Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 1
No. 36/07/32/Th XIX, 3 Juli 2017
P
ERKEMBANGAN
N
ILAI
T
UKAR
P
ETANI
,
H
ARGA
P
RODUSEN
G
ABAH
D
AN
H
ARGA
B
ERAS
D
I
P
ENGGILINGAN
NILAI TUKAR PETANI JUNI 2017 SEBESAR 104,46 (2012=100)
Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Juni 2017 (2012 =100) sebesar 104,46 atau naik sebesar 0,50 persen dibandingkan NTP Mei 2017 yang tercatat sebesar 103,94. Kenaikan NTP tersebut disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga Diterima Petani (IT) sebesar 0,85 persen sementara Indeks Harga Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,35 persen.
Juni 2017 lima Subsektor pertanian serentak mengalami kenaikan NTP, tertinggi NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,34 persen dari 100,48 menjadi 101,83, diikuti NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,58 persen dari 113,76 menjadi 114,42, NTP Perikanan naik sebesar 0,56 persen dari 101,38 menjadi 101,95, NTP Subsektor Hortikultura naik 0,47 persen dari 112,01 menjadi 112,54, NTP Subsektor Tanaman Pangan naik 0,20 persen dari 97,03 menjadi 97,23.
Di Daerah Perdesaan Jawa Barat Konsumsi Rumah Tangga pada Juni 2017 terjadi inflasi sebesar 0,44 persen. tujuh kelompok pengeluaran serentak mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada Kelompok Sandang inflasi sebesar 1,30 persen, diikuti Kelompok Perumahan inflasi sebesar 0,74 persen, Kelompok Kesehatan inflasi sebesar 0,62 persen, Kelompok Transportasi & Komunikasi sebesar 0,50 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau inflasi sebesar 0,38 persen, Kelompok Bahan Makanan inflasi sebesar 0,33 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga inflasi sebesar 0,13 persen.
Juni 2017, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Jawa Barat sebesar Rp. 4.556,57 per kilogram atau naik 3,34 persen dibandingkan harga GKP Mei 2017 Rp. 4.409,45. Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik 0,01 persen dari Rp. 5.037,88 menjadi Rp. 5.038,57 per kilogram, dan untuk Gabah Kualitas Rendah naik 1,93 persen dari Rp. 3.622,25 menjadi Rp. 3.692,31 per kilogram.
Juni 2017, rata-rata harga beras di Tingkat Penggilingan Rp. 9.585,76 per kilogram atau turun 0,53 persen dibandingkan Mei 2017 yang tercatat Rp. 9.637,30. Berdasarkan patahan (broken) beras, kualitas Beras Premium naik 1,34 persen dari Rp. 10.065,83 menjadi Rp. 10.200,77, sedangkan Medium turun 1,72 persen dari Rp. 9.426,81 menjadi Rp. 9.265,00, dan Beras kualitas Rendah turun 2,70 persen dari Rp. 8.720,00 menjadi Rp. 8.484,62.
Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada November 2016 (2012 =100) sebesar 103,78 atau turun sebesar 0,13 persen dibandingkan NTP Oktober 2016 yang tercatat sebesar 104,01. Hal ini disebabkan oleh Indeks Harga Diterima Petani (IT) mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga Dibayar Petani (IB) yang naik sebesar 0,37
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 2
A.
PERKEMBANGAN
NILAI
TUKAR
PETANI
1.
Nilai Tukar Petani
Sebagai proxy indikator kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dengan cara membandingkan dua indeks yaitu Indeks Harga Diterima Petani dengan Indeks Harga Dibayar Petani. Angka NTP menunjukkan kemampuan tukar (term of trade) komoditas hasil pertanian dengan barang dan jasa konsumsi petani baik untuk keperluan rumah tangga petani maupun biaya keperluan proses produksi. Semakin tinggi angka NTP maka ini berarti semakin kuat kemampuan daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga di 18 kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada Juni 2017 NTP Jawa Barat mengalami kenaikan 0,50 persen dibandingkan NTP Mei 2017 dari 103,94 menjadi 104,46. Hal ini dikarenakan indeks harga hasil produksi pertanian, Indeks Harga Diterima Petani (IT) naik sebesar 0,85 persen sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani atau Indeks Harga Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,35 persen.
Juni 2017 lima Subsektor pertanian serentak mengalami kenaikan NTP, tertinggi NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,34 persen dari 100,48 menjadi 101,83, diikuti NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,58 persen dari 113,76 menjadi 114,42, NTP Perikanan naik sebesar 0,56 persen dari 101,38 menjadi 101,95, NTP Subsektor Hortikultura naik 0,47 persen dari 112,01 menjadi 112,54, NTP Subsektor Tanaman Pangan naik 0,20 persen dari 97,03 menjadi 97,23.
2. Indeks Harga Diterima Petani (IT)
Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani (IT) menunjukkan fluktuasi harga komoditas yang dihasilkan petani. Pada Juni 2017, IT Gabungan dari lima subsektor pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,85 persen dibandingkan IT Mei 2017 dari 135,78 menjadi 136,93. Bila dirinci menurut subsektor, IT Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 1,69 persen dari 129,68 menjadi 131,88 diikuti IT Subsektor Perikanan naik 1,04 persen dari 129,52, menjadi 130,87, IT Subsektor Hortikultura naik 0,85 persen dari 149,03, menjadi 150,30, IT
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 3
Subsektor Peternakan naik 0,80 persen dari 138,59 menjadi 139,69, IT Subsektor Tanaman Pangan naik 0,58 persen dari 130,49 naik menjadi 131,24.
3. Indeks Harga Dibayar Petani (IB)
Harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani baik untuk rumah tangga petani maupun kebutuhan proses produksi mengalami inflasi pada Juni 2017 sebesar 0,14 persen dari 130,63 menjadi 131,08. Seluruh IB lima subsektor mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada IB subsektor Perikanan naik sebesar 0,47 persen, IB Subsektor Tanaman dan IB Subsektor Hortikultura mengalami kenaikan yang sama sebesar 0,38 persen, IB Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,35 persen, IB Subsektor Peternakan naik sebesar 0,22 persen.
Di Daerah Perdesaan Jawa Barat Konsumsi Rumah Tangga pada Juni 2017 terjadi inflasi sebesar 0,44 persen. tujuh kelompok pengeluaran serentak mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada Kelompok Sandang inflasi sebesar 1,30 persen, diikuti Kelompok Perumahan inflasi sebesar 0,74 persen, Kelompok Kesehatan inflasi sebesar 0,62 persen, Kelompok Transportasi & Komunikasi sebesar 0,50 persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau inflasi sebesar 0,38 persen, Kelompok Bahan Makanan inflasi sebesar 0,33 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga inflasi sebesar 0,13 persen.
Indeks yang dibayar petani untuk keperluan proses produksi, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada Juni 2017 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Berdasarkan kelompok, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, tertinggi Kelompok Bibit inflasi sebesar 0,54 persen, Kelompok Biaya Sewa & Pengeluaran Lainnya mengalami inflasi sebesar 0,24 persen, Kelompok Penambahan Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, Kelompok Transportasi inflasi sebesar 0,19 persen, Kelompok Pupuk, Obat-obatan & Pakan inflasi sebesar 0,05 persen, dan Kelompok Upah Buruh inflasi sebesar 0,04 persen.
4. Nilai Tukar Petani (NTP) Menurut Subsektor Pertanian
a. NTP Tanaman Pangan
NTP Subsektor Tanaman Pangan pada Juni 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen dari 97,03 menjadi 97,23, hal ini disebabkan oleh indeks yang diterima petani (IT) naik sebesar 0,58 persen sedangkan indeks yang dibayar petani (IB) naik 0,38 persen. Naiknya IT Subsektor Tanaman Pangan dikarenakan IT Subkelompok Palawija naik 1,85 persen dan IT Subkelompok Padi naik sebesar 0,36 persen. Di sisi pengeluaran petani, IB mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen akibat IB Sub Kelompok Konsumsi Rumah tangga (IKRT) inflasi 0,45 persen sementara IB Subkelompok Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal (BPPBM) inflasi 0,14 persen.
b. NTP Hortikultura
Juni 2017, Nilai Tukar Petani Subsektor Hortikultura mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen dari 112,01 menjadi 112,54, hal ini disebabkan indeks diterima petani (IT) naik 0,85 persen sedangkan indeks dibayar petani (IB) naik sebesar 0,38 persen. Naiknya IT Hortikultura akibat IT Subkelompok Tanaman Obat naik 2,76 persen, IT Subkelompok Sayur-sayuran naik 2,30 persen, dan IT Subkelompok Buah-buahan turun 0,74 persen. Di sisi pengeluaran, IB Subsektor
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 4
Hortikultura mengalami inflasi sebesar 0,38 persen akibat IB Subkelompok Konsumsi Rumah Tangga inflasi 44 persen dan Subkelompok Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,16 persen.
c. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat
NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat pada Juni 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,34 persen dibandingkan Mei 2017 dari 100,48 menjadi 101,83. Hal ini disebabkan oleh Indeks Diterima Petani (IT) mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dan Indeks Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,35 persen. Untuk kelompok pengeluaran, IB Subkelompok Konsumsi Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,40 persen sedangkan IB Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal inflasi sebesar 0,23 persen.
d. NTP Peternakan
Juni 2017, NTP Subsektor Peternakan pada posisi 114,42 tercatat mengalami kenaikan 0,58 persen dari NTP Juni 2017 sebesar 113,76. Indeks Diterima Petani (IT) naik sebesar 0,80 persen dan Indeks yang Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,22 persen. Bila dirinci per subkelompok, Subkelompok Ternak Kecil naik sebesar 1,63 persen, Subkelompok Ternak Besar naik sebesar 1,48 persen, Subkelompok Unggas naik sebesar 0,59 persen, dan Subkelompok Hasil Ternak naik sebesar 0,02 persen. Di sisi pengeluaran petani, Indeks Dibayar Petani (IB) mengalami kenaikan 0,22 persen akibat IB Konsumsi Rumah Tangga naik sebesar 0,41 persen, sementara IB Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,04 persen.
e. NTP Perikanan
Nilai Tukar Petani Subsektor Perikanan pada Juni 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,56 persen dibandingkan Mei 2017 dari 101,38 menjadi 101,95. Hal ini terjadi akibat indeks Diterima Petani (IT) naik sebesar 1,04 persen sementara Indeks Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,47 persen. Dari sisi pendapatan petani, IT Subkelompok Penangkapan Ikan naik 1,54 persen dan IT Subkelompok Budidaya naik 0,99 persen. Dari sisi pengeluaran, Indeks yang dibayar (IB) mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen akibat IB Konsumsi Rumah tangga naik 0,62 persen, sementara IB Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal tidak mengalami mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen.
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 5 Subsektor Indeks Perubahan Juni 2017 Thd Mei 2017 (%) Mei 2017 Juni 2017 [1] [2] [3] [4] 1. Tanaman Pangan
a. Indeks yang Diterima Petani (IT) 130.49 131,24 0,58
b. Indeks yang Dibayar Petani (IB) 134.48 134,98 0,38 c. Nilai Tukar Petani (NTP-TP) 97.03 97,23 0,20
d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 104.36 104,81 0,44 2. Hortikultura
a. Indeks yang Diterima Petani (IT) 149.03 150,30 0,85 b. Indeks yang Dibayar Petani (IB) 133.05 133,55 0,38 c. Nilai Tukar Petani (NTP-H) 112.01 112,54 0,47 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 123.32 124,17 0,69 3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks yang Diterima Petani (IT) 129.68 131,88 1,69 b. Indeks yang Dibayar Petani (IB) 129.06 129,51 0,35 c. Nilai Tukar Petani (NTP-R) 100.48 101,83 1,34 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 112.18 113,82 1,46 4. Peternakan
a. Indeks yang Diterima Petani (IT) 138.59 139,69 0,80 b. Indeks yang Dibayar Petani (IB) 121.83 122,09 0,22 c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pt) 113.76 114,42 0,58 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 125.80 126,75 0,76 5. Perikanan
a. Indeks yang Diterima Petani (IT) 129.52 130,87 1,04 b. Indeks yang Dibayar Petani (IB) 127.76 128,36 0,47 c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pi) 101.38 101,95 0,56 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 114.41 115,46 0,92 6. Gabungan
a. Indeks yang Diterima Petani (IT) 135.78 136,93 0,85 b. Indeks yang Dibayar Petani (IB) 130.63 131,08 0,35 c. Nilai Tukar Petani (NTP) 103.94 104,46 0,50 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 113.73 114,54 0,71
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 6
Kelompok/Sub Kelompok
Indeks Gabungan Subsektor Mei 2017 Juni 2017 Perubahan Juni Thd Mei 2017 [1] [2] [3] [4]
1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI 135.78 136,93 0,85 2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI 130.63 131,08 0,35 2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA 137.43 138,04 0,44 2.1.1. Bahan Makanan 147.29 147,77 0,33 2.1.2. Makanan Jadi 138.98 139,51 0,38 2.1.3. Perumahan 126.65 127,58 0,74 2.1.4. Sandang 128.20 129,87 1,30 2.1.5. Kesehatan 121.65 122,40 0,62 2.1.6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 123.17 123,33 0,13 2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 126.21 126,84 0,50 2.2 BIAYA PRODUKSI DAN PENAMBAHAN 119.38 119,55 0,14 BARANG MODAL
2.2.1. Bibit 119.36 120,01 0,54 2.2.2. Pupuk dan Obat-obatan 113.76 113,82 0,05 2.2.3. Biaya Sewa dan Pngeluaran Lain 115.54 115,81 0,24 2.2.4. Transportasi 134.19 134,44 0,19 2.2.5. Penambahan Barang Modal 117.33 117,60 0,23 2.2.6. Upah Buruh 124.25 124,30 0,04 3. NILAI TUKAR PETANI 103.94 104,46 0,50 4. NILAI TUKAR USAHA PERTANIAN 113.73 114,54 0,71
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 7
5.
Perbandingan NTP Enam Provinsi di Pulau Jawa
Dari enam provinsi di Pulau Jawa, lima provinsi mengalami kenaikan NTP pada Juni 2017, kenaikan tertinggi pada NTP Banten naik sebesar 1,34 persen, diikuti NTP DI Yogyakarta naik sebesar 1,16 persen, NTP Jawa tengah naik 0,86 persen, NTP Jawa Timur naik sebesar 0,82 persen, dan NTP Jawa Barat naik 0,50 persen. Sementara provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 0,79 persen. Secara Nasional, NTP Juni 2017 dibandingkan Mei 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen dari 100,15 menjadi 100,53.
Provinsi NTP Perubahan Juni Thd Mei 2017 (%) Mei 2017 Juni 2017 [1] [3] [3] [4] DKI Jakarta 98.26 97,49 -0,79 Jawa Barat 103.94 104,46 0,50 Jawa Tengah 98.70 99,55 0,86 DI Yogyakarta 101.41 102,59 1,16 Jawa Timur 102.16 103,00 0,82 Banten 98.86 100,19 1,34 Nasional 100.15 100,53 0,38
B.
PERKEMBANGAN
HARGA
PRODUSEN
GABAH
Juni 2017, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Jawa Barat sebesar Rp. 4.556,57 per kilogram atau naik 3,34 persen dibandingkan harga GKP Mei 2017 Rp. 4.409,45. Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik 0,01 persen dari Rp. 5.037,88 menjadi Rp. 5.038,57 per kilogram, dan untuk Gabah Kualitas Rendah naik 1,93 persen dari Rp. 3.622,25 menjadi Rp. 3.692,31 per kilogram.
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 8
1. Harga Gabah Tertinggi dan Terendah
Juni 2017, jumlah transaksi gabah yang terpantau melalui Survei Monitoring Gabah di Jawa Barat sebanyak 201 transaksi, tersebar di 16 Kabupaten Jawa Barat. Diantaranya transaksi GKP sebanyak 140 observasi (69,65 persen), transaksi GKG sebanyak 35 observasi (17,41 persen) dan transaksi Gabah Kualitas Rendah sebanyak 26 observasi (12,94 persen). Dari hasil pengamatan, harga transaksi GKP di Tingkat Petani yang terendah sebesar Rp, 4.000,00 per kilogram terjadi di Kabupaten Cianjur (5 observasi), Kabupaten Garut (2 observasi), dan Kabupaten Tasikmalaya (6 observasi) dengan harga di Tingkat Penggilingan antara Rp, 4.100,00 akibat adanya ongkos angkut dari lokasi transaksi GKP ke penggilingan terdekat Rp. 100,- per kilogram. Harga transaksi GKP tertinggi di Tingkat Petani sebesar Rp. 5.000,00,- dijumpai di Kabupaten Ciamis (1 observasi), Kabupaten Cirebon (1 observasi), Kabupaten Indramayu (1 observasi), dan Kabupaten Karawang (1 observasi) dengan harga di Tingkat Penggilingan sebesar Rp. 5.045,00.
Untuk transaksi GKG di Jawa Barat pada Juni 2017 harga transaksi di Tingkat Penggilingan secara rata-rata sebesar Rp. 5.140,00 per kilogram, dimana harga GKG Penggilingan yang terendah sebesar Rp. 4.900,00,- per kilogram dijumpai di Kabupaten Kuningan (2 observasi), dan Kabupaten Sumedang (6 observasi). Harga GKG Penggilingan tertinggi sebesar Rp, 5.400,00,- per kilogram dijumpai di Kabupaten Majalengka (3 observasi).
2000.00 3000.00 4000.00 5000.00 6000.00
Juni'16 Ags'16 Okt'16 Des'16 Feb'17 April'17 Juni'17
GKP GKG
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 9 Kelompok Kualitas Gabah Jumlah Observasi (%)
Harga Gabah di Tingkat Petani (Rp/Kg) Rata-rata Harga di Tingkat Penggilingan
HPP Di Tingkat Penggilingan
Terendah Tertinggi Rata-Rata
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] GKG 35 (17.41 %) 4.800,00 5.300,00 5.038,57 5.140,00 4.600,00 GKP 140 (69.65 %) 4.000,00 5.000,00 4.556,57 4.674,50 3.750,00 Rendah 26 (12.94 %) 2.900,00 4.200,00 3.692,31 3.795,85 - Jumlah 201 (100,00 %) Keterangan :
GKG (Gabah Kering Giling) : Kadar Air ≤ 14,00 % dan Kadar Hampa/Kotoran ≤ 3,00 %
GKP (Gabah Kering Panen) : Kadar Air (14,01 % - 25,00 %) dan Kadar Hampa/Kotoran (3,01 % - 10,00 %) Rendah (di luar Kualitas) : Kadar Air > 25,00 % dan Kadar Hampa/Kotoran > 10,00 %
2. Kasus Gabah Kualitas Rendah
Transaksi Gabah Kualitas Rendah pada Juni 2017 terpantau sebanyak 26 observasi dari total transaksi 201 observasi atau 12,94 persen, yaitu dijumpai terjadi di Kabupaten Bogor sebanyak 5 observasi, Kabupaten Sukabumi 16 observasi, dan Kabupaten Purwakarta 5 observasi. Harga terendah Gabah Kualitas Rendah di Tingkat Petani sebesar Rp, 2.900,00,- per kilogram terjadi di Kabupaten Bogor (1 observasi), dan Gabah Kualitas Rendah dengan harga tertinggi sebesar Rp, 4.200,00,- dijumpai di Kabupaten Purwakarta (3 observasi).
C.
PERKEMBANGAN
HARGA
BERAS
DI
TINGKAT
PENGGILINGAN
Pemantauan harga beras di Tingkat Penggilingan pada Juni 2017 dilakukan di 17 Kabupaten Jawa Barat yang tersebar di 41 Kecamatan dengan jumlah observasi sebanyak 158 transaksi. Diantaranya Beras Premium sebanyak 65 observasi (41,14 persen), Beras Medium 80 observasi (50,63 persen) dan Beras kualitas Rendah 13 observasi (8,23 persen). Pada Juni 2017, rata-rata harga beras di Tingkat Penggilingan sebesar Rp. 9.585,76 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar 0,53 persen dibandingkan harga beras Mei 2017 yang tercatat sebesar Rp. 9.637,30.
Berdasarkan kualitas beras yang dikelompokkan menurut patahan (broken) beras, Beras Premium naik 1,34 persen dari Rp. 10.065,83 menjadi Rp. 10.200,77, sedangkan Beras Medium turun 1,72 persen dari Rp. 9.426,81 menjadi Rp. 9.265,00, dan Beras kualitas Rendah turun 2,70 persen dari Rp. 8.720,00 menjadi Rp. 8.484,62. Perkembangan harga beras di penggilingan menunjukkan pola yang fluktuatif. Sepanjang Juni 2016 sampai Juni 2017, penurunan rata-rata harga terjadi di enam bulan yaitu pada Agustus, November, Desember 2016, Maret, April, dan Juni 2017 dengan harga terendah sebesar Rp, 9.242,00 per kilogram terjadi pada Agustus 2016.
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat No.36/07/32/Th.XIX, 3 Juli 2017 10
Kelompok Kualitas
Rata-rata Harga Beras per Kg Juni 2016 Juli 2016 Ags 2016 Sept 2016 Okt 2016 Nov 2016 Des 2016 Jan 2017 Feb 2017 Mar 2017 Apr 2017 Mei 2017 Juni 2017 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] Premium 9.957 9.853 9.696 9.900 9777 9924 9757 9787 9936 10095 9884 10066 10201 Medium 9.190 9.314 8.804 8.943 9135 9139 9171 9342 9334 9019 9149 9427 9265 Rendah 8.763 8.760 8.620 8.450 8843 8722 8950 8829 8900 7943 8300 8720 8485 Rata-rata 9.475 9.519 9.242 9.307 9407 9407 9390 9474 9568 9456 9377 9637 9586 Keterangan :
Premium : Kadar Broken ≤ 10,00 % Medium : Kadar Broken (10,01 % - 20,00 %) Rendah : Kadar Broken > 20,00 %
6000.00 7000.00 8000.00 9000.00 10000.00 11000.00
JUNI'16 AGS '1 6 OKT'16 DES'16 FEB'17 APR'17 JUNI'17
PREMIUM
MEDIUM
RENDAH