PROPOSAL
PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS
E-LEARNING YANG TERKONEKSI DENGAN JEJARING
Disusun oleh:
FLORENTINO CUSTODIO DIAS QUINTAS
080148810037
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ELEKTRO – INFORMATIKA
DAN KOMPUTER
PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS
E-LEARNING YANG TERKONEKSI DENGAN JEJARING
MEDIA SOSIAL
1. Latar Belakang
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dengan mekanisme pembelajaran/belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya. Depdiknas juga intensif mendorong pengembangan e-learning untuk memberikan layanan dan kesempatan pada masyarakat luas yang selama ini tidak terjangkau dengan sistem konvensional secara tatap muka. Se-hingga dengan adanya model e-learning ini memungkinkan untuk mencapai sasaran yang lebih luas di seluruh Indonesia (to reach the unreached). Dalam perspektif yang lebih luas, dunia saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.[1]
terbina secara ofline. Penggunaannya sebagai perekat aktivitas sosial menjadikannya relevan untuk dijadikan sebagai sarana interaksi dalam konteks pembelajaran. Selain itu, Facebook juga memiliki fitur-fitur yang sejalan dengan kebutuhan penyelenggaraan pembelajaran yang utama yakni presentasi, dan dalam pengertian terbatas, juga sarana evaluasi. Interaksi dalam konteks pembelajaran meliputi: diskusi berfokus pada materi, pengumuman mengenai aktivitas dan event-event pembelajaran, pemberian tugas, maupun percakapan berbasis teks antara mahasiswa dan dosen atau antara mahasiswa dan mahasiswa lainnya.
Sistem e-learning seiring perkembangan teknologi informasi terus dikembangkan, bahkan beberapa pakar atau ahli sependapat bahwa adanya e-learning seperti sekarang yang banyak bermunculan, dapat juga dikatakan sebagai ciri dari generasi teknologi web sekarang yang merupakan bagian dari karakteristik dari web 2.0. Web 2.0 lebih menonjolkan ide kolaborasi dan berbagi informasi, yang tidak dimiliki generasi web sebelumnya seperti web 1.0 dengan tampilan yang statis. Karakteristik kolaborasi dan berbagi informasi inilah yang sekarang melekat dan banyak dimiliki beberapa situs jejaring sosial seperti twitter, facebook, myspace dan jejaring sosial yang lainnya.
terjadi. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang dimungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu.
Berkaitan dengan program aplikasi E-learning tersebut maka pada penelitian skripsi ini akan dilakukan rancangan dan pembuatan sistem pembelajaran E-learning berbasis web yang dapat terkoneksi melalui jejaring facebook. Dan diterapkan di jurusan Elektro Fakultas Universitas Widyagama Malang.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang yang di utarakan di atas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah :
Bagaimana merancang aplikasi pembelajaran e-learning yang berbasis web, bagaimana aplikasi pembelajaran e-learning dapat terkoneksi melalui jejaring media sosial facebook sebagai sarana dalam membantu pembelajaran.
3. Tujuan Penelitian
Tujuan pada penelitian ini adalah :
Menghasilkan rancangan program aplikasi pembelajaran e-learning berbasis web, menerapkan aplikasi pembelajaran e-learning yang terkoneksi melalui jejaring facebook.
4. Kontribusi Penelitian
meningkat. Mengintegrasikan program aplikasi pembelajaran e-learning dengan melalui jejaring sosial facebook.
5. Batasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini adalah :
a. Sistem dirancang untuk dapat diterapkan di Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang.
b. Jejaring media sosial yang digunakan adalah facebook. 6. Tinjauan Pustaka
6.1. Penelitian Terdahulu
6.1.1. Penelitian E-learning
Penelitian tentang e-learning telah banyak dilakukan. Eko Puji Utomo, et. al, Program Studi D-III Teknik Telekomunikasi Akademi Teknik Telkom Sandhy Putra Purwokerto meneliti rancang bangun e-learning mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web di SMPN 3 Mandiraja. Sistem dibangun menggunakan PHP dan database SQL dan dikoneksikan dalam jaringan komputer client-server LAN agar website yang dibangun menjadi lebih terpusat. Perancangan menggunakan metode waterfall system [4].
membuat rancangan model dan mengimplementasikan dalam bentuk kode-kode pemrograman Java Script dan ActionScript Macromedia Flash 5.0 [6].
Erma Susanti, Muhammad Sholeh, 2008, Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta melakukan rancang bangun aplikasi e-learning. Media ICT dapat digunakan sebagai salah satu bentuk penyebaran materi perkuliahan. E-Learning sangat potensial untuk membuat proses belajar lebih efektif sebab peluang mahasiswa untuk berinteraksi dengan guru, teman, maupun bahan belajarnya terbuka lebih luas. Mahasiswa dapat mengakses bahan kuliah melalui media Internet. Manfaat lain dengan adanya E-Learning adalah adanya forum yang dapat dipakai sebagai sarana diskusi antara mahasiswa dengan dosen [7].
6.1.2. Penelitian E-learning Aplikasi Jejaring Sosial
6.1.2.1. Penerapan E-Learning Geografi Melalui Media Berbasis Web
(Facebook)
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem E-learning untuk meningkatkan efektifitas dan fleksibilitas pembelajaran. Facebook adalah situs web jejaring sosial memiliki fitur dan aplikasi yang dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan E-learning Geografi melalui media berbasis web (facebook) dan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa setelah menerapkan E-learning Geografi melalui media berbasis web (facebook).
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri di kota Tegal. Penentuan sampel dengan teknik Sample Random Sampling diperoleh kelas X6, X7, X8, X3, dan X5 sebagai kelas eksperimen. Post test digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa; observasi digunakan untuk memperoleh data aktivitas siswa dan kinerja guru pada saat pembelajaran; dan angket digunakan untuk memperoleh data tanggapan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji proporsi satu pihak (uji z).
E-learning Geografi melalui media berbasis web (facebook) pada materi pokok Hidrosfer dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal.
Gambar 1. Contoh tampilan [1]
6.1.2.2. Pemanfaatan Aplikasi Jejaring Sosial Facebook Untuk Media Pembelajaran
Jejaring sosial (Social networking) menjadi fenomena yang cukup menarik untuk diteliti, karena dengan seiiring perkembangannya segala macam aktifitas dan kegiatan dapat diterapkan, salah satunya sebagai media pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan aplikasi yang dapat diintegrasikan melalui jejaring sosial facebook sebagai infrastruktur utama bagi berjalannya sistem untuk media pembelajaran (e-learning).
Hasil implementasi dan uji coba yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa situs jejaring sosial yang sekarang berkembang salah satunya seperti facebook dapat dimanfaatkan sebagai e-learning yang merupakan salah satu karakteristik dari generasi teknologi web 2.0, colaborating and sharing.
Gambar 3. Contoh aplikasi [2]
6.1.2.3. Studi Penggunaan Jejaring Sosial Edmodo Sebagai Media E-Learning Oleh Dosen Senior Yang Tidak Terbiasa Bekerja Dengan Komputer
Salah satu media pembelajaran online yang telah digunakan digunakan diberbagai negara maju adalah Edmodo. Edmodo adalah sebuah Learning Management System (LMS) yang dapat memfasilitasi dosen untuk membuat dan mengatur kelas online mereka secara mudah. Penelitian ini menginvesitigasi bagaimana seorang dosen senior tapi tidak terbiasa bekerja dengan komputer, dapat menggunakan Edmodo sebagai media e-learning untuk mahasiswanya, dan selanjutnya mengungkap persepsi dosen dan mahasiswa tentang Edmodo.
Hasil penelitin ini juga menunjukan bahwa dosen tersebut bersama mahasiswanya mempunyai persepsi yang positif terhadap Edmodo untuk pembelajaran dimana dosen dan mahasiswa menyatakan bahwa aspek teknis dan sebagian fitur Edmodo mudah untuk dipahami dan digunakan untuk pembelajaran berbantuan e-learning.
Tabel 1. Aktivitas dosen dalam Edmodo [3]
Tabel 2. Persepsi dosen terhadap Edmodo [3]
6.2. E-learning
menggunakan media komputer dan internet. Banyak pula terminologi lain yang mempunyai arti hampir sama dengan E-Learning, diantaranya : Web-based training, online learning, computer-based training/ learning, distance learning, computer-aided instruction, dan lainnya. Terminologi E-Learning sendiri dapat mengacu pada semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi [7].
Konsep E-Learning adalah penyediaan kelas-kelas baru setara dengan kelas konvensional di lembaga pendidikan yang selama ini ada. Oleh karena itu, pembangunan sebuah lembaga pendidikan virtual seperti E-Learning ini haruslah memberikan hasil yang kurang lebih sama dengan cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan konvensional. Intinya, sistem E-Learning ini diadaptasikan dari sistem yang ada di lembaga pendidikan konvensional ke dalam sebuah sistem digital melalui Internet. Sebagai sebuah hasil pencangkokan dari benih sistem pendidikan induk yang sama, juga mewarisi sifat-sifat dan sistem yang dilakukan oleh induknya.
Salah satu contoh yang paling nyata adalah proses belajar-mengajar. Seorang pengajar akan memberikan materinya kepada para siswa yang ada di berbagai tempat dengan dihubungkan oleh Internet. Metode ini kurang lebih sama dengan proses belajar-mengajar yang ada di sekolah konvensional. Dari sifat tersebut, jelaslah bahwa pengembangan teknologi E-Learning harus didasarkan pada sifat dan karakter asli dari sistem pendidikan yang telah ada.
Synchronous berarti “pada waktu yang sama”. Jadi, synchronous training adalah tipe pelatihan dimana proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama ketika pengajar sedang mengajar dan murid sedang belajar. Hal tersebut memungkinkan interaksi langsung antara pengajar dan murid, baik melalui Internet maupun Intranet. Pelatihan E-Learning synchronous lebih banyak adalah digunakan seminar atau konferensi yang sering pula dinamakan web conference atau webinar (web seminar) dan sering digunakan di kelas atau kuliah universitas online.
Synchronous training mengharuskan guru dan semua murid mengakses Internet secara bersamaan. Pengajar memberikan makalah dengan slide presentasi melalui hubungan Internet. Murid dapat mengajukan pertanyaan atau komentar melalui chat window. Jadi, synchronous training sifatnya mirip pelatihan di ruang kelas. Namun, kelasnya bersifat maya (virtual) dan peserta tersebar di seluruh dunia dan terhubung melaui Internet. Oleh karena itu, synchronous training sering juga dinamakan virtual classroom.
2. Asynchronous Training
pengajar atau pelajar lain pada waktu bersamaan. Oleh karena itu pelajar dapat memulai pelajaran dan menyelesaikannya setiap saat.
Paket pelajaran berbentuk bacaan dengan animasi, simulasi, permainan edukatif, maupun latihan atau tes dengan jawabannya. Pelatihan asynchronous yang terpimpin memungkinkan pengajar memberikan materi pelajaran lewat Internet dan peserta pelatihan mengakses materi pada waktu yang berlainan. Pengajar dapat pula memberikan tugas atau latihan dan peserta mengumpulkan tugas lewat e-mail. Peserta dapat berdiskusi atau berkomentar dan bertanya melalui media diskusi.
Tabel 3. Perbedaan Tipe E-learning [9]
6.3. Sejarah Perkembangan E-learning
E-Learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut [10] :
a. Tahun 1990,
CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format mov, mpeg-1, atau avi.
b. Tahun 1994,
Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
c. Tahun 1997,
LMS (Learning Management System) seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak, dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE.
d. Tahun 1999,
penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.
6.4. Jejaring Sosial
Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Jejaring sosial (Social networking) menjadi fenomena yang cukup menarik untuk diteliti, karena dengan seiiring perkembangannya segala macam aktifitas dan kegiatan dapat diterapkan, salah satunya sebagai media pendidikan.
Social Networking merupakan sebuah bentuk layanan internet yang ditujukan sebagai komunitas online bagi orang yang memiliki kesamaan aktivitas, ketertarikan pada bidang tertentu, atau kesamaan latar balakang tertentu. Social networking lazim disebut sebagai jaringan pertemanan. Layanan social network biasanya berbasis web, dilengkapi dengan beragam fitur bagi penggunanya agar dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi.
organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain.
Jejaring sosial yang banyak bermunculan yang dapat ditemui diantaranya friendster, twitter, facebook, myspace, ebudy. Penelitian tentang standar yang berfokus pada pembelajaran e-learning, salah satunya pemanfaatannya melalui jajaring social facebook telah banyak dilakukan. Dengan menggunakan konsep e-learning sebagai infrastruktur pembelajaran berbasis content, dimungkinkan materi yang disajikan dapat disesuaikan (flexibelity) dengan kebutuhan pengguna.
6.5. Jejaring Sosial Facebook
Facebook bermula dari rancangan situs yang dibuat mahasiswa Harvard pada awal tahun 2004. Popularitasnya kemudian mendunia dan menjadi salah satu situs jejaring sosial paling populer saat ini, dengan lebih dari 800 juta pengguna
menurut situs Internet World Stats
dalam pertemuan-pertemuan. Pengayaan dan perluasan dari pertemuan tatap muka juga diselenggarakan melalui interaksi menggunakan facebook, baik dalam bentuk mengunggah (upload) bahan pembelajaran, pengumuman, diskusi, maupun pengiriman bahan ajar dalam bentuk catatan dan tautan-tautan ke dokumen lain di Internet.
7. Metodologi Penelitian
7.1. Konsep Penelitian
Rancang bangun penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran secara elektronic learning (e-learning) yang dapat terkoneksi pada jejaring media sosial facebook. Salah satu contoh aplikasi ini adalah Claroline. Beberapa fungsi Claroline yang meliputi pengembangan jalur untuk belajar, dokumen penerbitan dan informasi dalam PDF, teks, HTML, atau format video [13]. Claroline adalah sebuah platform eLearning dan eWorking yang bersifat open source yang membuat pengajar bisa membangun pembelajaran online yang efektif dan mengatur aktivitas pembelajaran dan kolaborasi di atas web. Kelebihan Claroline adalah software yang di desain sederhana untuk digunakan, tidak membutuhkan teknik khusus dalam penggunaannya dan memerlukan Bandwith yang terhitung kecil. Kelebihan lain untuk pengguna adalah adanya akses dan media seperti agenda, berbagi dokumen, latihan secara online, tugas, bagian pembelajaran, forum, ruang chat, dan juga wiki.
mahasiswa maupun dosen. Dengan cara ini maka proses pembelajaran dengan aplikasi e-learning tidak hanya bersifat individu tetapi dapat terjalin suatu komunikasi 2 arah antara dosen dan para mahasiswanya.
7.2. Blok Diagram Sistem
Database E-learning
Web browser
Admin
Dosen Mahasiswa
Gambar 14. Blok Diagram Sistem Penjelasan diagram diatas :
Dosen
Dosen memiliki tugas :
a. Mengunggah materi kuliah yaitu materi kuliah yang diampu.
b. Membuat kuis yaitu membuat dan mengunggah soal-soal kuiz untuk mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut.
c. Mengunggah nilai yaitu mengunggah hasil evaluasi kuiz mahasiswa tersebut. Administrasi
Petugas administrasi bertugas mengelola data meliputi data user, data materi kuliah, kuis dan nilai-nilai. Aktivitas ini termasuk meng-update data dan menghapus data yang tidak diperlukan.
Mahasiswa memiliki tugas :
a. Mengunduh materi kuliah yaitu materi kuliah yang diikuti mahasiswa tersebut. b. Mengikuti kuis yaitu mengerjakan soal-soal kuiz yang dibuat oleh dosen
pengampi mata kuliah tersebut.
c. Melihat nilai yaitu melihat hasil evaluasi kuiz tersebut. Web browser
Web Browser adalah suatu program atau software yang digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu web yang tersimpan didalam komputer. Awalnya, web browser berorientasi pada teks dan belum dapat menampilkan gambar juga memutar file multimedia seperti video dan suara. Web browser juga dapat mengirim dan menerima email, mengelola HTML, sebagai input dan menjadikan halaman web sebagai hasil output yang informative.
Fungsi Web Browser :
Untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dukumen-dokumen yang disediakan oleh web server
Database E-learning
kumpulan informasi tentang data-data pembelajaran yang saling berhubungan dan disimpan secara sistematik di dalam sistem komputer server sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program aplikasi untuk memperoleh informasi dari basisdata tersebut.
Media sosial facebook
menggantikan fungsi perangkat lunak learning management system. Dibandingkan dengan perangkat lunak learning management system, Facebook memiliki keunggulan karena bisa digunakan tanpa menyewa atau mengelola
server dan lebih akrab digunakan oleh mahasiswa.
Sebuah server digunakan sebagai sarana database aplikasi e-learning. Para pengguna terdiri dari dosen, petugas administrasi dan mahasiswa. Masing-masing pengguna memiliki aktivitas-aktivitas yang berbeda dalam sistem. Aktivitas-aktivitas ini terhubung melalui internet.
7.3. Aktivitas Para Pengguna Sistem
Aktivitas para pengguna sistem dapat dilihat pada gambar berikut.
Dosen Unggah materi kuliah
Diagram flowchart sistem :
Penjelasaan diagram flowchart :
Gambaran alur proses sistem secara umum yang pertama initialisasi data-data variabel database pembelajaran. Admin, dosen dan mahasiswa bisa langsung akses untuk melakukan chat. Untuk masuk ke sistem baik admin, dosen dan mahasiswa harus mempunyai account login terlebih dahulu dengan memasukkan
username dan password. Untuk user level mahasiswa, bisa masuk jika ia harus memiliki account login mahasiswa dan bisa melakukan pemilihan proses unduh file atau tidak, begitu juga untuk user level dosen harus memiliki account login
dosen dan bisa untuk melakukan proses pemilihan file yang diinputkan dan akan diteruskan pada proses unggah file atau tidak.
Desain Tampilan
Secara umum, desain tampilan sistem adalah sebagai berikut :
J URUSA N E L EK TRO F A K UL TA S TE K N IK Desain tampilan secara umum terdiri dari 4 bagian yaitu:
1. Bagian header.
Berisi informasi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang.
2. Bagian menu.
Berisi tentang informasi situs dan kontak yang bisa dilakukan. 3. Bagian menu.
Berisi menu pilihan materi kuliah, kuiz dan nilai kuiz. 4. Menu login
Sistem yang telah dirancang bangun diuji coba untuk mengetahui apakah sistem dapat bekerja dengan baik. Pengujian direncanakan sebagai berikut :
1. Pengujian Aktivitas Individu.
Masing-masing pengguna secara bergantian mengakses sistem dengan aktivitas login dan aktivitas-aktivitas perorangan lainnya.
2. Pengujian Aktivitas Bersama.
Yaitu pengujian aktivitas chat dimana dosen, administrasi dan mahasiswa berkomunikasi langsung secara online.
8. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini adalah : BAB I PENDAHULUAN
Membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, batasan masalah dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Membahas teori-teori yang bersesuaian dengan topik skripsi ini. BAB III METODOLOGI PERENCANAAN
Membahas proses perencanaan sistem berbasis Claroline. BAB IV PERENCANAAN DAN ANALISA
Membahas proses perencanaan dan analisa hasil perencanaan sistem. BAB V KESIMPULAN
9. Daftar Pustaka
[1] Wardhani K, Sugiyanto R, Santoso AB, 2012, Penerapan E-Learninggeografi Melalui Media Berbasis Web (Facebook), Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
[2] Nurkamid M, Dahlan M, Susanto A, Khotimah T, 2013, Pemanfaatan Aplikasi Jejaring Sosial Facebook Untuk Media Pembelajaran, Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus
[3] Marzal J, 2014, Studi Penggunaan Jejaring Sosial Edmodo Sebagai Media E-Learning Oleh Dosen Senior Yang Tidak Terbiasa Bekerja Dengan Komputer, Edumatica Volume 04 Nomor 01, ISSN: 2088-2157
[4] Utomo EP, Wahyuningrum T, Saptadi AH, Januarita H, 2011, Rancang Bangun E-Learning Mata Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Berbasis Web Di SMPN 3 Mandiraja, Program Studi D-III Teknik Telekomunikasi, Akademi Teknik Telkom Sandhy Putra, Purwokerto
[5] Suwindra IPT, 2004, Rancang-Bangun Model Pembelajaran Fisika Interaktif Berbasis Web, Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja
[6] Prastyawan JI, Sunarto MJD, Arifin M, 2011, Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Matriks BerbasisWeb Dengan Model Multimedia Learning (Studi Kasus : SMAN 4 Surabaya), Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, Surabaya
[7] Susanti E, Sholeh M, 2008, Rancang Bangun Aplikasi E-Learning,Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi, AKPRIND Yogyakarta, Jurnal Teknologi, Vol. 1, No. 1
[8] Harjanto A, 2012, Rancang Bangun Computer Assisted Instruction (CAI) Sebagai Media Pembelajaran Dalam Mata Pelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas,Program Studi Magister Sistem Informasi, Universitas Diponegoro, Semarang
[9] Chandra Y, Suciptho A, Sunery, 2012, Rancang Bangun Sistem Informasi E-Learning Berbasis Web Pada SMA Santa Patricia, Binus University, Jakarta
[10] Fadhilah N, 2012, Sejarah Perkembangan E-Learning, Universitas Negeri Surabaya
[12] Putra WA, 2014, Media Sosial & Jejaring Sosial (Social Media & Social Network).
[13] Consortium Claroline, 2006, Choosing Claroline, claroline.net
[14] Petrović, N., Petrović, D., Jeremić, V., Milenković, N., & Ćirović, M. (2012). Possible Educational Use of Facebook in Higher Environmental Education. ICICTE 2012.