• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSELING QURANI UNTUK MENGATASI KECEMAS (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KONSELING QURANI UNTUK MENGATASI KECEMAS (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KONSELING QURANI UNTUK MENGATASI KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN PADA LANSIA

Nilam Intan Pramesti

¹

Rosyid Ahmad Faruq2

¹

Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

2 Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Jl Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202 Purwokerto 53182

¹

Email : [email protected]

ABSTRAK

Kematian merupakan sesuatu yang akan dialami oleh semua orang yang tidak mengenal usia, kematian bisa menimpa di semua usia. Akan tetapi usia lansia merupakan usia maksimal dimana kematian akan menjemput. Bagi lansia yang tidak siap akan mengalami kecemasan terhadap kematian, sehingga kecemasan yang dialami lansia harus mendapatkan penanganan yang tepat, karena kesalahan dalam mengangani kecemasan akan menimbulkan masalah yang lebih besar bagi lansia. Oleh karena itu, kami mencoba untuk menangani masalah kecemasan ini dengan menggunakan konseling qurani yang mana konseling qurani ini menggunankan prinsip dan dasar-dasar al-quran dalam menangani dan memecahkan masalah.

ABSTRACT

(2)

Pendahuluan

Kematian merupakan hal yang pasti akan dialami oleh makhluk hidup khususnya manusia, kematian datang tidak mengenal usia baik tua maupun muda, karena kematian bisa dialami kapan saja oleh setiap orang. Kematian merupakan akhir kehidupan didunia, akan tetapi bagi seorang muslim kematian adalah awal dari kehidupan yang lebih kekal.

Lansia merupakan usia dimana manusia berada pada puncak kehidupan dan sudah mendapat banyak pengalaman dari kehidupan sebelumnya. Akan tetapi masa tua merupakan masa melemahnya fungsi biologis dan psikis . Memasuki masa tua, sebagian besar lanjut usia kurang siap menghadapi dan menyikapi masa tua tersebut, sehingga menyebabkan para lanjut usia kurang dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah yang dihadapi (Widyastuti, 2000). Masalah yang dialami lansia diantaranya adalah banyak kecemasan termasuk kecemasan dalam menghadapi kematian. Dalam sebuah penelitian [ CITATION Tam16 \l 1057 ]. menemukan bahwa Dzikir dapat mengatasi kecemasan.

Agama Islam pada dasarnya menuntunkan bahwa kematian merupakan awal dari kehidupan yang lebih lama dan kekal sehingga kehidupan dunia merupakan waktu untuk mencari bekal dan pahala demi kehidupan yang lebih lama dan kekal yaitu kehidupan setelah mati. Dalam Al Quran Alloh mengatakan :

ننسنححأن امنكن نسسححأنون ايننحدددلا ننمس كنبنيصسنن سننتن النون ةنرنخسآلحا رناددنلا هدلدنلا كناتنآ امنيفس غستنبحاون

-

ننيدسسسفحمدلحا بددحسيد الن هنلدنلا ندنإس ضسرحأنلحا يفس دناسنفنلحا غسبحتن النون كنيحلنإس هدلدنلا

٧٧

-Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qosos ayat 77).

Akan tetapi kabanyakan manusia belum mengetahui dan menganggap kamatian adalah akhir dari segalanya sehingga mengalami kecemasan. Dalam artikel ini, akan dibahas bagaimana lansia mengatasi kecemasan sesuai dengan konseling qurani.

Tinjauan Teori

1. Pengertian Konseling

Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dari bahasa Latin yaitu counselium, artinya “bersama” atau “bicara bersama”. Pengertian “berbicara bersama-sama” dalam hal ini adalah pembicaraan konselor (counselor) dengan seorang atau beberapa klien (conselee). (Latipun, 2008).

(3)

untuk melakukan perubahan self (diri) pada pihak klien. Pada intinya Rogers dengan tegas menekankan pada perubahan sistem self klien sebagai tujuan konseling akibat dari struktur hubungan konselor dengan kliennya. (Latipun, 2008).

Menurut Daulay (2014), bimbingan dan penyuluhan atau yang biasa disebut konseling adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan rohaniah dalam lingkungan hidupnya, agar orang tersebut mampu mengatasi dirinya sendiri sehina timbul pada diri pribadinya suatu cahaya harapan kebahagiaan hidup saat sekarang dan masa depannya.

2. Pengertian Konseling Qurani

Konseling Qurani adalah suatu aktifitas memberikan bimbingan, pelajaran, dan pedoman kepada individu yang meminta bimbingan (klien) dalam hal bagaimana seharusnya seorang klien dapat mengembangkan potensi akal fikirannya, kejiwaannya, keimanan dan keyakinan serta dapat menanggulangi problematika hidup dan kehidupannya dengan baik dan benar secara mandiri yang berparadigma kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW. (Adz-Dzaky, 2002).

Menurut Rajab (2015), konseling islam merupakan bantuan terarah daripada seorang konselor terhadap klien yang menghadapi masalah, sehingga klien tersebut boleh menjalani hidup dengan lebih baik dan bahagia sesuai dengan panduan dan petunjuk al-Qur’an dan al-Sunnah. Oleh itu, Konseling Islam dapat diformulasikan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan kesedaran individu bagi meraih kebahagiaan hidup di dunia dan juga di akhirat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut diatas maka dibuatlah model pendekatan Qur’ani dalam bimbingan dan konseling. Bimbingan dan Konseling Qur’ani adalah upaya membantu individu belajar mengembangkan fitrah dan atau kembali kepada fitrah, dengan cara memberdayakan (enpowering) iman, dan kemauan yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya untuk mempelajari tuntunan Allah dan Rasul-Nya, agar fitrah yang ada pada individu itu berkembang dengan benar dan kokoh sesuai tuntunan Allah SWT. 3. Ciri Khas Konseling Qurani

Adz Dzaky (2002) menyebutkan ciri khas konseling islam yang sangat mendasar adalah, sebagai berikut :

a. Berparadigma kepada wahyu dan ketauladanan para Nabi, Rasul, dan ahli warisnya.

b. Hukum konselor memberikan konseling kepada konseli klien dan konseli/klien yang meminta bimbingan kepada konselor adalah wajib dan suatu keharusan bahkan merupakan ibadah.

(4)

sengaja dan terang-terangan (zhalim), menganggap enteng dan mengabaikan agama (fasiq).

d. Sistem konseling islam dimulai dengan pengarahan kepada kesadaran nurani dengan membacakan ayat-ayat Allah, setelah itu baru melakukanproses terapi dengan membersihkan dan mensucikan sebab-sebab terjadinya penyimpangan, kemudian setelah tampak cahaya kesucian dalam dada (qalb), akal fikiran dan kejiwaan, baru proses pembimbingan dilakukan dengan mengajarkan pesan-pesan Al-Qur’an dalam mengantarkan individu kepada perbaikan-perbaikan diri secara esensial dan diiringi dengan Al-Hikmah, yaitu rahasia-rahasia dibalik segala peristiwa yang terjadi di dalam hidup dan kehidupan.

e. Konselor sejati dan utama adalah mereka yang dalam proses konseling selalu dibawah bimbingan atau pintu pimpinan Allah dan Al-Qur’an.

4. Kecemasan

1. Secara fisik meliputi kegelisahan, kegugupan, tangan dan anggota tubuh yang bergetar atau gemetar, banyak berkeringat, mulut atau kerongkongan terasa kering, sulit berbicara, sulit bernafas, jantung berdebar keras atau berdetak kencang, pusing, merasa lemas atau mati rasa, sering buang air kecil, merasa sensitif, atau mudah marah.

2. Secara behavioral meliputi perilaku menghindar, perilaku melekat dan dependent, perilaku terguncang.

3. Secara kognitif meliputi khawatir tentang sesuatu, perasaan terganggu atau ketakutan atau aphensi terhadap sesuatu yang terjadi dimasa depan, keyakinan bahwa sesuatu yang mengerikan akan segera terjadi tanpa penjelasan yang jelas, ketakutan akan kehilangan konrol, ketakutan akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah, berpikir bahwa semuanya tidak

(5)

Pembahasan

Seorang yang sudah berusia lanjut berbeda dengan seorang yang berada diusia dewasa atau dewasa akhir dalam menghadapi kecemasan terhadap kematian. Hal tersebut karena usia . Hal tersebut dikarenakan usia lanjut sangat rentan dengan kematian meskipun tidak menutup kemungkinan usia dewasa juga dapat mengalami kematian hal tersebut dikarenakan pada usia lanjut seseorang mengalami penurunan fungsi emosional dan intelektual sehingga seseorang yang berada di usia lanjut tidak mampu berfikir dengan jernih terhadap hal hal yang akan dihadapinya hal tersebut dapat mendorong seorang lansia untuk cemas dalam menghadapi sesuatu termasuk dalam menghadapi kematian.

Konseling Qurani dapat diterapkan untuk mengintervensi permasalahan para lansia yang mengalami kecemasan terhadap kematian. Karena menurut Al Quran kehidupan dunia hanyalah sementara dan dunia merupakan tempat untuk mencari bekal sedangkan akhirat adalah tempat hidup yang lebih lama. Oleh karenanya kematian menurut al Quran adalah pintu awal untuk menuju tempat yang lebih kekal, sehingga tidak ada hal yang perlu ditakutkan dalam menghadapi kematian, tidak ada juga hal yang perlu dicemaskan dalam menghadapi kematian. Diantara ayat yang menguatkan pendapat diatas adalah sebagai berikut :

-

ننولدقسعحتن لنفنأن ننوقدتدنين ننيذسلدنلدس رريحخن ةدرنخسلا رداددنللنون ورهحلنون برعسلن لدنإس ايننحدددلا ةداينحنلحا امنون

٣٢

-"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surat Al-An'Am ayat 32)

اونداكن وحلن نداونينحنلحا ينهسلن ةنرنخسآلحا رناددنلا ندنإسون برعسلنون ورهحلن الدنإس ايننحدددلا ةداينحنلحا هسذسهن امنون

-

ننومدلنعحين

٦٤

-"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Surat Al-Ankabut ayat 64)

-

ننوقدزنرحيد محهسبدسرن دننعس ءاينححأن لحبن ااتاونمحأن هسلدلا لسيبسسن يفس احولدتسقد ننيذسلدنا ندنبنسنححتن لنون

١٦٩

-Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhan-nya mendapat rezeki. (Surat Ali Imron ayat 169)

-

ننوردعدشحتن لدن نكسلنون ءاينححأن لحبن تراونمحأن هسلدلا لسيبسن يفس لدتنقحيد نحمنلس احولدوقدتن لنون

(6)

-Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup. (Surat Al Baqoroh ayat 154)

Meskipun masalah kecemasan dalam menghadapi kematian seharusnya tidak terjadi karena pada hakekatnya kematian adala awal dari kenikmatan yang lebih besar lain. Untuk mengatasi kecemasan pada lansia terhadap kematian maka dapat digunakan intervensi konseling qurani yakni dengan menggunakan landasan Al Quran untuk memahamkan akan kematian sehingga tidak akan gtimbul kecemasan dlam menghadapinya.

Langkah-langkah dan proses bimbingan konseling antara lain dapat di dasarkan pada QS. Yunus ayat 57 yang artinya :

ةرمنححرنون ىداهدون رسوددصددلا يفس امنلدس ءافنشسون محكدبدسردن نمدس ةرظنعسوحمدن مكدتحءاجن دحقن سداندنلا اهنيددأن اين

-

ننينسمسؤحمدلحلدس

٥٧

-“ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” Surat Yunus ayat 57)

Ayat di atas menegaskan adanya empat fungsi Al-Qur’an, yaitu: pengajaran, obat, petunjuk dan rahmat. Penerapan terhadap empat fungsi ini, dapat dibentangkan secara bertahap bahwa pengajaran Al-Qur’an untuk pertamakalinya menyentuh hati yang masih diselubungi oleh kabut keraguan, kelengahan dan aneka sifat kekurangan. Dengan sentuhan pengajaran itu, keraguan berangsur sirna dan berubah menjadi keimanan, kelengahan beralih sedikit demi sedikit menjadi kewaspadaan. Demikian pula dari saat ke saat yang akan datang, sehingga ayat-ayat Al-Qur’an menjadi obat bagi aneka ragam penyakit ruhani. Dari sini, jiwa manusia akan menjadi lebih siap meningkat dan meraih petunjuk tentang pengetahuan yang benar dan makrifat tentang Allah.

Langkah konseling quarani

1. Tahap dan proses membersihkan segala kayakinan yang salah terhadap kematian

2. Memberikan keyakinan yang benar terhadap kematian sesuai dengan Al Quran

3. Menunjukkan kanikmatan kenikmata yang akan diperoleh di surga 4. Membekali dengan amalan amalan ibadah yang dapat memasukkan ke

dalam surga

Inti teori ini adalah konselor dapat merekonstruksi ulang pemikiran yang salah terhadap kematian sehingga tidak timbul kecemasan dan rasa takut dalam menghadapinya. Dan diharapkan setelah konselor menjelaskan, konseli dapat mengambil hikmah dan dapat mengambil pelajaran untuk dapat mengatasi kecemasan yang dialaminya.

(7)
(8)

Daftar Pustaka

Al-Qur'an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Jakarta: Cahaya Quran, 2011

Adz-Dzaky, Hamdani Bakran. 2002. Psikoterapi dan Konseling Islami, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

Daulay, Nurussakinah. 2014. Pengantar Psikologi dan Pandangan Al-Qur’an Tentang Psikologi. Jakarta : Prenadamedia Group.

Murtadho, Ali, 2008, Dakwah Islam Bagi Penderita Anxiety Neurosis, Studi Aplikasi dalam Psikoterapi Islam, dalam: Dakwah Dan Konseling Islam; Formulasi Teoritis Dakwah Islam Melalui

Pendekatan Bimbingan Konseling, Semarang: Pustaka Rizki

Putra dan BPI Fak. Dakwah IAIN Walisongo.

Nevid, J.R., 2003, Psikologi Abnormal Jilid 1, Jakarta : Penerbit

Erlangga

Referensi

Dokumen terkait

lebih dari 50 tahun dapat dengan rentan terkena penyakit kanker kolorektal.. Hal tersebut dikarenakan pencernaan seseorang dengan usia lebih dari

Meskipun peran konselor tersebut begitu penting, namun tidak semua sekolah memberikan alokasi atau jam masuk kelas kepada konselor, hal ini dikarenakan dalam

orangtua, selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa yang mengalami hal tersebut adalah pihak ayah walaupun relatif kecil, namun seringkali yang tetjadi adalah pada

Meskipun telah tertulis dengan jelas mengenai tahap yang harus di- lalui, hal tersebut tidak menutup kemungkinan pe- nyelesaian sengketa melalui Badan Mediasi Asu- ransi

dan tentu tidak sampai disana saja masalah tersebut selesai, ada juga yang mengalami masalah seperti barang yang rusak saat sedang di pakai oleh konsumen, hal ini dikarenakan

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia karena setiap manusia dapat mengalami gangguan pada kesehatan begitupun pada orang lansia dikarenakan memasuki usia lanjut

Dalam kenyataannya, tidak sedikit siswa yang mengalami pengasingan dari lingkungannya dikarenakan kurangnya keterampilan sosial dan pemahaman sosial yang dibutuhkan

Kondisi perubahan tersebut dikarenakan pendapatan Hotel yang tidak menentu setiap tahunnya dan tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan terjadi pada pelaksanaan program corporate