TUGAS PENGANTAR ILMU POLITIK
Pengertian dan Macam
IDEOLOGI
OLEH
Yolanda Nur Rohma
07011281320013
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Ilmu Administrasi Negara
Semester I (Ganjil)
Dosen Pengasuh: Drs. Joko Siswanto M.Si.
NIP: 195706051985031003
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Kebijakan Umum (
Public Policy, Beleid)
Kebijakan (policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik, dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mecapai tujuan itu. Pada prinsipnya, pihak yang membuat kebijakan –kebijakan itu mempunyai kekuasan untuk melaksanakannya.
Para sarjana menekankan aspek kebijakan umum (public policy, beleid), menganggap bahwa setiap masyarakat mempunyai beberapa tujuan bersama. Cita-cita bersama ini ingin dicapai melalui usaha bersama, dan untuk itu ditentukan rencana-rencana yang mengikat, yang dituang dalam kebijakan-kebijakan (polities) oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini pemerintah. Berikut ini ada beberapa definisi:
1) A. Hoogerwerf, “Objek dari ilmu politik adalah kebijakan pemerintah, proses terbentuknya, serta akibat-akibatnya. Yang dimaksud dengan kebijakan umum disini menurut Hoogerwerf ialah, membangun masyarakat secara terarah melalui pemakaian kekuasaan (doelbewuste vormgeving aan de samenleving door middel van machtsuitoefening).” Politicologie: Begrippen en Problemen (Alpena an den Rijn: Samson Uitgeverji, 1972, hlm. 38-39).
2) David Easton, “Ilmu Politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijakan umum (study of making of public politicy). David Easton dalam buku The Political System menyatakan, Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang memengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang, yang diterima untuk suatu masyarakat, dan yang memengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu. Kita berpartisipasi dalam kehidupan politik jika aktivitas kita ada hubungannya dengan pembuatuan dan pelaksanaan kebijaksan untuk suatu masyarakat (Political life concern all those varieties of activity that influence significantly the kind of athritative policy adopted for a society and the way it put into practice. We are said to be participating in political life when our activity relats in some way to the making and execution of policy for a socienty).” The Political System, ed. Ke-2 (New York: Alfred A. Knopf, Inc., 1971, hlm. 128).
tindakan untuk mencapai tujuan dalam beberapa cara yang khusus. dengan demikian, maka konsep kebijakan publik berhubungan dengan tujuan dengan pola aktivitas pemerintahan mengenai sejumlah masalah serta mengandung tujuan.”
4) Thomas R. Dye (1978 : 3) “whatever governments choose to do or not to do”. (kebijakan publik adalah apapun yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan).
5) Santoso (1988 : 5), “serangkaian keputusan yan dibuat oleh pemerintah untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan juga petunjuk-petunjuk yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut terutama dalam bentuk peraturan-peraturan atau dekrit-dekrit pemerintah.”
6) Suradinata (1993 : 19), “kebijakan negara/pemerintah adalah kebijakan yang dikembangkan oleh badan-badan atau lembaga dan pejabat pemerintah. kebijakan negara dalam pelaksanaannya meliputi beberapa aspek, berpedoman pada ketentuan yang berlaku, berorientasi pada kepentingan umum dan masa depan, serta strategi pemecahan masalah yang terbaik.”
7) Lasswell dan Kaplan yang melihat kebijakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, menyebutkan kebijakan sebagai program yang diproyeksikan berkenaan dengan tujuan, nilai dan praktek (a projected program of goals, values and practices).
8) Carl Friedrich mengatakan bahwa yang paling pokok bagi suatu kebijakan adalah adanya tujuan (goal ), sasaran(objektive) atau kehendak(purpose).
9) H. Hugh Heglo menyebutkan kebijakan sebagai “a course of action intended to accomplish some end,” atau sebagai suatu tindakan yang bermaksud untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi Heglo ini selanjutnya diuraikan oleh Jones dalam kaitan dengan beberapa isi dari kebijakan.
bernegara tidak perlu diperhitungkan. Baru diperhitungkan kalau ada usaha untuk mencapainya, dan ada “faktor pendukung” yang diperlukan.
o Rencana atau proposal yang merupakan alat atau cara tertentu untuk mencapainya.
o Program atau cara tertentu yang telah mendapat persetujuan dan pengesahan untuk mencapai tujuan yang dimaksud.
o Keputusan, yakni tindakan tertentu yang diambil untuk menentukan tujuan, membuat dan menyesuaikan rencana, melaksanakan dan mengevaluasi program dalam masyarakat.
Selanjutnya Heglo mengatakan bahwa kebijakan lebih dapat digolongkan sebagai suatu alat analisis daripada sebagai suatu rumusan kata-kata. Sebab itu, katanya, isi dari suatu kebijakan lebih dapat dipahami oleh para analis daripada oleh para perumus dan pelaksana kebijakan itu sendiri.
10) Bertolak dari sini, Jones merumuskan kebijakan sebagai “…behavioral consistency and repeatitiveness associated with efforts in and through government to resolve public problems” (perilaku yang tetap dan berulang dalam hubungan dengan usaha yang ada di dalam dan melalui pemerintah untuk memecahkan masalah umum). Definisi ini memberi makna bahwa kebijakan itu bersifat dinamis – ini akan dibicarakan secara khusus dalam bagian lain, dalam hubungan dengan sifat dari kebijakan.
Pembagian (
Distribution)
atau Alokasi
Pembagian (distribution) atau alokasi (allocation) ialah pembagian dan penjatahan nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Para ahli menekankan tentang makna pembagian dan alokasi, bahwa politik hakikatnya adalah membagikan atau mengalokasikan nilai-nilai secara mengikat. Yang menjadi fokus, bahwa pembagian nilai-nilai itu sering tidak merata, dan seringkali menimbulkan konflik.
sesuatu yang ingin dimiliki oleh manusia. Nilai ini dapat bersifat abstrak seperti penilaian (judgement) atau suatu asas seperti misalnya kejujuran, kebebasan berpendapat dan kebebasan mimbar. Nilai juga bersifat konkret (material) seperti rumah, kekayaan, dan sebagainya.
Harlord D. Laswell dalam buku Who Gets What, When, How ( New York: Meridian Books, Inc., 1959) mengatakan bahwa “Politik adalah masalah siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana”.
David Easton dalam buku A System Analysis of Political Life (New York: 1965, hlm. 21) mengatakan, “Sistem politik adalah keseluruhan dari interaksi-interaksi yang mengatur pembagian nilai-nilai secara autoritatif (berdasarkan wewenang) untuk dan atas nama masyarakat (a political system can be designated as those interactions through which values are authoritatively allocated for a society)”.
Dalam Kerangka untuk Analisis Politik, menggunakan "sistem politik" istilah untuk menunjuk pola atau sistem manusia antar-tindakan dan hubungan dalam masyarakat politik di mana alokasi otoritatif dibuat dan diimplementasikan - alokasi yang mengikat semua anggota masyarakat dan diakui oleh sebagian besar anggota. Easton mendefinisikan sistem politik masyarakat sebagai “pola-pola interaksi melalui mana nilai-nilai yang dialokasikan untuk masyarakat dan alokasi ini diterima sebagai otoritatif oleh sebagian orang dalam masyarakat sebagian besar waktu”. Mengalokasikan nilai-nilai masyarakat dan memperoleh penerimaan luas dalam masyarakat sifat otoritatif, atau mengikat, dari alokasi, menurut Easton, merupakan fungsi dasar dari setiap masyarakat politik. “Ini adalah melalui kehadiran kegiatan yang memenuhi kedua fungsi dasar bahwa masyarakat dapat melakukan sumber daya dan energi anggotanya dalam penyelesaian perbedaan yang tidak dapat mandiri [yaitu, individu atau pribadi] diselesaikan”.
otoritatif dan tindakan oleh pemerintah, pengambilan keputusan dan tindakan yang mengakibatkan alokasi otoritatif nilai-nilai bagi masyarakat. Untuk mengatakannya dengan cara lain, Easton mendefinisikan "politik" sebagai aktivitas yang berhubungan dengan keputusan otoritatif pemerintah masyarakat dan untuk efek bahwa penegakan keputusan ini telah di alokasi, atau distribusi, penghargaan dan nilai-nilai di antara segmen yang berbeda dari masyarakat .
SUMBER:
Dasar-Dasar Ilmu Politik Prof. Miriam Budiardjo, Edisi Revisi,tahun 2010, Penerbit: PT
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Kebijakan Publik karangan Said Zainal Abidin, Edisi Revisi, tahun 2004, Penerbit: Yayasan
Pancur Siwah, Jakarta.
http://kebijakanpublik12.blogspot.com/2012/03/tentang-kebijakan-publik-menurut-para.html
http://diikadika.blogspot.com/2012/07/politik-negara-pengambilan-keputusan.html
http://chano21.blogspot.com/2012/05/definisi-implementasi-kebijakan-publik.html
http://matreripolitikdanhukum.blogspot.com/2012/03/politik-dan-sistem-politik.html
http://translate.google.com/translate?