Supply Chain Management Pada PT. Satya Putra Pertiwi
Oleh:
LORENSIA CYNTHIA SISWANTI 1553064
ABSTRAK
Di dalam ketatnya persaingan antar perusahaan kimia, perusahaan saling bersaing untuk menjadi pemimpin di dalam pasar kimia dan memenangkan persaingan serta meningkatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dan mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya. PT. Satya
Putra Pertiwi adalah perusahaan yang bergerak di bidang kimia khususnya dalam pasar cairan pembersih untuk mesin. PT Satya Putra Pertiwi menggunakan bahan baku dengan mutu/ kualitas
yang tinggi agar bisa menjadi yang terdepan di pasar perusahaan kimia. Perusahaan yang berkembang ini memasarkan produk dengan harga yang dapat bersaing supaya pelanggan dapat
mendapatkan produk dengan harga yang terjangkau dengan mutu yang bagus. Stok barang yang tersedia di dalam gudang harus selalu lengkap, agar pelanggan tidak lama menunggu produk
yang mereka pesan. Sehingga mereka akan tertarik untuk menjadi pelanggan tetap. Dalam melakukan penjualan PT Satya Putra Pertiwi melakukan penawaran harga terhadap pelanggannya. Bila harga sudah cocok baru transaksi akan dilakukan. Dengan begitu pelanggan
bisa menentukan harga yang sesuai dengan keinginan mereka dan mencapai kesepakatan. Perusahaan ini harus dikelola dengan benar, menggunakan tenaga kerja yang professional yang ahli di dalam bidang kimia dan cepat tanggap dengan permintaan pelanggan. Agar tidak terjadi keterlambatan dan masalah dalam pengiriman produk. Fokus utama dari PT. Satya Putra Pertiwi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan yang cepat tanggap dalam memenuhi permintaan pelanggan dan langsung memproses permintaan pelanggan dengan waktu tunggu dan waktu pendistribusian (pengiriman) produk yang cepat, merupakan suatu bentuk respon servis yang baik terhadap pelanggan. Cepat atau tidaknya respon perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan.
Menurut artikel yang ditulis oleh Latief yang diterbitkan pada tanggal 29 November tahun 2014 berjudul “Pengamat: "Supply Chain" Itu Penting dalam Proses Bisnis!” Executive Dean Binus Business School, Ir Firdaus Alamsjah mengatakan,
Supply Chain Management adalah hal yang penting bagi proses bisnis tanpa SCM proses bisnis tidak berjalan dengan baik. SCM memberikan strategi dalam memenangkan persaingan di dalam pasar perusahaan kimia yang strateginya berfokus Agility, Adaptability dan Alignment. Berdasarkan Agility, suatu perusahaan harus memiliki ketangkasan dalam sistem manajemen rantai suplai. Perusahaan harus memiliki ketangkasan dalam memenuhi permintaan konsumen dan selalu dapat memenuhi permintaan konsumen yang tidak perusahaan-perusahaan kimia dan peningkatan keinginan perusahaan untuk terrus melakukan inovasi-inovasi dan mampu menjadi terdepan dan memimpin di pasar produk kimia. Makalah ini membahas Supply Chain Management di dalam PT. Satya Putra Pertiwi.
1.2 Profil Perusahaan
PT. Satya Putra Pertiwi berdiri pada tanggal 13 Desember 2007. Oleh Notaris Rita Novita SH Sp. N . Pemiliknya adalah Siswanto Hardjoprawiro. NPWP 02.5-1.173 5-413.000. Bergerak di dalam bidang perdagangan dalam dan luar negeri. Bidang usaha dari perusahaan ini adalah perdagangan barang dan jasa. Perusahaan ini terletak di wilayah Bekasi. PT Satya Putra Pertiwi berusaha untuk memberikan standar pelayanan dengan mutu dan kualitas yang baik untuk para pelanggannya. PT Satya Putra Pertiwi berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. PT Satya Putra Pertiwi mempunyai produk unggulan yang bernama Neutron. Neutron terdiri dari 14 macam produk unggulan yaitu:
- N.130 Electrical Contact Cleaner - N.120 Electronic Component Cleanser - N.310 Super Silicon Lubricant
- N.770 Super Penetrant
- N.775 Compressed Air Duster - N.780 Super Gasket Remover - N.760 Power Belt Dressing - N.160 Electric Motor Cleaner
- N.290 AC : Alumunium & Coil Cleaner AC - N.275 Stainless Steel Cleaner
- N.225 Natural Hand Cleaner
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Supply Chain Management
Menurut Council of Logistic Management (Pujawan 2005, p7), Supply chain Management adalah koordinasi sistematis dan strategis akan fungsi-fungsi bisnis tradisional dalam dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan untuk mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai persediaan.
Supply Chain Management (SCM) menekankan pada pola terpadu menyangkut proses aliran produk dari supplier, manufaktur, retailer hingga pada konsumen akhir. Dalam konsep SCM ingin diperlihatkan bahwa rangkaian aktivitas antara supplier hingga konsumen akhir adalah dalam satu kesatuan tanpa sekat yang besar. Mekanisme informasi antara berbagai komponen tersebut berlangsung secara transparan.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep yang menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secaratradisional. Pola baru ini menyangkut aktivitas pendistribusian, jadwal produksi, dan logistik. Ada pula yang mengatakan bahwa Supply Chain Management (SCM) adalah suatu metode penciptaan produk untuk disampaikan pada pengguna akhir, dimana di dalamnya tercakup berbagai komponen, yaitu:
the supplier of raw materials, the manufacturing units, warehouses, transporters,retailers, and finally selling.
2.2 Supply Chain Management PT. Satya Putra Pertiwi
Supplier dari PT Satya Putra Pertiwi :
- PT Dwi Prima Rezeky : merupakan pemasok spesialis chemical yang berbentuk Can/ Kaleng
- PT Ademulya Intipelangi: merupakan pemasok yang khusus memasok chemical yang berbentuk cairan
- PT. Mukti Indo Utama : merupakan tempat percetakan label neutron. - PT. Focustindo Cemerlang: pemasok bahan kimia lainnya.
Jadi PT Dwi Prima Rezeky, PT Ademulya Intipelangi, PT Focustindo Cemerlang memasok bahan-bahan kimia untuk PT Satya Puta Pertiwi lalu kemudian terdapat proses pengolahan bahan kimia agar bisa menjadi produk neutron yang diinginkan kemudian produk yang sudah jadi akan melalui proses labeling/ packing yang labelnya berasal dari PT Mukti Indo Utama. Setelah itu produk siap dipasarkan.
Ketika Pelanggan PT Satya Putra Pertiwi membeli produk Neutron, Supply chain yang terlibat adalah:
- Pemasok
- Admin yang mengurusi bagian penjualan - Pelanggan
Setelah menentukan produk neutron mana yang ingin dibeli pelanggan tinggal melakukan transaksi. Setelah itu barang akan dikirim dan akan terjadi penukaran faktur. Baru setelah itu produk akan diterima oleh pelanggan. Contoh-contoh pelanggan dari PT Satya Putra Pertiwi antara lain:
- PT Temprint
- PT Nesinak Industries
- PT Rajawali Citra Televisi Indonesia - PT DNP Indonesia
- PT Mulia Inti Pelangi - PT Prudentia Adimakmur - PT Johnson Hygiene Product 2.3 Manfaat Supply Chain Management
Secara umum penerapan konsep SCM dalam perusahaan akan memberikan manfaat yaitu (Jebarus, 2001) kepuasan pelanggan, meningkatkan pendapatan, menurunnya biaya, pemanfaatan asset yang semakin tinggi, peningkatan laba, dan perusahaan semakin besar.
1. Kepuasan pelanggan. Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen yang setia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan.
2. Meningkatkan pendapatan. Semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma, karena diminati konsumen.
3. Menurunnya biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
4. Pemanfaatan asset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan SCM.
5. Peningkatan laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi pengguna produk, pada gilirannya akan meningkatkan laba perusahaan.
6. Perusahaan semakin besar. Perusahaan yang mendapat keuntungan dari segi proses distribusi produknya lambat laun akan menjadi besar, dan tumbuh lebih cepat.
2.4 Tantangan yang harus di perhatikan dalam Supply Chain Management
Lee & Bilington (1992) mendeskripsikan 14 tantangan yang harus diperhatikan dalam SCM, yaitu:
2. Costumer service tidak didefinisikan dengan jelas, tidak ada pengukuran terhadap keterlambatan respon dalam pelayanan, dan sebagainya.
3. Status data pengiriman yang tidak akurat dan sering terlambat. 4. Sistem informasi tidak efisien.
5. Dampak ketidakpastian diabaikan.
6. Kebijakan inventori terlalu sederhana, faktor-faktor ketidakpastian tidak diperhitungkan dalam pembuatan kebijakan-kebijakan tersebut, kadang-kadang terlalu statis dan generik. 7. Diskriminasi terhadap internal customer. Prioritasnya rendah, servis levelnya tidak
terukur, system insentifnya tidak tepat.
8. Koordinasi antar aktivitas suplai, produksi, dan pengiriman tidak bagus.
9. Analisis metode-metode pengiriman tidak lengkap, tidak ada pertimbangan efek persediaan dan waktu respon.
10. Definisi ongkos-ongkos persediaan tidak tepat. 11. Ada kendala komunikasi antar organisasi.
12. Perancangan produk tidak memperhitungkan konsep supply chain. 13. Perancangan dan operasional supply chain dibuat secara terpisah.
14. Supply chain tidak lengkap, fokusnya sering hanya pada operasi internal saja, tidak bisa membedakan antara ‘immediate customers’ dengan ‘end customers’.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penerapan Sistem Manajemen Rantai ( Supply Chain Management ) sangat diperlukan oleh perusahaan yang bergerak di dalam bidang apapun. Karena tanpa adanya SCM proses bisnis tidak akan berjalan dengan baik. Tujuan utama dari proses SCM adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dan dalam prosesnya, menghasilkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Pujawan, I Nyoman. (2005). Supply Chain Management. Edisi Pertama. Guna Widya, Surabaya. Yayan, S. (2010). Bab 8 Manajemem Rantai Pasok Supply Chain Management-SCM. https://www.scribd.com/doc/25880601/Bab-8-MANAJEMEN-RANTAI-PASOK-SUPPLY-CHAIN-MANAGEMENT-SCM