CSR, ISO 26000:2010,
dan Pengelolaan Sosial
Industri
The use of ISO 26000 by individual organisations is a crucial determinant of how much it can positively affect sustainable development. Key questions include not only how an organisation uses the standard, but also the degree to which the organisation’s overall governance is affected by it.
AGENDA
1. Pengertian Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan/Pengantar
ISO 26000:2010
2. Prinsip dalam ISO 26000:2010
3. Subjek Inti dalam ISO
26000:2010
4. Integrasi ISO 26000 ke dalam
Praktik Organisasi
1. Pengertian Tanggung
Jawab Sosial
“Responsibility of an organization
for the impacts of its decisions
and activities on society and the
environment
, through transparent
and ethical behaviour that
contributes to sustainable
development
, health and the
welfare of society;
takes into
account the expectations of
stakeholders
; is in compliance with
applicable law and consistent with
international norms of behaviour;
and is
integrated throughout the
organization
and practiced in its
relationships.”
1950 1960 1970 1980 1990 2000 2010
Environmental Debate
1st Environmental
Program (FRG)
World
Conservation Strategy
Sustainable Development
Corporate Social Responsibility
Brundtland Report
Rio
Conference Corporate
Social Responsive-ness
Issues Management
Agenda 21
Corporate Sustaina-bility
Jo-burg Summit Stakeholder
Theory
Implementation Process
Corporate Social
Performance
• Harmonization
• Merging of Social &
Environmental Goals
• Stakeholder Oriented Issue Management
Sumber: Loew, 2004 Corporate
Social
Responsibility
Dimensi CSR
• Alexander Dahlsrud
telah mengumpulkan seluruh definisi yang popular, kemudian mengujinya secara
statistik (JCSREM 15/2008).
• Hasilnya adalah bahwa
37 definisi CSR paling popular memiliki
konsistensi dalam lima dimensi:
ekonomi, sosial,
lingkungan, pemangku kepentingan dan sifat voluntari.
• Perbedaan yang ada di
antara ke-37 definisi hanyalah soal
Penjelasan Dimensi CSR
•
Ekonomi, sosial, lingkungan
: perusahaan
dalam menjalankan CSR harus
memperhitungkan keseimbangan ketiganya,
tak boleh ada
trade of
dalam jangka panjang
di antara ketiganya, dan ketiganya harus
mengalami kemajuan.
•
Pemangku kepentingan
: perusahaan
dalam menjalankan CSR harus
memperhatikan seluruh pemangku
kepentingan internal dan eksternalnya, dan
mencari keseimbangan terbaik bagi
pemuasan seluruh kepentingan mereka.
•
Voluntari
: perusahaan dalam menjalankan
ISO 26000:2010
2. Prinsip Tanggung
Jawab Sosial
1. Akuntabilitas
2. Transparensi
3. Perilaku Etis
4. Penghormatan kepada
Kepentingan
Stakeholder
5. Kepatuhan kepada
Hukum
6. Penghormatan kepada
Norma Perilaku
Internasional
7. Penegakan HAM
Sumber:
Prinsip 1.
Akuntabilitas
•
Akuntabilitas: membuktikan bahwa
organisasi bersangkutan
melakukan segala sesuatu dengan
benar.
•
Akuntabilitas yang diminta adalah
terhadap seluruh pemangku
kepentingan, dalam hal dampak
organisasi atas masyarakat dan
lingkungan—termasuk dampak
yang tak disengaja atau tak
diperkirakan
•
Organisasi seharusnya menerima
bahkan mendorong penyelidikan
mendalam atas dampak
Prinsip 2.
Transparensi
•
Sebuah organisasi
seharusnya menyatakan
dengan transparen seluruh
keputusan dan aktivitasnya
yang memiliki dampak atas
masyarakat dan lingkungan.
•
Karenanya, yang dituntut
adalah keterbukaan yang
“
clear, accurate and
Prinsip 3.
Perilaku Etis
•
Sebuah organisasi harus
berperilaku etis
sepanjang waktu, dengan
menegakkan kejujuran,
kesetaraan dan
integritas.
•
Promosi perilaku etis
dilaksanakan melalui: (1)
pengembangan struktur
tata kelola yang
mendorong perilaku etis,
(2) membuat dan
mengaplikasikan standar
perilaku etis, dan (3)
terus menerus
Prinsip 4.
Penghormatan pada
Kepentingan
Stakeholder
• Sebuah organisasi harus
menghormati dan
menanggapi kepentingan seluruh stakeholder-nya.
• Yang harus dilakukan adalah:
(1) mengidentifikasi, (2)
menanggapi kebutuhan, (3) mengenali hak-hak legal dan kepentingan yang sah, serta (4) mengenali kepentingan yang lebih luas terkait
Identifikasi Pemangku
Kepentingan dalam ISO
26000:2010
•
Kepada siapa saja organisasi memiliki
kewajiban hukum?
•
Siapa saja yang potensial terkena
dampak positif dan negatif dari keputusan
dan aktivitas organisasi?
•
Siapa saja yang biasanya dilibatkan
manakala suatu isu muncul?
•
Siapa yang bisa membantu organisasi
dalam mengelola dampak yang
ditimbulkannya?
•
Siapa saja yang akan dirugikan kalau
mereka tidak diikutsertakan dalam
pembinaan hubungan (
engagement
)?
•
Siapa saja dalam
value chain
yang
Prinsip 5.
Kepatuhan terhadap
Hukum
• Sebuah organisasi harus
menerima bahwa
kepatuhan pada hukum adalah suatu kewajiban.
• Yang harus dilakukan
adalah: (1) patuh pada semua regulasi, (2)
memastikan bahwa seluruh aktivitasnya sesuai dengan kerangka hukum yang
relevan, (3) patuh pada seluruh aturan yang
dibuatnya sendiri secara adil dan imparsial, (4) mengetahui
perubahan-perubahan dalam regulasi, dan (5) secara periodik
Prinsip 6.
Penghormatan terhadap
Norma Perilaku
Internasional
Di negara-negara di
mana hukum
nasionalnya atau
implementasinya tidak
mencukupi untuk
melindungi kondisi
lingkungan dan
Prinsip 7.
Penghormatan terhadap
HAM
• Setiap organisasi harus
menghormati HAM, serta mengakui betapa
pentingnya HAM serta sifatnya yang universal.
• Yang harus dilakukan: (1)
manakala ditemukan situasi HAM tidak terlindungi,
organisasi tersebut harus melindungi HAM, dan tidak mengambil kesempatan dari situasi itu, dan (2) apabila tak ada regulasi HAM di tingkat nasional, maka
organisasi harus mengacu pada standar HAM
3. Subjek Inti Tanggung
Jawab Sosial
Sumber:
Subjek Inti 1.
Tata Kelola Organisasi
Definisi
Tata kelola organisasi adalah sistem yang dibuat dan dijalankan oleh sebuah
organisasi dalam mencapai tujuannya
Prinsip dan Konsideran
Akuntabilitas, transparensi, perilaku etis, penghormatan pada kepentingan
stakeholder dan kepatuhan pada hukum harus dimasukkan ke dalam pengambilan keputusan.
Proses dan Struktur Pengambilan Keputusan
Seluruh organisasi harus memiliki proses, sistem dan struktur yang
Subjek Inti 2.
Hak-hak Asasi Manusia
1. Penelitian mendalam (due diligence)
2. Kondisi yang
menimbulkan risiko HAM
3. Penghindaran pelanggaran
4. Penyelesaian keluhan 5. Diskriminasi dan
kelompok-kelompok rentan
6. Hak-hak sipil dan politik 7. Hak-hak ekonomi, sosial
dan budaya
Subjek Inti 3.
Praktik Ketenagakerjaan
1. Kerja dan hubungan ketenagakerjaan
2. Kondisi kerja dan jaminan sosial
3. Dialog
ketenagakerjaan 4. Kesehatan dan
keselamatan kerja 5. Pengembangan
Subjek Inti 4.
Lingkungan
1. Pencegahan
polusi
2. Penggunaan
sumberdaya
yang
berkelanjutan
3. Mitigasi dan
adaptasi
terhadap
perubahan iklim
4. Proteksi
lingkungan dan
keragaman
hayati dan
Subjek Inti 5.
Praktik Operasi yang Adil
1. Anti-korupsi
2. Keterlibatan yang
bertanggung jawab
dalam urusan politik
3. Kompetisi yang adil
4. Promosi tanggung
jawab sosial dalam
value chain
5. Penghormatan
Subjek Inti 6.
Isu-isu Konsumen
1. Pemasaran yang adil, dengan informasi yang
faktual dan tidak bias, serta praktik kontraktual yang
adil
2. Pemeliharaan kesehatan dan keselamatan konsumen 3. Konsumsi yang
berkelanjutan
4. Pelayanan dan dukungan terhadap konsumen, serta penyelesaian keberatan 5. Proteksi dan privasi data
konsumen
6. Akses terhadap pelayanan esensial
Subjek Inti 7.
Pelibatan dan
Pengembangan Masyarakat
1. Pelibatan masyarakat 2. Pendidikan dan
kebudayaan
3. Penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan
4. Pengembangan dan akses atas teknologi 5. Kesejahteraan dan
peningkatan pendapatan 6. Kesehatan
Tanggung Jawab Sosial Sesuai
Karakteristik Organisasi
• Tipe, tujuan, sifat dan ukuran organisasi
• Lokasi operasi (karakteristik hukum, ekonomi, sosial dan lingkungan)
• Kinerja tanggung jawab sosial di masa lampau
• Karakteristik pekerja organisasi, termasuk pekerja kontrak
• Sektor (tanggung jawab sosial
spesifik, kode atau standar dalam sektor)
• Perhatian pemangku kepentingan internal dan eksternal
• Struktur pengambilan keputusan
Memahami Tanggung
Jawab Organisasi
•
Due diligence
dalam hal
kebijakan terkait subjek inti,
aktivitas terkait kebijakan,
cara integrasi subjek inti,
cara pemantauan kinerja,
pengelolaan dampak negatif
•
Penentuan
relevansi
dan
signifikansi
isu serta
pemangku kepentingan
•
Pemahaman dan
pengelolaan
sphere of
influence
•
Pembuatan
prioritas
untuk
Mempraktikkan Tanggung
Jawab Sosial
•
Peningkatan
kesadaran
•
Peningkatan
kompetensi
pekerja
•
Pembuatan
peta jalan
pemenuhan
seluruh aspek tanggung jawab sosial
•
Integrasi
tanggung jawab sosial ke
5. Pengelolaan Sosial
Dalam Industri
• ISO 26000:2010 menekankan
kesesuaian antara tanggung jawab sosial dengan karakteristik
organisasi, termasuk perusahaan.
• Karakteristik industri telah diketahui
dan dipetakan oleh para pakar serta oleh pelaku dalam industri sendiri.
• Yang paling “mudah” untuk
mempelajari karakterstik industri adalah dengan mengenali berbagai standar dan dokumen yang dibuat terkait atau khusus untuk industri.
• Standar dan dokumen yang ada
Prinsip dan Strategi
Pengelolaan Sosial
Industri
Prinsip
• Pembangunan Berkelanjutan
• Transparensi
• Akuntabilitas
• Etika bisnis
• HAM
• Penghormatan kepada pemangku kepentingan
• Kepatuhan kepada hukum
• Penghormatan terhadap norma perilaku
internasional
• Investasi sosial
Strategi
• Analisis dampak
• Manajemen dampak
• Manajemen risiko
• Manajemen konflik
• Mekanisme penyelesaian
keberatan (grievance mechanism)
• Rencana penutupan operasi
Isu Sosial Industri
• Kontribusi terhadap
pengembangan masyarakat
• Kontribusi ekonomi kepada
pemerintah pusat dan daerah
• Kesempatan kerja bagi
masyarakat lokal
• Pengembangan bisnis lokal
• Hubungan dengan pemerintah • Pelibatan masyarakat
• Pencemaran dan dampak
kesehatan
• Keamanan dan keselamatan
masyarakat