KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul
“Budidaya Jamur Tiram”
Dalam menulis karya ilmiah ini tentunya terdapat banyak sekali rintangan yang
dihadapi penulis, Namun semua rintangan tersebut dapat dihadapi dengan penulis
berkat do’a,motivasi dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada Bu Yayuk Setyawati Mustikaningrum
selaku guru bahasa indonesia yang telah memberikan arahan, kepada rekan rekan
yang telah memberikan motivasi untuk penulis serta Ibu Kartika dan Bapak Ragil
yang telah memberikan izin untuk penulis agar dapat melakukan penelitian dikebun
jamur tiram miliknya.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini jauh dari kesempurnaan, sehingga
kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk dijadikan pedoman pada
penulisan berikutnya. Kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan penulis.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
MOTTO
BAB I PENDAHULUAN
i. Latar Belakang Penelitian
ii. Rumusan Masalah
iii. Tujuan Penelitian
iv. Manfaat Penelitian
v. Metode Penelitian
BAB II PEMBAHASAN
i. Definisi dan karakteristik jamur tiram
ii. kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram
iii. Proses penanaman bibit jamur tiram
iv. hal hal yang harus diperhatikan dalam membudidayakan jamur tiram
BAB III METODE PENELITIAN
A. Tempat Dan Waktu Penelitian
B. Subjek Penelitian
C. Instrumen Penelitian
D. Prosedur Penelitian
E. Lampiran
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
LEMBAR PENGESAHAN
“Budidaya Jamur Tiram”
Di Dusun Gedang Keret Desa Banjardowo Kecamatan
Jombang Kabupaten Jombang
Di SAH kan di Jombang pada 15 januari 2016
Penulis dan penyusun : - Yussy Meilina
- M. Aprillio Biantara A.P.
Wali kelas
Guru Bahasa Indonesia
Bagus Fitriawan Putra Yayuk Setyawati Mustikaningrum
NIP:196710151989032009
Mengetahui
Kepala Sekolah
Drs. Sugiharto
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman yang semakin maju ini, kita dituntut untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan seefisien mungkin. Dengan mendirikan usaha sendiri dapat dijadikan jalan untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang terjadi dimasyarakat. Bagi ibu rumah tangga misalnya, disamping menjalankan kewajibannya mengurus keluarga, dengan mendirikan usaha sendiri ia dapat mengisi waktu luang dan membantu menikatkan perekonomian keluarga. Namun mendirikan usaha sendiri juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena hal ini akan menimbulkan resiko kerugian yang besar.
Usaha jamur tiram, dalam hal ini jamur tiram dapat dijadikan pilihan usaha dan dapat
dikembangkan dalam skala rumah tangga. jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang paling banyak diminati di Indonesia. Usaha ini juga dapat dijadikan pekerjaan sampingan karena
pemeliharaan bibit tidak banyak menyita waktu, hanya saja dalam budidaya jamur tiram dibutuhkan kebersihan, ketelitian dan keuletan yang tinggi. Selain itu usaha ini dapat dijalankan secara individu maupun secara kelompok.
B. Rumusan Masalah
Agar pembahasan tidak meluas kemana-mana dan lebih terarah, penulis membatasi bacaan yaitu sebagai berikut :
a. bagaimana pengertian dan karakteristik jamur tiram?
b. apa saja kandungan gizi yang terkandung dalam jamur tiram? c. bagaimana cara menanam jamur tiram yang benar?
d. bagaimana penentuan masa panen dan cara memanen jamur tiram yang benar? e. hal hal apa saja yang perlu diperhatikan agar budidaya jamur tiram tidak mengalami kegagalan?
f. bagaimana cara pengendalian pada jamur yang sudah terkena hama atau penyakit?
C. Tujuan Penelitian
a. mencari informasi tentang pengertian dan karakteristik jamur tiram
b. mencari informasi tentang kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram c. mencari informasi tentang tata cara menanam jamur tiram dengan benar
d. mencari informasi tentang penentuan masa panen dan cara memanen jamur tiram e. mencari informasi tentang hal yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram
f. mencari informasi tentang cara pengendalian pada jamur yang sudah terkena hama atau penyakit
D. Manfaat Penelitian
a. memberikan informasi tentang pengertian dan karakteristik jamur tiram
b. memberikan informasi tentang kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram c. memberi informasi tentang cara menanam jamur tiram
d. memberi informasi penentuan masa panen dan cara memanen jamur tiram
e. memberi informasi tentang hal hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram
f. member informasi tentang cara pengendalian pada jamur yang sudah terkena hama atau penyakit
E. Metode Penelitian
Penelitian ini kami lakukan dengan metode observasi yaitu dengan dating langsung ke tempat pembudidayaan jamur tiram
PEMBAHASAN A. Pengertian dan Karakteristik Jamur Tiram
1. Pengertian jamur tiram
Jamur tiram merupakan jamur yang berasal dari Divisi Basidiomycotina dari jenis
pleurotus (jamur kayu) yang tempat hidupnya atau habitatnya di potongan-potongan kayu. Nama Bassidiomycota itu sendiri berasal dari Bahasa Latin yaitu Bassidium yang berarti “alatkecil “ , suatu tahapan diploid sementara dalam siklus hidup organisme tersebut. Bentuk bassidiom tersebut bentuknya mirip payung dan gada sehingga fungi tersebut juga dikenal dengan nama umum fungi gada (club fungi).
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat
dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.
Basidiomycotina merupakan pengurai penting bagi kayu dan bagian tumbuhan lainnya. Divisi basidiomycotina ini juga mencakup mutualis yang membentuk mikorhiza dan parasit tumbuhan. Jamur tiram bersifat makroskopis hifan.
2. Karakteristik Jamur Tiram
a) Karakteristik Jamur Tiram Secara Umum :
Heterotrofsaprofit
Multiseluler.
Tubuh disusun oleh hifa dan miselium dan tubuh buah.
Hifa bersekat.
Spora dihasilkan oleh sel basidium melalui reproduksi secara seksual.
Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara :
1) Aseksual :dilakukan saat kondisi lingkungan mendukung.
2) Seksual : dilakukan bila kondisi lingkungan kurang mendukung
Alat reproduksi seksual Basidiommycota berupa Basidium.
Basidium merupakan badan yangberasal dari sebuah sel yang
membesar, selanjutnya membentuk empat tonjolan .
Tonjolan dengan sel induknya dipisahkan oleh sekat hingga
Seluruh basidium berkumpul membentuk badan yang disebut
basidiokarp.
Bentuk basidiokap bervariasi, ada yang seperti papan, paying, bola,
dan ada yangtidak beraturan. b) Karakteristik Jamur Tiram Secara Khusus :
Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa
Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram
mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus.
Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat,
hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.
Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran
8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan
pegunungan daerah yang sejuk.
Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah
melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.
Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus
memperhatikan habitat alaminya.
Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji
kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu
Budi daya jamur tiram dapat pula menggunakan substrat jerami dengan tahapan
tertentu
Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung
B. Kandungan Gizi yang terdapat dalam Jamur Tiram
Kandungan gizi pada jamur
Kandungan gizi dan khasiat jamur tiram memiliki kadar protein yang tinggi dengan asam
amino yang lengkap, termasuk asam amino esensial yang dibutuhkan manusia.Selain itu
jamur tiram mengandung vitamin B1,B2 Dan beberapa garam mineral dari unsur-unsur
Ca,P,Fe,Na dan K.Kandungan serat jamur mulai 7,4% sampai 27,6% sangat baik bagi
pencernaan.
6 Kalori 265,5 kl
Sumber: AGBI Parung kudu, suka bumi
Kandungan Asam Amino Beberapa Jamur
Asam Amino Jamur
Kandungan Gizi Jamur Tiram Segar Per 100 Gram
C. Cara Menanam Jamur Tiram
Penyiapan media tanam dan penanaman bibit
Serbuk gergaji dipilih dan dibersihkan. Bagian yang besar dan tajam dibuang karena dapat merusak plastic substrat.Bahan yang sudah ada dicampur sesuai komposisi takaran dalam jolang / baskom plastic. Aduk sampai merata, jangan sampai ada gumpalan-gumpalan. Adapun bahan yang dicampurkan untuk menghasilkan 100 log adalah sebagai berikut :
• Serbuk gergaji atau ampas tebu halus 10,5 kg • Tepung jagung 0,6 kg
• Dedak halus 21 kg • TSP 1 kg
• Kapur 3 buah
Beri air secukupnya, dengan kandungan air 60% dan pHmedia diukur.Campuran bahan dimasukan ke dalam plastic transparan dengan ukuran 20 x 35 cm dan tebal 0,5. Media harus dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Media yang bagus adalah kepadatannya merata. Jangan lupa, ujung plastic bagian bawah ditusuk jari telunjuk supaya masak. Hal ini dilakukan agar bahan yang dimasukkan dan dipadatkan bisa duduk posisinya (tidak miring). Pengisian dilakukan tidak terlalu penuh, tapi disisakan 15 cm untuk memudahkan dalam mengikat.Tiap log ditimbang beratnya, yaitu sebanyak 1,2 kg.Sisa ujung plastic dimasukkan ke dalam cincin kemudian dilipat keluar, kemudian, ikat mulut plastic tersebut dengan karet tahan panas.lalu tutup mulut log tersebut dengan kapas kemudian tutup lagi dengan kertas, lalu diikat lagi dengan karet.kukus log media selama 12 jam.Lamanya pengukusan dihitung setelah air di dalam drum mendidih.Setelah selesai pengukusan, media di angkat dari drum. Lalu, biarkan selama 8 jam atau sampai dingin pada ruangan yang tertutup. Untuk
selanjutnya, dilakukan penanaman bibit.
Penanaman bibit dilakuan di ruangan tertutup
Semprot isi ruangan dengan alcohol 95%
Gunakan sarung sarung tangan dan semprot dengan alcohol 95%
Untuk memudahkan penanaman bibit, media yang akan diinokulasi disimpan di depan
dekat tangan kiri. Bibit yang akan ditanamkan disimpan di depan dekat tangan kanan. Antara media yang akan ditanami dan bibit, disimpan lampu spirtus.
Buka karet, kertas penutup, serta kapas penutup media.
Masukkan 3 sendok makan bibit untuk satu log media.
Setiap gerakan sendok yang dipakai, dipanaskan dengan api dari lampu spirtus.
Media yang sudah ditanami bibit tersebut ditutup kembali dengan kapas.
Penanaman bibit dikerjakan dengan cepat, tetapi harus teliti.
Media yang sudah ditanami bibit disimpan di atas rak.Biarkan sampai seluruh media diisi miselium jamur. Setelah seluruh bagian log ditumbuhi miselium jamur, cincin dan karet dimulut plastic dibuka.Kelembapan lingkungan dipertahankan dengan menyemprot
D. Ciri ciri jamur siap panen dan cara memanen jamur tiram
a. Penentuan waktu panen
panen dilakukan jika bentuk dan ukuran tubuh buah jamur sudah optimal. Cukup besar, namun belum mekar penuh. Pemanenan biasanya dilakukan dua sampai lima hari sejak munculnya bakal buah jamur. Cepat tidaknya jamur mencapai ukuran optimal sangat dipengaruhi tempat. Pemanenan dapat dilakukan setiap waktu, baik pagi,siang,sore maupun malam hari. Kegiatan panen biasanya bergantung pada pengumpul atau Bandar dari pasar, namun panen pagi hari dapat menjaga jamur tetap segar.
b. Cara memanen jamur tiram
Teknik memanen jamur adalah dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur yang ada. Panen tidak boleh dilakukan hanya dengan mengambil yang besar saja dan menyisakan yang kecil-kecil. Karena walaupun disisakan, pertumbuhannya tidak akan optimal bahkan kadangkala akan mati. Begitu pula bagian batang yang menembus log tanaman harus dicabut pula.
Log tanam harus dibersihkan dari sisa-sisa jamur. Apabila tidak, sisa tersebut akan membusuk dan mengakibatkan log tanam membusuk. Setelah dilakukan pembersihan, plastic pembungkus log tanam diturunkan kebawah guna memberikan ruang bagi bakal tubuh buah untuk tumbuh lagi.
E. Hal yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram Kelembaban Lingkungan tempat budidaya jamur tiram
Kelembaban lingkungan tempat budidaya jamur tiram cukup mempengaruhi hasil panen jamur tiram nantinya. Daerah yang lebih lembab biasanya akan menghasilkan jamur tiram yang lebar lebar. Namun bagi anda yang tidak berada di daerah lembab jangan berkecil hati, karena semua bisa disiasati. Tempat untuk budidaya jamur bisa dibuat lembab dengan selalu menjaga kelembaban, caranya dengan menyemprotkan air ke tanah (tidak perlu di media jamur tumbuh) dalam jangka waktu tertentu supaya kelembaban tetap terjaga dan sirkulasi tetap terjaga, misalnya juga membuat atap yang teduh dari rumput alang-alang atau jerami supaya lebih lembab, Beri jendela berukuran 30 cm dari atas tanah dan jendela dibuka pada malam hari supaya sirkulasi udara lancer, karena proses pertumbuhan jamur lebih cepat pada malam hari.
Kenali Fisiologis jamur tiram
SEbagai jamur konsumsi, jamur tiram memiliki bentuk yang khas, misalnya pada tudung berwarna hitam sampai kecoklatan tekstur permukaannya licin dan mengkilap, bilahnya berwarna putih, krem atau putih gading yang tersusun rapat. Jamur tiram hidup dengan baik di suhu kisaran 25-30 °C
Bibit jamur tiram
Media tanam jamur tiram dari substrat kayu, serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Namun bagi anda yang ingin budidaya jamur lebih mudah bisa langsung membeli media tanam dan bibitnya langsung yang sudah ditanam ke perusahaan pembibitan jamur tiram
Rumah untuk budidaya Jamur tiram
ukuran 6mx4mx4m. Bahan yang diperlukan untuk membuat rumah jamur berupa tiang, kaso, dan terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan.
Jaga Temperatur tempat budidaya jamur tiram
Temperatur ini sangat penting dijaga kestabilan kelembabannya. Factor lingkungan ini akan sangat mempengaruhi hasil panen jamur tiram nantinya. Pemeliharaan sub-start tanam dalam hal ini, harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat atau miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-30 C. Sementara untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-28 C. Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90%. Sebab kalau kurang, maka sub-strat tanam akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram air bersih pada pagi dan sore hari.
Masa Panen jamur tiram
Jamur tiram bisa dipanen sekitar 40 hari dari masa pembibitan. Frekuensi panen jamur tiram bisa dilakukan setiap hari sampai habis, namun hasil yang paling optimal biasanya panen antara 4-8 kali. SEtelah media tanam dibuang dang anti dengan yang baru lagi untuk budidaya jamur tiram selanjutnya.
F. PENGENDALIAN JAMUR YANG TERKENA HAMA DAN PENYAKIT
Sebelum kita mengarah pada pengendalian hama dan penyakit pada jamur tiram, alangkah baiknya jika kita mengetahui hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram. Berikut adalah penjelasan tentang hama dan penyakit pada jamur tiram beserta penanggulangannya.
1. HAMA
Hama yang menyerang jamur dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menyerang baglog dan kelompok kedua menyerang tubuh buah jamur itu sendiri. Hama yang menyerang baglog terdiri atas rayap, lalat, cacing, tikus, dan celurut.
Pada umumnya serangga dan cacing bersarang di dalam baglog, tikus dan celurut bersarang di sudut-sudut ruangan kumbung, sementara rayap dapat bersarang dalam baglog dan bahan kumbung, baik dalam tiang-tiang penyangga maupun rak penyimpanan.
Hama yang menyerang tubuh buah jamur umumnya dari jenis serangga, baik berbentuk kumbang maupun kutu. Hama yang paling banyak menyerang adalah kutu. Hama kutu bukan hanya menyerang jamur sejak kuncup sampai siap panen namun apabila terkena kulit manusia maka hama kutu akan mengigit dan menimbulkan rasa gatal. Para petani jamur di Jawa Barat menyebut hama kutu ini siuer.
Umumnya para petani jamur mengendalikan hama kutu ini dengan menggunakan obat pembasmi serangga atau insektisida yaitu rizotin. Obat pembasmi serangga ini
menguntungkan karena dapat membatasi penyebaran hama sehingga menghentikan
kerusakan. Namun, selain keuntungan terdapat juga kerugian. Adanya sisa insektisida dalam jamur akan berakibat buruk apabila termakan. Pada umumnya, petani jamur mencucinya guna menghilangkan sisa insektisida. Akan tetapi, proses pencucian ini berakibatkan jamur segar akan cepat busuk dan berubah warna.
2. PENYAKIT
3. CARA PENGOBATAN / PENGENDALIAN / PENGONTROLAN
Pengendalian hama dan penyakit jamur putih tiram bertujuan untuk menghindari atau menekan kehadiran jasad penyebab hama dan penyakit dalam budidaya jamur. Dalam pengendalian hama dan penyakit, usaha pengontrolan harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu, dan dilakukan sedini mungkin. Usaha-usaha pengontrolan ini meliputi hal-hal berikut ini:
Setiap baglog yang terkena hama dan penyakit harus dibuang atau dimusnahkan seawal mungkin karena dapat menjadi sumber hama atau penyakit.
Pengontrolan kadar air dalam baglog harus diperhatikan karena apabila terlalu banyak akan mengakibatkan tumbuhnya bibit jamur lain yang liar.
Sobat harus selalu membersihkan daerah kumbung dan juga peralatan yang dipakai.
Catatan kaki :
BAB III
METODE PENELITIAN a. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian tentang budidaya jamur tiram ini dilakukan pada tanggal Selasa, 05 Januari 2016 di kebun jamur tiram di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo Kecamatan Jombang.
b. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini subjek penelitiannya adalah petani pembudidayaan jamur tiram.
c. Instrumen Penelitian
i. Melakukan wawancara dengan pemilik pabrik pembudidayaan jamur tiram ii. Melakukan observasi dari berbagai sumber di internet
d. Prosedur Penelitian
i. Pergi ketempat penelitian
ii. Melakukan wawancara dengan petani pembudidayaan jamur tiram
iii. Melihat proses penanaman jamur tiram
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Ternyata pembudidayaan jamur itu tidaklah mudah ada beberapa tahapan yang harus dilalui dan butuh kesabaran, ketelatenan dan keuletan dalam menjaga jamur tersebut supaya tidak terkena hama penyakit yang dapat menumbulkan gagal panen. Keberhasilan
pembudidayaan jamur itu sendiri terletak pada kebersihan yang dilakukan pembudidaya terhadap tanaman jamur. Mulai dari persiapan penanaman jamur, sterilisasi bahan, sterilisasi bagbog hingga penanaman bibit jamur tersebut ke bablog tidak cukup sampai di sisni saja petani juga harus tetap menjaga suhu yang ada di ruangan pembudidayaan tetap stabil untuk memperoleh hasil yang maksimal atau jamur yang berukuran besar yang sangatlah laku di pasaran.
Pemanenan jamur tiram dilakukan 30 hari setelah pembibitan dimulai. Atau setelah 2-3 minggu hingga buah berbentuk. Setelah pemanenan jamur tiram haruslah di sortir terlebih dahalu untuk membagi hasil yang besar dan kecil bisasnya hasil yang besar oleh petani langsung di jual ke pasaran namun untuk hasil yang kecil petani pengolah kembali jamur tersebut menjadi makanan misal jamur krispy yang di jual di sekitar pembudidayaan tersebut. Pengemasan jamur tiram yang akan di jual kepasaran dengan menggunakan plastik kedap udara supaya jamur dapat bertahan lama atau jika jamur tidak laku bisa di simpan di lemari pendingan agar jamur tetap segar.
B. Saran
Hendaknya kita sebagai generasi muda dan pelajar mau mengetahi proses dalam
pembudidayaan jamur tiram.
Pembudidayaan tanaman jamur harus ditingkatkan guna mengwujudkan kebutuhan pasar
dan menggurangi pengangguran yang ada saat ini.
Kegiatan pembudidayaan harus di perkenalkan kepada generasi muda atau pelajar, hal ini
Daftar Pustaka :
1. Yuditian,Ryan.2006.Budidaya Jamur Tiram Putih untuk Pemula.Bandung:PT. Pribumi Mekar
2. https://jamurtanjungpinang.wordpress.com/2013/03/18/manfaat-dan-kandungan-gizi-dalam-jamur-tiram
3. http://zagal43.blogspot.co.id/2013/10/cara-budidaya-jamur-tiram-untuk-pemula.html(penanaman-bibit)
4. : http://cara-bertanam-jamur.blogspot.co.id/
5. http://newknowledgehere.blogspot.co.id/2013/09/contoh-karya-tulis-ilmiah-yang-berjudul.html
6. AGBI Parung kudu, suka bumi
7. FAO 1992