• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PAKAR.doc (566Kb)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM PAKAR.doc (566Kb)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PAKAR

Penerapan dari Artificial Intelligence (AI) adalah “SISTEM PAKAR”

 Memiliki potensi yang memperluas kemampuan memecahkan persoalan.

 Sistem komputer yang bertujuan untuk mencoba menyerupai kemampuan manusia dalam bentuk

“heuristik”

Berfungsi seperti seorang pakar yang menasehati Konsultatif.

Area Of AI :

Expert System, disebut juga Knowledge-Based System, ialah program komputer yang berupaya

membuat “code” dari pengetahuan manusia dalam bentuk heuristic (= to discover). Rules yang dibuat memungkinkam sistem berfungsi secara konsisten seperti “human expert”.

Neural Network, model sederhana dari sistem saraf manusia yang mencirikan kemampuan manusia.

Model digunakan untuk mempelajari “human like behavior”

Perceptive System, menggunakan visual images sinyal suara untuk menginstruksikan komputer,

co. : robot.

Learning/Belajar, Meliputi semua kegiatan yang memungkinkan komputer untuk memperoleh

pengetahuan tambahan selain yang sudah dimasukkan ke memory oleh programmer.

Robotic, terdiri dari alat yang dikendalikan komputer yang menyerupai aktifitas gerak manusia.  AI Hardware, mencakup peralatan fisik yang membantu aplikasi AI (hardware yang dikhususkan

untuk knowlwdge-based system).

Natural Language Processing, memungkinkan user berkomunikasi dengan komputer.

Gambar 1. Area Kecerdasan Buatan

Daya Tarik Sistem Pakar

Konsep Sistem Pakar didasarkan pada asumsi bahwa pengetahuan seorang pakar dapat disimpan dalam komputer, dan dapat digunakan oleh orang lain saat dibutuhkan.

(2)

EXPERT SYSTEM VS DECISION SUPPORT SYSTEM

 DSS terdiri dari prosedur yang menggambarkan cara yang diyakini manajer dalam menyelesaikan

masalah, sedangkan ES memberikan kemampuan yang lebih dari manajer.

 ES memberikan penjelasan alur penalaran dalam mencapai solusi.

Gambar 2. Sebuah Model Sistem Pakar

Komponen Sistem Pakar :

User Interface : Bagian yang berhubungan dengan user, terdiri dari input dan output.

Knowledge Base : Menggunakan aturan-aturan untuk mengekspresikan logika masalah yang

pemacahannya dibantu oleh sistem pakar.

Inference Engine : Menggunakan penalaran yang serupa dengan manusia dalam mengolah isi dari

Knowledge Base.

Development Engine : Komponen yang digunakan untuk mengolah sistem pakar, terdiri dari

bahasa pemrograman.

User Interface, terdiri dari :

1. Input Sistem Pakar, 4 metode input : a. Menu.

b. Perintah (command).

c. Natural Language, seperti yang digunakan dengan bahasa query generasi keempat (4GL). d. Customized Interface, mencerminkan aspek-aspek tertentu dari masalah yang akan dipecahkan,

mis. Dalam bentuk grafis. 2. Output Sistem Pakar

(3)

informasi. Manajer menanyakan mengapa informasi itu diperlukan, dan sistem pakar menyediakan penjelasannya.

b. Penjelasan Solusi Masalah, setelah sistem pakar memberikan solusi masalah, manajer dapat menanyakan bagaimana solusi tersebut dapat dicapai. Sistem pakar akan menampilkan tiap langkah-langkah penalaran yang menuju pada penyelesaian.

Knowledge Base, berisi fakta-fakta yang menjelaskan problem domain dengan menggunakan aturan-aturan untuk mengekspresikan logika masalah yang pemecahannya dibantu oleh sistem pakar.

Teknik representasi yang paling popular adalah penggunaan RULES. Suatu Rule menyatakan apa yang harus dilakukan pada suatu situasi dan terdiri dari 2 bagian, yaitu : KONDISI (benar atau salah) serta AKSI yang dilakukan bila kondisi bernilai benar.

Inference Engine, bagian dari sistem pakar yang melaksanakan penalaran dengan cara menggunakan isi dari knowledge base melalui urutan tertentu. Saat konsultasi inference engine memeriksa rules pada knowledge base satu per satu, bila “rule’s condition bernilai true” maka aksi tertentu akan dilaksanakan.

Development Engine, digunakan untuk membuat sistem pakar, yaitu pada intinya digunakan untuk membuat “Rule Set”.

Dua pendekatan yang dibuat ialah melalui : a. Bahasa Pemrograman :

Yang paling cocok digunakan untuk representasi simbolik knowledge base ialah Lisp(1959) & Prolog((1972).

b. Expert System Shell :

Processor siap pakai yang digunakan untuk menentukan specific problem domain melalui penambahan knowledge base yang sesuai. Lebih cepat dibuat dengan menggunakan Expert System Shell daripada Bahasa Pemrograman Lisp &Prolog.

Keuntungan Sistem Pakar bagi Manajer :

 Mempertimbangkan lebih banyak alternatif, sistem pakar memungkinkan manajer untuk

mempertimbangkan lebih banyak alternatif dalam memecahkan suatu masalah.

 Menerapkan logika yang lebih tinggi, menajer yang menggunakan sistem pakar dapat menggunakan

dapat menerapkan logika yang sama seperti seorang pakar yang sangat ahli dibidangnya.

 Lebih banyak untuk mengevaluasi hasil keputusan, manajer dapat memperoleh nasihat dari sistem

pakar secara lebih cepat, sehingga lebih banyak waktu yang tersedia untuk menimbang kemungkinan hasil sebelum tindakan dilakukan.

 Solusi yang lebih konsisten, proses reasoning pada sistem pakar tidak dipengaruhi emosi seperti

pada pakar manusia, sehingga hasil yang didapat akan lebih konsisten.

Keuntungan Sistem Pakar bagi Perusahaan :

 Kinerja Perusahaan yang lebih baik, karna manajer perusahaan memiliki kemampuan yang lebih

(4)

 Mempertahankan pengendalian atas Pengetahuan Perusahaan, sistem pakar memberikan

kesempatan untuk membuat pengetahuan pegawai yang berpengalaman tersedia untuk pegawai yang baru atau kurang berpengalaman serta menyimpan pengetahuan itu dalam perusahaan.

Kerugian Sistem Pakar :

 Sistem Pakar tidak dapat menangani “inconsistent knowledge”. Dalam bisnis beberapa hal tidak

mungkin sama sepanjang waktu karna variabilitas kinerja manusia.

 Sistem Pakar tidak memiliki kemampuan “judgement” atau menerapkan intuisi.

(5)

Penerapan dari Artificial Intelligence adalah “SISTEM PAKAR”

 Memiliki potensi yang memperluas kemampuan memecahkan

persoalan.

 Sistem komputer yang bertujuan untuk mencoba menyerupai

kemampuan manusia dalam bentuk “heuristik”

Berfungsi seperti seorang pakar yang menasehati Konsultatif.

Area Of AI :

 Expert System, disebut juga Knowledge-Based System, ialah

program komputer yang berupaya membuat “code” dari pengetahuan manusia dalam bentuk heuristic (= to discover). Rules yang dibuat memungkinkam sistem berfungsi secara konsisten seperti “human expert”.

 Neural Network, model sederhana dari sistem saraf manusia

yang mencirikan kemampuan manusia. Model digunakan untuk mempelajari “human like behavior”

 Perceptive System, menggunakan visual images sinyal suara

untuk menginstruksikan komputer, co. : robot.

 Learning, Meliputi semua kegiatan yang memungkinkan

komputer untuk memperoleh pengetahuan tambahan selain yang sudah dimasukkan ke memory oleh programmer.

 Robitic, terdiri dari alat yang dikendalikan komputer yang

(6)

 AI Hardware, mencakup peralatan fisik yang membantu

aplikasi AI (hardware yang dikhususkan untuk knowlwdge-based system).

 Natural Language Processing, memungkinkan user

berkomunikasi dengan komputer.

Gambar 1. Area Kecerdasan Buatan

Daya Tarik Sistem Pakar

Konsep Sistem Pakar didasarka pada asumsi bahwa pengetahuan seorang pakar dapat disimpan dalam komputer, dan dapat digunakan oleh orang lain saat dibutuhkan.

Robotika

Belajar

Perangka t keras

AI

Jaringan saraf

Sist Pakar

Sistem persepsi Bhs

(7)

EXPERT SYSTEM VS DECISION SUPPORT SYSTEM

 DSS terdiri dari prosedur yang menggambarkan cara yang

diyakini manajer dalam menyelesaikan masalah, sedangkan ES memberikan kemampuan yang lebih dari manajer.

 ES memberikan penjelasan alur penalaran dalam mencapai

solusi.

Gambar 2. Sebuah Model Sistem Pakar

Komponen Sistem Pakar :

 User Interface : Bagian yang berhubungan dengan user, terdiri

(8)

 Knowledge Base : Menggunakan aturan-aturan untuk

mengekspresikan logika masalah yang pemacahannya dibantu oleh sistem pakar.

 Inference Engine : Menggunakan penalaran yang serupa

dengan manusia dalam mengolah isi dari Knowledge Base.

 Development Engine : Komponen yang digunakan untuk

mengolah sistem pakar, terdiri dari bahasa pemrograman.

User Interface, terdiri dari :

1. Input Sistem Pakar, 4 metode input : e. Menu.

f. Perintah (command).

g. Natural Language, seperti yang digunakan dengan bahasa query generasi keempat (4GL).

h. Customized Interface, mencerminkan aspek-aspek tertentu dari masalah yang akan dipecahkan, mis. Dalam bentuk grafis.

2. Output Sistem Pakar

Sistem Pakar dirancang untuk menyarankan pemecahan, pemecahan ini dilengkapi dengan penjelasan :

(9)

mengapa informasi itu diperlukan, dan sistem pakar menyediakan penjelasannya.

d. Penjelasan Solusi Masalah, setelah sistem pakar memberikan solusi masalah, manajer dapat menanyakan bagaimana solusi tersebut dapat dicapai. Sistem pakar akan menampilkan tiap langkah-langkah penalaran yang menuju pada penyelesaian.

Knowledge Base, berisi fakta-fakta yang menjelaskan problem domain dengan menggunakan aturan-aturan untuk mengekspresikan logika masalah yang pemacahannya dibantu oleh sistem pakar.

Teknik representasi yang paling popular adalah penggunaan RULES. Suatu Rule menyatakan apa yang harus dilakukan pada suatu situasi dan terdiri dari 2 bagian, yaitu : KONDISI (benar atau salah) serta AKSI yang dilakukan bila kondisi bernilai benar.

Inference Engine, bagian dari sistem pakar yang melaksanakan penalaran dengan cara menggunakan isi dari knowledge base melalui urutan tertentu. Saat konsultasi inference engine memeriksa rules pada knowledge base satu per satu, bila “rule’s condition bernilai true” maka aksi tertentu akan dilaksanakan.

(10)

Dua pendekatan yang dibuat ialah melalui : a. Bahasa Pemrograman :

Yang paling cocok digunakan untuk representasi simbolik knowledge base ialah Lisp(1959) & Prolog((1972).

b. Expert System Shell :

Processor siap pakai yang digunakan untuk menentukan specific problem domain melalui penambahan knowledge base yang sesuai. Lebih cepat dibuat dengan menggunakan Expert System Shell daripada Bahasa Pemrograman Lisp &Prolog.

Keuntungan Sistem Pakar bagi Manajer :

 Mempertimbangkan lebih banyak alternatif, sistem pakar

memungkinkan manajer untuk mempertimbangkan lebih banyak alternatif dalam memecahkan suatu masalah.

 Menerapkan logika yang lebih tinggi, menajer yang

menggunakan sistem pakar dapat menggunakan dapat menerapkan logika yang sama seperti seorang pakar yang sangat ahli dibidangnya.

 Lebih banyak untuk mengevaluasi hasil keputusan, manajer

dapat memperoleh nasihat dari sistem pakar secara lebih cepat, sehingga lebih banyak waktu yang tersedia untuk menimbang kemungkinan hasil sebelum tindakan dilakukan.

 Solusi yang lebih konsisten, proses reasoning pada sistem

(11)

Keuntungan Sistem Pakar bagi Perusahaan :

 Kinerja Perusahaan yang lebih baik, karna manajer

perusahaan memiliki kemampuan yang lebih luas dalam memecahkan masalah melalui penggunaan sistem pakar, maka mekanisme pengendalian perusahaan meningkat. Perusahaan lebih mampu memenuhi tujuannya.

 Mempertahankan pengendalian atas Pengetahuan

Perusahaan, sistem pakar memberikan kesempatan untuk membuat pengetahuan pegawai yang berpengalaman tersedia untuk pegawai yang baru atau kurang berpengalaman serta menyimpan pengetahuan itu dalam perusahaan.

Kerugian Sistem Pakar :

 Sistem Pakar tidak dapat menangani “inconsistent

knowledge”. Dalam bisnis beberapa hal tidak mungkin sama sepanjang waktu karna variabilitas kinerja manusia.

 Sistem Pakar tidak memiliki kemampuan “judgement” atau

(12)

SISTEM PAKAR

Penerapan dari Artificial Intelligence adalah “SISTEM PAKAR”

 Memiliki potensi yang memperluas kemampuan memecahkan

persoalan.

 Sistem komputer yang bertujuan untuk mencoba menyerupai

(13)

 Berfungsi seperti seorang pakar yang menasehati

Konsultatif.

Area Of AI :

 Expert System, disebut juga Knowledge-Based System, ialah

program komputer yang berupaya membuat “code” dari pengetahuan manusia dalam bentuk heuristic (=to discover).Rules yang dibuat memungkinkam sistem berfungsi secara konsisten seperti “human expert”.

 Neural Network, model sederhana dari sistem saraf manusia

yang mencirikan kemampuan manusia. Model digunakan untuk mempelajari “human like behavior”

 Perceptive System, menggunakan visual images sinyal suara

untuk menginstruksikan komputer, co. : robot.

 Learning, Meliputi semua kegiatan yang memungkinkan

komputer untuk memperoleh pengetahuan tambahan selain yang sudah dimasukkan ke memory oleh programmer.

 Robitic, terdiri dari alat yang dikendalikan komputer yang

menyerupai aktifitas gerak manusia.

 AI Hardware, mencakup peralatan fisik yang membantu

(14)

 Natural Language Processing, memungkinkan user

berkomunikasi dengan komputer.

Gambar 1. Area Kecerdasan Buatan Daya Tarik Sistem Pakar

Konsep Sistem Pakar didasarka pada asumsi bahwa pengetahuan seorang pakar dapat disimpan dalam komputer, dan dapat digunakan oleh orang lain saat dibutuhkan.

EXPERT SYSTEM VS DECISION SUPPORT SYSTEM

 DSS terdiri dari prosedur yang menggambarkan cara yang

diyakini manajer dalam menyelesaikan masalah, sedangkan ES memberikan kemampuan yang lebih dari manajer.

 ES memberikan penjelasan alur penalaran dalam mencapai

(15)

Gambar 2. Sebuah Model Sistem Pakar

Komponen Sistem Pakar :

 User Interface : Bagian yang berhubungan dengan user, terdiri

dari input dan output.

 Knowledge Base : Menggunakan aturan-aturan untuk

mengekspresikan logika masalah yang pemacahannya dibantu oleh sistem pakar.

 Inference Engine : Menggunakan penalaran yang serupa

dengan manusia dalam mengolah isi dari Knowledge Base.

 Development Engine : Komponen yang digunakan untuk

(16)

User Interface, terdiri dari :

1. Input Sistem Pakar, 4 metode input : i. Menu.

j. Perintah (command).

k. Natural Language, seperti yang digunakan dengan bahasa query generasi keempat (4GL).

l. Customized Interface, mencerminkan aspek-aspek tertentu dari masalah yang akan dipecahkan, mis. Dalam bentuk grafis.

2. Output Sistem Pakar

Sistem Pakar dirancang untuk menyarankan pemecahan, pemecahan ini dilengkapi dengan penjelasan :

e. Penjelasan dari pertanyaan, manajer mungkin menginginkan penjelasan sementara sistem pakar melakukan penalarannya. Sistem Pakar akan meminta manajer memasukkan sejumlah informasi. Manajer menanyakan mengapa informasi itu diperlukan, dan sistem pakar menyediakan penjelasannya.

f. Penjelasan Solusi Masalah, setelah sistem pakar memberikan solusi masalah, manajer dapat menanyakan bagaimana solusi tersebut dapat dicapai. Sistem pakar akan menampilkan tiap langkah-langkah penalaran yang menuju pada penyelesaian.

(17)

mengekspresikan logika masalah yang pemacahannya dibantu oleh sistem pakar.

Teknik representasi yang paling popular adalah penggunaan RULES. Suatu Rule menyatakan apa yang harus dilakukan pada suatu situasi dan terdiri dari 2 bagian, yaitu : KONDISI (benar atau salah) serta AKSI yang dilakukan bila kondisi bernilai benar.

Inference Engine, bagian dari sistem pakar yang melaksanakan penalaran dengan cara menggunakan isi dari knowledge base melalui urutan tertentu. Saat konsultasi inference engine memeriksa rules pada knowledge base satu per satu, bila “rule’s condition bernilai true” maka aksi tertentu akan dilaksanakan.

Development Engine, digunakan untuk membuat sistem pakar, yaitu pada intinya digunakan untuk membuat “Rule Set”.

Dua pendekatan yang dibuat ialah melalui : a. Bahasa Pemrograman :

Yang paling cocok digunakan untuk representasi simbolik knowledge base ialah Lisp(1959) & Prolog((1972).

b. Expert System Shell :

Processor siap pakai yang digunakan untuk menentukan specific problem domain melalui penambahan knowledge base yang sesuai. Lebih cepat dibuat dengan menggunakan Expert System Shell daripada Bahasa Pemrograman Lisp &Prolog.

(18)

 Mempertimbangkan lebih banyak alternatif, sistem pakar

memungkinkan manajer untuk mempertimbangkan lebih banyak alternatif dalam memecahkan suatu masalah.

 Menerapkan logika yang lebih tinggi, menajer yang

menggunakan sistem pakar dapat menggunakan dapat menerapkan logika yang sama seperti seorang pakar yang sangat ahli dibidangnya.

 Lebih banyak untuk mengevaluasi hasil keputusan, manajer

dapat memperoleh nasihat dari sistem pakar secara lebih cepat, sehingga lebih banyak waktu yang tersedia untuk menimbang kemungkinan hasil sebelum tindakan dilakukan.

 Solusi yang lebih konsisten, proses reasoning pada sistem

pakar tidak dipengaruhi emosi seperti pada pakar manusia, sehingga hasil yang didapat akan lebih konsisten.

Keuntungan Sistem Pakar bagi Perusahaan :

 Kinerja Perusahaan yang lebih baik, karna manajer

perusahaan memiliki kemampuan yang lebih luas dalam memecahkan masalah melalui penggunaan sistem pakar, maka mekanisme pengendalian perusahaan meningkat. Perusahaan lebih mampu memenuhi tujuannya.

 Mempertahankan pengendalian atas Pengetahuan

(19)

Kerugian Sistem Pakar :

 Sistem Pakar tidak dapat menangani “inconsistent

knowledge”. Dalam bisnis beberapa hal tidak mungkin sama sepanjang waktu karna variabilitas kinerja manusia.

 Sistem Pakar tidak memiliki kemampuan “judgement” atau

Gambar

Gambar 2. Sebuah Model Sistem Pakar
Gambar 1. Area Kecerdasan Buatan
Gambar 1. Area Kecerdasan Buatan

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Berdasarkan hasil penelitian bisa dikemukakan bahwa di blok koleksi Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman terdapat 9 spesies pohon yang teridentifikasi sebagai pohon

Dalam hal ini CAR digunakan sebagai analisis karena CAR merupakan kemampuan bank dalam permodalan untuk menutupi kemungkinan kerugian dalam perkreditan; KAP

Cukup Anda berikan perintah untuk mengaktifkan START TIMERn atau menghentikan STOP TIMERn, jika melibatkan interupsi bisa digunakan instruksi ENABLE TIMERn atau DISABLE TIMERn n

Maka secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan dari uraian para muffasir di atas bahwa seseorang dikatakan orang mukmin jika memiliki sifat- sifat diantaranya

Tabel 3 menunjukkan bahwa daya serap air pada sampel kontrol memiliki nilai paling tinggi, sedangkan pada sampel lain nilai kadar air semakin menurun seiring

Sharing dari Sr.M.Lidwina. Hari ini untuk saya merupakan hari yang membahagia- kan dan hari yang begitu indah.. Meskipun berat namun suatu tantangan dan kesulitan

Dalam penelitian ini disarankan agar Instansi yang terkait untuk bisa mewaspadai dan memperhatikan adanya logam berat di perairan dan ikan yang dipelihara di