Buah ] 2 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 4 Buah ] 2,44 𝐦𝟐

200 % 16,7𝐦𝟐

25,08 𝐦𝟐

Ruang Ketua Departemen

1 NAD 8 Meja Kerja 0,98 m2

[ 8 Buah ] 7,84 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 16 Buah ] 4 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 8 Buah ] 4,88 𝐦𝟐

200 % 33,44

𝐦𝟐

(54)

111 Ruang Staff

Pembantu Kabid &

Kadep

1 NAD 15 Meja Kerja 0,98 m2

[ 15 Buah ] 14,7 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 30 Buah ] 7,5 𝐦𝟐

Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 10 Buah ] 6,1 𝐦𝟐

200 % 56,6 𝐦𝟐

84,9 𝐦𝟐

Ruang Staff Kebersihan

1 NAD 20 Lemari loker 0,61 m2

[ 2 Buah ] 1,22 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 20 Buah ] 5 𝐦𝟐

Meja 0,98 m2 [ 10 Buah ] 9,8 𝐦𝟐

200 % 32,04

𝐦𝟐

48,06 𝐦𝟐

Ruang Staff

Keamanan 1 NAD 10 Lemari loker 0,61 m2

[ 1 Buah ] 0,61𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 10 Buah ] 2,5 𝐦𝟐

Meja 0,98 m2 [ 5 Buah ] 4,9 𝐦𝟐

200 % 16,02

𝐦𝟐

(55)

112 Ruang Staff

Pertamanan 1 NAD 20 Lemari loker 0,61 m2

[ 2 Buah ] 1,22 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 20 Buah ] 5 𝐦𝟐

Meja 0,98 m2 [ 10 Buah ] 9,8 𝐦𝟐

200 % 32,04

𝐦𝟐

48,06 𝐦𝟐

Ruang Staff

Supir 1 NAD 10 Lemari loker 0,61 m2

[ 1 Buah ] 0,61𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 10 Buah ] 2,5 𝐦𝟐

Meja 0,98 m2 [ 5 Buah ] 4,9 𝐦𝟐

200 % 16,02

𝐦𝟐

24,03 𝐦𝟐

Ruang Arsip 1 NAD 1 Lemari Penyimpanan Dokumen 0,61 m2 [ 20 Buah ] 12,2 𝐦𝟐

200 % 24,4𝐦𝟐

36,6 𝐦𝟐

Ruang

Rapat 1 NAD 35 Meja 0,98 m2

[ 35 Buah ] 34,3 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 35 Buah ] 8,75 𝐦𝟐

200 % 86,1 𝐦𝟐

(56)

113

Pantry 1 NAD 5 Kitchen Set 1,62 m2

[ 1 Buah ] 1,62 𝐦𝟐

200 % 3,24𝐦𝟐

4,68 𝐦𝟐

(Total luas kantor pengelola + sirkulasi antar ruang 20 % ) 625,59 m2 + 125,118 m2 = 750,708 𝐦𝟐

Tabel. 12 Besaran Ruang Area Servis (Sumber : Dokumen Pribadi)

AREA SERVIS Nama Ruang Jumlah

Ruang

Sumber Kapasi tas

Analisis Besaran Sirkulasi Luas Ruang Ruang CCTV

1 ABP 3 Meja Komputer 0,98 m2

[ 5 Buah ] 4,9 𝐦𝟐 Kursi 0,25 m2 [ 3 Buah ] 0,75 𝐦𝟐 Lemari loker 0,61 m2

[ 1 Buah ] 0,61𝐦𝟐

200% 12,52 𝐦𝟐

18,78 𝐦𝟐

Ruang ME 1 ABP 3 Lemari Penyimpanan Alat 0,61 m2

[ 3 Buah ] 1,83 𝐦𝟐

200% 3,66𝐦𝟐

(57)

114

Ruang Genset 1 ABP 3 Genset 29,28 𝐦𝟐 100%

3,66𝐦𝟐

7,32 𝐦𝟐

Gudang

1 Asumsi - 5m * 5m

25 𝐦𝟐

50% 12,5 𝐦𝟐

37,5 𝐦𝟐

Ruang AHU 2 Asumsi - - - @20 𝐦𝟐

40 𝐦𝟐 Dapur

1 ABP 5 Etalase Makanan 6,75m2

(1 m * 0,5m) [ 6 Buah ] 3 𝐦𝟐 Kitchen Set 1,62 m2

[ 3 Buah ] 4,86 𝐦𝟐

200% 15,72 𝐦𝟐

23,58 𝐦𝟐

Area Laundry

1 ABP 10 Mesin Cuci 0,36 m2

(0,6m * 0,6m) [ 5 Buah ] 1,8 𝐦𝟐 Mesin Pengering 0,36

(0,6m * 0,6m) [5 Buah] 1,8 𝐦𝟐

(58)

115

Area Setrika 1 Asumsi 10 - 30,15 𝐦𝟐 33,75 𝐦𝟐

Pos Satpam 2 Asumsi 2 - - @9 m2

18 𝐦𝟐

Toilet 5 SRK 1 3,1 𝐦𝟐

(1,6m * 2m)

-

@3,1 m2 16 𝐦𝟐

Kamar Mandi 125 SRK 1 4 m2

(2m*2m)

-

@4 m2 500 𝐦𝟐

(Total luas area servis + sirkulasi antar ruang 50 % ) 734,17 m2 + 371,585 m2 = 1105,755 𝐦𝟐 Gambar. 105 Studi Besaran Area

Laundry

(59)

116 Rekapitulasi Besaran

(Total luas area pelatihan - lapangan & sirkulasi antar lapangan 41 % ) 25.054,79 𝐦𝟐 + 10.272,46 𝐦𝟐 = 35327,25 𝐦𝟐 [ OUTDOOR ]

(Total luas area pelatihan + sirkulasi antar ruang 71 % )

820,64 m2 + 582,65 m2 = 1403,29 𝐦𝟐

(Total luas fasilitas penunjang + sirkulasi antar ruang 70 % )

5540,407 m2 + 3878,2849 m2 = 9418,6919 𝐦𝟐

(Total luas kantor pengelola + sirkulasi antar ruang 20 % )

625,59 m2 + 125,118 m2 = 750,708 𝐦𝟐

(Total luas area servis + sirkulasi antar ruang 50 % )

734,17 m2 + 371,585 m2 = 1105,755 𝐦𝟐

+ Sirkulasi Antar Lantai ( Ramp )

Ramp didesain secara melingkar agar tidak menumbulkan masa yang terlalu panjang dan space yang dihasilkan dapat digunakan untuk elevator.

Keliling Lingkaran : 2 x 3,14 x 20m = 125,6 m Diameter Lingkaran : 40m

Luas Lingkaran besar ( r = 20m) : 1256 𝐦𝟐 Luas Lingkaran Kecil (r = 16) : 803, 84 𝐦𝟐

Luas Ramp (L.besar-L.kecil) = 452,16 x 3 = 1356,48 Gambar. 106 Studi Ramp

(60)

117 + Sirkulasi Antar Lantai ( Lift )

Lantai Bangunan 3 Luas tiap lantai 2576 m2 Kec Lift 0,5 m/s

Tinggi Bangunan 15 Meter ( Asumsi per lantai 5 meter ) Jumlah penumpang dalam 1 kali angkut = 1 orang

Jarak Satu Siklus Lift 2 x Tinggi Bangunan 2 x 15

30 Meter

Waktu Perjalanan Satu Siklus ( RT) Jarak satu siklus / kecepatan lift 30 meter / 0,5 m per detik 60 Detik

Jumlah Pemakai Bangunan

Jumlah lantai total / standar asrama / apartemen 7728 / 15 m2

515 orang

Jumlah Orang Yang diangkut

(Pada bangunan apapun, dalam 1 menit rata2 13% x jumlah penghuni Jumlah penghuni yang diangkut lift)

(61)

118  Kapasitas Lift

(h) = 300 X P (kapasitas sekali angkut) / RT ( Round trip 3 lantai) 300 x 1 / 30 detik ( 5 (tinggi lantai ) / 0,5 m/s x 3 (jumlah lantai) 10 orang

Jumlah Lift

66,95 orang / 10 orang

6,695 dibulatkan 7 BUAH LIFT

Luasan yang dibutuhkan untuk lift = 7 buah x 1,96 m2 = 13,72 𝐦𝟐

Studi Besaran Lahan Parkir a. Atlet

Jumlah atlet : 200 Orang

Bus milik NPC 100 % ( 25 Seats ) : 200 Orang 8 Bus b. Pelatih & Asisten Pelatih

Jumlah Pelatih & Asisten : 50 Orang

Mobil ( 60 % ) : 30 Orang 30 Mobil

Motor ( 40 % ) : 20 Orang 20 Motor

c. Pengelola ( NPC )

Jumlah Pengelola : 101 Orang

Parkir Difabel ( Ketua Umum ) : 1 Orang 1 Mobil

Mobil ( 20 % ) : 20 Orang 20 Mobil

Motor ( 80 % ) : 80 Orang 20 Motor

d. Tamu

(62)

119 Asumsi Jumlah Tamu : 50 Orang / Hari

Mobil ( 50 % ) : 25 Orang (80% )

20 Mobil ( 10 Parkir Difabel )

Motor ( 50 % ) : 25 Orang (80 % )

13 Motor

Perhitungan Besaran Lahan Parkir

Mobil (NAD) ( 50 x 10 m2) = 500 𝐦𝟐

Motor (NAD) (33 x 2,2 m2) = 71,6 𝐦𝟐

Mobil Difabel (SRK) (11 x18,5 m2) = 203,5 𝐦𝟐

Bus (NAD) (8 x 30 m2) = 240 𝐦𝟐

Total Besaran Lahan Parkir

1015,1 m2 + Sirkulasi 150 % (1522,65 m2) = 2537,75 𝐦𝟐

Studi Citra Arsitektural

(63)

120 pada fasad bangunan, sculpture yang menggambarkan perjuangan atlet paralimpian & sirkulasi ramp yang diekspos dalam bentuk yang menarik. Dengan mendasarkan pada citra tersebut, maka diharapkan tercipta arsitektur yang sesuai dengan tujuan utama proyek ini.

Beberapa contoh studi yang dapat dipertimbangkan sebagai dasar penetapan citra arsitektural bangunan PTC ini antara lain :

 Lapangan dengan kualitas yang sangat baik.  Aksesibilitas yang nyaman bagi atlet difabel.  Fasilitas penunjang bagi atlet paralimpian.

Style / langgam bangunan yang ingin disampaikan.  Bangunan ikonik.

 Detail dan estetika bangunan yang dibutuhkan.

(64)

121 3.2 ANALISA PENDEKATAN SISTEM BANGUNAN

3.2.1 Studi Sistem Struktur dan Enclosure Studi Sistem Struktur

Tabel. 13 Alternatif Struktur (Sumber : Dokumen Pribadi)

Pondasi Batu Belah

 Merupakan jenis pondasi dangkal (kurang dari 0,8 m).

 Material utama batu kali, braben / padatan, dan aanstamping.

 Diperuntukkan bagi pondasi low rise building. (1 – 2 level)

 Penyaluran beban diteruskan melalui kolom langsung ke batu belah yang telah dipadatkan.

 Untuk menahan gaya dominan vertikal.

Kelebihan Kekurangan

 Material yang ramah lingkungan karena berasal dari alam dan tidak terbuat dari bahan kimia.

 Pondasi sudah dikenal secara umum, banyak pekerja yang dapat mengerjakan

 Hanya dapat diterapkan pada lahan dengan kontur 0% - 4% (landai).

 Hanya diterapkan pada tanah keras.

 Material pondasi tidak homogen.

 Beban maksimal 2 level lantai. Pondasi Footplate

 Merupakan jenis pondasi dangkal (kurang dari 0,8 m).

 Material utama beton cor dan tulangan besi.

 Diperuntukkan bagi pondasi semi-high rise buiding. (3 – 5 level)

 Penyaluran beban

disalurkan melalui tulangan yang menyatu dengan tulangan pada pondasi.

ALTERNATIF STRUKTUR - PONDASI

Gambar. 107 Pondasi Batu Belah (Sumber: http://www.hdesignideas.com)

(65)

122

Kelebihan Kekurangan

 Ekonomis dari segi biaya pengangkutan dan harga satuan.

 Kekuatan pondasi dapat diatur dengan memanipulasi kualitas beton cor dan dimensi tulangan besi yang diinginkan.

 Dapat diterapkan pada lahan dengan keadaan kontur apapun.

 Galian untuk pondasi harus mencapai pada level tanah keras.

 Beban maksimal 3 level lantai.

 Belum banyak pekerja yang dapat mengerjakan.

Pondasi Tiang Pancang

 Minipile ( Ukuran Kecil )

Tiang pancang berukuran kecil digunakan untuk bangunan tingkat rendah dengan daya dukung tanah yang baik

 Maxipile ( Ukuran Besar )

Dapat berbentuk bulat maupun kotak. Tiang pancang ini digunakan untuk beban yang besar yaitu bangunan bertingkat tinggi.

Kelebihan Kekurangan

 Mutu beton terjamin karena melalui proses fabrikasi

 Dapat mencapai tanah yang paling keras / dalam

 Pengerjaan membutuhkan alat tambahan dan lebih sulit dari pondasi biasa

 Proses pengerjaan menimbulkan dampak pada sekitar.

Pondasi Rakit

 Merupakan pondasi dangkal (kurang dari 80 cm )

 Material utama cor beton dan tulangan besi, dan diperuntukan untuk bangunan semi hig rise ( 3 – 5 Lantai)

 Penyaluran beban disalurkan melalui tulangan yang menyatu dengan tulangan pada pondasi

Kelebihan Kekurangan

 Dapat digunakan untuk pondasi core pangunan

 Beban maskimal 5 lantai

 Belum familiar di Indonesia

 Mahal dari segi biaya pengangkutan dan bahan

Gambar. 109 Pondasi Tiang Pancang (Sumber: http://bangun-rumah.com)

(66)

123 STRUKTUR

RANGKA Struktur Dinding Rangka

 Komponen yang terdapat pada struktur rangka adalah hubungan antara kolom, plat lantai dan balok. Plat lantai dan balok ditopang dengan kolom dan meneruskan beban ke pondasi

Kelebihan Kekurangan

 Biaya Murah

 Dapat mendesain banyak bukaan pada dinding

 Struktur ringan dibandung sitem struktur lain

 Dalam mendesain biasanya terdapat kolom di tengah ruangan

STRUKTUR ATAP Space Frame

 Komponen utama berupa pipa konektor dan ball joint.

 Penyaluran beban disalurkan secara merata ke semua pipa konektir

 Struktur yang digunakan untuk bentuk bangunan yang melengkung secara rumit.

Kelebihan Kekurangan

 Bentuk yang dihasilkan tidak terbatas

 Tahan tergadap gempa bumi

 Tahan api

 Efisien untuk bangunan bentang lebar

 Memerlukan ahli untuk menganalisis kekuatan dan dimensinya

 Mahal dari segi bahan, tenaga dan perencanaan

Gambar. 111 Struktur Dinding Rangka (Sumber:http://bangun-rumah.com)

(67)

124 Folded Plate

 Material terbuat dari beton bertulang

 Penyaluran beban mengarah langsung ke seluruh bidang tekuk

 Membutuhkan kolom sebagai pendukung struktur

Kelebihan Kekurangan

 Minimal perawatan

 Mudah dikerjakan karena banyak pekerja yang sudah dapat mengerjakan

 Tahan api

 Memiliki estetika yang tinggi

 Tidak menggunakan balok sebagai perkuatan antar kolom

 Memerlukan ahli untuk menentukan dimensi

 Memerlukan pelapisan khusus dalam usaha perlindungan pada iklim

 Mahal dari segi bahan

Shell

 Matrial berupa beton bertulang

 Untuk penyaluran gaya mengarah langsung pada seluruh permukaan cangkang

 Struktur dapat diaplikasikan pada bentuk bangunan yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi

Kelebihan Kekurangan

 Tahan Gempa

 Tahan Api

 Efisien untuk bangunan yang memiliki bentang lebar

 Bantuk yang dapat diciptakan tidak terbatas.

 Memerlukan tenaga ahli untuk menganalisis kekuatan dan dimensinya

 Masih sedikit ahli yang dapat menangani struktur cangkang

 Mahal dari segi bahan Gambar. 113 Struktur Folded Plate

(Sumber:http://lh6.ggpht.com)

(68)

125 Studi Sistem Enclosure

Sistem enclosure yang nantinya akan diterapkan pada bangunan PTC ini dikategorikan menjadi beberapa aspek yaitu :

a. Penutup Lantai

 Material penutup lantai menyesuaikan kegiatan yang dilakukan pada ruangan

 Material penutup lantai yang diterapkan pada sirkulasi vertikal memiliki tekstur dan tidak licin

b. Dinding

 Material dinding kedap suara diterapkan pada ruangan bioskop mini dan ruang musik sehingga tidak mengganggu aktivitas lainnya.

c. Plafond

 Material plafond kedap suara diterapkan pada ruangan bioskop mini dan ruang musik sehingga tidak mengganggu aktivitas lainnya.

 Material yang dipilih tahan terhadap hama rayap d. Penutup Atap

 Material tidak memantulkan sinar matahari sehingga menyilaukan lingkungan

 Tidak meneruskan panas kedalam bangunan

(69)

126 Tabel. 14 Penutup Lantai

(Sumber : Dokumen Pribadi)

PENUTUP LANTAI Keramik

 Keramik memiliki banyak pilihan motif sesuai merk.

 Terbuat dari keramik yang dilapisi glazur.

 Memiliki sifat Konduktor terhadap panas dan dingin.

Kelebihan Kekurangan

 Tahan terhadap panas api

 Ekonomis

 Berbahan dasar alami, yaitu tanah liat

 Noda tidak mudah membekas

 Mudah dipotong dan dibentuk

 Banyak pekerja yang dapat mengerjakan pekerjaan keramik

 Dalam mendesain biasanya terdapat kolom di tengah ruangan

 Mudah retak / pecah dikarenakan perubahan suhu dan beban yang terlalu berat.

Marmer

 Terbuat dari batu marmer

 Memiliki banyak variasi pilihan ukuran dan motif

 Dapat menjadi pelapis dinding

Kelebihan Kekurangan

 Tahan terhadap panas api

 Ekonomis

 Berbahan dasar alami, yaitu tanah liat

 Noda tidak mudah membekas

 Mudah dipotong dan dibentuk

 Banyak pekerja yang dapat mengerjakan pekerjaan keramik

 Mahal dalam perawatan dan pemasangan

 Memerlukan alat khusus untuk memotong marmer

 Mudah menyerap noda Gambar. 115 Keramik

(Sumber:http://bangun-rumah.com)

(70)

127 Vinyl

 Terbuat dari bahan utama PVC yang lentur

 Memiliki aneka ukuran

 Memiliki macam – macam motif

Kelebihan Kekurangan

 Mudah dipotong dan disesuaikan pada luasan lantai

 Elastis

 Mudah dalam pemasangan maupun perawatan

 Mudah menyerap noda cair

 Mudah terbakar

 Warna mudah berubah

Karpet

 Terbuat dari karet dan kain yang lentur

 Memiliki sangat banyak pilihan motif dan warna

Kelebihan Kekurangan

 Mudah menyesuaikan ukuran ruang

 Elastis

 Tidak memiliki nat / celah

 Mudah dalam pemasangan maupun perawatan

 Mudah menyerap noda cair

 Mudah terbakar

 Memerlukan perawatan berkala Gambar. 117 Lantai Vinyl

(Sumber:http://www.vinylmotifkayu.com)

(71)

128 Rumput Sintetis

 Terbuat dari serat sintetis yang dibuat menyerupai rumput pada aslinya

Kelebihan Kekurangan

 Memiliki nilai estetis yang sangat tinggi untuk penutup lantai

 Dapat diterapkan pada indoor maupun pada outdoor

 Perlu dibersihkan secara rutin

Parquet

 Merupakan penutup lantai yang tebuat dari kayu

 Memiliki tipe solid maupun laminated

Kelebihan Kekurangan

 Artistik dan alami

 Menyesuaikan suhu pada ruangan

 Butuh perawatan khusus dan ekstra

 Cendering tidak tahan pada air dan lembab

 Rawan untuk dimakan rayap Gambar. 119 Rumput Sintetis

(Sumber:https://isibangunan.com)

Gambar. 120 Parket

(72)

129 Tabel. 15 Dinding

(Sumber : Dokumen Pribadi)

DINDING Kalsiboard

 Berfungsi sebagai dinding partisi

 Terbuat dari partikel gypsum

 Memiliki dimensi yang sidah terfabrikasi

Kelebihan Kekurangan

 Tahan muai dan susut karena perubahan suhu

 Ekonomis dari segi material dan pemasangan

 Ringan

 Tidak kedap suara

 Tidak dapat menahan beban struktural

 Mudah terbakar

Kaca

 Berfungsi sebagai dinding partisi

 Terbuat dari kaca

 Memiliki dimensi yang sidah terfabrikasi

 Permukaannya transparan

Kelebihan Kekurangan

 Mudah dalam pemasangan dan perawatannya

 Tahan terhadap api

 Memiliki nilai estetis yang tinggi

 Mudah pecah jika mengalami tekanan

 Harga yang mahal

 Tidak tahan terhadap gempa Gambar. 121 Kalsiboard

(Sumber:www.dianaluminium.com

(73)

130

ACP ( Alumunium Composite Panel )

 Berfungsi sebagai pelapis dinding

 Terbuat dari bahan polyetthylene dan alumunium

 Memiliki dimensi 1,22m x 2,44m

 Sering digunakan untuk eksterior bangunan

Kelebihan Kekurangan

 Tahan terhadap perubahan suhu

 Memiliki nilai estetis yang tinggi

 Ringan

 Harga relatif mahal

 Lemah terhadap tekanan angin

 Terdapat nat panel yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran

Batu Bata Merah

 Berfingsi sebagai dinding pengisi ataupun pelapis

 Terbuat dari bahan utama tanah liat

 Memiliki ukuran 6cm x 11cm x 22cm

Kelebihan Kekurangan

 Tahan terhadap panas api

 Ekonomis

 Kedap Suara

 Tidak tahan terhadap kelembaban yang sangat tinggi

 Mudah mengalami retak rambut

 Waktu pemasangan yang memakan waktu yang lama

Gambar. 123 ACP

(Sumber:https://sc02.alicdn.com)

(74)

131 Batu Batako

 Terbuat dari komposisi semen, pasir dan air

 Ukuran batako trass yang biasa beredar di pasaran memiliki panjang 20 cm–30 cm, tebal 8 cm 10 cm, dan tinggi 14 cm–18 cm.

Kelebihan Kekurangan

 Pengerjaan yang cepat  Berongga di dalamnya sehingga rawan untuk dipaku dan sifatnya lumayan rapuh

Batu Bata Ringan

 Dibuat dengan cara menambahkan

gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis

Kelebihan Kekurangan

 Material yang ringan

 Tidak membutuhkan plesteran yang tebal

 Membutuhkan semen perekat khusu

 Pengeringan lama jika terkena air

 Kualitas rendah dapat menyebabkan air merembes ke dalam

Peredam Suara Piramid

 Merupakan material pelapis dinding yang berguna untuk meredam suara pada ruangan ruangan yang memiliki kebisingan yang tinggi

Gambar. 125 Dinding Batako (Sumber:https://cdn.pixabay.com)

Gambar. 126 Dinding Bata Ringan (Sumber:https://cdn.pixabay.com)

(75)

132

Kelebihan Kekurangan

 Desain Unik

 Mudah Dipasang

 Mudah hancur jika terkena sayatan atau terkena benda yang tajam

Tabel. 16 Plafond

(Sumber : Dokumen Pribadi)

PLAFOND Gypsum board

 Berfingsi sebagai penutup sisi atas ruangan

 Terbuat dari gypsum

 Memiliki dimensi umumnya 1,2m x 2,4m

Kelebihan Kekurangan

 Dapat didesain sesuai kemauan

 Perawatan yang mudah

 Anti rayap karena tidak menggunakan material kayu

 Dapat menggunakan berbagai jenis rangka

 Tidak tahan air

 Tidak dapat menahan benturan yang keras

 Tidak kedap suara

PVC

 Berfingsi sebagai penutup sisi atas ruangan.

 Terbuat dari polyvinyl chloride. Gambar. 128 Gypsum Board

(Sumber:http://blogfifty.net)

Gambar. 129 PVC

(76)

133

Kelebihan Kekurangan

 Permukan mengkilap

 Tahan terhadap air

 Anti rayap

 Dapat menggunakan berbagai jenis rangka

 Kedap suara

 Harga relatif mahal

 Membutuhkan keahlian khusus untuk memasang

Kain

 Terbuat dari kain dan dianyam pada rangka yang dapat terbuat dari material yang kaku

Kelebihan Kekurangan

 Unsur estetik yang tinggi

 Murah dan praktis

 Mudah diganti

 Tidak dapat meredam panaa dari atap

 Mudah rusak dan tidak dapat menahan tetesan air

Tabel. 17 Penutup Atap (Sumber : Dokumen Pribadi)

PENUTUP ATAP Dak Beton

 Berfungsi sebagai penutup atap bangunan

 Terbuat dari bahan beton di cor dengan tulangan besi, baja iwf maupun dengan span deck.

 Dimensi ketebalan kurnag lebih 12 cm

 Ditopang dengan balok Gambar. 130 Plafond Kain

(Sumber:http://id.jinbeiextruder.com)

(77)

134

Kelebihan Kekurangan

 Memiliki kekuatan yang tinggi

 Dapat difungsikan sebagai ruangan outdoor.

 Anti rayap

 Tidak mudah bocor

 Tidak mudah terbakar

 Memerlukan waktu lama karena dibuat di tempat

 Membutuhkan keahlian khusus dalam membuatnya

 Mahal

Roof Garden

 Berfungsi sebagai penutup atap sekaligus penghijauan

 Terbuat dari bahan beton di cor dengan tulangan besi, baja iwf maupun dengan span deck.

 Ditopang dengan balok

Kelebihan Kekurangan

 Material yang ramah lingkungan karena tidak terbuat dari bahan kimia,

melainkan dari alam

 Dapat difungsikan sebagai ruangan outdoor.

 Memerlukan perawatan yang berkala dan ekstra

 Mahal dari segi pemasangan dan perawatan

Polycarbonate

 Bersifat meneruskan terang langit.

 Dimesi Ketebalan 0,8 cm

 Struktur khusus untuk menopang

 Memiliki berbagai macam warna dengan sifat buram.

Kelebihan Kekurangan

 Mudah dibersihkan

 Dapat memberikan penerangan alami pada ruangan tertentu

 Ringan

 Tidak dapat di daur ulang

 Mahal

 Mudah pecah Gambar. 132 Atap Roof Garden

(Sumber: http://blogfifty.net)

(78)

135 Bitumen

 Terbuat dari bahan aspal dan serat selulosa

 Dibuat dengan teknik penekanan dan pemanasan yang tinggi

Kelebihan Kekurangan

 Ringan

 Mampu meredam suara

 Memiliki varian warna yang beraneka ragam

 Kuat dan tahan lama

 Tahan air

 Harga yang mahal

ACP

 Berfungsi sebagai pelapis dinding

 Terbuat dari bahan polyetthylene dan alumunium

 Memiliki dimensi 1,22m x 2,44m

 Sering digunakan untuk eksterior bangunan

Kelebihan Kekurangan

 Tahan terhadap perubahan suhu

 Memiliki nilai estetis yang tinggi

 Ringan

 Dapat mengikuti bentuk bangunan (fabrikasi)

 Harga relatif mahal

 Lemah terhadap tekanan angin

 Terdapat nat panel yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran Gambar. 134 Atap Polycarbonate

(Sumber:https://5.imimg.com)

(79)

136 3.2.2 Studi Sistem Utilitas

Sistem utilitas menjadi faktor yang penting dan perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah bangunan. Khususnya bagaimana pemenuhan kebutuhan air dan pengolahan limbah.

Sistem Jaringan Air Bersih

Pada umumnya air bersih berasal dari PDAM kota yang didistribusikan melalui jarngan air bersih kota. Terdapat dua jenis sistem penyaluran air pada bangunan yaitu:

a. Sistem Up-Feed

Pada sistem ini air bersih didistribusikan ke ruangan yang dituju dengan pompa air. Air yang didistribusikan berasal dari tandon bawah.

b. Sistem Down-Feed

Sistem ini memanfaatkan gravitasi dengan mengalirkan air pada tandon atas menuju ruangan yang dituju.

Kedua sistem ini yaitu istem up-feed dan down-feed dapat digambarkan dengan skema di bawah ini :

Sumber Air Bersih

Tandon Bawah

Tandon Atas

Pompa

Plumbing

Ruangan yang Butuh Air

Downfeed Upfeed

(80)

137 Sistem Pengolahan Limbah

Berdasarkan pengaliran pipanya, penyaluran limbah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem one pipe yang mana seluruh air kotor dialirkan pada sebuah pipa dengan ujung terbuka, dan two pipe dimana air tinja / black water dan limbah selain black water dialirkan melalui pipa yang berbeda.

Berikut ini merupakan distribusi limbah berdasarkan pada jenis limbahnya :

a. Jaringan Limbah Cair (Grey Water)

Limbah cair dialirkan pada bak penampung dan diolah di filter organik / bio filtration lalu seterlah diolah dapat digunakan untuk menyiram tanaman. Sedangkan air yang mengendap akan dibuang menuju saluran kota.

b. Jaringan Limbah Padat (Black Water)

Limbah padat / black water pada bangunan ini adalah limbah yang berasal dari kotoran manusia. Limbah padat pada gedung PTC ini akan ditampung pada bio tank dan setelah diolah di biotank akan dibuang ke saluran kota.

Grey Water

Bak Penampung

Sewage Treatment Plant

Saluran Kota

(81)

138 c. Jaringan Air Hujan

Air hujan yang jatuh ke bangunan akan dikumpulkan oleh talang menuju ground tank khusus air hujan. Dengan melalui filtrasi khusus, air hujan ini dapat digunakan untuk flush toilet.

Manajemen Sampah

Manajemen sampah pada bangunan ini terdiri dari beberapa metode dalam sistem pembuangannya, yaitu :

a. Dikumpulkan ke Shaft Sampah

Pada metode ini, sampah organik dan anorganik pada setiap lantai bangunan dibuang melalui lubang shaft vertikal. Sampah yang sudah terkumpul akan dibuang dengan cara diangkut oleh petugas kebersihan kota.

Black

Water Septictank

Resapan

Rain Water

Talang Ground

Tank

Toilet PDAM

Skema. 14 Skema Distribusi Grey Water (Sumber:Dokumen Pribadi)

(82)

139 b. Dibusukkan melalui Lubang Biopori

Untuk sistem lubang biopori, hanya sampah organik saja yang dapat diolah pada lubang biopori. Lubang ini berukuran 10cm dengan kedalaman 70 – 100 cm yang ditempatkan pada sekitar area hijau pada tapak. Lubang ini membantu meningkatkan daya serap air ke dalam tanah.

Fire Fighting System

Berdasarkan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran, fire fighting system dibedakan menjadu dua jenis yaitu :

a. Penanggulangan pasif

Pada sistem pasif, bangunan merespon secara pasif dengan pengaplikasian material dan struktur yang tahan terhadap api. Selain itu juga terdapat teknik pemadaman secara pasif, contohnya adalah :

 Tangga Darurat

 Pintu Darurat Kebakaran

(83)

140  Smoke detector/sprinkler

b. Penanggulangan Aktif

Sistem penanggulangan aktif membutuhkan aksi dari pengguna bangunan jika terjadi kebakaran. Maka perlu disediakan alat alat pemadam kebakaran di dalam bangunan untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran. Alat alat tersebut antara lain adalah :

 APAR (Alat Pemadam Api Ringan)  Hydrant Bangunan

Hydrant

Gambar

Tabel. 3 Jadwal Kegiatan Atlet Paralimpian
Tabel di atas menjelaskan tentang fungsi bangunan dalam sepuluh tahun kedepan, didapatkan bahwa setiap tahun,
Tabel. 6 Jumlah Pengguna Bangunan PTC
Tabel. 8 Persyaratan Ruang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Adapun keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan adanya kerjasama di bidang servis AC ini yaitu gedung kantor Anda akan terasa jauh lebih nyaman ketika digunakan untuk bekerja

Karena berkat rahmat dan hidayat-Nya, sehingga saya dapat melaksanakan skripsi sampai proses penyusunan skripsi ini dengan baik, Laporan ini saya persembahkan

Sistem pengereman antilock ini bertujuan agar roda dari mobil tidak terkunci ketika pengereman dilakukan yang umumnya terjadi apabila kendaraan mendapatkan gaya pengereman

Maka dari itu dikembangkan sebuah sistem pakar online penentuan ras kucing dan cara perawatannya menggunakan metode forward chaining untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh

Berdasarkan tabel usulan program dari setiap kegiatan, maka dapat disusun sebuah tabel ringkas rencana program dan investasi bidang Cipta Karya yaitu dalam bentuk

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.Syukur Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, skripsi yang berjudul

Pada tahap ini dilakukan perhitungan kecepatan air yang bisa dipompa oleh piston untuk masing-masing variasi ukuran tabung karena untuk. setiap ukuran tabung

Curah hujan efektif untuk padi adalah 70% dari curah hujan tengah bulanan yang terlampaui 80% dari waktu dalam periode tersebut yang dapat dihitung melalui