• Tidak ada hasil yang ditemukan

critical review jurnal analisis pengaruh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "critical review jurnal analisis pengaruh"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

mata kuliah : ekonomi Kota

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

ERLINA

MAGHFIROH

OLEH :

3613100022

(2)

Kata pengantar

Segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas ekonomi Kota dengan judul review jurnal Analisis pengaruh pendapatan perkapita dan jumlah penduduk terhadap permintaan perumahan Kota Manado 2003-2012 ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Tak luput penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini yaitu :

• Dosen Ekonomi Kota yaitu Bapak Ir. Eko Budi Santoso, Lic. Rer. Reg dan Ibu Vely Kukinul Siswanto S.T, M.T, M.Sc yang telah membantu memberikan masukan dan nasehat dalam penyusunan makalah ini.

• Semua rekan yang membantu memberikan motivasi serta nasehat yang bermanfaat dalam proses penulisan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Demikian tugas ekonomi Kota ini yang kiranya masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan pembaca dapat memberikan masukan informasi serta wacana yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.

Surabaya, 15 Maret 2015

(3)

Pendahuluan Namun dengan seiring berkembangnya waktu rumah bukan hanya sebagai kebutuhan pokok akan papan saja, melainkan sebagai alternatif investasi yang cukup menarik dan juga sebagai indikator identitas status sosial masyarakat sehingga kebutuhan akan rumah mengikuti tren dan selera dari masyarakat itu sendiri.

Perkembangan gaya hidup masyarakat pada abad ini berakibat pada kecenderungan ingin memiliki rumah dengan cara yang mudah, aman dan cepat sehingga para pengembang baik pengembang dari pihak pemerintah atau swasta harus mengusahakan pembangunan kebutuhan akan rumah dengan memperhatikan selera dan kemampuan serta bagaimana strategi agar semua lapisan masyarakat dapat menjangkau akan kebutuhan rumah tersebut baik masyarakat berpenghasilan tinggi maupun masyarakat berpenghasilan rendah.

Kebutuhan akan rumah juga dipengaruhi akibat pusat pertumbuhan ekonomi Kota dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi salah satu contohnya pada Kota Manado. Kota Manado merupakan salah pusat kegiatan ekonomi di Indonesia yang perkembangannya tidak luput dari pertambahan penduduk yang terjadi baik secara alamiah maupun melalui proses urbanisasi. Dengan adanya pembangunan – pembangunan seperti pusat – pusat perbelanjaan dan tempat hiburan mempengaruhi para pengembang perumahan untuk membangun rumah tinggal di Kota Manado.

Permintaan akan perumahan memainkan peranan penting dalam mempengaruhi nilai pasar properti jenis perumahan. Hal ini dikarenakan penawaran tanah untuk pembangunan terbatas dari segi keluasaan akan tetapi dari segi permintaan selalu berubah dan bertambah. Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan perumahan adalah pertambahan penduduk dan pendapatan konsumen.

(4)

pendapatan seseorang meningkat dan kondisi perekonomian tidak terjadi resesi dan inflasi, kecenderungan untuk memiliki rumah akan meningkat baik secara kualitas maupun kualitas. Dapat diasumsikan bahwa faktor pertambahan penduduk dan pendapatan konsumen juga berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan akan rumah.

Rumusan masalah

1. Bagaimana pengaruh dari faktor pendapatan perkapita terhadap kebutuhan akan permintaan perumahan di Kota Manado?

2. Bagaimana pengaruh dari faktor jumlah penduduk terhadap kebutuhan akan permintaan perumahan di Kota Manado?

Tujuan

1. Dapat menjelaskan pengaruh dari faktor pendapatan perkapita terhadap permintaan perumahan Kota Manado tahun 2003-2012.

2. Dapat menjelaskan pengaruh dari faktor jumlah terhadap permintaan perumahan Kota Manado tahun 2003-2012.

Metode penelitian

(5)

Landasan Teori

Teori Permintaan

Menurut Sadono Sukirno (2005) permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga tertentu selama periode waktu tertentu. Fungsi permintaan seorang konsumen akan suatu barang dapat dirumuskan sebagai :

Dx = f ( Y, Py, T, u )

Dimana : Dx = Jumlah barang yang diminta, Y = Pendapatan Konsumen, Py = Harga Barang Lain, T = Selera, U = Faktor-faktor Lainnya

Persamaan tersebut berarti jumlah barang X yang diminta dipengaruhi oleh harga barang X, pendapatan konsumen, harga barang lain, selera dan faktor-faktor lainnya. Dimana DX adalah jumlah barang X yang diminta konsumen, Y adalah pendapatan konsumen, Py adalah harga barang selain X, T adalah selera konsumen dan U adalah Faktor-faktor lainnya. Dalam kenyataannya permintaan akan suatu barang tidak hanya dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri namun juga oleh faktor-faktor lain.

Kurva Permintaan

Jika dimisalkan permintaan seseorang hanya dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri, maka setiap perubahan harga barang tersebut akan mempengaruhi keputusan konsumen untuk menentukan berapa jumlah yang akan dimintanya. Pada umumnya jika suatu barang naik mana jumlah barang yang diminta akan turun, begitu pula sebaliknya.

Kurva permintaan adalah kurva yang menghubungkan antara tingkat harga suatu barang dengan jumlah yang diminta atas barang tersebut, ceteris paribus. Hubungan antar harga suatu komoditi dengan jumlah yang diminta dapat dilihat dalam grafik permintaan di bawah ini (Suryawati, 2005: 12)

(6)

Seperti disebutkan di atas, kita harus dapat membedakan jumlah yang diminta dan permintaan. Perubahan harga akan mempengaruhi jumlah yang diminta, bukan permintaan. Sedangkan perubahan permintaan akan menyebabkankurva permintaan bergeser ke kanan dan ke kiri (Gambar. Kurva Permintaan Individu). Pegeseran kurva permintaan berarti jumlah yang diminta akan berubah di setiap tingkat harga.

Kurva permintaan mempunyai slope yang menurun ke kanan (berslope negatif ) yang berarti jika harga suatu barang naik (asumsi yang lain tetap- ceteris paribus) maka konsumen akan cenderung untuk menurunkan permintaanya atas barang tersebut, begitu pula sebaliknya dan hal ini disebut Hukum Permintaan. Suryawati (2005:13).

Permintaan Perumahan

Permintaan perumahan memainkan peranan penting dalam mempengaruhi nilai pasar properti jenis perumahan. Hal ini di karenakan penawaran tanah untuk pembangunan terbatas dari segi keluasaan akan tetap dari segi permintaan selalu berubah dan bertambah. Awang Firdaos (Valuestate, 1997 : 14) menjelaskan bahwa permintaan konsumen terhadap perumahan dipengaruhi oleh faktor – faktor sebagai berikut :

1. Lokasi

Keberadaan lokasi perumahan, apakah dipusat di pinggir Kota sangat mempengaruhi minat konsumen dalam membeli rumah. Semakin strategis letak perumahan tersebut berarti semakin baik dan memiliki tingkat permintaan yang semakin tinggi. Faktor-faktor ekonomi dari keberadaan lokasi perumahan juga menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih rumah yang dikehendakinya. Jarak menuju tempat kerja, tempat hiburan, dan fasilitas umum sebagai motif efesiensi waktu dan biaya transportasi merupakan faktor ekonomi yang menjadi pertimbangan konsumen di dalam memilih lokasi rumah yang dimaksud.

2. Pertambahan penduduk

Dengan alasan bahwa setiap orang memerlukan tempat tinggal sebagai tempat berlindung, maka setiap pertambahan penduduk baik secara alamai maupun non alami (karena urbanisasi) akan meningkatkan permintaan akan rumah.

3. Pendapatan Konsumen

(7)

perekonomian tidak terjadi resesi dan inflasi, kecenderungan untuk memiliki rumah akan meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas.

4. Kemudahan Mendapatkan Pinjaman

Pada pasar properti perumahan, permintaan perumahan dipengaruhi juga oleh kebijakan pemerintah dan institusi keuangan seperti perbankan. Karakteristik pasar properti yaitu membutuhkan dana besar, menyebabkan konsumen sangat tergantung pada kemudahan pendanaan. Kemudahan pendanaan ini dapat berupa fasilitas kredit pinjaman, penurunan tingkat suku bunga pinjaman, dan jangka waktu pelunasan pinjaman. Apabila kemudahan tersebut dapat diperoleh konsumen, dipercaya permintaan akan rumah oleh konsumen akan bertambah. Sebaliknya jika syarat mendapatkan pinjaman sangat ketat, atau suku bunga pinjaman yang tinggi akan menurunkan permintaan rumah oleh masyarakat.

5. Fasilitas dan Sarana Umum

Fasilitas disini meliputi fasilitas umum dan fasilitas sosial, diantaranya infrastruktur, sarana pendidikan, kesehatan, keagamaan, sarana transportasi, dan lain-lain. Keberadaan fasilitas tersebut membangun serta menarik minta investor yang selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan rumah di kawasan tersebut.

6. Harga Pasar Rumah

Seperti dalam hal teori permintaan dan penawaran, semakin tinggi harga barang akan mengakibatkan penurunan permintaan akan barang yang dimaksud. Apabila harga rumah menengah naik, sementara kecenderungan memiliki rumah dengan tingkat harga tersebut akan berkurang dan permintaan akan beralih ke rumah dengan harga yang lebih rendah.

7. Undang-undang

(8)

Analisis

Analisis permintaan perumahan pada Kota Manado menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Manado dan Dinas Tata Kota Manado tahun 2003 sampai 2012 tersebut diestimasikan dengan analisis regresi berganda dan diolah menggunakan program Eviews 5.0 untuk uji t, uji F, uji R2 sampai dengan uji asumsi klasik. Dari hasil regresi dapat dibentuk model estimasi dengan syarat BLUE (Best, Linear, Unbiased, Estimatory) dari metode kuadrat terkecil (OLS). Pengujian dilakukan dalam model antara lain : Uji Multikolinearitas, Uji Heterokedastisitas, dan Uji Autokorelasi.

UJI STATISTIK

Uji t adalah uji yang biasanya digunakan oleh para ahli ekonometrika untuk menguji hipotesis tentang koefisien-koefisien slope regresi secara individual.

Dengan hipotesis:

H0 : αi = 0 , dimana i = 1, 2, 3 Ha : αi ≠ 0 , dimana i = 1, 2, 3

H0 ditolak jika t hitung > t tabel = signifikan secara statistik

Dari hasil estimasi untuk pendapatan perkapita (PP) di dapatkan bahwa nilai t-statistik lebih besar dari nilai t-tabel, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak. Dengan ditolaknya H0 berarti pendapatan perkapita mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 1% terhadap Permintaan Perumahan (C). Sedangkan dari hasil estimasi untuk Jumlah Penduduk (JP) didapatkan bahwa nilai t-statistik lebih kecil dari nilai t-tabel, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima. Dengan diterimanya H0, berarti Jumlah Penduduk (JP) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 1%, 5%, dan 10% terhadap Permintaan Perumahan (C).

(9)

dan Jumlah Penduduk (JP) berpengaruh secara signifikan terhadap Permintaan Perumahan (C).

Dari hasil analisis regresi persamaan yang dilakukan, ditemukan bahwa pendapatan perkapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap Permintaan Perumahan. Hasil ini sejalan dasar teoritik dan hipotesis bahwa semakin tinggi pendapatan, maka semakin tinggi pula Permintaan.

Dengan kata lain tinggi rendahnya Permintaan Perumahan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya Pendapatan perkapita. Dilihat dari data Pendapatan perkapita Kota Manado yang mengalami peningkatan secara merata dan stabil dari tahun 2003 sampai 2012 dapat disimpulkan bahwa Pendapatan perkapita berpengaruh terhadap jumlah permintaan perumahan di Kota Manado.

(10)

Penutup

Kesimpulan

Permintaan akan perumahan di Kota Manado cenderung dipengaruhi oleh pendapatan perkapita penduduk dibandingkan jumlah penduduk. Hal ini sesuai dengan hipotesis pehitungan analisis regresi berganda terhadap permintaan perumahan di Kota Manado dengan menggunakan data dari BPS Kota Manado dan Dinas tata Kota dapat disimpulkan bahwa pendapatan perkapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan perumahan, sedangkan jumlah penduduk hanya berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan perumahan. Dengan anggapan lain bahwa semakin tinggi pendapatan perkapita semakin tinggi pula permintaan perumahan, dengan adanya peningkatan pendapatan mempengaruhi masyarakat untuk membeli rumah.

Saran

Bagi pemerintah dan pihak pengembang perlunya memperhatikan kebutuhan permintaan perumahan, dilihat dari segi ekonomi jika kegiatan ekonomi di pusat Kota Manado mengalami perkembangan yang pesat secara otomatis kegiatan ekonomi tersebut mampu mendorong peningkatan pendapatan perkapita sehingga baik pemerintah maupun pengembang harus mampu menyediakan kebutuhan akan permintaan perumahan seiring dengan tingkat pendapatan perkapita yang tinggi.

Lesson Learned

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Dengah, Stefandy.Rumate, Vecky.Niode,Audie.2014.”Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita dan Jumlah Penduduk Terhadap Permintaan Perumahan Kota Manado 2003-2012.Jurnal Berkala Efisiensi.3.(XIV)

Rahma, Intan Sari Zaitun.2010.”Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Perumahan Tipe Cluster( Studi Kasus Perumahan Taman Sari ) di Kota Semarang”.Skripsi Universitas Diponegoro Semarang.

Gambar

grafik permintaan di bawah ini (Suryawati, 2005: 12)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil estimasi menunjukkan kenaikkan harga mobil pribadi menurunkan permintaan mobil pribadi, kenaikkan PDRB perkapita menaikkan pula permintaan mobil pribadi, kenaikkan Jumlah

Pada uji-t diperoleh bahwa variabel harga beras, harga jagung, harga mi instan, dan pendapatan perkapita penduduk berpengaruh secara nyata terhadap permintaan

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 50 persen dari penduduk ASEAN dan jumlah pendapatan perkapita yang lebih kecil dibandingkan negara-negara ASEAN seperti

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendapatan perkapita, jumlah perusahaan dan jumlah penduduk terhadap penerimaan pendapatan asli daerah di kabupaten

Berdasarkan hasil penelitian untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia yaitu dengan meningkatkan pendapatan perkapita, menurunkan jumlah penduduk miskin,

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 50 persen dari penduduk ASEAN dan jumlah pendapatan perkapita yang lebih kecil dibandingkan negara-negara

Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pendapatan perkapita menunjukkan tanda negatif dan berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Jawa

Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pendapatan perkapita menunjukkan tanda negatif dan berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Jawa