Pengembangan Pelayanan Kesehatan sebagai Acuan Meningkatkan
Kepuasan Masyarakat Daerah
(Objek Kajian: Pelayanan Kesehatan Warga Kota Probolinggo)
Tema: Pelayanan
Disusun oleh : Kelompok 15
Nurul Dian Nitami 170110110006 Farhan Hakim Suryadi 170110110082 Rizky Ananda 170110110108
Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Padjadjaran
Artikel : Sistem Pemerintahan Daerah Tema : Pelayanan
Pengembangan Pelayanan Kesehatan sebagai Acuan Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Daerah
(Objek Kajian: Pelayanan Kesehatan Warga Kota Probolinggo)
Berdasarkan UU No. 32 tahun 2004 mengenai Otonomi Daerah, yang mana dijelaskan didalamnya bahwa diberikan suatu kewenangan penuh atas suatu daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Kewenangan atas suatu daerah untuk mengurus Rumah Tangganya itu sendiri menjadi tugas dari pemerintah daerah bagaimana melaksanakan tujuan-tujuan pemerintahan daerah yang berlandaskan hukum atau undang-undang yang berlaku. Didalam pelaksanaan sistem pemerintah daerah, tentu saja terdiri dari beberapa elemen-elemen yang mendukung agar tujuan pemerintah daerah tercapai dengan efektif dan efisien. Elemen-elemen itu diharapkan dapat mewujudkan tujuan pemerintahan daerah kedalam pencapaian tujuan yang berdasar kepada tingkat kebutuhan, tingkat kepentingan publik, serta kepuasan publik. Maka untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasan kepada masyarakat, tugas pemerintah disini yaitu memberikan serta meningkatkan pelayanan yang prima guna pencapaian tujuan pemerintahan daerah dapat diwujudkan.
Berkaitan dengan tugas pemerintah dalam mencapai tujuan organisasi yang berdasarkan kebutuhan masyarakat, maka meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat merupakan elemen penting agar terciptanya tingkat kepuasan masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.
pelayanan guna memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang ada agar tujuan dari pemerintah pun dapat diwujudkan.
Kesehatan menurut kami merupakan salah satu kebutuhan yang harus di penuhi oleh pemerintah Pusat ataupun pemerintah daerah sebagai salah satu bentuk nyata pelayanan publik. Pelayanan publik disini termasuk dalam sebuah pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. definisi pelayanan kesehatan menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmojo adalah sebuah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif( peningkatan kesehatan ) dengan sasaran masyarakat. Sedangkan menurut Levey dan Loomba (1973), Pelayanan Kesehatan Adalah upaya yang diselenggarakan sendiri/secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, dan mencembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan peroorangan, keluarga, kelompok, atau masyarakat. definisi pelayanan kesehatan menurut Depkes RI (2009) adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun masyarakat. Sesuai dengan batasan seperti di atas, mudah dipahami bahwa bentuk dan jenis pelayanan kesehatan yang ditemukan banyak macamnya.
Sesuai dengan batasan seperti di atas, mudah dipahami bahwa bentuk dan jenis pelayanan kesehatan yang ditemukan banyak macamnya. Karena kesemuanya ini ditentukan oleh: Pengorganisasian pelayanan, apakah dilaksanakan secara sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi. Ruang lingkup kegiatan, apakah hanya mencakup kegiatan pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, pemulihan kesehatan atau kombinasi dari padanya.
Dari definisi Pelayanan publik dan Pelayanan kesehatan diatas kami menjadikan Probolingo sebagai daerah yang ingin kami ketahui bagaimana tingkat pelayanan kesehatannya.
masyarakat, hal ini kerap terjadi didaerah-daerah yang kurang mendapatkan perhatian lebih atau dapat dikatakan daerah terpencil.
Pemerintah saat ini sudah berusaha memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga. Pengembangan jaminan pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia diantaranya adalah jamkesmas. Pemerintah kota probolinggo juga sangat memperhatikan untuk pelayanan kesehatan masyarakat, terutama masyarakat miskin yang tidak terdata di jamkesmas dan jamkesda. Pemerintah kota Probolinggo menganggarkan Rp 5,9 M untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin (maskin).
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hal penting dalam membina dan meningkatkan suatu keadaan yang lebih baik. Disini ditekankan pada peningkatan kesehatan masyarakat.
Pemberian pelayanan umum seperti pelayanan kesehatan ini perlu adanya kesinambungan antara kepentingan dan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Moenir (2001) bahwa pelayanan umum yang diinginkan oleh masyarakat yaitu kemudahan dalam mengurus kepentingan mendapatkan pelayanan yang wajar, perilaku yang sama tanpa pilih kasih dan perlakuan yang jujur dan terus terang.
Selanjutnya Moenir menambahkan, bahwa kelancaran pemberian layanan tergantung pada kesediaan petugas terhadap kewajiban, sistem dan prosedur serta metode yang memadai. Sistem pelayanan kesehatan di kota probolinggo adalah suatu usaha untuk menciptakan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Beberapa fungsi pelayanan kesehatan kesehatan untuk masyarakat :
1.Pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat terutama Ibu dan bayi
2.Pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya orang menjadi sakit dan masyarakat terancam dari masalah kesehatan yang memungkinkan masyarakat menjadi sehat.
4.Pelayanan kesehatan untuk memulihkan dan mmperbaiki kondisi orang pasca sakit.Seperti contoh balita yang terkena campak setelah di imunisasi balita menjadi sehat dan bebes dari campak.
5.Pelayanan kesehatan juga untuk mengembalikan mantan penderita ke dalam kehidupan sosialnya.
. Hal ini dilakukan sejalan dengan visi-misi Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. Dengan visi ”Masyarakat Kota Probolinggo mandiri untuk hidup sehat”. Sedangkan misinya, mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo sehat. Juga sekaligus mewujudkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Indikator untuk mencapai itu dibuatlah Standard Pelayanan Minimal (SPM) sebagai tolok ukur keberhasilan bidang kesehatan.
Ada 18 item indikator kinerja SPM yakni; - kunjungan ibu hamil,
- komplikasi kebinaan yang ditangani,
- pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebinaan - pelayanan nifas
- neonatus dengan komplikasi yang ditangani - kunjungan bayi
- desa/kelurahan Universal Child Immunization - pelayanan anak balita
- pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan - balita gizi buruk mendapat perawatan
- penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat - peserta KB aktif
- penemuan pasien baru BTA positif (TBC) - penemuan DBD yang ditangani
- penemuan penderita diare
- pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin - pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin - pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan Sarkes
- desa/kel mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam - desa siaga aktif
Dari beberapa indikator tersebut, sejauh ini sudah menunjukkkan perkembangan yang lebih baik. Mengingat saat ini juga sudah mengarah pada program MDGs (Millenium Development Goals) 2015. Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, Dr Bambang Agus Suwignyo, M.Mkes menuturkan seputar perkembangan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di daerahnya. Apabila ditinjau dari sisi aspek pelayanan kesehatan sudah tercukupi. Sarana dan prasarana kesehatan di puskesmas cukup memadai dan sudah mengikuti perkembangan teknologi.
Bahkan jenis pelayanan lebih variatif, sesuai dengan usulan masyarakat. Ia mencontohkan berbagai pelayanan unggulan dari masing-masing puskesmas sehingga memiliki brand tersendiri.
-Untuk puskesmas Kanigaran spesifik dengan pelayanan gigi dengan tenaga ahli dokter spesialis gigi.
- Puskesmas Wonoasih khusus untuk pelayanan opeasi caesar dengan tenaga medis dokter spesialis kebidanan dan kandungan plus peraltan canggihnya USG 4 dimensi.
- Puskesmas Jati khusus pelayanan Akupuntur dengan alat acupressure. - Puskesmas Sukabumi spesifik untuk pelayanan Mata dan operasi katarak. - Puskesmas Kedopok khusus pelayanan bagi para Lansia.
Namun demikian, bukan berarti puskesmas tersebut tidak ada pelayanan tambahan. Semua pelayanan tetap bisa dilaksanakan, hanya masyarakat lebih banyak pilihan. Bila menginginkan yang lebih spesifik dengan tenaga medis dokter spesialis, tinggal menuju puskesmas sesuai dengan kebutuhannya.Hal ini menandakan masyarakat sudah memiliki pemikiran lebih maju untuk meningkatkan derajat kesehatan dirinya. Termasuk perubahan perilaku menuju hidup sehat juga sudah ada peningkatan.Baginya, saat ini masyarakat juga sudah berani memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap pelayanan kesehatan. Mereka bisa melakukannya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Untuk saran dan kritikan secara langsung biasanya disampaikan ke pihak puskesmas secara lisan.Sedangkan penyampaian secara tidak langsung, bisa melalui kotak saran maupun lewat media elektronik milik Pemerintah seperti Radio Suara Kota Probolinggo.Namun demikian, yang paling berperan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat yakni faktor lingkungan dan perilaku.
Upaya preventif dan promotif juga memegang peranan yang penting. Dan tidak mungkin bisa terlaksana bila hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja. Perlu adanya dukungan dari semua pihak seperti peran tokoh masyarakat, para stakeholder serta seluruh elemen yang ada, masih ada yang memiliki pemikiran keliru tentang masalah kesehatan. dianggapnya tanggung jawab mutlak petugas kesehatan. Kemudian anggapan yang salah tentang tindakan kuratif (pengobatan) dianggap lebih penting daripada preventif (pencegahan).Untuk itu secara continue masih diperlukan langkah –langkah kongkrit agar masyarakat bisa merubah kebiasaan buruknya sehingga berperilaku hidup bersih dan sehat
Pembangunan kesehatan adalah sebuah investasi, karena yang digarap manusianya. Tingkat keberhasilannya baru bisa diukur setelah jangka waktunya mencapai 10 – 15 tahun ke depan. Namun secara umum di kota Probolinggo sudah menunjukkan kemajuan yang pesat. Ini terbukti dengan tercapainya indikator SPM (standard pelayanan minimal) tahun 2009.Yang lebih penting, seluruh elemen bisa mendukung berbagai program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan. Mulai masyarakatnya, para stakeholder, tokoh masyarakat, LSM dan semua lapisan bersama-sama menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada.
kesehatan yang mengalami kemajuan pesat serta tercukupi yang mana hal ini didukung oleh masyarakat Probolinggo sendiri. Serta kehidupan masyarakat Probolinggo pun semakin membaik terutama dalam bidang kesehatan dengan adanya Pengembangan Pelayanan Kesehatan yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo.
Secara Universal masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk hidup sehat. Beberapa gerakan menjaga kebersihan di wilayahnya masing - masing gencar dilakukan. Kegiatan Jum’at Minggu bersih (Jumingsih) rutin dilakukan baik dari kalangan aparatur pemerintahan maupun masyarakat sendiri. Koordinator forum kota sehat Sukardi Mitho menuturkan tentang berbagai aktifitas dan promosi kesehatan yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak.
“Gerakan itu memang belum sepenuhnya, karena masih didominasi kalangan berpendidikan menengah keatas. Sedangkan untuk kalangan bawah masih perlu ditingkatkan,”ungkapnya
Upaya untuk mengkampanyekan hidup sehat harus terus dikumandangkan. Entah itu melalui kegiatan rutin di msyarakat seperti posyandu, Tim penggerak PKK, atau di pertemuan lainnya.Sukardi Mitho menilai masih perlunya kooordinasi dan kekompakan dari seluruh dinas, instansi di lingkungan Pemkot.“Karena persoalan kesehatan ini dinamis dan kompleks, tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan semata. Lintas sektoral juga harus mendukungnya. Apalagi progress-nya sudah cukup bagus, sarana dan prasarana kesehatan juga memadai,” urainya.
DAFTAR PUSTAKA
Robert, 1996, Pelayanan Publik, PT. Gramedia Pustaka Utama
http://www.fileskripsi.com
http://probolinggo.dinkesjatim.go.id