PERILAKU KONSUMTIF ANAK KOS
Definisi Variabel:
1. Kartodiharjo (1995) menjelaskan bahwa perilaku konsumtif sebagai sosial ekonomi perkembangannya dipengaruhi oleh faktor kultural, pentingnya peran mode yang mudah menular atau menyebabkan produk-produk tertentu.
2. Anggasari (dalam Sumartono, 2002) mengatakan perilaku konsumtif adalah tindakan membeli barang-barang yang murah atau tidak diperhitungkan sehingga sifatnya menjadi berlebihan.
3. Setiaji (1995) menyatakan bahwa perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak terencana.
Kesimpulan Definisi: Perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk membeli barang secara berlebihan dan dipengaruhi oleh faktor kebiasaan
Aspek:
a. Compulsive Buying:
Sebagai suatu tendensi kronis utuk membeli produk secara berlebihan serta berulang, yang melampaui kebutuhan dan sumber daya seseorang. Compulsive buyer cenderung senang berbelanja, selalu membeli item-item yang mungkin dia sendiri tidak pernah memakainya (terutama barang barang yang sedang diobral), dan bahkan membeli produk yang sesungguhnya diluar batas financialnya (Lina & Rasyid, 1997). b. Irrational Buying:
Perilaku pembelian dimana konsumen tidak mempertimbangkan untuk membeli maupun belum memutuskan produk apa yang akan dibeli. (Lina & Rasyid, 1997). c. Compulsive Consumption:
Misalnya, setiap minggu minum kopi di starbuck, dengan mengandalkan uang pemberian orangtua. (Lina & Rasyid, 1997).
Definisi Operasional: Perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk membeli barang secara berlebihan dan dipengaruhi oleh tiga aspek, yakni Compulsive Buying, Irrational Buying, dan Compulsive Consumption, dimana semakin tinggi skor akan semakin tinggi juga perilaku konsumtifnya.
Blue Print:
Tabel 1
Blue Print Perilaku Kons
Item:
ASPEK :
Compulsive Buying:
Sebagai suatu tendensi kronis utuk membeli produk secara berlebihan serta berulang, yang melampaui kebutuhan dan sumber daya seseorang. Compulsive buyer cenderung senang berbelanja, selalu membeli item-item yang mungkin dia sendiri tidak pernah memakainya (terutama barang barang yang sedang diobral), dan bahkan membeli produk yang sesungguhnya diluar batas financialnya (Lina & Rasyid, 1997).
PERTANYAAN
1. Ketika kita berada di suatu restoran, kita memesan tipe medium, dan kemudian waiters menawarkan Large dengan harga yang beda tipis, bagaimana respon anda?
2. Ketika sebuah brand donat terkenal menawarkan diskon yang sangat murah, apa yang akan anda lakukan, kenapa?
ASPEK :
Irrational Buying
Perilaku pembelian dimana konsumen tidak mempertimbangkan untuk membeli maupun belum memutuskan produk apa yang akan dibeli. (Lina & Rasyid, 1997).
1. Sesering apakah anda membuat perencanaan saat anda “jajan”?
2. Apakah anda sering mengiyakan ajakan teman untuk “jajan”? kenapa?
3. Apa alasan anda “jajan” tanpa merencanakan ataupun memperhitungkan harganya?
ASPEK :
Compulsive Consumption:
Respon terhadap dorongan yang tidak terkendali untuk mendapatkan maupun menggunakan, suatu barang dan jasa yang menyebabkan individu secara berulang terlibat dalam prilaku yang akhirnya dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Misalnya, setiap minggu minum kopi di starbuck, dengan mengandalkan uang pemberian orangtua. (Lina & Rasyid, 1997).
1. Apa alasan anda untuk kembali ke tempat makan yang terkenal enak rasanya, tapi masakannya sangat monoton?
2. Apa pendapat anda jika ada tempat makan yang sangat nyaman , tapi makanannya rasanya biasa saja, dan agak mahal harganya?