PERMASALAHAN HUKUM DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA
SEWILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI TUN MAKASSAR
BAHAN RAKERNAS MAHKAMAH AGUNG RI DENGAN EMPAT PERADILAN DI BAWAHNYA
PTUN MAKASSAR
No.
PERMASALAHAN
USUL PEMECAHAN MASALAH
PEMECAHAN MASALAH OLEH
MA - RI
1
Perihal : Permasalahan Penyelesaian SengketaPemilukada di PTUN.
Sejak terbitnya SEMA No.7/2010 ttg Petunjuk Teknis Sengketa Pemilukada, kasus2 pemilu-kada yg menyangkut administratif dapat diajukan ke PTUN lagi.
Permasalahan :
a. Masalah tenggang waktu pengajuan gugatan sengketa pemilukada di PTUN yg mengikuti ketentuan Pasal 55 UU Peratun (90 hari) dan penyelesaian perkara 6 bulan (SEMA No.6/1996) dirasakan terlalu lama dan sering menimbulkan masalah, misalnya proses pemilukada sudah selesai dan hasilnya sudah ditetapkan, ternyata baru muncul gugatan di : PTUN dan proses penyelesai-annya menunggu putusan "inkrachf' sampai ber-tahun2.
Dalam hal ada gugatan menyangkut administrasi
Mengingat Pilkades tidak termasuk kriteria UU Pemilu yang diikuti oleh Parpol, maka harus diperjelas (dalam SEMA/Juklak) apakah sengketa
hasil Pilkades dipersamakan dengan sengketa Pemilukada yang menjadi wewenang MK, atau wewenang PTUN, atau Peradilan Umum sbg perbuatan melawan hukum.
1.
a. Setuju usulan pemecahan segera
dipergas lagi penyelesaian
seng-keta terkait menjadi wewenang
dalam Peradilan yang mana
(Mahkamah
Konstitusi,
Pengadilan Tata Usaha Negara
atau Pengadilan Negeri)
2.
pemilukada (mis : penolakan bakal calon oleh KPUD) tetapi gugatan baru didaftarkan ke PTUN setelah pemilukada selesai dan telah ditetapkan calon terpilih hasil penghitungan suara, apakah gugatan tsb patut di- dismissal atau tetap diterima? Jika diterima, pada umumnya gugatan/putusan PTUN akan sia2 (diabaikan) krn hasil pemilukada sudah ditetapkan.
c. Penetapan schorsing PTUN untuk menunda proses
pemilukada sering diabaikan oleh KPUD dengan alasan selain akan menghambat jadwal pemilukada, Juga putusan PTUN belum inkracht (karena diajukan banding, kasasi, PK dsb yg cukup lama). Akibatnya penetapan/putusan PTUN akan sia-sia saja. Bagaimana jalan keluarnya ?
Perihal: Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di dalam SEMA No.7/2010 tidak disebutkan tentang wewenang mengadili gugatan/sengketa yg menyangkut hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), yg tidak termasuk kriteria Pemilu/Pemilukada yang diikuti oleh Parpol, apakah dipersamakan dengan sengketa Pemilukada
Menurut Juklak MARl No.41/Td.TUN/VII/1996 angka V, dalam hal diajukan gugatan terhadap sertipikat ganda (aspal), Hakim TUN tidak harus
menunggu penyelesaian perkara
Perdata/pidananya, melainkan dapat langsung
b. Dapat diajukan gugatan ganti
rugi/Perbuatan
Melawan
Hukum di Pengadilan Negeri.
c. Penundaan/schorsing
seyogyanya
tidak
perlu
dilakukan,
karena
terkait
Kepentingan Umum yang lebih
dominan.
3.
Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota), ada 2 jenis:
a. SK Pegawai Negeri Sipil Daerah yang diangkatl
diberhentikan oleh Kepala Daerah ; dan
b. SK Jabatan Politis tertentu seperti Ketua DPRD yang
ditetapkan oleh DPRD dan disahkan/diberhentikan
dengan SK Kepala Daerah.
Apakah sengketa tersebut termasuk yang dapat diajukan
kasasi atau bukan
?
Perihal: Soft Copy Putusan Kasasi/PK
Berdasarkan S.E. Tuada Uldiltun MARl tgl.
12
Juli010
No.43/Td.TUN/VII/2010, pengiriman berkas perkara dansalinan putusan Pengadilan Tkt Pertama dan Banding
ke MARl diharuskan.
memberikan putusan tentang sah/batal atau tidaknya penerbitan sertifikat tsb.
Menurut ketentuan Pasal 45-A huruf (c), perkara
TUN yg obyek gugatannya berupa keputusan
pejabat daerah yg jangkauannya berlaku di
wilayah daerah ybs, adalah termasuk perkara yg
tidak bisa kasasi.
Demi kepastian hukum dan agar tidak menim-
bulkan multi tafsir, seharusnya dibuat kriteria
yang jelas (bukan "grey area') mengenai perkara
yang dimaksud oleh Pasal 45-A UU No.5/2004.
Mengingat bahwa satker yg mengeluarkan
salinan putusan kasasi/PK kpd para pihak
adalah Pengadilan Tkt Pertama, maka untuk
keperluan pengecekan dan menghindari
kemungkinan
4. –Untuk memperbanyak putusan
maka Mahkamah Agung cukup
dengan
cara
memfotocopy
putusan aslinya, dan salinan
tersebut
dilakukan
menyertakan soft copy/CD, sedangkan untuk
pengiriman salinan putusan kasasi/PK dari MARl
ke Pengadilan Tkt Pertama tidak disertakan soft
copy/ CD dimaksud
adanya kekeliruan/kekurangan/ pemalsuan pada
isi salinan putusan kasasi/PK yg dikirim oleh
Mahkamah Agung ke Peradilan Tingkat
Pertama,
dipandang perlu disertakan soft copy/CD ROM
PTUN PALU
No.
PERMASALAHAN
USUL PEMECAHAN MASALAH
PEMECAHAN MASALAH OLEH
MA - RI
1
2
Komponen atau rincian biaya yang harus dimasukkan
dalam acara sidang pemeriksaan setempat/lokasi (PS)
perlu dipertegas. Menurut TIM badan pemeriksa
Mahkamah Agung RI pada Pengawasan Audit Kinerja
Tanggal 27 Agustus 2012 di PTUN Palu, bahwa uang saku
tidak boleh dimasukkan sebagai biaya pemeriksaan
setempat
Kewenangan Pengadilan Tinggi Tata Usaga Negara sesuai dengan Pasal 51 ayat 3 UU nomor 5 Tahun 1986 agar dialihkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai Pengadilan tingkat pertama mengingat semakin banyaknya sengketa kepegawaian didaerah, dan juga dihubungkan dengan asas cepat, biaya ringan dan mudah dalam pemeriksaan perkara/sengketa tata usaha negara
Pemeriksaan setempat disamakan dengan
perjalanan dinas pegawai sehingga biaya yang
ditimbulkan disesuaikan dengan peraturan
tentang perjalanan Dinas Pejabat Negara dan
Pegawai dan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 36/PMK.02/2012 Tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
84/PMK.02/2011 tentang Standar Biaya Tahun
2012
Revisi undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986
pasal 51 ayat 3.
1.Tidak boleh dimasukkan dalam
komponen
biaya
pemeriksaan
setempat.
2. Supaya tetap di pedomani tahapan
“Keberatan”
dan
“Banding
administrasi”
Ilustrasi:
PTUN KENDARI
No.
PERMASALAHAN
USUL PEMECAHAN MASALAH
PEMECAHAN MASALAH OLEH
MA - RI
1
Perkara No. 15/G.TUN/2010/PTUN-KDI, Dalam putusanTK.I dinyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima.
Dalam Tingkat Banding NO.03/B.TUN/2011/PTTUN MKS
amarnya menguatkan putusan TK I
Dalam Tin kat Kasasi No 190K/TUN/2011 dikeluarkan
putusan sela marnya berbunyi sebagai berikut :
Mengadili :
1. Memerintahkan PTUN Kendari untuk membuka
kembali persidangan dalam perkara ini selanjutnya
memutuskan pokok perkara.
2. Memerintahkan PTUN Kendari untuk mengirimkan
kembali berkas perkara itu ke MARI.
Atas dasar putusan sela tersebut, majelis hakim yang
sama dalam TK.I menjatuhkan putusan baru intinya
gugatan tidak dapat diterima.
Selanjutnya atas dasar putusan baru tersebut pihak
penggugat mengajukan upaya banding, Sekarang dalam
proses sebelum berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi TUN
PTTUN Makassar seperti proses banding
biasa)
3.
Penulisan/pencatatan buku register keuangansudah ditutup pada TK i dan TK Banding ,
sehingga biaya TK.I dan TK
Banding yang baru diajukan penggugat
harus dicatat dimana
?
4. Pelaporan perkara bersangkutan sudah
dinyatakan putus, bagaimana pencatatannya
dalam register ?
(sementara dicatat dikolom tambahan)
1.Sudah benar berkas perkara di
kirim ke PT karena banding setelah
substansi
diperiksa,
walaupun
putusan tetap NO.
Walaupun
ada
amar
“memerintahkan
untuk
mengirimkan kembali berkas ke
MA’ , maka idealnya putusan
terhadap pokok perkara juga harus
diperiksa oleh pengadilan tingkat
banding sehingga hal tersebut tidak
melanggar
asas
pemeriksaan
peradilan dua tingkat.
2.Tidak masalah,karena sejak ada
Putusan Mahkamah Agung
diterima
oleh
Pengadilan
Pengaju maka PTUN membuka
register lagi
4.
PTUN JAYAPURA :
No.
PERMASALAHAN
USUL PEMECAHAN MASALAH
PEMECAHAN MASALAH OLEH
MA - RI
1
2
Pengamanan siding dalam perkara di Jayapura
perluditambahkan biaya dalam DIPA, karena tingkat
kerawanan dalam persidangan terkait dengan perkara
Pemilukada rupiah) sangat tinggi .
Mengenai penanganan sengketa Pemilukada, sampai
dimana kewenangan PTUN (Pasal 2 huruf (g) UU
No.9Tahun 2004 Jo. SEMA No. 7 Tahun 2010) agar tidak
bersinggungan dengan kewenangan MK? Karena dalam
Putusannya MK juga mempertimbangkan tahapan-tahapan
Pemilukada sebelum pemungutan dan perhitungan suara?
Sedangkan Putusan MK bersifat final dan mengikat. Dan
apakah PTUN dapat memeriksa sengketa Pemilukada
yang mana sengketa tersebut juga sedang diperiksa di MK
berkaitan dengan kewenangan penyelenggaraannya?
Contoh PemiluGubernur dan Wakil Gubernur Provinsi
Papua;
Untuk biaya pengamanan di Jayapura diusulkan
nimimal sejumlah Rp. 100.000,- (Seratus juta
rupiah)
1. SEMA No.7 Thun 2010 ditinjau kembali
dan dibuat aturan baru dan terkini untuk
memperjelas batasan-batasan
kewenangan penanganan sengketa
Pemilukada.
2. SEMA No.7 Tahun 2010 dicabut dan
pemeriksaan sengketa pemilukada
dihapus/dikecualikan dari kewenangan
PTUN.
> Sesuaikan dengan Pagu/ Besaran
Anggaran dalam DIPA.
-Setuju dengan jawaban PTTUN
Makasar
3
4
5
Berdasarkan Ketentuan Pasal 85 ayat (4) Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1986 Haim Ketua Majelis telah mengirimkan bukti surat suatu perkara ke Penyidik (polda Papua) terkait dengan adanya dugaan pemalsuan bukti surat dan menunda persidangan sampai adanya Putusan Pidana yang berkekuatan hokum tetap. Namun telah lewat 2 (dua) tahun sejak dikirimkannya surat tersebut belum ada pemberitahuan resmi dari pihak penyidik menyangkut tindak lanjut pemeriksaan surat tersebut.
Apakah Pengadilan TUN dapat mengajukan pemeriksaan perkara tanpa menunggu Putusan Pidana terhadap surat bukti tersebut agar pemeriksaan dan penyelesaian perkara tersebut tidak berlarut-Iarut?
Buku Register Perkara tahun 2012 yang tercetak dan dibagikan ke PTUN Jayapura ukuran tabelnya tidak proporsional sehingga petugas pencatat register kesulitan dalam mencatat buku register;
Ketentuan Pasal 63 ayat (2) huruf a menyangkut batas waktu pemeriksaan persiapan dibatasi 30 (tiga puluh) hari saja. Disisi lain dalam wilayah hokum PTUN Jayapura ada banyak Kabupaten yang bar dimekarkan sebagian besar
Pengadilan perlu menyurat kepada pihak penyidik untuk menanyakan tindak lanjut pemeriksaan perkara yang dilimpahkan dan tetap menunggu sampai pemeriksaan perkara pidananya selesai atau telah ada Putusan Pidana yang berkekuatan uokum tetap kemudian pemeriksaan perkara tersebut dilanjutkan oleh Pengadilan TUN.
Untuk buku register tahun 2013 perlu diperhatikan ukuran table/kolom agar sesuai/proporsional.
Penentuan batas I tenggang· waktu pemeriksaan persiapan dan pengiriman surat panggilan perlu ditentukan secara kasuistis namun tetap
Setuju usulan Pemecahan kalau perlu
diberi Kode Tertentu untuk Mendapat
Perhatian Pihak Terkait.
-Penerpannya
Kasuistis,
bila
itu
merupakan satu-satunya bukti maka
ditunggu.
Acc.
Untuk
dibiicarakan
dalam
BINTEK.
-Tetap berlaku batas waktu 30 hari
karena hal tersebut merupakan batas
6
berada diwilayah pegunungan yang belum memiliki Kantor
Pos sehingga pengiriman surat panggilan kepada para
pihak terutama pihak Tergugat (Badan/Pejabat TUN)
dapat memakan waktu lebih dari 30 hari. Apakah
ketentuan pasal 63 ayat (2) huruf a ini mutlak dilaksanakan
meski dalam kondisi seperti di wilayah hokum PTUN
Jayapura ataukah perlu disesuaikan?
Terhadap Penetapan Penundaan yang dikeluarkan pada
Pengadilan Tingkat Pertama khususnya dalam sengketa
pertanahan. Dalam beberapa kasus di PTUN Jayapura,
sering pihak Tergugat (Kantor Pertanahan) mencatat
adanya Penetapan Penundaan yang dikeluarkan oleh
PTUN dalam warkah tanah.
Apabila para pihak mengajukan upaya hukum sampai
pada tingkat Kasasi atau PK, Penetapan Penundaan
tersebut tidak dipertimbangkan lagi oleh Majelis Hakim
tingkat Kasasi atau PK, hal ini berdampak pada
mengambangnya status penundaan yang telah tercatat
dalam warkah (akibatnya Sertifikat dalam keadaan status
quo tanpa batas waktu yang jelas).
Bagaimana sikap Pengadilan Tingkat Pertama jika pihak
mengedepankan asas sederhana, cepat dan
biaya ringan dalampemeriksaan perkara.
1. Dalam Putusan MA, perlu dipertimbangkan
dalam pertimbangan hokum menyangkut
Penetapan Penundaan yang telah
dikeluarkan oleh Pengadilan Tingkat I atau ;
2. Pengadilan mengeluarkan surat keterangan
yang dikirimkan kepada pihak Tergugat
yang intinya menyatakan bahwa Penetapan
Penundaan secara otomatis tidak berlaku
ketika telah ada Putusan yang Berkekuatan
Hukum Tetap (in kracht);
1. Putusan Penundaan apabila
dikabulkan berlaku terus hingga
putusan “”BHT” demikian juga
sebaliknya.
2. Usul adanya surat keterangan
7
Tergugat meminta adanya ketegasan dalam Putusan
Kasasi atau PK terhadap Penetapan Penundaan yang
telah dikeluarkan?
Pada sengketa Tahapan Pemilukada dalam beberapa
perkara di PTUN, setelah adanya Putusan Tingkat
Pertama yang memenangkan Pihak Penggugat pihak
Tergugat (KPU Provinsi/Kabupaten/Kota) sebagai pihak
yang kalah mengajukan upaya hukum (Banding/Kasasi).
Namun di samping mengajukan upaya hukum pihak
Tergugat tetap melanjutkan tahapan Pemilukada sampai
dengan ditetapkannya Gubernur atau BupatiIWalikota
terpilih tanpa menunggu Putusan Peradilan TUN yang
berkekuatan hukum tetap. Setelah ada Putusan Peradilan
TUN yang berkekuatan hukum tetap yang memenangkan
pihak Penggugat selanjutnya pihak Penggugat memohon
Penetapan Eksekusi.
Apakah terhadap permohonan Eksekusi Pihak Penggugat
dapat ditindaklanjuti oleh PTUN walaupun telah ada
Kandidat lain yang telah terpilih dan ditetapkan oleh
T ergugat (KPU)?
PTUN harus menindaklanjuti permohonan
Eksekusi tersebut dengan mengeluarkan
Penetapan Eksekusi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 116 Undang-Undang Nomor 51
Tahun 2009;
-Sudah beberapa putusan MA
tentang
kasus
Sengketa
PTUN MANADO.
No.
PERMASALAHAN
USUL PEMECAHAN MASALAH
PEMECAHAN MASALAH OLEH
MA - RI
1
Dalam berkas perkara Kasasi dan PK yang dikirimkankembali oleh MARl ke Pengadilan Pengaju, tidak atau
Putusan PK. melampirkan Soft Copy untuk Putusan Kasasi atau Putusan PK ; Yang ada hanya Kasasi atau PK
putusan yang sudah di print dan dijilid ;
Penerapan Pasal 117 UU No. 9 Tahun 2004 ; Dimana
tidak ada kemauan dari Tergugat yang kalah untuk
melaksanakan putusan yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap ;
Masalahnya :
Bahwa Penetapan Ketua tersebut dapat diajukan oleh
Penggugat atau Tergugat kepada MARl untuk dimintakan
Penetapan Kembali.
Mohon dikirimkan Soft Copy untuk putusan
Kasasi atau Putusan PK.
Ketua Pengadilan TUN yang bersangkutan
memanggil Pihak Penggugat dan Tergugat dan
memberikan penjelasan ; Akan tetapi bila tidak
tercapai kata sepakat, maka Ketua tersebut
tetap membuatkan Penetapan yang menentukan
jumlah uang atau kompensasi lainnya ;
1. Sebaiknya Penetapan dari Ketua PTUN
tersebut, oleh Ketua yang bersangkutan
juga memintakan kepada MARl untuk
dikuatkan atau disetujui, kemudian
dilaksanakan oleh Tergugat ;
Atau Klausal bunyi pasal 117 ayat 5
tersebut, dihilangkan / dihapus saja ;
-Soft copy tidak perlu dikirim ke
Pengadilan
Pengaju,
karena
Mahkamah
Agung
telah
mengirimkan salinan putusan yang
disahkan oleh Panitera Muda.
PTUN AMBON
No.
PERMASALAHAN
USUL PEMECAHAN MASALAH
PEMECAHAN MASALAH OLEH
MA - RI
1
2
3
Pada Kepaniteraan Hukum PTUN Ambon belum
tersedianya fasilitas-fasilitas penunjang dalam proses
penyimpanan dan penataan arsip berkas perkara in-aktif
antara lain:
- Tidak tersedianya ruangan penyimpanan arsip
berkas perkara in-aktif;
- Tidak tersedianya rak/lemari penyimpanan/
penataan arsip berkas perkara in-aktif ;
Belum adanya buku register Induk pengaduan, register
Induk informasi, buku bantu penerimaan surat kuasa,
pengaduan, dan informasi;
Dengan adanya proses Upload data Putusan melalui
Website yang dilaksanakan oleh Mahkamah Agung RI
pada Direktori putusan Mahkamah Agung RI, maka secara
tidak langsung para Pihak dapat mengetahuinya, namun
Untuk mencapai sasaran yang diharapkan
dalam proses proses penyimpanan dan
penataan arsip berkas perkara in-aktif perkara
in-aktif, maka sangat diperlukan ruangan
penyimpanan arsip dan rakJlemari yang layak
dan diharapkan agar realisasi anggaran dapat
disesuaikan dengan usul perencanaan yang
disampaikan oleh PTUN Ambon;
Pengadaan buku-buku register tersebut perlu
diadakan untuk kelancaran pelaksanaan tugas
dalam rangka pencapaian tujuan yang
diharapkan;
Dimohonkan agar perkara-perkara yang telah
diputus, proses pengirimannya dapat dipercepat
sehingga para pihak yang berperkara tidak
terlalu lama menunggu dan bertanya - tanya
tentang keberadaan perkara tersebut ;
Acc
Acc.
4
5
proses pengiriman berkas perkara Salinan putusan
tersebut ke Pengadilan pengaju sering terlambat,
mengakibatkan para Pihak sering bertanya, bahkan meminta
pendapat hukum tentang keberadaan Amar putusan yang
ada pada Direktori putusan Mahkamah Agung RI tersebut.
Belum tersedianya Register Induk Perkara Kasasi dan
Register Induk perkara Peninjauan Kembali untuk tahun 2012
sampai dengan saat ini, walaupun telah disurati
keMahkamah Agung RI dengan surat tertanggal 08 Februari
2012 Nomor : W4-TUN3/143/PL.01.10/1l1 2012 sehingga
proses pengisian data tersebut masih mempergunakan buku
bantu.
Pemohon Peninjauan Kembali
I
Termohon PeninjauanKembali kadang kala mengirimkan Memori
I
KontraMemori melalui Pos, tanpa disertai dengan Soft Copynya
sehingga menyulitkan kami dalam membuat Tanda Terima
maupun melampirkan Soft Copy dalam berkas untuk
dikirimkan ke Mahkamah Agung RI
Untuk mempermudah proses pengisian data-data
yang berkaitan dengan perkara Kasasi maupun
Peninjauan Kembali maka buku-buku Induk
tersebut perlu direalisasikan sesuai kebutuhan.
Perlu adanya petunjuk pelaksanaan tentang tata
cara penerimaan memori atau kontra memori
yang . diajukan melalui Kantor Pos untuk
mempermudah petugas meja III dalam
pembuatan tanda terima dan bagaimana jika soft
copy tidak dilampirkan oleh Pemohon atau
Acc.
Termohon saat pengiriman memori/kontra memori
melalui Kantor Pos tersebut.
Makassar, 17 September 2012
KETUA :
TTD.
IAMAIL BATUIRANTE, SH. MH.