• Tidak ada hasil yang ditemukan

PREDIKSI PASAR Q1 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PREDIKSI PASAR Q1 2016"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DITULIS OLEH

Jameel Ahmad, Chief Market Analyst at FXTM

Saatnya untuk menyimak analisis pasar yang berbobot dari pakarnya! Bacalah terus karena

Ketua Analis Pasar dan Wakil Presiden Pengembangan Bisnis kami, Jameel Ahmad,

mem-prediksi apa yang tersimpan di pasar untuk Q1 2016.

(2)

EURUSD

GBPUSD

AUDUSD

USDJPY

Emas

Minyak WTI

Cina

Pasar Negara Berkembang Pesat

3

5

7

9

11

13

15

17

Indeks

(3)

Peningkatan dalam EURUSD kelihatannya masih terbatas pada lemahnya USD, yang merupakan ancaman bagi para investor karena pembuat kebijakan Federal Reserve tampak percaya diri bahwa akan ada empat kali kenaikan suku bunga AS di 2016. Hal ini membingungkan ketika mempertimbangkan rilis FOMC baru-baru ini di awal Januari memberi kesan bahwa keputusan final untuk menaikkan suku bunga AS di 2015 nyaris tak terlaksana. Ada sesuatu yang tidak sesuai di sini, karena empat kali kenaikan bunga lagi belum diperhitungkan dalam pasar mata uang dan saya tetap mencurigai bahwa pada kondisi tertentu Fed akan menarik kembali komitmen dari pernyataan ambisiusnya ini.

Para trader sebaiknya tetap sungguh-sungguh memantau segala kemungkinan pembalikan arah atas ekspektasi berkenaan dengan penyesuaian suku bunga AS karena hal ini akan mengarah kepada volatilitas di Eurodollar. Setiap kecemasan yang timbul atas kemungkinan penundaan kenaikan suku bunga US lebih lanjut kemungkinan akan mendorong sedikit pelepasan posisi jual dalam EURUSD dan ini harus dipantau. Juga ada kekhawatiran yang berlanjut atas ekonomi global dan ini mungkin akan memberi tekanan lebih lanjut pada pasar ekuitas dengan harga-harga komoditas yang tertekan dan ketakutan Cina memicu kekhawatiran yang juga dapat mendorong perpanjangan periode perdagangan risk-off (sentimen negatif) dari investor. Langkah tersebut menciptakan suatu periode pelepasan posisi EURUSD yang luar biasa pada Agustus tahun lalu dan bisa menyebabkan peningkatan dalam pasangan mata uang ini.

Kami juga melihat bahwa data ekonomi Eropa sekali lagi menunjukkan kepesatan, yang merupakan kecenderungan yang sama dengan apa yang terjadi setelah Euro mulai terpuruk di awal tahun lalu. Kelanjutan dari tren ini secara perlahan akan membangun optimisme di seluruh Eropa, tetapi bahaya inflasi yang sangat rendah masih akan bertahan dan Presiden ECB Mario Draghi akan terus tampil hati-hati ketika membahas ekonomi Uni Eropa.

EURUSD Harian

EURUSD

EURUSD: Perbincangan seputar paritas

tetap berlanjut

(4)

EURUSD Bulanan

Mario Draghi kemungkinan besar akan terus mengulang-ulang bahwa bank sentral tetap bersedia melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk mencapai stabilitas harga, yang seharusnya juga mencegah para trader mempengaruhi lonjakan harga pada Euro.

Secara teknis, Euro tetap bearish dengan ketat dalam jangka menengah dengan lembaga keuangan besar terus memberi tekanan atas klaim mata uang tunggal agar jatuh menuju keseimbangan nilai terhadap USD. Sementara indikator momentum mungkin menunjukkan bahwa Euro jelas-jelas dalam kondisi tekanan jual, kami berharap harga akan terus diperdagangkan secara tidak langsung dengan kemungkinan mengarah ke kisaran ketat antara 1,0640 dan 1,1080. Area sedikit di atas 1,07 juga agak tampak menyerupai “double bottom” pada grafik harian yang berarti kita akan perlu sedikit tergelincir ke bawah harga ini sebelum trader tergoda untuk memperhitungkan penurunan lebih lanjut menuju posisi terendah beberapa bulan seperti yang terlihat akhir tahun lalu sedikit di atas 1,05

Sejak pertengahan hingga paruh kedua tahun lalu, terkesan bahwa level antara 1,1255-1,1430 adalah kemungkinan zona bagi investor yang bersedia memegang posisi jangka menengah sekaligus kemungkinan sebagai posisi jual dan level tersebut akan terus bermain sebagai penghalang psikologis yang kuat bagi mata uang. Perbincangan seputar keseimbangan harga Eurodollar mungkin masih berlanjut, namun, saya tidak yakin kita akan sampai ke titik tersebut dengan membaiknya data ekonomi Uni Eropa belakangan ini. Level support psikologis yang sangat kuat terlihat di 1,0460 dan kecuali kita memperpanjang level di bawah ini, maka barulah timbul ekspektasi bahwa pasar akan terus memperhitungkan penurunan harga lebih lanjut menuju keseimbangan.

(5)

Sejarah yang baru terjadi di awal tahun lalu kembali menghantui Pound dan kita, sekali lagi, saat ini menyaksikan mata uangnya menderita akibat lemahnya ketertarikan investor. Ada sejumlah alasan mengapa Pound menderita rendahnya daya tarik investor dengan yang terbaru tekanan pada pasar ekuitas global, mungkin berkaitan dengan tekanan pada pasar komoditas yang terus-menerus atau pun meningkatnya ketegangan geo-politik, telah mengundang kondisi perdagangan risk-off (sentimen negatif) dari para investor. Kami pertama kali mengamati Pound menderita kondisi perdagangan risk-off menyusul peristiwa bersejarah Senin Kelabu pada akhir Agustus 2015, dan ini adalah tren sama yang berlanjut sepanjang minggu awal Januari.

Ada juga alasan-alasan lain mengapa Pound menderita minimalnya daya tarik investor dengan termasuk terus-menerus melemahnya inflasi, kemerosotan pada data ekonomi baru-baru ini, yang menciptakan tekanan ke bawah pada prospek GDP dan juga kejadian berulang-kali atau bahkan mungkin tertahannya ekspektasi tingkat suku bunga UK yang berkepanjangan. Hal ini berisiko pada sentimen investor, bahkan belum termasuk implikasi pasar yang negatif akibat mosi Brexit, yang bisa parah tanpa memedulikan seberapa jauh Pound telah jatuh. Laporan terbaru dalam publikasi utama tentang Pound menjadi mata uang yang paling dinilai terlalu tinggi di dunia dan spekulasi beberapa pihak bahwa ini berpotensi jatuh terendah ke 1,20 terhadap USD sekaligus juga akan mencegah potensi pemulihan.

Inflasi yang sangat rendah juga memberikan sejumlah alasan bagi pembuat kebijakan Bank of England (BoE) untuk berulang kali menahan ekspektasi suku bunga UK. Bila saya boleh jujur dan jika ini bukan karena risiko inflasi yang tak terduga menyusul penurunan dramatis harga-harga komoditas, suku bunga Inggris seharusnya telah bergerak naik saat ini dan sebagian besar pihak sekarang percaya bahwa tumpangan untuk kenaikan suku bunga UK telah berlalu.

GBPUSD Harian

GBPUSD Mingguan

GBPUSD

GBPUSD: Sejarah yang baru terjadi ini

(6)

Salah satu anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) yang menyuarakan paling lantang Martin Weale kini telah menarik posisinya dan secara terbuka menyatakan bahwa skenario kenaikan suku bunga saat ini sudah kurang diperlukan lagi dari sebelumnya, sementara klaim terbaru dari Kanselir George Osborne bahwa ekonomi Inggris bisa terseret turun oleh campuran berbagai macam risiko dari luar negeri merupakan amunisi yang cukup untuk menutup pintu atas segala potensi kenaikan suku bunga UK.

Para trader juga harus memperhatikan potensi seputar kemungkinan mosi Brexit sebagai risiko yang besar, biarpun telah terjadi percepatan pelemahan Pound dalam beberapa pekan terakhir dan bahkan bila potensi referendum masih belum dapat dipastikan. Ancaman untuk pasar Inggris dan Pound akan parah bila referendum telah diumumkan dan itu bahkan jika ekspektasi pasar atas hasil Brexit yang rendah. Akan ada berbagai macam risiko bagi investor untuk dipertimbangkan bersama ini termasuk ancaman pelarian modal dan kekhawatiran atas ancaman perusahaan yang akan menghentikan operasinya di UK. Juga patut diingat bahwa bila tahun lalu Gubernur BoE Carney berhasil mendorong kecemasan pasar dengan hanya menyatakan kekhawatirannya atas dampak Brexit pada stabilitas keuangan UK, Anda harus membayangkan apa sikapnya bila sebuah referendum sudah ditetapkan. Bila itu belum cukup bahwa gambaran lebih negatif dari fundamental yang terdokumentasi sebelumnya mewakili risiko pada Pound, sisi teknis yang lemah saat ini juga sangat mendukung trader untuk mendorong harga lebih rendah lagi. Secara rutin kami mencatat menuju kuartal terakhir tahun lalu bahwa trader yang memantau dalam

GBPUSD Bulanan

periode waktu harian bisa melihat keuntungan di GBPUSD, sangat terbatas untuk beberapa moving average (rata-rata bergerak) utama 50, 100 dan 200 dan sekarang kita telah berpindah ke gambaran yang lebih menyedihkan pada grafik mingguan maupun bulanan. Bahkan saat ini GBPUSD telah tergelincir di bawah channel bearish-nya di grafik mingguan dan kami memfokuskan pada area 1,4560 yang terlihat sebagai support psikologis signifikan pada grafik bulanan. Setelah GBPUSD tergelincir di bawah 1.46, ekspektasi pasar akan meningkat secara substansial bahwa pasangan mata uang ini bisa jatuh ke 1,42 dan kemudian mungkin 1,40.

(7)

Pelemahan AUDUSD mulai melaju pada kuartal akhir 2014 ketika Australia jatuh di bawah 0,90 dan AUDUSD jelas telah jelas dalam tren menurun sejak tembus di bawah support utama di 0,81 awal tahun lalu. Ada ekspektasi atas pas-angan mata uang ini untuk melanjutkan penurunan hingga 2016, namun mungkin saja percepatan penurunan tidak akan sekencang seperti apa yang kita lihat selama setahun yang lalu atau lebih.

Sebagian alasannya adalah ekspektasi saat ini untuk Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan kondisi tingkat suku bunga yang stabil di awal tahun, dan bank sentral yang tidak secara verbal campur tangan dan berbicara mempengaruhi penurunan Dolar Australia secara teratur seperti yang diketahui telah mereka lakukan di masa lalu. Ada juga beberapa bukti dari GDP baru-baru ini yang tampak lebih tinggi dari yang diperkirakan, bahwa mata uang yang lemah dan kondisi penurunan tingkat suku bunga memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Alasan lain mengapa RBA cenderung menahan diri dari pemotongan suku bunga sekali lagi karena ada kekhawatiran domestik yang luas atas dampak suku bunga rendah pada pasar perumahan yang sudah berlebihan dan bagaimana hal ini bisa menyulut problem mengelembungnya kredit.

Walaupun kondisi tingkat suku bunga yang lebih rendah mungkin menolong kekhawatiran sebelumnya atas pelambatan GDP, ancaman utama bullish-nya AUDUSD dan mengapa kami tak memperkirakan pasangan ini akan memasuki fase koreksi besar adalah karena perekonomiannya akan menghadapi tekanan dari terdepresinya pasar komoditas dan kekhawatiran atas ekonomi Cina. Depresi dalam pasar komoditas merupakan hal negatif untuk sektor pertambangan sementara semua ekspektasi atas ekonomi Cina untuk berlanjutnya penurunan pertumbuhan GDP menuju ke 2016.

AUDUSD Harian

AUDUSD Mingguan

AUDUSD

AUDUSD: Potensi terbatas untuk koreksi

(8)

AUDUSD Bulanan

Kekhawatiran atas ekonomi Cina memasuki perlambatan yang lebih dalam akan terus berlanjut dan menjadi peris-tiwa rutin di 2016, terutama jika pertumbuhan GDP Cina jatuh hanya sedikit di atas 6% dan ini akan membawa im-plikasi negatif untuk AUD sebab Australia dikenal luas se-bagai mitra dagang utama Cina.

Dalam hubungannya dengan teknis, trader yang memantau Grafik harian bisa melihat bahwa setiap kenaikan di atas 0,73 dan menuju ke 0,74 telah mengarah ke peluang untuk melakukan penjualan selama beberapa bulan terakhir. Pedagang harus berhati-hati juga memantau tingkat $75 pada grafik bulanan, karena terlihat ada kemungkinan level ini dipandang sebagai batas atas (ceiling) dan selama harga tetap diperdagangkan di bawah tingkat signifikan ini, fokus investor akan lebih cocok ke arah jual ketika harga sedang naik (rally) daripada tergoda untuk membeli ketika harga menukik (dip).

Meskipun AUDUSD telah jatuh tajam dibanding tahun sebel-umnya dan beberapa spekulasi tetap bertahan atas kemu-ngkinan koreksi di masa depan, kami meragukan potensi ini kecuali pasangan ini benar-benar dapat menembus di atas $75. Dalam jangka panjang, ada kemungkinan bahwa kombinasi depresi berkepanjangan pada harga komoditas dan terus meningkatnya kekhawatiran atas perekonomian Cina bisa mengarah kepada penurunan ke arah $60 namun kami mengharapkan pasangan mata uang ini mengalami depresiasi yang lebih bertahap daripada penurunan yang cepat.

(9)

Kami sungguh yakin bullish pada Yen Jepang semenjak awal 2016 dan hal ini hampir tak ada kaitannya dengan ekonomi Jepang itu sendiri. Meskipun Jepang memasuki masa resesi lagi di akhir 2014, kami mengantisipasi peningkatan substansial aliran safe-haven (aset yang aman) menuju Yen Jepang yang dimotori oleh kondisi perdagangan yang menghindari risiko oleh para investor. Ada ekspektasi yang tinggi bahwa ekonomi Cina akan terus melambat memasuki 2016 dan ini akan mendorong kekhawatiran lebih lanjut atas penurunan perdagangan global, sementara depresiasi mata uang lanjutan oleh Bank Rakyat Cina (PBoC) akan menghantui investor dan mendorong mereka menuju aset yang lebih aman seperti JPY. Juga terdapat sejumlah peningkatan dan berlanjutnya ketegangan geo-politik di seluruh dunia dan selanjutnya lebih meningkatkan permintaan atas mata uang Jepang. Juga terdapat kemungkinan akan terjadi penurunan peringkat ekonomi global lebih jauh sepanjang periode awal 2016 menyusul tekanan baru di pasar modal dengan pasar komoditas yang tertekan kemungkinan besar sebagai biang keroknya dan lambat bergeraknya pertumbuhan global secara keseluruhan, yang menunjukkan potensi untuk menekan saham dan meningkatkan minat pada Yen Jepang sebagai aset yang dianggap aman (safe-haven). Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa baik ekonomi atau pun pasar ekuitas belum cukup mencerna periode pelemahan yang berkepanjangan dalam pasar komoditas dan hal ini merupakan alasan lain mengapa saya positif terhadap mata uang Jepang.

Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan akan terus mem-biarkan kebijakan moneternya tanpa perubahan yang dengan ini mencegah minat trader untuk mengharapkan penurunan harga JPY lebih lanjut, sementara USDJPY mun-gkin juga berisiko untuk jatuh bila pasar mulai mendorong kembali ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut.

USDJPY Harian

USDJPY Mingguan

USDJPY

(10)

USDJPY Bulanan

Para pengamat dapat melihat bahwa momentum ekonomi AS mulai melambat dan walaupun hal ini telah diperkira-kan hingga titik tertentu, ada kekacauan di antaranya be-berapa pembuat kebijakan Federal Reserve secara terbuka menyatakan bahwa empat kali kenaikan tingkat suku bun-ga mungkin terjadi di tahun 2016. Hal ini tampak ambisius sebab Fed diharapkan untuk memantau risiko internasion-al di luar negeri dan bila data ekonomi terus melambat di AS maka USD akan berada dalam risiko, yang berarti po-tensi untuk penurunan USDJPY lebih lanjut.

Dalam hubungannya dengan teknis, penglihatan sekilas pada grafik mana pun menunjukkan momentum saat ini mendukung para penjual. Grafik harian menunjukkan bahwa USDJPY tergelincir di bawah 200 MA pada akhir bulan Desember dan segera diikuti perpanjangan yang jelas di bawah garis trennya pada akhir tahun. Semenjak pasangan ini jaruh di bawah garis trennya maka penurunan bertambah cepat, yang bisa dikorelasikan akibat kombinasi sederhana dari sisi kelemahan teknis dan fundamental berkolaborasi di waktu yang bersamaan.

Telah diketahui bahwa ekonomi Jepang sedang dalam pergulatan dan dalam resesi yang lainnya ada kemungkinan bahwa investor bisa terus membeli saat terjadi penurunan tajam (dip) dan mencari pantulan (rebound) jangka panjang menuju titik tertingginya sebelumnya, meskipun saat ini saya tidak melihat USDJPY kembali ke level itu sampai setidaknya akhir kuartal berjalan. Pembeli potensial mungkin berada di posisi terendah dalam sejarah yang terlihat pada Senin Kelabu sekitar 116,100, namun tekanan lebih lanjut pada USDJPY bisa menyebabkan penurunan pasangan ini menuju ke 113.

(11)

Dengan Federal Reserve AS akhirnya telah menepati janji-janji mereka untuk menaikkan suku bunga AS di akhir tahun lalu, akan menjadi pertanyaan apakah di tahun 2016 bisa terlihat kembalinya harga Emas setelah tiga tahun berturut-turut melemah. Optimisme atas kemungkinan pemulihan Emas terbantu oleh sederetan kekhawatiran geo-politik yang meningkat di seluruh dunia, namun kami masih melihat ketegangan geopolitik sebagai latar belakang risiko bagi investor untuk memantau dan penting untuk digarisbawahi bahwa meskipun berbagai ketegangan geopolitik yang berbeda terus berlanjut untuk beberapa waktu, belum ada pemantulan (rebound) yang signifikan dalam harga logam mulia sejauh ini.

Hal yang akan investor perhatikan ketika mempertimbang-kan pandangan mereka tentang Emas adalah jika daya pe-narik pada logam mulia sebagai aset yang dianggap aman (safe-haven) kembali selama 2016. Banyak yang tertegun bahwa meskipun terlihat ketidakpastian yang tinggi di pas-ar keuangan tahun lalu, termasuk peningkatan ketegangan geo-politik, kekhawatiran yang intens selama kecenderun-gan pelemahan ekonomi Cina dan ketidakpastian ekstrim di Yunani, sehingga Emas tetap menderita minat beli yang minim dan hanya kejutan dari Swiss National Bank (SNB) pada awal tahun 2015 yang meningkatkan ketertarikan pada safe haven. Melihat rebound baru-baru ini di awal Jan-uari setelah ekuitas global menyertai aksi jual yang deras (sell-off), ada potensi untuk meningkatnya daya tarik terh-adap safe-haven, namun kepercayaan publik pada Federal Reserve kalau mereka berniat untuk menaikkan suku bun-ga sekitar empat kali tahun ini akan kembali membatasi hingga sejauh mana Emas dapat pulih dari penurunannya. Kita sekarang melihat area di atas $1110 sebagai resistance utama dan sampai kita bisa menutup di atas level ini, fokus investor masih akan terarah pada aksi jual ketika harga bergerak meningkat (rally) dibanding aksi beli ketika harga jatuh (dips).

Emas Grafik Harian

EMAS

Fokus investor saat ini masih terarah pada

aksi jual saat rally pada Emas

(12)

Emas Grafik Bulanan

Pada kenyataannya, niatan Federal Reserve masih menjadi kunci di balik perdagangan emas.

Meskipun ada bukti dari daya gerak ekonomi AS yang melambat, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi pusat perhatian utama dari ekonomi AS dan kinerja konsisten di pasar tenaga kerja akan meningkatkan keyakinan bahwa Federal Reserve akan terus maju dengan niatan mereka untuk meningkatkan suku bunga AS. Ini adalah berita mengecewakan bagi siapa pun yang mengharapkan koreksi signifikan pada harga emas, dan pada dasarnya akan membatasi potensi koreksi sama sekali. Laporan NFP (jumlah pekerja non-pertanian) yang mengesankan di awal tahun kalau Amerika Serikat akan meningkatkan harapan bahwa akan ada lagi kenaikan suku bunga AS di sekitar akhir Q1.

Mengingat bagaimana Federal Reserve ragu-ragu cend-erung menahan diri dalam menaikkan suku bunga hanya sekali di tahun 2015, kami percaya bahwa niatan menaik-kan suku bunga empat kali pada tahun 2016 yang dinya-takan secara publik akan dipertanyakan. Namun, ini ada-lah sesuatu yang perlu dipertimbangkan investor di Q2 dan kemungkinan menuju paruh kedua tahun ini, dan untuk saat ini Emas masih akan menghadapi tekanan sebab pen-ingkatan ekspektasi bahwa Fed akan kembali beraksi da-lam beberapa bulan mendatang.

Melihat pada sisi teknis, kita bisa melihat di semua grafik harian, mingguan dan bulanan bahwa harga telah menemukan resistance-nya pada $1110 dan penembusan di bawah Simple Moving Average (SMA) 20 hari pada jangka waktu harian memberi sinyal potensi penurunan lebih lanjut. Jika harga berhasil tembus di bawah $1075, penjual mungkin menemukan dorongan tambahan untuk menggiring harga ke $1060. Jangka waktu mingguan juga menunjukkan bahwa para penjual masih mendominasi

rendah secara konsisten. Harga sekali lagi tampaknya telah menemukan resistance kuat di kisaran $1110 sekaligus juga diperdagangkan di bawah SMA 50, 100 dan 200. Harga penutupan mingguan di bawah $ 1060 mungkin akan menjadi dorongan yang ditunggu-tunggu penjual sebelum mencari potensi penurunan lebih lanjut menuju $1000, sedangkan pola teknis yang tergambar di grafik bulanan memberi kesan bahwa ada beberapa gerakan lanjutan bagi Emas untuk bergerak ke sisi negatifnya.

(13)

Perdagangan minggu-minggu awal 2016 telah memperli-hatkan pemandangan brutal di pasar minyak dengan min-yak WTI berulang kali tertekan hancur dan terpuruk ke level terendah dalam lebih dari satu dekade di bawah $30,50. Nilai komoditas tersebut telah semakin parah kemeroso-tannya lebih lanjut hingga sekitar 20% tahun ini dan meski-pun ini merupakan kejatuhan mengejutkan lainnya setelah mengikuti penjualan terus-menerus sepanjang tahun lalu yang akhirnya menyebabkan harga jatuh mendekati 80% dari puncaknya yang baru delapan belas bulan lalu, pros-pek yang suram diperkirakan masih membawa ke arah penurunan berikutnya. Berlimpahnya pasokan melam-paui permintaan telah mendorong aksi jual dramatis tidak akan menghilang dalam waktu dekat ini, dengan pasokan berlimpah yang terus-menerus agresif di pasar secara kon-sisten menghantui minat investor, sementara perkiraan melemahnya pertumbuhan secara global telah menekan permintaan dan kemungkinan bahwa penurunan pering-kat perekonomian global oleh institusi utama akan mengi-kuti di awal tahun ini.

Tidak hanya teramat sulit jadinya menganjurkan suatu skenario untuk pembelian minyak, namun juga untuk sekadar menyusun sudut pandang dari posisi mana harga bisa memantul dan mempertahankan harganya tanpa memasuki siklus jual lainnya. Kondisi ekonomi begitu mudahnya menjadi jenuh dan sangatlah tidak mendukung komoditas ini sehingga belum terlihat harga dasar dari pelemahan minyak. Alasan lain mengapa sulit untuk menemukan harga dasar meskipun penurunan agresif lanjutan yang menempatkan kita masuk dalam jarak sentuh kisaran $20 adalah juga karena Iran belum mulai melepaskan potensi produksinya sendiri, yang bahkan akan secara agresif menghancurkan keseimbangan penawaran dan permintaan menuju momentum bagi para penjual.

Minyak WTI Harian

Minyak WTI Mingguan

MINYAK WTI

(14)

Minyak WTI Bulanan

Pasar ekuitas maupun bank sentral masih belum mencerna pelemahan yang berkepanjangan seperti ini di pasar minyak, dan ini tidak mengejutkan saya sedikit pun bila bank sentral atau pembuat kebijakan lainnya melanjutkan untuk mengubah kebijakan dengan mempertimbangkan pelemahan berkepanjangan pada komoditas yang sangat vital bagi ekspor mereka.

Banyak yang bertanya-tanya bagaimana produsen dapat menangani harga yang tertekan seperti ini dan menunggu untuk melihat dampaknya pada Amerika Serikat, namun para trader sekarang kehilangan kesabaran dengan tak terlihat adanya korelasi antara penurunan rig minyak AS dan laporan persediaan mingguan yang dirilis Amerika Serikat. Komentar akhir tahun lalu dari Arab Saudi yang akan bersedia untuk bekerjasama dengan pihak lain untuk mencapai stabilitas pasar memberikan pengharapan bagi mereka yang menantikan sentimen pemantulan (rebound), tetapi adanya kecemasan atas eskalasi terbaru ketegangan politik antara Arab Saudi dan Iran akan membuat pemotongan produksi gabungan dari produsen-produsen utama sulit terjadi. Juga harus diperhitungkan bagaimana sulitnya untuk membawa pemimpin dari berbagai negara di seluruh dunia untuk bersama-sama menyepakati tingkat produksi. Meskipun situasinya sama sekali berbeda, kita baru melewati beberapa bulan yang penuh berita utama di Yunani dan ini adalah diskusi bersama antara tokoh-tokoh senior yang sama dalam Uni Eropa. Anda bisa membayangkan bagaimana sulitnya untuk mencapai kesepakatan plafon produksi bagi anggota komite kelompok OPEC, apalagi memengaruhi produsen di luar OPEC untuk bergabung dan memotong produksinya juga. Berkenaan dengan segi teknis, semua grafik melukiskan gambaran yang menyedihkan dan menampilkan bagaima-na para penjual jelas mendomibagaima-nasi pasar ini. Dimulai den-gan jangka waktu harian, harga jelas-jelas diperdaden-gangkan

juga menunjukkan bahwa $35 sekarang adalah level re-sistance kuat, yang sebelumnya dipandang sebagai level support utama. Support sebelumnya pada $35 sekarang akan dilihat sebagai resistance utama dan kegagalan untuk menutup di atas level ini kemungkinan akan mengundang peluang bagi investor untuk masuk melakukan penjual-an ketika harga sedpenjual-ang naik (sell-on rally). Periode waktu mingguan juga menunjukkan bahwa harga terkompresi berat ke bawah. Pola pencaplokan bearish minggu lalu di-kombinasikan dengan fakta bahwa harga berada di bawah SMA mingguan 50, 100 dan 200 akan mendorong aksi jual lebih lanjut menuju $30. Harga penutupan mingguan di bawah $30 mungkin mengisyaratkan penumpukan mo-mentum bearish lainnya yang bisa mengundang para pen-jual untuk menyerang harga sekarang yang terlihat sejak April 2003 di $25.

(15)

Semenjak paruh kedua tahun lalu dan bahkan beberapa menyebutkan telah berlangsung lebih awal lagi, tajuk berita secara rutin didominasi oleh kekhawatiran atas melambatnya perekonomian Cina. Kami tidak mengira hal ini untuk berubah dan akan ada sesi perdagangan bervolume besar yang didominasi oleh kekhawatiran atas ekonomi Cina dan apakah itu aksi dari PBoC ataukah Indeks Gabungan Shanghai menerima ganjarannya. Namun dan meskipun berita utamanya mungkin terfokus pada Cina, menurut pendapat saya ada peluang perdagangan yang lain. Selama berbulan-bulan berulang kali kami mengutarakan bahwa perlambatan ekonomi Cina tidak menjadi masalah bagi Cina sendiri (dan hanya akan menjadi perhatian dalam negeri ketika berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal) tetapi hal ini merupakan masalah besar bagi semua pihak yang ekonominya bergantung pada perdagangan dengan Cina. Oleh sebab inilah mengapa kami masih memiliki pandangan yang sangat negatif pada mata uang pasar negara berkembang pesat (emerging market), dan juga mata uang milik negara-negara yang ekonominya mengandalkan ekspor komoditas.

Ketika menyinggung peluang perdagangan dan komoditas, kombinasi kecemasan atas tertekannya harga komoditas dan perlambatan ekonomi Cina adalah hal-hal yang menye-babkan saya sangat positif terhadap Yen Jepang saat kita memasuki tahun 2016. Kita masih rentan terhadap jatuhn-ya pasar minjatuhn-yak di bawah $30 untuk jangka waktu jatuhn-yang berkepanjangan, yang akan membebani ekuitas global dan sementara kekhawatiran perlambatan Cina terus men-dominasi tajuk berita utama, ini berarti bahwa Yen Jepang memiliki potensi yang sesungguhnya di 2016. Balik lagi ke Cina dan meskipun PBoC telah sangat aktif bila berkenaan dengan peningkatan stimulus untuk menyegarkan kem-bali momentum ekonomi, tidak terlihat adanya perbaikan dalam data dan pertumbuhan GDP yang masih menurun.

USDCNH Harian

(16)

Ini berarti pasar tidak perlu terkejut jika PBoC melonggar-kan kebijamelonggar-kan moneternya lebih lanjut, dan saya pribadi percaya kemungkinan besar tindakan berikutnya akan mencakup pemotongan suku bunga lebih lanjut dan de-presiasi mata uang.

Bila saya boleh jujur, gambaran positif yang nyata bagi Cina tahun lalu adalah pengenalan Special Drawing Rights (SDR) suguhan dari IMF. Hal ini adalah langkah yang sangat simbolis dan menandakan betapa pentingnya Cina dalam ekonomi global dan masa depannya sebagai negara adidaya, namun tidak mengubah kenyataan jangka pendek bahwa ekonominya itu sendiri melambat dan tidak akan mengubah apapun. Investor haruslah melihat keputusan untuk memasukkan Yuan China ke dalam SDR tidak lain sebagai sesuatu yang baru dan faktor pemanis untuk saat ini dan melihat bagaimana perkembangannya di masa depan, karena dalam jangka pendek semua fokus seharusnya terarah pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Bila berkenaan dengan mata uangnya, tren RMB akan tetap lemah dan kami berharap untuk melihat depresiasi mata uang lebih lanjut secara bertahap dari PBoC. Meski-pun kemungkinan tidak menjadi langkah yang populer, pelemahan bertahap lebih lanjut dari mata uang Cina memberi beberapa keuntungan bagi perekonomian. Den-gan melemahnya mata uang, konsumen harus membayar lebih tinggi untuk mengimpor produk yang juga mengun-tungkan Cina karena sebelumnya ekonominya mengha-dapi risiko inflasi. Sementara di saat yang sama, salah satu keuntungan melemahnya mata uang adalah meningkat-kan daya saing ekspor dan membuat produk-produk Cina lebih menarik dari sudut pandang biaya bagi para pembeli di luar negeri.

Cukup jelas bahwa para petinggi di pemerintahan Cina atau bank sentral secara strategis merencanakan Cina untuk bertransformasi dari ekonomi yang bergantung dari impor pihak lain, dan bertransisi menuju ekonomi yang memiliki ketergantungan domestik dan mampu juga mengekspor produk ke pihak lain. Ini mungkin bukan tindakan populer karena akan mencemaskan pasar pada saat itu, tetapi mata uang yang semakin melemah bisa membantu mencapai tujuan strategis ini dan karena itulah tren mata uang Cina akan tetap melemah.

Berkenaan teknis, jelas terlihat bagi semua orang bahwa USDCNH sedang berada di tren naik dan periode waktu harian juga menunjukkan bahwa telah ada titik tertinggi yang secara konsisten menjadi lebih tinggi dan titik terendah yang meningkat. Tidak hanya perdagangan USDCNH berada di atas SMA 20 dan 50, tetapi juga dengan MACD menunjuk ke atas secara meyakinkan, penembusan di atas 6,63 seharusnya meningkatkan peluang pergerakan menuju 6,75. Sebuah pergerakan bearish kembali ke bawah titik tertinggi sebelumnya di 6,56 menjadi sinyal pelemahan bullish dan akan membatalkan skenario bullish.

(17)

Prospek saat ini untuk mata uang pasar negara berkem-bang pesat (emerging market) sangatlah lemah dan peluangnya untuk pemulihan yang berarti dan men-dukung sangatlah terbatas dalam waktu dekat ini. Mata uang ini berada di bawah tekanan berulang kali dari berb-agai arah berbeda dengan termasuk penguatan Dolar, pelemahan yang meluas di seluruh pasar komoditas, dan kekhawatiran terus menerus atas perekonomian global dengan sebagian besar berita didominasi oleh perlam-batan pertumbuhan di Cina, pasar yang dikenal sebagai pengimpor dari emerging market. Tekanan tanpa belas kasih di pasar komoditas ketika begitu banyak perekono-mian negara emerging market yang bergantung pada ek-spor, kekhawatiran tambahan atas pertumbuhan global mendorong sikap menghindari risiko dari para investor dan kenyataan bahwa ekonomi negara-negara tersebut juga memasuki masa pertumbuhannya sendiri yang leb-ih lemah merupakan alasan mengapa pasar mata uang emerging market tidak bisa diharapkan untuk pulih dari penurunan, dan masih menghadapi risiko jatuh ke tonggak terendah berikutnya.

Pihak lain mungkin menyoroti kebijakan suku bunga AS dari Federal Reserve sebagai alasan lain untuk menjadi negatif terhadap pasar mata uang negara emerging market, tetapi Federal Reserve yang cukup percaya diri pada perekonomian mereka sendiri untuk menaikkan suku bunga, meskipun segala hal lainnya yang terjadi di tempat lain, adalah dorongan menggembirakan terhadap sentimen ekonomi global. Kami telah menunjukkan bahwa mata uang negara emerging market tidak akan melemah mengikuti kenaikan suku bunga AS pertama di bulan Desember, dan sebenarnya mata uang negara-negara ini menunjukkan tanda-tanda penguatan di hari-hari berikutnya setelah keputusan kenaikan suku bunga. Saya berpandangan bahwa perbedaan yang mulai muncul ketika Fed menaikkan suku bunga, dan selagi kita mendekati kemungkinan yang ketiga kalinya, bisa menjadi risiko, tetapi untuk sekarang fokus utama negara emerging market seharusnya pada kekhawatiran Cina yang memasuki penurunan tajam dan kembalinya aksi jual di pasar komoditas dengan kemungkinan risiko bagaimana hal ini mempengaruhi sentimen umum terhadap negara emerging market.

Komoditas memegang peranan kunci negara emerging market

Berbicara komoditas, kami meyakini bahwa pasar ini memegang peran penting ke arah mana perdagangan negara emerging market dalam periode berkelanjutan. Dengan sejumlah besar negara emerging market belum sepenuhnya terdiversifikasi dan berkembang, beragam perekonomian negara ini sangat tergantung pada ekspor komoditas dan itulah sebabnya kita telah menyaksikan pelemahan yang meluas di seluruh mata uang negara emerging maket menyusul kejatuhan harga komoditas. Pemulihan yang konsisten di pasar komoditas diperlukan bagi mata uang negara emerging market untuk pulih dari keterpurukan yang signifikan, tetapi kita melihat kecemasan tinggi atas pertumbuhan global dan disangsikan bahwa pemulihan akan terjadi dalam waktu dekat. Bila melihat pada harga minyak saat ini, penutupan di bawah $30 di akhir pekan lalu adalah pergerakan psikologis yang besar dan lebih lanjut berisiko membawa tekanan babak baru untuk mata uang negara emerging market.

Sementara beberapa pemangku kebijakan dan tokoh senior telah menekankan bahwa faktor eksternal yang berada di balik kekacauan sehingga menyebabkan mata uang di seluruh negara emerging market terpuruk selama tahun lalu dan hal ini cukup akurat, namun sekarang sikapnya harus berubah ke arah potensi permasalahan apakah yang diakibatkan oleh pelemahan mata uang terhadap perekonomian domestik mereka. Misalnya, apakah mata uang yang melemah akan mengarah pada kekhawatiran atas kenaikan biaya hidup? Apakah perusahaan akan merasa kesulitan untuk melakukan pembayaran dan akan merasa perlu untuk memberhentikan karyawan? Apakah akan ada periode inflasi yang sangat tinggi, ataukah sebaliknya yang akan terjadi dan tidak akan ada inflasi karena konsumen tidak mampu lagi mengeluarkan uang? Ini semua adalah pertanyaan yang perlu dijawab dan ini sebabnya mengapa penting bagi para pembuat kebijakan di negara-negara emerging market untuk berhenti fokus pada faktor-faktor eksternal sebagai alasan di balik penurunan mata uang mereka, karena dengan sendirinya akan terjadi transisi menuju risiko yang lebih bersifat internal dan domestik pada tahapan berikutnya.

BERKEMBANG PESAT

Tak ada jalan kembali untuk mata uang negara

berkembang pesat

(18)

Satu hal yang pasti adalah bahwa negara-negara emerging market secara umum akan memasuki periode pertumbu-han yang lebih lemah. Hal ini sebagian besar akan didorong oleh periode penyesuaian harga komoditas yang lemah bagi pasar negara-negara emerging market yang bergan-tung pada ekspor komoditas, tetapi juga kejatuhan dari Cina karena negara emerging market lebih rentan daripada negara lain terhadap perlambatan Cina. Hal ini hanya kare-na perdagangan mereka adalah yang paling tergantung dari permintaan pasar Cina dan negara-negara emerging market umumnya menikmati masa pertumbuhan yang tinggi pada saat momentum akselerasi ekonomi di Cina.

Apa opsinya bagi bank sentral?

Dengan masa pertumbuhan yang lebih lemah yang telah terkonfirmasi saat ini, bank sentral dapat mengarahkan fokusnya pada bagaimana mata uang yang lemah akan mengganggu potensi GDP. Beberapa negara emerging market dan bahkan mungkin ekonomi maju bergantung pada ekspor dalam satu hal atau lainnya, itulah sebabnya mata uang yang lemah dapat menguntungkan. Masalah dengan mata uang lemah adalah bila Anda adalah bagian salah satu ekonomi yang tidak cukup beruntung untuk memiliki sumber daya domestik maka Anda akan terpaksa untuk terus membeli produk dari luar negeri atau barangkali tidak akan lagi mampu membayar produk-produk tersebut.

Apa saja pilihan yang bisa diambil bank sentral saat ini? Kami masih berpandangan bahwa intervensi di pasar FX adalah langkah yang kurang bijaksana karena hanya mengarah kepada perbaikan jangka pendek dalam nilai mata uang dan dapat menguras cadangan devisa secara drastis. Selain itu, apa yang kami temui selama minggu pertama perdagangan Januari adalah contoh yang jelas dari kembalinya risiko eksternal yang lebih hebat. Untuk mempertahankan mata uang mereka bank sentral akan membutuhkan cadangan devisa dan jika mereka melakukan intervensi di pasar sebelumnya, mereka

yang tertekan untuk waktu lama, penjual bisa tergoda untuk mendorong komoditas ke patokan harga terendah yang tak terbayangkan sebelumnya dan saat inilah ketika cadangan devisa akan berguna. Melarang atau setidaknya mengurangi deposito USD merupakan salah satu tindakan yang bisa dipertimbangkan, tetapi hal itu tidak populer dan bisa berisiko menakuti investor potensial.

Namun, saya berpandangan bahwa pelonggaran moneter yang luar biasa dari bank sentral belum berakhir dan saya berpendapat bahwa akan ada perubahan arah ketika berkenaan dengan kebijakan bank sentral di negara-negara emerging market. Jika kita mengambil contoh Indonesia, ini adalah contoh sebuah negara emerging market yang memiliki tingkat suku bunga tinggi, tetapi yang saat ini juga memiliki ruang untuk mengurangi suku bunga acuan dengan ekonominya memasuki masa pertumbuhan yang melemah dan beberapa tanda-tanda risiko dari inflasi yang rendah. Di sisi lain melihat Malaysia, ini adalah contoh dari ekonomi yang sudah memiliki suku bunga rendah dibandingkan dengan negara-negara emerging market lainnya dan mungkin perlu untuk meningkatkan suku bunga acuan. Hal ini cukup sederhana karena saya berpendapat bahwa Bank Negara tidak memiliki cukup ruang untuk mengurangi tingkat suku bunga dengan tekanan inflasi secara bertahap bergerak menuju kisaran di mana suku bunga sedang dijaga. Penurunan suku bunga lebih lanjut akan berisiko membawa krisis untuk mata uang yang telah terdepresiasi melemah selama setahun lalu. Pada dasarnya, bila bank sentral benar-benar khawatir mengenai percepatan pelemahan yang terlihat di mata uang mereka selama tahun lalu, maka opsi yang mereka bisa ambil adalah mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Mungkin terdengar sedikit aneh untuk melakukan hal ini di periode ekonomi yang diperkirakan memasuki masa pertumbuhan ekonomi yang melemah, tetapi hal ini dapat mendorong kembalinya arus masuk ke perekonomian dan melindungi mata uang dari kejatuhan lebih lanjut.

Referensi

Dokumen terkait

responsif pada perubahan lingkungan dan dapat beradaptasi baik pada lingkungan yang kurang menguntungkan, sehingga untuk lokasi di mana input teknologi, seperti pupuk,

Kelompok tani Budidaya adalah salah satu kelompok tani yang berkeinginan kuat untuk melakukan upaya pengolahan tersebut, akan tetapi upaya tersebut tidak didukung dengan

[r]

Pendapat pertama adalah pendapat yang dikuatkan dalam Mazhab Hanbali dan yang dipilih oleh kebanyakan Mazhab Hanbali (Alauddin Al Mardawi: 1995, 527). Apabila harta yang

Diketahui nilai hitung (0,7208) lebih kecil dari pada nilai tabel (7,815) pada taraf signifikan 95%, sehingga pemberian probiotik Lactobacillus fermentum dalam

[r]

Berdasarkan hasil regresi diketahui bahwa utang luar negeri dan nilai ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa Indonesia sedangkan kurs rupiah