• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antara Jihad dan Berbakti kepada Orang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Antara Jihad dan Berbakti kepada Orang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Antara Jihad dan Berbakti kepada Orang Tua

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ûd RA:

،اههتلقموه ىلهعه ةكل

ه ص

ت لا ل

ه اقه ؟هلللا ىلهإل ب

ي حهأه ل

ل مهعهلما ي

ي أ

ه يتبلنتلا تكلمأهسه

يفل دكاههجللما لهاقه ؟ي

ي أ

ه متثك لهاقه ،نليمدهللاوهلما ريبل متثك لهاقه ؟ييأه متثك لهاقه

ينلدهازهله هكتكدمزهتهس

م ا وملهوه ن

ت هلبل ينلثهدتحه ل

ه اقه ،هللا ل

ل يبلس

ه

(2)

hal itu kepadaku, seandainya aku bertanya lagi tentu Rasulullah akan menambahkan lagi.”

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari jihad di jalan Allah bukanlah prioritas pertama karena ada yang lebih tinggi dan disukai oleh SWT dari pada jihad, yakni shalat di awal waktu dan berbakti kepada orang tua. Hal itu dapat kita ketahui dari urutan kalimat atau redaksi dalam hadits di atas, yakni: 1. ةكله صت لا اههتلقموه ىلهعه (shalat di awal waktu), 2.

ن

ل يمدهللاوهلما ريبل

(berbakti kepada kedua orang tua), dan 3.

هلللا ل

ل يبلس

ه يفل دكاههجللما

(jihad di jalan Allah).

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Ketiga hal di atas, yakni: sahalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah kesemuanya adalah perintah Allah SWT sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur’an:

1.

ةهلهص

ت لا م

ل قلأ

ه

,

Tegakkanlah shalat, (Al-Isra’, 78)

2.

انداس

ه حمإل ن

ل يمدهللاوهلمابلوه

,

Berbaktilah kepada kedua orang tua (Al-Isra, 23)

3.

هللا ل

ل يبلس

ه يفل امودكههاجهوه

,

Berjihadlah di jalan Allah (Al-Baqarah, 218)

Jika kita bandingkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan jihad di jalan Allah maka berbakti kepada kedua orang tua harus lebih didahulukan dari pada jihad karena ia menempati urutan kedua, sedangkan berjihad berada di urutan ketiga. Dari sisi hukum Islam, berbakti kepada kedua orang tua hukumnya fardhu ain yang berarti mengikat atau berlaku bagi setiap orang tanpa terkecuali. Sedangkan jihad di jalan Allah, menurut jumhur ulama, hukumnya fardhu

kifayah yang berarti jika sudah ada sebagian orang yang

(3)

sehingga tidak serta merta terkena dosa karena ketidak ikut

sertaannya. Dalam keadaan tertentu, hukum jihad di jalan Allah bisa berubah menjadi fardhu ain.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Beberapa tahun terakhir ini, terutama sejak reformasi, beberapa kekerasan atas nama agama terjadi dimana-mana di berbagai daerah di Indonesia. Kekerasan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih atas nama jihad dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Pertanyaannya adalah apakah mereka mendapatkan izin dari kedua orang tuanya untuk melakukan kekerasan yang tidak hanya menewaskan orang lain tetapi juga menewaskan diri sendiri tersebut?

Pertanyaan di atas penting untuk dijawab sebab jika tidak

mendapatkan izin dari kedua orang tua, maka siapa pun sebetulnya tidak diperbolekan pergi berjihad. Rasulullah SAW sendiri tidak berani memberangkatkan seseorang untuk pergi berjihad di jalan Allah jika orang tersebut tidak mendapat izin dari orang tuanya. Padahal jihad yang diserukan Rasulullah SAW adalah jihad yang

dijamin bisa dipertanggungjawabkan keabsahan dan kebenarannya di hadapan Allah SWT, dan bukan jihad yang kontroversial apalagi jihad yang keliru sama sekali.

Sikap Rasulullah SAW yang tidak bersedia memberangkatkan

seseorang pergi ke medan jihad tanpa izin kedua orang tuanya dapat kita lihat pada kandungan hadits yang diriwayatkan dari `Abdullâh bin `Amr RA berikut ini:

(4)

“Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullâh, lalu dia minta idzin ikut berjihad. Rasulullâh bertanya: ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Lelaki itu menjawab, “Ya.” Rasulallâh bersabda, “Berjihadlah di sisi keduanya!”

Hadits tersebut mengandung maksud bahwa seseorang yang hendak berjihad harus mendapatkan izin dari kedua orang tuanya karena jihad (dalam arti perang di jalan Allah) itu mempertaruhkan nyawa. Hanya kedua orang tuanya yang berhak memberi izin berjihad, baik orang itu sudah berkeluarga maupun belum. Hal ini tentu bisa kita mengerti karena kehadiran seseorang ke dunia ini melalui kedua orang tuanya dimana sang ibu dahulu sewaktu melahirkannya membutuhkan perjuangan yang luar biasa dengan nyawa sebagai taruhannya.

Apakah perjuangan seorang ibu yang sedemikian berat itu boleh diabaikan sang anak begitu saja sehingga ia pergi berjihad tanpa restu atau izinnya? Tentu saja tidak! Oleh karena itu, sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas, Rasululllah SAW memerintahkan agar laki-laki yang hendak ikut berjihad bersama Rasulullah SAW itu supaya pulang menemui kedua orang tuanya untuk berbakti kepada mereka. Rasulullah mengatakan, دهلاجهفه امههليفلفه, “Berjihadlah di sisi keduanya!”. Artinya berbakti kepada kedua orang tua itu juga

termauk jihad di jalan Allah meski tidak secara langsung.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ibnu Majah, dikatakan bawa seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata:

رهادتلاوه هللا ههجموه ىغلتهبمأه ك

ه عهمه دهاههجللما دكيرلأك ت

ك ئمجل ىنيإل هلللا ل

ه وس

ك ره ايه

:

.

امههليملهإل عمجلرمافه لهاقه نلايهكلبميهله ى

ت دهللاوه ن

ت إلوه ت

ك يمتهأ

ه دمقهلهوه ةهرهخللا

مههكتهيمك

ه بمأه امهكه امههككمحلض

م أ

ه فه

(5)

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya datang ingin berjihad

bersamamu, mencari wajah Allah dan (surga) di kehidupan akhirat, dan sesungguhnya kedua orangtua saya benar-benar menangis. Beliau Rasulullah SAW menjawab: “Kembalilah kepada keduanya, buatlah mereka berdua tertawa sebagaimana kamu telah membuat mereka menangis.”

Hadits tersebut menegaskan bahwa jika orang tua tidak mengizinkan seseorang pergi berjihad bersama Rasulullah SAW, maka orang

tersebut harus mengurungkan niatnya. Jika orang tua menangisi kepergian sang anak ke medan jihad karena memang tidak

memberikan izin, maka sang anak harus kembali ke rumah dan melakukan sesuatu yang dapat menyenangkan hati kedua orang tuanya hingga mereka dapat tertawa bahagia untuk menghapus kecemasan dan kesedihan yang mereka rasakan sebelumnya.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Mengingat arti pentingnya izin orang tua dalam jihad, maka orang tua harus bisa memilah mana jihad yang bisa dipertanggungg jawabkan kepada Allah dan mana yang tidak. Jihad yang bisa dipertanggung jawabkan di hadapan Allah adalah jihad sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabat. Dalam jihad seperti itu saja, Rasulullah tidak berani melanggar hak orang tua dalam kaitannya dengan izin keterlibatan seseorang. Rasulullah SAW sangat

menghargai hak orang tua untuk mengizinkan atau tidak menginjinkan seseorang berjihad di medan perang.

(6)

lewat seruan jihad yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad 1945 menjadi wajib dilaksanakan. Para penjajah memang harus dilawan dan diusir demi mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bapak

Proklamator kita – Soekarno- Hatta. Apalagi para penjajah itu bukanlah orang-orang yang beriman tauhid alias kafir.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Kembali kepada pertanyaan saya di awal, apakah para pelaku kekerasan atas nama agama di tanah air mendapatkan izin dari kedua orang tuanya?

Tentu tidak mudah untuk mendapatkan jawaban pasti karena

diperlukan sebuah penelitian. Tetapi jika pertanyaan itu dikembalikan kepada kita dan diubah menjadi, “Apakah sebagai orang tua kita mengizinkan anak-anak kita melakukan kekerasan seperti itu?”

Sebagai orang tua tentu kita tidak mengizinkan dengan berbagai alasan kita masing-masing. Tetapi persoalannya adalah para pelaku kekerasan itu umumnya sudah melepaskan diri dari ikatannya

dengan orang tua yang dibuktikan dengan sulitnya komunikasi diantara mereka. Mereka sudah lama menghilang dari rumah.

Dengan kata lain mereka sudah tidak patuh lagi kepada kedua orang tua. Mereka lebih patuh dan setia kepada guru sekaligus

pimpinannya. Mengapa demikian?

(7)

sudah diyakini kafir, maka menurut keyakinan mereka, izin dari orang tua untuk berjihad tidak mereka perlukan.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Anak adalah amanah dari Allah kepada kita. Anak menjadi tanggung jawab kita baik di dunia maupun di akherat. Tidak ada mantan anak sebagaimana tidak ada mantan orang tua. Hubungan anak dan orang tua bersifat abadi. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita untuk mendidik anak-anak kita menjadi waladun shalih – anak yang saleh. Kesalehan seperti itu akan lebih mudah dicapai ketika hubungan anak dan orang tua senatiasa baik, dimana orang tua selalu menyayangi dan melidungi anak-anaknya. Sebaliknya, anak-anak selalu hormat dan berbakti kepada kedua orang tua. Insya Allah selama anak-anak kita masih hormat dan patuh kepada kita sebagai orang tua, mereka tidak akan mudah terbawa arus yang menyeret mereka kepada tindakan kekerasan yang tidak semestinya. Semoga Allah SWT

senantiasa melindungi kita dan keluarga kita masing-masing. Amin, ya rabbal alamin.

ةرمز يف مكايإو انلخدأو ،نينملا نيزئافلا نم مكايإو هللا انلعج

:

هللا مسب ،ميجرلا ناطيشلا نم هللاب ذوعأ نينمؤملا هدابع

.

اديدس لوق اولوقو هللا اوقتا اونما نيذلا اهياي ميحرلا نامحرلا

:

هيف امب مكايإو ينعفنو ميظعلا نارقلا يف مكلو يل هللا كراب

وه هنا هتولت مكنمو ينم لبقتو ،ميكحلاركذلاو تايلا نم

نيمحارلاريخ تناو محراو رفغا بر لقو ،ميحرلا روفغلا

Khutbah II

انلضفأو ،نيبملا قحلا نيدب انمركأ يذلا هلل دمحلا هلل دمحلا

،هل كيرش ل هدحو هللا لإ هلا ل نأ دهشأ ،ميركلا يبنلا ةعيرشب

،نيبملا قحلا كلملا

و هدبع ادمحم انيبنو انديس نأ دهشأو

(8)

ىلإ ناسحإب مهعبت نمو نيعباتلاو هبحصو هلا ىلعو دمحم انيبن

:

دعب امأ ،نيدلا موي

تاريخلا اولعفاو ،هللا اوقتا سانلا اهيأيف

هيف امدبرمأب مكرمأي هللا نأ اوملعاو ،تائيسلا نع اوبنتجاو

:

،ىبنلا ىلع نولصي هتكئلمو هللا نإ لئاق نم زع لاقف ،هسفنب

.

اميلست اوملسو هيلع اولص اونمأ نيذلا اهيأ اي

ىلع ل

ل ص مهللا

انديس

لآ ىلع و دمحم

انديس

.

نينمؤملل رفغا مهللا دمحم

كنا تاوملاو مهنم ءايحلا تاملسملاو نيملسملاو تانمؤملاو

ئيش لك ىلع كنا بونذلا رفاغو ،تاوعدلا بيجم بيرق عيمس

لو ناميلاب انوقبس نيذلا انناوخلو انبونذ انل رفغا انبر ريدق

.

انتآ انبر ،ميحر فوءر كنإ انبر اونمآ نيذلل لغ انبولق يف لعجت

.

هلل دمحلاو رانلا باذع انقو ةنسح ةرخلا يفو ةنسح ايندلا يف

.

يذ ءاتيإو ناسحلاو لدعلاب رمأي هللا نإ ،هللادابع نيملاعلا بر

مكلعل مكظعي يغبلاو ركنملاو ءاشحفلا نع ىهنيو ىبرقلا

.

همعن ىلع هوركشاو مكركذي ميظعلا هللا اوركذاف نوركذت

ربكا هللاركذلو مكدزي

.

Referensi

Dokumen terkait

Pada 3 indikator di atas, kita bisa melihat bahwa harga yang di tawarkan sesuai kualitas memiliki skor terkecil atau sekitar 270, ini dikarenakan jumlah barang yang

Jika ketrampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam

Maksud dari penyusunan buku IHK dan Inflasi Kota Temanggung 2015 ini adalah untuk menghimpun dan menyajikan data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan perkembangannya di Kota

Kualitas air bersih yang melatarbelakangi kejadian diare pada anak usia prasekolah di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto adalah tidak keruh, tidak berwarna,

[r]

Prestasi yang tinggi dalam olahraga dapat dicapai dengan cara latihan ……... Naik

Untuk operasi perkalian dan pembagian dua atau lebih akan mempunyai hasil dengan jumlah angka penting sesuai dengan jumlah angka penting terkecil dari angka-angka yang

The results showed that the pattern of centelloside (asiaticoside, madecassoside and asiatic acid), when the content of one of bioactive compounds is high then otherwise be