• Tidak ada hasil yang ditemukan

PP Ekonomi Pembangunan 1 TEORI EKONOMI P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PP Ekonomi Pembangunan 1 TEORI EKONOMI P"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BUNGARAN SIALLAGAN (16.832.0142) JELITA ARWIDA SIREGAR (16.832.0108)

JENRI AZHARI RITONGA (16.832.0179) MARISSA CLAUDYA (16.832.0193)

NOVIDA AYUHARI TAMBUNAN (16.832.0255) RIKA HANDAYANI (16.832.0144)

TEGUH ARFANDY ARIEF (16.832.0102)

TUGAS

(2)
(3)

 TEORI ADAM SMITH

KELEBIHAN

A. HUKUM ALAM

Kebebasan akan berusaha memaksimalkan kesejahteraan dirinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah dalam industri dan perniagaan. Dimana pasar persaingan sempurna cenderung untuk memaksimumkan kesejahteraan nasional.

B. PEMBAGIAN KERJA

(4)

 TEORI ADAM SMITH

KELEBIHAN

C. PROSES PEMUPUKAN MODAL

Tingkat investasi/pemupukan modal akan ditentukan oleh tingkat tabungan

dan tabungan yang sepenuhnya diinvestasikan. D. TINGKAT SUKU BUNGA

Dalam keadan suku bunga turun terlalu rendah maka para lintah darat tidak

(5)

 TEORI ADAM SMITH

KELEBIHAN

E. AGEN PERTUMBUHAN

Para petani, produsen, dan pengusaha merupakan agen kemajuaan dan

pertumbuhan ekonomi. Perdagangan bebas dan persaingan, yang mendorong mereka memperluas pasar, yang pada gilirannya memungkinkan

pembangunan ekonomi.

F. PROSES PERTUMBUHAN

Suatu kelompok sosial(bangsa) akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi tertentu yang tercipta karena naiknya jumlah mereka dan melalui tabungan. Ini mendorong “meluasnya pasar” yang pada gilirannya meningkatkan

(6)

 TEORI ADAM SMITH

KELEmahan

A. PEMBAGIAN MASYARAKAT SECARA LUGAS

Pembagian masyarakat secara lugas antara kapitalis(termasuk tuan tanah)

dan para buruh. Sehingga mengabaikan peranan kelas menengah yang

memberikan daya dorong bagi pembangunan ekonomi. B. ALASAN YANG TIDAK ADIL BAGI KEGIATAN MENABUNG

Sumber utama tabungan didalam masyarakat yang maju adalah para penerima

(7)

 TEORI ADAM SMITH

KELEmahan

C. ASUMSI YANG TIDAK REALISTIS TENTANG PERSAINGAN SEMPURNA

Kebijaksanaan pasar bebas dari persaingan sempurna ini tidak ditemukan didalam perekonomian manapun. Sejumlah pembatasan malahan dikenakan pada sektor perorangan dan pada perdagangan internasional pada tiap-tiap negara di dunia.

D. PENGABAIAN WIRASWASTA (PENGUSAHA)

Mengabaikan peranan pengusaha dalam pembangunan adalah suatu kelemahan yang serius dalam teorinya. Pengusaha merupakan titik sentral dalam

pembangunan. Mereka inilah yang mengatur dan menghasilkan inovasi dan dengan itu menghasilkan pembentukan modal.

E. ASUMSI YANG TIDAK REALISTIS TENTANG KEADAAN STASIONER

Proses pembangunan ini tidak memuaskan, sebab pembangunan ekonomi terjadi

(8)

 TEORI RICARDIAN(DAVID RICARDO)

KELEBIHAN

A. PEMBANGUNAN PERTANIAN

Ricardo menekankan pentingnya pembangunan industri tergantung pada sektor pertanian ini.

B. TINGKAT KEUNTUNGAN

Pemupukan modal tergantung pada peningkatan tingkat keuntungan dalam

pembangunan ekonomi.

C. PENTINGNYA TABUNGAN

(9)

 TEORI RICARDIAN(DAVID RICARDO)

KELEBIHAN

D. PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Sebagai sarana memperbaiki keadaan perekonomian sebab perdagangan luar negeri akan membawa pemanfaatan sumber daya secara maksimum dan meningkatkan pendapatan.

E. TEORI DINAMIS

(10)

 TEORI RICARDIAN(DAVID RICARDO)

KElemahan

A . MENGABAIKAN PENGARUH TEKNOLOGI

B. PENGERTIAN YANG SALAH TENTANG KEADAAN STASIONER C. PENGERTIAN YANG SALAH TERHADAP PENDUDUK

D. KEBIJAKSANAAN PASAR BEBAS YANG TIDAK DAPAT DITERAPKAN E. MENGABAIKAN FAKTOR-FAKTOR KELEMBAGAAN

F. TEORI RICARDO ADALAH TEORI DISTRIBUSI, BUKAN TEORI PERTUMBUHAN

G. TANAH JUGA MENGHASILKAN SELAIN GANDUM

(11)

 TEORI MALTHUS

KELEBIHAN

A. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PEMBANGUNAN EKONOMI B. PERANAN PRODUKSI DAN DISTRIBUSI

C. FAKTOR-FAKTOR DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI D. PROSES AKUMULASI MODAL

(12)

 TEORI MALTHUS

KELEmahan

A. STAGNASI SEKULER TIDAK MELEKAT PADA AKUMULASI MODAL B. PANDANGAN NEGATIF TERHADAP AKUMULASI MODAL

C. KOMODITI TIDAK DIPERTUKARKAN DENGAN KOMODITI SECARA LANGSUNG

(13)

 TEORI MILL

KELEBIHAN

A. PENGENDALIAN PERTUMBUHAN PENDUDUK B. CADANGAN UPAH

C. LAJU AKUMULASI MODAL D. KEADAAN STASIONER

(14)

 TEORI MILL

KELEMAHAN

A. KEADAAN STASIONER BUKAN SUATU REALITAS

B. PIKIRAN YANG SALAH MENGENAI CADANGAN UPAH

C. HUKUM MENGENAI HASIL YANG SEMAKIN BERKURANG TIDAK BERLAKU

(15)

 TEORI KLASIK

KELEBIHAN

A. PEMUPUKAN MODAL, KUNCI KE ARAH KEMAJUAN B. KEUNTUNGAN, RANGSANG BAGI INVESTASI

C. KEUNTUNGAN CENDERUNG MENURUN D. KEADAAN STASIONER

(16)

 TEORI KLASIK

KELEMAHAN

A. MENGABAIKAN KELAS MENENGAH B. MELALAIKAN SEKTOR PUBLIK

C. MEREMEHKAN TEKNOLOGI

D. HUKUM YANG TIDAK REALISTIK

(17)

 TEORI MARXIS

KELEBIHAN

A. PENAFSIRAN SEJARAH SECARA MATERIALISTIK B. NILAI LEBIH

(18)

 TEORI MARXIS

KELEMAHAN

A. NILAI LEBIH TIDAK REALISTIK

B. KEMAJUAN TEKNOLOGI DAPAT MEMPERKECIL PELUANG PEKERJAAN C. KECENDERUNGAN JATUHNYA KEUNTUNGAN TIDAK BENAR

(19)

 TEORI SCHUMPETER

KELEBIHAN

A. PEREKONOMIAN PERSAINGAN SEMPURNA DALAM KESEIMBANGAN MANTAP

B. INOVASI

C. PERANAN INOVATOR

(20)

 TEORI SCHUMPETER

KELEMAHAN

A. PERBEDAAN TATANAN SOSIO-EKONOMI B. KURANGNYA KEWIRASWASTAAN

C. TIDAK DAPAT DITERAPKAN PADA NEGARA SOSIALIS

D. TIDAK DAPAT DITERAPKAN PADA EKONOMI CAMPURAN

E. YANG DIBUTUHKAN ADALAH PERUBAHAAN KELEMBAGAAN DAN BUKAN INOVASI F. ASIMILASI INOVASI

G. MENGABAIKAN KONSUMSI H. MENGABAIKAN TABUNGAN

I. MENGABAIKAN PENGARUH EKSTERNAL

J. MENGABAIKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK

(21)

TEORI KEYNES

KELEBIHAN

A. PENGANGGURAN SIKLIS

B. ANALISA PERIODE JANGKA PENDEK

C. PENAWARAN LEBIH FAKTOR KOMPLEMENTER DAN FAKTOR TENAGA KERJA D. TENAGA KERJA DAN MODAL SEREMPAK MENGANGGUR

E. PERMINTAAN EFEKTIF

F. KECENDERUNGAN MENGKONSUMSI G. KECENDERUNGAN MENABUNG

H. KECENDERUNGAN MARGINAL MODAL I. SUKU BUNGA

(22)

TEORI KEYNES

KELEMAHAN

A. PENGANGGURAN TERPAKSA

B. KURVA PENAWARAN OUTPUT YANG TIDAK ELASTIS

(23)

TEORI TAHAP PERTUMBUHAN ROSTOW

KELEBIHAN

A. TINGKAT INVESTASI NETTO MELEBIHI 10 PERSEN DARI PENDAPATAN NASIONAL

B. PERKEMBANGAN SEKTOR-SEKTOR PENTING

(24)

TEORI TAHAP PERTUMBUHAN ROSTOW

KELEmahan

A. MASYARAKAT TRADISIONAL TIDAK PERLU BAGI PERKEMBANGAN B. PRA-KONDISI MUNGKIN TIDAK MENDAHULUI TINGGAL LANDAS C. TUMPANG TINDIH TAHAPAN

D. KRITIK TERHADAP TINGGAL LANDAS

E. TAHAP PENDORONG MENUJU KEDEWASAAN MEMBINGUNGKAN F. TAHAP KONSUMSI MASSAL: TIDAK KRONOLOGIS

G. RASIO MODAL-OUTPUT TIDAK KONSTAN

(25)

TEORI LEWIS

KELEBIHAN

A. TERJADINYA SURPLUS KAPITALIS

B. PERANAN PEMERINTAH DAN KAPITALIS SWASTA

(26)

TEORI LEWIS

KELEMAHAN

A. TIDAK SETIAP NEGARA TERBELAKANG MEMPUNYAI PENAWARAN BURUH YANG TIDAK TERBATAS

B. TINGKAT UPAH DI SEKTOR KAPITALIS TIDAK KONSTAN

C. TIDAK DAPAT DITERAPKAN JIKA AKUMULASI MODAL BERSIFAT MENGHEMAT-BURUH

D. BURUH TERAMPIL BUKANLAH KESULITAN SEMENTARA E. KURANGNYA USAHA DAN INISIATIF

F. PROSES MULTIPLIKASI TIDAK BERLANGSUNG DI NEGARA TERBELAKANG G. MENGABAIKAN PERMINTAAN TOTAL

H. MOBILITAS BURUH TIDAKLAH MUDAH

(27)
(28)

Referensi

Dokumen terkait

telah memperkenalkan penulis pada teori-teori ekonomi politik dan pembangunan. Malalui beliau penulis dibimbing untuk memahami hakekat

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan

Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.. Di sini terdapat tiga elemen

c) Ekonomi yang terus bertumbuh, tidak memperhatikan pertambahan penduduk, sedangkan proses pembangunan ekonomi memperhatikan pertambahan penduduk suatu Negara. d) Proses

Dengan demikian permasalahan yang muncul adalah paradigma teori barat yang diterapkan di Indonesia justru tidak meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, melainkan

Pembangunan dapat dimulai hanya dalam beberapa sektor yang dinamis, mampu memberikan output rasio yang tinggi dan pada wilayah tertentu, yang dapat memberikan dampak yang luas

1 Pembangunan bidang ekonomi adalah Proses upaya yang dilakukan secara sadar untuk kenaikan pendapatan total dan pendapatan per kapita dengan memperhitungkan pertambahan penduduk dan

Dalam konteks pembangunan wilayah perkotaan dan pedesaan, teori Cincin Von Thunen dapat digunakan untuk memahami bagaimana faktor-faktor ekonomi mempengaruhi pola spasial pertumbuhan