BAB 7
IBADAH PUASA
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
7. Memahami tatacara puasa 7.1. Menjelaskan ketentuan puasa wajib 7.2. Memperaktekkan puasa wajib
7.3. Menjelaskan ketentuan puasa sunnah Senin – Kamis, Syawal, dan Arafah
7.4. Memperaktikkan puasa sunnah Senin – Kamis, Syawal, dan Arafah
Dalam rangka membina manusia agar menjadi manusia yang bertakwa, maka kita
diperintahkan oleh Allah SWT untuk beribadah dan beramal shalih. Bentuk dari ibadah tidak
hanya melakukan aktifitas tertentu, seperti shalat menunaikan zakat, menolong, dan
sebagainya. Allah SWT juga memberikan kepada kita bentuk ibadah dengan cara menahan
sesuatu. Layaknya bermain sepak bola, untuk menjadi pemenang, suatu tim tidak hanya
pandai dalam menyerang, namun juga harus kuat dalam bertahan. Puasa merupakan ibadah
yang membina manusia agar mampu bertahan dan mengendalikan diri. Bagaimana tata cara
berpuasa yang baik? Untuk lebih jelasnya ikutilah pembahasan berikut ini!
PUASA WAJIB
A. Ketentuan Puasa Wajib
1. Pengertian Puasa
Menurut bahasa puasa berarti menahan. Pengertian ini diambil dari nazar Siti Maryam (Ibu Nabi Isa) kepada Allah bahwa ia akan berpuasa. Firman Allah ;
ﺎﻴ
ِ
ﺴ
ﻧ
ﹺﺇ
ﻡ
ﻮ
ﻴ
ﹾ
ﻟ
ﺍ
ﻢّﻠ
ﹶ
ﻛﹸﺃ
ﻦﹶ
ﻠ
ﹶ
ﻓ
ﺎﻣ
ﻮ
ﺻ
ﹺﻦﻤ
ﺣﺮ
ﻠ
ﻟ
ﺕ
ﺭ
ﹶ
ﺬ
ﻧ
ﻲّﹺﻧ
ﹺﺇ
)
ﱘ ﺮ
ﻣ
:
26
(
Artinya :”Aku bernazar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih akan berpuasa “ (QS. Maryam : 26 ). Puasa wajib menurut bahasa adalah menahan melakukan sesuatu yang hukumnya wajib, baik karena diperintah maupun karena nazar secara pribadi.
Sedangkan menurut istilah, puasa wajib berarti menahan sesuatu yang membatalkan puasa. Semenjak terbitnya fajar hingga terbenam matahari disertai niat karena diperintahkan Allah. Konsekuensinya, siapa melakukan puasa secara ikhlas seraya mengharapkan ridha Allah, akan memperoleh pahala. Dan bagi siapa yang meninggalkannya dengan sengaja bukan karena uzur/ (halangan) syar’i, maka diancam siksa.
2. Hukum Puasa
3. Syarat-syarat Puasa
Syarat berarti segala sesuatu yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu. Contoh : syarat syah salat adalah suci dan hadas kecil dan besar, menutup aurat, menghadap kiblat, dan seterusnya. Sedangkan rukun berarti segala sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang pada waktu melakukan jenis pekerjaan tertentu.
Ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh seseorang yang hendak melakukan puasa, yaitu : 1). beragama Islam
2). balig 3). mampu
Umat Islam yang tidak mampu berpuasa boleh tidak berpuasa. Ketidakmampuan itu karena sebab uzur syar’i dan bukan sebab yang dibuat-buat. Seperti sakit, musafir, dan pekerja berat. Karena Allah tidak membebani kepada hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya.
Firman Allah :
ﺎ
ﻬ
ﻌ
ﺳ
ﻭ
ﱠﻻﹺﺇ
ﺎﺴﹾ
ﻔ
ﻧ
ُ
ﷲﺍ
ﻒّﻠ
ﹶ
ﻜ
ﻳ
ﹶ
ﻻ
)
ﺓ
ﺮ
ﻘ
ﺒ
ﻟ
ﺍ
:
286
(
Artinya :“Allah tidak membebani kewajiban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al Baqarah : 286)
Sekalipun ada rukhsah atau keringanan tetapi umat Islam yang sedang sakit, musafir, dan pekerja berat tetap berpuasa. Lebih baik berpuasa pada bulan Ramadhan karena bulan itu dengan bulan yang lain sangat berbeda. Firman Allah :
ﹶ
ﻥ
ﻮ
ﻤﹶ
ﻠ
ﻌ
ﺗ
ﻢ
ﺘ
ﻨ
ﹸﻛ
ﹾ
ﻥﹺﺇ
ﻢﹸﻜﹶ
ﻟ
ﺮ
ﻴ
ﺧ
ﺍ
ﻮ
ﻣ
ﻮ
ﺼ
ﺗ
ﹾ
ﻥﹶ
ﺃ
ﻭ
)
ﺓ
ﺮ
ﻘ
ﺒ
ﻟ
ﺍ
:
184
(
Artinya : “ … dan jika kami semua berpuasa, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui … (QS Al Baqarah : 184)
4). Suci dari Haid dan Nifas
Syarat ini hanya berlaku bagi kaum hawa sedangkan laki-laki tidak memiliki uzur tersebut. Seorang perempuan yang sedang tidak suci karena haid atau nifas, boleh tidak berpuasa hingga suci. Namun harus tetap mengqada sejumlah hari yang ditinggalkan pada hari lain.
4. Rukun Puasa
Rukun puasa berarti segala sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang yang sedang berpuasa. Rukun puasa ada dua, yaitu :
1). Niat
Niat dalam puasa wajib adalah sebelum fajar setiap malam. Tanpa dilakukan setiap malam sebelum fajar maka tidak syah puasanya “ (HR. Ahmad).
Namun, kalau puasa sunah niat dapat dilakukan pada siang hari sebelum tergelincir matahari. Dengan catatan pada pagi harinya belum berniat.
2). Menahan diri
Apabila seseorang berpuasa melakukan sesuatu yang membatalkan, maka batallah puasanya. Bahkan kalau sesuatu itu adalah hubungan suami istri, di samping puasanya batal juga terkena kifarat atau denda berpuasa dua bulan berturut-turut.
5. Batalnya Puasa
Puasa seseorang menjadi batal (tidak sah) apabila dia melakukan hal-hal sebagai berikut : 1). makan dan minum dengan sengaja
2). muntah-muntah dengan sengaja 3). haid atau Nifas
4). mengeluarkan sperma atau mani
5). memasukkan sesuatu selain makanan melalui mulut
6). terbersit niat untuk berbuka/membatalkan puasa sebelum waktu berbuka tiba.
B. Macam-macam Puasa Wajib
Puasa wajib merupakan puasa yang hukum pelaksanaannya wajib. Maksudnya kalau puasa itu dikerjakan mendapatkan pahala dan kalau ditinggalkan berdosa. Adapun puasa wajib dalam ajaran Islam ada tiga macam, yaitu puasa Ramadhan, nazar, dan kifarat.
1. Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Puasa ini wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam yang sudah dewasa, berakal sehat, dan mampu melaksanakannya selama satu bulan penuh.
Firman Allah SWT :
ﻳ
ﺂ
ّﺼﻟ
ﺍ
ﻢﹸﻜ
ﻴ
ﹶ
ﻠ
ﻋ
ﺐﺘ
ﹸﻛ
ﺍ
ﻮ
ﻨ
ﻣ
ﺃ
ﻦ
ﻳ
ﺬﱠﻟ
ﺍ
ﺎ
ﻬﻳ
ﹶ
ﺃ
ﻢﹸﻜﱠﻠ
ﻌ
ﹶ
ﻟ
ﻢﹸﻜﻠ
ﺒ
ﹶ
ﻗ
ﻦﻣ
ﻦ
ﻳ
ﺬﱠﻟ
ﺍ
ﻰﹶ
ﻠ
ﻋ
ﺐﺘ
ﹸﻛ
ﺎ
ﻤﹶ
ﻛ
ﻡ
ﺎ
ﻴ
ﹶ
ﻥ
ﻮﹸﻘ
ﺘ
ﺗ
)
ﺓ
ﺮ
ﻘ
ﺒ
ﻟ
ﺍ
:
183
(
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa.” (Al Baqarah : 183)
Berdasarkan ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ajaran tentang puasa ternyata juga telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada umat-umat tedahulu. Sedangkan puasa Ramadhan sendiri mulai diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam pada tahun 2 Hijriyah. Dan untuk memperkaya wawasan kita terhadap puasa Ramadhan, berikut ini akan diuraikan beberapa hal penting menyangkut puasa Ramadhan.
a. Niat Puasa Ramadhan
Niat berpuasa Ramadhan berbeda ketentuannya dengan puasa sunah. Seseorang yang berpuasa Ramadhan harus sudah berniat untuk berpuasa sebelum terbit fajar shidiq. Boleh juga berniat setelah shalat tarawih. Jika sampai fajar shidiq belum atau lupa berniat maka puasanya tidak sah. Sedangkan puasa sunah niatnya boleh sesudah terbit fajar sampai sebelum zuhur.
Hadits Rasulullah SAW :
ّﺼﻟ
ﺍ
ﹺﻊﻤ
ﺠ
ﻳ
ﻢﹶ
ﻟ
ﻦ
ﻣ
ﻪ
ﹶ
ﻟ
ﻡ
ﺎ
ﻴ
ﺻ
ﹶ
ﻼﹶ
ﻓ
ﹺﺮ
ﺠﹶ
ﻔ
ﹾ
ﻟ
ﺍ
ﹶ
ﻞ
ﺒ
ﹶ
ﻗ
ﻡ
ﺎ
ﻴ
)
ﺔ
ﺴﻤﳋﺍ
ﻩ
ﺍ
ﻭﺭ
(
Artinya :“Barang siapa yang tidak berniat puasa (Ramadhan) pada malamnya sebelum terbit fajar, maka tiada puasa baginya.” (HR. Lima Imam Ahli Hadits)
Apabila diucapkan bunyi niat puasa Ramadhan adalah :
Artinya : “Saya berniat puasa Ramadhan esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena mentaati perintah Allah Ta’ala.”
b. Orang-orang Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa
1). Orang yang sakit (dengan penyakitnya itu menjadikan ia tidak mampu berpuasa) dan orang yang sedang dalam perjalanan jauh.
; Orang yang sakit wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di lain hari ketika sakitnya sudah sembuh.
; Orang yang sedang dalam perjalanan wajib mengganti sejumlah puasa yang ditinggalkannya pada kesempatan yang lain.
; Walaupun mereka boleh tidak berpuasa tetapi kalau tetap berpuasa hal ini lebih utama dan dicintai oleh Allah SWT.
2). Orang yang lanjut usia dan orang yang sakit menahun
; Kedua golongan orang kemungkinan kecil mengganti puasa pada kesempatan lain. Oleh karena itu, Allah SWT tidak mewajibkan menggantinya dengan puasa pada kesempatan yang lain tetapi cukup dengan membayar fidyah (memberi makan seorang fakir/miskin) kalau dia mampu.
3). Orang yang sedang hamil atau menyusui
; Dalam Kitab “Bidayatul Mujtahid”, Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa orang yang hamil atau menyusui diperbolehkan tidak berpuasa. Namun dia harus menggantinya pada kesempatan yang lain atau membayar fidyah.
Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dan Hadits Rasulullah SAW :
ﻪ
ﻧ
ﻮﹸﻘ
ﻴ
ﻄ
ﻳ
ﻦ
ﻳ
ﺬﱠﻟ
ﺍ
ﻰﹶ
ﻠ
ﻋ
ﻭ
ﺮ
ﺧﹸﺃ
ﹴ
ﻡ
ﺎﻳ
ﹶ
ﺃ
ﻦﻣ
ﺓ
ﹲ
ﺪﻌ
ﹶ
ﻓ
ﹴ
ﺮ
ﹶ
ﻔ
ﺳ
ﻰﻠ
ﻋ
ﻭﹶ
ﺃ
ﺎﻀ
ﻳ
ﹺﺮ
ﻣ
ﻢﹸﻜ
ﻨ
ﻣ
ﹶ
ﻥﺎﹶ
ﻛ
ﻦ
ﻤﹶ
ﻓ
ﻴ
ﻜ
ﺴﻣ
ﻡ
ﺎ
ﻌ
ﹶ
ﻃ
ﹲ
ﺔ
ﻳ
ﺪﻓ
ﹾ
ﻥﹺﺇ
ﻢﹸﻜﹶ
ﻟ
ﺮ
ﻴ
ﺧ
ﺍ
ﻮ
ﻣ
ﻮ
ﺼ
ﺗ
ﹾ
ﻥﹶ
ﺃ
ﻭ
ﻪ
ﹶ
ﻟ
ﺮ
ﻴ
ﺧ
ﻮ
ﻬﹶ
ﻓ
ﺍ
ﺮ
ﻴ
ﺧ
ﻉﻮﹶ
ﻄ
ﺗ
ﻦ
ﻤﹶ
ﻓ
ﹴ
ﻦ
ﹶ
ﻥ
ﻮ
ﻤﹶ
ﻠ
ﻌ
ﺗ
ﻢ
ﺘ
ﻨ
ﹸﻛ
)
ﺓ
ﺮ
ﻘ
ﺒ
ﻟ
ﺍ
:
184
(
Artinya : “Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia bebuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya untuk membayar fidyah yaitu memberi makan kepada seorang miskin. Barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kamu apabila kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 184)
ِ
ﷲﺍ
ﹸﻝ
ﻮ
ﺳ
ﺭ
ﹶ
ﻝﺎﹶ
ﻗ
ﹴ
ﺲ
ﻧ
ﹶ
ﺃ
ﻦ
ﻋ
ﹺﺮ
ﻓ
ﺎ
ﺴ
ﻤﹾ
ﻟ
ﺍ
ﹺﻦ
ﻋ
ﻊ
ﺿ
ﻭ
ﱠﻞ
ﺟ
ﻭ
ﺰ
ﻋ
َﷲﺍ
ﱠﻥﹺﺇ
ﻡ
ﻮﺼﻟ
ﺍ
ﹺﻊﺿ
ﺮ
ﻤﹾ
ﻟ
ﺍ
ﻭ
ﻰﻠ
ﺒ
ﺤﹾ
ﻟ
ﺍ
ﹺﻦ
ﻋ
ﻭ
ﺓ
ﹶ
ﻼﺼﻟ
ﺍ
ﺮ
ﹾ
ﻄ
ﺷ
ﻭ
ﻡ
ﻮﺼﻟ
ﺍ
)
ﺔ
ﺴﻤﳋﺍ
ﻩ
ﺍ
ﻭﺭ
(
Artinya : “Dari Anas, Rasulullah SAW berkata : Sesunggunya Allah Azza wa Jalla memberi (keringanan) puasa dan (kemudahan) shalat bagi musafir dan keringanan puasa kepada wanita hamil dan menyusui.” (HR. Lima Imam Ahli Hadits)
c. Keutamaan Puasa Ramadhan
ﻪ
ﻨ
ﻋ
ﻪ
ﱠﻠ
ﻟ
ﺍ
ﻲﺿ
ﺭ
ﺓ
ﹶ
ﺮ
ﻳ
ﺮ
ﻫ
ﻲﹺﺑ
ﹶ
ﺃ
ﻦ
ﻋ
:
َﺀ
ﺎـ
ﺟ
ﺍ
ﹶ
ﺫ
ﹺﺇ
ﻝﺎـﹶ
ﹶ
ﻗ
ﻢﱠﻠ
ﺳ
ﻭ
ﻪ
ﻴ
ﻠ
ﹶ
ﻋ
ﻪ
ﱠﻠ
ﻟ
ﺍ
ﻰﱠﻠ
ﺻ
ﻪ
ﱠﻠ
ﻟ
ﺍ
ﹶ
ﻝﻮ
ﺳ
ﺭ
ﱠﻥﹶ
ﺃ
ﲔﻃﺎ
ﻴ
ﺸﻟ
ﺍ
ﺕ
ﺪّﻔ
ﺻ
ﻭ
ﹺﺭ
ﺎﻨ
ﻟ
ﺍ
ﺏ ﺍ
ﻮ
ﺑ
ﹶ
ﺃ
ﺖ ﹶ
ﻘ
ّﻠ
ﹸﻏ
ﻭ
ﺔ
ﻨ
ﺠﹾ
ﻟ
ﺍ
ﺏ ﺍ
ﻮ
ﺑ
ﹶ
ﺃ
ﺖ
ﺤّﺘ
ﹸﻓ
ﹸﻥﺎ
ﻀ
ﻣ
ﺭ
)
ﻱﺭ
ﺎﺨﺒ
ﻟ
ﺍ
ﻩ
ﺍ
ﻭﺭ
ﻢﻠ
ﺴﻣ
ﻭ
(
Artinya : “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila
tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta
syaitan-syaitan dibelenggu ( HR Bukhari dan Muslim)
Pada bulan Ramadhan Allah SWT juga meberi keistimewaan berupa malam al Qadar
(Lailatul Qadar). Namun lailatul qadar ini tidak ditunjukkan secara pasti kapan datangnya,
Yang pasti pada salah satu malam pada bulan Ramadhan adalah merupakan l;ilatu qadar.
Orang yang melaksanakan ibadah pada malam ini, maka pahalanya lebih baik daripada pahala
beribadah serinu bulan atau lebih dari 83 tahun.
Firman Allah dalam Al Quran
ﹴ
ﺮ
ﻬ
ﺷ
ﻒﹾ
ﻟ
ﹶ
ﺃ
ﻦﻣ
ﺮ
ﻴ
ﺧ
ﹺﺭ
ﺪﹶ
ﻘ
ﹾ
ﻟ
ﺍ
ﹸﺔ
ﹶ
ﻠ
ﻴ
ﹶ
ﻟ
)
ﺭ
ﺪﻘ
ﻟ
ﺍ
:
3
(
Artinya : “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr : 3)
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw memberikan rambu-rambu bahwa lailatl qadar jatuh pada sepuluh malam terakhir, yakni mulai malam tanggal 21 Ramadhan.
Hadis 666
ﺖ ﹶ
ﻟ
ﺎﹶ
ﻗ
ﺎ
ﻬ
ﻨ
ﻋ
ﻪ
ﱠﻠ
ﻟ
ﺍ
ﻲﺿ
ﺭ
ﹶ
ﺔ
ﺸﺋ
ﺎ
ﻋ
ﻦ
ﻋ
:
ﹶ
ﻠ
ﻋ
ﻪ
ﱠﻠ
ﻟ
ﺍ
ﻰﱠﻠ
ﺻ
ﻪ
ﱠﻠ
ﻟ
ﺍ
ﹸﻝﻮ
ﺳ
ﺭ
ﹶ
ﻝﺎﹶ
ﻗ
ﹺﺭ
ﺪﹶ
ﻘ
ﹾ
ﻟ
ﺍ
ﹶ
ﺔ
ﹶ
ﻠ
ﻴ
ﻟ
ﹶ
ﺍ
ﻭﺮ
ﺤ
ﺗ
ﻢﱠﻠ
ﺳ
ﻭ
ﻪ
ﻴ
ﹶ
ﻥﺎ
ﻀ
ﻣ
ﺭ
ﻦﻣ
ﹺﺮ
ﺧﺍ
ﻭَﻷﹾ
ﺍ
ﹺﺮ
ﺸ
ﻌ
ﹾ
ﻟ
ﺍ
ﻲﻓ
)
ﻢﻠ
ﺴﻣ
ﻭ
ﻱﺭ
ﺎﺨﺒ
ﻟ
ﺍ
ﻩ
ﺍ
ﻭﺭ
(
Artinya : “Diriwayatkan dari Siti Aisyah r.a katanya : Rasulullah s.a.w bersabda: Carilah
Lailatulqadar pada sepuluh hari yang terakir di bulan Ramadan “ (HR Bukhari dan Muslim)
Karena keutamaan bulan Ramadhan yang demikian besar, maka disamping menjalankan
puasa Ramadhan, umat Islam diperintahkan juga untuk memperbanyak berzikir, tadarus al
Quran, berinfak, shalat sunah, serta menampilkan akhlak yang mulia sepanjang bulan
Ramadhan.
2. Puasa Nazar
Puasa nazar adalah puasa yang dilakukan karena mempunyai nazar (janji kebaikan yang pernah diucapkan) ketika keinginannya terpenuhi. Misalnya, seorang siswa bernazar, “kalau aku menjadi juara kelas aku akan berpuasa selama dua hari”. Maka, ketika pembagian rapor dia betul-betul menjadi juara kelas, dia harus menepati nazarnya itu, yakni berpuasa dua hari.
Hukum bernazar sendiri adalah boleh (mubah). Namun, ketika apa yang didambakannya terpenuhi maka sesuatu yang menjadi nazarnya (seperti puasa tadi) menjadi wajib hukumnya.
3. Puasa Kifarat
Puasa kifarat adalah puasa denda seperti denda yang diberlakukan bagi seseorang yang berpuasa melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan. Lamanya puasa kifarat untuk hal tersebut adalah dua bulan berturut-turut dan hukumnya wajib.