ARTIKEL PENGARUH BURUK LINGKUNGAN TERHADAP
KESELAMATAN KERJA
PENGARUH BURUK LINGKUNGAN TERHADAP
KESELAMATAN KERJA
Misbakhul Ulum (110511427094) Universitas Negeri Malang
E-mail: [email protected]
Abstrak: tujuan artikel ini untuk mengetahui,(1) pengaruh buruk lingkungan terhadap keselamatan kerja pada industry pabrik pengolahan, (2) pencemaran yang melalui udara, (3) pencemaran terhadap air.(1) permulaan perkembangan industri yang timbul belum terasa pengaruh banyaknya, akan tetapi makin lama makin tersa kerugian yang ditimukan akibat banyaknya gas buang dari pabrik industry,(2) pengotoran udara mengakibatkan kesehatan manusia terganggu, begitu pula tumbuhan dapat rusak oleh gas-gas buang tersebut,(3)
pengolahan air buang bisa dapat diharapkan untuk lebih banyak digunakan kembali lebih-lebih control yang mahal tidak diperlukan untuk membuat air buang cocok dengan operasi pengolahan yang masalah terbesarnya adalah perubahan air dari karakteristik kimia seperti PH larutan dan zat padat yang melarut.
Kata kunci: pengaruh buruk lingkungan, pencemaran udara, pencemaran air.
Perkembangan dan pertumbuhan industry mengakibatkan bertambahnya pencemaran lingkungan. Pencemaran tersebut adalah akibat pembuangan sisa-sisa pabrik selama atausesudah proses industry berlangsung. Buangan ini dapat berupa gas, air, padat, panas, radiasi, bunyi, dll. Pada permulaan perkembangan industry belum terasa pengaruh yang ditimbulkannya, akan tetapi makin lama makin terasa kurugian-kerugian yang ditimbulkan makin banyak zat buang dari pabrik-pabrik industri, pabrik-pabrik membuang kotoran dan zat kesungai-sungai, yang mengakibatkan kehidupan hewan-hewan terganggu dans eterusnya mempengaruhi kesediaan makanan bagi umat manusia.
Pengontoran udara menyebabkan kesehatan manusia terganggu, begitu pula tumbuh-tumbuhan dapat rusak oleh gas buang tersebut, menurut pengalaman pengotoran udara dan air lahyang paling buruk bagi kesehatan setiap makhluk hidup.
Pada dasarnya pemulihan kerusakan olehi ndustri memakan waktu yang lama dan biaya yang besar, oleh karena itu jauh-jauh sebelum terlanjur kita memikirkan hal tersebut, agar dengan menggunakan pengalaman Negara-negar lain yang perindustriannya lebih maju dapatlah kita mengurangi kesalahan yang diperbuat oleh mereka yang industrinya telah berkembang. Pembakaran batu bara, bahan bakar residu, bahan bakar destilasi, dan gas alam akan menghasilkan penyebaran gas-gas beracun CO, CO2, NO2, CH3, HF, H2S dan sebagainya yang kesemuanya akan meracuni kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Dalam hal ini masih perlu ditambahkan sumber-sumber lainnya dari berbagai macam industry seperti: industry baja, industry pengecoran, industry pelapisan logam, industry kimia, dan lain-lain.
Karena pengontrolan pencemara bertujuan untuk meningkatkan mutulingkungan hidup, maka yang menjadi ukuran adalah pengaruhnya terhadap makhluk hidup. Suatu lingkungan dikelola sedemikian rupa agar udara dan air, tidak dicemarkan sehingga tidak mengganggu kesehatan dari makhluk hidup yang mendiaminya.
Pencemaran utama olehi ndustri adalah melalui air, padat dan udara oleh karena bebrapa pertimbangan tertentu yang dibahas di dalam halini adalah pencemaran air dan udara oleh industry.
Masalah utama yang dihadapi dalam pencegahan pencemaran udara terutama berpusat bagian industri yang berhubungan dengan pengolahan besi dan baja, proses ini menyebabkan pengeluaran partikel-partikel dan gas seperti oksida belerang (SO2), karbondi oksida (CO2), karbon monoksida (CO), dan hidrokarbon (CxHx), karena banyaknya kemungkinan keluarnya asap dari proses yang memakai suhu tinggi. Butir-butiran partikel yang ukurannya makin kecil dari molekul gas akan dikeluarkan selama proses ini. Sehingga pengontrolan menjadi lebih sukar dari pada pengontrolan pengeluaran gas.Supaya asap yang mengandung butiran-butiran partikel yang akan dikeluarkan keatmosfir tidak mengotori udara disekitarnya maka perlu lebih dahulu dilakukan pengurangan jumlah butiran partikel dalam asap dengan memakai alat pembersih partikel. Ada 4 macam alat pembersih butiran partikel yaitu: Cyclone, Penykit Basah (wet scrubers), Pengendap elektrostatis (electrostatic preccipitator), dan Saringan Kain (fabric filters). Efisiensi masing-masing alat ini akan tergantung pada ukuran butiran partikel dan beberapa parameter operasi alat tersebut.
a. Pengotoran Debu Serta PengaruhnyaTerhadap Manusia
Yang dimaksud dengan debu di sini adalah partikel-partikel dengan diameter kira-kira kurang dari seperjuta centimeter. Dan yang sangat mengejutkan adalah bahwa partikel-partikel yang lebih kecil dari 0,1 mikron ini merupakan 90% dari berat dari seluruh debu, akan tetapi jumlahnya 95% dari semua partikel. Yang lebih penting lagi adalah bahwa jumlah seluruh permukaan dari debu yang halus paling tidak sama dengan seluruh permukaan debu yang kasar.
Bila udara mengandung partikel debut erlalu banyak, maka debu itu mencapai jaringan paru-paru dalam jumlah banyak sehingga menimbulkan kerusakan yang bisa dikenal dengan
pneumocosis. Hal ini biasanya dijumpai pada tempat tertentu dan penyakit ini termasuk penyakit jebatan (occupational).
b. Pengontrol Karena Gas Beracun
merupakan gas yang paling banyak dikeluarkan karena gas tersebut terbentuk oleh pemakaian bahan bakar fosil dengan proses suhu tinggi.
Walaupun pengeluaran hidrokarbon dapat juga diakibatkan oleh bahan bakar pada mesin bakar, ia juga sering diakibatkan oleh penguapan minyak dan gemuk pada pemanfaatan limbah. Jumlah keseluruhan dari pada oksida belerang dan oksida nitrogen yang dihasilkan oleh pabrik baja relative kecil jika dibandingkan dengan gas-gas yang dikeluarkan oleh operasi pembakaran bahan bakar fosil.
Metode utama dalam pengontrolan adalah penghilangan belerang dari bahan bakar atau pengantian bahan bakar yang berkadar belerang tinggi menjadi bahan bakar berkadar belerang rendah. Semua proses penghilangan oksida belerang ditandai oleh aliran-aliran yang
mengandung belerang, yang biasanya susah dihilangkan. Walaupun demikian beberapa proses penghilangan belerang dapat menghasilkan produk-produk sampingan yang dapat
diperdagangkan seperti belerang atau asam belerang.
2. Pencemaran Air
Lebih banyak alternatif yang terdapat dalam teknologi pencegahan pencemran air dari pada yang dapat dipakai dalam pengontrolan pencemaran air, dan bermacam-macam kombinasi dari teknologi tesebut dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Selanjutnya karena air industry dapat dipakai berkali-kali dan mutunya dapat dikontrol dan di sesuaikan pada persyaratan-persyaratan proses tertentu, kemungkinan pemakaian kombinasi teknologi tersebut sangat besar.
Pengolahan air buang biasa dapat diharapkan untuk dapatlebihbanyakdigunakankembali, lebih-lebih jika kontrol yang mahal tidak diperlukan untuk membuat air buang cocok dengan operasi pengolahan, yang merupakan masalah terbesar dari perubahan karakteristik kimiaseperti PH dan zat padat yang melarut.
a. Beberapa cara pencegahan air
- Menghilangkan minyak dengan cara memasukan kedalam bak-bak, kemudian menyapu permukaan yang terdapat di atas air, dan setelah partikel-partikel turun, air dipergunakan lagi sebagai pendingin.
Berdasarkan jenis pemakainnya air dibagi atas lima kelompok: 1. Air kebutuhan masyarakat
2. Air untuk memelihara ikan atau binatang lainnya 3. Air untuk pertanian
4. Air untuk industry 5. Air untuk rekreasi
Dari tiap-tiap kelompok ini diadakanlah standar yang tidak boleh dilalui, yang menghasilkan mutu drajat air yang harus dipenuhi oleh semuapihak termasuk industri. Batas-batasan mengenai pembuangan air ditetapkan sebagai berikut: pencemaran air yang dibagi atas pencemaran fisik, kimiawi, dan radio aktif.
b. Warna, baudan rasa
Untuk kebutuhan masyarakat, warna air tidak boleh lebih dari 75 color unit (standar platinum cobalt), untuk perikanan dan kehidupan tidak boleh dari 50 color unit. Tdak boleh menaikkan temperature sungai atau danau tempat membuang air melebihi 5° F.
Kadar tertentu dari zat kimia dapat menyebabkan bau yang tidak enak atau rasa air yang kurang sedap.Hal ini mengakibatkan rasa ikan menjadi kurang enak. Kekeruhan air dibatasi, tidak boleh mengeruhkan air sungai atau danau melebihi batas yang dapat mengganggu kehidupan air.
Diposkan oleh Misbakhul Ulum27 di 18.44Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Bagikan ke Pinterest
Senin, 05 Maret 2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem pendingin secara umum berfungsi untuk mendinginkan suhu mesin agar kondisi mesin tetap prima dan mobil bisa digunakan dengan baik tanpa terjadi kerusakan, sistem pendingin ada tiga macam yaitu: sistem pendingin air, sistem pendingin udara, dan sistem pendingin oli. Dalam sistem pendingin udara terbagi menjadi dua macam yaitu: pendingin udara alami dan pendingin udara buatan, contohnya seperti pada pendingin sepeda motor yang
menggunakan pendingin udara alami untuk menyirkulasi panas yang ditimbulkan oleh mesin, sedangkan pendingin udara buatan contohnya seperti pada pendingin mobil yang menggunakan kipas di belakang radiator.
Sistem pendingin mesin juga memerlukan perawatan agar kondisi sistem pendingin tetap baik dan berfungsi secara optimal, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sudah terbisa
menggunakan air biasa untuk mengisi radiator dan tidak menggunakan radiator coolant, hal ini yang menyebabkan komponen pendingin mesin mudah rusak atau cepat berkarat terutama pada blok mesin, pompa air, dan juga komponen yang lainnya akan cepat rusak, jika sudah rusak komponen-komponen yang berkarat sulit untuk direparasi sehingga peforma mobil akan sedikit berkurang gara-gara kinerja pendingin mesin tidak sempurna, oleh sebab itu pendingin mesin perlu mendapat perawatan yang lebih.
Komponen-komponen pendingin yang sudah sering rusak akan menyebabkan blok mesin menjadi cepat berkarat dan air bisa masuk ke dalam mesin dan mobil bisa mogok dan cepat rusak. Ada beberapa poin untuk merawat mesin npendingin yaitu: dengan cara mengecek air yang ada di tabung reservoir, pengecekan pada sirip-sirip radiator, pengecekan pada pompa air, dan mengecek saluran ternostat.
Mobil yang umurnya sudah tua alangkah baiknya sering mendapat perawatan, khususnya khususnya pada sistem pendingin yang sering kali sudah tidak bagus lagi bahkan bisa dibilang tidak layak dan sebaiknya segera diganti, paling tidak dilakukan penggantian pada sirip-sirip radiator dan yang paling penting adalah pada komponen pompa air yang sering berkarat apa bila tidak menggunakan air radiator yang asli. Apa lagi didaerah pesisir pantai yang tingkat
keasamannya tinggi dan masyarakat menganggap remeh meka hanya mencari jalan keluar yang mudah dan murah padahal itu makin memperburuk kondisi sistem pendingin, terbukti dengan seringnya kendaraan umum yang keluar masuk bengkel hanya untuk memperbaiki kerusakan pada sistem pendingin maka dari itu warga disekitar pesisir pantai dihimbau untuk menggunakan air radiator yang asli agar komponen pendingin tetap terjaga keawetanya dan tentunya akan mengirit pengeluaran.
Mobil yang masih baru pun tak luput dari bahaya keropos karena jika tidak menggunakan air radiator yang asli sejak awal maka tidak beda dengan mobil-mobil tua yang sudah sering masuk bengkel, dengan demikian kerusakan pada komponen dapat diatasi, semua yang berkaitan sistem pendingin air tidak akan bisa lari dari yang namanya korosi jika tidak melakukan
tidak baik. oleh sebab itu masyarakat dihimbau agar memahami pengaruk penggunaan air pada sistem pendingin mesin terhadap tingkat kekaratan pada blok mesin.
1.2 Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian sistem pendingin (radiator) pada mobil?
2. Mengapa air biasa dapat menyebabkab karat pada radiator dan blok mesin?
3. Bagaimana cara mencegah karat pada blok mesin agar sistem pendingin pada mobil tetap prima?
1.3 Tujuan
1. Untuk dapat member pengetahuan pada pembaca agar mengerti tentang pengertian sistem pandingin terutama pada masyarakat pesisir pantai.
2. Agar pengguna mobil lebih berhati-hati dalam menggunakan air biasa untuk pengisian air radiator agar komponen pendingin tidak cepat rusak.
3. Untuk member pengetahuan pada masyarakat akan pencegahan karat/korosi pada komponen sistem pendingin.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Pendingin
Sebuah kendaraan 4/3 silinder jelajah yang khas di sepanjang jalan raya sekitar 50 mil per jam, akan menghasilkan ledakan dikontrol 4000 per menit di dalam mesin seperti busi membakar bahan bakar dalam silinder masing-masing untuk menggerakkan kendaraan di jalan. Jelas, ledakan ini menghasilkan sejumlah besar panas dan, jika tidak dikendalikan, akan merusak mesin dalam hitungan menit. Mengontrol suhu tinggi adalah tugas dari sistem pendingin.
Sistem pendingin modern tidak banyak berubah dari sistem pendingin di belakang model T di '20s. Oh, tentu, telah menjadi jauh lebih handal dan efisien dalam melakukan pekerjaan itu, namun sistem pendingin dasar masih terdiri dari cairan pendingin yang beredar melalui mesin, lalu keluar ke radiator untuk didinginkan oleh aliran udara yang datang melalui grill depan dari kendaraan.
Sistem pendingin saat ini harus mempertahankan mesin pada suhu konstan apakah suhu udara luar adalah 110˚ Fahrenheit atau 10 di bawah nol. Jika suhu mesin terlalu rendah, ekonomi bahan bakar akan menderita dan emisi akan meningkat. Jika suhu diperbolehkan untuk terlalu panas terlalu lama, mesin akan merusak diri sendiri.
beberapa pipa yang terdiri dari selang interkoneksi untuk mentransfer pendingin dari mesin ke radiator dan juga untuk sistem pemanas pendingin mobil, mana panas digunakan untuk
pemanasan interior kendaraan di cuaca yang dingin.
2.1.1 Radiator
Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif seperti mobil. Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin.pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin
menyalurkan energi panas kedalam bentuk tenaga putar. Tetapi energi panas dari bahan bakar tidak sepenuhnya dapat dikonversikan kedalam bentuk tenaga. Hanya kurang lebih 25% dari energi yang dikonversikan menjadi tenaga.kurang lebih 45% dari energi panas hilang menjadi gas buang atau gesekan dan 30% diserap oleh mesin itu sendiri.
Panas yang diserap oleh mesin harus dikeluarkan keudara sekeliling. Jika tidak maka akan menyebabkan mesin menjadi kelebihan panas dan akrirnya rusak. Sistem pendingan dipasang untuk mendinginkan mesin agar tidak kelebihan panas.Pendingan mesin biasanya menggunakan sistem pendinginan udara atau pendinginan air. Pada umumnya mesin otomotif menggunakan sistem pendinginan air. Sistem pendiginan air lebih sulit dan lebih mahal dari pada sistem pendinginan udara. Tetapi sistem pendinginan air mempunyai beberapa keuntungan. Air pendingin mesin aman sebab ruang pembakaran dikelilingi oleh air pendingin, yang juga sebagai peredam suara. Air pendigin yang panas dapat juga berfungsi sebagai sumber panas pada
pemanas udara.
2.1.2 Problem Sistem Pendingin Mesin
Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, sistem pendinginan mesin mobil harus bekerja lebih keras. Apalagi ditambah dengan kondisi lalu lintas yang padat. Sedikit saja ada gangguan di sistem pendinginan, mesin bisa mengalami overheat.
Hingga saat ini, masih ada mobil-mobil tertentu yang sering bermasalah dengan suhu mesin. Dan beberapa tahun yang lalu masalah seperti ini lebih banyak dijumpai. Makanya banyak orang mengakali sistem pendingin mesin dengan segala cara untuk menghindari overheat.
Pada dasarnya cara kerja cooling system cukup sederhana. Panas dari proses pembakaran di silinder dan gesekan komponen mesin didinginkan oleh air yang dialirkan oleh pompa air (water pump). Karena menerima kalor dari silinder, air pendingin ini akan menjadi panas. Air panas ini kemudian kembali didinginkan oleh radiator. Radiator melepas kalor dari air dengan bantuan angin yang melewati kisi-kisinya. Angin bisa didapat dari bagian depan mobil saat mobil melaju atau dengan bantuan kipas pendingin
2.1.3 Radiator Coolant
Air merupakan zat cair yang terbaik untuk mendinginkan mesin. Namun air juga memiliki kelemahan seperti titik didih yang rendah dan bisa menyebabkan korosi. Makanya untuk pendinginan mesin, air dicampur dengan coolant agar titik didihnya bisa lebih tinggi dan tidak membuat korosi. Cairan pendingin yang merupakan campuran air dan radiator coolant ini perlu diganti paling tidak setahun sekali.
Untuk mengalirkan udara melalui kisi-kisi radiator, khususnya saat mobil berhenti, diperlukan bantuan kipas pendingin. Ada dua jenis kipas pendingin: yang digerakkan langsung oleh mesin, dan diputar oleh motor listrik.
Kelebihan kipas yang digerakkan mesin adalah kemungkinan rusaknya kecil. Tapi kelemahannya putaran kipas ini rendah saat mesin stasioner dan memberi beban ekstra kepada mesin, terutama pada putaran tinggi. Padahal pada kecepatan tinggi radiator sudah cukup mendapat angin dari depan. Untuk mengurangi kelemahan ini, kipas mesin dilengkapi dengan kopling visco. Kopling ini akan mengeras saat radiator sudah mulai panas sehingga mempercepat putaran kipas. Dan akan melemah jika radiator dingin sehingga kipas tidak terlalu membebani kerja mesin. Kerusakan pada kopling visco adalah makin lemah seiring bertambahnya usia.
Sedangkan kipas elektrik akan berputar cepat meski mesin dalam keadaan stasioner. Ini sangat menguntungkan saat jalan macet. Namun motor listrik pada kipas elektrik bisa rusak sehingga mengakibatkan mesin overheat. Hidup-matinya kipas elektrik ini diatur oleh thermoswitch yang bekerja dengan mendeteksi suhu air pendingin. Ketika air sudah mulai panas, thermoswitch akan memerintahkan kipas untuk hidup, sebaliknya saat air radiator sudah kembali dingin kipas dimatikan.
2.1.5 Water Pump
Untuk mengalirkan air dari radiator ke blok mesin dan sebaliknya digunakan pompa air yang digerakkan oleh mesin. Pada mesin kompetisi biasanya digunakan pompa air elektrik agar tidak membebani mesin. Kerusakan pada pompa air umumnya adalah kebocoran pada silnya. Namun bisa juga kerusakan terjadi pada bilah pompa yang korosi atau berubah bentuk sehingga mengurangi kemampuannya memompa air.
2.1.6 Slang Radiator
Slang radiator berfungsi sebagai penghubung antara radiator dan blok mesin. Ada dua slang di radiator, slang yang atas berfungsi mengalirkan air panas dari mesin ke radiator. Sedangkan yang bawah untuk menyalurkan air yang sudah didinginkan kembali ke mesin. Kerusakan pada slang radiator adalah kebocoran akibat usia. Selain itu bisa juga karena karet selang sudah lembek sehingga tidak tahan menghadapi tekanan pada slang atas atau kevakuman pada selang bawah. Jika slang bawah tidak tahan terhadap kevakuman, maka selang akan kempot dan air tidak bisa bersirkulasi.
2.1.7 Tangki Cadangan Radiator
Dalam keadaan panas, tekanan pada sistem pendinginan akan bertambah. Hal ini
mengakibatkan ada air yang harus keluar dari sistem yang akan ditampung oleh tangki cadangan. Saat mesin kembali dingin, tekanan pada sistem pendinginan juga akan kembali normal sehingga perlu tambahan air yang akan diambil dari tangki cadangan. Kerusakan pada tangki cadangan adalah kebocoran atau pecah akibat benturan.
2.1.8 Tutup Radiator
bar. Artinya klep pada tutup radiator akan terbuka jika tekanan sudah melebihi angka itu dan air akan mengalir sebagian ke tangki cadangan.
Kerusakan pada tutup radiator adalah kebocoran akibat karet yang sudah getas atau pengaturan tekanan yang tidak lagi normal. Cirinya adalah jika air di tangki cadangan menjadi penuh dan tidak kembali ke radiator saat mesin dingin.
2.1.9 Blok Mesin
Untuk mendinginkan mesin, air harus mengalir di dalam blok. Saluran-saluran tempat air mengalir di blok mesin ini dinamakan water jacket. Pada mesin yang dirancang untuk iklim panas, water jacket ini biasanya dibuat lebih lebar, sedangkan pada mobil untuk negara dingin lebih sempit. Perbedaan inilah yang sering membuat mobil-mobil Eropa mengalami overheat, khususnya tahun lawas. Kerusakan pada water jacket biasanya akibat lapisan karat yang menghalangi efektivitas cairan pendingin menyerap kalor, sekaligus menghalangi alirannya.
2.1.10 Kepala Silinder
Selain melalui water jacket di blok mesin, air juga melalui kepala silinder. Kerusakan pada kepala silinder adalah kebocoran kompresi yang mengakibatkan tekanan kompresi menembus air pendingin.
Gejala kerusakan ini bisa dilihat dari gelembung udara di air pendingin atau semburan air pada mulut radiator saat tutup dibuka dan mesin hidup. Kebocoran kompresi ini sering
diakibatkan oleh melengkungnya kepala silinder akibat overheat atau umur mobil.
2.1.11 Thermostat
Suhu kerja mesin biasanya ada sekitar 87º-95º Celcius. Jika suhu terlalu dingin, pembakaran tidak belangsung sempurna. Sedangkan juka terlalu tinggi, mesin bisa cepat rusak. Yang bertugas untuk menjaga suhu kerja ini adalah thermostat yang terletak di mulut saluran air di kepala silinder. Saat mesin dingin, thermostat akan menutup saluran ke radiator sehingga cairan pendingin akan mengalir kembali ke blok mesin melalui saluran bypass. Jika mesin sudah mencapai suhu kerja, thermostat akan terbuka dan air mengalir ke radiator untuk didinginkan.
Banyak mekanik yang melepas thermostat agar mesin lebih dingin atau mengatasi overheat. Namun langkah ini punya dampak buruk yaitu suhu mesin jadi terlalu dingin dan mengakibatkan pembakaran tidak sempurna. Thermostat harus selalu terpasang dan dipastikan bekerja dengan baik.
2.1.12 Oil cooler
Mobil bertransmisi otomatis biasanya dilengkapi pendingin oli transmisi yang juga memanfaatkan cairan pendingin sebagai penyerap kalor. Pada mobil yang sudah berumur, sering terjadi pendingin oli ini bocor dan membuat oli tercampur dengan air. Kalau sudah begini, radiator harus diganti.
Karat didefinisikan sebagai rusaknya suatu material atau logam karena berinteraksi dengan lingkungan. Lingkungan tersebut bisa berupa udara dengan kelembaban yang cukup tinggi, udara dengan kelembaban sangat rendah, larutan elektrolit, air laut, ataupun air tanah. 2.2.1 faktor-faktor yang mempengaruhi karat dalam air tanah, tempat-tempat-tempat yang diserang, akibat yang ditimbulkan oleh karat air tanah.
a. Bagian-bagian Air Tanah
Sebelum membicarakan karat dalam air tanah, kiranya perlu diketahui bagian-bagian air tanah Menurut letaknya, air tanah dapat dibagi menjadi sebagai berikut:
1) Air permukaan, dimana komposisi zat terlarut tergantung pada tanah yang ditempati atau tempat tergenangnya. Pada umumnya zat yang terlarut jauh lebih rendah dari air laut. Biasanya
mengandung Ca2+, Mg2+,NH4+, Cl-, dan SO42-. Agresivitas korosi air permukaan lebih rendah dari air laut.
2) Air tanah dangkal, seperti air sumur, komposisi zat terlarutnya sangat tergantung pad tanah dimana sumur itu dibuat. Bila tanahnya banyak kapurnya maka it itu akan sadah. Korosivitasnya lebih rendah daripada air laut.
3) Air tanah dalam, pada umumnya bebas dari mikroba karena mendapat mendapat saringan alam yang sempurna, lebih jernih karena mendapat proses pendapatan yang lama sekali.
Kelemahannya jumlah ion yang terlarut akan cukup banyak karena kontak langsungantara air dengan tempat di dalam tanah sangat lama dan bergantung pada komposisi tanahnya sendiri, bisa mengandung mineral yang cukup tinggi.
2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi karat di Air tanah
a. Air mengandung CO2
Air dengan CO2 akan bereaksi membentuk H2CO3 dan kemudian H2CO3 akan terurai menurut persamaan reaksi sebagai berikut:
H2O + CO2 ® H2CO3
H2CO3 ® H+ +
HCO3-Dari persamaan reaksi di atas dapat diketahui bahwa air yang mengandung CO2 akan
menghasilkan HCO3- yang korosif. Jadi air tanah yang mengandung CO2 dapat mengakibatkan korosi.
b. Kesadahan Air Tanah
Pembuihan atau membentuk endapan bila kena panas, pembentukan terak yang keras dan sukar dihilangkan, adanya Oksigen terlarut dalam air Tanah, dan adanya oksigen dapat menyebabkan korosi telah dibuktikan oleh Evans. Untuk membuktikannya Evans melakukan percobaan sebgai berikut:
2 plat besi yang sama dijadikan elektroda, yang satunya dimasukkan ke dalam pot yang berpori(porous), sedangkan yang satunya lagi tidak. Kedua elektroda terendam air dan
dihubungkan dengan kawat halus melalui mpere meter. Pada waktu dihubungkan tidak terjadi perubahan arus, tetapi ketika elektroda yang di luar pot dialiri udara, timbul arus. Hal ini berarti ada perbedaan potensial, karena yang dialiri udara akan bersifat sebagai katoda. Hal ini
disebabkan logam, yang kena korosi itu mengambil oksigen dari elektrolit, maka dengan diberi oksigen laju korosi akan dipercepat, hingga elektroda ini akan lebih negatif bila dibandingkan dengan elektroda dalam pot.
c. pH air
Air tanah dengan pH kecil ( bersifat sebagai asam ) merupakan lingkungan yang korosif yang bisa menimbulkan korosi pada logam.
Jadi zat dalam air tanah dapat membuat karat pada komponen pendingin mesin mobil sehingga komponen cepat rusak dan bisa merugikan bagi pengguna mobil, untuk itu dihimbau menggunakan radiator coolant agar sistem pendingin mesin pada mobil tetap prima.
2.3 Cara Mencegah Karat Pada Blok Mesin Dan Komponen Sistem Pendingin
Setelah kita mengetahui faktor-faktor yang bisa menimbulkan karat dalam air
tanah ,maka kita bisa melakukan usaha-usaha pengendalian terhadap karat dalam air pada blok mesin dan pada sistem pendingin mesin. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:
a. Menghilangkan Oksigen
Usaha ini dimaksudkan agar air tidak mengandung zat-zat yang dapat mengoksidasi besi dalam suasana asam. Oleh karena itu, disamping kita melakukan penghilangan oksigen, juga perlu dilakukan penetralan . Adapun cara untuk menghilangkan oksigen dari dalam air ada bermacam-macam,yaitu:
Menggunakan oxygen scavenger (penangkap oksigen) seperti hydrazine (N2H4) Pembubuhan Na2SO3 sehingga akan terbentuk Na2SO4 pada temperatur tinggi. Dengan pemanasan hingga O2 semuanya keluar
b. Pembubuhan Inhibitor
Inhibitor akan menghambat laju korosi bila kita masukkan dalam air karena membentuk lapisan protektif atau pelindung Inhibitor katodis akan membentuk lapisan hidroksida yang sukar larut. Sedangkan inhibitor anodis akan membentuk anion yang dengan ion logamdapat
c. Persenyawaan kromat atau bikromat (inhibitor anaodis )
Senyawa kromat yang sering dibubuhkan adalah Na2CrO4 a, Fosfat (Na3PO4) Na3PO4 dapa terionisasi menjadi PO42- dimana dengan ion Fe3+ yang ada dalam ir akan membentuk garam Fe2(PO4)3 yang merupkan lapisan tipis tetpi merupakan pelindung terhadap terjadinya karat.
d. Silikat
Biasanya natrium silikat (Na2SiO3) yang jika bereraksi dengan besi dapat membentuk besi silikat yang merupakan lapisan yang sukar larut dan pelindung dari korosi.
e. Menghilangkan asam Karbonat agresif
Adapun cara-cara untuk menghilangkan asam karbonat adalah sebagai berikut:
Dengan aerasi,mencampurkan air dengan udara sehimgga menurunkan kadar CO2 dalam air dicampur dengan kapur tohor (CaO), CaO dengan air dapat membentuk Ca(OH)2 sesuai dengan persamaan reaksi berikut:
CaO + H2O ® Ca(OH) 2
Ca(OH) 2 +H2CO3 ® Ca(HCO3)2 +2H2O
Jadi asam karbonat dijadikan garam bikarbonat yang bila kena panas akan menjadi CaCO3. Kemudian CaCO3 akan bereaksi dengan CO2 dalam air membentuk garam bikarbonat . Jadi CO2 yang agresif diubah menjadi garam bikarbonat yang tidak agresif.
Air tanah mengandung beberapa zat dalamjumlah yang bervariasi terdiri dari CO32-, HCO3-, Cl-, SO42- dan SiO2 dan kation Ca2+ Cl-, Na+Cl-, K+Cl-, dan sedikit sekali Mg2+dan Al3+. Pada
temperatur tinggi zat-zat tersebut akan membentuk endapan padas dinding logam yang panas. Endapan yang utama adalah CaCO3 dan CaSO4 dan didapat juga NaSO4.
selain beberapa faktor diatas ada juga cara yang dapat mencegah terjadinya karat pada sistem pending seperti menggunakan cairan radiator coolant, caiaran ini adalah larutan kimia cair yang dibuat khusus sebagai zat pendingin untuk mencegah terjadinya panas yang berlebihan dan pembekuan pada sistim pendingin. Yang MENGANDUNG INHIBITOR KHUSUS yang dapat mencegah terjadinya kerak, karat dan korosif yang selalu menjadi promblem pada sistem pendinginan, karena dapat menyumbat saluran pada engine block dan radiator yang
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem pendingin adalah sebuh alat untuk mengontrol suhu panas mesin yang
ditimbulkan oleh proses kerja mesin, sistem pendingin sendiri terdiri dari beberapa tipe dan yang sering kita dengar yaitu pendingin udara dan pendingin air, sistem pendingin air seperti radiator yang biasanya digunakan pada mobil meskipun sepeda motor saat ini juga sudah mulai
menggunakan radiator,
Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misal :mobil).Radiator berfungsi untui mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan energi panas kedalam bentuk tenaga putar.
Air tanah yang sering digunakan para pengguna mobil dapat menyebabkan karat pada komponen-komponen sistem pendingin, sehingga mobil sering overheat. Ada beberapa jenis air yang perlu diwaspadai, yaitu: air permukaan, air tanah dangkal, dan air tanah dalam.
Seiring seringnya terjadi overheat pada mobil-mobil yang sistem pendinginya jelek kita dapat mengatasinya dengan melakukan perawatan dan menghindari air biasa yang sering
menyebabkan terjadinya karat pada sistem pendingin dengan menggunakan radiator coolant yang sudah resmi dari pabrik, agar kondisi mobil tetap optimal.
3.2 Saran
Nah, kalau Anda saat ini masih pakai air biasa dan ingin ganti pakai coolant, pastikan sistem pendingin mobil dalam kondisi ideal. Indikatornya, adalah cairan pendingin. Paling gampang, lihat isi radiator dan tabung reservoirnya. Kalau cairannya bening, masih aman buat dituang coolant. Tetapi kalau sudah ada kecenderungan warna cokelat, sebaiknya dilakukan treatment dulu. Seperti servis radiator untuk menghilangkan penumpukan kerak di pipa kapiler dan cover atas bawahnya. Kalaupun yakin radiator masih bagus, sebaiknya sistem pendingin dikuras total. Sekadar mengingatkan, pengurasan dilakukan dengan mencopot slang radiator bagian atas. Jika sedang servis radiator, slang bawah dikucurkan air langsung keran. “yang terpenting, copot dulu thermostatnya. Hal ini mencegah adanya penumpukan kotoran di
DAFTAR RUJUKAN
http://www.autobildindonesia.com/read/2010/12/23/1232/16/6/Problem-Sistem-Pendingin-Mesin
http://www.borneo-drive.com/2011/07/mempelajari-lebih-dalam-sistem-kerja.html
http://www.angelfire.com/ak5/process_control/k_dlm_air_tanah.html