• Tidak ada hasil yang ditemukan

354430025 Bahan Ajar dan Bahan Uji pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "354430025 Bahan Ajar dan Bahan Uji pdf"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MGMP BK-TIK

(2)

©2015,MGMP BK-TIK Kabupaten Banyumas

KATA PENGANTAR

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I BAHAN AJAR BERBASIS TIK ... 1

1. Bahan Ajar Berbasis TIK ... 1

2. Tahap Perencanaan ... 2

3. Tahap Persiapan ... 4

4. Tahap Storyboard ... 6

5. Tahap Penyusunan ... 8

BAB II BANK SOAL BERBASIS TIK ... 11

1. Tujuan Pengembangan Bank Soal ... 11

2. Prosedur Pengembangan Bank Soal ... 12

BAB III BAHAN UJI BERBASIS TIK... 14

1. Keunggulan Bahan Uji Berbasis TIK ... 14

2. Penyusunan Bahan Uji Berbasis TIK ... 15

DAFTAR PUSTAKA ... 22

(4)

Bahan Ajar dan Bahan Uji Berbasis TIK 1

BAB I

BAHAN AJAR BERBASIS TIK

Bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dicapai peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar juga bisa

diartikan sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu pendidik

dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bahan yang dimaksud bisa berupa

bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Dengan bahan ajar memungkinkan peserta didik dapat mencapai suatu Kompetensi

Dasar secara runtut dan sistematis, yang pada akhirnya secara akumulatif mampu

menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:  pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam

proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang

seharusnya diajarkan kepada peserta didik;

 pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang

seharusnya dipelajari/dikuasainya;

 alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.

Sedangkan manfaat pengembangan bahan ajar yang dilakukan oleh pendidik adalah:  diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan

kebutuhan belajar peserta didik.

 tidak lagi tergantung kepada buku teks pelajaran yang terkadang sulit diperoleh.

 menjadi lebih kaya karena dikembangkan menggunakan berbagai referensi.

1. Bahan Ajar Berbasis TIK

a. Pengertian

Bahan Ajar Berbasis TIK adalah bahan ajar yang disusun dan dikembangkan dengan menggunakan alat bantu TIK untuk mengolah data,

termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,

(5)

yang berkualitas. Oleh karena itu penggunaan Bahan Ajar Berbasis TIK

sebagai bahan ajar multimedia menjadi salah satu pilihan yang baik untuk

pelaksanaan pembelajaran.

Dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan bahan ajar TIK memungkinkan

peserta didik dapat mempelajari suatu kompetensi dasar (KD) secara

sistematis, interaktif dan inovatif sehingga kompetensi yang diharapkan

dapat tercapai secara utuh dan terpadu b. Keunggulan

Keunggulan bahan ajar berbasis TIK antara lain sebagai berikut:

 Aktifitas pembelajaran menjadikan siswa lebih aktif, dengan adanya bahan ajar berbasis TIK,

 Peran pendidik tidak lagi sebagai sumber belajar utama, tetapi akan kolaborasi dengan peserta didik. Terkadang peserta didik akan

menjadi sumber belajar.

 Penampilan keberhasilan, memberikan kemudahan bagi pendidik dalam proses pembelajaran untuk menjelaskan hal-hal yang

abstrak.

 Penggunaan teknologi, proses pembelajaran lebih komunikatif, ekspresif dan kolaboratif

2. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dalam menyusun bahan ajar berbasis TIK bertujuan untuk

menentukan karakteristik KI-KD suatu mata pelajaran apakah pembelajarannya

dapat dikembangkan menggunakan bahan ajar berbasis TIK.

Seperti halnya pada pemetaan KI-KD dalam penyusunan silabus, maka

pemetaan KI-KD dalam penyusunan bahan ajar juga harus memperhatikan

tingkatan ranah berfikir dan karakteristik materi yang dikembangkankannya.

Dengan analisis ini diharapkan diperoleh gambaran yang jelas mengenai jenis bahan ajar yang dapat digunakan, strategi penggunaan bahan ajar serta alokasi

waktu yang tepat.

(6)

Dari format diatas dapat dilihat bahwa secara umum pemetaan KI-KD dalam penyusunan bahan ajar memiliki karakteristik yang sama dengan yang

digunakan untuk penyusunan silabus. Namun untuk kepeluan penyusunan bahan

ajar, harus secara tegas diidentifikasikan Karakteristik Materi dan Jenis Bahan ajar yang akan disusun.

Identifikasi karakteristik materi penting dalam menentukan jenis bahan ajar

yang akan disusun maupun digunakan. Identifikasi karakteristik materi harus

mengacu pada pada SK, KD maupun Indikator pencapaian.

Ada tiga karakteristik materi yang diperoleh dari hasil identifikasi, yaitu :

a. Kongkrit,

materi yang secara nyata dapat dilihat dan dirasakan, seperti batu, kayu,

awan, dan sebagainya

b. Abstrak,

materi yang tidak nyata maupun dapat dirasakan atau memerlukan alat

bantu untuk membuktikannya, seperti rumus kimia, bentuk sel, bentuk

bakteri, aliran udara dan sebagainya c. Simulatif,

yaitu materi memerlukan permodelan atau aktifitas yang dimodelkan,

seperti terjadinya gerak melingkar, terjadinya aliran angin, terjadinya

banjir, terjadinya gunung meletus dan sebagainya

Ada tiga variabel yang digunakan untuk menentukan jenis bahan ajar dalam

suatu pembelajaran, yaitu: Karakteristik materi dan Tahap berfikir pada

Indikator Pencapaian serta jenis kegiatan pembelajarannya. Pada umumnya,

materi yang bersifat abstrak dan simulatif memerlukan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk memahami karena memerlukan tingkat

berfikir yang kompleks. Indikator pencapaian yang memerlukan tahap berfikir

tinggi memerlukan materi yang mudah dikenali dan terkadang memerlukan

(7)

Pada umumnya materi abstrak atau simulatif, memerlukan tahap berfikir tinggi

serta kegiatan pembelajaran yang bersifat tatap muka akan lebih mudah

dipahami peserta didik apabila menggunakan bahan ajar berbasis TIK dalam kegiatan pembelajarannya.

3. Tahap Persiapan

a. Penentuan Materi Ajar

Penetuan materi ajar merupakan kegiatan pengumpulan dan identifikasi

materi ajar yang akan digunakan untuk menyusun bahan ajar berbasis

TIK. Penentuan materi harus mengacu dari hasil analisis SK, KD dan

indikator pencapaian yang telah dibuat melalui pemetaan KI-KD. b. Penentuan Jenis Software

Saat ini banyak sekali software yang dapat digunakan untuk menyusun

bahan ajar berbasis TIK dari yang sederhana sampai yang kompleks.

Penentuan jenis software sangat tergantung dari kemampuan penyusun dalam memanfatkan software yang ada.

Beberapa software yang dapat digunakan untuk penyusunan bahan ajar

berbasis TIK antara lain Microsoft Power Point, Macromedia Flash,

Authorware dan software Open source lain. c. Penentuan Jenis dan Model

Pengembangan bahan ajar berbasis TIK diperlukan untuk meningkatkan

interaktivitas peserta didik dengan materi yang diajarkan. Dengan

demikian harus dirancang agar menarik peserta didik.

Peserta didik akan merasa tertarik untuk belajar dengan bahan ajar

berbasis TIK apabila:  terdapat tantangan

 terlibat dalam mengambil sebuah keputusan  diperbolehkan untuk mengeksplorasi bahan ajar  mendapatkan informasi tambahan yang sesuai

 diperbolehkan untuk berbuat kesalahan tanpa disertai sanksi  pembelajaran menyenangkan bagi mereka

Interaktivitas bahan ajar sangat tergantung pada karakteristik materi

yang akan diajarkan. Terdapat empat tingkatan interaktifitas yang dapat ditempuh. Tidak semua materi diharuskan memiliki interaktifitas yang

(8)

Tahapan itu terbagi sebagai berikut :  Tingkat I: Pasif

Pada tingkatan ini, peserta didik hanya bertindak sebagai penerima informasi. Peserta didik membaca teks atau melihat gambar yang

ditampilkan. Interaksi yang terjadi hanya pada saat peserta didik

menekan tombol navigasi untuk maju ke halaman berikutnya atau

mundur ke halaman sebelumnya.

Tingkat I saat ini masih mendominasi bahan ajar yang telah dibuat

oleh pendidik di seluruh Indonesia. Tingkat ini masih relevan

apabila yang disampaikan adalah pengetahuan.

Pada tingkat I ini dapat diterapkan evaluasi pilihan ganda, rollover

sederhana (jika mouse melewati suatu area tertentu, maka area

tersebut berubah), animasi sederhana, pop-up (pada saat peserta

didik mengklik satu tombol, akan keluar informasi tambahan).  Tingkat II: Interaksi Terbatas

Pada tingkatan ini, peserta didik memberikan respon sederhana

atas instruksi yang diberikan. Tambahan dari tingkat I adalah, pada

tingkat ini terdapat pilihan ganda berdasarkan soal cerita,

menjodohkan antara teks dan gambar. Simulasi mungkin ada tetapi peserta didik hanya mengikuti alur atau prosedur yang ditampilkan,

peserta didik belum memasukkan respon terhadap apa yang dilihat.

Dapat juga dimasukkan animasi interaktif yang memungkinkan

peserta didik menyelidiki atau mengeksplorasi lebih jauh.

Tingkat II baik digunakan untuk pembelajaran yang bersifat pemahaman.

 Tingkat III: Interaksi kompleks

Pada tingkat ini, peserta didik mulai memberikan respon yang bervariasi terhadap petunjuk yang diberikan. Selain interaksi yang

ada pada tingkat sebelumnya, pada tingkat ini peserta didik mengisi

sebuah kotak isian dan memanipulasi gambar yang disajikan untuk

menakar sampai sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan.

Pada tingkat ini, peserta didik dapat memasukkan variabel nyata

yang diinginkan. Variabel yang dimasukkan akan berpengaruh

(9)

Tingkat III baik digunakan untuk pembelajaran yang bersifat Aplikasi

dan Analisa.

 Tingkat IV: Interaksi langsung

Interaksi langsung menciptakan sebuah bahan ajar yang bertindak

seperti layaknya yang akan terjadi pada dunia nyata. Peserta didik

terlibat dalam sebuah simulasi yang mirip dengan kehidupan nyata.

Stimuli dan respon dikoordinasikan dengan lingkungan nyata. Pembelajaran dan penilaian langsung terjadi, dan bahan ajar ini

memungkinkan kolaborasi dengan peserta didik lain atau dengan

pendidik.

Tingkat IV baik digunakan untuk pembelajaran yang bersifat Sintesa dan Evaluasi.

Berdasarkan pada tingkatan interaktivitas diatas, penyusun juga bisa

menentukan model bahan ajar yang dikelompokkan berdasarkan cara pemanfaatannya, yaitu : bahan ajar yang digunakan secara klasikal (Media

Pembelajaran Presentasi), bahan ajar yang digunakan secara mandiri oleh

peserta didik (Media Pembelajaran Mandiri), dan bahan ajar yang digunakan

secara langsung menggunakan jaringan komputer (Media Pembelajaran Online).

4. Tahap Storyboard

Storyboard (cetak biru bahan ajar) sebagai kerangka acuan dalam menyusun bahan ajar berbasis TIK berupa urutan tampilan bahan ajar yang akan dikembangkan.

Penyusunan storyboard adalah salah satu cara alternatif untuk membuat

kerangka pembuatan bahan ajar berbasis TIK. Storyboard menggabungkan alat

bantu narasi dan visual pada selembar kertas sehingga naskah dan visual terkoordinasi dengan baik.

Komponen yang harus ada pada storyboard meliputi urutan tampilan, Materi

(10)

Berikut ini adalah contoh storyboard:

Storyboard

(Judul Bahan Ajar)

A. Identitas Bahan Ajar

1. Standar Kompetensi : 4. Menggunakan operating system(OS) komputer 2. Kompetensi Dasar : 4.3. Melakukan Manajemen file

3. Indikator Pencapaian :

 Melakukan menu pulldown

 Membuat folder

 Menggunakan drag and drop

 Mengenal tipe file 5. Model Bahan Ajar : Presentasi

B. Storyboard

No Materi Tampilan Deskripsi Navigasi Disain

(11)

5. Tahap Penyusunan

Kegiatan penyusun bahan ajar berbasis TIK tergantung dari karakteristik materi

yang akan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran, sesuai dengan RPP

yang telah disiapkan.

Penyusunan bahan ajar harus mengikuti kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan bahan ajar. Secara umum, bahan ajar sekurang-kurangnya harus

memuat :

a. Identitas ,

Meliputi judul, kelas, semester dan identitas penyusun

Pada umumnya judul bahan ajar, kelas, semester dan identitas terletak

pada halaman muka (beranda). Hal ini penting diperhatikan agar

memudahkan pemakai dalam memilih bahan ajar yang akan digunakan.

b. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar harus diinformaskan dalam

bahan ajar yang disusun karena sebagai acuan bagi pemakai mengenai

kompetensi yang harus dicapai peserta didik setelah mempelajari materi

yang terdapat pada bahan ajar tersebut. c. Indikator Pencapaian

Indikator pencapaian menggambarkan hasil-hasil yang harus dicapai

peserta didik setelah mempelajari materi yang ada pada bahan ajar.

Indikator pencapaian lebih menekankan pada aspek hasil belajar yang merupakan tahapan untuk mencapai kompetensi sesuai dengan standar

kompetensi maupun kompetensi dasarnya

d. Materi Bahan Ajar

Materi bahan ajar berbasis TIK harus memperhatikan tingkat

interaktivitas bahan ajar yang disusun. Pengorganisaian materi bahan

ajar harus mencerminkan aspek yang dilihat dari :

 Kompleksitas, materi harus dikembangkan dari yang sederhana menuju yang kompleks baik dalam pengembangan konsep maupun contoh-contoh pendukungnya

(12)

 Keruntutan, materi harus memberikan pemahaman yang runtut terhadap pemahaman konsep. Penyusunan materi yang tidak runtut

menyulitkan peserta didik dalam memahami hubungan antar konsep dan sulit memetakan dalam pikiran.

e. Latihan soal

Latihan soal atau pemberian contoh permasalahan merupakan hal penting

yang ada pada bahan ajar berbasis TIK karena dapat untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan pada

saat pembelajaran.

Pemberian contoh soal dan permasalahan juga bermanfaat untuk

meningkatkan pemahaman terhadap materi yang ada pada bahan ajar melalui pembahasan bersama

f. Uji kompetensi

Bahan ajar yang baik harus menyertakan bahan uji kompetensi yang

disusun berdasarkan kisi-kisi yang disesuaikan dengan KI, KD dan Indikator Pencapaiannya.

Soal Pada Uji Kompetensi umumnya disertai balikan (feedback) agar

peserta didik dapat mengetahui kompetensi mana yang telah tercapai

dan mana yang belum tercapai g. Referensi

Referensi adalah acuan atau sumber materi yang digunakan dalam

penyusunan bahan ajar. Penyertaan referensi pada bahan ajar penting

(13)
(14)

Bahan Ajar dan Bahan Uji Berbasis TIK 11

BAB II

BANK SOAL BERBASIS TIK

Bank Soal adalah tempat pengelolaan sejumlah butir soal dan telah melalui proses

analisis butir soal yang sesuai dengan prinsip penyusunan soal. Bank Soal Digital

adalah tempat pengelolaan sejumlah butir soal yang dikembangkan dengan memanfaatkan TIK.

Bank Soal Digital yang digunakan oleh Sekolah PSB diharapkan memiliki kriteria

sebagai berikut:

 Memiliki kemampuan untuk menyusun soal berbasis TIK dalam berbagai bentuk/jenis soal seperti pilihan ganda, menjodohkan, mengurutkan,

benar/salah, isian singkat, uraian, dan juga click map;

 Mampu menampilkan butir soal dan butir jawaban secara acak;

 Pemilihan butir soal berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Misalnya hanya ingin menampilkan butir soal dengan KD atau indikator tertentu;

 Terdapat otomatisasi penilaian. Bank soal digital tersebut telah dilengkapi dengan jawaban dan pada saat peserta didik mengerjakan soal, maka dengan

otomatis akan langsung keluar hasil pekerjaan peserta didik.

 Memiliki fitur tracking, yaitu pendataan mengenai apa yang telah peserta didik lakukan dan bagaimana hasilnya terekam dalam sebuah database.

 Memiliki fitur analisis butir soal untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi baik itu per kelas maupun per peserta didik.

Bank Soal Digital dapat pula digunakan untuk melakukan tes kecil berdasarkan

unit-unit pembelajaran, seperti ulangan harian, ulangan bersama setiap selesai mengerjakan kompetensi minimal pada beberapa standar kompetensi/kompetensi

dasar, ulangan tengah semester, atau ulangan akhir semester.

Para pendidik dapat memilih bahan uji berbasis TIK untuk penilaian kelas. Hal ini

tidak hanya dapat menghemat waktu bagi pendidik, model bahan uji berbasis TIK seperti ini diharapkan dapat memiliki mutu yang lebih baik.

1. Tujuan Pengembangan Bank Soal

Secara implisit, tujuan pengembangan bank soal juga diperlukan untuk penilaian mutu bank soal itu sendiri. Apakah bank soal dapat berisi butir-butir

(15)

karena bank soal sangat berguna bagi guru, psychometrik, kurikulum, dan peserta didik (Wright and Bell, 1984: 333-335). Oleh karena itu, tujuan utama

bank soal adalah untuk merakit/mengonstruksi tes dan pengadaan kesesuaian

ujian baik untuk tujuan penilaian ulangan harian maupun untuk tujuan

penilaian pada ulangan akhir semester, sehingga soalnya terjamin (Hambleton and Swaminathan, 1985: 255-256)

2. Prosedur Pengembangan Bank Soal

Bahan uji yang akan disimpan di dalam bank soal harus diproses melalui

prosedur pengembangan bank soal.

Prosedur pengembangan butir soal yang digunakan di dalam pengembangan

bank soal adalah :

 Penyusunan kisi-kisi,  Penulisan butir soal,  Revisi/validasi butir,  Perakitan soal,  Uji coba soal,

 Analisis butir soal berbasis TIK,

 Menyeleksi butir untuk bank soal yang tervalidasi.

Setiap butir soal dimasukkan berdasarkan: tingkat sekolah, tipe sekolah, jurusan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran,

perilaku yang diukur/taksonomi, format soal, tingkat kesulitan butir soal,

(16)
(17)

Bahan Ajar dan Bahan Uji Berbasis TIK 14

BAB III

BAHAN UJI BERBASIS TIK

Bahan uji berbasis TIK adalah bahan uji yang ditulis dan disusun mengacu pada

prinsip-prinsip penilaian yaitu sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh

dan berkesinambungan, sistematis, acuan kriteria, akuntabel serta kaidah-kaidah penulisan soal yang dalam penyusunan dan proses penilaiannya berbasis TIK.

Bahan Uji Berbasis TIK dapat digunakan untuk menilai kemampuan kognitif dan

psikomotorik. Kemampuan kognitif dapat diukur dengan menggunakan aplikasi

penilaian berbasis TIK (e-testing), sedangkan kemampuan psikomotorik dapat diukur dengan menggunakan e-portofolio untuk pengumpulan karya peserta didik atau menggunakan aplikasi simulasi.

1.

Keunggulan Bahan Uji Berbasis TIK

 Keunggulan Bahan Uji berbasis TIK adalah sebagai berikut: lebih objektif, adil dan akuntabel, penilaian berbasis TIK dapat meminimalkan subyektivitas penilai.

 Umpan balik yang cepat, umpan balik dapat dengan langsung diperoleh peserta didik. Peserta didik dapat berinteraksi dengan bahan uji berbasis

TIK

 Online dan Offline, pemanfaatan bahan uji berbasis TIK dapat dilakukan secara online maupun offline.

 Interaktif, pertanyaan dapat berupa pilihan ganda, menjodohkan, melakukan aktifitas simulasi dan berbagai bentuk pertanyaan interaktif

lainnya.

 Penyimpanan besar, berbeda dengan bahan uji menggunakan kertas, bahan uji berbasis TIK dapat menyimpan ribuan bank soal untuk seluruh

mata pelajaran dan hanya membutuhkan ruangan sebesar sebuah server.  Biaya jangka panjang yang murah, investasi awal yang diperlukan

hanyalah satu unit komputer. Bahan uji berbasis TIK tidak lagi memerlukan kertas untuk setiap peserta didik dalam menjawab

pertanyaan ujian karena sudah tampil di layar monitor dan peserta didik

(18)

2. Penyusunan Bahan Uji Berbasis TIK a. Pemetaan Bahan Uji Berbasis TIK

Pemetaan bertujuan untuk menentukan kompetensi yang dapat dilakukan

penilaian dengan menggunakan bahan uji berbasis TIK. Pada hakekatnya

penilaian untuk ranah kognitif dapat dilakukan dengan menggunakan bahan uji berbasis TIK. Sedangkan untuk ranah psikomotorik tergantung

dari karakteristik kompetensi yang diujikan.Contoh model pemetaan

dapat dilihat pada Tabel 1. :

b. Menyusun Kisi-Kisi Bahan Uji Berbasis TIK

Kisi-kisi merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikandisusun berdasarkan tujuan penilaian dan digunakan sebagai

pedoman untuk mengembangkan bahan uji berbasis TIK.

Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan

sebagai petunjuk dalam penyusunan bahan uji berbasis TIK

Berikut ini adalah beberapa contoh tipe jenis soal bahan uji berbasis TIK:  Pilihan Ganda (PG): disajikan pertanyaan disertai beberapa pilihan

jawaban. Hanya terdapat satu jawaban yang benar.

 Multi Jawaban (MJ): disajikan pertanyaan disertai beberapa pilihan jawaban. Peserta didik dapat memilih beberapa jawaban yang benar.

 Benar atau Salah (BS): disajikan sebuah pernyataan. Peserta didik menentukan apakah pernyataan itu benar atau salah.

(19)

berkaitan antara satu sama lain namun diberikan dengan urutan yang acak. Peserta didik mencocokan kolom A dengan kolom B atau

sebaliknya.

 Mengurutkan (UR): disajikan beberapa baris yang urutannya acak. Peserta didik mengurutkan posisi berdasarkan instruksi pengerjaan butir soal.

 Click Map (CM): disajikan gambar utuh. Peserta didik memilih salah satu bagian gambar berdasarkan instruksi pengerjaan butir soal.  Bank Kata (BK): disajikan paragraf. Peserta didik mengisi beberapa

kata yang hilang dari paragraph tersebut berdasarkan instruksi pengerjaan butir soal.

 Isian Singkat (IS): disajikan pernyataan atau pernyataan diikuti dengan kotak isian. Peserta didik memasukkan jawaban yang benar

di dalam kotak isian.

 Uraian/Uraian (ES): disajikan pertanyaan terbuka. Peserta didik menuliskan jawaban pada tempat yang disediakan. Berbeda dengan

jenis penilaian lain, tipe jenis soal Uraian/Uraian memerlukan

pendidik untuk memeriksa jawaban peserta didik. Setelah diperiksa, pendidik dapat memasukkan nilai Uraian tersebut untuk

disimpan dalam database nilai pengerjaan soal peserta didik

KISI-KISI BAHAN UJI BERBASIS TIK

Nama Sekolah : SMA Mandiri Alokasi waktu : ...

Mata Pelajaran : Biologi Jumlah soal : ...

Penyusun : ...

Kompetemsi Inti Kompetensi Dasar Kelas/

Sem Materi Indikator Soal Jenis soal

2. Memahami

fungsi dari dua bagian yang

ditunjuk dengan tepat.  Diberikan gambar

(20)

Salingtemas macam batang tum-buhan,

c. Penyusunan Bahan Uji berbasis TIK

Berdasarkan hasil penyusunan kisi-kisi soal maka disusun soal yang

mengacu pada prinsip-prinsip penilaian yaitu sahih, objektif, adil,

terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, acuan kriteria, akuntabel serta kaidah-kaidah penulisan soal.

d. Validasi Butir Soal dan Telaah Kualitatif Bahan Uji berbasis TIK

Validasi butir soal dan menelaah secara kualitatif dilakukan untuk

memperbaiki bahan uji tersebut jika ternyata dalam pembuatannya masih ditemukan kesalahan atau kekurangan.

e. Penyusunan Pedoman Penskoran Bahan Uji berbasis TIK

Pedoman Penskoran disusun untuk memberikan bobot pada butir soal

yang telah disusun berdasarkan tingkat pencapaian kompetensi dengan demikian tiap butir soal dapat memiliki bobot yang berbeda.

f. Penentuan aplikasi pendukung Bahan Uji berbasis TIK

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan aplikasi

pendukung bahan uji berbasis TIK:

 Bentuk dan jenis soal, dipengaruhi oleh karakteristik kompetensi yang hendak diukur baik dari segi ranah maupun tahapan berpikir.  Kemudahan Penggunaan, pemilihan aplikasi harus memperhatikan

tingkat kemudahan penggunaannya. Semakin rendah tingkat kompleksitas aplikasi tersebut semakin mudah untuk digunakan.  Ketersediaan akses, pemilihan aplikasi sangat dipengaruhi oleh

ketersediaan sarana pendukung yang meliputi perangkat keras,

perangkat lunak, peripheral dan konektivitas.

(21)

didik.

 Kelengkapan fitur, aplikasi yang digunakan harus dapat menghasilkan data yang dibutuhkan untuk memenuhi kriteria

penilaian (Urgensi, Kontinuitas, Realibilitas, Keterpakaian).

g. Input Soal dan Ujicoba penggunaan Bahan Uji berbasis TIK Tahapan penggunaan bahan uji berbasis TIK meliputi:

 Input soal, input soal merupakan tahapan memasukkan soal beserta kelengkapannya ke aplikasi yang digunakan.

 Ujicoba, soal yang telah dimasukkan ke aplikasi harus dilakukan ujicoba untuk mengetahui:

 tingkat validitas dan reliabelitas soal  tingkat reliabilitas aplikasi yang digunakan. h. Evaluasi hasil ujicoba

Evaluasi digunakan untuk mengetahui:

 keterpakaian butir soal yang digunakan. Butir soal yang memenuhi kriteria penilaian digunakan untuk bank soal sedangkan yang tidak

memenuhi kriteria diperbaiki atau tidak digunakan.

 Tingkat realibilitas aplikasi yang digunakan. Aplikasi yang realibilitas tetap dipertahankan sedangkan apabila belum sempurna perlu diperbaiki.

i. Implementasi Penggunaaan Bahan Uji Berbasis TIK

Implementasi penggunaan bahan uji berbasis TIK merupakan penggunaan

(22)
(23)
(24)
(25)

Bahan Ajar dan Bahan Uji Berbasis TIK 22

DAFTAR PUSTAKA

(26)

Bahan Ajar dan Bahan Uji Berbasis TIK 23

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

2) Desain bahan ajar berupa modul berbasis pemahaman matematis pada materi geometri SMA jika dilihat dalam mengatasi learning obstacle secara keseluruhan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan bahan ajar fisika berbasis kearifan lokal untuk peserta didik kelas X SMA/MA pada materi Pengukuran, Gerak

Hasil utama penelitian pengembangan ialah sebuah produk bahan ajar berbasis infografis untuk pembelajaran Sejarah Indonesia bagi peserta didik kelas X SMA, khususnya materi pada KD

Respon peserta didik terhadap bahan ajar elektronik berbasis android yang dikembangkan memperoleh nilai persentasi sebesar 97,78% pada peserta didik kelompok kecil

Pada tahap analisis dibutuhkan bahan ajar yang dapat menarik perhatian dan pemahaman materi peserta didik dalam proses belajar berupa LKPD berbasis Inquiry materi

Secara keseluruhan, hasil angket respon peserta didik terhadap bahan ajar elektronik berbasis teori belajar Bruner pada materi segiempat dan segitiga ini memperoleh persentase skor

Pemilihan dan penentuan bahan ajar Pemilihan dan penentuan bahan ajar dilakukan agar bahan ajar yang akan digunakan menarik dalam proses pembelajaran dan dapat membantu peserta

Hasil Pengembangan Bahan Ajar Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar IPA berbasis model Research Based Learning RBL dengan materi kalor untuk peserta didik